• Tidak ada hasil yang ditemukan

Skripsi Sarjana Hukum di Institut Agama Islam Negeri Jember

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Skripsi Sarjana Hukum di Institut Agama Islam Negeri Jember"

Copied!
94
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Di Indonesia terdapat film yang mengangkat tema poligami yaitu film Surga yang Tak Dirindukan pada tahun 2015. Konsep poligami yang dilakukan dalam film Surga yang Tak Dirindukan sangat berbeda dengan yang diatur dalam konstitusi.

Fokus Penelitian

Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk mengkaji secara kritis konsep poligami karena ingin memperjelas apa yang menjadi penyebab kekhawatirannya dan ingin mengetahui tentang kehidupan poligami dalam Surga Yang Tak Dirindukan. Kami berharap penelitian ini dapat mengungkap banyak fakta penting tentang poligami dalam rumah tangga. Berdasarkan latar belakang diatas maka penulis bermaksud mengadakan penelitian yang berjudul “FILM POLYGAMOUS SURGAWI YANG TAK LEWATKAN (Dari Perspektif Hukum Islam di Indonesia).

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat untuk memperkaya pemahaman keilmuan tentang konsep poligami khususnya untuk pengembangan kedepannya dan juga dapat memberikan manfaat bagi semua pihak yang terkena dampak dari permasalahan yang diangkat peneliti. Bagi Institut Agama Islam Negeri Jember dapat menjadi kumpulan referensi literatur mengenai “Film Surga Poligami Yang Bukan.

Definisi Istilah

Hukum Islam Indonesia yang dimaksud adalah ajaran Islam yang berupa hukum untuk dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Jika seseorang masuk Islam, maka ia mengakui hukum Islam, dan wajib melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari.

Metode Penelitian

Jenis penelitiannya adalah penelitian kepustakaan23, yaitu penelitian yang dilakukan dengan bantuan literatur, baik berupa buku, catatan atau laporan hasil penelitian sebelumnya24. Dalam penelitian ini yang menjadi subjek penelitian adalah tokoh Prasetia, Arini dan Meirose dalam film Surga Yang Tak Dirindukan. Tujuan penelitian adalah masalah yang ingin diteliti atau masalah penelitian.

Sistematika Pembahasan

  • Sejarah film
  • Sejarah &Tokoh-tokoh dalam film surga yang tak
  • Pengertian pernikahan
  • Sejarah Pengertian Poligami dan Hukumnya
  • Kajian Teoritis Tentang Hukum Islam Indonesia

Hafiz Anwar, PRESENTASI POLIGAMI DALAM FILM SURGA YANG TAK TERLEWATKAN (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES) Metode penelitian yang digunakan adalah analisis semiotika Roaland Barthes. Di Indonesia ada film yang fokus pada poligami yaitu film Surga yang Tak Dirindukan pada tahun 2015. Di Surga yang Tak Dirindukan 1 dan 2, Arini adalah seorang guru TK dan penulis cerita anak.

69 Www://www.kompasiana.com/jurnalgemini/58bbbd9ca223bd7506fda694/lima-teman-untuk-Surga-yang-tak-dirindukan-2. Pembaca juga bisa membayangkan tokoh-tokoh apa saja yang berperan dalam cerita, seperti dalam novel Surga yang Tak Dirindukan karya Asma Nadia. Semua peristiwa tersebut tergambar jelas dalam novel Surga yang Tak Dirindukan karya Asma Nadia.

Film Surga yang Tak Dirindukan sutradara Kuntz Agus hanya menyoroti alasan Pras memilih menikah lagi. Sedangkan menurut peneliti, pesan dalam film Surga yang tidak boleh dilewatkan adalah idealisme keagamaan berupa poligami. Praktek poligami surgawi yang tidak dikehendaki sama sekali bertentangan dengan konsep yang diatur dalam Fikih Islam dan Kompilasi Hukum Islam yaitu.

METODE ANALISIS

Deskripsi Tentang Film Surga Yang Tak Dirindukan

Adegan tersebut menggambarkan momen Prasetya kecil melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana ibunya bunuh diri dengan terjebak di dalam mobil yang melaju di jalan depan gang rumah mereka. Dan Prasetya yang seharusnya mengantarkan anak yang terluka itu malah terpesona dengan sosok muslimah berjilbab yang sedang bercerita. Di tengah perjalanan, mobilnya disusul oleh mobil yang dikendarai sembarangan, berjalan zigzag sambil membunyikan klakson dengan keras.

