• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

B. Data Hasil Penelitian

1. Uji Prasyarat

a. Uji Normalitas Data

1) Uji normalitas kuesioner aktivitas belajar siswa a) Menentukan jumlah kelas interval

b) Menentukan panjang kelas interval P = 𝐷𝑎𝑡𝑎 𝑇𝑒𝑟𝑏𝑒𝑠𝑎𝑟 − 𝐷𝑎𝑡𝑎 𝑇𝑒𝑟𝑘𝑒𝑐𝑖𝑙

𝐵𝐾

= 118−88

6

= 30

6

= 5

c) Menyusun nilai ke dalam tabel distribusi frekuensi, sekaligus tabel penolong untuk menghitung harga chi kuadrat hitung.

Tabel 4.17

Uji Normalitas Aktivitas Belajar Kelas Eksperimen Interval 𝒇𝒐 𝒇𝒉 𝒇𝒐− 𝒇𝒉 (𝒇𝒐− 𝒇𝒉)𝟐 (𝒇𝒐− 𝒇𝒉)𝟐

𝒇𝒉

88-92 2 1 1 1 1

93-97 1 4 -3 9 2,25

98-103 14 10,5 3,5 12,25 1,166

104-108 11 10,5 0,5 0,25 0,023

109-113 1 4 -3 9 2,25

114-118 1 1 1 1 1

Jumlah 30 30 0 32,5 7,689

d) Menghitung 𝑓 (frekuensi yang diharapkan)

Cara menghitung 𝑓didasarkan pada persentase luas tiap bidang kurva normal dikalikan jumlah data observasi (jumlah individu dalam sampel). Dalam penelitian ini jumlah individu dalam sampel = 31, maka:

- Baris pertama dari atas 2,7 % x 31 =0,83 dibulatkan menjadi 1

- Baris kedua dari atas 13,53 % x 31= 4,19 dibulatkan menjadi 4

- Baris ketiga dari atas 34,13 % x 31= 10,58 dibulatkan menjadi 10,5

- Baris keempat dari atas 34,13 % x 31= 10,58 dibulatkan menjadi 10,5

- Baris kelima dari atas 13,53 % x 31= 4,19 dibulatkan menjadi 4

- Baris keenam dari atas 2,7 % x 31 =0,83 dibulatkan menjadi 1

e) Memasukkan harga 𝑓 ke dalam tabel kolom 𝑓 sekaligus menghitung (𝑓𝑜 − 𝑓)2 dan (𝑓𝑜− 𝑓)

2 𝑓

adalah chi kuadrat(𝑥2) hitung.

f) Membandingkan harga chi kuadrat hitung dengan chi kuadrat tabel. Bila harga chi kuadrat hitung lebih kecil dari pada harga chi kuadrat tabel maka distribusi data dinyatakan normal, dan bila lebih besar dinyatakan tidak normal.

Dalam perhitungan ditemukan harga chi kuadrat hitung = 7,689. Selanjutnya harga ini dibandingkan dengan harga chi kuadrat tabel dengan dk (derajat kebebasan) 6-1 = 5. Berdasarkan tabel chi kuadrat, diketahui bahwa bila dk = 5 dan kesalahan yang ditetapkan = 5%, maka harga chi kuadrat tabel = 11,070. Karena harga chi kuadrat hitung lebih kecil dari chi kuadrat tabel (7,689 < 11,070), maka distribusi data nilai statistik angket motivasi belajar dari 31 responden tersebut dapat dinyatakan berdistribusi normal.

2) Uji normalitas Aktivitas Belajar Kontrol a) Menentukan jumlah kelas interval

Untuk pengujian normalitas chi kuadrat ini jumlah kelas interval ditetapkan = 6

b) Menentukan panjang kelas interval P = 𝐷𝑎𝑡𝑎 𝑇𝑒𝑟𝑏𝑒𝑠𝑎𝑟 − 𝐷𝑎𝑡𝑎 𝑇𝑒𝑟𝑘𝑒𝑐𝑖𝑙

𝐵𝐾

=85−63

6

= 3,167 dibulatkan menjadi (4)

c) Menyusun nilai ke dalam tabel distribusi frekuensi, sekaligus tabel penolong untuk menghitung harga chi kuadrat hitung.

