Struktur bangunan yang dilapisi dengan beton atau pasangan bata menjadi tidak ekonomis jika diterapkan di wilayah pesisir terpencil yang infrastruktur dan sumber bahan bangunannya terbatas. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan keterbatasan infrastruktur dan sumber material adalah dengan memanfaatkan karung pasir sebagai pelapis bangunan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa model cladding yang paling efektif meredam gelombang masuk adalah model A karena tinggi gelombang pantulan dan koefisien refleksi yang dihasilkan paling rendah.
Sebagai orang awam, penulis menyadari betul bahwa tugas penyelesaian yang sederhana ini masih banyak mengandung kesalahan dan masih memerlukan perbaikan secara menyeluruh, hal ini bukan karena keterbatasan pengetahuan dan kemampuan penulis dalam menyelesaikan tugas yang menurut penulis cukup sulit, demikian demi kesempurnaan tugas akhir ini sangat dinantikan berbagai masukan dan saran yang bersifat membangun. Penulis menyadari bahwa dalam proses pembuatan skripsi ini dari awal hingga selesainya skripsi ini, banyak pihak yang terlibat sehingga turut andil dalam terselesaikannya skripsi ini, oleh karena itu sudah menjadi tugas penulis untuk menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada pihak-pihak yang telah membantu. baik secara moril maupun materiil banyak membantu penulis dalam menyelesaikan tugas akhir ini hingga selesai. Nurnawati, ST., MT selaku Pembimbing II yang dengan sabar membimbing penyelesaian tugas akhir ini.
Harapan penulis semoga apa yang telah dibantunya selama ini, baik moril maupun materiil, mendapat pahala amal dari Allah SWT dan semoga tugas akhir ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua. Hmax : Tinggi gelombang maksimum Hmin : Tinggi gelombang minimum g : Percepatan gravitasi bumi Er : Energi gelombang pantulan Ei : Energi gelombang datang Hi/L : Kecuraman gelombang. Permasalahan tersebut kemudian dituangkan dalam bentuk tugas akhir atau tesis yang berjudul: “Studi Pengaruh Konfigurasi Karung Pasir Terhadap Gelombang Pantulan Pada Kelongsong Bangunan”.
Agar pembahasan materi pada tugas akhir ini lebih terarah, maka penulis menetapkan ruang lingkup penulisan sebagai berikut.
PENDAHULUAN
- Latar Belakang
- Rumusan Masalah
- Tujuan Penelitian
- Batasan Masalah
- Manfaat Penelitian
- Sistematika Penulisan
Kestabilan struktur tidak dinilai, sehingga struktur hanya diperkuat untuk mencegah struktur bergerak pada saat pengujian.
TINJAUAN PUSTAKA
Pengertian Pantai
Karakteristik Gelombang
Parameter Gelombang
Teori Redaman Gelombang
Gelombang Berdiri Parsial
Gelombang Refleksi
- Revetment
Hukum Dasar Model
METODOLOGI PENELITIAN
Waktu dan Lokasi Penelitian
Jenis dan Sumber Data
Bahan dan Alat
Model penelitian
Prosedur pelaksanaan penelitian
Bagan Alur Penelitian
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
Hasil penelitian dari seluruh kegiatan percobaan yang dilakukan di laboratorium disajikan sebagai berikut. Penentuan panjang gelombang dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan pengukuran langsung dan metode iteratif dari persamaan panjang gelombang yang ada. Pada pengukuran langsung di laboratorium dapat dilihat dengan mata telanjang dengan mengukur langsung panjang gelombang yang terdiri dari 2 bukit dan 1 lembah.
Dari hasil pengamatan dan pencatatan pada setiap titik lokasi pengamatan, selanjutnya diolah tinggi gelombang maksimum (Hmax) dan tinggi gelombang minimum (Hmin) sehingga diperoleh tinggi gelombang datang (Hi). Tinggi gelombang masukan (Hi) yang dialami peredam gelombang berpori bergantung pada tinggi gelombang maksimum (Hmax) dan tinggi gelombang minimum (Hmin) yang dialami bagian depan peredam gelombang berpori. Hal ini didasarkan pada landasan teori yaitu besar gelombang datang sama dengan Hmax, ditambah Hmin, kemudian hasil penjumlahan tersebut dibagi 2. Hasil pembagian tersebut adalah tinggi gelombang datang (Hai) yang dapat dirumuskan dengan menggunakan persamaan. landasan teori).Contoh perhitungan tinggi gelombang jatuh (Hi) pada pola penutup susunan A dengan periode 1 sekon adalah sebagai berikut.
