• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI DESEMBER ON GOING TO BAB 1-5 (9999999) (1)

brunoandra 031

Academic year: 2023

Membagikan "SKRIPSI DESEMBER ON GOING TO BAB 1-5 (9999999) (1)"

Copied!
115
0
0

Teks penuh

Dengan demikian, Saya memberikan hak kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma untuk menyimpan, memindahkan ke media lain, mengolahnya dalam bentuk potongan-potongan data, menyebarkannya secara terbatas dan mempublikasikannya di Internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa meminta izin atau memberi saya royalti, selama Anda masih mencantumkan nama saya sebagai penulisnya. Puji syukur kehadirat Tuhan Bapa Yang Maha Esa atas berkat dan keterlibatannya, penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang berjudul “Mengajarkan Semangat Evangelisasi Pemuda Katolik di Gereja Paroki Maria Ratu Semesta Alam, Keuskupan Sintang ". Penulis menulis skripsi ini untuk membantu Kaum Muda Katolik (YCW) Paroki Maria Ratu Semesta Keuskupan Sintang dalam mewujudkan semangat evangelisasi YCW dalam kehidupan gerejanya.

Skripsi ini tidak lepas dari sumbangan pihak-pihak yang telah membantu terselesaikannya karya tulis saya, baik langsung maupun tidak langsung. Penulis memahami bahwa penyusunan skripsi ini masih jauh dari sempurna, sehingga masih perlu dikaji dan dikembangkan lebih lanjut. Untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna penyempurnaan skripsi ini.

Latar Belakang

Rumusan Masalah

Tujuan Penulisan

Manfaat Penulisan

KAJIAN PUSTAKA

Semangat Evangelisasi Orang Muda Katolik

  • Pengertian Semangat Evangelisasi
  • Orang Muda Katolik Dan Semngat Evangelisasi

Semangat evangelisasi bisa kita rasakan dari semangat orang-orang kudus, misalnya semangat rasul Paulus dalam gaung pewartaan Injilnya yang berbunyi: Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil. (1 Kor 9:16) Dalam kutipan tersebut, Bapa Suci Paus Fransiskus juga mengajak dan memanggil generasi muda Katolik yang terus memberikan kesempatan untuk dicintai oleh OMK. Paus menggambarkan semangat evangelisasi kaum muda Katolik sebagai semangat baru yang mendorong mereka untuk menerima komitmen dari hati. Semangat evangelisasi diartikan sebagai semangat misioner atau perutusan Gereja dalam mewartakan Injil, pemberitaan Injil sudah menjadi tugas dan tanggung jawab seluruh anggota Gereja.

Pemuda Katolik (OMK) dan semangat evangelisasi sangat erat kaitannya dengan panggilan mereka untuk mewartakan dan memberi kesaksian Injil (CV 175). Dimasukkannya OMK sangat diperlukan dalam kehidupan bergereja, yang merupakan cahaya iman Katolik sebagai titik tolak semangat evangelisasi dalam pemberitaan dan penyebaran Injil. Semangat evangelisasi terlihat dari keterlibatan OMK dalam kehidupan bergereja, yang merupakan wujud manifestasi iman.

Hidup Menggereja Orang Muda Katolik

  • Dalam Bidang Peribadatan (Liturgia)
    • Dalam Bidang Pewartaan (Kerygma)
    • Dalam Bidang Persekutuan (Koinonia)
    • Dalam Bidang Pelayanan (Diakonia)

Selain itu, Bapa Suci Paus Fransiskus juga mempunyai hal serupa dalam Anjuran Apostoliknya “Evangelii Gaudium, Sukacita Injil” mengenai gereja misionaris, bahwa evangelisasi adalah tugas seluruh anggota Gereja Katolik (EG 111). Sebagai anggota Gereja OMK, mereka dapat saling berbagi pengalaman iman, misalnya dalam kegiatan penginjilan. Melalui bidang kerja ini, setiap anggota Gereja memperoleh, mengakui dan menyatakan identitas imannya sebagai anggota Gereja Katolik.

Pelayanan atau Diakonia berarti pemberian bantuan atau pelayanan, sebagai anggota Gereja yang berpartisipasi dalam peningkatan pelayanan. Melalui bidang pelayanan, setiap anggota Gereja dapat melayani dengan penuh kemurahan hati sebagai bentuk komunitas yang dicintai Gereja. Sebagai komunitas, namun juga sebagai pelayan, Yesus mengajak seluruh anggota gereja untuk terlibat dan mendukung pelayanan ini.

