Seluruh jajaran pemilik usaha sapu di Desa Gadingsari Kecamatan Pakem Kabupaten Bondowoso yang telah memberikan kemudahan dalam menyelesaikan makalah ini hingga selesai. Fokus masalah yang diteliti: 1) Bagaimana standarisasi mutu produksi sapu di Desa Gadingsari Kecamatan Pekem Kabupaten Bondowoso? Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui standarisasi mutu produksi sapu di Desa Gadingsari Kecamatan Pekem Kabupaten Bondowoso.
Hal ini menarik penulis untuk mencoba mengkaji standarisasi mutu produksi sapu yang dihasilkan oleh usaha kecil di Desa Gadingsari, Kecamatan Pakem, Kabupaten Bondowoso. Apa saja faktor pemungkin dan penghambat standarisasi mutu produksi sapu di Desa Gadingsari Kecamatan Pekem Kabupaten Bondowoso. Bagaimana solusi untuk mengatasi kendala standarisasi mutu produksi sapu di Desa Gadingsari Kecamatan Pakem Kabupaten Bondowoso.
Untuk mengetahui faktor pemungkin dan penghambat standarisasi mutu produksi sapu di Desa Gadingsari Kecamatan Pekem Kabupaten Bondowoso. Untuk mengetahui solusi kendala dalam standarisasi mutu produksi sapu di Desa Gadingsari Kecamatan Pekem Kabupaten Bondowoso.
PENDAHULUAN
- Latar Belakang
- Fokus Penelitian
- Tujuan Penelitian
- Manfaat Penelitian
- Definisi Istilah
- Sistematika Pembahasan
Pengertian produksi dalam arti sempit yaitu mengubah wujud barang menjadi barang baru menimbulkan adanya kegunaan bentuk. Pengertian produksi dalam arti luas yaitu usaha-usaha yang menciptakan kegunaan karena tempat, waktu dan kepemilikan.14.
KAJIAN KEPUSTAKAAN
Penelitian Terdahulu
Pentingnya memasukkan penelitian terdahulu ke dalam suatu penelitian karena untuk menguji sejauh mana orisinalitas dan lokasi penelitian yang dilakukan. Oleh karena itu, perlu mencantumkan penelitian-penelitian terdahulu yang sedikit kaitannya dengan penelitian saat ini, sehingga terdapat perbedaan antar penelitian ketika fokus penelitian ingin dikomunikasikan. Memahami penerapan strategi untuk mencapai standar kualitas dan dampaknya terhadap hasil penjualan kayu di pasar Eropa.
Untuk mengetahui faktor apa saja yang paling dominan mempengaruhi mutu gula pasir di PG Tasikmadu Kabupaten Karanganyar.
Kajian teori
- Mutu
- Sumber Daya Alam (SDA)
METODE PENELITIAN
Pendekatan dan Jenis Penelitian
Lokasi Penelitian
Subyek Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Analisis Data
Keabsahan Data
Tahap – Tahap Penelitian
PENYAJIAN DATA
Gambaran Obyek Penelitian
- Sejarah Singkat Desa Gadingsari
- Letak Geografis Desa Gadingsari
- Visi Misi Desa Gadingsari
- Struktur Organisasi Desa Gadingsari
Pada mulanya Desa Gadingsari merupakan hutan yang ditumbuhi berbagai jenis pepohonan. Hal ini tidak serta merta ditemukan di Desa Gadingsari, namun berawal dari proses pembukaan lahan. Pada saat Desa Gadingsari masih berupa hutan, ada seorang laki-laki yang berasal dari Pulau Madura bernama “Bujuk Sayyid Hasan” dan “Bujuk Sayyid Hasan” Bujuk Rancang” dialah orang pertama yang menebangi Desa Gadingsari hingga terbentuklah desa. dan pada saat itu Bujuk Sayyid Hasan dipercaya untuk membuat patung besar di Dusun Penang Atap beliau menyusun batu-batu besar di lereng gunung dan bagian bawahnya dibuat menjadi patung besar untuk dijadikan jalan bagi air untuk lewat. desa tersebut masih utuh sampai saat ini dan Bujuk Rancang adalah orang yang merancang patung besar yang akan dibangun dan beliau dijuluki "Bujuk Rancang". Gedding "sari" ini (harum) karena desa Gadingsari masih berupa hutan, disana terdapat pohon Gedding yang sangat besar dan bunganya harum, maka diberi nama “Desa Gadingsari” yang artinya pohon Gedding yang bunganya harum. Awalnya ada tanda pohon kembang gadding, pohon kembang gadding ini adalah pohon yang tidak pernah berbuah dan harumnya tidak pernah pudar, sari ini wangi makanya dinamakan Desa Gadingsari.
