• Tidak ada hasil yang ditemukan

Skripsi Jurusan Ekonomi Islam Di IAIN Jember

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Skripsi Jurusan Ekonomi Islam Di IAIN Jember"

Copied!
155
0
0

Teks penuh

Tesis yang berjudul “Analisis Risiko Pembiayaan Pelayanan Berbasis Jemaat (LASISMA) Pada BMT NU” merupakan upaya yang dilakukan penulis dalam rangka melakukan penelitian di Institut Agama Islam Negeri Jember. BMT SEKARANG mempunyai pendanaan yang bisa dikatakan menggunakan akad Qardhul Hasan, pendanaan ini disebut dengan layanan berbasis jamaah atau disingkat LASISMA. Fokus masalah yang diteliti dalam skripsi ini adalah 1) Bagaimana pendanaan operasional layanan berbasis jemaah (LASISMA) di BMT NU.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui operasional pembiayaan Layanan Berbasis Jama'ah (LASISMA) di BMT NU dan risiko produk pembiayaan Layanan Berbasis Masyarakat (LASISMA) di BMT NU. Untuk mengetahui risiko yang terkait dengan produk pembiayaan Layanan Berbasis Masyarakat (LASISMA) di BMT NU. Dapat meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat terhadap BMT SEKARANG, khususnya terkait dengan produk pembiayaan yang bernama Layanan Berbasis Masyarakat (LASISMA) dan risiko yang dihadapinya.

Sebagai tambahan referensi bagi IAIN Jember dan mahasiswa yang ingin mengembangkan wawasan Analisis Risiko Pembiayaan Pelayanan Jemaat (LASISMA) di BMT NU.

Tabel 4.2 Sturktur Organisasi Kantor BMT NU Wringin..............................................
Tabel 4.2 Sturktur Organisasi Kantor BMT NU Wringin..............................................

PENDAHULUAN

  • Latar Belakang Masalah
  • Fokus Penelitian
  • Tujuan Penelitian
  • Manfaat Penelitian
  • Definisi Istilah
  • Sistematika Penulisan

BMT Syariah NU meliputi penghimpunan dana (Yayasan) baik dalam bentuk simpanan maupun tabungan serta penyaluran dana (Lending) dalam bentuk pembiayaan. Operasional Pembiayaan Pelayanan Berbasis Jemaat (LASISMA) pada BMT NU Cabang Wringin BMT NU Cabang Wringin.

KAJIAN KEPUSTAKAAN

Penelitian Terdahulu

Analisis Risiko Pembiayaan Mudharabah, Risiko Pembiayaan Musyarakah dan Profitabilitas Bank Syariah (Studi Kasus pada Pt. 16 Deby Novelia Prasisca, “Analisis Risiko Pembiayaan Mudharabah, Risiko Pembiayaan Musyarakah dan Profitabilitas Bank Syariah dalam Hasil Studi (PCase). Analisis ini diperoleh pemahaman bahwa proses manajemen risiko pembiayaan murabahah pada divisi mikro Bank Muamalat Indonesia cabang Cirebon berjalan efektif sesuai SOP.

17 Heri Agus Prasetyo, “Analisis Manajemen Risiko Studi Kasus Pembiayaan Gadai Emas Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Baaru Solo” (Skripsi, Institut Agama Islam Negeri Surakarta, Surakarta, 2017). 18 Desi Kumalasari, “Penerapan Manajemen Risiko Pembiayaan Murabahah Dalam Upaya Meminimalkan NPF (Non-Performing Financing) Pada Divisi Mikro Bank Muamalat Indonesia Cabang Cirebon,” (Skripsi, Syekh Nurjati Institut Agama Islam Cirebon (IAIN), Cirebon, 2016 ) . Risiko pembiayaan Warung Mikro Tunas di Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Banyuwangi terdiri dari dua risiko yaitu risiko sebelum pembiayaan dan risiko setelah pembiayaan terealisasi.23.

24 Sutini, "Analysis of Financing Risk Management through Financing Insurance at Bank Syariah Mandiri Jember Area Office" (Afhandling, IAIN Jember, 2017).

