iv SKRIPSI
Diajukan Kepada Fakultas Tarbiyah dan TadrisUniversitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno (UINFAS) Bengkulu Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh Gelar
Sarjana (S.Pd) dalam Ilmu tarbiyah
OLEH:
KHAIRUNNISA PUTRI NIM 1811240269
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH
JURUSAN TARBIYAH
FAKULTAS TARBIYAH DAN TADRIS UNIVERSITAS ISLAM NEGERI FATMAWATI
SUKARNO BENGKULU TAHUN 2022
vi
viii
ix
xi
“Jika kamu bia memimpikannya, maka kamu bisa melakukannya
penulis”
xii
sebagai sebuah perjuangan totalitas diri kepada :
1. Terkhusus yang tercinta dan terkasih kedua orang tuaku Ayahanda Herhadi S.E dan Ibunda Eva Mazia yang telah memberiku kasih sayang, merawatku dari kecil yang tak kenal lelah mencari nafkah dan mencari biaya untuk kelancaran proses perjuanganku selama di bangku sekolah dan kuliah serta do”anyaa yang tak pernah henti.
2. Adikku Nabila Febriani,tersayang yang tiada henti memberi support dan do”a untuk keberhasilanku.
3. Saudara-Saudaraku dan keluarga besarku yang telah memberikan do”a dan support untuk keberhasilanku 4. Dosen Pembimbingku Ibu Salamah,S.E,M.Pd dan Bapak
Raden Gamal Tamrin Kusumah,M.Pd selaku dosen pembimbing yang telah membimbing selama tugas akhir saya.
xiii
support dalam menyelesaikan studiku
6. Teman-Teman Backpacker Teaching Bengkulu selaku organisasi yang telah memberiku banyak pengalaman dan ilmu dalam berorganisasi
7. Agama, Bangsa dan Almameter kebanggaanku Universitas Islam Negeri Fatmawati Soekarno (UINFAS) Bengkulu
8. Last but not least, I wanna thank me, for believing in me, for doing all this hard work, for having no days off, for never quitting, for just being me at all times.
xiv
Prodi : Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Kata Kunci: Video Animasi, Aktivitas Belajar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media animasi terhadap aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran IPA di SDN 5 Kota Bengkulu .Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif.Populasi di dalam penelitian ini berjumlah 109 orang siswa dan sampel dalam penelitian ini adalah Kelas VB berjumlah 31 siswa sebagai kelas kontrol dan VD berjumlah 24 siswa sebagai kelas eksperimen .Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan menggunakan observasi, dokumentasi, angket. Teknik analisi data uji homogenitas, dengan dk pembilang dan 29, dengan taraf kesalahan 5%, maka harga Ftabel
adalah 0,367. Karena Fhitung lebih kecil dari Ftabel (1,710<0,367), maka artinya varians homogen, sehingga analisis quasi eksperiment dapat dilanjutkan. pengaruh Video Animasi Terhadap Aktivitas Belajar siswa kelas V , dari hasil skor angket siswa pada kelas ekperimen dengan nilai rata-rata kelas ialah 92,2, sedangkan skor angket siswa pada kelas kontrol sebesar 79,2. Perbandingan dari hasil skor lembar observasi siswa pada kelas ekperimen dengan nilai rata-rata kelas ialah 81,7, sedangkan skor angket siswa pada kelas kontrol sebesar 76,6 Dengan melihat hasil nilai rata-rata hasil skor angket dan lembar observasi siswa dari kedua kelas tersebut, maka dapat diketahui bahwa nilai rata-rata skor siswa pada kelas eksperimen yang menggunakan videoanimasi lebih tinggi sedangkan dibandingkan dengan hasil rata-rata pada kelas kontrol yang tidak menggunakan media video animasi.Nilai t di atas selanjutnya dibandingkan dengan dk = N1+N2 – 2 = 30+3 – 2 = 58. Dengan dk = 58, dan bila taraf kesalahan ditetapkan sebesar 5%, maka ttabel = . Dengan demikian, thitung > ttabel ( 1,671>0,367) yang berarti
xv
xvi
Segala puji bagi Allah SWT, yang telah memberikan nikmat dan kesehatan kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan penelitian ini, shalawat beriring salam semoga selalu tercurahkan kepada tauladan bagi kita, nabi Muhammad SAW keluarga serta sahabatnya.
Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada pihak yang telah banyak membantu membimbing, dan memotivasi dalam penyelesaian skripsi ini terutama dosen pembimbing semoga semua bantuan menjadi amal yang baik serta iringa do’a dari penulis agar semua pihak mendapat imbalan dari Allah SWT.
1. Bapak Prof Dr.KH, Zulkarnain, M.Pd selakuRektor Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno (UINFAS) Bengkulu yang telah memfasilitasi penulis dalam menimba ilmu.
xvii
3. Bapak Abdul Aziz Mustamin, M.Pd.I. selaku Koordinator Prodi PGMI Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno (UINFAS) Bengkulu yang telah membantu membimbing dan memotivasi penulis.
4. Ibu Salamah, S.E.,M.Pd selaku pembimbing utama dalam penulisan skripsi ini, yang telah membimbing, memberi masukan, saran dan nasehat kepada penulis sehingga penulisan skripsi ini dapat diselesaikan.
5. Bapak Raden Gamal Tamrin Kusuma, M. Pd selaku pembimbing kedua yang telah membantu, membimbing dan memotivasi penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.
6. Bapak Adi Saputra, M.Pd selaku sekertaris jurusan Tarbiyah yang telah membantu mengkoordinasi dan melakukan pengelolaan sumberdaya yang diperlukan penulis.
xviii
8. Seluruh dosen dan Staf yang khususnya di Fakultas Tarbiyah dan Tadris yang telah mendidik, memberikan nasehat, serta mengajarkan ilmu-ilmu yang bermanfaat kepada mahasiswa.
9. Kepala Sekolah serta dewan guru di SDN 5 Kota Bengkulu yang telah mengizinkan dan membimbing penulis selama melakukan penelitian.
Penulis menyadari dalam penyusunan proposal skripsi ini masih banyak terdapat kekurangan, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak untuk kesempurnaan penulisan selanjutnya.
