PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Jadi siswa yang baru masuk SD/Madrasah Ibtida'iyah harus bisa membaca karena membaca merupakan bagian terpenting dalam proses pembelajaran. Untuk mengatasi hal tersebut, Madrasah Ibtida'iyah Negeri 1 Bondowoso mengadakan program klinik membaca untuk membantu siswa yang belum bisa membaca.
Fokus Penelitian
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan dan bahan penilaian, guna lebih meningkatkan kemampuan membaca siswa. Berkontribusi terhadap pengembangan pembelajaran di Medresah Ibtidaiyah Negeri 1 Bondowoso khususnya dalam pengembangan keterampilan membaca siswa.
Definisi Istilah
Program Klinik Membaca merupakan kegiatan setelah jam kerja yang telah disetujui dan dirancang untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa, terutama mereka yang belum membaca di kelas bawah. Oleh karena itu, program klinik membaca Madrasah Ibtida'iyah Negeri 1 Bondowoso merupakan kegiatan membaca di luar jam pelajaran bagi siswa yang belum bisa membaca di Madrasah Ibtida'iyah Negeri 1 Bondowoso.
Sistematika Pembahasan
Subyek yang diteliti adalah guru dan siswa yang terlibat dalam kelas klinik membaca. Siswa yang memasuki kelas membaca tiba pada waktu yang dijadwalkan untuk program klinik membaca.
KAJIAN KEPUSTAKAAN
Penelitian Terdahulu
Pengembangan keterampilan membaca dan menulis Al-Qur’an dengan metode Iqra’ di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Jember tahun pelajaran. Pembelajaran ekstra kurikuler Tahfidz Al-Qur'an di Madrasah Ibtida'iyah Nurul Ulum Cindogo Kecamatan Tapen Kabupaten Bondowoso tahun ajaran.
Kajian Teori
21Farida Rahim, Belajar membaca di SD Farida Rahim, Belajar membaca di SD..,2. . cenderung lebih memahami dibandingkan orang yang tidak mempunyai tujuan ketika melakukan kegiatan membaca. Dalam kegiatan membaca di kelas, guru hendaknya menetapkan tujuan membaca dengan menetapkan tujuan spesifik yang sesuai atau dengan membantu mereka menetapkan tujuan membaca siswa sendiri. Dari berbagai tujuan yang disebutkan di atas, beberapa tujuan dapat dikelompokkan ke dalam kegiatan membaca pemahaman di SD/MI. Guru hendaknya mempersiapkan tujuan membaca dengan memberikan tujuan spesifik yang sesuai atau dengan membantu mereka merumuskan tujuan membaca siswa sendiri. 1984) dalam buku Farida Rahim mengemukakan bahwa keterampilan membaca dapat dilihat sebagai suatu proses dan sebagai suatu hasil.
Oleh karena itu, guru berperan penting dalam membimbing siswa agar dapat menguasai kegiatan dalam proses membaca. Sebagai keterampilan dasar untuk keterampilan selanjutnya, kemampuan membaca awal sangat memerlukan perhatian guru karena jika landasannya tidak kuat maka siswa pada tingkat membaca yang lebih tinggi akan kesulitan untuk mengembangkan keterampilan membaca yang sesuai. Tes formatif adalah tes hasil belajar yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana siswa telah “terbentuk” (sesuai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan) setelah mengikuti suatu proses pembelajaran dalam kurun waktu tertentu.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan program klinik membaca di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Bondowoso Kecamatan Curahdami tahun pelajaran 2019/2020.
Subyek Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Bondowoso yang sering dikenal dengan nama MIN Locare, tepatnya di Jl. Nyonya. Yuni Islamiyah, S.Ag., selaku penanggung jawab program klinik membaca dipilih sebagai informan utama karena dianggap lebih mengetahui objek penelitian dan memberikan informasi yang dibutuhkan peneliti. Nyonya. Lilik Zaenab, S.Pd., Ny. Lilik Dianah Islamiyah, S.Ag., Ny. Muzayyanah, S.Pd.I., Ny. Henny Herrawati, S.Pd.I., selaku guru yang mengajar pada program klinik membaca dilibatkan dalam penelitian karena dianggap membantu informan utama untuk memberikan informasi yang dibutuhkan peneliti.