Kajian Teori

  • Layanan Berbasis Jama’ah

Merupakan proses analisis yang dilakukan bank syariah untuk menilai permohonan pembiayaan yang diajukan oleh calon nasabah. Proses pemantauan dapat dilakukan dengan memantau realisasi pencapaian tujuan bisnis dengan rencana bisnis yang telah disusun sebelumnya. Dalam menjalankan perbankan syariah, para pelaku usaha perlu mengetahui prinsip-prinsip perbankan syariah yang harus ditaati agar tetap dapat beroperasi sesuai dengan hukum syariah yang telah ditetapkan.

Menerapkan seluruh metode yang direncanakan untuk mengurangi atau mengatasi dampak dari setiap risiko yang ada. Ini disebut juga rasio kontrak yang disepakati antara bank dan nasabah. Sebelum pembiayaan diberikan, bank harus mempunyai keyakinan terlebih dahulu bahwa pembiayaan yang diberikan benar-benar akan dilunasi.

Karakter seseorang dapat diketahui dengan melakukan verifikasi dan wawancara. 50 https://media.neliti.com/media/publications/91839-ID-analisis-about-management-risk-. Pengecekan BI dilakukan untuk mengetahui riwayat pendanaan yang diterima nasabah beserta status nasabah yang ditentukan BI.

Lokasi Penelitian

Sabyek Penelitian

Teknik Pengumpulan Data

Analisis Data

Keabsahan Data

Uji validitas melalui triangulasi dilakukan karena dalam penelitian kualitatif, pengujian validitas informasi tidak dapat dilakukan dengan menggunakan alat uji statistik. Triangulasi sumber adalah menilai keandalan data dengan cara memeriksa data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber. 64 Dalam triangulasi sumber, peneliti memperoleh data dari sumber yang berbeda dengan menggunakan teknik yang sama. Membandingkan apa yang dikatakan orang di depan umum dengan apa yang dikatakannya secara pribadi.

Bandingkan apa yang orang katakan tentang situasi penelitian dengan apa yang dikatakan orang sepanjang waktu. Alasan digunakannya triangulasi sumber dalam penelitian ini adalah agar analisis risiko dan data operasional pembiayaan pelayanan berbasis jemaah (LASISMA) yang diperoleh dari beberapa sumber berbeda dapat dibandingkan satu sama lain agar data yang diperoleh menjadi lebih tepat dan akurat. . .

Tahap-tahap Penelitian

PENYAJIAN DAN ANALISIS

Gambaran Objek Penelitian

BMT Syari'ah NU Cabang Wringin dipimpin oleh John Lucky Abdullah, S.Pd Cabang Pinpinan yang membawahi direksi dan pengurus pusat. Memastikan penerapan tata kelola perusahaan yang baik dalam setiap kegiatan usaha KSPPS BMT NU. Memastikan seluruh kebijakan, ketentuan, sistem dan prosedur serta kegiatan usaha yang dilakukan KSPPS BMT Cabang NU telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk prinsip-prinsip Syariah. 74.

Bagian BMT NU Syariah dalam melakukan tindakan exit, baik itu pertemuan, perundingan, penandatanganan undangan atau kerjasama lainnya. BMT NU Syari'ah sehingga dapat terwujud hubungan yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak. BMT Syari'ah Cabang NU Wringin tetap menjalankan tugasnya sebagai koperasi, yaitu menghimpun dana dalam bentuk tabungan atau deposito dan menyalurkan dana tersebut dalam bentuk pembiayaan, dengan memberikan pelayanan prima kepada anggota dan mitra.

Koperasi Cabang Ringin Bimt Nu Timur Jawa Timur Nama : Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah Baitul Mal.

Penyajian Data dan Analisis

  • Oprasional Pembiayaan Layanan Berbasis Jama’ah
  • Analisis Risiko Produk Pembiayaan Berbasis Jama’ah

Dibentuk oleh BMT NU yang diawali dengan survei tingkat kemauan dan kemampuan membayar calon anggota FORSA. Materi yang terkandung dalam Wajib Belajar Nasional FORSA adalah: Pengenalan Koperasi dan BMT NU. Pegawai BMT NU, khususnya di bagian pembiayaan, hendaknya memperhatikan beberapa prinsip utama terkait kondisi umum calon debitur.

