• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI - IBS Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "SKRIPSI - IBS Repository"

Copied!
96
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Arista dan Astohar (2012), Thrisye dan Simu (2013), Gunadi dan Kesuma (2015) menyatakan bahwa debt to equity ratio berpengaruh negatif terhadap return saham. Sedangkan Hanani (2011), Budialim (2013), Prakoso (2016) menyatakan bahwa debt to equity ratio tidak berpengaruh terhadap return saham. Thrisye dan Simu (2013), Astohar dan Arista (2012), Budialim (2013) menyatakan bahwa Return on Assets tidak berpengaruh terhadap return saham.

Usman (2012) dan Bank, Larch & Peter (2011) menyatakan bahwa Perhatian Investor berpengaruh positif terhadap return saham.

Gambar 1.1 Jumlah Penumpang Pada Keberangkatan di Bandara  Indonesia Tahun 2006-2016
Gambar 1.1 Jumlah Penumpang Pada Keberangkatan di Bandara Indonesia Tahun 2006-2016

Ruang Lingkup Masalah

Sedangkan Sari dan Wibowo (2014) dan Ningsih (2017) menyatakan Perhatian Investor tidak berpengaruh terhadap return saham. Berdasarkan fenomena dan kontradiksi hasil penelitian terdahulu, maka penelitian ini diberi judul “Pengaruh Profitabilitas, Solvabilitas dan Perhatian Investor Terhadap Return Saham (Studi Pada Perusahaan Transportasi di Bursa Efek Indonesia Periode).

Identifikasi Masalah

Selain permasalahan infrastruktur, terdapat juga permasalahan margin operasi yang menekan pertumbuhan industri penerbangan (Kontan.co.id, 2018). Menurut data International Air Transport Association (IATA), rata-rata margin operasi industri penerbangan Asia Pasifik turun pada tahun kedua menjadi 8,1%. Pasalnya, perusahaan penerbangan bertarif rendah selama ini identik dengan kebijakannya yang akan mengurangi margin usaha perusahaan sebanyak-banyaknya agar bisa menjual tiket dengan harga murah.

Hambatan tersebut antara lain harga produksi pembuatan kapal dalam negeri yang 10 hingga 30 persen lebih tinggi dibandingkan produk luar negeri atau impor.

Perumusan Masalah

Kendala lainnya adalah pembiayaan pembuatan kapal di lapangan dalam negeri relatif sulit diperoleh dari lembaga keuangan dalam negeri, tingkat suku bunga yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan suku bunga dari bank atau lembaga keuangan luar negeri.

Pembatasan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Sistematika Penulisan

LANDASAN TEORI, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS

  • Landasan Teori
    • Teori Efficient Market Hypothesis
    • Analisis Rasio Keuangan
    • Return Saham
  • Penelitian Terdahulu
  • Pengembangan Hipotesis
    • Pengaruh Return On Asset (ROA) dengan Return Saham
    • Pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) dengan Return Saham
    • Pengaruh Google Search Volume (GSV) dengan Return Saham
  • Rerangka Pemikiran

Didefinisikan lebih jelas oleh McMillan dkk. 2011) dalam Sari dan Wibowo (2014) bahwa pasar efisien adalah pasar dimana harga sepenuhnya mencerminkan informasi masa lalu dan masa kini; pasar di mana harga mencerminkan informasi baru dengan cepat dan rasional. Secara intuitif, ketika seseorang mencari sesuatu di Google, dia menyadari hal tersebut (Da et al., 2011 dalam Aouadi et al. menemukan bahwa Google Search Volume (GSV) sebagai proksi perhatian investor dapat mengukur minat investor. Volume pencarian sebenarnya dinormalisasi dengan total volume pencarian untuk semua kata kunci (Aouadi et al., 2013).