Hikmatus Sakdiyah, siswa kelas 2A, Rendi Andika, siswa kelas 2B, dan Andika Bagus Ramadhan, siswa kelas 3A, yang terkait dengan penelitian ini.
Teknik Pengumpulan Data
Dalam observasi partisipan pasif, peneliti mengamati apa yang dilakukan orang, mendengar apa yang mereka katakan, dan tidak terlihat dalam aktivitas tersebut. Wawancara adalah pertemuan antara dua orang untuk bertukar informasi dan gagasan melalui tanya jawab sehingga dapat dikonstruksikan makna suatu topik tertentu.40. Dalam hal ini peneliti hanya mengkaji pokok permasalahan saja, dan sebelum melakukan wawancara terlebih dahulu menyepakati informan yang siap melakukan wawancara.
Analisis Data
Data yang diperoleh dari lapangan dikumpulkan sedemikian rupa sehingga peneliti dapat dengan mudah mengklasifikasikan dan mengorganisasikannya, sehingga data yang dianggap penting tidak hilang. Semua data yang diperoleh baik yang diperlukan maupun yang tidak perlu dikumpulkan, selanjutnya akan dilanjutkan dengan tahap kedua yaitu kompresi atau pemilahan data, data mana yang akan digunakan dan mana yang tidak. Seiring berlanjutnya pengumpulan data, terjadilah tahapan kondensasi data sebagai berikut: penulisan ringkasan, pengkodean, pengembangan tema, pembuatan kategori, dan penulisan catatan.46.
Setelah pengumpulan data berlangsung, tahap kedua adalah kondensasi data, dimana peneliti akan menulis ringkasan dari apa yang diteliti, mengembangkan berbagai tema yang ada dan menulis catatan selama penelitian. Pada tahap ini analisis data dilakukan dengan cara mengorganisasikan data yang diperoleh dalam bentuk deskripsi. Tahap terakhir dalam analisis data, pada tahap ini peneliti menyimpulkan dengan data yang diperoleh selama penelitian.
Peneliti melakukan validitas untuk menguji kebenaran, kekokohan, dan kesesuaian data yang ada di lapangan dengan teori yang ada, sehingga menghasilkan penelitian yang diharapkan dan bermanfaat bagi pembaca.
Keabsahan Data
Tahap-Tahap Penelitian
Hasil observasi peneliti mengenai pelaksanaan program klinik membaca di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Bondowoso ada karena perlunya membantu siswa yang belum bisa atau. Siswa yang masuk dalam kelas klinik membaca ini memang benar-benar mereka yang belum bisa membaca, sehingga masih baru mulai belajar membaca dan mengeja. Faktor penghambat pelaksanaan program klinik membaca di Madrasah Ibtida’iyah Negeri 1 Bondowoso berdasarkan hasil observasi adalah kurangnya kesadaran siswa untuk datang lebih awal mengikuti kelas klinik membaca.
Banyak siswa yang mengikuti kelas klinik membaca masih datang terlambat, atau terkadang tiba setelah 5 menit. Evaluasi terhadap program klinik membaca dilakukan oleh masing-masing guru klinik membaca untuk mengetahui perkembangan keterampilan membaca dan menulis siswa. Program Klinik Membaca ini memastikan siswa dapat membaca dengan baik dan meminimalkan jumlah siswa yang tidak dapat membaca.
Siswa harus lebih semangat untuk datang lebih awal saat belajar membaca agar program klinik membaca dapat berjalan efektif.
PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
Gambaran Obyek Penelitian
Program Klinik Membaca ini diawali dengan masuknya siswa ke Madrasah Ibtia'iyah Negeri 1 Bondowoso pada setiap angkatan baru, banyak diantaranya yang belum bisa membaca dan ada pula yang belum bisa menulis dengan baik. Saat itu, klinik membaca hanya ada satu kelas dan hanya siswa kelas 1 yang belum bisa membaca dan menulis. Klinik membaca ini tidak hanya mengajarkan membaca, namun siswa juga dilatih belajar menulis.
