• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bagi OMK di paroki Maria Ratu Semesta Alam

BAB II KAJIAN PUSTAKA

3) Pertanyaan wawancara untuk validasi pendamping OMK

5.2 SARAN

5.2.2 Bagi OMK di paroki Maria Ratu Semesta Alam

3. OMK harus kompak dan saling mendukung untuk merangkul generasi-generasi penerus, sehingga keluarga dalam komunitas menggereja ini dapat selalu berkembang dan tidak pernah terputus.

4. OMK perlu mengadakan katekese bersama yang dikemas dengan model SOTARKAE untuk meningkatkan perwujudan semangat evangelisasi OMK dalam hidup menggereja. Katekese model SOTARKAE sangat cocok untuk meningkatkan perwujudan semangat evangelisasi OMK dalam hidup menggereja karena di dalamnya terdapat unsur-unsur pengajaran, pelayanan dan paguyuban. Hal ini tentu selaras dengan berbagai tanggapan dan usulan dari para informan yang sebagian besar mengusulkan diadakannya pendalaman iman. Dengan begitu, katekese model SOTARKAE dapat menjadi salah satu upaya untuk mewujudkan semangat evangelisasi OMK dalam hidup menggereja di paroki Maria Ratu Semesta Alam, Keuskupan Sintang.

DAFTAR PUSTAKA

Alfons S. Suhardi, OFM. (2019). Mewartakan Injil. Jakarta: Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI.

Apakah perbedaan evangelisasi dan katekese. (2008).https://katolisitas.org/apakah -perbedaan-evangelisasi-dan-katekese/ Diakses Pada Tanggal 11 April 2022 Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:

Rineka Cipta

Gema christus vivit dalam temu pemimpin muda PKK Indenesi. (2022).

https://www.mirifica.net/gema-christus-vivit-dalam-temu-pemimpin-muda- pkk-indonesia/ Diakses Pada Tanggal 10 Juli 2022

Herman Embuiru , Kongregasi Ajaran Iman. (1995). Katekismus Gereja Katolik.

Ende: Propinsi Gerejawi Ende.

Keterlibatan orang muda katolik dalam hidup menggereja. (2020).

https://123dok.com/article/keterlibatan-orang-muda-katolik-dalam-hidup menggereja.q26g5xpz Diakses Pada Tanggal 8 Juli 2022

Komisi Kepemudaan, KWI (1998). Pedoman Karya Pastoral Kaum Muda. Jakarta KWI. (1996). Iman Katolik. Buku Informasi dan Refrensi. Yogyakarta : Kanisius.

Nana Syaodih Sukmadinata. 2005. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Natania , Agatha Lydia, SCJ.(2019). Kristus Hidup. Jakarta: Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI.

Pedoman Penulis Tugas Akhir

Prasasti, Bernadeta Harini Tri, & F.X Adisusanto, SJ.(2014). Sukacita Injil. Jakarta:

Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI.

Prasasti, Bernadeta Harini Tri, & R. P Andreas Suparman, SCJ. (2019). Orang Muda, Iman Dan Penegasan Panggilan. Jakarta: Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI.

Program Katekese.(2010).http://programkatekese.blogspot.com/2010/08/katekese- umat.html?m=1 Diakses Pada Tanggal 7 Juli 2022

Purwono, Lani. (2014). Formation Iman Berjenjang. Semarang: PT Kanisius.

R. Hardawiryana, Sj. (1991). Kepada Semua Bangsa: kepada semua bangsa. Jakarta:

Departeman Dokumentsi dan Penerapan KWI.

R. Hardawiryana, Sj.-Dokumen Tahta Suci – Vatikan Dari Sinode Para Uskup Asia.

(2010). Gereja di Asia. Jakarta : Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI.

Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung:

Afabeta

Sugiyono (2015). Metode Penelitian Kombinasi (Mix Methods). Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2012). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: ALFABETA Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Sujarweni, V., & Endrayanto, P. (2012). Statistika Untuk Penelitian. Yogyakarta:

Graha Ilmu.

Suprapto. (2013). Metodologi Penelitian Ilmu Pendidikan dan Ilmu-Ilmu Pengetahuan Sosial. Jakarta: Buku Seru.

Warta Shekinah.(2020).https://katolisitas.org/apakah-perbedaan-evangelisasi-dan- katekese/ Diakses Pada Tanggal 11 April 2022

LAMPIRAN

Transkrip Wawancara Sepuluh Narasumber Paroki Maria Ratu Semesta Alam Keuskupan Sintang

Wawancara Candra

Andra : Apa yang dimaksud dengan semangat evangelisasi menurut teman-teman?

