• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

D. Ilmu Pengetahuan Alam

keseluruhannya membentuk suatu persfektif yang baru tentang objek yang diamatinya. Jadi dapat disimpulkan bahwa IPA yaitu pengetahuan yang bersifat rasional dan objektif tentang alam sekitar dan segala isinya yang diperoleh dengan menggunakan langkah-langkah berupa metode ilmiah dan hasil observasi atau eksperimen sehingga akan terus disempurnakan.34

Hakikat Pembelajaran Sains yang didefinisikan sebagai ilmu tentang alam yang dalam bahasa indonesia dapat disebut dengan ilmu pengetahuan alam, dapat diklasifikasikan menjadi tiga bagian , yaitu ilmu pengetahuan alam produk, proses, dan sikap. Dari ketiga komponen IPA ini, Sutrisno menambahkan bahwa IPA juga sebagai prosedur dan IPA sebagai teknologi. IPA juga memiliki karakteristik sebagai dasar untuk memahaminya.

34 Muhammad Chusnul Al Fasyi, Pengaruh Penggunaan Media Video Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV SD Negeri Ngoto Bantul Yogyakarta Tahun Ajaran 2014/2015, (Skripsi S1 Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta, 2015), h. 10

Jacobson& Bergman mengemukakan karakteristik tersebut, meliputi:

a. IPA merupakan kumpulan konsep,prinsip,hukum dan teori

b. Proses ilmiah dapat berupa fisik dan mental,serta mencermati fenomena alam,termasuk juga penerapannya c. Sikap keteguhan hati,keingintahuan dan ketekunan

dalam menyikapi rahasia alam

d. IPA tidak dapat membuktikan semua akan tetapi hanya sebagaian atau beberapa saja

e. Keberanian IPA bersifat subjektif dan bukan kebenaran yang bersifat objektif

Dari uraian hakikat IPA diatas,dapat dipahami bahwa pembelajaran sains merupakan pembelajaran berdasarkan pada prinsip-prinsip,proses yang mana dapat menumbuhkan sikap ilmiah siswa terhadap konsep-konsep IPA.

2. Tujuan Pembelajaran IPA

Tujuan Pembelajaran IPA Secara umum fungsi dan tujuan IPA adalah sebagai berikut 

a. Menanamkan keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

b. Mengembangkan keterampilan, sikap dan nilai ilmiah.

c. Mempersiapkan siswa menjadi warga negara yang melek sains dan teknologi.

Menguasai konsep sains untuk bekal hidup di masyarakat dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Sebagai alat pendidikan yang berguna untuk mencapai tujuan pendidikan, maka pendidikan IPA sekolah mempunyai tujuan-tujuan tertentu, antara lain sebagai berikut 

a. Memberikan pengetahuan kepada siswa tentang dunia tempat hidup dan bagaimana bersikap.

b. Menanamkan sikap hidup ilmiah.

c. Memberikan keterampilan untuk melakukan pengamatan dan mendidik siswa untuk mengenal dan mengetahui cara kerja serta nghargai para ilmuan penemunya.

d. Menggunakan dan menerapkan metode ilmiah dalam memecahkan permasalahan35

E. Materi Siklus Air 1. Siklus Air

Air merupakan kebutuhan dasar bagi kehidupan di muka bumi.Kebutuhan dasar disini berarti air menjadi kebutuhan yang sangat vital bagi makhluk hidup. Dari manusia, hewan bahkan tumbuhan sangat membutuhkan air untuk bertahan hidup seperti minum, membantu proses fotosintesis, dan banyak kebutuhan lainnya. Tubuh manusia sendiri tersusun sekitar 50 -70 % kandungan air termasuk dalam kulit, jaringan tubuh dan seluruh organ. Oleh karena itu, tidak ada manusia yang mampu bertahan hidup dalam

35 Ahmad Susanto, Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar, (Jakarta: Kencana, 2013), hal 171

waktu yang lama apabila kekurangan cairan atau dehidrasi.Begitu pentingnya Air bagi kehidupan.

Ria Rosdiana mengemukakan secara keseluruhan jumlah air di planet bumi relatif tetap dari masa kemasa.36 Air di bumi mengalami suatu siklus serangkain peristiwa yang berlangsung terus-menerus rangkain peristiwa tersebut dinamakan siklus air (siklus hidrologi). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menuliskan siklus adalah putaran waktu yang di dalamnya terdapat rangkaian berulang-ulang secara tetap dan teratur. Siklus hidrologi adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfer ke bumi dan kembali ke atmosfer melalui kondensasi, presipitasi, evaporasi dan transpirasi.

