PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Berdasarkan indikator Mobilisasi pengelolaan pelayanan perceraian di Kantor Pengadilan Agama Kabupaten Bulukumba berhubungan dengan pemberian motivasi kepada pegawai untuk memberikan pelayanan yang baik. Berdasarkan indikator Mobilisasi, pengelolaan pelayanan perceraian di Kantor Pengadilan Agama Kabupaten Bulukumba berkaitan dengan pengarahan pegawai.
TINJAUAN PUSTAKA
Konsep Manajemen
Manajemen, lebih spesifiknya, pengertian manajemen adalah ilmu dan seni perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan terhadap usaha anggota suatu organisasi serta penggunaan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Manajemen sangat penting bagi setiap aktivitas individu atau kelompok dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
Konsep dan Teori Manajemen Sistem pelayanan publik
OK', artinya jika layanan diberikan kepada klien. Dari pengertian di atas penulis dapat menyimpulkan bahwa manajemen pelayanan publik adalah segala bentuk pelayanan, baik berupa barang maupun pelayanan publik, yang pada prinsipnya merupakan tanggung jawab dan dilaksanakan. oleh lembaga pemerintah. Hal ini memerlukan kemampuan manajemen pelayanan yang sangat tinggi agar dapat terus eksis dan bersaing.
Konsep dan Teori Pelayanan Prima
Jadi konsep pelayanan prima meliputi A6 yaitu Sikap, Perhatian, Tindakan, Kemampuan, Penampilan dan Akuntabilitas. Tujuan dari pelayanan prima adalah memberikan pelayanan yang dapat memenuhi dan memuaskan pelanggan atau masyarakat serta memberikan fokus pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan.
Kasus Perceraian
Transparansi, yaitu pelayanan yang terbuka, mudah, dan dapat diakses oleh semua pihak yang memerlukan serta disediakan secara memadai dan komprehensif. Bersyarat yaitu pelayanan yang sesuai dengan kondisi dan kemampuan pemberi dan penerima pelayanan dengan tetap berpegang pada prinsip efisiensi dan efektivitas. Partisipatif, yaitu pelayanan yang dapat mendorong partisipasi masyarakat/klien dalam penyelenggaraan pelayanan publik dengan memperhatikan aspirasi, kebutuhan dan harapan masyarakat.
Persamaan hak, yaitu pelayanan yang tidak membeda-bedakan dalam aspek apapun, terutama suku, ras, agama, golongan, status sosial, dan lain-lain. Namun kenyataannya kondisi kehidupan rumah tangga tidak sesuai harapan, seringkali kebahagiaan sebuah keluarga terancam. Dalam hal ini Islam membenarkan perceraian sebagai langkah terakhir dalam upaya mempertahankan keluarga, oleh karena itu, dari tahun ke tahun angka perceraian seringkali meningkat tinggi di beberapa pengadilan agama di Indonesia.
Perceraian terjadi ketika kedua belah pihak, baik suami maupun istri, merasa tidak cocok dalam membangun rumah tangga.
Kerangka Pikir
Dalam perkara perceraian, asas perdamaian para pihak merupakan beban yang wajib ditanggung hakim setiap kali menyelidiki, mengadili, dan memutus suatu perkara perceraian. Tindakan hakim untuk mendamaikan para pihak yang berselisih adalah dengan menghentikan perselisihan dan menjamin tidak terjadinya perceraian. Apabila hal ini berhasil dilakukan oleh pihak yang mengadili perkara, maka perkara perceraian yang diajukan para pihak ke pengadilan dengan sendirinya harus dicabut.
Fokus Penelitian
Deskripsi Fokus Penelitian
Dari hasil wawancara diatas disebutkan bahwa penjadwalan layanan pengajuan cerai saat ini dilakukan secara online, sehingga Kantor Pengadilan Agama Bulukumba memberikan kemudahan melalui layanan penjadwalan secara online. Dari hasil wawancara diatas terlihat bahwa persiapan Pengadilan Agama Kabupaten Bulukumba dalam pemberian pelayanan secara online sudah dipersiapkan dan digunakan dalam pemberian pelayanan. Dari wawancara di atas terlihat bahwa Pengadilan Agama Bulukumba sedang mempersiapkan diri dengan layanan online yang unggul di tengah pandemi Covid 19, memaksimalkan proses virtual sebagai solusi yang ditawarkan di tengah pandemi ini.
Dari hasil wawancara di atas terlihat bahwa perencanaan pengurus Pengadilan Agama Bulukumba dalam situasi Covid 19 saat ini sedang mempersiapkan pelayanan secara online. Dari hasil wawancara di atas terlihat bahwa terdapat tiga penyediaan sumber daya pada Pengadilan Agama di Bulukumba, yaitu sumber daya manusia dan sumber daya keuangan. Dari wawancara di atas terlihat bahwa pengembangan tujuan organisasi kelompok kerja ini dalam kaitannya dengan pengembangan kerja dan peningkatan kerja terus dilakukan oleh pegawai pengadilan agama.
