PENDAHULUAN
Latar Belakang
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
- Tujuan Umum
- Tujuan Khusus
Mamfaat Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
Pengetahuan
Berdasarkan permasalahan tersebut, penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Riwayat Keluarga Remaja Tentang Kebiasaan Merokok di SMKN 1 Gunung Sari Makassar Tahun 2015”. Berdasarkan latar belakang diatas maka rumusan masalahnya adalah untuk mengetahui adakah hubungan antara pengetahuan, sikap dan riwayat keluarga remaja dengan kebiasaan merokok di SMK Gunung Sari 1 Makassar Tahun 2015. Untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan keluarga riwayat remaja dengan kebiasaan merokok di SMK Gunung Sari 1 Makassar tahun 2015.
Sikap
Tingkat sikap dibedakan menjadi empat, yaitu menerima (Receive) yang artinya subjek menginginkan dan sadar akan rangsangan yang diberikan objek, menanggapi (Responding) yaitu memberi jawaban ketika ditanya, mengerjakan, dan menyelesaikan tugas yang diberikan. yang merupakan indikasi dari sikap ketiga yaitu menghargai (Værdsætte) yaitu mengajak orang lain untuk bekerja sama atau mendiskusikan suatu permasalahan, dan yang tertinggi adalah bertanggungjawab yaitu mempertanggungjawabkan segala sesuatu yang dipilihnya. dengan segala risiko. Sikap dapat berubah, oleh karena itu sikap dapat dipelajari dan sikap dapat berubah pada diri seseorang apabila ada keadaan dan kondisi tertentu yang memudahkan sikap orang tersebut. Sikap tidak berdiri sendiri, tetapi selalu mempunyai hubungan tertentu terhadap suatu obyek, dengan kata lain sikap selalu dibentuk, dipelajari atau diubah sehubungan dengan suatu obyek tertentu yang dapat diartikulasikan dengan jelas.
RiwayatKeluarga
Keluarga merupakan kesatuan terkecil dari masyarakat, terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal pada suatu tempat dalam satu atap dalam keadaan saling ketergantungan.10. Keluarga merupakan suatu lembaga yang fungsinya memelihara kelangsungan hidup manusia, melalui fungsi reproduksi. Kebutuhan ini berkaitan dengan perasaan atau emosi. Dalam kaitan ini, keluarga merupakan institusi penting yang dapat memenuhi kebutuhan anggotanya akan kasih sayang atau kasih sayang. Pentingnya fungsi kasih sayang dalam keluarga telah banyak dibuktikan dalam bidang sosial. realitas.
Remaja
Masa remaja merupakan masa problematis, masa ini menghadirkan permasalahan-permasalahan yang sulit diatasi baik oleh anak laki-laki maupun perempuan. Masa remaja merupakan masa pencarian jati diri, pada masa ini interaksi sosial dengan kelompok teman sebaya memegang peranan penting bagi remaja. Masa remaja merupakan masa yang ditakuti, masa remaja ini sering kali ditakuti oleh individu itu sendiri dan lingkungannya.
RokokdanMerokok
Amonia merupakan gas tidak berwarna yang terdiri dari nitrogen dan hidrogen, zat ini mempunyai bau yang tajam dan sangat merangsang. HCN (Asam Sianida) merupakan salah satu jenis gas yang tidak berwarna, tidak berbau dan tidak berasa. Nitrous oksida merupakan sejenis gas yang tidak berwarna dan dapat menghilangkan rasa sakit jika dihirup.
Berdasarkan bahan pengemasnya, rokok terdiri dari klobot yaitu rokok yang kemasannya berupa daun jagung, kawung yaitu rokok yang bahan kemasannya adalah daun lontar, rokok yaitu rokok yang bahan kemasannya adalah kertas, cerutu yaitu rokok yang bahan kemasannya adalah daun tembakau . Berdasarkan bahan baku atau kandungannya, rokok terdiri dari rokok putih yaitu rokok yang bahan baku atau isinya hanya daun tembakau yang diberi kuah untuk memperoleh efek rasa dan aroma tertentu, rokok klembak yaitu rokok yang bahan baku atau kandungannya adalah daun tembakau, cengkeh dan kemenyan, yang disaus untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu. Berdasarkan proses pembuatannya, rokok terdiri atas Sigaret Kretek Tangan (SKT), yaitu rokok yang proses pembuatannya digiling atau dilinting dengan menggunakan tangan atau alat sederhana, Sigaret Kretek Mesin (SKM), yaitu rokok yang proses pembuatannya menggunakan mesin. .