Tabel 4.18

Tabel Normalitas Aktivitas Kelas Kontrol Interval 𝒇𝒐 𝒇𝒉 𝒇𝒐− 𝒇𝒉 (𝒇𝒐− 𝒇𝒉)𝟐 (𝒇𝒐− 𝒇𝒉)𝟐

𝒇𝒉

70-72 5 1 1 1 1

73-75 14 4 -1 -2 1

76-78 4 10,5 -2,5 6,25 0,595

79-81 4 10,5 -2,5 6,25 0,595

81-84 2 4 -2 -4 0

85-87 2 1 1 2 2

Jumlah 24 41,5 -6 9,5 5,19

d) Menghitung 𝑓 (frekuensi yang diharapkan)

Cara menghitung 𝑓 didasarkan pada persentase luas tiap bidang kurva normal dikalikan jumlah data observasi (jumlah individu dalam sampel). Dalam penelitian ini jumlah individu dalam sampel = 31, maka:

- Baris pertama dari atas 2,7 % x 31 =0,83 dibulatkan menjadi 1

- Baris kedua dari atas 13,53 % x 31= 4,19 dibulatkan menjadi 4

- Baris ketiga dari atas 34,13 % x 31= 10,58 dibulatkan menjadi 10,5

- Baris keempat dari atas 34,13 % x 31= 10,58 dibulatkan menjadi 10,5

- Baris kelima dari atas 13,53 % x 31= 4,19 dibulatkan menjadi 4

- Baris keenam dari atas 2,7 % x 31 =0,83 dibulatkan menjadi 1

e) Memasukkan harga 𝑓 ke dalam tabel kolom 𝑓 sekaligus menghitung (𝑓𝑜 − 𝑓)2 dan (𝑓𝑜− 𝑓)

2 𝑓

adalah chi kuadrat(𝑥2) hitung.

f) Membandingkan harga chi kuadrat hitung dengan chi kuadrat tabel. Bila harga chi kuadrat hitung lebih kecil dari pada harga chi kuadrat tabel maka distribusi data dinyatakan normal, dan bila lebih besar dinyatakan tidak normal.

Dalam perhitungan ditemukan harga chi kuadrat hitung = 5,19. Selanjutnya harga ini dibandingkan dengan harga chi kuadrat tabel dengan dk (derajat kebebasan) 6-1 = 5. Berdasarkan tabel chi kuadrat, diketahui bahwa bila dk = 5 dan kesalahan yang ditetapkan = 5%, maka harga chi kuadrat tabel = 11,070. Karena harga chi kuadrat hitung lebih kecil dari chi kuadrat tabel (5,19 < 11,070), maka distribusi data nilai Aktivitas belajar siswa 30 orang normal.

Hasil akhir perhitungan uji normalitas angket paktivitas belajar siswa kelas kontrol dan eksperimendapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.19

Uji Normalitas Data Angket Aktivitas Belajajar Kelas Eksperimen dan Kontrol

No Variabel 𝑿𝟐𝒉𝒊𝒕𝒖𝒏𝒈 𝑿𝟐𝒕𝒂𝒃𝒆𝒍 Ket 1 Aktivitas Belajar

Eksperimen 7,689 11,070 Normal 2 Aktivitas belajar

Kontrol 6,035 11,070 Normal

b. Uji Homogenitas

Untuk melakukan uji homogenitas, dilakukan perhitungan data untuk mencari varians dari masing- masing sampel.Hipotesis yang diajukan:

Ho : Tidak terdapat pengaruh video animasi terhadap aktivitas belajar IPA pada siswa kelas V SDN 5 Kota bengkulu

Ha : Terdapat pengaruh video animasi terhadap aktivitas belajar IPA pada siswa kelas V SDN 5 Kota bengkulu

Untuk menentukan rumus t-test, akan dipilih untuk pengajuan hipotesis, maka perlu diuji varians kedua sampel homogen atau tidak.

S12 = S1 x S1

= 6,45 x 6,45

= 41,602 S22 = S2 x S2

= 5,13 x 5,13

= 26,31

Pengujian homogenitas varians digunakan uji F, sebagai berikut:

F = Varians Terbesar Varians Terkecil

= 41,602

26,316

= 1,580

Harga Fhitung perlu dibandingkan dengan Ftabel, dengan dk pembilang (30-1) dan dk penyebut (30-1).

