• Tidak ada hasil yang ditemukan

Skripsi Tentang Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah dan Nilai Keagamaan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Skripsi Tentang Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah dan Nilai Keagamaan"

Copied!
93
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Fokus Penelitian

Al-Qur'an tidak mengandung kepalsuan sedikit pun, oleh karena itu wajib bagi manusia untuk menghormati dan melestarikannya. Kini menjadi hal yang menggembirakan ketika kita melihat umat Islam di negeri ini berbondong-bondong kembali ke Al-Quran. Ungkapan Raghib As-Sirjani yang juga mengatakan tentang kegemaran umat Islam terhadap Al-Qur'an adalah sebagai berikut.

Tentu saja, menghafal Al-Quran bukanlah pekerjaan yang mudah seperti membalikkan telapak tangan. Merupakan kewajiban umat Islam untuk mempelajari Al-Qur'an dengan membaca, menafsirkan atau menghafalnya. Allah SWT telah menjanjikan kepada para penghafal Al-Qur’an berupa pahala, kenaikan pangkat dan kemenangan di dunia dan akhirat.

Apa saja permasalahan pembelajaran Tehfidzul Qur'an pada siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri 5 Jember tahun ajaran 2019/2020. Bagaimana solusi permasalahan pembelajaran Tehfidzul Qur'an pada siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri 5 Jember tahun pelajaran 2019/2020.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitan

Definisi Istilah

Hal ini perlu dilakukan agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam memahami judul penelitian ini dan kemudian berada pada jalur yang benar. Bermasalah artinya hal-hal yang menimbulkan permasalahan, hal-hal yang belum terselesaikan.7 Permasalahan yang dimaksud di sini adalah permasalahan-permasalahan yang dihadapi guru dan siswa selama pembelajaran Tahfidzul Quran di madrasah. Sedangkan pembelajaran adalah suatu proses interaksi antara siswa dan guru dalam suatu lingkungan belajar yang meliputi guru dan siswa dengan melakukan serangkaian kegiatan yang direncanakan oleh guru, yaitu kegiatan belajar untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai.

Tahfidzul Qur'an berasal dari bahasa Arab yang artinya menghafal, sedangkan hafalan sendiri adalah segala sesuatu yang sulit untuk diingat dan dapat diucapkan tanpa melihat kitab. Tahfidzul Qur'an mampu menghafalkan ayat-ayat Al-Qur'an, tanpa melihatnya. Madrasah Ibtidaiyah Negeri 5 Jember merupakan lembaga yang menyelenggarakan program tahfidzul Quran, namun dalam pelaksanaannya masih terdapat siswa yang belum mencapai target hafalan surat yang telah ditentukan yaitu juz 30.

Sistematika Pembahasan

KAJIAN KEPUSTAKAAN

Penelitian Terdahulu

Penelitian yang dilakukan oleh Ika Ariyati, Permasalahan Siswa dalam Menghafal Al-Qur'an (studi kasus 4 siswa kelas XII agama MAN Wonokromo Bantul Yogyakarta).9. 9 Ika Aryati, Permasalahan siswa penghafal Al-Qur'an (studi kasus 4 orang siswa kelas Tahfidzul Qur'an Madrasah Al-Munawwir Perumahan Islam Q Komplek Krapyak Yogyakarta.

10 Laily Fauziah, “Motivasi Sebagai Upaya Mengatasi Permasalahan Hafalan Al-Qur'an Madrasah Tahfidzul Qur'an Pondok Pesantren Al-Munawwir Q Komplek Krapyak Yogyakarta” (Skripsi Sarjana Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga. Perbedaan berikutnya adalah pada penelitian sebelumnya penelitian dilakukan di Madrasah Tahfidzul Qur'an Pondok Pesantren Al-Munawwir Kompleks Q Krapyak Yogyakarta sedangkan penelitian ini dilakukan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 5 Jember.Internat Nurul Ummah Kotagede Yogyakarta.

Permasalahan Santri dalam Menghafal Al-Qur'an (Studi Kasus 4 Santri Kelas Pondok Pesantren Al-Munawwir Bantul Yogyakarta).

