PENDAHULUAN
Latar Belakang
Diabetes Melitus merupakan penyakit tidak menular yang prevalensinya sangat tinggi di seluruh dunia (Nurayati & Adriani, 2017). Oleh karena itu peneliti tertarik untuk mengambil judul hubungan aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada diabetes melitus di Puskesmas Karangmulya.
Rumusan Masalah
Dimana masyarakat tidak dapat bekerja dengan baik sehingga memiliki pendapatan yang rendah akibat penyakit diabetes atau penyakit lainnya (Kaunang, P, J et al., 2018). Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti data observasi di Puskesmas Karangmulya Kecamatan Bojongmangu Kabupaten Bekasi diperoleh hasil bahwa sekitar 47 orang menderita penyakit diabetes. Hal ini menandakan warga Kecamatan Bojongmangu sudah masuk kategori waspada.
Tujuan Penelitian
Oleh karena itu rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah ada hubungan aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada pasien diabetes di Puskesmas Bojongmangu”.
Manfaat penelitian
Manfaat bagi peneliti, semoga penelitian ini dapat membantu peneliti mengembangkan pengetahuan keperawatan medik bedah mengenai hubungan aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada pasien diabetes. Hasil penelitian ini dapat memberikan informasi kepada responden dalam pelaksanaan pencegahan dan dapat memberikan informasi mengenai dampak aktivitas fisik terhadap kadar gula darah.
Keaslian Penelitian
Keperawatan Diabetes Medis Bedah Selain itu, hasil penelitian ini dapat dijadikan bagian pembelajaran mahasiswa untuk menambah wawasan hubungan aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada pasien diabetes. Hubungan antara aktivitas fisik dengan kadar gula darah puasa pada penderita diabetes tipe 2 adalah cukup aktif secara fisik untuk mengontrol kadar gula darah puasanya.
TINJAUAN PUSTAKA
Anatomi Fisiologi Sistem Endokrin
1% sel F mengandung dan mensekresi polipeptida pankreas. Insulin adalah protein kecil yang terdiri dari dua rantai asam amino, masing-masing dihubungkan oleh ikatan disulfida. Kadar gula darah yang berlebihan akan merangsang sekresi insulin dan bila kadar glukosa rendah atau normal maka sekresi insulin akan menurun (Syaifuddin, 2011).
Konsep Diabetes Melitus
Kadar gula darah yang tidak terkontrol akan menimbulkan berbagai komplikasi, baik jangka pendek (akut) maupun jangka panjang (kronis). Komplikasi diabetes melitus akut dapat disebabkan oleh dua hal, yaitu peningkatan drastis dan penurunan kadar gula darah.
Konsep Aktivitas Fisik
1) >3 hari dengan aktivitas fisik berat >20 menit/hari 2) >5 hari dengan aktivitas sedang/jalan kaki >30 menit/hari 3) >5 hari dengan kombinasi jalan kaki intensitas sedang, aktivitas berat. 2) Jalan kaki >7 hari dikombinasikan dengan aktivitas sedang/kuat dan total MET >3000 METs-menit/minggu. Untuk menghitung indikator kategori digunakan kriteria GPAQ WHO 2010 yaitu total waktu yang dihabiskan untuk melakukan aktivitas fisik selama 1 minggu.
Aktivitas fisik merupakan salah satu pilar dalam penatalaksanaan Diabetes Melitus dan bertujuan untuk meningkatkan sensitivitas insulin dan juga menjaga kebugaran jasmani. Aktivitas fisik dapat memasukkan glukosa ke dalam sel tanpa memerlukan insulin. Selain itu, aktivitas fisik juga dapat menurunkan berat badan pada pasien obesitas dan mencegah laju perkembangan gangguan toleransi glukosa pada diabetes melitus, termasuk fungsi sirkulasi metabolik, pelepasan dan pengaturan glukosa. hormon dan sistem saraf otonom (Azitha et al., 2018). Saat istirahat, metabolisme otot menggunakan sangat sedikit glukosa sebagai sumber bahan bakar, sedangkan saat berolahraga glukosa dan lemak digunakan sebagai bahan bakar utama.
Diharapkan dengan digunakannya glukosa sebagai bahan bakar utama maka kadar glukosa darah akan menurun (Azitha et al., 2018).
Konsep Kadar Gula Darah
Penelitian dengan persiapan puasa 12 jam untuk mengetahui kadar gula darah puasa (Lestari & Purwanto, 2011). Pemeriksaan laboratorium yang dapat digunakan pada semua jenis diabetes, terutama untuk mengetahui status glikemik jangka panjang, karena hasilnya sangat akurat.
