• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ... - IAIN Repository

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "SKRIPSI INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ... - IAIN Repository"

Copied!
102
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

3 Muhammad Syakir Sula, Konsep dan Sistem Operasi Asuransi Syariah (Jiwa dan Umum), (Jakarta: Gema Insani Press, 2004), hal. 7 Muhammad Syakir Sula, Konsep dan Sistem Operasi Asuransi Syariah (Jiwa dan Umum), (Jakarta: Gema Insani Press, 2004), hal.

Pertanyaan Penelitian

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah diatas, penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui pengelolaan premi asuransi jiwa syariah pada PT. Lebih dari itu, hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan pedoman penelitian selanjutnya dan dapat dikembangkan lebih lanjut sesuai dengan perkembangan zaman.

Penelitian Relevan

Persamaan penelitian diatas yang relevan dengan penelitian ini adalah sama-sama membahas pengelolaan premi asuransi syariah. 5 Muhammad Syakir Sula, Konsep dan Sistem Operasi Asuransi Syariah (Jiwa dan Umum), (Jakarta: Gema Insani Press, 2004), hal.

LANDASAN TEORI

Pengelolaan Premi Dalam Asuransi Syariah

  • Pengertian Pengelolaan Premi
  • Macam-macam Pengelolaan
  • Mekanisme Pengelolaan Dana Asuransi Syariah

Dalam hal ini, perusahaan asuransi hanyalah sebagai pemegang fidusia atas dana atau premi yang dititipkan oleh tertanggung, dimana premi tersebut akan ditanamkan dalam pembiayaan yang dibenarkan oleh hukum Islam. Di bagian tabungan, premi yang terkumpul akan menjadi milik peserta yang akan diinvestasikan oleh perusahaan asuransi sesuai dengan hukum Syariah.

Premi Dalam Asuransi Syariah

  • Pengertian Premi Asuransi Syariah
  • Dasar Hukum Premi Asuransi Syariah
  • Unsur Premi Asuransi Syariah

Berdasarkan pernyataan di atas dapat dipahami bahwa premi asuransi syariah adalah sejumlah dana yang disetorkan oleh peserta asuransi (tertanggung) kepada pihak asuransi syariah (penanggung) dengan jumlah yang ditentukan pada awal akad yang disepakati. berupa premi simpanan atau premi tabarru' untuk mengganti kerugian tertanggung terhadap risiko yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti tetapi mungkin terjadi. Premi asuransi syariah adalah sejumlah dana yang disetorkan oleh peserta asuransi (tertanggung) kepada pihak asuransi syariah (penanggung) dengan jumlah yang disepakati pada awal akad berupa premi tabungan atau premi tabarru' sebagai kompensasi. tertanggung terhadap risiko yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti tetapi mungkin terjadi.

Peraturan Pengelolaan Premi Asuransi Syariah di Indonesia

1 Prudential Indonesia, di https://www.prudential.co.id/id/our-company/about-prudential-indonesia/our-history/, diakses 25 Juni 2018. 2 Prudential Indonesia, di https://www. prudential.co.id/en/our-company/about-prudential-indonesia/our-history/, diakses 25 Juni 2018. 3 Prudential Indonesia, di https://www.prudential.co .id/en/our -company /about-prudential-indonesia/our-history/, diakses 25 Juni 2018.

6 Prudential Indonesia, dalam https://www.prudential.co.id/id/our-company/about-prud-ential-indonesia/mission-and-credo/, diakses pada 25 Juni 2018. 7 Prudential Indonesia, dalam https ://www.prudential.co.id/id/our-company/about-prudential-indonesia/mission-and-credo/, diakses pada 25 Juni 2018. 8 Prudential Indonesia, dalam https://www. .hati-hati. co.id/id/our-company/about-prudential-indonesia/mission-and-credo/, diakses 25 Juni 2018.

Prudential Kota Metro, mendapatkan informasi mengenai bagi hasil bahwa bagi hasil asuransi syariah diperoleh setelah dana diinvestasikan, baik dana tabarru maupun investasi.

METODOLOGI PENELITIAN

Jenis dan Sifat Penelitian

Berdasarkan jenis penelitiannya termasuk penelitian lapangan, menurut Abdurrahmat Fathoni penelitian lapangan. Penelitian lapangan dianggap sebagai pendekatan luas untuk penelitian kualitatif atau sebagai metode pengumpulan data kualitatif. Dalam penelitian ini peneliti langsung berada di lapangan atau berada di tengah-tengah obyek yang diteliti.