Gambar 2.1 Daur Air

36 Ria Rosdiana Hutagol. Konservasi Tanah Dan Air., (Yogyakarta : CV Budi Utama,2013) Hal 35

Dari gambar di atas dapat kita ketahui bahwa siklus air di awali dari pristiwa hujan (presipitasi). Umumnya, presipitasi akan mengalami 2 pristiwa, yaitu sebagian ditrima/ diserap ke dalam permukaan tanah dan sebagian lagi di lepaskan kembali ke atmosfer. Pristiwa inilah yang akan membentuk sebuah siklus yang berulang secara terus menerus.

a. Evaporasi: proses terjadinya hujan diawali dengan air dari laut dan daratan terkena panasnya sinar matahari kemudian angin membawa sejumlah uap air bergerak ke tempat yang lebih tinggi. proses ini di sebut dengan penguapan (evaporasi).

b. Transpirasi: proses penguapan bukan hanya pada badan air dan tanah saja. Melainkan pada jaringan hidup lainya seperti tumbuhan, hewan, dan manusia juga mengeluarkan uap air ke udara. Proses ini disebut dengan (transpirasi).

c. Kondensasi: ketika suhu udara turun, uap air akan berubah menjadi butiran-butiran air. Butiran air ini membentuk awan. Proses ini disebut dengan pengembunan (kondensasi).

d. Presipitasi: awan mengalami proses mencairan karena pengaruh suhu udara yang tinggi. Pada saat inilah terjadi proses hujan. Butiran-butiran air jatuh dan membasahi permukaan bumi. Proses ini di sebut dengan (presipitasi).

e. Limpasan: proses pergerakan air dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah ke muka bumi.

Pergerakan air ini melalui sungai, danau, laut saluran- saluran got hingga samudra. Proses ini disebut dengan (limpasan).

f. Infiltrasi: air hujan yang jatuh tidak semua jatuh dipermukaan bumi. Sebagian air itu akan mencari jalan menuju pori-pori tanah dan meresap menjadi air tanah.

Kemudian air yang ada di dalam tanah akan keluar melalui sumur. Proses ini disebut dengan (infiltrasi) 2. Jenis-Jenis Siklus Air

Siklus air terus bergerak secara kontinu dalam tiga cara yang berbeda, yaitu: Siklus hidrologi, digambarkan dalam dua daur, yang pertama adalah daur pendek, yaitu hujan yang jatuh dari langit langsung ke permukaan laut, danau, sungai yang kemudian langsung mengalir kembali ke laut.

Siklus yang kedua adalah siklus panjang, ditandai dengan tidak adanya keseragaman waktu yang diperlukan oleh suatu daur. Siklus kedua ini memiliki rute perjalanan yang lebih panjang daripada siklus yang pertama.

a. Siklus pendek

Gambar 2.2 Siklus Pendek

Siklus pendek ini terjadi jika uap air laut mengalami kondensasi di atas laut, selanjutnya membentuk awan dan jatuh sebgaia hujan dilaut setempat. Karena terjadi pemanasan oleh sinar matahari.

Air dilaut atau lautan menguap. Membubung di udara.

Diudara air laut mengalami penurunan suhu karena perbedaan ketinggian (setisp naik 100 meter suhu udara turun 0,5⁰c). dengan demikian semakin ke atas suhu udara semakin rendah. Sehingga terjadi proses kondensasi

b. Siklus sedang

Gambar 2.3 Siklus Sedang

Siklus ini terjadi jika uap air laut mengalami kondensasi, selanjutnya membentuk awan yang terbawa angin menuju daratan dan jatuh sebagai hujan.37 Namun, terbentuknya awan tidak selalu di atas laut sehingga ada kemungkinan yang terbawa angin adalah uap airnya.

Setelah di atas daratan uap air berubah menjadi awan dan selanjutnya turun sebagai hujan. Air hujan yang jatuh didarat ada yang menjadi aliran permukaan, meresap kedalam tanah, mengalir di sungai, dan akhirnya kembali ke laut.

c. Siklus panjang

Gambar 2.4 Siklus Panjang

37 Irma Novtiana.2021Siklus air dan Dampaknya Bagi Kehidupan.Bahan ajar elektronik Flipbook.Semarang

Siklus ini terjadi jika uap air laut mengalami kondensasi, selanjutnya seperti pada siklus sedang, uap air atau awan terbawa angin menuju daratan hingga kepegunungan tinggi. Oleh karena pengaruh suhu, uap air berubah menjadi kristal kristal es atau salju.

