• Tidak ada hasil yang ditemukan

SLIDE TENTANG PENGERTIAN IRIGASI

N/A
N/A
Mahfud Effendy

Academic year: 2024

Membagikan "SLIDE TENTANG PENGERTIAN IRIGASI"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

PENGERTIAN IRIGASI

Irigasi berarti mengalirkan air secara buatan dari sumber air yang tersedia kepada

sebidang lahan untuk memenuhi kebutuhan tanaman.

Irigasi adalah pemberian air kepada tanah dengan maksud untuk memasok lengas esensial bagi pertumbuhan tanaman

(2)

PENGERTIAN IRIGASI

Dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 23/1982 Ps. 1, pengertian irigasi, bangunan irigasi, dan petak irigasi telah dibakukan yaitu sebagai berikut :

Irigasi adalah usaha penyediaan dan penyediaan dan pengaturan air untuk menunjang pertanian.

Jaringan irigasi adalah saluran dan bangunan yang merupakan satu kesatuan dan diperlukan untuk pengaturan air irigasi mulai dari

penyediaan, pengambilan, pembagian pemberian dan penggunaannya.

(3)

PENGERTIAN IRIGASI

Daerah irigasi adalah kesatuan wilayah yang mendapat air dari satu jaringan

irigasi.

Petak irigasi adalah petak tanah yang memperoleh air irigasi.

Peraturan Pemerintah (PP) No. 23/1982 Ps. 1,

(4)

PENGERTIAN IRIGASI

Irigasi merupakan bentuk kegiatan penyediaan, pengambilan,

pembagian, pemberian dan

penggunaan air untuk pertanian dengan menggunakan satu

kesatuan saluran dan bangunan

berupa jaringan irigasi

(5)

Menurut kesempurnaan pengairannya daerah irigasi dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu :

1. Daerah irigasi sederhana: jika pengaliran air ke

sawah-sawah tidak dapat diatur dengan seksama dan banyaknya aliran tidak dapat diukur, berarti tidak ada bangunan-bangunan tetap untuk mengairi dan

mengukur penyaluran airnya.

2. Daerah irigasi setengah teknis, jika penyaluran airnya dapat diatur akan tetapi banyaknya aliran tidak dapat diukur, berarti ada bangunan-bangunan tetap guna mengatur penyaluran airnya, akan tetapi tidak ada bangunan-bangunan pengukur banyaknya aliran, jadi pembagian airnya tidak dapat dilakukan dengan

seksama.

3. Daerah irigasi teknis, jika penyaluran airnya dapat diatur dan banyaknya aliran dapat diukur, karena itu pembagian airnya dapat dilakukan dengan seksama.

(6)

Sistem Irigasi dan Klasifikasi Jaringan Irigasi

1. Irigasi sistem gravitasi

sumber air diambil dari seperti sungai, waduk dan danau di dataran tinggi. Pengaturan dan pembagian air irigasi menuju ke petak-petak yang

membutuhkan, dilakukan secara gravitatif.

2. Irigasi sistem pompa

Pengaturan dan pembagian air irigasi menuju ke

petak-petak yang membutuhkan, dilakukan dengan menggunakan bantuan pompa.

3. Irigasi pasang surut

suatu tipe irigasi yang memanfaatkan pengempangan air sungai akibat peristiwa pasang surut air laut.

Areal yang dimanfaatkan untuk tipe irigasi ini adalah areal yang mendapat pengaruh langsung dari peristiwa pasang surut air laut.

(7)

Bangunan Irigasi

(1) bangunan utama,

(2) bangunan pembawa, (3) bangunan bagi,

(4) bangunan sadap,

(5) bangunanm pengatur muka air,

(6) bangunan pembuang dan penguras

(7) bangunan pelengkap.

(8)

BANGUNAN UTAMA

Bangunan utama dimaksudkan sebagai penyadap dari suatu sumber air untuk dialirkan ke seluruh daerah irigasi yang dilayani. Berdasarkan sumber airnya, bangunan utama dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kategori,

(1) bendung,

(2) pengambilan bebas,

(3) pengambilan dari waduk, dan (4) stasiun pompa.

(9)

BENDUNG

Bendung adalah bangunan air dengan

kelengkapannya yang dibangun melintang sungai atau sudetan yang sengaja dibuat dengan maksud untuk meninggikan elevasi muka air sungai. Terdapat beberapa jenis bendung, diantaranya adalah

(1) bendung tetap (weir),

(2) bendung gerak (barrage) dan (3) bendung karet (inflamble weir).

(10)

PENGAMBILAN BEBAS

Pengambilan bebas adalah bangunan yang dibuat ditepi sungai menyadap air sungai

untuk dialirkan ke daerah irigasi yang dilayani.

Perbedaan dengan bendung adalah pada

bangunan pengambilan bebas tidak dilakukan pengaturan tinggi muka air di sungai. Untuk dapat mengalirkan air secara, gravitasi muka air di sungai harus lebih tinggi dari daerah irigasi yang dilayani.