Candra : Semangat Evangilisasi adalah semangat pewartaan Injil dan menurut saya pewartaan itu ada banyak bentuknya yaitu ada didalam OMK bahkan kegiatan kita sehari-hari, artinya jika kita melakukan pekerjaan atau melakukan sesuatu sama seperti yang ada didalam Injil.

Andra : Mengapa memiliki semangat evangelisasi penting bagi OMK?

Candra : Menurut saya hal ini penting karena OMK dimana mengandung unsur Orang yang Muda dan Katolik, yang berarti ketika dibaptis kita sudah memiliki tugas dalam pewartaan Injil, jadi wajar jika kita sebagai OMK harusnya dalam kegiatan yang kita laksanakan terdapat nilai Evangilisasi. Hal ini sebagai inti dari apa yang dilakukan oleh OMK.

Andra : Mengapa perwujudan semangat evangilisasi OMK itu penting bagi hidup menggereja?

Candra : Menurut saya hal ini menyangkut sebuah kabar sukacita, karna ini merupakan kabar sukacita yang kita terima dari dua ribu tahun lalu bahwa ketika kita mati tidak hanya mati tetapi berkat kurban salib-Nya Tuhan Yesus Kristus kita ada harapan untuk bangkit kembali. Dan hal inilah yang harus kita wartakan pada orang lain bahwa Tuhan sudah menjamin kehidupan kekal melalui Gereja sehingga hal ini menjadi pewartaan dalam hidup menggereja.

Andra : Bagaimana teman-teman mewujudkan semangat Evangilisasi dalam Gereja sebagai OMK?

Candra : Menurut saya hal-hal seperti itu bisa dilakukan melalui kegiatan-kegiatan dan acara OMK, misalnya Natal bersama seperti yang dilaksanakan OMK kemarin. Dalam rangkaian acara tsb kami membuat sebuah games dimana pada saat datang peserta yang hadir berjalan menuju aula dengan mengikuti tanda bintang yang mana sesuai dengan tema Natal pada 2022 kemarin.

Menurut saya hal itu merupakan suatu bentuk pewartaan karna secara tidak langsung kita mengerti apa yang ada didalam Injil. Dan dapat diwujudkan dalam setiap pelayanan kita, contoh yang paling sering dilakukan adalah

Bagi saya pelayanan merupakan aksi nyata dari pewartaan Injil dalam wujud kasih itu sendiri.

Andra : Apa yang Chandra pahami tentang keempat pilar Gereja yaitu liturgi, kerygma, koinonia dan diakonia sehubungan dengan perwujudan semangat evangelisasi?

Candra : Menurut saya keempat pilar Gereja yang berbeda ini saling keterkaitan, apalagi dengan pewartaan sendiri juga memiliki caranya masing-masing.

Untuk Liturgi sudah jelas yaitu dari misa, homili, ikut koor itu merupakan beberapa contoh pewartannya. Kemudian menurut saya kerygma dan evangilisasi itu sama, koinonia/persekutuan berarti ketika kita berkumpul dalam OMK seringkali melakukan hal baik contohnya seperti doa Rosario tadi dan bacaan singkat itu merupakan salah satu bentuk pewartaan. Selanjutnya diakonia/pelayanan menurut saya berarti sebuah muara dari pewartaan kita, ketika kita sudah memahami Injil pastinya kita akan berusaha untuk bersikap sama seperti Injil dan tanpa paksaan kita akan melakukan perbuatan nyata dari pewartaan. Intinya adalah bahwa dengan melakukan aksi nyata dalam pelayanan maka sama dengan kita memahami makna pewartaan serta mewujudkan pewartaan itu.

Andra : Bagaimana semangat evangelisasi diwujudkan dalam bidang liturgi, kerygma, koinonia dan diakonia?

Candra : semangat evangilisasi bisa diwujudkan dalam bidang liturgi yaitu kita terlibat dalam peribadatan yang mana kita sebagai OMK mengambil peran dalam persekutuan umat beriman sebagai orang Katolik dan sebagai generasi penerus Gereja Katolik. Dalam bidang Kerygma atau pewartaan itu kita bisa mengambil peran dalam misalnya pendalaman iman, kemudian mengambil peran dalam kepanitiaan BIAK sebagai tanda keterlibatan OMK dalam mewartakan Injil pada kegiatan-kegiatan tersebut. Dalam bidang persekutuan bisa mengambil peran ikut dalam persekutuan doa untuk membentuk jemaat agar berpusat pada kehadiran Kristus sebagai sarana persekutuan umat beriman Katolik. Dalam bidang pelayaanan atau Diakonia mengambil peran dalam kegiatan bakti sosial, amal kasih misalnya seperti kegiatan OMK Live- in atau kunjungan ke OMK antar Paroki selama beberapa hari untuk memberikan pendalaman iman dan mewartakan Injil lewat perayaan sabda.