Kerangka Teori
Penyakit metabolik yang merupakan sekumpulan gejala yang muncul dalam jangka masa yang lama dan dicirikan oleh paras gula darah yang tinggi.
Kerangka Konsep
Hipotesis
METODE PENELITIAN
- Desain Penelitian
- Populasi dan Sample
- Ruang Lingkup Penelitian
- Variabel Penelitian
- Definisi Operasional
- Jenis Data
- Teknik Pengumpulan Data
- Instrumen Penelitian
- Pengolahan Data
- Analisis Data
- Etika Penelitian
Kuesioner aktivitas fisik disebarkan dalam bentuk Google Form yang diberikan kepada responden mengenai hubungan aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Karangmulya Tahun 2021. Penelitian ini membahas tentang hubungan aktivitas fisik dengan aktivitas fisik. kadar gula darah pada penderita diabetes melitus di Puskesmas Karangmulya tahun 2021. Berikut hasil analisis hubungan aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus di Puskesmas Karangmulya tahun 2021.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, peneliti meyakini terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kadar gula darah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Karangmulya Tahun 2021. Terdapat berbagai keterbatasan yang peneliti miliki antara lain: Kadar gula darah pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Karangmulya menunjukkan pada tahun 2021, kadar gula darah berada pada kategori normal.
Dengan tujuan melakukan penelitian tentang “Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Mellitus Di Puskesmas Karangmulya Tahun 2021”. Catatan hasil pemeriksaan gula darah setiap saat (minimal 2 minggu sejak pemeriksaan terakhir di Puskesmas atau Mandiri).
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Gambaran Um um Lokasi Penelitian
Secara administratif Puskesmas Bojongmangu berada di Kecamatan Bojongmangu Kabupaten Bekasi dengan total 6 desa yang meliputi 78 RW dan 39 rukun warga, keenam desa tersebut adalah Karangindah, Karangmulya, Bojongmangu, Medalkrisna, Sukamukti dan Sukabungah. Wilayah kerja Puskesmas Karangmulya mempunyai luas 50,12 km2, terdiri dari 6 desa yaitu : Desa Karangindah seluas 7,40 km2 dengan jumlah penduduk 3.224 jiwa, Desa Karangmulya dengan luas 9,94 jiwa. km2 dengan jumlah penduduk 5.099 jiwa, Desa Bojongmangu dengan luas wilayah 12,72 km2. Km2 dengan jumlah penduduk 5.241 jiwa, Desa Medalkrisna dengan luas 5,84 km2 dengan jumlah penduduk 3.589 jiwa, Desa Sukamukti dengan luas 6,84 km2 dengan jumlah penduduk 4.124 jiwa dan Sukabungah dengan luas 7,45 km2. Batas wilayah kerja Puskesmas Karangmulya Kecamatan Bojongmangu berada di sebelah barat yaitu Cikarang Tengah (Puskesmas Sumukti), di sebelah selatan Cibarusah (Puskesmas Cibarusah), di sebelah timur Kecamatan Karawang dan di sebelah selatan Kabupaten Bogor dekat Cariu Sub-kabupaten.
Topografi wilayah Puskesmas Karangmulya di Kecamatan Bojongmangu masih merupakan wilayah perbukitan dan termasuk dalam kategori pedesaan. Puskesmas Karang Mulya yang didirikan pada bulan Agustus 2002 merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan mengutamakan upaya promotif dan pencegahan, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Secara administratif wilayah kerja Puskesmas Karang Mulya Kecamatan Bojongmangu terdiri dari 6 desa yang meliputi 82 RT dan 36 RW.
Puskesmas bertanggung jawab dan terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Bojongmangu dan lintas batas menuju Bekasi sehat b. Misi. Untuk mencapai visi yang telah ditetapkan, visi tersebut diimplementasikan dalam beberapa misi Puskesmas Karangmulya seperti di bawah ini.
Gambaran Proses Penelitian
Pemaparan hasil penelitian pada penelitian ini dilakukan dalam 2 tahap yaitu analisis univariat dan analisis bivariat. Tahap pertama adalah analisis univariat yang menyajikan karakteristik responden umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan tertinggi dan pekerjaan. Tahap kedua adalah analisis bivariat yang digunakan untuk menyajikan hasil hubungan kedua variabel yaitu aktivitas fisik dan kadar gula darah.