Bengkulu, Agustus 2022 Penulis
Khairunnisa Putri NIM. 1811240269
xix
NOTA PEMBIMBING ... ii
PENGESAHAN PEMBIMBING ... iii
SURAT PERGANTIAN JUDUL ... iv
MOTTO ... v
PERSEMBAHAN ... vi
ABSTRAK ... viii
KATA PENGANTAR ... x
DAFTAR ISI ... xiii
DAFTAR TABEL ... xviii
DAFTAR GAMBAR ... xxi
DAFTAR LAMPIRAN ... xxii
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1
B. Rumusan Masalah ... 10
C. Tujuan dan Mannfaat Penelitian ... 10
xx
2. Jenis-Jenis Media Pembelajaran ... 16
3. Manfaat Media Pembelajaran ... 18
4. Pengertian Video Animasi ... 22
5. Kelebihan dan Kekurangan Video Animasi 25
B. Aktivitas Belajar ... 26
1. Pengertian Aktivitas Belajar ... 26
2. Macam-Macam Aktivitas Belajar ... 29
3. Indikator Aktivitas ... 32
C. Konsep Pembelajaran Tematik ... 35
1. Pengertian Pembelajaran Tematik ... 35
2. Karakteristik Pembelajaran Tematik ... 38
D. Ilmu Pengetahuan Alam ... 39
3. Pengertian Ilmu Pengetahuan Alam ... 39
4. Tujuan Pemebelajaran IPA ... 42
E. Materi Fotosintesis ... 43
xxi
4. Manfaat air bagi kehidupan ... 52
F. Kajian Pustaka ... 55
G. Kerangka Berfikir... 61
H. Hipotesis ... 63
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian ... 65
B. Tempat dan Waktu Penelitian ... 67
C. Populasi dan Sampel Penelitian ... 67
D. Variabel dan Indikator ... 69
E. Teknik Pengumpulan Data ... 71
F. Instrumen Penelitian ... 73
G. Teknik Analisis Data ... 79
BAB IVDEKRIPSI DAN ANALISA DATA A. Deskripsi Wilayah Penelitian... 94
1. Profil SDN 5 Kota Bengkulu ... 94
xxii
5. Siswa Satuan SD Negeri 5 Kota Bengkulu ... 102
B. Data Hasil Penelitian ... 102
1. Deskripsi dan Data Hasil Penelitian Kelas Eksperimen ... 102
2. Deskripsi dan Data Hasil Penelitian Kelas Kontrol 110 C. Analisis data dan Hasil Penelitian ... 117
1. Uji Prasyarat ... 117
a. Uji Normalitas Data ... 117
b. Uji Homogenitas Data ... 124
c. Uji Hipotesis T Test ... 125
d. Pembahasan Penelitian ... 129
D. Keterbatasan Penelitian ... 138
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan ... 140
B. Saran ... 141
xxiii
xxiv
Tabel 2.2 Kajian Penelitian Terdahulu ... 58
Tabel 3.1 Desain Penelitian ... 66
Tabel 3.2 Jumlah Siswa Kelas 5 SD Negeri 5 Kota Bengkulu Tahun 2021 ... 67
Tabel 3.3 Sampel Penelitian ... 69
Tabel 3.4 Kisi-Kisi Observasi ... 75
Tabel 3.5 Kisi-Kisi Instrumen Angket Aktivitas Belajar Siswa 77 Tabel 3.6 Lembar Cheklist Dokumentasi... 78
Tabel 3.7Data Tabulasi Kuesioner/ Angket Aktivitas Belajar 80
Tabel 3.8 Perhitungan Uji Validitas Item ... 82
Tabel 3.9 Validitas Item Kuoesioner ... 84
Tabel 3.10 Tabulasi Skor item kuesioner yang Valid ... 86
Tabel 3.11 Reliabelitas Instrumen ... 87
Tabel 3.12 Koefisien Reliabelitas ... 90
Tabel 4.1 Identitas Sekolah ... 95
xxv
2021 ...
Tabel 4.4 Tabulasi Skor Angket Kelas Eksperimen ... 102 Tabel 4.5 Tabulasi Frekuensi Skor Angket Siswa ... 102 Tabel 4.5 Tabulasi Standar Deviasi Skor Angket Siswa ... 103 Tabel 4.6 Tabulasi Skor Lembar Observasi Aktivitas Belajar
Siswa ... 104 Tabel 4.7 Tabulasi Frekuensi Penilaian Aktivitas Belajar
Siswa ... 106 Tabel 4.8 Tabulasi Standar Deviasi Penilaian Aktivitas Belajar Siswa ... 107 Tabel 4.9 Penilaian Kategori Karakter Religius Siswa ... 108 Tabel 4.10 Tabulasi Skor Angket dan Lembar Observasi Kelas Kontrol ... 110 Tabel 4.11 Tabulasi Frekuensi Skor Angket Siswa ... 111 Tabel 4.12 Tabulasi Standar DeviasiAngket Siswa ... 112
xxvi
Tabel 4.15 Penilaian Kategori Karakter Religius Siswa Kelas Kontrol ... 114 Tabel 4.16 Pengaruh Video Animasi terhadap Aktivitas Belajar
Siswa pada Pembelajaran IPA di Kelas V SDN 5 Kota Bengkulu ... 116 Tabel 4.17 Uji Normalitas Aktivitas Belajar Kelas Eksperimen118 Tabel 4.18 Tabel Normalitas Aktivitas Kelas Kontrol ... 121 Tabel 4.19 Uji Normalitas Data Angket Aktivitas Belajajar Kelas Eksperimen dan Kontrol ... 123 Tabel 4.20 Pengaruh Video Animasi terhadap Aktivitas Belajar
Siswa pada Pembelajaran IPA di Kelas V SDN 5 Kota Bengkulu ... 126
xxvii
Gambar 2.2 Siklus Pendek ... 47 Gambar 2.3Siklus Sedang ... 48 Gambar 2.4 Siklus Panjang ... 49 Gambar 2.5 Kerangka Berfikir ... 61
xxviii
Lampiran 2 Kisi-Kisi Instrumen Angket Aktivitas Belajar Siswa Lampiran 3 Angket Uji Coba Aktivitas Belajar Siswa
Lampiran 4 Lembar Checklist Dokumentasi
Lampiran 5 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kelas Eksperimen
Lampiran 6 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kelas Kontrol
Lampiran 7 Lembar Observasi Aktivitas Belajar Siswa Lampiran 8 Kisi-Kisi Observasi Aktivitas Belajar Siswa Lampiran 9 Tabel Persentase Distribusi (df=1-40) Lampiran10 Tabel Nilai r Product Moment
BAB 1 PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era globalisasi ini semakin pesat.Agar mampu berperan dalam persaingan global, maka sebagai bangsa kita perlu terus mengembangkan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang dimiliki. Selain manfaat bagi kehidupan manusia di satu sisi perubahan tersebut juga telah membawa manusia ke dalam era persaingan global yang semakin ketat.
Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang sedang membangun. Dengan pembangunan Indonesia diharapkan dapat sejajar dengan bangsa-bangsa lain yang sudah maju. Untuk melaksanakan pembangunan diperlukan sumber daya manusia yang cerdas dan terampil di bidangnya masing-masing. Kecerdasan dan keterampilan tersebut dapat dikembangkan melalui pendidikan.
1
Hal tersebut sesuai dengan yang tercantum dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 pasal 3 yang berbunyi: “pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab”1
Usaha yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut salah satunya yaitu dengan menyelenggarakan pendidikan yang mampu memfasilitasi peserta didik untuk mengembangkan seluruh potensi yang ada pada diri mereka sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki masing-masing siswa. Selain itu agar pendidikan dapat berhasil maka perlu
1 Undang-Undang 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional
adanya inovasi dalam proses pembelajaran, seperti metode, media, strategi, dan materi dalam pembelajaran yang digunakan.
Penggunaan media dalam pembelajaran seharusnya sesuai dengan materi pelajaran, karena tidak semua media dapat digunakan untuk menyampaikan materi pelajaran dengan baik kepada siswa. Tujuan pembelajaran bisa tidak tercapai karena menggunakan media pembelajaran yang tidak sesuai. Selain menyesuaikan dengan materi ajar, penggunaan media juga perlu memperhatikan tujuan pembelajaran, jumlah peserta didik dan sarana prasarana yang digunakan disekolah tersebut.
Salah satu mata pelajaran yang terdapat di SD adalah Ilmu Pengetahuan Alam. IPA di SD menjadi salah satu mata pelajaran yang sangat penting untuk diberikan kepada siswa sebagai bekal kehidupan di masyarakat. Pembelajaran IPA menekankan kegiatan-kegiatan belajar yang memberikan pengalaman langsung kepada siswa untuk mengembangkan potensi yang dimiliki oleh siswa. Pendidikan IPA diarahkan
untuk “mencari tahu” dan “berbuat” sehingga siswa dapat memperoleh pemahamannya mengenai alam di sekitarnya dengan lebih mendalam.
IPA adalah pengetahuan yang dibentuk melalui proses pengamatan terhadap gejala-gejala alam dan kebendaan secara rasional dan obyektif melalui observasi atau pengamatan, klasifikasi, komunikasi dan interprestasi data dengan menggunakan metode ilmiah. Pelaksanaan pembelajaran IPA ditingkat pendidikan sekolah dasar menuntut siswa untuk aktif dalam kegiatan belajarnya. Siswa melakukan aktivitas- aktivitas indera yang bertujuan untuk mengetahui konsep- konsep IPA seperti melakukan kegiatan pengamatan terhadap suatu objek. Sehingga dalam proses pembelajaran IPA, guru seharusnya mengaplikasikan pembelajaran yang melibatkan siswa dalam pembelajaran serta guru merancang pembelajaran yang kreatif dan menumbuhkan keaktifan siswa dalam belajar.