Dari wawancara di atas terlihat bahwa dalam pengembangan pelayanan di Pengadilan Agama Bulukumba dilakukan pelaporan hasil pelayanan dan kesenjangan pelayanan. Dari wawancara diatas, tugas pokok setiap pegawai pada Pengadilan Agama Bulukumba sudah berjalan dengan baik dan sesuai dengan tugas yang diberikan. Dari hasil wawancara di atas terlihat bahwa masyarakat mempersepsikan pelayanan yang diberikan oleh pegawai Pengadilan Agama memiliki bagian dan pegawai yang berbeda-beda dalam menjalankan tugas dan fungsinya.
Berdasarkan indikator pemantauan dalam pengelolaan pelayanan perceraian di Kantor Pengadilan Agama Kabupaten Bulukumba mengenai penyimpangan-penyimpangan yang terjadi dalam pelayanan berdasarkan tujuan organisasi. Pimpinan pengadilan agama diharapkan mampu memotivasi pegawainya untuk memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.
METODE PENELITIAN
Jenis Penelitian
Sumber Data
Data primer merupakan sumber data utama yang digunakan untuk mengumpulkan berbagai data informasi yang berkaitan dengan fokus yang diteliti, dengan menggunakan metode wawancara dan observasi. Data sekunder merupakan sumber data pendukung yang diperlukan untuk melengkapi data primer yang dikumpulkan, hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mencocokkan kebutuhan data lapangan yang berkaitan dengan objek yang kita pelajari.
Informan Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Teknik Analisis Data
Pada hakikatnya bersifat khusus dalam kaitannya antara lain dengan peradilan agama sebelum berlakunya undang-undang nomor 7 tahun 1989. Fungsi penasehatan dan pembinaan, dalam hal ini Pengadilan Agama berfungsi dan mempunyai kekuasaan memberi nasehat dan bimbingan. Berdasarkan hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa perencanaan pelayanan yang diberikan didasarkan pada pedoman pemberian pelayanan Pengadilan Agama Kabupaten Bulukumba, dan standar operasional yang telah ditetapkan.
Dari wawancara di atas terlihat bahwa masyarakat belum mengetahui bagaimana persiapan pengadilan agama dalam memberikan pelayanan di masa depan, namun kenyataannya di masa pandemi ini pelayanan dilakukan dengan sistem online. Dari wawancara di atas terlihat bahwa Pengadilan Agama memberikan pelayanan secara online pada masa pandemi saat ini, oleh karena itu pedoman perencanaan mengenai perencanaan penyiapan pelayanan yang diberikan Pengadilan Agama Bulukumba dengan memberikan pelayanan berbasis online dan pendampingan pribadi kepada masyarakat yang membutuhkan. membutuhkan bantuan dalam urusan perceraian. Berdasarkan Indikator Mobilisasi Pengelolaan Pelayanan Perceraian pada Kantor Pengadilan Agama Kabupaten Bulukumba berkaitan dengan mempengaruhi dan memberikan komando atas pelayanan. Peneliti kemudian mewawancarai Ketua Pengadilan Agama Bulukumba dan mengatakan bahwa :. sebagai seorang pemimpin harus mampu mempengaruhi pegawainya dan memberi perintah untuk bekerja semaksimal mungkin serta memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan pengadilan agama…”.
Pengadilan Agama diharapkan dapat memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat luas dengan menggunakan sistem virtual/online.
Keabsahan Data
HASIL DAN PEMBAHASAN
Profil Pengadilan Negeri Agama Bulukumba
Sejarah terbentuknya peradilan agama di seluruh Indonesia pada masa penjajahan (Portugis, Belanda, dan Jepang) patut dikaji berdasarkan sejarah masuknya Islam di Indonesia pada abad ke 10. Walaupun hukum Islam sudah ada, namun hukum Islam sudah ada. belum dikenal secara institusional dengan istilah Pengadilan Agama. Pengadilan agama hanya berwenang memeriksa dan memutus perselisihan hukum antara suami istri yang beragama Islam.
Peraturan Pemerintah Nomor 45 TH Tahun 1957 Tentang Pembentukan Pengadilan Agama/Syariah Di Luar Pulau Jawa dan Madura. Keputusan Menteri Agama Nomor 5 Tahun 1958, tanggal 6 Maret 1958 tentang Pendirian Peradilan Agama/Peradilan Syari'at di Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Irian Barat. A menyatakan, pengadilan agama memberikan kesaksian istbat rukyatul hilal untuk menentukan awal bulan tahun Hijriyah.
