• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI IMAM SUJANGI - Digilib UIN SUKA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "SKRIPSI IMAM SUJANGI - Digilib UIN SUKA"

Copied!
63
0
0

Teks penuh

Shalawat, salam dan shalawat senantiasa penulis panjatkan kepada Nabi Muhammad SAW yang telah membimbing umat manusia menuju jalan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Penyusunan disertasi ini merupakan kajian singkat penerapan kepemimpinan profetik di Pondok Pesantren Raudhatul Muttaqien Babadan Purwomartani Kalasan Sleman Yogyakarta. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada : ..selaku Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang telah membantu penulis menyelesaikan pengelolaan kampus. viii.

Hamdani B.Dz, Asatidz dan Asatidzah Pondok Pesantren Raudhatul Muttaqien yang membantu dalam penyelesaian skripsi ini. Oleh karena itu, penelitian ini diberi judul “Implementasi kepemimpinan profetik di Pondok Pesantren Raudhatul Muttaqien Babadan Purwomartani Kalasan Sleman Yogyakarta.” Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis: 1) Implementasi Kepemimpinan Nabi di Pondok Pesantren Raudhatul Muttaqien Babadan Purwomartani Kalasan Sleman Yogyakarta.

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan latar belakang Pondok Pesantren Raudhatul Muttaqien Babadan Purwomartani Kalasan Sleman.

Konsonan rangkap karena syaddah ditulis rangkap

ة0آز

  • Vokal Tunggal
  • Vokal-vokal Rangkap
  • Vokal-vokal yang berurutan dalam satu kata, dipisahkan dengan apostrof
  • Penulisan kata-kata dalam rangkaian kalimat Dapat ditulis menurut penulisannya

Apabila diikuti huruf Syamsiyyah, ditulis dengan menggandakan huruf Syamsiyyah yang mengikutinya dan menghilangkan huruf tersebut. Meskipun huruf kapital tidak dikenali dalam sistem penulisan bahasa Arab, namun huruf kapital juga digunakan dalam transliterasi ini. Digunakan seperti yang diterapkan pada EYD, huruf kapital digunakan untuk menulis huruf awal, nama diri, dan awal kalimat.

Jika nama peribadi didahului dengan perkataan sandang, maka yang dikapitalkan tetap huruf pertama nama peribadi, bukan huruf pertama kata sandang.

Tabel  1  Tenaga pengajar Pondok Pesantren raudhatul Muttaqien…  46  Tabel 2  Data santri pondok Pesantren Raudhatul Muttaqien…….
Tabel 1 Tenaga pengajar Pondok Pesantren raudhatul Muttaqien… 46 Tabel 2 Data santri pondok Pesantren Raudhatul Muttaqien…….

PENDAHULUAN

Penegasan Judul

  • Penerapan
  • Pondok Pesantren

Istilah pesantren berasal dari bahasa Arab fundu>q yang berarti kamar tidur. 3 Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata pesantren adalah madrasah atau asrama (tempat mengaji, mempelajari agama Islam). 4 Sedangkan istilah pesantren berasal dari kata santri yang berarti murid.5 Masyarakat Jawa biasanya menambahkan awalan pe dan akhiran an untuk menunjukkan tempat di mana sesuatu itu berada. Oleh karena itu pesantren merupakan rumah pendidikan Islam tradisional dimana santri atau santri tinggal bersama dan belajar di bawah bimbingan seorang kyai. Jadi maksud umum dari judul tugas diatas adalah bagaimana menerapkan konsep kepemimpinan profetik (mengembangkan potensi kepemimpinan dan kepemimpinan dengan memperoleh pengaruh ketuhanan seperti yang dialami oleh para nabi dan rasul serta aulia Allah SWT, khususnya Nabi Muhammad SAW.) di Pondok Pesantren Raudhatul Muttaqien Babadan Purwomartani Kalasan Sleman Yogyakarta.

Latar Belakang

Sebagai makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri dan sendirian di muka bumi ini, manusia saling membutuhkan satu sama lain. Dengan bersosialisasi secara efektif dan mengenal satu sama lain, orang dapat saling membantu. Untuk bersinergi sebagai makhluk individu dan sosial, maka masyarakat membutuhkan pemimpin dan kepemimpinan yang tetap dan mampu menunjukkan jalan, yaitu jalan menuju keridhaan Allah SWT.

Jika hal ini terjadi dalam kehidupan, maka yang terjadi adalah terjalinnya hubungan baik antara manusia dengan manusia, manusia dan makhluk-Nya yang lain dan mereka akan mendapat kehormatan dan keagungan satu sama lain sebagai makhluk Allah SWT. Sehingga masyarakat mengalami krisis pemimpin dan kepemimpinan yang mengemban tugas mengelola atau mengelola seluruh alam, yang hakikatnya menabur rahmat li al 'a>lami>n. Jika masyarakat absen memimpin dan menjadi pemimpin yang visioner, berkemampuan dan berintegritas tinggi seperti di atas, maka permasalahan akan semakin kacau, bahkan tidak menutup kemungkinan akan muncul krisis-krisis lain secara bersamaan seperti sekarang.