Aktivitas belajar adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk menghasilkan perubahan pengetahuan-pengetahuan,
nilai-nilai, sikap dan keterampilan pada siswa sebagai latihan yang dilaksanakan secara sengaja. aktivitas membutuhkan sarana dan prasarana seperti alat peraga yang dapat membantu terlaksananya pembelajaran. Aktivitas belajar menggunakan seluruh potensi individu sehingga akan terjadi perubahan perilaku tertentu. Dalam pembelajaran siswa perlu mendapatkan kesempatan untuk melakukan aktivitas. Media dalam pendidikan dan pengajaran sangat dibutuhkan dalam proses pembelajaran terutama dalam meningkatkan aktivitas belajar siswa
Salah satu peran guru yang sangat penting dalam meningkatkan aktivitas belajar yaitu memilih media yang akan digunakan dalam proses pembelajaran, Media adalah salah satu alat komunikasi yang dapat menyampaikan pesan yang sangat bermanfaat untuk siswa. Media Pembelajaran berguna untuk meningkatkan belajar peserta didik. Supaya peserta didik tidak bosan dalam proses pembelajaran. Adapun
ayat Al Qur’an yang berhubungan dengan media belajar adalah Al Qur’an Surat An-Nahl ayat 89.
ىٰلَع اًدْيِهَش ََكِب اَنْئ ِج َو َْمِهِسُفَْنَا َْنِ م َْمِهْيََلَع اًدْيِهَش َ ةَّمُا َِ لُك َْيَِف
َُثَعْبَن ََم ْوَي َو
ََنْيِمِلْسُمْلِل ى ٰرْشُب َّو ًَةَمْح َر َّو ىًدُه َّو َْيَش َ ء َِ لُك ِل اًناَيْبِت ََبٰتِكْلا ََع ََكْيَل اَنْل َّزَن َو َ ِءۤ َلَُؤٰٰٓه
Artinya: “Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Kami bangkitkan pada setiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri, dan Kami datangkan engkau (Muhammad) menjadi saksi atas mereka. Dan Kami turunkan Kitab (Al-Qur'an) kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu, sebagai petunjuk, serta rahmat dan kabar gembira bagi orang yang berserah diri (Muslim)”. (Q.S. An-Nahl: 89).
Maksud ayat di atas secara tidak langsung allah mengajarkan kepada manusia untuk menggunakan sebuah alat/benda sebagai suatu media dalam menjelaskan segala sesuatu. Sebagaimana Allah Swt menurunkan Al Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW untuk menjelaskan segala sesuatu . maka sudah sepatutnya jika seseorang menggunakan suatu media dalam menjelaskan segala hal.2 Sebagaimana keterangan diatas, maka suatu media yang digunakan dalam
2 Quraish Shabab,Tafsir Al-Misbah,(Jakarta: Lentera Hati, 2002), h 77
pengajaran harus mampu menjelaskan kepada siswa tentang materi yang sedang mereka pelajari.
Pemilihan media yang tepat akan membantu tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan optimal. Jika tujuan pembelajaran tercapai maka akan mempengaruhi hasil belajar dan aktivitas belajar siswa itu sendiri. 3Dengan adanya perkembangan teknologi, media pembelajaran sekarang menjadi lebih bervariasi. Salah satu contoh media adalah media berbasis video animasi, media ini adalah salah satu media belajar yang mengggunakan gambar-gambar yang bergerak yang dapat memotivasi belajar siswa.
Media animasi merupakan media pembelaran berbasis audiovisual karena media ini dapat menyajikan informasi yang dapat dilihat didengar Media pembelajaran yang dikemas dalam bentuk video animasi dapat memberikan memori jangka panjang kepada peserta didik karena media video disajikan melalui animasi,gambar, dan suara. Media video animasi
3 Ravik Karsidi, Media Pembelajaran Inovatif dan Pengembangannya, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Offset, 2018), h 111
memiliki potensi untuk lebih disukai peserta didik, hal ini dikarenakan melalui media video animasi pembelajaran akan lebih menarik, tidak monoton dan mempermudah penyampaian materi. 4
Setelah memperhatikan manfaat media pembelajaran dan jenis-jenis pembelajaran, maka peneliti akan menggunakan media pembelajaran audio-visual yang berupa animasi pembelajaran dalam penelitian ini. Media animasi memiliki banyak manfaat dan keuntungan, diantaranya adalah media animasi merupakan penggabungan dari beberapa media seperti audio, teks, gambar, sehingga menjadi satu kesatuan penyajian, proses pembelajaran menjadi lebih menarik, menyenangkan, tidak membosankan sehingga membantu proses penyampaian materi kepada siswa.
Berdasarkan hasil observasi awal peneliti di SDN 5 Kota Bengkulu, kegiatan belajar mengajar untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dilakukan dengan media dan metode
4 Ravik Karsidi,Media Pembelajaran Inovatif dan Pengembangannya,(Bandung:PT Remaja Rosdakarya Offset,2018),h.111
pembelajaran konvensional seperti ceramah, mencatat atau meringkas pelajaran dan hanya menggunakan buku pelajaran yang telah disediakan saja.
Melalui metode wawancara kepada Ibu Elka Trisna,S.Pd selaku guru kelas VB yang juga mengajar mata pelajaran IPA.
Diperoleh informasi bahwa dalam proses pembelajarannya IPA dikelas V yang terdapat 4 kelas, ada VA,VB,VC,VD.
Pada proses pembelajaran penggunaan video animasi sebagai alat bantu mengajar masih belum terlalu efektif. Ibu Elka juga menjelaskan ketika proses pembelajaran berlangsung dikelas VB hanya ada beberapa siswa yang bisa menjawab pertanyaan guru, siswa lainnya cenderung menjawab pertanyaan yang bernilai ya dan tidak. Ketika guru menjelaskan,siswa tidak memiliki rasa ingin tahu , hal ini dikarenakan kurangnya inovatif dan kreatif dalam menggunakan media pembelajaran.
Hal ini didukung dengan data hasil nilai ujian harian siswa dari 32 orang siswa dikelas V di sekolah dasar ada 6
orang anak yang masih mendapatkan nilai 60. Sedangkan nilai ketuntasan di SDN 5 Kota Bengkulu adalah siswa dinyatakan tuntas dalam pelajaran IPA apabila mencapai nilai KKM 70.
Berdasarkan latar belakang diatas, maka peneliti ingin melakukan penelitian yang tertuang dengan judul “Pengaruh Video Animasi Terhadap Aktivitas Belajar Siswa di SDN 5 Kota Bengkulu”
B. Rumusan Masalah
Apakah ada pengaruh media video animasi terhadap aktivitas belajar siswa pada mata pemmbelajaran IPA di kelas V SDN 5 Kota Bengkulu?
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian
Bedasarkan rumusan masalah yang ada maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media video animasi terhadap aktivitas belajar siswa pada mata pembelajaran IPA di kelas V SDN 5 Kota Bengukulu.
2. Manfaat Penelitian a. Manfaat Teoritis
Pengetahuan ini diharapkan memperluas pengetahuan di bidang media dalam aktivitas pembelajaran khususnya dapat memb
b. Manfaat Praktis 1) Bagi Guru
Memberikan gambaran informasi dan mengetahui kelebihan media pembelajaran dengan video animasi dalam penggunannya sebagai media pembelajaran di mata pelajaran IPA.
2) Bagi Siswa
Media pembelajaran video animasi ini diharapkan dapat mempermudah dan memperjelas proses terjadinya siklus air dan membangkitkan motivati siswa dalam proses pembelajaran.