Kajian Teori

Tahfidz al-Qur'an atau tahfidzul Qur'an merupakan gabungan dua kata yang berasal dari bahasa Arab yaitu tahfidz. Dengan demikian tahfidz al-Qur'an atau tahfidzul Qur'an dapat berarti (seseorang) menghafalkan Al-Qur'an. Al-Qur'an berasal dari kata qara`a yang berarti membaca atau apa yang dibaca, sedangkan istilah al-Qur'an adalah kalam Allah atau firman yang diwahyukan (diturunkan) kepada Nabi Muhammad SAW.

Permasalahan siswa dalam pembelajaran tahfidzul Qur'an merupakan permasalahan yang dihadapi siswa dalam proses tahfidzul Qur'an. Menghafal Al-Qur'an adalah proses mengulang-ulang ayat-ayat Al-Qur'an baik dengan cara membaca maupun mendengarkan, karena jika ada pekerjaan yang sering diulang maka akan mudah untuk diingat. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa ada tiga cara yang dapat digunakan para guru Al-Qur’an untuk melestarikan hafalannya, yaitu muroja’ah, membacakan hafalan dalam shalat, dan mendengarkan hafalan orang lain.

Dari dalil-dalil di atas yang bersumber dari Al-Qur’an, hadis Nabi dan fatwa para ulama, maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Al-Qur’an harus menjadi prioritas utama untuk diajarkan kepada anak. Mulut seseorang yang mampu dan terbiasa mengaji dengan baik dan benar akan menjadikan Al-Qur'an sebagai bacaan sehari-hari, begitu pula otaknya terbiasa dengan hafalan/hafalan, maka Al-Qur'an pun akan hafal dengan sempurna. Dengan demikian, seseorang akan mampu memahami makna isi Al-Qur’an dan mampu.

Bila perlu pelajar Al-Qur'an harus mengetahui sejarah turunnya ayat serupa, namun jika tidak, baca saja terjemahannya untuk memahami peristiwa atau isi ayat tersebut. Adapun keberhasilan seseorang dalam menghafal Al-Qur’an harus memperhatikan lingkungan sekitar khususnya lokasi. Namun dalam proses menghafal Al-Qur'an, orang tua hendaknya selalu mengingatkan anak bahwa waktu bermainnya ada batasnya.

Saat anak masih bermain terkadang menjadi kendala dalam proses menghafal Al-Qur’an karena anak menjadi kurang fokus sehingga menyulitkan dalam menghafal atau banyak muroja’ah yang terlupakan.42. Solusinya sebaiknya orang tua membuat jadwal hafalan anaknya, sehingga anak mengetahui kapan waktunya bermain dan kapan waktunya menghafal Al-Qur'an. 42Nurul Qomaria & Muhammad Irsyad, Cara Cepat dan Mudah Anak Menghafal Al-Quran, (Yogyakarta: Alam Hikmah.

METODE PENELITIAN

Pendekatan dan Jenis Penelitian

Lokasi Penelitian

Subyek Penelitian

Teknik Pengumpulan Data

Jika pada observasi partisipatif peneliti terlibat langsung dalam kegiatan orang yang diamati, maka pada observasi non partisipatif peneliti tidak dilibatkan dan hanya berperan sebagai pengamat independen.47. Berdasarkan beberapa jenis observasi, maka jenis observasi yang digunakan peneliti adalah observasi non partisipan, yaitu peneliti datang ke tempat dilakukannya kegiatan, namun peneliti tidak terlibat dalam kegiatan tersebut. Untuk mencatat dengan baik hasil observasi, peneliti menggunakan alat perekam observasi dan alat perekam aktivitas (foto).

Metode ini menggunakan pengamatan atau penginderaan langsung terhadap suatu objek, kondisi, situasi, proses atau perilaku, serta catatan lapangan yang menyertainya. Wawancara semi terstruktur, pendekatan ini menggunakan pedoman wawancara yang bersifat umum dengan beberapa pertanyaan kunci yang akan ditanyakan, yaitu pewawancara menguraikan pokok-pokok pembahasan, namun dalam pelaksanaannya pewawancara dapat mengajukan pertanyaan dengan bebas. Pertanyaan pokok tidak perlu ditanyakan secara berurutan dan pemilihan kata tidak baku melainkan dimodifikasi pada saat wawancara sesuai situasi.