Setelah berjuang keras, termasuk meyakinkan Meirose untuk menepati janji menikahinya, Prasetya berhasil menyelamatkan wanita yang putus asa itu. Arini dan Meirose di rumah masing-masing serta Prasetya di masjid kecil digambarkan sedang berdoa dan berdoa memohon jalan keluar dari Allah SWT. Film dibuka dengan adegan Pras mengendarai mobil dalam perjalanan pulang sambil menelpon Arini yang bersiap berangkat ke luar negeri bersama putrinya Nadia untuk menerima undangan dari komunitas Masjid As-Salam di Budapest untuk memenuhi Di tengah jalan dalam perjalanan pulang, Pras kembali bertemu dengan seorang sopir, mobil tersebut mengalami kecelakaan, dan sialnya saat itu tidak ada seorang pun selain Pras yang dapat membantu pengemudi sedan hitam tersebut, entahlah. merek apa itu Pras sempat bingung sejenak Ia teringat saat ia membantu Mairose Pras mendekati mobil yang terbalik di pinggir jalan, Pras langsung melihat sekeliling jalan berharap ada pengemudi sedan hitam yang oleng itu. datang menolong karena takut kejadian sebelumnya terulang kembali Pras membalikkan langkahnya menuju mobilnya lagi namun setelah beberapa langkah Pras ragu dan karena rasa iba Pras memutuskan untuk kembali lagi ke mobil yang ada di samping jalan.

Pras langsung membawa korban ke rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit, Pras langsung menghubungi Arini yang saat itu masih berada di kediamannya menunggu Pras datang.

Pendapat kritikus terhadap film surga yang tak dirindukan

Di sekuel pertama, Asma Nadia memilih kompromi, karakter Meirose membiarkan Prasetyo-Arini mempercayai Akbar. Sikap Asma Nadia ini konsisten dengan cerita lainnya, seperti Assalamulaikum Beijing yang tokoh perempuannya adalah seorang jurnalis. Berbeda dengan Hanum Rais yang terlihat jelas mendampingi suaminya tugas belajar di Eropa dan Amerika, Asma Nadia mengajak pembacanya --jika muncul di layar lebar-- untuk melanjutkan. bertamasya dan bertemu dengan komunitas muslim di tanah air yang dijadikan setting melalui karakter-karakternya.

Jika Asma Nadia dalam Assalamulaikum Beijing mewakili masyarakat Hui di Tiongkok yang memeluk Islam sejak abad ke-7, maka di Surga yang tak ketinggalan adalah minoritas Muslim di Budapest.69. Di satu sisi, Asma Nadia memberi saya wawasan tentang umat Islam di negara lain, sekaligus bahwa globalisasi tidak bisa dihindari. Syarief yang merupakan warga negara Indonesia bukan tidak mungkin bisa menjadi ahli di luar negeri, kasus Arcanda yang belakangan ramai diperbincangkan menjadi buktinya.

Persoalannya, film-film Indonesia yang berlatar luar negeri menjadi begitu dominan sehingga merambah ke drama romantis remaja.

Hukum islam dipakai untuk mengkritisi Fiksi

Film yang peneliti bicarakan disini adalah film Surga Yang Tak Terlewatkan, dimana tema film ini adalah poligami, namun konsep yang dipraktekkan sangat berbeda dengan yang tertata rapi dan dirancang dalam bentuk kompilasi. Hukum Islam. Begitu pula dengan film Surga Yang Tak Terlewatkan, yang tidak hanya menjadi sarana hiburan namun juga menjadi media pendidikan kita. Data utama penelitian disertasi ini menyangkut ketidaksesuaian konsep poligami yang disajikan di surga perfilman dan tidak luput dari aturan yang diterapkan di Indonesia, yaitu kompilasi hukum Islam yang secara jelas mendefinisikan bolehnya poligami dan tata cara poligami. .

Setelah peneliti membaca aturan mengenai poligami dalam Kompendium Hukum Islam dan mencocokkannya dengan amalan yang diperlihatkan dalam film Surga Tak Pernah Hilang, ternyata sangat bertolak belakang, antara lain: Film Surga Tak Pernah Hilang merupakan film bergenre cinta dalam satu keluarga. . Film Bring the Paradise That Not Missing merupakan film yang menggambarkan konsep poligami dimana latar belakang poligami dalam film tersebut adalah adanya keinginan untuk menolong atau menyelamatkan nyawa seseorang, yang dilakukan secara diam-diam tanpa ada izin atau persetujuan dari istri pertama.

Manoj Punjabi, film Surga Yang Tak Terlewatkan 1, izdan leta 2015 Manoj Punjabi, film Surga Yang Tak Terlewatkan 2, izdan leta 2017 Nia Kumiati.