Andra : Apa saja yang mendukung dan menghambat perwujudan semangat evangelisasi dalam hidup menggereja, menurut teman-teman?

Candra : yang mendukung perwujudan semangat evangilisasi itu tentunya harus memiliki semangat evangilisasi itu sendiri, yang mana didukung dan difasilitasi oleh Pastor Paroki misalnya membuat kegiatan yang berhubungan dengan pewartaan Injil. Sementara yang menghambat perwujudan semangat evangilisasi itu keterbatasan anggaran dalam melaksanakan kegiatan yang

berhubungan dengan nilai-nilai Injil; OMK sendiri belum menyadari dan memiliki semangat evangilisasi itu sendiri; kurangnya kekompakan dan kesadaran dalam mengambil peran masing-masing pada tugas yang diberikan;

kesulitan merekrut anggota sehingga kekurangan simpatisan OMK.

Andra : Persoalan-persoalan apa saja terjadi seputar perwujudan semangat evangelisasi dalam hidup menggereja sekarang?

Candra : Kurangnya kekompakan dan kesadaran sebagai anggota OMK

Andra : Upaya apa yang dibutuhkan teman-teman untuk mewujudkan semangat evangelisasi dalam hidup menggereja?

Candra : upaya yang dibutuhkan adanya program dari Paroki yang mengadakan sebuah kegiatan yang bertemakan pewartaan Injil agar membantu OMK menghayati peran mereka yang sangat penting dalam gereja karena OMK adalah semangat orang muda dalam gereja kita.

Andra : Upaya apa saja yang telah dilakukan Paroki untuk mewujudkan semangat evangelisasi OMK dalam hidup menggereja?

Candra : Paroki memberikan ruang bagi OMK dalam menjalankan tugas kami sebagai orang muda dengan mempercayakan kami mengadakan sebuah kegiatan misalnya doa Rosario di bulan Mei yang diikuti anggota OMK dan seluruh umat; memberikan kami tempat untuk melayani melalui perayaan liturgi misalnya koor; Paroki terbuka dengan pendapat orang muda dalam menyampaikan ide-ide ketika ingin membuat kegiatan bersama di Paroki.

Wawancara bastian

Andra : Apa yang dimaksud dengan semangat evangelisasi menurut teman-teman?

Bastian : Semangat evangilisasi itu adalah semangat untuk mewartakan injil kepada orang banyak dan umat beriman katolik.

Andra : Mengapa memiliki semangat evangelisasi penting bagi OMK?

Bastian : karena dengan memiliki semangat evangilisasi, OMK dapat menyadari penampilan mereka sebagai generasi muda dan sebagai generasi gereja Katolik.

Andra : Mengapa perwujudan semangat evangelisasi OMK penting dalam hidup menggereja?

Bastian : karena tanpa perwujudan semangat evangilisasi OMK, gereja akan terasa sunyi dan pentingnya perwujudan semangat evangilisasi ini OMK dapat

menggereja, terlibat aktif dan sadar dalam peran-peran kegiatan yang ada di gereja.

Andra : Bagaimana teman-teman mewujudkan semangat evangelisasi dalam hidup menggereja sebagai OMK?

Bastian : untuk mewujudkan semangat evangilisasi OMK itu, OMK harus mengetahui semangat evangilisasi itu apa, memiliki dan menerima panggilan mereka sebagai OMK yang juga memiliki tugas, mewarta kan injil dengan semangat dan gaya orang muda.

Andra : Apakah yang teman-teman pahami tentang liturgi, kerygma, koinonia dan diakonia sehubungan dengan perwujudan semangat evangelisasi?