Setelah responden menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada pada instrumen survei, maka peneliti akan membuat skor keseluruhan dari kuesioner survei yang dijawab responden kemudian disajikan dalam bentuk hasil survei.
Karakteristik Responden
Menurut peneliti, aktivitas fisik berat pada responden akan sejalan dengan normal dan rendahnya kadar gula darah. Menurut peneliti, jika responden melakukan aktivitas fisik ringan dapat mengakibatkan peningkatan kadar gula darah dalam tubuh. Artinya terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku olahraga dengan pengendalian kadar gula darah.
Berdasarkan hasil survei dan pembahasan hubungan aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada penderita diabetes pada 43 responden Puskesmas Karangmulya tahun 2021, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut. Bagi penderita diabetes di Puskesmas Karangmulya tahun 2021 terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kadar gula darah, karena aktivitas fisik yang baik dan teratur akan menurunkan kadar gula darah. Harapan kami kepada para peneliti untuk semakin memperkaya informasi terkait aktivitas fisik dan pola hidup sehat yang dilakukan oleh para pasien diabetes di Puskesmas Karangmulya sehingga dapat mempengaruhi kadar gula darah dalam tubuh.
Hubungan aktivitas fisik dengan kadar gula darah saat ini pada lansia penderita diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas Babakan Sari Kota Bandung. Pengaruh kepatuhan pola makan, aktivitas fisik dan pengobatan terhadap perubahan gula darah pada penderita diabetes melitus suku Rejang.
Hasil Dan Pembahasan Penelitian
Keterbatasan Penelitian
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Karakteristik responden penderita diabetes melitus di Puskesmas Karangmulya Tahun 2021 dimana sebagian besar responden berusia 41-50 tahun, jenis kelamin responden sebagian besar berjenis kelamin perempuan, tingkat pendidikan sebagian besar didominasi oleh pendidikan dasar dan status pekerjaan didominasi oleh responden yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga. . Aktivitas fisik pada penderita diabetes melitus di Puskesmas Karangmulya tahun 2021 menunjukkan aktivitas fisik dalam kategori sedang.
Saran
Perawat dan petugas kesehatan di Puskesmas Karangmulya diharapkan lebih sadar terhadap kesehatan masyarakat khususnya pasien yang menderita penyakit diabetes melitus, sehingga dapat dilakukan upaya untuk menurunkan risiko penyakit diabetes melitus pada pasien, dan informasi dapat diberikan melalui pendidikan kesehatan baik. langsung kepada individu atau anggota keluarga pasien tentang cara mencegahnya. Resiko penyakit diabetes melitus adalah dengan cara membuat grup di media sosial atau Whatsapp yang mengharuskan pasien diabetes melitus atau keluarga pasien untuk bergabung dengan grup yang ditawarkan oleh puskesmas setempat, karena mengingat keadaan darurat saat ini, setiap orang yang keluar beraktivitas hanya sebatas memutus rantai penyebaran covid-19. Deskripsi hasil penelitian Hba1c pada pasien diabetes melitus tipe II di RS Labuang Baji Makassar. Hubungan aktivitas fisik dengan kadar glukosa darah puasa pada pasien diabetes melitus yang berobat di poliklinik penyakit dalam RS M.
Hubungan aktivitas fisik dengan kejadian diabetes pada pasien rawat jalan di RSUD Kota Bitung. Faktor yang berhubungan dengan timbulnya diabetes tipe II. Faktor risiko yang berhubungan dengan diabetes tipe 2. Bukti. Hubungan aktivitas fisik dengan kadar gula darah puasa pada penderita diabetes tipe 2 Hubungan aktivitas fisik dengan kadar gula darah puasa pada penderita diabetes tipe 2.
Pengaruh diabetes melitus gestasional terhadap kelahiran bayi. Aktivitas Fisik dan Hubungannya dengan Kejadian Diabetes Melitus Artikel Riwayat: Formulir 17 Oktober 2019 Universitas Muslim Indonesia Diterima 20 Oktober 2019 Alamat: Email Tersedia: Telepon: Pendahuluan Darah disebut dengan kelainan hiperglikemia. Pemeriksaan kadar Hba1c pada penderita diabetes melitus tipe 2 Pemeriksaan kadar Hba1c pada penderita diabetes melitus tipe 2 dengan obesitas.
Apakah Anda melakukan olah raga, fitnes atau rekreasi yang bersifat moderat (seperti jalan cepat, bersepeda, berenang, bola voli).