Hal ini memberikan gambaran bahwa para pemimpin dan pimpinan negara memang sedang mengalami krisis kepemimpinan dan kepemimpinan yang mendasar. Akibatnya sistem akan rusak dan penyimpangan dari nilai-nilai yang sebenarnya akan menjadi karakter yang akan memunculkan budaya organisasi buruk yang kita alami saat ini. Oleh karena itu diperlukan suatu konsep kepemimpinan yang senantiasa mengolah potensi-potensi Allah SWT.

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka penulis merasa tertarik untuk meneliti lebih jauh berbagai pemimpin dan pengembangan potensi kepemimpinan dengan kepemimpinan profetik di Pondok Pesantren Raudhatul Muttaqien, mengingat pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan yang masih dan terus menjunjung tinggi tradisi Al-Quran. -Al-Qur'an dan. Selain itu, barangkali yang mencoba menyikapi fenomena tersebut adalah Pondok Pesantren Raudhatul Muttaqien Sleman Yogyakarta yang didirikan pada tahun 1991 di bawah Yayasan Al Islam. Yakni dengan menerapkan nilai-nilai kepemimpinan yang meneladani kepemimpinan Nabi Muhammad SAW, kepemimpinan yang mampu mengembangkan kepemimpinan dalam berbagai bidang.

Pondok Pesantren Raudhatul Muttaqien Sleman Yogyakarta sebagai salah satu pondok pesantren berupaya menjembatani krisis kepemimpinan di tanah air, yaitu dengan menerapkan kepemimpinan profetik di lingkungan pondok pesantren. Kepemimpinan Profetik merupakan sebuah konsep yang digagas oleh Pengasuh dan Pimpinan Pondok Pesantren Raudhatul Muttaqien KH.

Rumusan Masalah

  • Kegunaan

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pengembangan kepemimpinan di seluruh negeri. Untuk mengetahui proses implementasi Kepemimpinan Nabi di Pondok Pesantren Raudhatul Muttaqien Babadan Purwomartani Kalasan Sleman Yogyakarta. Dengan adanya hasil penelitian ini diharapkan dapat menyumbangkan pemikiran terkait dengan ilmu Manajemen Dakwah khususnya mengenai konsep kepemimpinan berdasarkan pengembangan pemimpin dan kepemimpinan yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Sebagai kontribusi praktis bagi mahasiswa, pemerintah, lembaga, pemimpin dan peneliti untuk menemukan metode pengembangan potensi kepemimpinan dan kepemimpinan profetik.

Telaah Pustaka

Tesis Tanti Zusifa, mahasiswa Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga jurusan BPI berjudul “Perkembangan Kecerdasan Profetik Pada Masa Remaja (Kajian Pemikiran Hamdani Bakran Adz-Zakiey). Penelitian dalam tesis ini menekankan kajian pada upaya untuk memajukan dan menyempurnakan potensi atau kemampuan dalam berinteraksi, beradaptasi, memahami dan memanfaatkan serta hikmah dari kehidupan di surga dan di bumi, ruhani dan jasmani, jasmani dan rohani, serta duniawi. dunia. akhirat, senantiasa mengharapkan hidayah Allah SWT., melalui hati nurani para remaja. Skripsi Muhammad Arifuddin, Mahasiswa Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Jurusan Pendidikan Agama Islam dengan judul “Pengembangan Nilai-nilai Islam dengan Pendekatan Kecerdasan Profetik (Studi Kasus di Pondok Pesantren Raudhatul Muttaqien Babadan Purwomartani, Sleman , Yogyakarta).

Hasil penelitiannya menjelaskan implementasi pendekatan kecerdasan profetik dalam pengembangan nilai-nilai keislaman santri di Pondok Pesantren Raudahtul Muttaqien Babadan Purwomartani Kalasan Sleman Yogyakarta serta menganalisis faktor dan faktor pendukungnya. Skripsi Farid Azmi, Mahasiswa Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijag Jurusan Pendidikan Islam dengan judul “Kecerdasan Profetik Sebagai Pendekatan Alternatif Dalam Pendidikan Islam (Kajian Pemikiran KH. Hamdani Bakran Adz-Dzakiey). Pada uraian hasil penelitian diatas terlihat bahwa penelitian yang berjudul Penerapan Kepemimpinan Nabi di Pondok Pesantren Raudhatul Muttaqien Babadan Purwomartani Kalasan Sleman berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya.

Kerangka Teori

  • Landasan dan Prinsip-Prinsip Kepemimpinan menurut Konsep Prophetic Leadership
  • Kepemimpinan dalam Islam
  • Kepemimpinan Berbasis Spiritual

Daripada ayat-ayat di atas dapat kita simpulkan maksud bahawa pemimpin adalah Allah SWT, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman sentiasa mengharapkan keredhaan, cinta dan kasih sayang Allah SWT. Maka dalam konsep menjadikan Nabi Muhammad ini adalah uswah ha{asanah yang harus diikuti oleh seluruh umat manusia mengharapkan keredhaan, cinta dan kasih sayang Allah SWT. 8 Terjemahan, Kenabian dan Para Nabi, (Soerabaja: PT. Bina ilmu, 1993), hlm. 17. . para nabi dan rasul Allah SWT manusia mampu mengembalikan semua itu kepada Allah bergantung kepada fitrah mereka.