PEMBAHASAN DAN TEMUAN

Pembahasan dan Temuan

Berbeda dengan praktik poligami yang dilakukan dalam Surga Yang Tak Dirindukan, poligami tersebut dilakukan atas dasar ketidaksengajaan dan Arini, istri pertama Prasetia, tidak mandul atau menyandang cacat apapun, berbelit-belit dan berat. Dalam film tersebut, poligami dilakukan secara diam-diam tanpa meminta izin Pengadilan Agama dan istri pertamanya, padahal hal ini diatur secara jelas dalam Pasal 56(1) dan Pasal 58(1)(1)(a) Kompendium Hukum Islam. . Mungkin bagi masyarakat yang paham hukum Islam di Indonesia hal ini tidak akan berdampak buruk bagi penonton film tersebut, namun bagi masyarakat yang buta hukum maka praktik poligami yang keliru dalam film Surga Tak Hilang akan dianggap sebagai hal yang benar dan sah. hal yang harus dilakukan dalam kehidupan nyata.

Seperti yang penulis ketahui, film Unmissable Heaven berkisah tentang seorang laki-laki yang mempunyai istri lebih dari satu, dan dalam film tersebut terdapat adegan Pras menikah dengan Meirose, walaupun dalam film tersebut pengucapan kalimat kontraknya kurang jelas dan tidak terlalu jelas. hanya demonstrasi. hanya. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif pendekatan pustaka untuk meneliti praktik poligami dalam film Raj yang tidak salah dalam sudut pandang hukum Islam di Indonesia, maka kita dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut. Bahwa di Indonesia terdapat aturan-aturan nyata yang harus dipatuhi oleh para pemeluknya, yaitu hukum Islam berupa Fiqh dan Kompilasi Hukum Islam yang jelas mengatur poligami, yang terdapat dalam Al-Qur'an dan banyak kitab lainnya, sedangkan di dalam KHI kita temukan pada pasal 55 sampai dengan 59 yang sebenarnya tidak tersirat dalam film bahwa surga tidaklah salah tempat padahal media film merupakan media yang diharapkan dapat membawa perubahan positif dari ketidaktahuan akan hukum menjadi memperoleh pengetahuan atau kesadaran akan hukum. hukum.

Setelah melakukan penelitian terhadap pemutaran film Surga Yang Tak Dirindukan 1&2 yang berjudul “Film Poligami Surga Yang Tak Dirindukan 1&2 (Kajian Kritis Konsep Poligami dalam Perspektif Kompilasi Hukum Islam (KHI))” perlu dilakukan membuat usulan yang bisa dijadikan bahan pertimbangan nantinya.

PENUTUP

Saran-Saran

Insan perfilman berharap kedepannya dapat memberikan karya-karya baru di bidang perfilman dengan meningkatkan kualitas cerita sebagai bentuk upaya menanamkan dan menerapkan kaidah-kaidah yang berlaku di Indonesia, karena film merupakan salah satu media yang diharapkan dapat membawa perubahan. Masyarakat dan pecinta film yang menyaksikan film ini berharap dengan adanya penelitian ini dapat memberikan wawasan kepada masyarakat luas untuk menerima dan menerima pesan-pesan positif dan tidak serta merta membenarkan apa yang dilakukan dalam film tersebut, khususnya di bidang hukum. orang tersebut buram dan tidak mengetahui aturan yang berlaku di Indonesia, khususnya mengenai poligami yang diatur dalam Ikhtisar Hukum Islam. Jurusan Hukum Islam Program Studi Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah berharap penelitian ini dapat menambah referensi dan memberikan kontribusi dalam rangka pengembangan hukum Islam khususnya di bidang poligami.

Referensi

Dokumen terkait

Dalam hal istri tidak mau memberikan persetujuan, dan permohonan izin untuk beristeri lebih dari satu orang berdasarkan atas salh satu alasan yang diatur dalam pasal 55 ayat (2)

“Dalam hal isteri tidak mau memberikan persetujuan, dan pemberian izin untuk beristri lebih dari satu orang berdasarkan atas salah satu alasan dalam pasal 55 ayat 2 dan 5

Kemudian dalam kompilasi Hukum Islam pasal 55 dijelaskan bahwa (1) beristri lebih dari satu orang pada waktu yang bersamaan ,terbatas hanya sampai empat istri.(2) syarat

Dalam pasal 59 dikatakan bahwa: “Dalam hal isteri tidak mau memberikan persetujuan, dan permoho- nan izin untuk beristeri lebih dari satu orang berdasarkan atas

Dalam hal isteri tidak mau memberikan persetujuan, dan permohonan izin untuk beristeri lebih dari satu orang berdasarkan atas salah satu alasan yang diatur dalam pasal 55

Pasal 59 Dalam hal istri tidak mau memberikan persetujuan, dan permohonan izin untuk beristeri lebih dari satu orang berdasarkan atas salh satu alasan yang diatur dalam pasal 55 ayat 2

bahkan sampai dengan urusan memilih tempat kegiatan belajar dan mengajar KBM di luar kelas.61 Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu peserta didik mengenai persiapan dalam

Perbedaan hasil penelitian terdahulu yang menjadi jenis penelitian berupa penelitian kuantitatif yang dilakukan kepada keluarga penerima dan bukan penerima PKH dengan judul “Studi