Bastian : yang saya pahami tentang liturgi adalah pewartaan melalui sabbda Allah pada perayaan ekaristi yang juga melalui sakramen sebagai wujud dan simbol penghayatan iman orang Katolik yang bersekutu dengan Allah. Yang saya tahu kerygma atau pewartaan peran gereja yang mewartakan kabar baik yang menjelaskan nilai-nilai injil dalam kehidupan umat beriman Katolik yang memanggil umat kembali kepada gereja sebagaimana umat yang telah dipanggil dan telah dipilih Tuhan. Yang saya tahu koinonia merupakan hidup persekutuan, hidup berkomunitas, hidup persaudaraan dan hidup kebersamaan yang umat berkumpul sebagai komunitas umat Allah dalam Gereja Katolik.

Diakonia bisa diartikan sebagai suatu pelayanan dimana kita sebagai angota gereja turut mengambil bagian yang memiliki peran penting dibidang pelayanan dari gereja untuk umat dan semua orang.

Andra : Bagaimana semangat evangelisasi diwujudkan dalam bidang liturgi, kerygma, koinonia dan diakonia?

Bastian : Menurut saya OMK bisa mewujudkan semua bidang karya tsb, dimana dalam Liturgi sbg orang muda yang fleksibel bisa masuk ke dalam leading sector manapun termasuk hidup menggereja. Dimana dari keempat bidang tsb OMK dapat masuk kedalam seluruh bidang itu. Contohnya dalam Liturgi OMK dapat bergabung dalam Lektor, Pemazmur, Misdinar dan sebagai anggota Koor. Selanjutnya pada kerygma/pewartaan dimana kita bisa mendengarkan serta mengikuti menjadi pelayan altar maupun pembaca sekaligus pendengar sabda, kita bisa mewartakan dari apa yang telah kita lakukan dari liturgi tsb. Selanjutnya dari koinonia/persekutuan kita bisa membagikan hal tsb dan bisa kita satukan bersama untuk pewartaan yang menunjukkan bagaimana semangat kasih cinta Tuhan didalam hidup menggereja pada teman-teman kita dalam suatu persekutuan terkhusus dalam OMK ini. Kemudian diakonia/pelayanan yang berarti bentuk pengimplementasian kita dalam mengikuti peribadatan dan pewartaan tersebut, sehingga kita bisa menjadi pelayan contoh sederhana dalam OMK adalah bertugas parkir dimana hal ini menunjukkan rasa rendah hati dan

menyadari identitas seorang Katolik bahwa mengajarkan bagaimana sikap rendah hati dalam melayani.

Andra : Apa saja yang mendukung dan menghambat perwujudan semangat evangelisasi dalam hidup menggereja, menurut teman-teman?

Bastian : Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi hal ini, seperti faktor internal dan eksternal. Menurut saya yang mendukung dalam faktor internal jika seseorang bisa menyadari identitasnya sebagai orang Katolik setelah itu pasti akan memilih sedikit demi sedikit dalam pelayanan melalui peribadatan dari keempat pilar tadi. Jika faktor eksternal misalnya ada seorang Katolik tetapi belum mengerti identitasnya sebagai seorang Katolik, mungkin dari apa yang didengar dan dilihat apa yang dilakukan oleh teman-temannya dapat menimbulkan pemikiran bahwa ternyata orang tsb merangkul serta dapat menimbulkan dampak positif sehingga pribadi seperti ini menjadi patokan eksternal untuk mendukung dan mewujudkan semangat Evangilisasi ini.

Sementara faktor internal yang mengahambat yaitu permasalahan yang terjadi karna terdapat kurangnya pemahaman mengenai dirinya sebagai seorang Katolik dan tidak ada tergerak hatinya untuk mengetahui hal tsb. Sehingga ia tidak merasa terpanggil dan lebih semena-mena, tingkah lakunya tidak mencerminkan seorang Katolik serta tidak memberikan semangat Evangilisasi kepada sesama maupun OMK lainnya. Sedangkan faktor eksternalnya adalah mungkin sudah ada kemauan hanya saja tidak ada peluang untuk dia bisa sharing dan terbuka karna mungkin orang-orang menjudge dirinya buruk, merasa tidak percaya diri sehingga sulit untuk dirinya merasa terpanggil dalam mewartakan semangat Evangilisasi itu.

Andra : Persoalan-persoalan apa saja terjadi seputar perwujudan semangat evangelisasi dalam hidup menggereja sekarang?

Bastian : Permasalahan bisa muncul dari internal maupun eksternal. Hal ini berkaitan dengan bagaimana seseorang menyadari partisipasi dirinya dalam semangat Evangilisasi OMK, salah satunya video online itu juga berpengaruh memberikan dampak negatif kepada semangat Evangilisasi. Yang sering ditemui atau bahkan pernah dialami dari teman-teman adalah karna mereka merasa dirinya tidak dilibatkan oleh orang-orang di Gereja, sehingga akhirnya merasa untuk apa ikut sedangkan tidak dihargai oleh OMK yang membuat pandangan mereka masih merasa dikotak-kotakkan/kesetaraan dari usia maupun gender.

