BAB II KAJIAN PUSTAKA
3) Pertanyaan wawancara untuk validasi pendamping OMK
4.3 Validasi Data
kedepannya lebih banyak lagi kegiatan-kegiatan yang bisa dilakukan. Semoga OMK bisa lebih kreatif dan inovatif dalam membuat acara yang akan mendatang. Serta bisa selalu kompak bergerak bersama untuk menghidupkan selalu api semangat dalam hidup menggereja.
dalam waktu dekat ini kita akan melenggarakan kirab Salib IYD untuk menyongsong pertemuan Orang Muda Katolik se-Indonesia di Palembang.”
I11 juga menjelaskan kalau OMK memiliki potensi namun terkadang kurang punya wadah atau tempat yang layak, tapi walaupun dalam keterbatasan itu mereka sangat semangat. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan sudah di berikan kepercayaan total kepada OMK, agar OMK lebih bebas bergerak dan menuangkan kreatif mereka.
Sehingga OMK di paroki dapat berkembang menjadi organisasi yang lebih baik lagi.
Tetapi tetap sebagai pembimbing I11 tetap selalu memantau dan siap membantu jika OMK menemukan jalan buntu atau masalah yang harus di putuskan bersama.
Semangat evangelisasi OMK penting diwujudkan untuk kehidupan menggereja karena OMK adalah bagian dari pewaris garda terdepannya gereja. I11 pun berpendapat “Sangat penting, karna OMK adalah generasi emas yang menjadi cikal bakal berkembangnya gereja Katolik ada ditangan OMK. Karna sekarang generasi terdahulu itu katakanlah sudah pensiun dan sudah meninggal. Jadi OMK inilah sebagai harapan gereja kedepan, dimana ketika mereka diarahkan dengan baik maka kekuatan bagi gereja katolik”.
4.3.2 Keterlibatan OMK Dalam Hidup Menggereja di Paroki Maria Ratu Semesta Alam Keuskupan Sintang
Menurut I11 keterlibatan OMK dalam hidup menggereja di paroki Maria Ratu Semesta Alam keuskupan Sintang, sudah diwujudkan dan ini dapat dilihat beberapa dari mereka terlibat dalam doa lingkungan, koor, persekutuan doa bahkan ada beberapa yang menjadi penyuluh agama Katolik dan juga membina BIAK. Walau
masi ada beberapa yang belum memahami sepenuhnya tentang liturgia, kerygma, koinonia dan diakonia. Namun dalam kerygma atau persekutuan ini mereka dapat mewartakan dengan caranya mereka dan dengan persekutuan mereka seringkali aktif dalam suatu perkumpulan. Keterlibatan mereka pun juga dalam melayani bersama dengan DPP gereja. Memahami tentang liturgia mereka pun berusaha berpartisipasi dengan caranya sendiri walaupun belum sempurna namun prosesnya sudah dimulai dengan baik.
Ada juga masukan dari I11 untuk OMK tentang kegiatan yang apa yang perlu di lakukan, I11 berpendapat sebagai berikut “Kegiatan yang cocok dijaman sekarang adalah bidang karitatif sosial supaya mereka juga merasakan bagaimana hidup menderita seperti di panti dan penjara. Sehingga mereka bisa berdoa dan memberikan apa yang mereka miliki dari keskurangan yang mereka punya lewat kegiatan sosial.
Kemudian kegiatan pelatihan kepemimpinan juga cocok bagi mereka karena ketika menjadi pemimpin mereka sudah siap, minimal pemimpin dalam keluarga mereka sudah punya bekal untuk itu. Apalagi dalam organisasi seperti OSIS, Ketua Senat mahasiswa, Ketua BEM maka harus dibekali pelatihan kepemimpinan itu.”
4.3.3 Aktivitas yang mendorong Semangat Evangelisasi bagi OMK di Paroki Maria Ratu Semesta Alam Keuskupan Sintang
Pada bagian ini, penulis mengajukan pertanyaan terkait dukungan apa yang sudah dilakukan gereja untuk mendorong semangat evangelisasi. Bedasarkan wawancara I11 mengatakan, “Gereja memberikan semangat pada mereka dengan
OMK ini selalu ada regenerasi, kegiatan-kegiatan yang aktif dilakukan ini bertujuan untuk melakukan perekrutan OMK di lingkungan dan stasi. Sehingga apa yang dilakukan ini merupakan pembinaan berkelanjutan.” Dan Upaya lainnya yang dilakukan gereja, memberikan ruang bebas untuk OMK berkarya sehingga mereka tidak lagi takut dan tidak merasa dibebankan dengan tugas yang diberikan kepada mereka. Ketika pelayanan betul-betuk panggilan dari dalam hatinya bukan ditakuti atau karna paksaan. Artinya bahwa gereja itu tidak boleh menyerah dalam pembinaan anak-anak dan memahami pribadi OMK dari latar belakang pribadi seperti ekonomi dan pendidikan mereka masing-masing sehingga gereja bisa menentukan kegiatan berkelanjutan apa yang cocok bagi OMK sesuai dengan kondisi saat ini.