(11)

PENGAMBILAN DARI WADUK

Salah satu fungsi waduk adalah menampung air pada saat terjadi kelebihan air dan

mengalirkannya pada saat diperlukan. Pada umumnya waduk dibangun memiliki banyak kegunaan seperti untuk irigasi, pembangkit listrik, peredam banjir, pariwisata, dan

perikanan. Apabila salah satu kegunaan waduk untuk irigasi, maka pada bangunan outlet dilengkapi dengan bangunan sadap

(12)

STASIUN POMPA

Bangunan pengambilan air dengan pompa menjadi pilihan apabila upaya-upaya

penyadapan air secara gravitasi tidak

memungkinkan untuk dilakukan, baik dari segi teknik maupun ekonomis. Salah satu karakteristik pengambilan irigasi dengan pompa adalah investasi awal yang tidak begitu besar namun biaya operasi dan eksploitasi yang sangat besar.

(13)

BANGUNAN PEMBAWA

Bangunan pembawa mempunyai fungsi mernbawa / mengalirkan air dari

surnbemya menuju petak irigasi.

Bangunan pernbawa meliputi saluran primer, saluran sekunder, saluran

tersier dan saluran kwarter. Termasuk dalam bangunan pembawa adalah

talang, gorong-gorong, siphon, dan got

miring.

(14)

BANGUNAN/SALURAN PEMBAWA

a) Saluran primer membawa air dari bangunan sadap menuju saluran sekunder dan ke petak-petak tersier yang diairi.

b) Saluran sekunder membawa air dari bangunan

yang menyadap dari saluran primer menuju petak- petak tersier yang dilayani oleh saluran sekunder tersebut.

c) Saluran tersier membawa air dari bangunan yang

menyadap dari saluran sekunder menuju petak-petak kuarter yang dilayani oleh saluran sekunder tersebut.

d) Saluran kuarter membawa air dari bangunan yang

menyadap dari boks tersier menuju petak-petak sawah yang dilayani oleh saluran sekunder tersebut.

(15)

BANGUNAN BAGI DAN SADAP

Bangunan bagi merupakan bangunan yang terletak pada saluran primer, sekunder dan

tersier yang berfungsi untuk membagi air yang dibawa oleh saluran yang bersangkutan. Khusus untuk saluran tersier dan kuarter bangunan bagi ini masing masing disebut boks tersier dan boks kuarter. Bangunan sadap tersier mengalirkan air dari saluran primer atau sekunder menuju

saluran tersier penerima. Dalam rangka

penghematan bangunan bagi dan sadap dapat digabung menjadi satu rangkaian bangunan.

(16)

BANGUNAN PENGATUR DAN PENGUKUR

Bangunan pengatur muka air dimaksudkan

untuk dapat mengatur muka air sampai batas- batas yang diperlukan untuk dapat

memberikan debit yang konstan dan sesuai dengan yang dibutuhkan. Sedangkan

bangunan pengukur dimaksudkan untuk dapat memberi informasi mengenai besar aliran yang dialirkan. Kadangkala, bangunan pengukur dapat juga berfungsi sebagai

bangunan pangatur.

(17)

BANGUNAN DRAINASE

Bangunan drainase dimaksudkan untuk membuang kelebihan air di petak sawah maupun saluran.

Kelebihan air di petak sawah dibuang melalui saluran pembuang, sedangkan kelebihan air disaluran

dibuang melalui bengunan pelimpah. Terdapat beberapa jenis saluran pembuang, yaitu saluran

pembuang kuerter, saluran pembuang tersier, saluran pembuang sekunder dan saluran pembuang primer.

Jaringan pembuang tersier dimaksudkan untuk a) Mengeringkan sawah

b) Membuang kelebihan air hujan c) Membuang kelebihan air irigasi

(18)

BANGUNAN PELENGKAP

Bangunan pelengkap berfungsi sebagai

pelengkap bangunan-bangunan irigasi yang telah disebutkan sebelumnya. Bangunan pelengkap

berfungsi sebagai untuk memperlancar para petugas dalam eksploitasi dan pemeliharaan.

Bangunan pelengkap dapat juga dimanfaatkan untuk pelayanan umum. Jenis-jenis bangunan pelengkap antara lain jalan inspeksi, tanggul,

jembatan penyebrangan, tangga mandi manusia, sarana mandi hewan, serta bangunan lainnya.

(19)

SKETSA JARINGAN IRIGASI

(20)

Saluran Irigasi

a. Jaringan saluran irigasi utama

Saluran primer membawa air dari jaringan

utama ke saluran sekunder dan ke petak-petak tersier yang diairi. Batas ujung saluran primer adalah pada bangunan bagi yang terakhir.

Saluran sekunder membawa air dari saluran

primer ke petak-petak tersier yang dilayani oleh saluran sekunder tersebut. Batas saluran

sekunder adalah pada bangunan sadap terakhir.