Kemudian siswa yang datang terlambat langsung menuju kelas dan menunggu giliran dipanggil namanya. Ya pak, di kelas klinik membaca ini kemampuan membaca siswanya bervariasi karena sebagian besar dari mereka baru mulai belajar membaca. Kurangnya kesadaran siswa untuk datang lebih awal mengakibatkan banyak siswa yang datang terlambat.
Siswa yang masuk kelas Klinik Membaca belum bisa membaca dan memerlukan bimbingan membaca.
Penyaijan Data dan Analisis
Pembahasan Temuan
Siswa yang memasuki klinik membaca masih dalam proses membaca, hampir semua siswa masih mengeja cara membaca. Kemudian suku-suku kata tersebut dirangkai menjadi kata-kata, dan kata-kata itu menjadi kalimat.” 79 Siswa yang tidak bisa membaca sama sekali belajar membaca di kelas Klinik Membaca dengan mengeja huruf-hurufnya lalu menghubungkan dan membacanya. Jadi ada siswa yang baru saja mulai membaca jilid 1, dan ada yang sudah membaca jilid 2 atau 3.
Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa faktor penghambat Program Klinik Membaca di Medresah Ibtidaiyah Negeri 1 Bondowoso antara lain kurangnya kesadaran siswa untuk datang lebih awal dan banyaknya siswa yang datang terlambat, keduanya dipengaruhi oleh minat siswa. untuk dibaca. Kemudian untuk mengantisipasi keterlambatan kedatangan siswa yang memasuki kelas klinik membaca, yaitu dengan tetap membuka kelas klinik membaca dan mengajak siswa untuk masuk dan mengikuti kelas Klinik Membaca. Namun dalam penilaian ini yang dilakukan bukanlah tes baru, melainkan kebiasaan membaca lisan siswa.
Satu persatu siswa datang untuk membaca dengan didampingi Ibu Lilik Diana Ilamiyah S.Ag.
PENUTUP
Kesimpulan
Pelaksanaan Program Klinik Membaca di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Bondowoso meliputi: a) Dilaksanakan pada hari Senin, Selasa, Rabu dan Kamis; b) Mulai pukul 06.30 sampai dengan 07.00;.
Saran-Saran
Diharapkan bagi peneliti selanjutnya juga didukung dengan wawancara dengan narasumber yang berkompeten dalam kajian program klinik membaca dan efektivitas proses pembelajaran membaca. Pengajaran Ekstrakurikuler Tahfidz Al-Qur'an di Madrasah Ibtida'iyah Nurul Ulum Cindogo Kecamatan Tapen Kabupaten Bondowoso Tahun Pelajaran 2018/2019. Pengembangan keterampilan membaca dan menulis Alquran melalui metode Iqro' di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Jember tahun pelajaran.
Implementasi Program Membaca dan Menulis Al-Quran Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca dan Menulis Al-Quran Pada Siswa Kelas 1 MIN Arjasa Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember Tahun Ajaran. Madrasah Ibtida'iyah Negeri 1 Bondowoso atau yang dikenal dengan MIN 1 Bondowoso merupakan lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Kementerian Agama, sama halnya dengan lembaga pendidikan lainnya Madrasah Ibtida'iyah Negeri 1 Bondowoso memulai kegiatan pembelajarannya dari 07.00 dan berakhir pada pukul 1 siang. Raya Besuki, Desa Locare, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso.1 Dari profil tersebut dapat disimpulkan bahwa Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Bondowoso merupakan sekolah milik pemerintah yang proses pembelajarannya sama dengan Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 lainnya.
Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Bondowoso dahulunya bernama Madrasah Ibtidaiyah Negeri Locare, perubahan nama tersebut berlaku mulai tahun 2018, sebelum berstatus Madrasah Ibtidaiyah Negeri Locare bernama MI Bustanul Ulum, didirikan pada tahun 1951 oleh Pengasuh Pengurus Pondok Pesantren Ulum Bustaning. yaitu : KH. Santri MI Bustanul Ulum merupakan santri yang tinggal di Pondok Pesantren Bustanul Ulum dan masyarakat desa sekitar. Antara tahun 1989 dan 2011, jumlah ruangan Madrasah Ibtidaiyah Negeri Locare bertambah sehingga lebih sesuai untuk pengembangan proses belajar mengajar yaitu menjadi 11 ruangan, dengan rincian sebagai berikut: 2.