• Tidak ada hasil yang ditemukan

SLIDE KONSEP DASAR KEBIJAKAN

N/A
N/A
Agus Prastyawan

Academic year: 2023

Membagikan "SLIDE KONSEP DASAR KEBIJAKAN"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

KONSEP DASAR

KEBIJAKAN

(2)
(3)
(4)

KEBIJAKAN VS

KEBIJAKSANAAN

Kebijakan Kebijaksanaan

(5)

KEBIJAKAN

= policy, # wisdom

Ealau dan Prewitt, kebijakan adalah sebuah ketetapan yang berlaku yang

dicirikan oleh perilaku yang konsisten dan berulang, baik dari yang membuatnya

maupun yang mentaatinya (yang terkena kebijakan itu).

Kamus Webster memberi pengertian kebijakan sebagai prinsip atau cara

bertindak yang dipilih untuk mengarahkan pengambilan keputusan

(6)

Titmuss mendefinisikan kebijakan sebagai prinsip-prinsip yang mengatur tindakan yang diarahkan kepada tujuan-tujuan tertentu

problem-oriented & action-oriented

Jones :“…behavioral consistency and repeatitiveness associated with efforts in and through government to resolve public problems

H. Hugh Heglo: “a course of action intended to accomplish some end,” (suatu tindakan yang bermaksud untuk mencapai tujuan tertentu).

(7)

PENGERTIAN KEBIJAKAN MEMPUNYAI BEBERAPA IMPLIKASI:

1. Bahwa kebijaksanaan Negara itu dalam bentuk perdananya berupa penetapan tindakan-tindakan dari pemerintah

2. bahwa kebijaksanaan Negara itu tidak

cukup hanya dinyatakan, tetapi dilaksanana dalam bentuk yang nyata

3. bahwa kebijaksanaan Negara itu, baik untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu, itu mempunyai dan dilandasi

dengan maksud dan tujuan tertentu

4. bahwa kebijaksanaan itu harus senantiasa ditujukan bagi kepentingan seluruh anggota masyarakat

(8)

Sebuah kebijakan merupakan produk dari

sebuah

keputusan.

(9)

TUJUAN KEBIJAKAN

1. untuk menjamin kepentingan umum semaksimal mungkin 2. ditetapkan berdasarkan

prosedur yang berlaku

3. didorong oleh keinginan untuk

menghindari pertentangan yang

destruktif

(10)

KATEGORISASI KEBIJAKAN:

1. Kebijakan regulatory

 tentang pengenaan pembatasan atau larangan-larangan perbuatan atau

tindakan-tindakan perilaku bagi seseorang atau sekelompok orang 2. Kebijakan self-regulatory

 tentang pembatasan-pembatasan atau

pengawasan perbuatan pada masalah-

masalah tertentu bagi seklompok orang

(11)

3. Kebijakan distributive

 tentang pemberian pelayanan dan berbagai keuntungan bagi sejumlah khusus penduduk, individu,

kelompok, perusahaan dan masyarakat tertentu.

4. Kebijakan redistributive

 kebijakan yang sengaja dikeluarkan pemerintah untuk memindahkan

pengelolaan kekayaan, pendpatan, pemilikan atau hak milik di antara

kelas-kelas dan kelompok penduduk.

Ex: Kebijakan pengentasan

masyarakat miskin

(12)

5. Kebijakan substantive

 Yaitu kebijakan-kebijakan tentang apa yang akan atau ingin dilakukan oleh pemerintah, penekanannya

terletak pada subject-matternya 6. Kebijakan procedural

 Adalah kebijakan-kebijakan tentang siapa atau pihak mana saja yang

terlibat dalam perumusan

kebijakan, serta cara bagaimana

perumusan kebijakan dilaksanakan

(13)

7. Kebijakan material

 Merupakan kebijakan tentang pengalokasian atau penyediaan

sumber-sumber material yang nyata atau kekuasaan yang hakiki bagi

para penerimanya atau pengenaan beban bagi yang harus

mengalokasikannya 8. Kebijakan simbolik

 Adalah kebijakan-kebijakan yang

memaksa, karena kebijakan tersebut

akan memberikan keuntungan atau

kerugian yang hanya relative kecil

bagi masyarakat

(14)

9. Collective goods policies

 Yaitu kebijakan-kebijakan tentang penyediaan barang-barang dan pelayanan keperluan

orang banyak

10.Private goods policies

 Adalah kebijakan tentang penyediaan barang- barang atau pelayanan bagi kepentingan

orang tertentu atau untuk kepentingan orang tertentu atau untuk kepentingan

perseorangan yang tersedia di pasaran bebas dan orang yang memerlukannya harus

membayar dengan biaya tertentu

(15)

11. Liberal policies

 Adalah jenis kebijakan yang

menganjurkan pemerintah untuk

mengadakan perubahan-perubahan

social, terutama yang diarahkan untuk memperbesar hak-hak persamaan

12. Conservatives policies

 Adalah lawan dari kebijakan liberal, jadi kebijakan ini menganggap bahwa yang ada sudah merupakan hal yang cukup baik, sehingga tidak perlu

adanya perubahan social atau kalau

perubahan social diperlukan harus

diperlambat dan berjalan alamiah

(16)

13.Capitalizations policies

Kebijakan ini terutama dikeluarkan untuk meningkatkan kapasitas produksi, untuk

kemudian didistribusikan kepada masyarakat.

Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian bantuan kepada petani untuk

meningkatkan industri pertanian, pemberia

subsidi pada perusahaan untuk mengekplorasi dan memproduksi usaha serta pemberian subsidi pinjaman

14.Ethical policies

Bahwa kebijakan dapat diterapkan pada upaya mewujudkan isu-isu moral yang berada dalam

masyarakat. Dengan kata lain, perhatian terhadap

isu-isu yang berkembang untuk dapat diwujudkan

dalam kenyataan.

(17)

sebuah kebijakan akan selalu

mempunyai arahan atau

sasaran tertentu, berkaitan dengan

tujuan dari kebijakan yang

dikeluarkan.

(18)

3 AKTIVITAS UTAMA

YANG PENTING DALAM IMPLEMENTASI

KEBIJAKAN

(19)

PROSES KEBIJAKAN

PERUMUSAN MASALAH KEBIJAKAN

PENYUSUNAN AGENDA

PERUMUSAN USULAN KEBIJAKAN

PENGESAHAN KEBIJAKAN PELAKSANAAN

KEBIJAKAN PENILAIAN

KEBIJAKAN

(20)

TAHAPAN FORMULASI KEBIJAKAN:

1. Identifikasi dalam pemahaman masalah

2. Penyusunan agenda 

Formulasi masalah kebijakan 3. Mendesain kebijakan

4. Adopsi kebijakan

(21)

 perumusan

masalah adalah proses

memberikan

pengetahuan yang relevan dengan

kebijakan dengan mempersoalkan asumsi yang

mendasari definisi masalah dan

memasuki proses pembuatan

kebijakan melalui penyusunan

agenda

(22)

agenda setting, actor kebijakan

melakukan kegiatan mempersepsi

masalah,

mendefinisikan masalah,

memobilisasi dukungan

termasuk agenda

problem.

(23)

desain kebijakan seharusnya

mencerminkan

antara kebutuhan dan keinginan

warga Negara

dan diaplikasikan berdasarkan

saran ahli dan skill teknikal

dalam memenuhi aspirasi

masyarakat.

(24)

adopsi kebijakan melalui rekomendasi. Rekomendasi membuahkan pengetahuan yang relevan dengan kebijakan tentang manfaat atau biaya dari berbagai alternative yang akibatnya di masa mendatang telah diestimasikan melalui peramalan seperti: tingkat risiko dan ketidakpastian, mengenali eksternalitas dan akibat ganda, menentukan criteria dalam pembuatan pilihan dan menentukan tanggung jawab administrative dalam implementasi kebijakan

(25)

ANALISIS KEBIJAKAN

usaha terencana yang  berkaitan

dengan pemberian penjelasan

(explanation) dan preskripsi atau

rekomendasi (prescription or

recommendation) terhadap

konsekuensi-konsekuensi kebijakan

sosial yang telah diterapkan.

(26)

PENELAAHAN TERHADAP KEBIJAKAN SOSIAL

1. Penelitian dan rasionalisasi yang

dilakukan untuk menjamin keilmiahan dari analisis yang dilakukan.

2. Orientasi nilai yang dijadikan patokan atau kriteria untuk menilai kebijakan tersebut berdasarkan nilai benar dan salah.

3. Pertimbangan politik yang umumnya

dijadikan landasan untuk menjamin

keamanan dan stabilitas.

(27)

Aspek Kebijakan Penelitian dan

Rasionalitas

Orienta si Nilai

Pertimbang an Politik

Pernyataan masalah

Pernyataan mengenai cara atau metode penerapan kebijakan

Konsekuensi-

konsekuensi kebijakan

(28)

HIRARKI PERATURAN PERUNDANGAN

1. Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 (UUD 1945)

2. Undang-undang/Peraturan Pemerintah Pengganti Undang- undang

3. Peraturan Pemerintah 4. Peraturan Presiden 5. Peraturan Daerah

UU No.10 tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundangan pasal 7

Referensi

Dokumen terkait

Arah Kebijakan dalam M elaksanakan Strategi ”Pengembangan Infrastruktur”. Mewujudkan penyediaan prasarana dan sarana pengelolaan sumber daya air, pelayanan air minum dan

Negara-Negara Pihak harus mengambil semua kebijakan yang diperlukan untuk menjamin akses bagi penyandang disabilitas terhadap pelayanan kesehatan yang sensitif gender,

Audit sektor publik adalah kegiatan yang ditujukan terhadap entitas yang menyediakan pelayanan dan penyediaan barang yang pembiayaannya berasal dari penerimaan

Secara umum dapat dikatakan bahwa perbedaan ini terutama terletak pada klien: klien analisis kebijakan adalah pengambil keputusan spesifik perorangan dan organisasi

Fokus utama kebijakan publik dalam negara modern adalah pelayanan publik, yang merupakan segala bentuk jasa pelayanan, baik dalam bentuk barang maupun jasa publik yang pada

Jumlah barang/ pelayanan yang ingin ditawarkan (jual) oleh produsen pada berbagai tingkat harga selama periode waktu tertentu.. Public vs

Kajian perumusan kebijakan tersebut merupakan deskripsi tentang perilaku pengambilan keputusan, yang memang tidak merekomendasikan suatu tindakan, tetapi dapat menyediakan informasi

Dokumen ini menyajikan tinjauan dan konsep dasar dari berbagai model dan pendekatan kebijakan