Wawancara tidak terstruktur, pewawancara dan informan melakukan wawancara secara informal, dan bentuk pertanyaannya sangat bergantung pada spontanitas pewawancara itu sendiri, namun berlangsung dalam suasana yang natural dan informan bahkan tidak sadar bahwa dirinya sedang diwawancarai. . Pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis besar permasalahan yang akan ditanyakan.50 Alasan peneliti menggunakan wawancara jenis ini karena peneliti mempunyai kebebasan untuk bertanya kepada narasumber mengenai penelitian ini.

Analisis Data

Keabsahan Data

Triangulasi teknis yaitu pengujian kredibilitas data dilakukan dengan cara menguji data terhadap sumber yang sama dengan menggunakan teknik yang berbeda. Triangulasi sumber adalah perbandingan pendapat atau pandangan yang berbeda dari sumber data informan yang berbeda, misalnya kepala MIN 5 Jember Kabupaten Jember dengan guru tahfidzul Quran. Teknik triangulasi yaitu membandingkan data observasi dengan hasil wawancara, membandingkan hasil wawancara dengan isi dokumen terkait.

Tahap-tahap Penelitian

Pembelajaran tahfidzul Qur'an juga mempunyai tujuan yang berbeda antara kelas 1 dan 6. Untuk selalu mengontrol pembelajaran yang berlangsung di madrasah, khususnya dalam hal ini pembelajaran tahfidzul Quran. Untuk memotivasi siswa agar aktif dan tekun dalam belajar khususnya menghafal Al-Quran.

Solusi Permasalahan Pembelajaran Tahfidzul Quran Bagi Siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri 5 Jember Tahun Pelajaran 2019/2020.

Gambar 4.3  Kegiatan muroja’ah 23
Gambar 4.3 Kegiatan muroja’ah 23

PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

Gambaran Objek Penelitian

Penyajian Data dan Analis Data

Pembahasan Temuan

PENUTUP

Kesimpulan

Setelah melakukan penelitian, pembahasan dan pengelolaan data yang diperoleh dari observasi, wawancara dan dokumentasi mengenai permasalahan pembelajaran Tahfidzul Qur'an di MIN 5 Jember, maka penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut. Perbanyak jam belajar dan manfaatkan waktu yang ada.. b) jangan hanya mengerjakan pekerjaan rumah pada saat pelajaran. Dalam hal ini guru selalu mengingatkan siswanya untuk mengulang pelajaran hafalan di madrasah setelah pulang dari madrasah di rumah atau saat belajar di malam hari, sama seperti mengulang pelajaran lainnya.

Kemudian guru juga selalu memberikan dorongan dan pendidikan khusus kepada siswa yang kurang lancar membaca dibandingkan teman-temannya yang lain. Dengan terus berlatih membaca, mereka yang sudah hafal diminta untuk membaca, menambah warna atau pengaruh bagi mereka yang belum lancar. e) Guru tidak ditambah, namun guru harus benar-benar mampu mengkondisikan siswa untuk membimbingnya belajar dengan sepenuh hati walaupun sendirian.

Saran

Permasalahan siswa dalam menghafal Alquran (studi kasus kelas 4

Gambar

Gambar 4.3  Kegiatan muroja’ah 23

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Gambaran Sanitasi Sekolah Dasar Negeri dan Madrasah Ibtidaiyah Di Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember; Gurit Mustika Sari, NIM 062110101068; 2011; 114 halaman; Bagian

Seluruh warga Sekolah Dasar Negeri dan Madrasah Ibtidaiyah di Kecamatan Jelbuk Kabupaten jember baik kepala sekolah, para guru, karyawan, dan para siswa yang

Madrasah Ibtidaiyah Negeri 4 Jember (MIN 4 Jember) merupakan salah satu sekolah islam negeri yang memiliki sarana dan prasarana (perpustakaan) yang memadai dan di

Tulisan ini diharapkan dapat membantu guru madrasah atau mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) agar lebih mudah dalam menemukan masalah atau tema penelitian

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) persepsi guru kelas terhadap pelaksanaan kurikulum 2013 di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Salatiga adalah pengertian

Dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan oleh penulis tentang kompetensi profesional guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri Pekuncen Kroya maka dapat disimpulkan

xiv Prodi : Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Kata Kunci: Video Animasi, Aktivitas Belajar Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media animasi terhadap aktivitas

Maka dapat disimpulkan sebagai berikut : Penanaman Nilai-Nilai Karakter Pada Peserta Didik Melalui Permainan Tradisional Bakiak di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Min I Ambon Kecamatan