Kemudian jatuh sebagai hujan es atau salju yang membentuk gleste, mengalir masuk di sungai, dan akhinrnya kembali kelaut.

3. Kegiatan yang mempengaruhi siklus air

Ada beberapa hal yang mempengaruhi siklus air Herlanti mengemukakan sebagai berikut:38

a. Penebangan pohon

Penebangan pohon merupakan kegiatan manusia yang mempengaruhi siklus air, pepohonan di hutan dan di daerah resap air pada saat hujan turun, air yang meresap kedalam tanah akan ditahan oleh akar tumbuhan. Air yang ditahan oleh akar ini merupakan

38 Susi Silvia dan Fajriah 2020. Bahan Ajar Tematik Berbasis Saintfik(Banda Aceh: Uin Araniry,2020) hal 23

sumber air atau cadangan air di tanah di musim kemarau.

Tetapi,jika tidak ada pepohonan, air hujan yang meresap ke dalam tanah akan terus mengalir dari mata air ke sungai. Akibatnya dimusim kemarau cadangan air semakin sedikit sehingga terjadilah bencana kekeringan.

Penebangan hutan mengurangi jumlah upaya air yang naik ke atmosfer, mengurangi huan dan mempengaruhi kemampuan tanah menyerap dan menyimpan air hujan.

b. Pencemaran air

Pencemaran air disebabkan oleh limbah yang dibuang ke sumber-sumber air seperti air sungai. Limbah adalah bahan-bahan yang sudah tidak berguna dan dapat menimbulkan pencemaran bagi lingkungan sekitar.

Limbah dihasilkan oleh rumah tangga dan pabrik.

Limbah keluarga adalah limbah yang dihasilkan dri kegiatan rumah tangga, berupa buang sampah kertas,plastik,sisa makanan atau air buangan dari cucian.

Limbah pabrik adalah bahan kimia yang digunakan

dipabrik-pabrik dan dapat menimbulkan polusi bagi lingkungan sekitar.

c. Perubahan Iklim

Perubahan iklim dapat memengaruhi dimana,kapan, serta berapa banyak air itu tersedia.

Peristiwa cuaca ekstrem seperti curah hujan tinggi dan kekeringan yang mana diperkirakan meningkat dengan seiring dengan perubahan iklim mampu memengaruhi sumber daya air. Setidaknya ada 3 dampak signitifikan dari perubahan iklim yang mempengaruhi siklus air, diantaranya yaitu :

1) Kekurangan air bersih 2) Pencemaran air

3) Hilangnya keanekaragaman hayati seperti jenis tanaman atau hewan yang terancam punah

4. Manfaat Air bagi Kehidupan

Air menjadi salah satu kebutuhan pokok sehari-hari makhluk hidup di dunia yang tidak dapat dipisahkan. Tak

hanya penting bagi kehidupan manusia, air juga menjadi bagian penting bagi makhluk hidup lain, seperti hewan dan tumbuhan.Semua makhluk hidup memerlukan air untuk bertahan hidup. Tanpa adanya air, kemungkinan tidak ada kehidupan di dunia ini.Kehidupan di muka bumi bisa terus berlangsung karena ketersediaan air yang cukup.

Ketersediaan air ini disebabkan karena daur ulang air yang tak ada habisnya, seperti hujan yang selalu membasahi bumi. Manfaat air di kehidupan sebagai berikut

a. Air Membantu Kehidupan Makhluk Hidup

Air memiliki peran yang besar dalam kehidupan di bumi. Semua makhluk hidup membutuhkan air untuk kehidupannya. Tumbuhan butuh air untuk bertumbuh, hewan dan manusia butuh kandungan air dalam tubuhnya. Selain untuk diminum, air juga digunakan untuk beberapa pekerjaan rumah seperti mencuci dan membersihkan rumah. Air juga digunakan manusia dan

hewan untuk mandi, agar terbebas dari kuman, bakteri, virus dan penyakit.

b. Menjaga Kelestarian Lingkungan

Ini adalah salah satu manfaat air yang berhubungan dengan tumbuhan, yaitu menjaga kelestarian lingkungan.