Karena seorang nabi tidak dilahirkan melalui warisan bapaknya, maka sesungguhnya dakwah adalah murni keistimewaan Allah, pilihan Allah SWT. Oleh karena itu, setiap nabi dan rasul harus memiliki sifat amanah agar hati manusia merasa tenang, yakin akan keselamatan dan kelestarian wahyu, serta yakin bahwa nabi itu benar-benar berasal dari Allah SWT. Oleh karena itu, ketika Rasulullah SAW berusia 5 tahun, beliau mengalami pencangkokan payudara yang dilakukan oleh malaikat Jibril atas perintah Allah SWT.

Allah SWT. Beliau menunjukkan cara-cara kepemimpinan yaitu ketika terjadi perang fijar, tentang sifat dan keteladanan kepemimpinan paman-pamannya dalam kepemimpinan, pembagian tugas kerja, nasionalisme dan patriotisme. Artinya setiap manusia tunduk dan taat hanya pada tuntunan Allah SWT seperti yang ditunjukkan oleh Nabi Muhammad SAW. Kiprah kepemimpinan Nabi Muhammad SAW merupakan wujud dan risalah kepemimpinannya. Hadari Nawawi menjelaskan kepemimpinan adalah kemampuan untuk mewujudkan segala kehendak Allah SWT. yang beliau umumkan melalui utusannya yang terakhir, Nabi Muhammad SAW.

Dalam konsep ini, dilihat manusia tidak akan dapat menunaikan kehendak Allah SWT melainkan Allah sendiri yang menghendakinya, maka hanya Allah SWT sahaja Raja Yang Maha Kuasa yang memerintah. Segala-galanya berlandaskan atau diniatkan dengan mengharapkan keredhaan dan kecintaan Allah SWT., maka sudah pasti kepimpinan itu mengikut petunjukNya dan RasulNya dan ia pasti berlandaskan kebenaran yang sebenar. Dalam ayat ini dijelaskan bahawa Allah SWT mengutus seorang rasul iaitu Rasulullah SAW untuk mengajak manusia berjalan di jalan Allah.

Dalam Kepemimpinan Nabi Muhammad SAW mengajak atau berdakwah (dipengaruhi) dalam tiga fase, yaitu: 1) Membaca ayat-ayat Allah SWT. Hamdani B.Dz menjelaskan bahwa ayat ini mengandung pesan yang sangat dalam dan luas, bahwa Allah SWT. Melalui Al-Hikmah, Allah SWT akan memahami segala sesuatu yang telah, sedang, akan terjadi, dan belum diketahui.

Artinya kepemimpinan tersebut adalah kepemimpinan yang sarat dengan nilai-nilai etika/moral Allah SWT (akhla>qulla>h) dan sifat-sifat-Nya.

Metode Penelitian

Observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap fenomena-fenomena yang diteliti.34 Observasi dilakukan dengan mencatat gejala-gejala di lapangan secara sistematis dan menyeluruh, sehingga data yang dihasilkan benar-benar obyektif. Metode dokumentasi adalah data yang diperoleh dari dokumen-dokumen seperti laporan tertulis mengenai peristiwa yang isinya berupa penjelasan dan pemikiran, peristiwa tersebut ditulis dengan kesadaran dan maksud untuk mempersiapkan atau meneruskan informasi tentang peristiwa tersebut35 dan bila perlu dilengkapi dengan gambar yang dilampirkan. foto-foto yang mendokumentasikan penelitian. Sedangkan menurut Winarno Surahmad, metode dokumentasi mencari data, hal-hal baru atau variabel yang berbentuk.

Data berupa dokumentasi tertulis seperti struktur organisasi, laporan, surat, naskah, tabel dan keputusan tertulis lainnya yang dimiliki Pondok Pesantren Raudhatul Muttaqien.

Sistematika Pembahasan

Secara rinci, bab ketiga berisi tentang uraian tentang implementasi Kepemimpinan Nabi di Pondok Pesantren Raudhatul Muttaqien, serta uraian tentang hasil yang dicapai dengan penerapan Kepemimpinan Nabi. Setelah melakukan kajian mendalam dan menganalisis data yang terkumpul, akan disampaikan kesimpulan yang obyektif, juga akan disampaikan saran-saran untuk kemajuan ke depan dan kesimpulan pada bagian akhir.

PENUTUP PENUTUP

Kesimpulan

Saran

Gambar

Tabel  1  Tenaga pengajar Pondok Pesantren raudhatul Muttaqien…  46  Tabel 2  Data santri pondok Pesantren Raudhatul Muttaqien…….
Gambar 1. Aula Pondok Pesantren Raudhatul Muttaqien
Gambar 4. Asatidz dan para santri
Gambar 5. Peternakan Domba
+3

Referensi

Dokumen terkait

Alfred High School retained the same principal and has organized its work in harmony with the proposition which was made to the district that Alfred University would contribute $500 a