3) Bagi Sekolah
Dapat memberi masukan tentang media pembelajaran yang kreatif dan inovatif yang dapat meningkatkan motivasi dan aktivitas belajar siswa khusunya Kelas V SDN 5 Kota Bengkulu
4) Bagi Peneliti
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan bagaimana pengaruh Media Video Animasi terhadap Proses Pembelajaran IPA Materi Siklus air
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Media Pembelajaran
1. Pengertian Media Pembelajaran
Kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Pengertian media memiliki arti yang sangat luas, jika itu ditelaah lebih jauh media memiliki batasan yang sangat banyak. Namun dilihat dalam ranah pendidikan media dapat disebut sebagai alat serta bahan dalam kegiatan proses pembelajaran.5 Sedangkan Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) “Media adalah alat (sarana) komunikasi seperti koran, majalah, radio, televisi, film, poster, dan Spanduk.6
5 Daryanto, Media Pembelajaran.(Yogyakarta: Gava Media,2016)h 5
6 Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), 2016 Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia
13
Media adalah sesuatu yang dapat dijadikan untuk komunikasi, media dapat berupa dalam bentuk audiovisual ataupun dalam bentuk audiovisual ataupun bentuk cetak.
Media seharusnya dapat diperbarui, dapat dilihat, dapat didengar dan dirasakan oleh penggunanya. Adapun media juga memiliki batasan, namun dari batasan tersebut media juga memiliki persamaan yaitu bahwa pada dasarnya media merupakan segala sesuatu yang difungsikan untuk menyampaikan pesan dari seseorang kepada orang lain dengan tujuan menarik perhatian, minat belajar, hati dan menghasut pikiran sehingga terjadi kegiatan proses pembelajaran yang diinginkan.7
Beberapa ahli mengartikan media sebagai berikut : a. AECT (Association of Education and Communication
Technology)
Menjelaskan bahwa media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan tiap individu maupun
7 Aries S. Sadiman, dkk. Media Pembelajaran: Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya, (Jakarta: Rajawali Press, 2009) h 7
kelompok agar memudahkan penyaluran informasi ataupun pesan.
b. Sukiman mengemukakan, media Pembelajaran adalah alat yang bisa digunakan untuk menyampaikan pesan dari pengirim ke penerima sehingga membangkitkan pikiran,perasaan, perhatian dan minat serta kemauan siswa sehingga kegiatan belajar terjadi agar mencapai tujuan pembelajaran secara efektif
c. Gagne mengemukakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar. 8
Berdasarkan beberapa pengertian diatas penulis menarik kesimpulan bahwa media merupakan segala bentuk yang dapat dijadikan sebagai alat komunikasi dalam proses pembelajaran. Media mampu menarik perhatian dan pikiran seseorang sehingga terangsang untuk melakukan
8 Aries S. Sadiman, dkk. Media Pembelajaran: Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya (Jakarta: Rajawali Press, 2009) h 7
proses belajar. Melalui media seseorang akan merasa lebih mudah dalam mencapai tujuannya.
2. Jenis-Jenis Media Pembelajaran
Media pembelajaran mempunyai banyak jenisnya tergantung dari sudut pandang mana melihatnya. Berikut ini beberapa klasifikasi jenis-jenis media pembelajaran : a. Media Audio
Media audio adalah media yang hanya dapat didengar saja, atau media yang hanya memiliki unsur suara saja, seperti radio dan rekaman suara.9 Media audio membantu menyampaikan maklumat denganlebih berkesan membantu meningkatkan daya tarikan terhadap sesuatu persembahan. Jenis audio termasuk suara latar dan musik rekaman.10
9 Cepi Riyana, Media Pembelajaran, (Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Islam Kementrian Agama Republik Indonesia, 2012), h 39.
10 Wayan Darsana, Penerapan Pembelajaran Inkuri Berbantuan Media Audio Visual, Jurnal Mimbar PGSD,Vol 2/No 1, (2014) h 4
b. Media Visual
Media visualyaitu media yang berkaitan dengan indra penglihatan, terdapat dua macam pesan yang terdapat pada media visual yaitu verbal dan non verbal.
Pesan verbal-visual yakni pesan yang berupa kata-kata atau tulisan sedangkan jika nonverbal-visual yaitu sebagai pengganti dari verbal-visual yakni berupa simbol-simbol sehingga dapat disebut sebagai bahasa visual. Secara umum media visual mempunyai unsur- unsur antara lain yaitu garis, bentuk, warna, dan tekstur.11 Jenis media yang tergolong ke dalam media visual adalah film slide, foto, gambar dan berbagai bentuk bahan yang dicetak seperti media grafis dan lain sebagainya.
c. Media Audiovisual
Media audio visual adalah media pembelajaran berupa suara dan gambar yang dapat dijadikan sebagai
11 Dede Rosyada, Media Pembelajaran Sebuah Pendekatan Baru, (Jakarta: GP Press Gruop, 2013), h . 81
sumber belajar untuk menyampaikan pesan atau materi pelajaran dengan harapan membuat pembelajaran menjadi menarik dan kreatif dengan memanfaatkan dua indra yaitu indra penglihatan dan indra pendengaran.12 Jenis media yang tergolong media audiovisual adalah : misalnya rekaman video, film, animasi dan lain sebagainya
3. Manfaat Media Pembelajaran
Secara umum, manfaat media dalam proses pembelajaran adalah memperlancar interaksi antara guru dengan siswa sehingga pembelajaran akan lebih efektif dan efesien. Encylopedia of Education Research mengungkapkan beberapa manfaat media pembelajaran yaitu:13
a. Meletakan dasar-dasar yang nyata sehingga mengurangi pemikiran verbal pada siswa.
12 Muhammad Anas, Alat Peraga & Media Pembelajaran, (Jakarta:
Pustaka Education, 2014), h 24
13 Cecep Kustandi dan Bambang Sutjipto, Media Pembelajaran:
Manual dan Digital, (Bogor: Ghalia Indonesia, 2011), h 23
b. Meningkatkan perhatian siswa dalam kegiatan pembelajaran.
c. Mengembangkan belajar siswa dengan meletakan dasar- dasar penting sehinga pembelajaran lebih efektif.
d. Memberikan sikap mandiri terhadap siswa melalui pengalaman-pengalaman konkrit.
e. Melalui gambar hidup akan menumbuhkan pemikiran yang maju pada siswa.
f. Membantu siswa memahami pengertian yang tidak mudah diperoleh serta memperkarya berbagai keragaman dalam belajar serta membantu guru dalam efesiensi waktu
Manfaat media dalam pembelajaran dapat dirasakan bagi guru maupun siswa melalui beberapa aspek-aspek seperti dibawah ini:14
a. Aspek penyampaian materi: manfaat yang dirasakan oleh guru apabila menggunakan media dari segi
14 Satrianawati, Media dan Sumber Belajar, (Yogyakarta: CV Budi Utama, 2017), hlm. 9
penyampaian materi yaitu memudahkan guru dalam menjelaskan materi pembelajaran, sedangkan manfaat untuk siswa yaitu memudahkan siswa dalam memahami materi pembelajaran.
b. Aspek konsep: manfaat yang dirasakan oleh guru apabila menggunakan media dari segi konsep yaitu materi yang bersifat abstrak menjadi lebih konkrit, sedangkan manfaat bagi siswa yaitu konsep materi lebih mudah dipahami menggunakan media konkrit.
c. Aspek waktu: manfaat yang dirasakan oleh guru apabila menggunakan media dari segi waktu yaitu lebih efektif dan efisien, guru hanya mengulang materi seperlunya saja. Sedangkan manfaat bagi siswa yaitu memiliki waktu yang lebih dalam mempelajari materi serta menambah materi yang relevan.
d. Aspek minat: manfaat yang dirasakan oleh guru apabila menggunakan media dari segi minat yaitu mendorong
minat belajar dan mengajar guru, sedangkan bagi siswa dapat membangkitkan minat belajar siswa.
Dari manfaat media yang telah disebutkan maka penulis menyimpulkan bahwa dalam kegiatan pembelajaran pemanfaatan media merupakan hal yang sangat penting.
kemampuan guru dalam menentukan media yang disesuaikan dengan tujuan pembelajaran adalah hal yang sangat penting untuk dipertimbangkan. Kemampuan itu termasuk di dalamnya yaitu mengenai pengetahuannya mengenai manfaat media yang digunakan guru, untuk itu guru harus benar-benar memahami manfaat media yang digunakan apakah sudah sesuai atau belum karena kehadiran media membantu dan memudahkan siswa dalam memahami materi yang diberikan guru. Dari sini nilai praktek media dapat dilihat seberapa besar pengaruhnya media terhadap proses belajar mengajar peserta didik.