Keselamatan di BMT SEKARANG mengedepankan kepercayaan, hubungan erat untuk memajukan BMT dan mengenal satu sama lain. Namun sesuai SOM dan SOP, layanan pembiayaan tidak memerlukan agunan, namun disarankan untuk menyerahkan daftar aset tetap yang secara sukarela dialihkan ke BMT SEKARANG untuk dijual bersama." 112. Syarat: bagian pembiayaan harus memperhatikan. kondisi keuangan secara umum, terutama yang berkaitan dengan jenis usaha calon debitur.

“Intinya ada dua aspek yang dianalisis, yaitu analisis kemauan dan kemampuan membayar.” 113 Sesuai dengan penjelasan Muhammad Abu Daud selaku bagian keuangan. Identifikasi masalah Menurut Muhammad Abu Daud selaku bagian pembiayaan menyatakan bahwa: .. mengidentifikasi masalah sangat penting untuk mengetahui permasalahan yang terjadi pada kreditur seperti penggunaan dana pembiayaan, usaha yang dijalankan, hasil usaha kreditur. usahanya, keadaan pasar, lingkungan dan alam yang dapat mempengaruhi usaha kreditur serta faktor-faktor lain yang berasal dari keluarga atau kegagalan usaha kreditur itu sendiri.” 116. B. Dalam hal ini, Pak. John Lucky Abdullah selaku Ketua BMT NU Cabang Wringin menjelaskan: “Setelah kita mengenali permasalahan yang terjadi dalam pembiayaan LASISMA, maka langkah selanjutnya adalah melakukan verifikasi terhadap permasalahan yang terjadi untuk mencari solusi dan penyelesaian yang dapat diperoleh debitur” 118.

Dalam hal ini Bapak John Lucky Abdullah selaku Kepala Departemen BMT NU Wringin menyatakan : .. biasanya penyelesaian permasalahan dalam pembiayaan LASISMA seperti terlambat membayar angsuran dapat dilakukan dengan cara memotong tabungan kreditur karena setiap kreditur wajib mempunyai tabungan. tabungannya kalau mau ambil pembiayaan di BMT NU alasannya kalau terlambat pembayaran bisa langsung dipotong tabungannya.” 119. Jika langkah pertama tidak menemukan solusi maka dilakukan oleh pimpinan BMT NU yang bertindak sebagai pendamping. Apabila restrukturisasi tidak dapat dilaksanakan, maka ditanggung bersama oleh seluruh anggota dan BMT NU cabang: anggota 50% dari tunggakan yang belum dibayar dan dibagikan secara merata kepada seluruh anggota;

Solusi yang ditawarkan BMT NU terkait pendanaan LASISMA adalah dengan melakukan pertemuan rutin untuk mengontrol seluruh kegiatan dan menagih angsuran, serta bertanggung jawab secara tanggung renteng apabila ada salah satu anggota yang tidak membayar. Apabila di kemudian hari terdapat permasalahan maka dilakukan manajemen risiko yang terdiri dari identifikasi permasalahan, kemudian verifikasi dan validasi solusi dan penyelesaian yang dapat dilakukan debitur, kemudian identifikasi sumber penyelesaian dan terakhir susunannya. dilakukan oleh BMT NU.

Pembahasan Temuan

  • Analisis Risiko Produk Pembiayaan Berbasis

Menurut peneliti teori diatas sesuai dengan fakta praktek yaitu BMT SEKARANG juga menerapkan analisis pembiayaan yang diberikan oleh calon nasabah. BMT NU juga mengutamakan pembiayaan yang sehat, yaitu pembiayaan yang menerapkan investasi yang halal dan baik. Menurut peneliti teori diatas sudah sesuai dengan fakta di lapangan, namun terdapat sedikit perbedaan yaitu dalam pelaksanaannya, BMT NU Cabang Wringin melaksanakan seluruh tahapan prosedur permohonan, hampir seluruhnya dilakukan di FORSA rapat, bukan di kantor.