Akhirnya Bujuk Sayyid Hasan dan Bujuk Rancang membangun desa Gadingsari tepat pada masa penjajahan. Dusun Penang Atap terletak di sebelah selatan Dusun Sumber Blimbing. Ketika ia melihat pohon “Pang” yang dari kecil hingga besar tidak pernah berbuah hingga pohon tersebut mati karena kekeringan, ia menjulukinya “Dusun Penang Atap”. Dusun Pangaron terletak di sebelah selatan Dusun Penang Atap dan sebelah barat Dusun Krajan. Pada mulanya Dusun Pangaron merupakan masyarakat lokal yang tidak pernah mempunyai pengaruh apapun terhadap dunia sekuler, baik kaya maupun miskin, bisa dibilang hanya menjadi orang biasa saja kalau kita jelaskan dengan bahasa Madura. sehingga para tetua desa Gadingsari menamakan dusun tersebut “Dusun Pangaron”.
Dusun Kerajan berada di sebelah timur Dusun Pangaron dan di sebelah selatan Dusun Penang Atap, bisa dikatakan berkaitan dengan pemilihan raja atau semacam kepala desa, karena untuk menunjukkan penerusnya harus berhubungan dengan keturunannya sampai ke generasinya. anak-anak dari generasi ke generasi memilih rajanya, sehingga para tetua memberinya nama: “Dusun Kerajaan”. Dusun Palongan yang berada di sebelah selatan Dusun Kerajan dan sebelah timur Dusun Bluk Posang, pada awal desa terdapat sebuah mata air yang sangat jernih dan kecil yang hanya berupa wadah palongan/tong sehingga masyarakat dapat mengambil air dari tempat tersebut dan meminum air tersebut, sehingga para tetua memberi nama desa tersebut “Dusun Palongan”. Dusun Kemiri berada di sebelah selatan Dusun Pelongan dan sebelah utara Dusun Kebunan. Pertama ia melihat pohon kemiri yang sangat besar dan tidak berbuah dan ia menamakannya “Dusun Kemiri”.
Di Dusun Bluk Posang, awalnya semua masyarakat saling mencari dan bingung mencari orang yang ada di tempat tersebut. Dusun Stapai terletak di sebelah timur Dusun Kebunan. Pada awalnya setiap orang yang melewati kawasan ini selalu dipanggil oleh masyarakat setempat, dan banyak masyarakat sekitar yang memberikan pita kepada hampir setiap orang yang melewati jalan di kawasan ini, sehingga para tetua memberi nama “Dusun Stapai. " Dusun Kebunan merupakan dusun yang terletak di ujung selatan berbatasan dengan Desa Ardisaeng. Pada awalnya Dusun Kebunan mempunyai banyak kebun hutan yang luas.
Letak geografis Desa Gadingsari terletak di daerah pegunungan dan perbukitan, ladang dan perkebunan sebelah barat Desa Tonggul berbatasan dengan sungai, sebelah timur Desa Sempol, sebelah selatan Desa Ardisaeng, sebelah utara Desa Pakem. Desa Gadingsari terletak di pegunungan, tepat di perbatasan barat Desa Tonggul, perbatasan timur Desa Sempol, perbatasan selatan Desa Ardisaeng, perbatasan utara Desa Pakemdek, dan banyak masyarakat yang mempunyai ladang dan sawah sebagai tabungan. setiap hari orang membuat sapu, ada yang punya toko dan lain sebagainya - hanya di sini yang banyak membuat sapu. Berdasarkan wawancara di atas, masyarakat Desa Gadingsari mayoritas mempunyai ladang dan sawah, bisa dikatakan mereka bekerja sebagai petani untuk kepentingan jangka panjang, dan untuk kebutuhan sehari-hari, masyarakat Desa Gadingsari banyak menghasilkan sapu. , toko, pembisik ikan, dll, tetapi masyarakat memproduksi beberapa jenis sapu yang berbeda.
Penyajian Data dan Analisis
- Standar Mutu Produksi Sapu di Desa Gadingsari
- Faktor Pendukung dan Penghambat Standar Mutu Produksi Sapu
- Solusi Atas Hambatan – Hambatan Standarisasi Mutu Produksi
Merk yang dipesan oleh pemilik usaha sapu di desa Gadingsari dari berbagai macam merk, minimal dipesan +15 merk.