4. Pengertian Video Animasi
Video termasuk dalam kategori bahan ajar audiovisual atau bahan ajar pandang-dengar merupakan bahan ajar yang mengombinasikan dua materi ini, pendidik dapat menciptakan proses pebelajaran uyang lebih berkualitas karena komunikasi berlangsung secara lebih efektif. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menuliskan video merupakan rekaman gambar hidup atau program televisi lewat tayangan pesawat televisi. Dengan kata lain,video merupakan tayangan gambar bergerak yang disertai dengan suara.15
Video sebagai bahan ajar noncetak kaya informasi.
Video sangat lugas jika dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran . karena dapa menghadirkan informasi sampai kehadapan siswa secara langsung.selain itu video
15 Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), 2016 Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia
menambah dimensi baru dalam pembelajaran. 16Siswa dapat menemukan gambar di dalam bahan ajar cetak dan bisa menjumpai suara dari program audio, sedangkan video dapat menyajikan gambar bergerak keoada siswa disamping suaranya yang menyertai. Contohnya seperti video animasi.
Animasi berasal dari Bahasa latin, yaitu “anima” yang berarti jiwa, hidup. Kata animasi juga berasal dari kata
“animation” yang berasal dari kata dasar to anime yang berarti menghidupkan. Animasi dalam arti menghidupkan yaitu usaha untuk menggerakkan sesuatu yang tidak bisa bergerak sendiri.
Kamus Besar Bahasa Indoneisa (KBBI) menuliskan animasi adalah acara televisi yang berbentuk rangkaian lukisan atau gambar yang digerakkan secara mekanik elektornik sehingga tampak dilayar menjadi bergerak. 17
16 Sanaky, Hujair AH. “ Media Pembelajaran”. (Yogyakarta: Safiria Insania Press, 2009) h 56
17 Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), 2016 Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia
Furoida mengungkakan bahwa media animasi pembelajaran merupakan media yang berisi kumpulan gambar yang diolah sedemikian rupa sehingga menghasilkan gerakan dan dilengkapi dengan audio sehingga berksesan hidup serta menyimpan pesan-pesan pembelajaran.18 Media animasi dapat dijadikan sebagai perangkat yang siap kapanpun digunakan untuk menyampaiakan materi pelajaran.19
Penggunaan animasi dengan bantuan komputer sebagai media pebelajaran memiliki banyak kelebihan dan dapat menambah kesan realisme. Penggunaan animasi tidak terlepas pada peran alat bantu komputer, animasi dapat diperoleh melalui grafis tiga dimensi atau dua dimensi.
Animasi merupakan gerakan objek maupun teks yang diatur sedemikian rupa sehingga terlihat menarik dan lebih hidup.
18 Muhammad Yaumi, Media dan Teknologi Pembelajaran, (Jakarta : Prenadamedia Group, 2018)
19 Arsyad, A.Media Pembelajaran. (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2003), h.34
5. Kelebihan dan Kekurangan Video Animasi a. Kelebihan Video Animasi
Kelebihan Video animasi dalam pembelajaran diantaranya adalah pengalaman yang lebih luas, meningkatkan motivasi belajar, meningkatkan pembelajaran, interaksi yang lebih luas karena di dalamnya terdapat animasi sehingga komunikasi antara guru dan siswa lebih aktif. 20
Adapun kelebihan animasi sebagai berikut ini :
1) Mempermudah pendidik melakukan proses pembelajaran
2) Menumbuhkan minat dan motivasi belajar peserta didik
3) Peserta didik dapat menerima materi dengan mudah 4) Dapat mengembangkan imajinasi peserta didik 5) Video dapat diulang apabila kurang jelas
20 Wiwin Vidayani, Analisis Perbedaan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Yang Menggunakan Media Interaktif dan Power Point, Jurnal Unnes,Vol 2/no1,(2010) h 2
b. Kekurangan Video Animasi
Kekurangan video animasi pada umumnya adalah memerlukan Kreatifitas dan keterampilan yang cukup memadai untuk mendesai animasi yang dapat secara efektif digunakan sebagai media pembelajaran. Namun ada kekurangan video animasi yang lain sebagai berikut:
1) Membutuhkan alat bantu untuk menampilkan video 2) Memakan waktu yang cukup lama dan membutuhkan
proses kesabaran dalam pembuatan video animasi 3) Membutuhkan software dalam mengedit video
animasi
4) Memerlukan daya kreatif yang tinggi B. Aktivitas Belajar
1. Pengertian Aktivitas Belajar
Aktivitas merupakan kata-kata yang sering kita dengarkan bahkan tanpa disadaripun kita lakukan, seperti berolah raga, bermain, dan bahkan belajar. Aktivitas belajar pastinya akan bergantung pada lingkungan sekitar untuk
dipelajari. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menuliskan arti kata aktivitas adalah kerja atau salah satu kegiatan kerja yang dilaksanakan dalam tiap bagian dalam perusahaan. Arti lainnya dari aktivitas adalah keaktifan.21
Aktivitas belajar merupakan semua kegiatan yang dilakukan oleh seseorang siswa dalam konteks belajar untuk mencapai tujuan. Tanpa ada aktivitas maka proses belajar tidak akan berlangsung dengan baik/ maksimal.
Aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar tidak hanya mendengarkan dan mencatat saja. Semakin banyak aktivitas yang dilakukan siswa dalam belajar, maka proses pembelajaran yang terjadi akan semakin baik. 22
Aktivitas yang dimaksud dalam proses pembelajaran berlangsung adalah bahwa pada waktu guru mengajar ia mengusahakan agar murid-muridnya aktif baik
21 Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), 2016 Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia
22 Agus Suyatna, Hubungan Hasil Belajar dengan Sikap dan Aktivitas Siswa Pada pembelajaran Fisika dengan Pendekatan Inkuiri, Makalah : Prodi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Lampung, 2009, h. 2
jasmani maupun rohani. Keaktifan jasmani maupun rohani meliputi antara ; keaktiffan indera, keaktifan akal, keaktifan ingatan, dan keaktifan emosi. 23
Belajar adalah perubahan sebagai hasil dari adanya interaksi yang disebut dengan aktivitas belajar. belajar temasuk kedalam aktivitas belajar yang dilakukan secara sadar, bersifat fungsional, positif dan aktif, dapat bertahan lama, memiliki tujuan dan arah yang menyeluruh dan utuh.24
Dari berbagai definisi diatas dapat dipahami bahwa aktivitas belajar merupakan adalah seluruh kegiatan atau aktivitas yang dilakukan peserta didik dalam proses belajar, mulai dari kegiatan fisik sampai kegiatan psikis.
Proses belajar berkaitan erat dengan segala aktivitas yang memiliki keterkaitan dengan belajar itu sendiri. Selama proses pembelajaran diharapkan kepada peserta didik dapat
23 Sriyono, Teknik Belajar Mengajar Dalam CBSA, (Jakarta : Rineka Cipta, 1992, hal 74
24 Rusman, Pembelajaran Tematik Terpadu, (Depok: PT RajaGrafindo Persada, 2016), hal.34
ikut berpartisipasi dalam setiap aktivitas belajar, baik aktivitas fisik maupun psikis.25 Aktivitas belajar mengharuskan adanya interaksi antara pendidik dengan peserta didik selama proses pembelajaran yang dilakukan 2. Macam-Macam Aktivitas Belajar
Terdapat banyak kegiatan atau aktvitas yang hampir setiap orang menyetujui bahwa hal itu dikatakan sebagai perbuatan belajar, seperti contohnya mendapatkan kosa kata baru, menghafal syair, menghafal nyanyian, dan sebagainya26 Paul B. Diedrich megemukakan terdapat beberapa jenis aktivitas belajar peserta didik, aktivitas- ktivitas tersebut dapat digolongkan sebagai berikut:27
a. Visual activities, seperti artinya yaitu kegiatan melihat.