Perwujudan Semangat Evangelisasi Orang Muda Katolik Dalam Hidup Menggereja Menggereja

  • Dalam Bidang Pewartaan (kerygma)
  • Dalam Bidang persekutuan (Koinonia)
  • Dalam Bidang pelayanan (Diakonia)

Semangat evangelisasi kaum muda Katolik (OMK) di bidang ibadah (liturgi) dapat diwujudkan melalui keterlibatan mereka dalam perayaan Adorasi Sabda. Tanda-tanda komitmen kaum muda Katolik dengan semangat evangelisasi ditunjukkan dengan menjalankan liturgi sebagai fungsionaris, melaksanakan liturgi secara rutin, melaksanakan liturgi secara sadar, dan melaksanakan liturgi dengan mengambil peran. Semangat evangelisasi kaum muda Katolik (OMK) dalam bidang dakwah (kerygma) dapat diwujudkan dengan terlibat dalam pewartaan Injil Kerajaan Allah yang menyelamatkan manusia dan menebus dosa melalui Yesus Kristus.

Perwujudan semangat evangelisasi Pemuda Katolik (OMK) dalam bidang pelayanan (diakonia) dapat dilakukan dalam bentuk pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan pertolongan. Kaum muda Katolik mempunyai tanggung jawab untuk terlibat aktif dalam kehidupan Gereja dengan mengambil peran strategis dalam misi Gereja. Pada bab sebelumnya penulis menguraikan tentang pengertian semangat evangelisasi kaum muda katolik, menjelaskan pengertian semangat evangelisasi kaum muda katolik dan semangat evangelisasi, dan pada bagian kedua penulis memaparkan tentang kehidupan gereja kaum muda. Katolik. di bidang peribadatan (liturgia), khotbah (kerygma), persekutuan (Coinonia), ibadah (diakonia) dan bagian ketiga menggambarkan wujud semangat evangelisasi kaum muda Katolik dalam kehidupan Gereja di bidang peribadatan ( liturgia), khotbah (kerygma), persekutuan (koinonia), ibadah (diakonia).

JENIS PENELITIAN

TEMPAT DAN WAKTU PENELITIAN

SAMPEL PENELITIAN

FOKUS PENELITIAN

TEKNIK DAN INSTRUMEN PENGUMPULAN DATA .1 Teknik Pengumpulan Data.1 Teknik Pengumpulan Data

  • Observasi partisipatif / Penulisa
  • Wawancara semi terstruktur/ Penulisan

Sugiyono Teknik pengumpulan data merupakan salah satu langkah efektif dalam penelitian karena fokus pada pengumpulan data. Untuk mengumpulkan data, penulis menggunakan teknik observasi partisipan dan wawancara semi terstruktur. Menurut Sugiyono, observasi partisipan merupakan penelitian yang melibatkan kegiatan sehari-hari, orang yang diamati atau dijadikan sumber data penelitian. Dengan observasi partisipatif ini maka data yang diperoleh akan lebih lengkap dan tajam sehingga mengungkap tingkat makna dari setiap perilaku yang terlihat.

Penulis melakukan penelitian secara langsung di lingkungan penelitian, memperhatikan dan mencatat objek penelitian, sehingga diperoleh data yang diinginkan. Menurut Sugiyon, wawancara semi terstruktur lebih leluasa dilakukan dibandingkan wawancara terstruktur. Untuk memperoleh informasi dan data mengenai perwujudan semangat evangelisasi kaum muda Katolik dalam kehidupan gerejanya di Paroki Maria Ratu Semesta Alam, Keuskupan Sintang.

Kegiatan dan tema yang disarankan dapat membantu mewujudkan semangat evangelisasi kaum muda Katolik dalam kehidupan gereja mereka.

Pedoman yang digunakan dalam wawancara bagi Orang Muda Katolik

Motivasi untuk mewujudkan semangat penginjilan OMK dalam kehidupan bergereja. faktor pendukung dan penghambat terwujudnya semangat penginjilan OMK dalam kehidupan bergereja. 10) Upaya apa saja yang dilakukan Kongregasi untuk mewujudkan semangat penginjilan OMK dalam kehidupan bergereja.