Selain itu, penulis juga memberikan pertanyaan lanjutan mengenai pembinaan, apakah ada bulan-bulan tertentu untuk melakukan pembinaan. I11 mengatakan, “Pembinaan rutin dilakukan hampir setiap bulan pertemuan rutin, dimana nantinya mendatakan Pastor atau narasumber dari luar yang berkaitan dengan iman, liturgi, narkoba dan sebagainya karna dirumah dan disekolah mereka tidak mendapatkan materi seperti katekese itu.” Tapi tetap masi ada faktor-faktor yang menghambat dalam mewujudkan semangat evangelisasi contohnya seperti, saat ada kegiatan OMK beberapa mereka masih bergantung dengan temannya ikut atau tidak dalam kegiatan tersebut. Dan terkadang bisa jadi ketika Pastor Paroki terkesan agak cuek, kurang komunikatif atau kurang bersahabat itu yang membuat mereka takut.
Selain itu bisa juga karna ketua lingkungan bahkan orang tua yang terkesan tidak terlalu memberikan dukungan. Namun tidak sedikit juga dari pribadinya misalnya pemalas.
4.3.4 Pemahaman OMK mengenai semngat Evangelisasi dan mengapa OMK penting memiliki semngat evangelisasi dalam hidup menggereja
Menurut I12 Mengatakan Orang Muda Katholik di paroki Maria Ratu Semesta Alam Ini sangat luar biasa dan aktif dalam kegiatan menggereja, mereka menjadi guru BIAK dan anggota koor. Hal ini sangat penting karna dapat membangun semangat evangelisasi Orang Muda Katholik dalam hidup menggereja.
4.3.5 Perwujudan OMK dalam semangat evangelisasi hidup menggereja dan pemahaman tentang keempat pilar gereja seperti liturgi, kerygma, koinoniadan diakonia
Menurut I12 mengatakan semangat evangelisasi sudah di wujudkan dan pemahaman mereka mengenai keempat pilar gereja tanpa mereka sadari sudah dijalankan, seperti pada liturgi mereke sudah terlibat dikoor, dalam diakonia mereka sudah mengunjungi teman-teman mereka di stasi, dikerygma mereka mengikuti lebih dari satu katekese.
4.3.6 Mewujudkan semangat evangelisasi OMK dalam bidang liturgi, kerygma dikoininua dan diakonia dalam hidup menggereja
Menurut I12 menatakan bahwa OMK sudah di bentuk melalui kelompok atau organisasi, dari organisasi ini dapat membawa mereka untuk mewujudkan semangat evangelisasi dan keempat pilar gereja. Melalui kegiatan di gereja yang mereka ikuti mereka bertumbuh dengan semangat yang luar biasa yang muncul dari dalam diri
hal itu kembali pada diri mereka masing-masing karna jiwa OMK masih memiliki pemikiran yang belum konsisten sehingga jika pada saat diminta untuk maju lebih jauh terkadang mereka malah mundur dan tidak aktif lagi. Jadi lebih baik biarkan mereka berkarya dengan diri mereka di dalam gereja.
4.3.7 Faktor pendukung, penghambat dan persoalan OMK dalam mewujudkan semangat evangelisasi dalam hidup menggereja sekarang ini
Menurut I12 Faktor pendukung dalam mewujudkan semangat evangelisasi adalah kegiatan-kegiatan yang mereka ikuti di gereja seperti koor, karna koor bisa hari besar gereja atau juga bisa untuk pesta pernikahan sehingga menambah wawasan mereka, dan juga faktor dari teman-teman yang saling mendukung. Untuk penghambatnya adalah usia yang terutama jika sudah tidak lagi merasa jiwa muda, dan juga paroki ini berada di kota, banyak OMK yang datang dan pergi, ketika mereka sudah nyaman dan semangat mereka harus keluar untuk melanjutkan pendidikan di luar kota, atau mereka sudah waktunya menikah, dan juga bisa dari faktor orang tua yang melarang untuk tidak terlibat turut aktif karena tidak ingin anak-anaknya menghabiskan waktu lama diluar. Persoalan nya tidak terlalu nampak hanya mungkin dapat diterapkan pada paham idealisme mereka masing-masing karna usia mereka yang tidak semua sama, jadi kita harus membimbing mereka dalam satu tujuan yaitu membangun semangat evangelisasi.
4.3.8 Upaya yang dibutuhkan dan yang telah dilakukan paroki untuk mewujudkan semangat evangelisasi dalam hidup menggereja
Menurut I12 upaya yang dibutuhkan untuk membangun semangat evangelisasi OMK dengan cara membiarkan mereka berfikir dengan gaya mereka namun tetap di kontrol dengan pemikiran para senior atau pembimbing yang lebih tua dari mereka supaya mereka tetap searah dan satu tujuan dalam membangun semangat evangelisasi. Upaya yang telah di lakukan untuk mewujudkannya itu dengan cara melibatkan mereka pada perayaan paskah seperti ikut liturgi tablo dan pada saat natal mereka membuat kandang natal dan juga melibatkan mereka dalam organisasi berdasarkan kelompok mereka lalu mereka diberi kesempatan untuk terlibat dalam kelompok.