• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMBELANJAAN RISIKO (RISK FINANCING)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PEMBELANJAAN RISIKO (RISK FINANCING)"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

PEMBELANJAAN RISIKO (RISK FINANCING)

Mata Kuliah : Manajemen Risiko Program Studi Manajemen

Fakultas Ekonomi Unikom Tahun Akademik 2009-2010

(2)

PENDAHULUAN

Metode pengendalian risiko ditujukan untuk mengurangi kerugian potensial dan

mengusahakan agar kerugian-kerugian itu dapat diramalkan.

Untuk pengendalian risiko tersebut

perusahaan harus melakukan pembelanjaan (pembiayaan) yang berhubungan dengan

cara-cara pengadaan dana dalam memulihkan kerugian tersebut.

Cara pengadaan dana tersebut terdiri dari :

1.

Risk Financing Transfer

2.

Risk Financing Retention

(3)

RISK FINANCING TRANSFER

Untuk meminimalisasi risiko dapat dilakukan dengan mengendalikan risiko dan pembiayaan risiko.

Pemindahan risiko melalui cara pengendalian risiko tidak memerlukan pengerahan dana karena dijalankan dengan :

1. Memindahkan harta atau yang bersangkutan kepada pihak lain.

2. Memindahkan tanggung jawab kepada transferee dengan maksud menghilangkan atau mengurangi tanggung jawab transferor terhadap kerugian yang bersangkutan.

3. Menganggap kerugian yang bersangkutan dipikul pihak lain.

Memindahkan risiko melalui risk financing berarti transferor mencari dana eksternal untuk membayar kerugian jika risiko benar-benar terjadi. Risk Financing Transfer dapat dilakukan dengan cara :

1. Transfer risiko kepada perusahaan asuransi

2. Transfer risiko kepada perusahaan lain yang bukan perusahaan asuransi (noninsurance transfer)

(4)

NON INSURENCE TRANSFER

Pemindahan risiko kepada pihak non asuransi dilakukan melalui kontrak-kontrak bisnis

biasa, dan melalui kontrak khusus untuk pemindahan risiko.

Isi kontrak berkenaan dengan pemindahan tanggung jawab keuangan atas :

1.

Harta

2.

Kerugian atas net income

3.

Kerugian Personil

4.

Tanggung gugat (liabilities) kepada pihak

ketiga

(5)

KETERBATASAN NON INSURANCE TRANSFER

Kontrak ini hanya memindahkan sebagian risiko dari berbagai risiko yang mungkin dihadapi oleh perusahaan.

Bahasa yang tertulis dalam kontrak adalah bahasa “hukum” yang seringkali tidak

dimengerti oleh orang kebanyakan.

Surat kontrak bisa dibatalkan oleh

pengadilan, jika isinya bertentangan dengan undang-undang atau peraturan/kebijakan

pemerintah yang dianggap tidak wajar bagi

transferee

(6)

CONTOH NON INSURANCE RISK TRANSFER FINANCING

Melalui perjanjian leasing, lessor bisa memindahkan kepada penyewa tanggung jawab keuangan untuk kerusakan harta atau kecelakaan bagi pihak ketiga.

Sebelum perjanjian ditandatangani, tanggung jawab dibebankan pada lessor.

Melalui perjanjian leasing, lesee (penyewa) bisa memindahkan risiko kepada lessor tergantung perjanjiannya. Berarti lesee terhindar dari risiko kerugian.

Pemindahan risiko juga terjadi pada kontrak

pengiriman barang, kontrak penyimpanan barang, kontrak pembuatan bangunan dimana dalam kontrak dicantumkan adanya pembayaran premi risiko.

Surety Bond atau jaminan atas risiko yang mungkin terjadi atas obligee (yang dijamin) oleh surety.