Penelitian deskriptif adalah penelitian yang bermaksud untuk meneliti dan mengukur gejala-gejala tertentu.”3 Menurut Cholid Narbuk dan Abu Achmadi. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang mencoba menjelaskan pemecahan masalah terkini berdasarkan data, yaitu menyajikan, menganalisis, dan menginterpretasikan data. Sedangkan penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami subjek penelitian melalui deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, dalam konteks alamiah tertentu dan menggunakan metode alamiah yang berbeda.

Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif, karena penelitian ini berusaha mengumpulkan fakta-fakta yang ada, penelitian ini menitikberatkan pada upaya mengungkapkan suatu masalah dan keadaan sebagaimana adanya, yang diteliti dan dikaji secara keseluruhan.

Sumber Data

Teknik Pengumpulan Data

Wawancara yang peneliti gunakan adalah wawancara bebas terbimbing, yaitu metode wawancara yang dilakukan dengan membawa pedoman yang hanya berupa garis besar hal-hal yang akan ditanyakan.11 Berkaitan dengan hal tersebut, peneliti mengajukan 3 pertanyaan untuk 3 kehidupan. agen asuransi menyatakan. di PT. Metro City Prudential bernama Siti Nasiyah, Ridwan Diharjo, Rismawati dan dua peserta asuransi yakni Yulianti dan Dewi. Metode dokumentasi adalah mencari data tentang hal-hal berupa catatan, buku, transkrip, surat kabar, buku besar, agenda dan sebagainya secara psikologis dalam penelitian tentang perkembangan klien melalui catatan pribadinya.13.

Prudential Syari'ah Kota Metro, data partisipan, transkrip wawancara dan data pendukung lainnya dalam penelitian ini.

Teknik Analisa Data

Prudential Kota Metro, diperoleh informasi tentang iuran bahwa besaran iuran premi asuransi syariah yang dibayarkan peserta minimal Rp. Prudential Kota Metro, memperoleh informasi mengenai klaim asuransi syariah bahwa sumber dana klaim diperoleh dari rekening tabarru.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Profil PT. Prudential Kota Metro

  • Sejarah Singkat PT. Prudential Kota Metro
  • Visi dan Misi PT. Prudential Kota Metro
  • Struktur Organisasi PT. Prudential Kota Metro
  • Produk-produk Asuransi Syariah PT Prudential

PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) didirikan pada tahun 1995 dan merupakan bagian dari Prudential plc, grup perusahaan jasa keuangan terkemuka di Inggris. Prudential Indonesia sebagai perusahaan di sektor jasa keuangan terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Lembaga ini didirikan dengan tujuan agar seluruh kegiatan jasa keuangan di sektor jasa keuangan terselenggara secara tertib, adil, transparan dan akuntabel serta mampu mewujudkan sistem keuangan yang tumbuh secara berkelanjutan dan stabil serta mampu melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat (Pasal 4 UU OJK) 1 .

Perusahaan juga memiliki izin usaha Unit Syariah berdasarkan surat Menteri Keuangan Nomor KEP 167/KM.10/2007 yang dikeluarkan pada tanggal 20 Agustus 2007.2. Memasarkan dan memperluas jaringan asuransi Prudential kepada masyarakat, khususnya pemasaran produk-produk Syariahnya, memerlukan perencanaan dan perencanaan yang serius, termasuk membuka cabang PT Prudential Life Assurance di Kota Metro yang didirikan pada tahun 2010.4 . Prudential Life Assurance adalah "Menjadi penyedia jasa keuangan ritel terbaik di Indonesia, melebihi harapan peserta, staf pemasaran, staf dan pemegang saham dengan memberikan layanan terbaik, produk berkualitas, karyawan dan profesional yang sangat terlibat, dan menghasilkan pendapatan investasi yang menguntungkan".

236, Kelurahan Ganjaragung, Kecamatan Metro Barat, Kota Metro, atau dekat makam pahlawan Kota Metro Ganjar Agung Jalur 2.

Pengelolaan Premi Asuransi Jiwa Syariah di PT. Prudential

Prudential Kota Metro dibagi menjadi dua sistem, yaitu sistem produk tabungan dan sistem produk non tabungan. Setiap premi yang dibayarkan akan dipisahkan menjadi dua rekening yang berbeda, yaitu rekening tabungan peserta dan rekening tabarru. Setiap pembayaran, dana yang disetorkan peserta akan langsung dibagi menjadi 2 rekening, yaitu rekening tabarru dan rekening investasi.

Untuk uang tabarru' sendiri adalah uang, yaitu uang yang dimaksudkan oleh peserta dengan maksud untuk saling membantu. Selain itu, berdasarkan wawancara dengan Bapak. Ridwan Diharjo memperoleh informasi bahwa dana tabarru memang bisa digunakan untuk membantu siapapun yang mengalami musibah. Dengan kata lain, penghimpunan dana tabarru hanya dapat digunakan untuk kepentingan peserta asuransi yang terkena musibah.

