• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ... - IAIN Repository

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "SKRIPSI INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ... - IAIN Repository"

Copied!
97
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Sistem pewarisan perseorangan atau perseorangan adalah sistem pewarisan dimana masing-masing ahli waris mendapat bagian untuk dapat menguasai dan atau memiliki harta peninggalan itu menurut bagiannya masing-masing. Sistem pewarisan kolektif adalah suatu sistem dimana warisan berpindah dan kepemilikannya berpindah dari ahli waris kepada ahli waris sebagai satu kesatuan yang tidak terbagi penguasaan dan kepemilikan, tetapi masing-masing ahli waris berhak untuk mengusahakan guna memperoleh hasil. memperoleh. dari warisan. 14 Rosmelina, “Sistem Pewarisan Masyarakat Pesisir Lampung yang Tidak Memiliki Anak Laki-Laki (Studi Pada Suku Kebangsaan Dalam di Kecamatan Kota Agung Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung)”, dalam http://eprints.undip.ac.id/ 19271/ , diakses pada 15 Oktober 2018.

Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk mengangkatnya dalam sebuah penelitian yang berjudul: “SISTEM PUSAKA MASYARAKAT LAMPUNG PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARIAT (Studi Kasus Pada Masyarakat Lampung Di Desa Gunung Sugih Kecamatan Gunung Sugih Kabupaten Lampung Tengah)”.

Pertanyaan Penelitian

Karena orang tua dari cucu (alm) Bapak Idris Kusuma Raden telah meninggal dunia, maka seluruh harta peninggalan almarhum menjadi milik anak dari Bapak Samsudin Kusuma. Namun, cucu keempat putri lainnya tidak terima jika harta tersebut tidak dibagi secara adil, sedangkan anak laki-laki Pak Samsudin bersikukuh bahwa harta kakeknya harus menjadi miliknya sendiri.

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Dari uraian di atas terlihat adanya permasalahan mengenai pembagian harta peninggalan di Kampung Gunung Sugih. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk mengangkatnya dalam sebuah penelitian yang berjudul : “SISTEM PUSAKA MASYARAKAT ADAT LAMPUNG PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARIAH (Studi Kasus Pada Masyarakat Lampung Di Desa Gunung Sugih Kecamatan Gunung Sugih Kabupaten Lampung Tengah)”. warisan masyarakat Lampung di Desa Gunung Sugih Kecamatan Gunung Sugih Kabupaten Lampung Tengah dalam perspektif hukum ekonomi syariah.

Penelitian Relevan

Rumusan masalah penelitian adalah anak laki-laki tertua mendapat warisan paling banyak dibandingkan dengan saudara kandungnya yang lain dalam adat Lampung. Perbandingan penelitian yang relevan di atas dengan penelitian yang akan peneliti lakukan adalah sama-sama membahas tentang sistem pewarisan adat Lampung dan hukum ekonomi syariah. Sedangkan dalam penelitian ini dipelajari sistem pewarisan yaitu masyarakat adat Lampung dengan dialek Nyo (dialek O).

Sedangkan dalam penelitian ini yang dikaji adalah tentang sistem pewarisan adat Lampung dari perspektif hukum ekonomi Islam.

LANDASAN TEORI

Sistem Pewarisan Adat Lampung

  • Pengertian Sistem Pewarisan Adat Lampung
  • Jenis-jenis Sistem Pewarisan Adat Lampung
  • Sifat Pewarisan Adat Lampung

Sistem Pewarisan dalam Islam

  • Pengertian Sistem Pewarisan dalam Islam
  • Dasar Hukum Waris dalam Islam
  • Rukun dan Syarat Waris dalam Islam
  • Sebab-sebab Adanya Kewarisan dalam Islam
  • Nilai-nilai Dasar Hukum Ekonomi Islam

METODE PENELITIAN

  • Jenis dan Sifat Penelitian
  • Sumber Data
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Analisa Data

Berdasarkan uraian di atas dapat diketahui bahwa sistem pewarisan bagi masyarakat adat Lampung Kampung Gunung Sugih termasuk dalam sistem pewarisan kepala laki-laki, karena dalam sistem pewarisan kepala laki-laki ini anak laki-laki tertua atau sulung adalah laki-laki. satu-satunya pewaris harta orang tuanya. Penetapan laki-laki sebagai ahli waris utama dalam masyarakat adat Lampung secara alamiah disebabkan oleh suatu faktor. Nyonya. Sri Mulyani (Suttan Ibu Pengiran), menjelaskan faktor penentu lelaki tertua sebagai ahli waris utama pada masyarakat adat Lampung Pepadun khususnya.