2011) menunjukkan bahwa GSV lebih efisien dibandingkan pengukuran perhatian pasif yang sebelumnya digunakan (Aouadi et al., 2013). Return on Assets (ROA) merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan aset suatu perusahaan dalam menghasilkan keuntungan (Tandelilin, 2010:372). Debt to Equity Ratio (DER) merupakan rasio yang mewakili perbandingan antara utang dan ekuitas (Husnan dan Pudjiastuti, 2012:72).

Penjelasan diatas didukung oleh penelitian Sutriani (2014), Gunadi dan Kesuma (2015) yang menyatakan bahwa ROA mempunyai pengaruh positif terhadap return saham. Penjelasan diatas didukung oleh penelitian Arista dan Astohar (2012), Thrisye dan Simu (2013), Gunadi dan Kesuma (2015) yang menyatakan bahwa DER berpengaruh negatif terhadap return saham. Alasan GSV menjadi proksi Perhatian Investor adalah karena popularitas Google sebagai sumber mesin pencari untuk mengumpulkan informasi dan juga kemampuannya dalam menarik perhatian masyarakat (Da et al., 2009 dalam Sari dan Wibowo, 2014).

Secara intuitif, ketika seseorang mencari sesuatu di Google, mereka memperhatikannya (Da et al., 2011 dalam Aouadi et al., 2013). Peningkatan jumlah pencarian akan meningkatkan volume perdagangan dan meningkatkan harga saham dalam jangka pendek (Da et al., 2009 dalam Sari dan Wibowo, 2014). Penjelasan tersebut didukung oleh penelitian Usman (2012) dan Bank et al. 2011) yang menyatakan bahwa GSV berpengaruh positif terhadap return saham.

EPS tidak digunakan karena faktor profitabilitas didekati menggunakan ROA. Hal ini juga disebabkan karena adanya inkonsistensi pengaruh ROA terhadap return saham pada penelitian sebelumnya.

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu

METODOLOGI PENELITIAN

  • Objek Penelitian
  • Desain Penelitian
  • Metode Pengambilan Sampel
  • Variabel dan Operasional Variabel
    • Variabel Independen
    • Variabel Dependen
  • Teknik Pengolahan dan Analisis Data
    • Uji Statistik Deskriptif
    • Analisis Regresi Data Panel
    • Uji Asumsi Klasik
  • Goodnessof Fit Test
    • Koefisien Determinasi (R 2 )
  • Teknik Pengujian Hipotesis
    • Uji Signifikansi Parsial (Uji t)

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Sutriani (2014) dan Gunadi & Kesuma (2015) yang menyatakan bahwa ROA berpengaruh positif terhadap return saham. Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan penelitian Thrisye dan Simu (2013) dan Budialim (2013) yang mengatakan bahwa ROA tidak berpengaruh terhadap return saham. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Hanani (2011) dan Prakoso (2016) yang menyatakan bahwa DER tidak berpengaruh terhadap return saham.

Jadi dapat disimpulkan bahwa H0 tidak dapat ditolak yang berarti Google Search Volume (GSV) tidak berpengaruh terhadap return saham. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Sari & Wibowo (2014) dan Ningsih (2017) yang menyatakan bahwa GSV tidak berpengaruh terhadap return saham. Sedangkan Debt to Equity Ratio (DER) dan Google Search Volume (GSV) tidak berpengaruh terhadap return saham.

Profitabilitas yang dibuktikan dengan Return On Assets (ROA) berpengaruh positif signifikan terhadap return saham perusahaan transportasi di pasar modal Indonesia periode 2013-2017. Solvabilitas yang tercermin dari Debt to Equity Ratio (DER) tidak berpengaruh terhadap return saham perusahaan transportasi di Bursa Efek Indonesia periode 2013-2017. Perhatian investor ditunjukkan oleh Google Search Volume (GSV) tidak berpengaruh terhadap return saham perusahaan transportasi di pasar modal Indonesia periode 2013-2017.

Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi return saham (contoh perusahaan manufaktur yang go public di BEI periode 2005-2009). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Return Saham (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur yang Go Public di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011-2014).