Gelombang datang yang membentur/menabrak suatu penghalang akan dipantulkan sebagian atau seluruhnya, yaitu gelombang pemantulan. Besarnya tinggi gelombang yang teredam/diserap (tersebar) Hd adalah tinggi gelombang datang (Hi) dikurangi tinggi gelombang pantul (Hr) dan pancaran (Ht). Contoh perhitungan koefisien pantulan gelombang pada model coverage susunan A dengan periode 1 s adalah sebagai berikut.
Parameter tak berdimensi Hi/L digunakan untuk merepresentasikan hubungan antara kemiringan gelombang dan koefisien refleksi (Kr).
Pembahasan
Visualisasi grafis menunjukkan tinggi gelombang pantul (Hr) berbanding lurus dengan tinggi gelombang datang (Hi), yaitu semakin tinggi gelombang datang (Hi) maka semakin tinggi pula nilai gelombang pantul (Hr) . Untuk model cladding A hal ini mengurangi energi gelombang masuk sebesar rentang nilai gelombang pantulan, sedangkan untuk model cladding B rentang pantulan gelombang yang dihasilkan bervariasi. Dengan demikian, cara yang paling optimal untuk mereduksi energi gelombang masuk adalah dengan cladding model A, karena tinggi gelombang pantulan yang dihasilkan paling rendah.
Hubungan periode gelombang dengan tinggi gelombang pantul Berikut hubungan periode gelombang (T) dengan tinggi gelombang pantul (Hr). Hubungan kecuraman gelombang dengan nilai koefisien refleksi Berikut ini hubungan kecuraman gelombang (𝑯𝒊 .𝑳) dengan nilai koefisien refleksi (Kr). Visualisasi grafis menunjukkan bahwa untuk setiap model cladding, semakin besar kecuraman gelombang (Hi/L) maka semakin rendah nilai koefisien refleksi (Kr).
Dengan demikian pola cladding Model A menghasilkan koefisien refleksi yang paling rendah, yang berarti pola cladding Model A mempunyai koefisien refleksi yang lebih besar. Hubungan antara parameter gelombang datang (Hi) dengan tinggi gelombang pantul (Hr) menimbulkan hubungan berbanding lurus pada setiap model cladding, dimana semakin tinggi nilai Hi maka semakin tinggi pula nilai Hr. Pengaruh periode gelombang (T) terhadap tinggi gelombang pantul (Hr) menunjukkan bahwa semakin panjang periode gelombang maka tinggi gelombang pantul akan semakin berkurang.
Hubungan antara parameter kemiringan gelombang Hi/L dengan koefisien refleksi (Kr) menimbulkan hubungan yang berbanding terbalik dimana semakin tinggi nilai Hi/L maka semakin rendah nilai Kr. Pengaruh model cladding terhadap parameter gelombang menunjukkan bahwa model cladding yang paling efektif meredam gelombang datang adalah model A, karena tinggi gelombang pantulan yang dicapai dan koefisien refleksinya paling rendah. Agar hasil penelitian ini dapat diketahui lebih luas, disarankan agar dilakukan beberapa hal untuk mengembangkan penelitian ini sebagai berikut.
Penelitian ini menggunakan pencatatan tinggi gelombang secara manual dengan observasi visual, untuk mendapatkan pencatatan yang lebih baik disarankan pada penelitian selanjutnya menggunakan alat perekam gelombang otomatis. Model penurunan laju intrusi air asin pada akuifer pantai menggunakan sistem grouting. Pengurangan Limpasan Air Asin pada Model Akuifer Bebas Pesisir Prosiding Simposium Nasional Teknologi Terapan (SNNT 4 2016) FGDT-PTM VII di Universitas Muhammadiyah Purwekorto, ISBN.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Saran