(21)

SKETSA JARINGAN SALURAN UTAMA DAN SALURAN SEKUNDER

(22)

b. Jaringan saluran irigasi tersier

Saluran irigasi tersier membawa air dari bangunan sadap tersier di

jaringan utama ke dalam petak

tersier lalu di saluran kuarter. Batas ujung saluran ini adalah box bagi

kuarter yang terakhir.

Saluran kuarter membawa air

dari box bagi kuarter melalui

bangunan sadap tersier.

(23)

Sket Jaringan Saluran Irigasi Tersier

(24)

c. Jaringan saluran pembuang utama

Saluran pembuang primer mengalirkan air lebih dari saluran pembuang sekunder

keluar daerah irigasi. Saluran pembuang primer sering berupa saluran pembuang alam yang mengalirkan kelebihan air ke sungai, anak sungai, atau ke laut.

Saluran pembuang sekunder menampung air dari jaringan pembuang tersier dan

membuang air tersebut ke pembuang

primer atau langsung ke pembuang alam dan keluar daerah irigasi.

(25)

d. Jaringan saluran pembuang tersier

Saluran pembuang tersier terletak di dan antara petak-petak tersier yang termasuk dalam unit irigasi sekunder yang sama dan menampung air, baik dari pembuangan

kuarter maupun sawah-sawah. Air tersebut dibuang ke dalam jaringan pembuang sekunder.

Saluran pembuang sekunder menerima

buangan air dari saluran pembuang kuarter

yang menampung air langsung dari sawah.

(26)

Sket Jaringan Saluran Pembuang

(27)

Petak Irigasi

Umumnya petak irigasi dibagi atas tiga bagian yaitu : a. Petak Tersier

Perencanaan dasar yang berkenaan dengan unit tanah adalah petak tersier. Petak ini menerima air irigasi yang dialirkan dan diukur dari bangunan

sadap tersier. Bangunan sadap tersier mengalirkan airnya ke saluran tersier.

(28)

b. Petak Sekunder

Petak sekunder terdiri dari

beberapa petak tersier yang

kesemuanya dilayani oleh satu

saluran sekunder.

(29)

c. Petak Primer

Petak primer terdiri dari beberapa petak sekunder yang mengambil

air langsung dari saluran primer.

Petak primer dilayani oleh satu

saluran primer yang mengambil

airnya langsung dari sumber air,

biasanya sungai.

(30)

Bangunan-bangunan pengukur dan pengatur

Aliran akan diukur di hulu (udik) saluran primer, di cabang saluran jaringan primer dan di bangunan sadap sekunder maupun tersier. Peralatan ukur dapat dibedakan

menjadi alat ukur aliran atas bebas (free overflow) dan alat ukur aliran bawah

(underflow).

(31)

Tabel Alat-alat ukur

(Standar Perencanaan Irigasi KP-01, Dept. PU Dirjen Pengairan, 1986)

Tipe Mengukur dengan Mengatur

Alat ukur ambang lebar Aliran atas Tidak

Alat ukur Parshall Aliran atas Tidak

Alat ukur Cipoletti Aliran atas Tidak

Alat ukur Romijn Aliran atas Ya

Alat ukur Crump-de Gruyter Aliran bawah Ya Bangunan sadap pipa

sederhana

Aliran bawah Ya

Constant-Head Orifice (CHO)

Aliran bawah Ya

(32)

Gambar Sket Bangunan Irigasi

(Sumber : Kriteria Perencanaan Jaringan Irigasi KP-01, Dept. PU Dirjen Pengairan, 1986)

Gambar

Tabel Alat-alat ukur
Gambar Sket Bangunan Irigasi

Referensi

Dokumen terkait

tersier Jaringan utama meliputi bangunan, saluran primer dan saluran sekunder jaringan tersier terdiri dari bangunan dan saluran yang berada dalam petak tersier Suatu

Bangunan sadap tersier akan memberi air kepada petak-petak tersier. Bangunan sadap yang paling cocok adalah alat ukur Romijn, jika muka air hulu diatur dengan

Untuk memudahkan sistem pelayanan irigasi kepada lahan pertanian, disusun suatu organisasi petak yang terdiri dari petak primer, petak sekunder, petak tersier, petak kuarter dan

Bangunan pembawa mempunyi fungsi membawa/mengalirkan air dari sumbernya menuju petak irigasi. Bangunan pembawa meliputi saluran primer, saluran sekunder, saluran

Untuk bangunan sadap tersier yang mengambil air dari saluran primer yang besar, di mana pembuatan bangunan pengatur akan sangat mahal dan muka air yang diperlukan di petak

Jaringan irigasi terdiri dari petak-petak tersier, sekunder dan primer yang berlainan antara saluran pembawa dan saluran pembuang terdapat juga bangunan utama, bangunan pelengkap,

Bangunan pernbawa mempunyai fungsi mernbawa / mengalirkan air dari surnbemya menuju petak irigasi. Bangunan pernbawa meliputi saluran primer, saluran sekunder,

Jaringan Irigasi Tersier Merupakan jaringan air pengairan di petak tersier, mulai air luar dari bangunan ukur tersier, terdiri dari saluran tersier dan kuarter termasuk bangunan