Fakta di lapangan menyebutkan bahwa untuk melakukan analisis terhadap karakteristik BMT NU cabang Wringin terlebih dahulu dilakukan penilaian terhadap kepribadian calon debitur yang terdiri dari watak atau sifat calon debitur yang akan menerima Komunitas. Pembiayaan Berbasis Pelayanan (LASISMA), sehingga pembiayaan tidak mengalami risiko di kemudian hari. . Menurut peneliti, analisis karakter yang dilakukan BMT NU Cabang Wringin sesuai dengan pendapat Kasmir dalam bukunya yang berjudul Dasar-Dasar Perbankan yang menyatakan. Fakta di lapangan menyatakan bahwa analisis terhadap kemampuan anggota dalam membayar kewajibannya harus dilakukan agar pembiayaan yang diberikan tidak mengalami gagal bayar atau kredit macet, untuk itu BMT NU Cabang Wringin lebih mengutamakan penilaian terhadap kemampuan debitur. melakukan pembayaran.

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa dalam aspek ini BMT NU Cabang Wringin melakukan penilaian terhadap kapasitas permodalan yang diukur dari posisi usahanya secara keseluruhan dan menekankan pada komposisi modalnya yang terdiri dari modal sendiri dan modal pinjaman. Namun di BMT NU Cabang Wringin, penekanannya diberikan Fakta di lapangan mengatakan bahwa untuk melihat kondisi keuangan debitur BMT NU cabang Wringin khususnya bagian pembiayaan perlu melihat kondisi keuangan secara umum terutama yang berkaitan dengan usaha calon debitur.

Fakta di lapangan mengatakan bahwa dengan mengatasi risiko pada BMT NU Cabang Wringin dengan menggunakan manajemen risiko. Agar risiko Pembiayaan Layanan Berbasis Masyarakat (LASISMA) pada BMT NU Cabang Wringin tetap stabil, maka BMT perlu benar-benar melakukan penilaian yang baik terhadap hal-hal yang dapat menimbulkan risiko. Apa yang dilakukan BMT SEKARANG untuk meminimalkan risiko pada produk pembiayaan LASISMA?

Apa yang dilakukan BMT SEKARANG dalam memberikan pembiayaan LASISMA agar calon nasabah atau anggota benar-benar dapat dipercaya? Jika BMT NOW sudah mendapatkan kepercayaan dari calon nasabah/anggota untuk memberikan pembiayaan LASISMA, apa yang akan dilakukan BMT NOW?

Gambar

Tabel 4.2 Sturktur Organisasi Kantor BMT NU Wringin..............................................

Referensi

Dokumen terkait

Skripsi ini adalah hasil penelitian lapangan dengan judul ‚ Analisis Hukum Islam Terhadap Pemberian Hadiah Pada Akad Wadi<’ah Di BMT Nu Jawa Timur Di Desa Banyuarang

Dari hasil penelitian, ternyata implementasi Good Corporate Governance (GCG) pada Bmt Muamalat Sejahtera di Desa Sadar Sriwijaya Kecamatan Bandar Sribhawono Kabupaten

Hal tersebut seperti dikemukakan oleh “Ibu Fifin Miftahurrohmah” menyatakan bahwa perilaku dalam memilih deposito mudharabah di BMT UGT Sidogiri Capem Jenggawah dipengaruhi oleh adanya

Tabel 4.2 Keputusan Strategi Pemasaran Produk KPR Faedah dengan Pendekatan Analisis SWOT Strengths S Memiliki banyak relasi di banding bank Syariah lain Threats T Banyaknya

Solusi Untuk Mengatasi Hambatan – Hambatan Standarisasi Mutu Produksi Sapu di Desa Gadingsari Untuk mengatasi hambatan – hambatan produksi sapu di Desa Gadingsari terdapat beberapa

Metode yang efektif dalam pembelajaran pendidikan Agama Islam, khususnya pada mata pelajaran Aqidah Akhlak salah satunya adalah metode Satu Siswa Satu Cerita SASISATA metode ini lebih

Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti telah diketahui bahwa kepemimpinan yang diterapkan dalam menyukseskan realisasi program pelatihan ini dilakukan untuk meningkatkan

Seorang pedagang dituntut memiliki kemampuan dalam meningkatkan minat daya beli untuk mencapai tujuan perekonomian.5 Dalam sebuah unit pasar pada dasarnya pedagang pasar mempunyai