Dengan adanya sungai, pepohonan dan tumbuhan yang ada di sekitarnya akan terpenuhi kebutuhan airnya.

Oleh karena itu, air bisa mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang juga menunjang kelestarian lingkungan.

c. Membantu Proses Irigasi

Irigasi yaitu pengaliran air menurut sistem tertentu untuk sawah dan sebagainya. Dengan adanya irigasi, sawah menjadi terpenuhi kebutuhan airnya. Jika sawah bisa subur, kebutuhan pangan manusia juga ikut terpenuhi.

d. Pembangkit Listrik

Energi air juga dapat diubah menjadi energi listrik dengan bantuan kincir air. Sehingga kegunaan air bagi kehidupan manusia menjadi lebih besar.Listrik yang dibutuhkan manusia ini dapat terpenuhi karena bantuan kincir air. Kincir air juga lebih ramah lingkungan.39 F. Kajian Pustaka

Adapun penelitian yang relevan dengan permasalahan ini diantaranya sebagai berikut:

1. Penelitian yang dilakukan oleh Lalila Munawaroh dengan judul “Pengaruh Media Animasi Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas 5 Pada Konsep Sistem Peredaran Darah Manusia”

Hasil penelitian ini bahwa berdasarkan analisis data, maka dapat disimpulkan bahwa media animasi tidak memberikan pengaruh terhadap hasil belajar siswa. Hal

39 Sayekti, Ilmu Pengetahuan Alam Untuk Kelas SD/MI 5, (Jakarta:

Pusat Kementrian Pendidikan Nasional, 2010), hal.26.

tersebut dikarenakan oleh adanya media gambar40pada kelas kontrol yang memberikan pengaruh sama besar dengan media animasi.

2. Penelitian ini dilakukan oleh Sri Handayani dengan judul

“Pengaruh media terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas v sdn 01 Tanjung Sakti Pumu Kabupaten Lahat”

Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan Quasi Eksperimen Research (Penelitian Eksperimen Semu). Penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang bekerja dengan data dan angka mulai data pengumpulan data, Dalam penelitian ini berwujud bilangan yang kemudian dianalisis dengan menggunakan statistik untuk menjawab pertanyaan atau hipotesis. peneliti mencoba menggunakan media animasi dalam proses pembelajaran, khurusnya pelajaran IPA. Dengan media ini, peneliti berharap dapat membantu menarik perhatian siswa

40 Laila Munawaroh,Pengaruh Media Animasi Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas 5 Pada Konsep Sistem Peredaran Darah Manusia.Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan,Universitas Islam Negri Syarif Hidayatullah Jakarta

saat proses pembelajaran berlangsung, dan khususnya dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa . 41

3. Skripsi yang disusun oleh Liza Yunita dalam penelitiannya yang berjudul “Pengaruh Penggunaan Media Animasi Terhadap Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa di SMP 01 Darussalam”

Dari hasil penelitiannya didapat bahwa hasil penelitian untuk aktivitas siswa dikelas eksperimen pada pertemuan 1 yaitu 70,31 dan pertemuan ke-2 yaitu 85,62 sedangkan nilai aktivitas di kelas kontrol pada pertemuan 1 yaitu 69,37 dan pertemua ke-2 42yaitu 80,31. Data hasil post-test kelas eksperimen yaitu 78,8 sedangkan data hasil post-test kelas kontrol yaitu 50, terlihat dimana thitung  ttabel yaitu 2,50

 2,20. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa aktivitas dan hasil belajar siswa yang dibelajarkan

41 Sri Handayani,Pengaruh media terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas v sdn 01 Tanjung Sakti Pumu Kabupaten Lahat.Fakultas Tarbiyah dan Tadris,Universitas Islam Negeri Fatmawati Soekarno Bengkulu.

42 Liza Yunita, Pengaruh Penggunaan Media Animasi Terhadap Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa di SMP 01 Darussalam.Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh.

dengan menggunakan media animasi berpengaruh nyata dari aktivitas dan hasil belajar siswa secara konvension

Tabel 2.2

Kajian Penelitian Terdahulu No

Nama Peneliti dan

Judul

Hasil

Penelitian Persamaan Perbedaa n 1 Lalila

Munawaroh

“Pengaruh Media Animasi Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas 5 Pada Konsep Sistem Peredaran Darah Manusia”

Hasil penelitian ini bahwa berdasarkan analisis data, maka dapat disimpulkan bahwa media animasi tidak memberikan pengaruh terhadap hasil belajar siswa.