Berdasarkan uraian di atas dapat diketahui bahwa faktor penyebab anak laki-laki menjadi ahli waris utama dalam sistem pembagian warisan adat Lampung di Kampung Gunung Sugih adalah karena anak laki-laki tertua dianggap sebagai penerus generasi dari orang tuanya untuk melindungi dan mengambil mengasuh adik-adiknya hingga adik-adiknya. Adiknya bisa berdiri sendiri atau sampai menikah. Anak-anak lainnya tetap mendapatkan bagian yang diperoleh dari hasil kebijakan ahli waris utama yaitu anak laki-laki tertua. Sistem pembagian adat Lampung bagi masyarakat Kampung Gunung Sugih seperti yang telah dijelaskan di atas tentunya dapat menimbulkan konflik antara ahli waris laki-laki dengan anak perempuan lainnya.

Sistem pewarisan masyarakat adat Lampung Kampung Gunung Sugih termasuk dalam sistem pewarisan kepala laki-laki, karena dalam sistem pewarisan kepala laki-laki ini, anak laki-laki tertua adalah ahli waris utama dari harta orang tuanya. Faktor penyebab anak laki-laki menjadi ahli waris utama dalam sistem pembagian waris adat Lampung di Kampung Gunung Sugih adalah karena anak laki-laki tertua dianggap sebagai penerus generasi orang tuanya untuk mengasuh adik-adiknya hingga adik-adiknya dapat berdiri sendiri atau sampai mereka menikah. Anak-anak yang lain tetap mendapat bagian yang diperoleh dari hasil kebijakan ahli waris utama, yaitu anak laki-laki tertua.

Hal ini terlihat dari faktor yang menjadikan anak laki-laki sebagai ahli waris utama dalam sistem pembagian warisan adat Lampung di Kampung Gunung Sugih karena anak laki-laki tertua dianggap sebagai penerus generasi orang tuanya untuk melindungi dan mengasuh adik-adiknya yang lebih kecil. agar adik-adiknya bisa dibesarkan sendiri atau sampai menikah. Hal ini terlihat dari faktor yang menjadikan anak laki-laki sebagai ahli waris utama dalam sistem pembagian warisan adat Lampung di Kampung Gunung Sugih karena anak laki-laki tertua dianggap sebagai penerus generasi orang tuanya untuk melindungi dan mengasuh adik-adiknya yang lebih kecil. agar adik-adiknya bisa dibesarkan sendiri atau sampai menikah.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Sekilas Masyarakat Adat Lampung Kampung Gunung

Masyarakat Adat; Masyarakat adat yang sudah lama hidup bahkan mendiami tempat ini secara turun temurun, yaitu masyarakat adat Lampung. Suku Lampung membudayakan pepadun yang ditandai dengan upacara adat naik tahta dengan duduk di atas alat yang disebut pepadun; yaitu singgasana adat pada upacara pengambilan gelar adat yang biasa disebut dengan upacara cakak pepadun. Adat istiadat masyarakat Pepadun di Kampung Gunung Sugih terutama ditandai dengan upacara adat besar yang diberi gelar atau Juluk Adok.

Suku Abung mendiami tujuh wilayah adat: Kotabumi, Seputih Timur, Sukadana, Labuhan Maringgai, Jabung, Gunung Sugih dan Terbanggi. Sembilan jurai (Jurai Siwo) terdiri dari Anak Tuha, Nuban, Nunyai, Unyi, Subing, Kunang-kunang, Selagai, Nyerupa dan Beliuk. Kesembilan orang Aborigin ini, dalam setting lokalnya masing-masing, bermukim di sejumlah tempat di Kabupaten Lampung Tengah.

Sistem Pewarisan Masyarakat Lampung Kampung Gunung

Tn. Hazairin (Penymbang/Suttan Wali Negara) menambahkan bahwa pembagian warisan adat Lampung mengutamakan anak laki-laki tertua karena anak laki-laki tertua akan menjadi pengganti ayahnya ketika ayahnya meninggal, baik dalam urusan rumah tangga maupun adat. Konflik yang terjadi antara ahli waris laki-laki dengan anak perempuan lainnya akibat sistem pembagian tersebut tentu saja muncul, namun dapat diselesaikan melalui pertimbangan secara kekeluargaan dan adat. Hal ini karena ahli waris laki-laki terkadang ragu dengan harta warisan yang dipercayakan kepadanya.

Bertentangan dengan pendapat Ibu Yusmega di atas, Bapak Nirwan Kusuma selaku ahli waris laki-laki menjelaskan bahwa sangat. Ahli waris laki-laki juga berkewajiban untuk melindungi dan merawat saudara perempuannya sampai saudara perempuan tersebut menjadi mandiri atau menikah. Berdasarkan hasil wawancara di atas, terlihat adanya konflik antara ahli waris dengan ahli waris.