(7)

SURETY BOND

Dalam penjaminan obligasi terdiri dari tiga pihak yaitu : surety (penjamin), obligee (yang

dijamin), dan prinsipal

Misalnya seseorang (obligee) mengikat perjanjian dengan seorang kontraktor

(principal), dimana didalamnya disebutkan bahwa principal akan menyiapkan pekerjaan sesuai dengan kontrak dan pihak obligee akan membayar sepenuhnya jika pekerjaan telah

selesai. Baik principal maupun obligee bersedia untuk mengikatkan diri kepada surety. Jika

ternyata kontraktor tidak memenuhi

kewajibannya maka surety akan membayar

kerugian kepada obligee lalu menagih kepada

principal tersebut.

(8)

RISK RETENTION FINANCING

Yang paling umum dilakukan perusahaan adalah pembiayaan untuk menanggung sendiri risiko tanpa mengalihka kepada perusahaan asuransi.

Sumber dana untuk pembiayaan risiko akan diusahakan sendiri oleh perusahaan yang bersangkutan.

Penanggungan sendiri ini bersifat pasif atau kadang tidak direncanakan (unplanned

retention) atau direncanakan (planned

retention)

(9)

ALASAN PERUSAHAAN MELAKUKAN RETENTION

Kaharusan karena tidak ada pilihan

Biaya yang harus dikeluarkan lebih hemat

Kerugian dan harapan,

Opportunity Costs

Kualitas dari pertanggungan

Pajak

(10)

FAKTOR PENDORONG PEMBIAYAAN RETENTION

Biaya lebih rendah dibandingkan biaya yang dibebankan kepada perusahaan asuransi.

Kerugian-kerugian (expected losses) dinilai lebih rendah dari perkiraan perusahaan asuransi.

Jika unit yang menghadapi risiko (eksposure unit) banyak, maka risiko akan menjadi lebih rendah karena perusahaan dapat memperkirakan

probabilitas kerugiannya dengan akurat.

Biaya kerugian membengkak dalam jangka panjang sehingga menghasilkan opportunity cost yang

besar.

Adanya peluang besar untuk berinvestasi yang akan mengakibatkan opportunity cost yang besar.

Adanya keuntungan pelayanan internal

(11)

PEMBIAYAAN KE PERUSAHAAN ASURANSI

Jika perusahaan memindahkan risiko kepada peusahaan asuransi maka perusahaan harus membayar premi yang dibagi ke dalam dua bagian :

1. Loss Allowance, yaitu perkiraan pihak asuransi tentang kerugian dan harapan dari pihak

tertanggung.

2. Loading yang meliputi biaya profit margin, dan perkiraan pengeluaran tak terduga yang nilainya mencapai 30% – 40% dari premi

Jika perusahaan bermaksud menanggung sendiri risiko, maka harus dipertimbangkan apakah akan lebih mudah karena menghemat pembayaran

premi

Referensi

Dokumen terkait

Samples dipped and agitated in acidic electrolyzed water, tap water, alkaline electrolyzed water maintained their form and color up to 3 days after treatment. The

Pada dasarnya Pusat Listrik Tenaga Hydro bekerja dengan cara mengubah energi potensial (air yang mengalir dari DAM atau air terjun) menjadi energi mekanik

Dari presentase pada table yang berisikan kuesioner pertanyaan yang di berikan kepada koresponden, banyak sekali yang perlu diperhatikan dan dapat dilihat dari rata-

mengkaji kemampuan tanaman mendong (Fimbristylis globulosa) yang ditanam dengan inokulasi bakteri penghasil eksopolisakarida Azotobacter maupun arang aktif dalam menurunkan

Genesis dari zeolit pada daerah penelitian merupakan hasil alterasi akibat kontak dengan airtanah, ditandai dengan mineral zeolit, yaitu mordenit dan klinoptilolit (Suhala dan

difficile, menghindari penggunaan obat yang mengganggu peristaltik (seperti narkotik dan antidiare), mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit. Pada

Penelitian ini bertujuan mempelajari anatomi otot-otot kaki belakang Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) daerah cruris dan digit dibandingkan dengan beberapa hewan domestik

perkembangan di perairan alaminya. Sedangkan fekunditas di perairan rawa berkisar 3035.4 butir ±.. Indukan ikan gabus yang digunakan memerlukan waktu untuk beradaptasi di