PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang diatas maka permasalahan penelitian ini adalah apakah terdapat pengaruh persepsi pernikahan dini terhadap pengambilan keputusan menikah dini pada remaja putri di kabupaten Gowa.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
- Secara Teoritis
- Secara Praktis
Skala keputusan pernikahan dini ini menggunakan empat alternatif tanggapan yaitu STS (Sangat Tidak Sesuai), TS (Tidak Pantas), S (Cocok) dan SS (Sangat Sesuai). Pengaruh persepsi pernikahan dini terhadap pengambilan keputusan pernikahan dini pada remaja putri di Kabupaten Gowa tergolong rendah.
TINJAUAN PUSTAKA
Pengertian Pengambilan Keputusan Menikah Dini
Siagian (1991) berpendapat bahwa pengambilan keputusan merupakan suatu pendekatan sistematis terhadap sifat alternatif yang dihadapi, dan mengambil tindakan berdasarkan perhitungan merupakan tindakan yang paling tepat. Pengambilan keputusan atau pengambilan keputusan menyangkut proses mengevaluasi sejumlah alternatif dan menentukan pilihan diantara alternatif-alternatif yang ada. Permasalahan yang dapat timbul dalam proses pengambilan keputusan antara lain bias dan cacat heuristik (aturan cepat).
Proses Pengambilan Keputusan
Berdasarkan beberapa pengertian pengambilan keputusan yang diberikan oleh para ahli di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa pengambilan keputusan adalah memilih suatu alternatif yang dianggap terbaik dan paling tepat diantara beberapa alternatif yang ada terkait dengan permasalahan yang dihadapi, dimana keputusan tersebut diambil. alternatif yang tersedia sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman sebelumnya yang dimiliki seseorang terkait dengan masalah yang dihadapi. Seperti halnya pengambilan keputusan pada umumnya, keputusan pernikahan dini dapat diartikan sebagai memilih suatu keputusan untuk menikah dini karena dianggap sebagai keputusan yang terbaik diantara pilihan-pilihan yang lain. Alternatif-alternatif yang telah ada kemudian dipilih yang terbaik dan paling tepat berdasarkan informasi yang telah diberikan kepada kita untuk menghadapi permasalahan yang ada.
Aspek-Aspek Pengambilan Keputusan
Bahkan dalam keputusan untuk menikah dini, pengambil keputusan mempunyai pemikiran tentang apa yang akan terjadi dalam pernikahannya dan apa konsekuensi yang harus diterimanya setelah keputusan itu diambil. Berdasarkan penjelasan di atas, penulis memilih aspek pengambilan keputusan yang diungkapkan Kemdal dan Montgomery sebagai dasar alat pengukuran dalam penelitian ini. Alasan penulis memilih teori Kemdal dan Montgomery sebagai landasan teorinya adalah karena aspek-aspek yang dikemukakan Kemdal dan Montgomery sudah mencakup aspek pengambilan keputusan yang diungkapkan oleh Syamsi.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan
Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa proses akhir persepsi adalah ketika individu menyadari apa yang dilihat, didengar, dan dirasakannya atau rangsangan yang diterima oleh alat inderanya. Pada tahap ini, stimulus yang diterima individu ditransformasikan menjadi makna yang bermakna. Dalam memaknai atau menafsirkan rangsangan yang diterimanya, individu akan melakukannya sesuai dengan pengalaman atau pengetahuan yang dimilikinya.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Persepsi
Dari segi psikologis, anak perempuan yang berusia di bawah 20 tahun belum bisa dikatakan matang secara psikologis, kita tetap menggolongkan usia tersebut sebagai remaja. Sebab dari segi kematangan emosi, usia ini lebih matang secara emosi dibandingkan saat usianya kurang dari 20 tahun. Tidak hanya dari segi fisiologis saja, persepsi manusia juga dapat dipengaruhi dari segi psikologis dan sosial ekonomi.
Pernikahan Dini
- Pengertian Pernikahan Dini
- Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pernikahan Dini
- Dampak Pernikahan Dini
Berdasarkan penjelasan di atas, maka kesimpulan yang dapat kita ambil adalah ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya pernikahan dini. Selain media massa, kemungkinan remaja menikah dini juga disebabkan oleh kehamilan yang terjadi di luar nikah. Salah satu dampak pernikahan dini yang sering kita dengar adalah meninggalnya ibu dan anak.
Remaja
- Pengertian Remaja
- Sikap dan Ciri-ciri Remaja
- Tugas Perkembangan Remaja
Fitriyah & Jauhar (2016) mengatakan bahwa setiap tahapan usia manusia pasti ada tugas perkembangan yang harus dilalui. Tugas perkembangan pada fase remaja ini erat kaitannya dengan perkembangan kognitifnya, yaitu fase operasional formal. Tugas perkembangan pada masa remaja akan berbeda dengan tugas perkembangan pada masa dewasa.
Pengaruh Persepsi Menikah Dini Terhadap Pengambilan Keputusan
Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi hal ini adalah persepsi remaja putri tentang pernikahan dini. Pernyataan tersebut didukung oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh Widodo (2010) yang menyatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan pada remaja putri salah satunya adalah persepsi remaja putri terhadap pernikahan dini yaitu bagaimana memandang pernikahan dini dari sudut pandang remaja. lingkungan. kehidupan. Penelitian yang dilakukan oleh Utami (2015) mendukung pernyataan diatas dimana hasil penelitian mengatakan bahwa sebagian besar pengambilan keputusan remaja putri didasarkan pada faktor intuitif, hal ini disebabkan pengambilan keputusan yang subjektif.