Andra : Upaya apa yang dibutuhkan teman-teman untuk mewujudkan semangat evangelisasi dalam hidup menggereja?

semangat evangilisasi berupa kegiatan yang mengandung unsur-unsur pewartaan yang membawa, mengajak dan membangkitkan semangat OMK dalam mewujudkan semangat evangilisasi dalam nilai-nilai injil.

Andra : Upaya apa saja yang telah dilakukan Paroki untuk mewujudkan semangat evangelisasi OMK dalam hidup menggereja?

Bastian : Paroki memberikan tempat bagi OMK untuk berkreativitas dalam membuat kegiatan dalam mengembangkan Iman dan semangat pewartaan Injil di ruang lingkup gereja dan masyarakat.

Wawancara Albert

Andra : Apa yang dimaksud dengan semangat evangelisasi menurut teman-teman?

Albert : menurut saya semangat evangilisasi itu adalah semangat pewartaan yang memiliki peran dan tugas mewartakan kabar baik.

Andra : Mengapa memiliki semangat evangelisasi penting bagi OMK?

Albert :Pentingnya memiliki semangat evangilisasi agar OMK terus tumbuh dan berkembang di dalam Injil yang setiap tindakannya berpusat pada Kristus.

Andra : Mengapa perwujudan semangat evangelisasi OMK penting dalam hidup menggereja?

Albert : Karena dengan adanya semangat evangilisasi OMK, Gereja akan semakin hidup dan gereja menjadi muda kembali dengan semangat oranag muda dalam gereja. Karena dari orang muda oleh orang muda dan untuk gereja.

Andra : Bagaimana teman-teman mewujudkan semangat evangelisasi dalam hidup menggereja sebagai OMK?

Albert : Sebagai OMK semangat evangilisasi dapat diwujudkan melalui keterlibatan kita dalam hidup menggereja, misalnya menjadi pemazmur, lektor dan lain sebagainya.

Andra : Apakah yang teman-teman pahami tentang liturgi, kerygma, koinonia dan diakonia sehubungan dengan perwujudan semangat evangelisasi?

Albert : Liturgi itu perayaan sabda dan yang saya pahami tentang litugi adalah misteri peribadatan ekaristi yang mana melalui sakramen akan diwujud nyatakan sebagai simbol tubuh Kristus yang menyatu dalam tubuh umat.

Kemudian Kerygma adalah pewartaan yang diwartakan oleh gereja dengan sukacita yang membentuk umat beriman menjadi satu persekutuan dalam iman Katolik. Yang saya pahami tentang koinonia itu adalah persekutuan umat beriman dalam komunitas dengan ikatan cinta kasih yang menyatukan

seluruh umat Allah. Diakonia berarti pelayanan gereja umat yang membawa sukacita dan penghiburan kepada seluruh anggota gereja.

Andra : Bagaimana semangat evangelisasi diwujudkan dalam bidang liturgi, kerygma, koinonia dan diakonia?

Albert : Bidang liturgi yaitu misalnya terlibat mengambil peran seperti memimpin ibadat sabda, tata laksana, pembagi komuni, menjadi lektor, pemazmur, anggota koor, pelayan altar, menghias altar dan lain-lain. Menurut saya Kerygma adalah pewartaan kabar gembira dan pendalaman iman bagi orang Katolik yang dapat diwujudkan melalui doa bersama doa Rosario dan dapat diwujudkan juga lewat kegiatan-kegiatan yang ada di Paroki. Dalam koinonia dapat diwujudkan dengan melakukan keterlibatan dalam bidang persekutuan, yang mana umat membentuk persatuan dan menyatukan jemaat sebagai gereja yang satu beriman Katolik. Diakonia atau pelayanan dapat diwujudkan dengan membangun komunitas persaudaran dalam mengambil peran yang penting pada bidang pelayanan melalui kegiatan sosial, amal kasih, memberikan bantuan kepada panti asuhan, mendoakan orang-orang sakit dirumah sakit yang penuh keterbukaan dan penuh empati.

Andra : Apa saja yang mendukung dan menghambat perwujudan semangat evangelisasi dalam hidup menggereja, menurut teman-teman?

