Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh modal, umur, jam kerja dan pendidikan terhadap pendapatan pedagang wanita di pasar Barongan Bantul. Terdapat pengaruh positif jam kerja terhadap pendapatan pedagang wanita di pasar Barongan Bantul yang ditunjukkan dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,089.
Identifikasi Masalah
Batasan Masalah
Berdasarkan uraian di atas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang “Pengaruh modal, umur, jam kerja dan pendidikan terhadap pendapatan pedagang wanita di Pasar Barongan Bantul”.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
- Mincerian Model
- Pasar
- Pendapatan
- Modal
- Umur
- Jam Kerja
- Pendidikan
Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan pedagang adalah pedagang besar, pengecer dan pedagang kios di pasar Barongan Bantul. Usia dalam penelitian ini adalah usia pedagang wanita di pasar Barongan Bantul pada saat penelitian dilakukan, diukur dalam tahun.
Penelitian yang Relevan
Dalam penelitian ini jenjang pendidikan dibagi sebagai berikut: Tidak tamat SD, SD, SMP, SMA/SMK, Diploma dan Universitas (S1, Magister, Doktor). Kegunaan dummy tingkat pendidikan pada penelitian ini adalah untuk melihat perbedaan tingkat pendapatan yang diterima antar tingkat pendidikan. Kesamaan penelitian Ifany Damayanti dengan penelitian ini adalah pada variabel terikatnya yaitu pendapatan pedagang pasar. Variabel independennya adalah modal, umur dan jam kerja.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal usaha, lama usaha, jam kerja, tempat parkir dan lokasi usaha secara simultan berpengaruh signifikan terhadap pendapatan pedagang Pasar Seni Sukawati di Kabupaten Gianyar. Persamaan penelitian Dewa Made Aris Artaman dengan penelitian ini adalah pada variabel bebas modal dan jam kerja. Bedanya pada variabel independen tidak menggunakan variabel lama usaha, parkir dan lokasi usaha dalam penelitian ini.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal, lokasi dan jenis barang dagangan berpengaruh positif terhadap pendapatan pedagang Pasar Prambanan Kabupaten Sleman.
Kerangka Berfikir
- Pengaruh Modal terhadap Pendapatan Pedagang Perempuan Pasar Barongan Bantul
- Pengaruh Umur terhadap Pendapatan Pedagang Perempuan Pasar Barongan Bantul
- Pengaruh Jam Kerja terhadap Pendapatan Pedagang Perempuan Pasar Barongan Bantul
- Pengaruh Pendidikan terhadap Pendapatan Pedagang Perempuan Pasar Barongan Bantul
Pedagang bekerja dengan mengandalkan kekuatan fisik, karena kekuatan fisik orang dewasa dan muda berbeda, sehingga akan sangat mempengaruhi pendapatan yang diterimanya. Memilih antara pekerjaan paruh waktu dan penuh waktu memungkinkan pekerja untuk menggabungkan jumlah jam kerja yang mereka inginkan. Semakin besar waktu yang dihabiskan oleh pedagang perempuan untuk melakukan pekerjaan berdagang, maka semakin tinggi pula peluang pedagang perempuan untuk memperoleh penghasilan tambahan.
Pengaruh masing-masing variabel independen (modal, umur, jam kerja dan pendidikan) terhadap pendapatan pedagang wanita di Pasar Barongan Bantul. Secara bersama-sama variabel modal, umur, jam kerja dan pendidikan diduga mempunyai pengaruh terhadap pedagang perempuan di Pasar Barongan Bantul. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif yaitu mengolah data dan memperoleh angka-angka untuk menggambarkan pengaruh modal, umur, pendidikan dan jam kerja pedagang perempuan terhadap pendapatan pedagang perempuan di Pasar Barongan Bantul.
Penelitian ini tergolong penelitian korelasional yaitu untuk mengetahui bagaimana pengaruh modal (X1), umur (X2), jam kerja (X3) dan pendidikan (X4) terhadap pendapatan pedagang perempuan (Y).
Tempat dan Waktu Penelitian
Menurut Sugiyono (2015), statistik inferensial disebut juga statistik probabilistik atau statistik induktif, yaitu jenis penelitian yang digunakan untuk menganalisis data sampel dan hasilnya diterapkan pada populasi.
Jenis Atau Sumber Data
Variabel Penelitian
Variabel Independen
Variabel Dependen
Definisi Operasional Variabel
- Pendapatan (Y)
- Modal (X1)
- Umur (X2)
- Pendidikan (X4)
- Populasi
- Sampel
Yang dimaksud dengan jam kerja dalam penelitian ini adalah jumlah jam kerja yang diukur dengan lamanya waktu yang dicurahkan pedagang perempuan di pasar Barongan Bantul untuk memperoleh penghasilan dengan melakukan pekerjaan pedagang perempuan di pasar tersebut, yang dinyatakan dalam satuan (jam/hari). . Jenjang pendidikan diperoleh dengan memperhatikan jenjang pendidikan tertinggi yang telah diselesaikan, yaitu jenjang pendidikan yang dicapai seseorang setelah mengikuti kelas tertinggi pada jenjang sekolah dengan memperoleh surat keterangan tamat pendidikan (ijazah). Berdasarkan survei pra penelitian, terdapat 290 pedagang di pasar Barongan Bantul, terdiri dari 270 pedagang perempuan dan 20 pedagang laki-laki (wawancara dengan Pak Mukhtarin selaku pengelola pasar pada 13 Februari 2017).