Berarti aktivitas visual merupakan aktivitas belajar yang memfokuskan pada indera penglihatan. Contohnya
25 Udin, S Winataputra, Belajar dan Pembelajaran. (Jakarta: Pustaka Mandiri, 2008), h 32
26 Eni Fariyatul Fahyuni, Istikomah, Psikologi Belajar dan Mengajar, (Sidoarjo: Nizamia Learning Center, 2016), hal 44
27 Paul B Diedrich, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, (Jakarta:
Raja Grafindo Persada, 2006), hal.54.
membaca, memperhatikan gambar, demonstrasi dan percobaan.
b. Oral activities, seperti artinya yaitu kegiatan lisan.
Berarti aktivitas lisan merupakan aktivitas belajar yang memfokuskan pada lisan peserta didik. Contoh kegiatan dari aktivitas lisan seperti menyatakan, merumuskan, bertanya, wawancara, diskusi dan mengeluarkan pendapat,
c. Listening activities, seperti artinya yaitu kegiatan mendengarkan. Aktivitas ini memfokuskan pada indera pendengaran peserta didik dalam proses pembelajaran.
Contoh dari kegiatan mendengarkan mulai dari mendengarkan, uraian, percakapan dan pidato,
d. Writing activities, seperti artinya yaitu kegiatan menulis.
Aktivitas ini dilakukan peserta didik untuk dapat menulis. Contoh dari aktivitas menulis adalah menulis cerita, karangan, laporan dan angket,
e. Drawing activities, yaitu kegiatan menggambar.
Aktivitas menggambar disini dilakukan agar peerta didik dapat menggambar apapun yang peserta didik ingin gambar. Contoh dari kegiatan menggambar yaitu peserta didik dapat membuat grafik, peta dan diagram
f. Motor activities, yaitu aktivitas motorik yang dilakukan peserta didik. Contoh daro aktivitas motorik disini seperti melakukan percobaan, bermain, berkebun dan beternak,
g. Mental activities, yaitu aktivitas mental yang dilakukan oleh peserta didik. Contohnya seperti menanggapi, mengingat, memecahkan soal dan menganalisis,
h. Emotional activities, yaitu aktivitas emosional yang dilakukan peserta didik yang berkaitan dengan emosionalnya. Contohnya seperti menaruh minat, merasa bosan, gembira, berani, tenang dan gugup.
3. Indikator Aktivitas
Indikator dalam belajar mengajar pada dasarnya adalah ciri-ciri yang tampak dan dapat diamati serta diukur oleh siapapun yang tugasnya berkenaan dengan pengajaran dan pendidikan, yakni guru dan tenaga kependidikan. Pada bahasan aktivitas belajar dan mengajar.28
a. Aktivitas siswa
Adapun indikator aktivitas siswa dalam proses belajar menurut Nana Sujana dan Wari Suwariyah, yaitu sebagai berikut :
1) Adanya aktivitas belajar siswa secara individual untuk penerapan konsep, prinsip dan generalisasi 2) Adanya aktivitas belajar siswa dalam bentuk
kelompok untuk memecahkan masalah (problem solving)
3) Adanya partisipasi setiap siswa dalam melaksanakan tugas belajarnya melalui berbagai cara
28 Paul B Diedrich, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, (Jakarta:
Raja Grafindo Persada, 2006), hal.54.
4) Adanya keberanian siswa mengajukan pendapatnya 5) Adanya aktivitas belajar siswa analisis, sintesis,
penilaian, dan kesimpulan
6) Adanya hubungan sosial antar siswa dalam melaksanakan kegiatan belajar
7) Setiap siswa bisa mengomentari dan memberikan tanggapan terhadap pendapat siswa lainnya
8) Adanya kesempatan bagi setiap siswa untuk menggunakan berbagai sumber belajar yang tersedia 9) Adanya upaya bagi setiap siswa untuk menilai hasil
belajar yang dicapainya
10) Adanya upaya siswa untuk bertanya kepada guru dan atau meminta pendapat guru dalam upaya kegiatan belajarnya.
Terdapat beberapa indikator atau gejala-gejala yang dapat diamati dari aktivitas belajar yaitu antara lain:
1) Aktivitas peserta didik dalam mendengarkan saat pembelajaran. Aktivitas tersebut dilakukan ketika
pendidik menyampaikan materi pelajaran kepada peserta didik pada saat proses pembelajaran berlangsung.
2) Aktivitas saat belajar peserta didik mampu untuk menjawab pertanyaan yang diberikan. Aktivitas ini dilakukan oleh peserta didik ketika pendidik memberikan pertanyaan, baik pertanyaan tersebut secara verbal maupun tertulis.
3) Aktivitas peserta didik dapat menyimpulkan dari pembelajaran yang telah disampaikan oleh pendidik.
Aktivitas ini terjadi biasanya pada akhir pembelajaran, maka pada saat itulah peserta didik dapat menyimpulkan pembelajaran yang telah disampaikan oleh pendidik. Adapun aspek dan indikator aktivitas belajar lebih lanjut dapat diuraikan pada tabel dibawah ini :
Tabel 2.1
Indikator Aktivitas Belajar
No Aspek Indikator
1 Kegiatan Visual Membaca materi
2 Kegiatan Lisan Bertanya
Mengemukakan Ide/Gagasan Diskusi
3 Kegiatan Mendengarkan Mendengarkan materi Mendengarkan diskusi 4 Kegiatan Menulis Membuat ringkasan
Mengerjakan latihan Aktif mengumpulkan ide Menyelesaikan soal dari sumber belajar
5 Kegiatan Motorik Membawa buku pelajaran Menjaga ketertiban selama pelajaran
6 Kegiatan Mental Menyelsaikan soal Memecahkan masalah 7 Kegiatan Emosional Bersemangat
Sumber : Indikator Aktivitas Belajar C. Konsep pembelajaran Tematik
1. Pengertian Pembelajaran Tematik
Pembelajaran tematik adalah pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada siswa. Pembelajaran tematik lebih menekankan pada keterlibatan siswa dalam proses belajar secara aktif dalam proses pembelajaran, sehingga siswa dapat memperoleh pengalaman langsung dan terlatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai pengetahuan yang dipelajarinya. Melalui
pengalaman langsung siswa akan memahami konsep-konsep yang mereka pelajari dan menghubungkannya dengan konsep lain yang telahdipahaminya. 29
Model pembelajaran tematik adalah model pembelajaran terpadu yang menggunakan pendekatan tematik yang melibatkan beberapa mata pelajaran untuk memberikan pengalaman bermakna kepada siswa.
Memahami konsep-konsep yang mereka pelajari melalui pengalaman langsung dan menghubungkannya dengan konsep lain yang telah dipahaminya. Fokus perhatian dalam pembelajaran tematik terletak pada proses yang ditempuhkan siswa saat berusaha memahami isi pembelajaran sejalan dengan bentuk-bentuk keterampilan yang harus dikembangkannya. 30
Dalam pendekatannya pembelajaran tematik ini bertolak dari suatu tema yang dipilih dan dikembangkan oleh
29 Samsudin. Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan Sd/Mi. (Jakarta : Litera Prenada Media Group, 2008), hal. 48
30 S. Eko Putro Widoyoko. Evaluasi Program Pembelajaran.
(Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2009) h 66
guru bersama siswa dengan memperhatikan keterkaitannya dengan isi mata pelajaran. Dengan adaanya tema ini akan memberikan banyak keuntungan diantaranya31 :
a. Siswa dapat mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi dasar antar matapelajaran dalam tema yang sama
b. Pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan
c. Kompetensi dasar dapat dikembangkan lebih baik dengan mengaitkan mata pelajaran lain dengan pengalaman pribadi siswa
d. Siswa dapat lebih merasakan manfaat dan makna belajar karena materi disajikan dalam konteks tema yang jelas e. Guru dapat meghemat waktu karena mata pelajaran yang
disajikan secara terpadu dapat dipersiapkan sekaligus dan diberikan dalam dua atau tiga pertemuan.