Albert : yang mendukung adalah adanya motivasi mewartakan injil sebagai OMK dengan gaya pewartaan sebagai orang muda dan yang menghambat adalah tidak ada motivasi untuk terlibat dalam kegiatan yang ada di gereja.

Andra : Persoalan-persoalan apa saja terjadi seputar perwujudan semangat evangelisasi dalam hidup menggereja sekarang?

Andra : Upaya apa yang dibutuhkan teman-teman untuk mewujudkan semangat evangelisasi dalam hidup menggereja?

Albert : Menurut saya OMK yang ada Paroki Katedral lebih banyak kegiatan dan sering berkumpul, dalam artian meskipun belum tahu arah OMK ini mau dibawa kemana (kegiatan) inilah yang menjadi tahap pengenalan supaya semakin akrab sehingga dari hal itulah timbul semangat Evangilisasi.

Andra : upaya apa saja yang telah dilakukan oleh Paroki untuk mewujudkan semangat Evangilisasi dalam OMK dan Gereja?

Albert : Untuk upaya yang dilakukan setiap Paroki itu berbeda-beda, ada yang sepenuhnya mendukung ada juga yang hanya sedikit mendukung untuk mewujudkan semangat Evangilisasi OMK ini. Di Paroki Katedral sejauh ini kami didukung penuh dan di fasilitasi oleh Paroki, karna tanpa adanya

Wawancara Arga

Andra : Bagaimana teman-teman memahami tentang pengertian semangat evangelisasi?

Arga : Menurut saya semangat Evangilisasi merupakan semangat dalam pelayanan liturgi, misalnya dengan mengikuti kegiatan seperti koor, lektor, pemazmur dan lain-lain. Bisa diartikan dengan kata lain semacam semangat panggilan untuk melayani Gereja.

Andra : Menurut teman-teman mengapa perwujudan semangat Evangilisasi penting bagi OMK?

Arga : Menurut saya ini hal yang penting karena semangat ini perlu diwujudkan supaya OMK bukan hanya ikut-ikutan tetapi sungguh memahami tentang Tata Perayaan Liturgi atau bahkan terlibat di dalamnya.

Andra : Menurut teman-teman mengapa perwujudan semangat evangelisasi OMK penting dalam hidup menggereja?

Arga : Semangat Evangilisasi OMK ini diperlukan dalam hidup menggereja agar Gereja lebih hidup, lebih terbuka sehingga kita bisa memahami tugas kita sebagai OMK. Dan tentunya terlibat aktif dalam pendampingan atau pembinaan kepada OMK.

Andra : Apakah yang teman-teman pahami tentang empat bidang karya Gereja;

liturgi, kerygma, koinonia dan diakonia sehubungan dengan perwujudan semangat evangelisasi OMK?

Arga : Yang saya pahami tentang liturgi yaitu perayaan ekaristi, kerygma atau pewartaan yaitu mewartakan injil dengan mengikuti menjadi lektor atau pemazmur di Gereja. Dalam liturgi pelyanan pelayanan altar, misalnya ada peresmian atau acara penting lainnya maka yang berat adalah ketika harus selalu latihan dan melatih adik-adik yang belum terbiasa bertugas sebagai misdinar. Yang saya pahami tentang koinonia/ persekutuan adalah sebagai suatu kelompok yang beraneka ragam dan lebih bertoleransi antar agama.

Tujuan dari persekutuan saling melengkapi, saling membantu, saling menyemangati satu sama lain dan yang awalnya OMK lebih senang dirumah sekarang turut berpartisipasi aktif dalam gereja bersama dengan teman lainnya. Kemudian dalam pelanyan diakonia yaitu mengikuti pastor dalam kegiatan turney, berani aktif ketika dalam kegiatan ketika ada permainan berani tampil dan berbicara didepan kemudian saling kenal dengan teman-teman dari Paroki bahkan Keuskupan lain yang berkunjung atau dikunjungi.

Andra : Apa saja yang mendukung dan menghambat perwujudan semangat evangelisasi dalam hidup menggereja, menurut teman-teman?

Arga : Yang menjadi faktor penghambat adalah ketika mau belajar dengan kakak- kakak OMK yang lebih senior tetapi mereka kesulitan dalam membagi waktu untuk bisa berdiskusi dengan kami. Lalu yang menjadi faktor pendukungnya adalah dari anggota yang baru karena mereka bertanya sehingga saya punya rasa ingin tahu lagi untuk belajar dan hal itulah yang menjadi motivasi bagi saya.