Teknik Pengumpulan Data
Instrumen Penelitian
Analisis Deskriptif
Uji Prasyarat Analisis
Uji linearitas bertujuan untuk mengetahui apakah variabel bebas dan variabel terikat mempunyai hubungan linier atau tidak. Jika nilai Sig F < 0,05 maka hubungannya tidak linier, sedangkan jika nilai Sig F ≥ 0,05 maka hubungannya linier, menurut Ali Muhson (2012). Uji heteroskedastisitas dilakukan untuk menguji apakah terdapat perbedaan varians antara residu pengamatan yang satu dengan pengamatan yang lain dalam model regresi.
Uji Hipotesis
Untuk mengetahui pengaruh variabel-variabel dalam penelitian ini: 1) Variabel terikat (LnY) adalah log pendapatan perempuan. Menurut Ghozali (2011), Uji F digunakan untuk mengetahui apakah seluruh variabel independen secara bersama-sama (dalam waktu yang bersamaan) dapat mempengaruhi variabel dependen. Uji F digunakan untuk menghitung besarnya perubahan nilai variabel terikat yang dapat dijelaskan oleh perubahan nilai seluruh variabel bebas.
Pengujian ini dilakukan dengan melihat nilai signifikansi 𝐹ℎ diterima yang berarti variabel independen tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Ha : terdapat pengaruh antara variabel modal, umur, jam kerja dan pendidikan terhadap pendapatan pedagang pasar Barongan Bantul. Uji t digunakan untuk mengetahui signifikansi pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara individual (parsial) dengan asumsi variabel lain tetap.
Nilai yang mendekati satu berarti variabel independen memberikan hampir seluruh informasi yang diperlukan untuk memprediksi variasi variabel dependen secara bersamaan (Sugiyono, 2015).
Kondisi Geografis Lokasi Penelitian
Bab ini membahas hasil analisis data yang merupakan tujuan penelitian yang disajikan dalam Bab 1. Diskusi hasil penelitian terdiri dari kondisi geografis dan demografis, deskripsi umum responden, deskripsi umum pedagang pasar Barongan di Bantul dan hasilnya estimasi data untuk menganalisis faktor modal, umur, jam kerja dan pendidikan yang mempengaruhi pendapatan pedagang wanita di Pasar Barongan Kabupaten Bantul. Total populasi distrik Jetis adalah 49.226 orang, dengan populasi pria yang terdiri dari 23.851 orang dan populasi wanita yang terdiri dari 25.375 orang.
Gambaran Umum Pasar Barongan Bantul
Selain sarana dan prasarana, pasar Barongan juga mempunyai pengelola yang terdiri dari 3 orang PNS, 6 orang PHL, 3 orang petugas keamanan, 2 orang petugas kebersihan, 2 orang pemungut retribusi dan 1 orang penghimpun dana bergilir.
Gambaran Umum Responden
Hal ini menunjukkan bahwa pasar Barongan didominasi oleh pedagang wanita yang berasal dari Kecamatan Jetis karena pasar Barongan terletak di Dusun Barongan, Desa Sumberagung, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Terdapat 43,84% pedagang perempuan di Pasar Barongan Bantul yang baru berdagang pada kuartil 1 ke bawah dengan usia 1 hingga 16 tahun, dan yang sudah lama berdagang pada kuartil 3 ke atas dengan usia antara 25 hingga 51 tahun adalah 28, 77%. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata pedagang perempuan di pasar Barongan Bantul lebih dominan dalam jangka waktu yang lama.
Berdasarkan Tabel 8 diketahui angkutan responden dari rumah menuju pasar Barongan menggunakan sepeda motor paling tinggi. Berdasarkan Tabel 9 diketahui bahwa responden dengan jumlah tanggungan 2 dan 5 merupakan responden terbanyak yaitu sebesar 23,29%, sedangkan responden dengan jumlah tanggungan 0 dan 7 merupakan responden paling sedikit yaitu sebesar 1,37%. Berdasarkan tabel 10 diketahui bahwa sebagian besar responden yang belum pernah mendapatkan pelatihan sebesar 90,41%, dan responden yang pernah mendapatkan pelatihan menjahit sebesar 8,22%, sedangkan yang pernah mendapatkan pelatihan komputer sebesar 1,37%.
Dari hasil penelitian diketahui bahwa banyak pemilik toko di pasar Barongan yang tidak mendapatkan pelatihan khusus.
Deskripsi Data Penelitian
Berdasarkan tabel 12 terlihat konsumsi modal bulanan pemilik toko di pasar Barongan dengan frekuensi tertinggi sebesar 32 atau 43,84% yaitu modal antara Rp. Hal ini menunjukkan bahwa perempuan pedagang di pasar Barongan Bantul merupakan bagian dari usaha mikro dengan jumlah modal yang terbatas, rata-rata sebesar Rp. Usia pedagang wanita di pasar Barongan Bantul yang berada pada usia produktif antara 25 dan 64 tahun adalah sebesar 87,68%.
Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata pedagang perempuan di pasar Barongan Bantul masih berada pada kelompok usia produktif untuk berdagang sehingga masih memiliki potensi besar untuk menghasilkan pendapatan. Analisis diperoleh data jam kerja pedagang pasar Barongan dengan jam kerja terendah 35 jam/minggu dan tertinggi 84 jam/minggu. Seluruh pedagang perempuan pasar Barongan Bantul yang berdagang telah menyelesaikan jam kerja penuh dalam seminggu, karena jam kerja pedagang pasar Barongan Bantul minimal 35 jam per minggu.
Berdasarkan Tabel 15 diketahui bahwa pendidikan pedagang perempuan di Pasar Barongan paling banyak berjumlah 22 responden atau 30,14% dengan kategori lulusan SMA.
Pengujian Hipotesis
Konstanta -0,262 bernilai negatif, artinya jika nilai variabel modal, umur, jam kerja dan pendidikan dianggap tidak ada atau sama dengan 0, maka nilai pendapatan akan berkurang atau bertambah pendapatan negatif. nilai masing-masing -0,262. 0,05 maka Ho ditolak yang berarti variabel independen berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen, sedangkan jika bernilai sig. Ho : tidak terdapat pengaruh antara variabel modal, umur, pendidikan dan jam kerja secara bersama-sama terhadap pendapatan pedagang pasar Barongan Bantul.
Ha : terdapat pengaruh antara variabel modal, umur, pendidikan dan jam kerja terhadap pendapatan pedagang pasar Barongan Bantul. Hasil signifikansi 0,000 < 0,05 menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara modal, umur, jam kerja dan pendidikan terhadap pendapatan pedagang wanita di Pasar Barongan Bantul. Nilai yang mendekati satu berarti variabel independen memberikan hampir seluruh informasi yang diperlukan untuk memprediksi variasi variabel dependen secara bersamaan.
Hal ini menunjukkan bahwa variabel independen mampu menjelaskan variasi variabel dependen sebesar 85,6%, sedangkan sisanya sebesar 14,4%.
Pembahasan Hasil Penelitian
- Pendapatan Pedagang Perempuan Pasar Barongan Bantul
- Pengaruh Modal terhadap Pendapatan Pedagang Perempuan Pasar Barongan Bantul
- Pengaruh Umur terhadap Pendapatan Pedagang Perempuan Pasar Barongan Bantul
- Pengaruh Jam Kerja terhadap Pendapatan Pedagang Perempuan Pasar Barongan Bantul
- Pengaruh Pendidikan terhadap Pendapatan Pedagang Perempuan Pasar Barongan Bantul
Sedangkan untuk variabel umur tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan pedagang wanita di pasar Barongan Bantul. Variabel modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan pedagang wanita di pasar Barongan Bantul yang ditunjukkan pada tingkat signifikansi sebesar 0,003. Jadi pada penelitian ini variabel umur tidak berpengaruh terhadap pendapatan pedagang wanita di pasar Barongan Bantul.
Variabel jam kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan pedagang wanita di pasar Barongan Bantul yang ditunjukkan pada tingkat signifikansi 0,008. Variabel modal berpengaruh positif signifikan terhadap pendapatan pedagang wanita di pasar Barongan Bantul dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,263. Variabel jam kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan pedagang wanita di pasar Barongan Bantul dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,089.
Terdapat pengaruh positif modal, umur, jam kerja dan pendidikan terhadap pendapatan pedagang perempuan di pasar Barongan Bantul.
Saran
Variabel dummy pendidikan berpengaruh positif signifikan terhadap pendapatan pedagang wanita di pasar Barongan Bantul yang ditunjukkan dengan nilai koefisien regresi variabel pendidikan dasar 0,657, sekolah menengah pertama 0,896 dan sekolah menengah atas 1,171. Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda, variabel modal berpengaruh positif terhadap pendapatan pedagang wanita di pasar Barongan Bantul. Dari segi modal usaha dan pendapatan bagi pedagang pasar Barongan harus ada pengelolaan pendapatan dan pengeluaran barang agar sebagian pemasukan dan pengeluaran dapat terdeteksi dengan baik.
Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda, variabel jam kerja berpengaruh positif terhadap pendapatan pedagang wanita di Pasar Barongan Bantul. Dari segi jam kerja diharapkan para pedagang dapat memanfaatkan waktu berdagangnya dengan baik sehingga pendapatan pedagang dapat maksimal. Analisis hubungan karakteristik petani kopi dengan pendapatan (Studi Kasus: Desa Dolok Saribu, Kecamatan Paguran, Tapanuli Utara).
Dengan tujuan melakukan penelitian dengan judul: “Pengaruh Modal, Umur, Jam Kerja dan Pendidikan Terhadap Pendapatan Pedagang Wanita di Pasar Barongan Bantul”.
Identitas dan Demografi Pedagang Perempuan Pasar Barongan Bantul 1. Nama
Modal