Berdasarkan dk pembilang 29 dan dk penyebut 29, dengan taraf kesalahan 5%, maka harga Ftabel adalah 0,367. Karena Fhitung lebih kecil dari Ftabel (1,710<0,367), maka artinya varians homogen, sehingga analisis quasi eksperiment dapat dilanjutkan

c. Uji Hipotesis

Adapun hasil penelitian yangdilakukan di kelas VD sebagai kelas eksperimen sdn 5 Kota Bengkulu, perhitungannya dianalisis dengan quasi eksperimen,

dimana X adalah nilai angketdan Y adalah nilai lembar observasi kelas eksperimen:

Tabel 4.20

Pengaruh Video Animasi terhadap Aktivitas Belajar Siswa pada Pembelajaran IPA di Kelas V SDN 5

Kota Bengkulu

X Y X2 y2 xy

90 82 8100 6724 7380

100 84 10000 7056 8400

118 77 13924 5929 9086

102 84 10404 7056 8568

98 72 9604 5184 7056

99 75 9801 5625 7425

116 77 13456 5929 8932

102 88 10404 7744 8976

106 81 11236 6561 8586

102 82 10404 6724 8364

99 80 9801 6400 7920

108 84 11664 7056 9072

104 80 10816 6400 8320

104 84 10816 7056 8736

104 76 10816 5776 7904

96 85 9216 7225 8160

103 81 10609 6561 8343

101 80 10201 6400 8080

103 88 10609 7744 9064

104 78 10816 6084 8112

111 84 12321 7056 9324

107 86 11449 7396 9202

88 83 7744 6889 7304

102 86 10404 7396 8772

94 85 8836 7225 7990

105 80 11025 6400 8400

100 84 10000 7056 8400

104 80 10816 6400 8320

93 80 8649 6400 7440

109 85 11881 7225 9265

3072 2451 315822 193953 243521

Berdasarkan tabel di atas, maka langkah selanjutnya ialah data tersebut dimasukan ke dalam rumus “t-test”.

Adapun hasil perhitungannya adalah sebagai berikut:

1) Mencari Interprestasi terhadap “r”

rxy = 𝑁.∑𝑋𝑌 – (∑𝑋).(∑𝑌)

√{𝑁.∑𝑋2 – (∑𝑋)2}.{𝑁.∑𝑌2 – (∑𝑌)2}

= (30).(243521) – (3072).(2451)

√{(30).(315822) – (3072)2}.{(30).(193953) – (2451)2}

= 7305630–7529472

√(9474660 − 9437184).(5818590 − 6007401)

= 223842

(37476).(−18881)

= 233842

−707584356

= 233842

2660045 = 0,841

2) Mencari Interpretasi terhadap “t”

t = 𝑋̅1− 𝑋̅2

𝑆12

𝑛1+ 𝑆22𝑛2 − 2𝑟(𝑆1

√𝑁1 )(𝑆2

√𝑁2 )

= 92,2− 79,20

41,602

30 + 26,3130 − 2.0,841(6,4530).(5,1330)

= 13

√1,3867 + 0,8777 − 2.0,81(1,179).(0,937)

= 13

√2,2644 − 1,78

= 13

1,504 − 1,78

= 13

0,276

= 47,10

Nilai t di atas selanjutnya dibandingkan dengan dk = N1+N2 – 2 = 30+30 – 2 = 58. Dengan dk = 58, dan bila taraf kesalahan ditetapkan sebesar 5%, maka ttabel = . Dengan demikian, thitung > ttabel ( 1,671>0,367) yang berarti hipotesis kerja (Ha) dalam penelitian ini diterima, yaitu terdapatterdapat pengaruh Video Animasi Terhadap Aktivitas Belajar siswa kelas V , sedangkan hipotesis nihil (Ho) ditolak.

d. Pembahasan dan Hasil Penelitian

Penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen research yang bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh atau tidaknya dari penerapan Video Animasi terhadap aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran IPA di SDN 5 Kota Bengkulu. Penelitin ini dilakukan pada sampel penelitian yang terdiri dari 38 siswa yaitu kelas VD sebagai kelas eksperimen siswa dan kelas VB 24 sebagai kelas kontrol. Pada kelas VD (Eksperimen) diberi perlakuan dengan menggunakan Media Video Animasi sedangkan pada kelas VB (Kontrol) diberi model pemebalajaran ceramah. Pembelajaran yang diberikan di kelas VD (Eksperimen) menggunakan media pembelajaran sebelum dan setelah diberikan perlakuan. Hal yang sama juga dilakukan pada kelas VB (Kontrol) namun media video pembelajaran yang diberikan berbeda, pada kelas kontrol ini menggunakan klasikal ceramah. Setelah perlakuan diberikan di kedua

kelas tersebut maka peneliti mengolah aktivitas belajar siswa.