Selain itu, berdasarkan wawancara dengan Bapak. Informasi yang diperoleh dari Ridwan Diharjo bahwa untuk pembagian kelebihan dana tabarru' dibagikan kepada peserta apabila dalam satu periode tidak terjadi klaim.

Pengelolaan Premi Asuransi Jiwa Syariah di PT. Prudential

Hasil penelitian ini sesuai dengan Fatwa Dewan Syariah Nasional nomor: 21/DSN-MUI/X/2001, yang menyatakan bahwa “Akad yang sesuai dengan syariah yang bersangkutan adalah akad yang tidak mengandung gharar (ambiguitas). 2) cara dan waktu pembayaran premi, 3) jenis akad tijarah dan/atau akad tabarru, serta jangka waktu yang disepakati sesuai dengan jenis asuransi yang diperjanjikan. Sedangkan untuk produk non tabungan, premi yang dibayarkan peserta akan dicantumkan pada rekening tabarru' perusahaan, yaitu kumpulan dana yang dimaksudkan oleh peserta sebagai kontribusi dan amal satu sama lain. Hasil penelitian ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Syakir Sula, yang menyatakan bahwa tabarru' dalam konteks akad dalam asuransi syariah bermaksud memberikan dana kebajikan dengan niat ikhlas untuk saling membantu sesama peserta yang bersyukur (Asuransi Syariah) jika salah satunya tertimpa musibah. .

Untuk penyaluran kelebihan dana tabarru dibagikan kepada peserta apabila tidak ada klaim dalam waktu satu tahun dengan pembagian 30% disimpan di muka dalam rekening sebagai cadangan tabarru dan 70% dibagikan kepada peserta. Apalagi hasil penelitian ini juga sesuai dengan fatwa MUI DSN No. 21/DSN-MUI/X/2001, dimana disebutkan bahwa “premi yang berasal dari jenis akad tabarru dapat ditanamkan”. 21/DSN-MUI/X/2001, yang menyatakan bahwa “Asuransi syariah adalah upaya saling melindungi dan tolong menolong antara orang/pihak melalui penanaman modal berupa harta dan/atau tabarru” yang memberikan model.

Untuk pembagian dana surplus, tabarru' dibagikan kepada peserta jika tidak ada klaim dalam setahun dengan pembagian 30%.

PENUTUP

Kesimpulan

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa Pengelolaan Premi Asuransi Jiwa Syariah di PT. Prudential Kota Metro dalam pelaksanaan dan pengelolaannya sesuai dengan kaidah dan prinsip syariah serta peraturan perundang-undangan yang ada di Indonesia, yaitu bersih dari unsur gharar, maisir dan riba. Karena dalam pelaksanaan akad asuransi tabarru, besarnya premi, jangka waktu, akad, bagi hasil dan sumber klaim semuanya sudah jelas, dan sesuai kesepakatan kedua belah pihak (penanggung dan tertanggung).

Selain itu, uang hasil premi yang dikumpulkan peserta dibagi antara bank tabungan dan dana tabarru'.

Saran

Skripsi Jurusan Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam Negeri Walisongo, Semarang, 2014. Ketentuan Premi Asuransi Sebagai Agunan Pembiayaan Murabahah Pada Perbankan Syariah, Analisis Konsep Agunan dan Asuransi Dalam Ekonomi Islam” di Jurnal JURIS . Analisis cadangan premi asuransi jiwa syariah untuk mencapai titik impas pada divisi Syariah AJB Bumiputera 1912 di Jakarta.

Speciale Muamalah Islamic Economics Study Program Concentration of Sharia Insurance Fakultet for Sharia og Jura UIN Syarif Hidayatullah Jakarta i 2010.

Foto 1. Wawancara dengan Ibu Ernita Yohana, selaku Leader   PT. Prudential Kota Metro
Foto 1. Wawancara dengan Ibu Ernita Yohana, selaku Leader PT. Prudential Kota Metro

Gambar

Foto 1. Wawancara dengan Ibu Ernita Yohana, selaku Leader   PT. Prudential Kota Metro
Foto 1. Wawancara dengan Bapak Ridwan Diharjo, selaku Unit Manager   PT. Prudential Kota Metro
Foto 3. Wawancara dengan Ibu Siti Nasiah, Agency Manager   PT. Prudential Kota Metro

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa (1) Tidak terdapat pengaruh antara Premi terhadap ROA pada asuransi umum syariah yang