Fungsi administratif, dalam hal ini Pengadilan Agama Bulukumba sebagai pelaksana wasiat dalam rumah tangganya dan bertanggung jawab menyelenggarakan tertib administrasi, baik dalam pengurusan perkara maupun pengurusan umum;
Manajemen Pelayanan Perceraian Di Kantor Pengadilan Agama Di
Jadi, berdasarkan hasil wawancara berdasarkan indikator perencanaan (Planning) mengenai rencana Pengadilan Agama Kabupaten Bulukumba dalam memberikan pelayanan, maka dapat disimpulkan bahwa dalam konteks kondisi pandemi yang sedang berlangsung, Pengadilan Agama Kabupaten Bulukumba memberikan pelayanan secara online kepada proses pengajuan perceraian untuk mengurangi aktivitas fisik dan penularan kasus Covid.19 saat ini memberikan pelayanan yang baik pada sistem informasi. b) Berdasarkan indikator perencanaan pengelolaan pelayanan perceraian di Kantor Pengadilan Agama Kabupaten Bulukumba terkait persiapan pelayanan kedepannya pada proses pelayanan online. Dari hasil wawancara di atas diketahui bahwa persiapan bidang perencanaan informasi dan teknologi telah dipersiapkan untuk menghadapi kondisi masa depan, sehingga fungsi peradilan agama khususnya dalam perkara perceraian dapat tetap berjalan dengan baik. Jadi, berdasarkan wawancara terhadap indikator-indikator perencanaan (Planning) kaitannya dengan persiapan peradilan agama ke depan dalam kaitannya dengan proses pelayanan secara online, maka dapat disimpulkan bahwa persiapan peradilan agama sudah siap melalui proses pelayanan secara online dan diiringi dengan kemajuan teknologi. dan perbaikan sistem informasi di Pengadilan Agama Bulukumba. c) Berdasarkan indikator perencanaan penanganan pelayanan perceraian di Kantor Pengadilan Agama Kabupaten Bulukumba terkait dengan persiapan pelayanan pada masa pandemi Covid 19 dan sejenisnya.
Jadi, dari keseluruhan hasil wawancara terhadap indikator-indikator perencanaan (planning), dapat disimpulkan bahwa pengelolaan perencanaan pelayanan di Pengadilan Agama Bulukumba di tengah wabah virus corona tahun 2019 yang mengakibatkan terganggunya kinerja Pengadilan Agama pelayanan di agar pengadilan agama dalam merencanakan pelayanan publik kedepannya dapat dilaksanakan secara virtual, maka pengadilan agama telah menyiapkan beberapa rencana mengenai sistem virtual dan dengan berjalannya waktu di tengah pandemi yang masih berlangsung dan disertai dengan perbaikan disetiap aspeknya. sistem informasi layanan virtual, dan dalam kaitannya dengan masyarakat umum, dalam kaitannya dengan sistem virtual, pengadilan memberikan bantuan langsung kepada masyarakat dengan tetap berpedoman pada protokol kesehatan yang ketat. Dari wawancara di atas sumber daya yang diperlukan dalam peradilan agama adalah sumber daya manusia sebagai syarat utama pelayanan, kemudian sumber daya keuangan sebagai penggerak suatu organisasi pemerintah dalam memberikan pelayanan dan sumber daya pendukung seperti fasilitas yang digunakan untuk memberikan pelayanan. Jadi berdasarkan indikator-indikator di atas maka organisasi yang berkaitan dengan pengembangan kinerja pegawai pengadilan agama berarti dengan melaporkan perkembangan pelayanan kinerja pegawai maka kedepannya akan terus terdapat kekurangan-kekurangan dan terus dilakukan pengembangan. melayani.
Jadi, berdasarkan wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa dengan mendelegasikan wewenang yang diperlukan kepada individu untuk melakukan tugas-tugas yang berkaitan dengan pelaksanaannya, maka manajemen mendelegasikan tugas tidak kepada seluruh pegawai, tetapi hanya kepada pegawai yang dinilai mampu melaksanakannya. tugas dan mempunyai tanggung jawab. e) Berdasarkan indikator organisasi dalam pengelolaan pelayanan perceraian pada Kantor Pengadilan Agama Kabupaten Bulukumba tentang koordinasi kegiatan pelayanan permohonan perceraian. Peneliti.. kemudian melakukan wawancara dengan ketua pengadilan agama di Bulukumba dan menyampaikan bahwa: ..koordinasi ini bersifat satu arah, jadi koordinasi kepengurusannya turun ke bawahan dan segala sesuatu yang berkaitan dengan pelayanan baik pelaksanaan maupun teknis, terkoordinasi dengan baik..." Hasil wawancara MS tanggal 15 Februari 2021). Berdasarkan indikator pengawasan dalam pengelolaan pelayanan perceraian di Kantor Pengadilan Agama Kabupaten Bulukumba mengenai pengawasan pelayanan berdasarkan tujuan organisasi. Peneliti kemudian melakukan wawancara dengan ketua pengadilan agama bulukumba dan menyampaikan bahwa : Pelayanan kepada masyarakat sudah sewajarnya kita melakukan pengawasan, apakah standar pelayanan yang diberikan harus sesuai, tugas dan fungsi kerja pegawai juga harus sesuai, oleh karena itu kita harus ada pengawasan agar semua rencana berjalan sesuai dengan apa yang direncanakan....". Dari wawancara tersebut, penyimpangan yang sering terjadi dalam pelayanan yang diberikan oleh Pengadilan Agama di Bulukumba yaitu pegawai yang sering tidak melaksanakan tugasnya dan tidak datang ke kantor menjadi kendala utama.