Tabel 3.2  Operasional Variabel
Tabel 3.2 Operasional Variabel

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Gambaran Umum Objek Penelitian

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan transportasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2013-2017. Berdasarkan kriteria yang telah ditentukan (purposive sampling), jumlah objek yang digunakan dalam penelitian ini adalah 11 perusahaan. Data perusahaan yang dibutuhkan sepenuhnya tersedia di sumber resmi yaitu Bursa Efek Indonesia (idx.co.id) dan Yahoo.

Dari jumlah populasi yang berjumlah 34 perusahaan, dipilih 11 perusahaan sebagai sampel penelitian dengan menggunakan kriteria pemilihan sampel.

Analisis Hasil Penelitian

  • Statistik Deskriptif
  • Penentuan Model Regresi Data Panel
    • Uji Chow
    • Uji Hausman

Standar deviasi variabel ROA sebesar 7,4426% yang berarti perusahaan sampel mempunyai ROA dengan deviasi sebesar 7,4426% dari nilai mean. Berdasarkan hal tersebut terlihat bahwa standar deviasinya lebih besar dari nilai mean (7.4426% >. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa variabel Return On Asset mempunyai tingkat pergerakan yang relatif tidak stabil.

Debt to Equity Ratio (DER) merupakan variabel independen yang digunakan untuk mengukur tingkat solvabilitas suatu perusahaan. Standar deviasi variabel DER sebesar 177.1877% yang berarti perusahaan sampel mempunyai DER dengan deviasi sebesar 177.1877% dari nilai mean. Jadi dapat disimpulkan bahwa variabel Debt to Equity Ratio mempunyai tingkat pergerakan yang relatif stabil.

Google Search Volume (GSV) merupakan variabel independen yang digunakan untuk mengukur tingkat perhatian investor terhadap suatu perusahaan. Standar deviasi variabel GSV sebesar 15.8382% yang berarti perusahaan sampel mempunyai GSV dengan deviasi nilai mean sebesar 15.8382%. Berdasarkan hal tersebut terlihat bahwa standar deviasi lebih kecil dari nilai rata-rata lt; 46,0608%).

Standar deviasi variabel AR sebesar 43,0083% yang berarti perusahaan sampel mempunyai AR dengan deviasi sebesar 43,0083% dari nilai mean. Berdasarkan hal tersebut terlihat bahwa simpangan baku lebih besar dari nilai rata-rata gt; 14,8419%).

Tabel 4.3  Statistik Deskriptif  Return
Tabel 4.3 Statistik Deskriptif Return

Uji Asumsi Klasik

  • Uji Normalitas
  • Uji Multikolinieritas
  • Uji Heteroskedastisitas
  • Uji Otokorelasi

Pengujiannya menggunakan koefisien korelasi, dengan pengertian jika nilai koefisien korelasi lebih kecil dari 0,85 maka tidak terjadi multikolinearitas. Pengujian ini dilakukan untuk menguji adanya hubungan antara sisa pengamatan yang satu dengan sisa pengamatan yang lain. Pengujian dilakukan dengan menggunakan uji Durbin-Watson, dengan syarat jika nilai D-W antara du < dhitung < 4-du maka tidak terjadi autokorelasi.

Tabel 4.8  Hasil Uji Otokorelasi
Tabel 4.8 Hasil Uji Otokorelasi

Regresi Data Panel

  • Model Regresi
    • Pengaruh Debt to Equity Ratio terhadap Return Saham
    • Pengaruh Google Search Volume terhadap Return Saham

Berdasarkan hasil pengolahan data pada Tabel 4.9 diperoleh Adjusted R-Square sebesar 0.108115 menunjukkan bahwa dalam penelitian ini variabel ROA, DER dan GSV mampu menjelaskan pengaruh terhadap aktual dependen return sebesar 10.8115%, sisanya 89.1885%. dipengaruhi oleh variabel atau faktor lain. Jika p-value < 0,05 maka dapat disimpulkan H0 ditolak yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel independen terhadap variabel dependen. Berdasarkan tabel 4.9 diatas terlihat probabilitas ROA lebih kecil dari tingkat signifikansi (0,0071 < 0,05) dengan nilai koefisien regresi sebesar 2,298143.