Ahli waris menganggap sistem pewarisan adat Lampung tidak adil karena semua harta warisan menjadi milik ahli waris laki-laki. Hal ini tentu saja dapat menimbulkan masalah jika ahli waris laki-laki tidak dapat dipercaya mengenai harga harta peninggalan orang tuanya. Sedangkan menurut ahli waris laki-laki, pembagian harta warisan menurut sistem adat cukup adil karena sudah menjadi adat turun-temurun dalam masyarakat adat Lampung.

Selain itu, ahli waris laki-laki adalah pengganti ayahnya dalam urusan rumah tangga dan adat. Ahli waris laki-laki juga memiliki kewajiban untuk melindungi dan merawat saudara perempuannya sampai saudara perempuannya dapat berdiri sendiri atau sampai mereka menikah.

Analisis Sistem Pewarisan Masyarakat Lampung Kampung

Meskipun anak laki-laki tertua menerima warisan paling banyak, bukan berarti anak-anak yang lain tidak menerima warisan. Hal tersebut di atas sesuai dengan hukum waris Islam yang menjelaskan bahwa salah satu syarat pewarisan dalam Islam adalah diketahuinya ahli waris secara pasti, termasuk jumlah bagian masing-masing. Mengenai hubungan ini, kedudukan para ahli waris harus diketahui dengan pasti, misalnya suami, istri, sanak saudara, dan lain-lain, sehingga si pemberi tahu dengan pasti besarnya bagian yang akan diberikan kepada masing-masing ahli waris.

Ahli waris laki-laki juga berkewajiban untuk melindungi dan merawat saudara perempuannya sampai saudara perempuan tersebut bangkit kembali atau menikah. Berdasarkan uraian di atas dapat diketahui bahwa sistem pewarisan penduduk asli Lampung Kampung Gunung Sugih sudah sesuai dengan hukum ekonomi syariah. Meskipun anak laki-laki tertua mendapat warisan terbanyak, bukan berarti anak-anak yang lain tidak mendapatkannya.

Anak-anak lain tetap mendapatkan bagian yang diambil dari hasil polis oleh anak laki-laki. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa sistem pewarisan pada masyarakat adat Lampung Kampung Gunung Sugih sudah sesuai dengan hukum ekonomi syariah. Anak-anak yang lain tetap mendapat bagian yang diambil dari hasil polis oleh anak laki-laki tertua.

Sistem pewarisan masyarakat adat Saibatin dalam keluarga tanpa anak laki-laki menuntut ilmu di Kota Bandar Lampung. Sistem Pewarisan Masyarakat Pesisir Lampung yang Tidak Memiliki Anak Laki-laki Mempelajari Marga Kebangsaan Dalam di Kecamatan Kota Agung Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung.

PENUTUP

Kesimpulan

Selain itu, dalam pembagian harta peninggalan masyarakat adat Lampung tidak ada perhitungan yang mutlak, karena dalam adat Lampung pembagian harta warisan dilakukan atas dasar musyawarah mufakat seluruh keluarga. Menurut sistem Hukum Ekonomi Syariah (a) kepemilikan bukanlah penguasaan mutlak atas sumber daya ekonomi tetapi kemampuan untuk mengeksploitasinya; (b) jangka waktu kepemilikan suatu barang terbatas pada waktu orang tersebut hidup, dan jika dia meninggal, hartanya harus dibagikan kepada ahli warisnya sesuai dengan ketentuan yang telah ditentukan oleh Allah; (c) kekayaan alam yang menyangkut kepentingan umum, atau yang menjadi hajat hidup orang banyak, harus menjadi milik umum atau negara, atau sekurang-kurangnya dikuasai oleh negara untuk kepentingan umum atau rakyat. Nilai dasar keseimbangan harus dijaga dengan sebaik-baiknya, tidak hanya antara kepentingan dunia dan kepentingan akhirat, tetapi juga keseimbangan antara kepentingan individu dan kepentingan umum.

Saran

Kepada masyarakat Desa Gunung Sugih agar meningkatkan kesadaran akan pelestarian adat budaya Lampung di Desa Gunung Sugih dengan tetap menjaga adat budaya Lampung Pepadun agar dapat tetap terjaga di masa kini dan masa yang akan datang. Kepada generasi muda agar menanamkan rasa cinta terhadap adat budaya sendiri dengan tetap menjaga dan menggunakan adat budaya Lampung Pepadun dalam kehidupan sehari-hari, mempelajari kembali adat Lampung Pepadun agar adat Lampung Pepadun dapat digali dan tetap lestari.

Referensi

Dokumen terkait

Dibidang perekonomian contohnya seperti pada sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) industri alas kaki di Kota Mojokerto yaitu Usaha Dagang Perdana dan