Ada pula mesin pengemas rokok yang mampu menghasilkan rokok dalam bentuk press, satu press berisi 10 bungkus. Merokok diperkirakan menyebabkan kanker paru-paru pada pria dan sekitar 70% pada wanita. Di negara-negara industri, sekitar 56 – 80% merokok menyebabkan penyakit pernapasan kronis dan sekitar 22% penyakit kardiovaskular. Perusahaan rokok terus memproduksi rokok. yang setiap tahunnya terus meningkat dan menyasar konsumen baru yaitu perempuan. Indonesia menduduki peringkat ke 4 jumlah perokok di dunia dengan jumlah kurang lebih seratus empat puluh satu juta orang. Namun, tidak hanya perokok saja yang berisiko terkena penyakit ini, namun banyak juga orang yang terpapar asap rokok atau yang kita kenal sebagai perokok pasif.
Jika kedua orang tuanya merokok, hal ini dapat menyebabkan daya tahan tubuh bayi menurun pada tahun pertama, sehingga menyebabkan angka kejadian pneumonia atau bronkitis dua kali lipat dibandingkan dengan bukan perokok, sedangkan infeksi lainnya meningkat sebesar 30.
Cara MenghindariKebiasaanMerokok
Cara MenghindariTerpaparAsapRokok
KerangkaTeori
Ho : Tidak ada hubungan antara pengetahuan, sikap dan riwayat keluarga dengan kebiasaan merokok pada remaja. Analisis bivariat ini menggunakan pengelompokan variabel independen dan variabel dependen. Lihat Tabel 1.4 untuk melihat hubungan pengetahuan responden dengan kebiasaan merokok di SMK Gunung Sari 1 Makassar. Dari hasil uji chi-square diperoleh nilai p = 0,550 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara sikap responden terhadap rokok dengan kebiasaan merokok di SMK Gunung Sari 1 Makassar.
Hubungan riwayat merokok dalam keluarga responden dengan kebiasaan merokok di SMK Gunung Sari 1 Makassar tahun 2015 dapat dilihat pada Tabel 1.6. Hubungan riwayat merokok keluarga responden dengan kebiasaan merokok di SMK Gunung Sari 1 Makassar. Dari hasil analisis statistik menggunakan uji chi square, p value = 0,829 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara riwayat merokok dalam keluarga dengan kebiasaan merokok di SMK Gunung Sari 1 Makassar.
Tingkat sikap responden terhadap rokok di SMK Gunung Sari 1 Makassar berada pada kategori sedang, namun sebanyak 66 orang (66,0%) memiliki kebiasaan merokok dan responden yang berada pada kategori sikap baik dan mempunyai kebiasaan merokok sebanyak 14 orang. orang (14,0%), sedangkan responden pada kategori 20 orang (20,0%) mempunyai sikap kurang baik dan mempunyai kebiasaan merokok. Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan rokok responden dengan kebiasaan merokok di SMK Gunung Sari 1 Makassar menurut hasil uji chi square (p=0.835 > 0.05. Tidak ada hubungan antara sikap responden tentang merokok dengan kebiasaan merokok di SMK Gunung Sari 1 Makassar berdasarkan hasil uji chi square (p=0,550 >0,05).
Tidak terdapat hubungan antara riwayat keluarga responden dengan kebiasaan merokok di SMK Gunung Sari 1 Makassar menurut hasil uji kuadrat (p=0.829 >0.05.
Defenisi Operasional Variabel
- Variabel Independent
- Variabel Dependent
Kriteria Objektif
- Pengetahuan
- Sikap
- Riwayat Keluarga
- Kebiasaan Merokok
2 = Tingkat pengetahuan kurang apabila jawaban responden <45 benar atau skor seluruh soal <9. 3 = Tingkat pengetahuan kurang bila jawaban responden <45 benar atau skor seluruh soal <9.
Hipotesis Penelitian
METODE PENELITIAN
- Jenis Penelitian
- Lokasi dan Waktu Penelitian
- Populasi Dan Sampel
- Metode Pengumpulan Data
- Data Primer
- Data Sekunder
- Aspek Pengukuran
- Pengetahuan
- Sikap
- Riwayat Kelurga
- Kebiasaan Merokok
- Tekhnik Analisa Data
- Analisa Data
Kebiasaan merokok terdiri dari 1 pertanyaan tentang jumlah batang rokok yang dihisap per hari, kriterianya adalah Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan program komputer yaitu uji chi-square dan uji eksak Fisher yaitu untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan riwayat keluarga remaja dengan kebiasaan merokok. Kebiasaan merokok responden terdiri dari tiga kategori yaitu merokok teratur, tidak pernah merokok dan tidak pernah merokok, dapat dilihat pada Tabel 1.3.