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa observasi langsung dilakukan selama proses pembelajaran saat post-treatment dengan alat pengumpulan data yang digunakan adalah lembar observasi untuk mengukur Aktivitas Belajar Siswa , angket yang diberikan kepada 30 siswa kelas VD dan 24 siswa kelas VB di SDN 5 Kota Bengkulu dengan jumlah angket 25 soal yang berkaitan dengan batasan masalah penulis yaitu respon siswa dalam penggunaan video animasi terhadap aktivitas belajar siswa , juga mengumpulkan dokumentasi.

Sebelumnya melakukan analisis data, penulis melakukan uji homogenitas, dengan dk pembilang dan 29, dengan taraf kesalahan 5%, maka harga Ftabel adalah 0,367. Karena Fhitung lebih kecil dari Ftabel (1,710<0,367), maka artinya varians homogen, sehingga analisis quasi

eksperiment dapat dilanjutkan. Nilai t selanjutnya dibandikan dengan dk 58, dan bila taraf kesalahan ditetapkan sebesar 5%, maka ttabel = . Dengan demikian, thitung > ttabel ( 1,671>0,367) yang berarti hipotesis kerja (Ha) dalam penelitian ini diterima, yaitu terdapatterdapat pengaruh Video Animasi Terhadap Aktivitas Belajar siswa kelas V, sedangkan hipotesis nihil (Ho) ditolak.

Alat perhitungan ditemukan harga chi kuadrat hitung = 5,19. Selanjutnya harga ini dibandingkan dengan harga chi kuadrat tabel dengan dk (derajat kebebasan) 6-1 = 5. Berdasarkan tabel chi kuadrat, diketahui bahwa bila dk = 5 dan kesalahan yang ditetapkan = 5%, maka harga chi kuadrat tabel = 11,070.

Karena harga chi kuadrat hitung lebih kecil dari chi kuadrat tabel (5,19 < 11,070), maka distribusi data nilai Aktivitas belajar siswa 30 orang normal. Perbandingan dari hasil skor angket siswa pada kelas ekperimen dengan nilai rata-rata kelas ialah 92,2, sedangkan skor

angket siswa pada kelas kontrol sebesar 79,2.

Perbandingan dari hasil skor lembar observasi siswa pada kelas ekperimen dengan nilai rata-rata kelas ialah 81,7 sedangkan skor angket siswa pada kelas kontrol sebesar 76,6Dengan melihat hasil nilai rata-rata hasil skor angket dan lembar observasi siswa dari kedua kelas tersebut, maka dapat diketahui bahwa nilai rata-rata skor siswa pada kelas eksperimen yang menggunakan video animasi lebih tinggi dibandingkan dengan hasil rata-rata pada kelas kontrol yang tidak menggunakan video animasi.

Terdapatnya pengaruh pemberian video animas pembelajaran terhadap aktivitas siswa, sesuai dengan teori tentang faktor yang mempengaruhi aktivitas belajar siswa. Faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas belajar, yaitu: (1) Faktor intern, seperti insting atau naluri, adat atau kebiasaan, kehendak atau kemauan,suara batin atau suara hati. (2) Faktor ekstern,

seperti pendidikan di sekolah yang menggunakan metode dan media pembelajaran, maupun lingkungannya.

Video animasi adalah video yang berisi kumpulan gambar yang diolah sedemikian rupa sehingga menghasilkan gerakan dan dilengkapi dengan audio sehingga berksesan hidup serta menyimpan pesan-pesan pembelajaran. Video animasi dapat dijadikan sebagai perangkat yang siap kapanpun digunakan untuk menyampaiakan materi pelajaran. Furoida mengungkapkan bahwa media animasi pembelajaran merupakan media yang berisi kumpulan gambar yang diolah sedemikian rupa sehingga menghasilkan gerakan dan dilengkapi dengan audio sehingga berksesan hidup serta menyimpan pesan-pesan pembelajaran.

Kelebihan Video animasi dalam pembelajaran diantaranya adalah pengalaman yang lebih luas, meningkatkan motivasi belajar, meningkatkan

pembelajaran, interaksi yang lebih luas karena di dalamnya terdapat animasi sehingga komunikasi antara guru dan siswa lebih aktif. Dari penjelasan diatas dapat diketahui bahwa pembelajaran menggunakan media video animasi memberikan pengaruh yang baik terhadap kegiatan pembelajaran siswa yang dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa siswa pada mata pelajaran IPA tema 5 siklus air dibandingkan dengan menggunakan metode ceramah yang kegiatan pembeljarannya lebih pasif seperti tanya jawab dan mendengarkan guru menjelaskan materi pembelajaran yang sedang dibahas.