Pertanyaan wawancara untuk validasi Romo Paroki

Pertanyaan wawancara untuk validasi pendamping OMK

  • TEKNIK ANALISIS DATA
  • VALIDASI DATA
  • Laporan Hasil penelitaian
    • Hasil Observasi Partisipatif
    • Hasil Wawancara Semi Terstruktur
  • Pembahasan Hasil Penlitian
    • Pengertian Semangat Evangelisasi / Penulisan
    • Alasan Semangat Evangelisasi OMK Penting Untuk Diwujudkan Dalam Hidup Menggereja
    • Bidang-Bidang Karya Dalam Perwujudan Semangat Evangelisasi Dalam Hidup Menggereja
    • Motivasi Untuk Mewujudkan Semangat Evangelisasi OMK Dalam Hidup Menggereja
    • Faktor Pendukung dan Penghambat Dalam Mewujudkan Semangat Evangelisasi OMK Dalam Hidup Menggereja
    • Upaya Untuk Perwujudan Semangat Evangelisasi OMK Dalam Hidup Menggereja
    • Makna Yang Diperoleh Ketika Mewujudkan Semangat Evangelisasi Bagi OMK Dalam Hidup Menggereja
    • Kegiatan dan Tema Yang Tepat Membantu Perwujudan Semangat Evangelisasi Orang Muda Katolik Dalam Hidup Menggereja
  • Validasi Data
    • Perwujudan Semangat Evangelisasi di Paroki Maria Ratu Semesta Alam Keuskupan Sintang
    • Keterlibatan OMK Dalam Hidup Menggereja di Paroki Maria Ratu Semesta Alam Keuskupan Sintang
    • Aktivitas yang mendorong Semangat Evangelisasi bagi OMK di Paroki Maria Ratu Semesta Alam Keuskupan Sintang
    • Pemahaman OMK mengenai semngat Evangelisasi dan mengapa OMK penting memiliki semngat evangelisasi dalam hidup menggereja
    • Perwujudan OMK dalam semangat evangelisasi hidup menggereja dan pemahaman tentang keempat pilar gereja seperti liturgi, kerygma,
    • Mewujudkan semangat evangelisasi OMK dalam bidang liturgi, kerygma dikoininua dan diakonia dalam hidup menggereja
    • Faktor pendukung, penghambat dan persoalan OMK dalam mewujudkan semangat evangelisasi dalam hidup menggereja sekarang ini
    • Upaya yang dibutuhkan dan yang telah dilakukan paroki untuk mewujudkan semangat evangelisasi dalam hidup menggereja
  • KESIMPULAN PENELITIAN
  • Refleksi AMBIL DARI MOTTO / Andra
  • SARAN
    • Bagi Paroki Maria Ratu Semesta Alam
    • Bagi OMK di paroki Maria Ratu Semesta Alam

Pada Bab IV, penulis memaparkan hasil penelitian mengenai wujud semangat evangelisasi kaum muda Katolik dalam kehidupan gerejawinya. Pada bagian observasi, penulis menjelaskan gambaran umum yang terjadi di gereja mengenai wujud semangat evangelisasi OMK dalam kehidupan gereja di Paroki Maria Ratu Semesta Alam Keuskupan Sintang. Observasi penulis dilakukan untuk menggali semangat penginjilan yang dimiliki OMK dalam kehidupan bergerejanya. dalam kegiatan gereja.

Pada bagian ini penulis akan memaparkan pembahasan dan memaparkan perwujudan semangat evangelisasi kaum muda Katolik dalam kehidupan gereja Paroki Maria Ratu Semesta Alam Keuskupan Sintang. Kegiatan dan tema yang tepat membantu mewujudkan semangat evangelisasi kaum muda Katolik dalam kehidupan bergereja. Hal ini sangat penting karena dapat membangun semangat evangelisasi generasi muda Katolik dalam kehidupan bergereja.

Dalam proses penulisan skripsi ini, penulis menemukan dan merasakan bahwa semangat evangelisasi OMC harus diwujudkan dalam kehidupan bergereja. OMC dibantu dalam proses ini bersama-sama mewujudkan semangat evangelisasi dalam kehidupan gereja dalam kegiatan penginjilan sebagai misi Gereja untuk menggembalakan umatnya. OMC hendaknya menyelenggarakan katekese bersama yang dikemas dengan model SOTARKAE untuk meningkatkan perwujudan semangat evangelisasi OMC dalam kehidupan gereja.