31 Susanto, Teori Belajar & Pembelajaran di Sekolah Dasar. (Jakarta:
Prenadamedia Group, 2016), h 134
2. Karakteristik Pembelajaran Tematik
Sebagai suatu model pembelajaran di sekolah dasar, pembelajaran tematik memiliki karakteristik, Karakteristik pembelajaran tematik bertujuan untuk memberikan pengalaman bermakna secara utuh kepada peserta didik.
Abdul Majid juga menjelaskan tentang karaktersitik- karakteristik pembelajaran tematik terpadu adalah sebagai berikut :32
a. Berpusat pada siswa, yaitu siswa sebagai subjek belajar b. Memberikan pengalaman langsung
c. Pemisahan mata pelajaran tidak begitu jelas dengan memfokuskan pada tema
d. Menyajikan konsep dari berbagai mata pelajaran
e. Bersifat fleksibel dan mudah dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari siswa
f. Menggunakan prinsip belajar sambil bermain dan menyenangkan.
32 Abdul Majid, Pembelajaran Tematik Terpadu, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2014) , h.112.
D. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
1. Pengertian Ilmu Pengetahuan Alam
Pada hakikatnya IPA dibangun atas dasar produk ilmiah, proses ilmiah, dan sikap ilmiah. Selain itu, IPA dipandang pula sebagai proses, sebagai produk, dan sebagai prosedur. Sebagai proses diartikan semua kegiatan ilmiah untuk menyempurnakan pengetahuan tentang alam dan menemukan pengetahuan baru. Sebagai produk diartikan sebagai hasil dari proses, berupa pengetahuan yang diajarkan dalam sekolah maupun luar sekolah. Sebagai prosedur dimaksudkan cara yang dipakai untuk mengetahui sesuatu riset yang biasa disebut metode ilmiah.33
IPA juga merupakan suatu cara atau metode untuk mengamati alam. Cara IPA mengamati dunia ini lebih bersifat analisis, lengkap, cermat serta menghubungkan antara suatu fenomena dengan fenomena lain, sehingga
33 Ardiansah, Febrian. 20014. “Peningkatan Partisipasi Belajar IPA melalui Penerapan Strategi Pembelajaran PBL (Problem Based Learning) pada Siswa Kelas V SDN 3 Tanjungrejo Tahun Pelajaran”. (Skripsi, Universitas Muhammadiyah Surakarta,2013/2014) h 25
keseluruhannya membentuk suatu persfektif yang baru tentang objek yang diamatinya. Jadi dapat disimpulkan bahwa IPA yaitu pengetahuan yang bersifat rasional dan objektif tentang alam sekitar dan segala isinya yang diperoleh dengan menggunakan langkah-langkah berupa metode ilmiah dan hasil observasi atau eksperimen sehingga akan terus disempurnakan.34
Hakikat Pembelajaran Sains yang didefinisikan sebagai ilmu tentang alam yang dalam bahasa indonesia dapat disebut dengan ilmu pengetahuan alam, dapat diklasifikasikan menjadi tiga bagian , yaitu ilmu pengetahuan alam produk, proses, dan sikap. Dari ketiga komponen IPA ini, Sutrisno menambahkan bahwa IPA juga sebagai prosedur dan IPA sebagai teknologi. IPA juga memiliki karakteristik sebagai dasar untuk memahaminya.
34 Muhammad Chusnul Al Fasyi, Pengaruh Penggunaan Media Video Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV SD Negeri Ngoto Bantul Yogyakarta Tahun Ajaran 2014/2015, (Skripsi S1 Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta, 2015), h. 10
Jacobson& Bergman mengemukakan karakteristik tersebut, meliputi:
a. IPA merupakan kumpulan konsep,prinsip,hukum dan teori
b. Proses ilmiah dapat berupa fisik dan mental,serta mencermati fenomena alam,termasuk juga penerapannya c. Sikap keteguhan hati,keingintahuan dan ketekunan
dalam menyikapi rahasia alam
d. IPA tidak dapat membuktikan semua akan tetapi hanya sebagaian atau beberapa saja
e. Keberanian IPA bersifat subjektif dan bukan kebenaran yang bersifat objektif
Dari uraian hakikat IPA diatas,dapat dipahami bahwa pembelajaran sains merupakan pembelajaran berdasarkan pada prinsip-prinsip,proses yang mana dapat menumbuhkan sikap ilmiah siswa terhadap konsep-konsep IPA.
2. Tujuan Pembelajaran IPA
Tujuan Pembelajaran IPA Secara umum fungsi dan tujuan IPA adalah sebagai berikut
a. Menanamkan keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
b. Mengembangkan keterampilan, sikap dan nilai ilmiah.
c. Mempersiapkan siswa menjadi warga negara yang melek sains dan teknologi.
Menguasai konsep sains untuk bekal hidup di masyarakat dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Sebagai alat pendidikan yang berguna untuk mencapai tujuan pendidikan, maka pendidikan IPA sekolah mempunyai tujuan-tujuan tertentu, antara lain sebagai berikut
a. Memberikan pengetahuan kepada siswa tentang dunia tempat hidup dan bagaimana bersikap.
b. Menanamkan sikap hidup ilmiah.
c. Memberikan keterampilan untuk melakukan pengamatan dan mendidik siswa untuk mengenal dan mengetahui cara kerja serta nghargai para ilmuan penemunya.
d. Menggunakan dan menerapkan metode ilmiah dalam memecahkan permasalahan35
E. Materi Siklus Air 1. Siklus Air
Air merupakan kebutuhan dasar bagi kehidupan di muka bumi.Kebutuhan dasar disini berarti air menjadi kebutuhan yang sangat vital bagi makhluk hidup. Dari manusia, hewan bahkan tumbuhan sangat membutuhkan air untuk bertahan hidup seperti minum, membantu proses fotosintesis, dan banyak kebutuhan lainnya. Tubuh manusia sendiri tersusun sekitar 50 -70 % kandungan air termasuk dalam kulit, jaringan tubuh dan seluruh organ. Oleh karena itu, tidak ada manusia yang mampu bertahan hidup dalam
35 Ahmad Susanto, Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar, (Jakarta: Kencana, 2013), hal 171
waktu yang lama apabila kekurangan cairan atau dehidrasi.Begitu pentingnya Air bagi kehidupan.
Ria Rosdiana mengemukakan secara keseluruhan jumlah air di planet bumi relatif tetap dari masa kemasa.36 Air di bumi mengalami suatu siklus serangkain peristiwa yang berlangsung terus-menerus rangkain peristiwa tersebut dinamakan siklus air (siklus hidrologi). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menuliskan siklus adalah putaran waktu yang di dalamnya terdapat rangkaian berulang-ulang secara tetap dan teratur. Siklus hidrologi adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfer ke bumi dan kembali ke atmosfer melalui kondensasi, presipitasi, evaporasi dan transpirasi.
Gambar 2.1 Daur Air
36 Ria Rosdiana Hutagol. Konservasi Tanah Dan Air., (Yogyakarta : CV Budi Utama,2013) Hal 35
Dari gambar di atas dapat kita ketahui bahwa siklus air di awali dari pristiwa hujan (presipitasi). Umumnya, presipitasi akan mengalami 2 pristiwa, yaitu sebagian ditrima/ diserap ke dalam permukaan tanah dan sebagian lagi di lepaskan kembali ke atmosfer. Pristiwa inilah yang akan membentuk sebuah siklus yang berulang secara terus menerus.
a. Evaporasi: proses terjadinya hujan diawali dengan air dari laut dan daratan terkena panasnya sinar matahari kemudian angin membawa sejumlah uap air bergerak ke tempat yang lebih tinggi. proses ini di sebut dengan penguapan (evaporasi).
b. Transpirasi: proses penguapan bukan hanya pada badan air dan tanah saja. Melainkan pada jaringan hidup lainya seperti tumbuhan, hewan, dan manusia juga mengeluarkan uap air ke udara. Proses ini disebut dengan (transpirasi).
c. Kondensasi: ketika suhu udara turun, uap air akan berubah menjadi butiran-butiran air. Butiran air ini membentuk awan. Proses ini disebut dengan pengembunan (kondensasi).
d. Presipitasi: awan mengalami proses mencairan karena pengaruh suhu udara yang tinggi. Pada saat inilah terjadi proses hujan. Butiran-butiran air jatuh dan membasahi permukaan bumi. Proses ini di sebut dengan (presipitasi).
e. Limpasan: proses pergerakan air dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah ke muka bumi.