Hal tersebut dikarenakan oleh adanya media gambar pada kelas kontrol yang memberikan pengaruh sama besar dengan media animasi.

Dalam Penelitian ini terdapat pembahasan mengenai pengaruh media animasi pada proses pembelajaran ipa

Sama-sama menggunakan pendekatan kuantitatif

Materi yang dibahas tidak sama Variabel terikatnya Hasil Belajar

2 Sri Handayani dengan judul : Pengaruh media

terhadap hasil belajar IPA pada siswa

Hasil penelitian ini

adalahpeneliti mencoba menggunakan media animasi dalam proses

Dalam penelitian ini terdapat Pembahasan mengenai pengaruh media animasi

Teknik pengumpu lan data mengguna kan tes Variabel terikatnya

kelas v sdn 01 Tanjung Sakti Pumu

Kabupaten Lahat

pembelajaran, khurusnya pelajaran IPA.

Dengan media ini, peneliti berharap dapat membantu menarik perhatian siswa saat proses pembelajaran berlangsung, dan khususnya dapat

meningkatkan aktivitas belajar siswa .

pada proses pembelajaran IPA

Sama-sama menggunakan pendekatan kuantitatif

Hasil belajar

3 Liza Yunita dalam penelitiannya yang berjudul Pengaruh Penggunaan Media Animasi Terhadap Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa di SMP 01

Darussalam.

didapat bahwa hasil penelitian untuk aktivitas siswa dikelas eksperimen pada pertemua 1 yaitu 70,31 dan pertemuan ke-2 yaitu 85,62 sedangkan nilai aktivitas di kelas kontrol pada pertemuan 1 yaitu 69,37 dan pertemua ke-2 yaitu 80,31. Data hasil post-test kelas

eksperimen yaitu 78,8 sedangkan data

Dalam Penelitian ini terdapat pembahasan mengenai pengaruh media animasi pada aktivitas pembelajaran Sama-sama menggunakan pendekatan kuantitatif

Objeknya di SMPN 01 Darussalal am Teknik pengumpu lan data mengguna kan Tes Pada Teknik analisis data mengguna kan uji t untuk mengukur hasil belajar siswa Materi

hasil post-test kelas kontrol yaitu 50, terlihat dimana thitung  ttabel yaitu 2,50  2,20.

Berdasarkan hasil penelitian dapat

disimpulkan bahwa aktivitas dan hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan media animasi berpengaruh nyata dari aktivitas dan hasil belajar siswa secara konvension

yang dibahas berbeda pada penlitian liza yunita materi yang dipakai tentang sistem pencernaa n pada manusia

G. Kerangka Berfikir

Gambar 2.5 Kerangka Berfikir

Dalam proses kegiatan pembelajaran, seringkali kita lihat bahwa penyampaian materi yang dilakukan oleh guru tidak dibarengi dengan metode yang menarik bahkan tanpa menggunakan media pembelajaran. Hal tersebut terbukti dari adanya observasi yang telah dilakukan peneliti, tidak sedikit siswa yang terlihat tidak tertarik dengan penyampaian materi yang dilakukan oleh guru. Seperti siswa merasa bosan, menunjukkan sikap kurang semangat belajar dan kurang tertarik dengan materi pembelajaran, bahkan ada yang asyik bermain sendiri. Berdasarkan hasil penelitian-penelitian Media Belajar

Video Pembelajaran

Animasi

Proses pembelajaran

Ilmu Pengetahuan

Alam (IPA)

Peserta Didik Kelas V SD Negeri 5 Kota

Bengkulu

Aktivitas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

terdahulu, telah terbukti bahwa media animasi memberikan pengaruh terhadap hasil belajar siswa.

Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat dijadikan perantara untuk menyampaikan pesan atau informasi dari pemberi pesan (guru) kepada penerima pesan (siswa), sehingga tercipta proses pembelajaran yang lebih menyenangkan dan dapat menarik perhatian siswa, juga membantu mereka dalam memahami dan mengingat materi yang disampaikan tersebut. Dalam proses pembelajaran, media sangat membantu untuk mengalihkan perhatian siswa ketika materi disampaikan dan membantu mereka untuk memahami dan mengingat materi tersebut dalam ingatan jangka panjang mereka. Selain itu proses pembelajaran dengan bantuan media yang dapat dilihat lebih baik jika dibandingkan dengan media yang hanya bisa didengar saja. Oleh karena itu, peneliti mencoba menggunakan media animasi dalam proses pembelajaran, khurusnya pelajaran IPA. Dengan media ini,

peneliti berharap dapat membantu menarik perhatian siswa saat proses pembelajaran

H. Hipotesis Penelitian

Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana rumusan masalah berbentuk kalimat pertanyaan. Dikatakan sementara karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori yang relevan. Belum di dasarkan pada fakta-fakta empiris yang diperoleh melalui pengumpulan data.43 Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini:

1. Ha : Terdapat pengaruh dari penggunaan video animasi terhadap aktivitas belajar IPA pada siswa kelas V SDN 5 Kota Bengkulu

2. Ho : Tidak terdapat pengaruh dari penggunaan video animasi terhadap aktivitas belajar IPA pada siswa kelas V SDN 05 Kota Bengkulu

43Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kuantitatif dan R & D, (Bandung: Alfabeta, 2018), hal 63

3. Hipotesis Statistik Ho : ρ = 0

Ha : ρ ≠ 0

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis dan Pendekatan Penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan Quasi Eksperimen Research (Penelitian Eksperimen Semu). Penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang bekerja dengan data dan angka mulai data pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut serta penampilan hasil akhir berupa angka44.Dalam penelitian ini berwujud bilangan yang kemudian dianalisis dengan menggunakan statistik untuk menjawab pertanyaan atau hipotesis.

Sedangkan pendekatan Quasi Eksperimen Design adalah penelitian yang menggunakan kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, tetapi pada penelitian ini kelompok kontrol tidak dapat berfungsi sepenuhnya untuk mengontrol variabel-variabel luar yang mempengaruhi pelaksanaan

44 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta: RinekaCipta, 2010), hal 175

65

eksperimen. Desain yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah Nonequivalent Control Group Design, dengan dua kelompok yakni kelompok kontrol dan kelompok eksperimen45. Kelompok kontrol adalah kelompok yang tidak diberikan perlakuan, sedangkan kelompok eksperimen adalah kelompok yang diberikan perlakuan yakni pembelajaran dengan menggunakan Video animasi.

Tabel 3.1 Desain Penelitian

Kelompok Pre Test Perlakuan Post Tes

Kelas B (Kontrol) O₁ X O₂

Kelas D (Eksperimen) O₃ - O₄

Keterangan:

O1 : Hasil pre test kelompok eksperimen O2 : Hasil post test kelompok eksperimen O3 : Hasil pre test kelompok kontrol O4 : Hasil post test kelompok kontrol

X : Kelompok eksperimen (menggunakan media Video Pembelajaran Animasi)

45 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kuantitatif dan R & D, (Bandung: Alfabeta, 2018), hal 77

- :Kondisi wajar, yaitu kelompok kontrol dengan kondisi kelompok belajar yang wajar atau pembelajaran yang biasa digunakan oleh guru

B. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 5 Kota Bengkulu Jalan Asahan, Kelurahan Padang Harapan, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu.

2. Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada tahun pelajaran 2021/2022. dilaksanakan pada tanggal 29 Maret-11 Mei 2022

C. Populasi dan Sampel Penelitian 1. Populasi Penelitian

Tabel 3.2 Populasi Penelitian

No Kelas Jumlah Siswa

1 VA 28

2 VB 24

3 VC 27

4 VD 30

Jumlah Keseluruhan 109

2. Sampel Penelitian

Menurut Sugiyono Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki dari populasi tersebut.

Teknik penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive Sampling adalah teknik pengambilan sampel dari sumber data dengan pertimbangan tertentu.

Misalnya orang yang dianggap paling tahu tentang apa yang akan diharapkan atau mungkin dia sebagai penguasa sehingga akan memudahkan peneliti menjelajahi objek/ situasi sosial yang diteliti46. Sampel dengan pertimbangan tertentu. Kelas VB dipilih sebagai kelas Kontrol dan Kelas VD dipilih sebagai kelas Eksperimen.

Adapun sampel dalam penelitian ini, yaitu 24 siswa kelas VD (kelas ekperimen) dan 30 siswa kelas VB (kelas kontrol).

46 Endang Widi Winarni, Teori Praktik Penelitian Kuantitatif Kualitatif, (Jakarta:Bumi Aksara, 2018), hal 56.

Dokumen terkait