Return On Assets (ROA) merupakan rasio yang menunjukkan seberapa besar laba bersih setelah pajak yang dapat dihasilkan dari (rata-rata) seluruh aset yang dimiliki perusahaan. Berdasarkan Tabel 4.9 diatas menunjukkan bahwa probabilitas DER lebih besar dari tingkat signifikansi (0.4904 > 0.05) dengan nilai koefisien regresi sebesar 0.024968. Hal ini menggambarkan bahwa penggunaan utang tidak hanya dianggap sebagai risiko oleh investor, namun juga merupakan strategi bisnis untuk memperoleh sumber pembiayaan bagi operasional perusahaan, yang akan dikelola dengan tujuan menghasilkan keuntungan.

Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan penelitian Bank et al. 2012), yang menyatakan bahwa GSV berpengaruh positif terhadap return saham.

Implikasi Manajerial

Pencapaian tersebut tidak lepas dari strategi bisnis PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk., yaitu meningkatkan kapasitas perusahaan dengan 6 kapal baru dan membuka rute baru pada bulan November 2014 dan Juni 2015 (Laporan Tahunan PT Pelayaran Tempuran Emas, 2017). Pengaruh positif menunjukkan bahwa jika ROA meningkat maka return saham akan meningkat jika variabel lain konstan. Berdasarkan temuan penelitian bahwa ROA berpengaruh terhadap return saham, maka disarankan bagi investor untuk memperhatikan nilai ROA suatu perusahaan jika ingin berinvestasi, karena ROA menunjukkan apakah suatu perusahaan dapat mengelola asetnya dengan baik untuk menghasilkan keuntungan.

Analisis dampak perhatian investor terhadap aktivitas pasar, likuiditas pasar dan volatilitas pasar (Studi Empiris pada perusahaan yang terdaftar dalam Indeks LQ-45 periode 2015-2017). Analisis Pengaruh ROA, PBV, EPS, PER, Nilai Tukar dan Suku Bunga Terhadap Return Saham (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Listing di BEI Tahun 2006-2008). Pengaruh kinerja keuangan dan risiko terhadap return saham perusahaan sektor barang konsumsi di pasar modal Indonesia periode 2007-2011.

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Return Saham Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Analisis pengaruh perhatian investor terhadap return, likuiditas dan volatilitas return saham pada perusahaan sektor real estate dan real estate di Bursa Efek Indonesia tahun 2012-2015. Pengaruh profitabilitas, leverage dan likuiditas terhadap return saham dengan nilai tukar sebagai variabel moderasi pada saham LQ-45.

Pengaruh Traffic Pencarian Google Terhadap Return, Likuiditas Dan Volatilitas Return Saham (Studi Empiris Pada Perusahaan Sektor Manufaktur di Bursa Efek Indonesia). Analisis Pengaruh EVA, ROA dan ROE Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Jakarta Tahun 2006-2008.

KESIMPULAN, SARAN DAN KETERBATASAN

Kesimpulan

Saran

Disarankan pada penelitian selanjutnya dapat menambahkan variabel independen lain dan/atau mengganti proksi variabel independen untuk memperoleh hasil yang lebih akurat.

Keterbatasan Penelitian

Analisis pengaruh laba per equity (EPS), return on equity (ROE) dan debt to equity (DER) terhadap return ekuitas perusahaan-perusahaan di Jakarta Islamic Index (JII) periode 2005-2007. Tersedia di: https://medium.com/google-news-lab/what-is-google-trends-data-and-what-does-it-mean-b48f07342ee8.

LAMPIRAN 1. TABEL DATA PENELITIAN
LAMPIRAN 1. TABEL DATA PENELITIAN

Referensi

Dokumen terkait