Pergerakan air ini melalui sungai, danau, laut saluran- saluran got hingga samudra. Proses ini disebut dengan (limpasan).
f. Infiltrasi: air hujan yang jatuh tidak semua jatuh dipermukaan bumi. Sebagian air itu akan mencari jalan menuju pori-pori tanah dan meresap menjadi air tanah.
Kemudian air yang ada di dalam tanah akan keluar melalui sumur. Proses ini disebut dengan (infiltrasi) 2. Jenis-Jenis Siklus Air
Siklus air terus bergerak secara kontinu dalam tiga cara yang berbeda, yaitu: Siklus hidrologi, digambarkan dalam dua daur, yang pertama adalah daur pendek, yaitu hujan yang jatuh dari langit langsung ke permukaan laut, danau, sungai yang kemudian langsung mengalir kembali ke laut.
Siklus yang kedua adalah siklus panjang, ditandai dengan tidak adanya keseragaman waktu yang diperlukan oleh suatu daur. Siklus kedua ini memiliki rute perjalanan yang lebih panjang daripada siklus yang pertama.
a. Siklus pendek
Gambar 2.2 Siklus Pendek
Siklus pendek ini terjadi jika uap air laut mengalami kondensasi di atas laut, selanjutnya membentuk awan dan jatuh sebgaia hujan dilaut setempat. Karena terjadi pemanasan oleh sinar matahari.
Air dilaut atau lautan menguap. Membubung di udara.
Diudara air laut mengalami penurunan suhu karena perbedaan ketinggian (setisp naik 100 meter suhu udara turun 0,5⁰c). dengan demikian semakin ke atas suhu udara semakin rendah. Sehingga terjadi proses kondensasi
b. Siklus sedang
Gambar 2.3 Siklus Sedang
Siklus ini terjadi jika uap air laut mengalami kondensasi, selanjutnya membentuk awan yang terbawa angin menuju daratan dan jatuh sebagai hujan.37 Namun, terbentuknya awan tidak selalu di atas laut sehingga ada kemungkinan yang terbawa angin adalah uap airnya.
Setelah di atas daratan uap air berubah menjadi awan dan selanjutnya turun sebagai hujan. Air hujan yang jatuh didarat ada yang menjadi aliran permukaan, meresap kedalam tanah, mengalir di sungai, dan akhirnya kembali ke laut.
c. Siklus panjang
Gambar 2.4 Siklus Panjang
37 Irma Novtiana.2021Siklus air dan Dampaknya Bagi Kehidupan.Bahan ajar elektronik Flipbook.Semarang
Siklus ini terjadi jika uap air laut mengalami kondensasi, selanjutnya seperti pada siklus sedang, uap air atau awan terbawa angin menuju daratan hingga kepegunungan tinggi. Oleh karena pengaruh suhu, uap air berubah menjadi kristal kristal es atau salju.
Kemudian jatuh sebagai hujan es atau salju yang membentuk gleste, mengalir masuk di sungai, dan akhinrnya kembali kelaut.
3. Kegiatan yang mempengaruhi siklus air
Ada beberapa hal yang mempengaruhi siklus air Herlanti mengemukakan sebagai berikut:38
a. Penebangan pohon
Penebangan pohon merupakan kegiatan manusia yang mempengaruhi siklus air, pepohonan di hutan dan di daerah resap air pada saat hujan turun, air yang meresap kedalam tanah akan ditahan oleh akar tumbuhan. Air yang ditahan oleh akar ini merupakan
38 Susi Silvia dan Fajriah 2020. Bahan Ajar Tematik Berbasis Saintfik(Banda Aceh: Uin Araniry,2020) hal 23
sumber air atau cadangan air di tanah di musim kemarau.
Tetapi,jika tidak ada pepohonan, air hujan yang meresap ke dalam tanah akan terus mengalir dari mata air ke sungai. Akibatnya dimusim kemarau cadangan air semakin sedikit sehingga terjadilah bencana kekeringan.
Penebangan hutan mengurangi jumlah upaya air yang naik ke atmosfer, mengurangi huan dan mempengaruhi kemampuan tanah menyerap dan menyimpan air hujan.
b. Pencemaran air
Pencemaran air disebabkan oleh limbah yang dibuang ke sumber-sumber air seperti air sungai. Limbah adalah bahan-bahan yang sudah tidak berguna dan dapat menimbulkan pencemaran bagi lingkungan sekitar.
Limbah dihasilkan oleh rumah tangga dan pabrik.
Limbah keluarga adalah limbah yang dihasilkan dri kegiatan rumah tangga, berupa buang sampah kertas,plastik,sisa makanan atau air buangan dari cucian.
Limbah pabrik adalah bahan kimia yang digunakan
dipabrik-pabrik dan dapat menimbulkan polusi bagi lingkungan sekitar.
c. Perubahan Iklim
Perubahan iklim dapat memengaruhi dimana,kapan, serta berapa banyak air itu tersedia.
Peristiwa cuaca ekstrem seperti curah hujan tinggi dan kekeringan yang mana diperkirakan meningkat dengan seiring dengan perubahan iklim mampu memengaruhi sumber daya air. Setidaknya ada 3 dampak signitifikan dari perubahan iklim yang mempengaruhi siklus air, diantaranya yaitu :
1) Kekurangan air bersih 2) Pencemaran air
3) Hilangnya keanekaragaman hayati seperti jenis tanaman atau hewan yang terancam punah
4. Manfaat Air bagi Kehidupan
Air menjadi salah satu kebutuhan pokok sehari-hari makhluk hidup di dunia yang tidak dapat dipisahkan. Tak
hanya penting bagi kehidupan manusia, air juga menjadi bagian penting bagi makhluk hidup lain, seperti hewan dan tumbuhan.Semua makhluk hidup memerlukan air untuk bertahan hidup. Tanpa adanya air, kemungkinan tidak ada kehidupan di dunia ini.Kehidupan di muka bumi bisa terus berlangsung karena ketersediaan air yang cukup.
Ketersediaan air ini disebabkan karena daur ulang air yang tak ada habisnya, seperti hujan yang selalu membasahi bumi. Manfaat air di kehidupan sebagai berikut
a. Air Membantu Kehidupan Makhluk Hidup
Air memiliki peran yang besar dalam kehidupan di bumi. Semua makhluk hidup membutuhkan air untuk kehidupannya. Tumbuhan butuh air untuk bertumbuh, hewan dan manusia butuh kandungan air dalam tubuhnya. Selain untuk diminum, air juga digunakan untuk beberapa pekerjaan rumah seperti mencuci dan membersihkan rumah. Air juga digunakan manusia dan
hewan untuk mandi, agar terbebas dari kuman, bakteri, virus dan penyakit.
b. Menjaga Kelestarian Lingkungan
Ini adalah salah satu manfaat air yang berhubungan dengan tumbuhan, yaitu menjaga kelestarian lingkungan.
Dengan adanya sungai, pepohonan dan tumbuhan yang ada di sekitarnya akan terpenuhi kebutuhan airnya.
Oleh karena itu, air bisa mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang juga menunjang kelestarian lingkungan.
c. Membantu Proses Irigasi
Irigasi yaitu pengaliran air menurut sistem tertentu untuk sawah dan sebagainya. Dengan adanya irigasi, sawah menjadi terpenuhi kebutuhan airnya. Jika sawah bisa subur, kebutuhan pangan manusia juga ikut terpenuhi.