Katekese model SOTARKAE sangat cocok untuk meningkatkan perwujudan semangat evangelisasi OMK dalam kehidupan gereja karena mengandung unsur pengajaran, pelayanan dan komunitas. Dengan demikian, katekese model SOTARKAE dapat menjadi upaya mewujudkan semangat evangelisasi OMK dalam kehidupan gereja Paroki Maria Ratu Semesta Alam Keuskupan Sintang. Andra: Apa yang mendukung dan menghambat terwujudnya semangat evangelisasi dalam kehidupan gereja menurut teman-teman.

Andra: Upaya apa yang dilakukan Paroki untuk mewujudkan semangat evangelisasi OMC dalam kehidupan bergereja?

Validasi data wawancara

Pendeta Gusti: Nah, sekarang mereka dibentuk terutama lewat pembentukan kelompok, mereka punya kelompok-kelompok dari segi organisasinya, lalu dari situ kita bawa mereka menjadi Gereja yang seharusnya. Kalaupun mereka tidak sadar kalau sebenarnya ikut serta, tapi ya, level ini sesuai dengan jiwa mereka, kadang murung, setelah diprovokasi seperti itu, mereka menarik diri, lalu marah-marah, itulah jiwa OMK, di situlah cara kerjanya. Pendeta Gusti: Saya kira faktor pendukungnya adalah mereka lebih terlibat karena ada wadahnya, lalu mereka bisa melihat, seperti tadi dikatakan, mereka punya grup paduan suara sendiri, mereka mendukungnya, lalu paduan suara mereka bisa digunakan untuk pernikahan, mereka bersemangat dan mendapat uang. sedikit untuk grup kemudian mereka memiliki teman-teman yang saling mendukung, dalam pandangan mereka sendiri mereka juga bertaruh/terutama memiliki forum lain untuk masuk ke dalamnya sehingga menjadi faktor pendukung untuk membuat mereka merasa terlibat.

Pendeta Gusti : Saya kira itu masalahnya, sebenarnya masalahnya tidak begitu kentara, jadi sebenarnya bagaimana menghubungkan idealismenya dengan cara berpikir gereja, dengan cara berpikir orang tuanya, mereka punya idealisme yang menurut mereka baik, orang tua juga punya indikator-indikator tertentu seperti kadang-kadang kadang cara pakainya jadi nyambung, menurut saya sih di situlah letaknya karena idealisme mereka mengarah ke cara mereka berekspresi. Pendeta Gusti: Tidak, dalam arti sebenarnya OMK muncul dengan zamannya, Gereja dengan ajarannya dan sebagainya. Andra: Upaya apa yang harus dilakukan gereja untuk mewujudkan semangat penginjilan OMK dalam kehidupan gereja?

Pendeta Gusti : ya kita biarkan mereka apa adanya, jadikan yang muda menjadi muda, jangan jadikan mereka seperti orang tua, berpikirlah dengan gaya mereka yang artinya datang kepada mereka dan meninggalkan kita. Upaya dan upaya tersebut memang perlu dan dalam konsep ini kita proses bersama karena Gereja mempunyai begitu banyak bidang pekerjaan yang paling penting bagi semua orang, oleh karena itu kita terkadang bertanya-tanya bagaimana cara menyeimbangkan semuanya. Pendeta Gusti: Jadi mereka dilibatkan dalam ibadah yang berbeda-beda, misal pas paskah kita biarkan mereka terlibat dalam liturgi, seperti tablo, dan kalau hari raya mereka ikut kegiatan gereja di bidangnya, misalnya paduan suara, mereka membuat Natal. adegan, dll. Dengan cara ini, mereka juga membuat organisasi berdasarkan kelompoknya, dan memiliki banyak kesempatan untuk terlibat dengan kelompoknya.

Mereka sangat dinamis dalam aspek itu, karena ya, terkadang kita berpikir tidak semua orang bisa memenuhi apa yang diinginkannya karena mereka begitu kaya dalam segala hal sehingga kita tidak bisa mewujudkannya. Diberi ruang untuk itu kepada mereka yang kadang takut juga salah, takut. Pendeta Gusti: Menurut saya, pertama, mereka terlibat dalam segala hal yang menjadi bagian kehidupan gereja berdasarkan empati itu.

Pendeta Gusti: Yang pertama dari keluarga, keluarga memberi dukungan, sebenarnya OMK banyak, tapi keluarga tidak mendukung, yang pertama dukungan dari rumah iman, yang kedua adalah bantuan.

Referensi

Dokumen terkait