Pembelajaran yang menarik dapat mendukung Siswa saling bekerjasama dan berdiskusi dalam menyelesaikan tugas. Dalam kegiatan pembelajaran, siswa dapat membangun pengetahuan baru berdasarkan pengetahuan awal yang dimiliki. hal ini dipertegas kembali oleh Kadek Sukiyasa dan Sukoco tentang pengaruh media animasi terhadap hasil belajar dan motivasi belajar siswa

materi sistem kelistrikan otomotif, diketahui bahwa penggunaan media animasi dalam penyampaian materi sistem kelistrikan memberikan motivasi siswa yang lebih tinggi.59

Dengan demikian penerapan Media pembelajaran video animasi memiliki pengaruh terhadap hasil aktivitas belajar siswa dan membuat siswa lebih tertarik dan fokus dalam kegiatan pembelajaran dibandingkan dengan belajar dengan metode ceramah. Menurut sudjana “ kegiatan belajar / aktivitas belajar sebagai proses tersendiri atas enam unsur yaitu tujuan belajar, peserta didik yang termotivasi, tingkat kesulitan,stimulus dari lingkungan, peserta didik yang memahami situasi, dan pola respons peserta didik..Proses belajar berkaitan erat dengan segala aktivitas yang memiliki keterkaitan dengan belajar itu sendiri. Selama proses pembelajaran

59Kadek Sukiyasa, Pengaruh Media Animasi Terhadap Hasil Belajar dan Motivasi Belajar Siswa Materi Sistem Kelistrikan Otomotif, Jurnal Pendidikan Vokasi, Vol 3/No 1, (Februari, 2013), h.135

diharapkan kepada peserta didik dapat ikut berpartisipasi dalam setiap aktivitas belajar, baik aktivitas fisik maupun psikis. Aktivitas belajar mengharuskan adanya interaksi antara pendidik dengan peserta didik selama proses pembelajaran yang dilakukan.

Berdasarkan hasil penelitian Jefri menjelaskan bahwa siswa yang memiliki aktivitas tinggi akan memiliki prestasi belajar yang lebih baik dari pada siswa yang memiliki aktivitas rendah. Siswa yang aktivitasnya tinggi memiliki hasil 82%, sedangkan siswa yang memiliki aktivitas rendah memiliki hasil 52%.5 Hal ini telah dibuktikan bahwa adanya perbedaan nilai atau hasil pada kelas kontrol dan kelas eksperimen. Nilai aktivitas siswa dikelas eksperimen lebih baik dibandingkan nilai aktivitas siswa di kelas kontrol.60

60Jefri Handikha, Pembelajaran Fisika Memiliki Inkuiri Terbimbing Dengan Metode Eksperimen dan Demontrasi Ditinjau Dari Aktivitas Dan Perhatian Siswa, Jurnal JP2F, Vol 1, (2010), h.17

Kegiatan yang dilakukan dalam proses interaksi (guru dan siswa) dalam rangka mencapai tujuan belajar.

Aktivitas yang dimaksudkan disini penekanannya adalah pada siswa, sebab dengan adanya aktivitas siswa dalam proses pembelajaran terciptalah situasi belajar aktif.

Belajar aktif adalah suatu sistem belajar mengajar yang menekankan keaktifan siswa secara fisik, mental intelektual dan emosional guna memperoleh hasil belajar yang berupa perpaduan antara aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.61

Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Klara Lastari, Pengaruh Penggunaan Media Realia Terhadap Aktivitas Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Kelas III di MI Al Adli Palembang. Dimana terdapat perbedaan dengan peneliti pada penelitian sebelumnya menggunakan media realia sedangkan penelitian peneliti menggunkan media video animasi

61Depdiknas, (2010). Model Pembelajaran IPS, Malang: Pusat Kurikulum Baltibang Depdiknas. hlm 31

sedangkan persamaan penelitian Klara Lastari dengan peneliti yaitu terdapat pengaruh yang signifikan setelah menerapkan media pembelajaran pada kegiatan pembelajaran yang mana dapat memotivasi siswa untuk lebih aktif, semangat dan termotivasi dalam belajar.

Dokumen terkait