Hubungan Sikap Responden terhadap Rokok dan Kebiasaan Merokok Untuk mengetahui hubungan sikap dan kebiasaan responden. Sesuai dengan pandangan peneliti terdahulu bahwa pengetahuan terdiri dari 6 tingkatan yaitu pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis dan evaluasi 8 Mengacu pada tingkatan pengetahuan tersebut di atas dapat dijelaskan bahwa siswa SMK Gunung Sari 1 Makassar mempunyai pengetahuan tentang rokok didominasi sedang, namun kebiasaan merokok juga tinggi. Hasil analisis menggunakan uji chi square korelasi sikap responden dengan kebiasaan merokok diperoleh nilai probabilitas 0,550 > 0,05 maka dapat disimpulkan tidak terdapat hubungan antara sikap dengan kebiasaan merokok, dimana meskipun sikap responden lebih pada kategori sedang, masih banyak yang merokok.
Dari hasil analisis menggunakan uji chi square diperoleh hasil probabilitas sebesar 0,829 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat keluarga dengan kebiasaan merokok. Risiko merokok pada pelajar yang orangtuanya merokok 2,44 kali lebih besar dibandingkan pelajar yang orangtuanya tidak merokok.25. Hasil penelitian lain menunjukkan bahwa semakin banyak anggota keluarga yang merokok dan pengawasan orang tua berhubungan dengan tahapan merokok.25 Data ini menegaskan pentingnya peran rumah tangga dalam inisiasi remaja merokok.
Beskikbaar vanaf: http://www.depkes.go.id/article/view indonesia-besar-melek-bahaya-merokok.html.
HASIL PENELITIAN
Gambaran Umum Lokasi Penelitian
Analisis Univariat
- Kategori responden berdasarkan pengetahuan
- Kategori responden berdasarkan sikap
- Kebiasaan merokok responden
SMK Gunung Sari 1 Makassar merupakan salah satu sekolah swasta yang ada di kota Makassar dan terletak dekat dengan jalan utama menuju Kabupaten Gowa.
Analisis Bivariat
- Hubungan pengetahuan responden dengan kebiasaan merokok
- Hubungan sikap responden dengan kebiasaan merokok
- Hubungan riwayat keluarga dengan kebiasaan merokok
Faktor lain yang berhubungan dengan peningkatan kemungkinan merokok antara lain imbalan karena tidak merokok, frekuensi komunikasi merokok, harga rokok, dan memiliki teman yang merokok. Remaja cenderung percaya bahwa merokok terlihat lebih sosial dan dewasa serta merasa dapat diterima oleh teman-temannya.11 Remaja yang bersekolah di zona bebas rokok (SNO) 3,2 kali lebih mungkin memiliki sikap positif dan 2,6 kali lebih besar kemungkinannya untuk berperilaku positif. untuk berhenti merokok. merokok.dibandingkan dengan remaja dari sekolah non-KTR.22 Hanya 57% responden yang mempunyai sikap positif terhadap perilaku merokok.22. Hasil penelitian yang dilakukan Hoover menunjukkan bahwa responden memiliki satu atau lebih anggota keluarga yang merokok dengan persentase tinggi yaitu 75,7%.
Pada remaja, orang tua yang merokok secara signifikan dikaitkan dengan risiko yang lebih tinggi untuk mulai merokok. Risiko inisiasi merokok pada anak yang orang tuanya merokok meningkat seiring dengan lamanya paparan mereka terhadap orang tua perokok. Hal ini mendukung hubungan dosis-respons antara orang tua yang merokok dan anak mereka yang merokok.
Pengaruh orang tua yang merokok terhadap anak mereka untuk mulai merokok berbeda-beda berdasarkan jenis kelamin, dengan pengaruh yang lebih besar pada laki-laki dibandingkan perempuan. Orang tua yang merokok juga dikaitkan dengan reaksi negatif yang lebih kuat pada remaja ketika mereka pertama kali merokok, sehingga akan meningkatkan potensi risiko berkembangnya kebiasaan merokok ke tingkat yang lebih tinggi.28. Odds Ratio riwayat keluarga merokok (tidak ada riwayat anggota keluarga merokok / tidak ada riwayat anggota keluarga merokok).
Hubungan Sikap Responden Dengan Kebiasaan Merokok
Hubungan Riwayat Keluarga Dengan Kebiasaan Merokok
TINJAUAN ISLAM
Merokok Dalam Pandangan Agama islam
PENUTUP
Kesimpulan
Saran
2014 [diakses 2 November 2014]. Tersedia di: http://www.depkes.go.id/article/print/447/rokok-kill-lima-juta-orang-every-tahun.html. Hubungan Perilaku Merokok Orang Tua dengan Perilaku Merokok Remaja Siswa SMP di Kota Bogor Tahun 2007 [disertasi]. Merokok dapat membahayakan kesehatan orang-orang di sekitar Anda karena asap rokok terhirup oleh orang-orang di sekitar Anda.
Odds rasio sikap siswa terhadap rokok (skor sikap baik terhadap rokok >15 / skor sikap buruk terhadap rokok <15).