Kerangka Pikir
Karena subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah remaja yang menikah dini, maka keduanya tetap dikaitkan dengan pengambilan keputusan tanpa memandang persepsi individu tersebut positif atau negatif. Ketika persepsi individu terhadap pernikahan dini positif maka kecenderungan individu untuk memutuskan menikah dini disebabkan oleh faktor persepsi yang besar, sedangkan yang mempunyai persepsi negatif terhadap pernikahan dini namun tetap memutuskan menikah dini maka menikah karena persepsinya kecil. . namun ada faktor lain yang mempengaruhi pernikahan dini.
Hipotesis
METODE PENELITIAN
Definisi Operasional Penelitian
Persepsi pernikahan dini merupakan cara pandang individu dalam hal ini remaja terhadap pernikahan dini berdasarkan apa yang mereka ketahui mengarah positif atau negatif berdasarkan skor yang dihasilkan dengan menggunakan skala persepsi yang mencakup aspek fisiologis, psikologis dan sosial ekonomi. faktor. Dalam keputusan pernikahan dini, dipilihnya menikah dini karena antara lain merupakan pilihan terbaik. Keputusan menikah dini diperoleh dari skor yang diperoleh dari skala pengambilan keputusan yang mencakup lima aspek yaitu keadaan, preferensi, emosi, tindakan dan keyakinan pada individu.
Populasi, Sampel, dan Teknik Sampling
- Populasi
- Sampel
- Teknik Sampling
Jumlah remaja putri di bawah 20 tahun yang melakukan pernikahan dini di Kabupaten Gowa pada tahun 2015 sebanyak 2.501 jiwa. Hal ini disebabkan apabila seorang peneliti mengambil populasi yang besar, maka apabila ia mengambil seluruh populasi tersebut untuk diteliti, maka ia akan menghabiskan banyak tenaga, uang, dan waktu.
Teknik Pengumpulan Data
- Skala Pengambilan Keputusan Menikah Dini
- Uji Reliabilitas
Dalam penelitian ini persepsi terhadap pernikahan dini diungkapkan dengan menggunakan skala persepsi pernikahan dini yang disusun berdasarkan 3 faktor yang mempengaruhi persepsi yang dikemukakan oleh Walgito (2010). Menurut Sugiyono (2012), instrumen dikatakan valid artinya instrumen tersebut dapat mengukur apa yang ingin diukur. Instrumen yang belum teruji validitasnya ketika digunakan untuk penelitian akan menghasilkan data yang kebenaran dan keakuratannya sulit dipercaya.
Sehingga dalam penelitian ini peneliti meminta bantuan dosen pembimbing untuk menilai apakah item-item dalam skala yang akan digunakan sudah sesuai dengan aspek yang akan diselidiki. Uji validitas dengan program Lisrel 8.70 mempunyai syarat valid jika faktor loadingnya positif dan nilai T > 1,96. Berdasarkan uji validitas skala dengan Lisrel 8.70, terdapat 43 item yang dianggap valid dan 57 item tidak valid atau tidak valid.
Instrumen yang reliabel adalah instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama akan menghasilkan data yang sama (Sugiyono, 2012).
Metode Analisis Data
- Uji Prasyarat Analisis
- Analisis Statistik Deskriptif
- Uji Hipotesis
Uji normalitas data pada penelitian ini dilakukan dengan melihat data secara deskriptif dengan menggunakan SPSS 22.0 for Windows. Rumus untuk memperoleh variansnya adalah dengan membagi standar deviasi dengan mean dan mengalikannya dengan 100%. Cara memperoleh rasio skewness adalah dengan membagi skewness dengan standar error skewness.
Sehingga diperoleh skewness rasio sebesar 1,326 yang berarti -2 < X < 2, sehingga dapat disimpulkan data tersebut normal. Selain itu perhitungan untuk mendapatkan rasio Kurtosis hampir sama dengan perhitungan rasio Skewness yaitu dengan membagi kurtosis dengan standar error kurtosis sehingga diperoleh rasio Skewness sebesar -0,641 yang berarti -2 < X < 2 jadi dapat disimpulkan datanya normal. Setelah diketahui apakah variabel keputusan mempunyai data normal maka langkah selanjutnya adalah normalitas data variabel persepsi.
Sehingga diperoleh Skewness rasio sebesar 1,417 yang berarti -2 < X < 2 sehingga dapat disimpulkan data tersebut normal. Selanjutnya perhitungan untuk memperoleh rasio Kurtosis hampir sama dengan perhitungan rasio Skewness yaitu membagi kurtosis dengan standar error kurtosis sehingga diperoleh rasio Kurtosis sebesar -1,141 yang berarti -2 < X < 2 sehingga dapat disimpulkan datanya normal. Berdasarkan Tabel 9 terlihat hasil uji linieritas variabel pengambilan keputusan pernikahan dini dan persepsi pernikahan dini.
H0 : Tidak terdapat pengaruh persepsi pernikahan dini terhadap pengambilan keputusan pernikahan dini pada remaja putri di kabupaten Gowa Ha : Terdapat pengaruh persepsi pernikahan dini terhadap pengambilan keputusan pernikahan dini pada remaja putri di kabupaten Gowa.
Persiapan Penelitian
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan analisis regresi sederhana untuk menguji hipotesis menggunakan SPSS 22.0 for Windows. Setelah kedua orang pendidik sepakat untuk menjadi ahli, maka peneliti mengatur agar surat izin dari pihak fakultas diberikan kepada kedua orang pendidik ahli tersebut sebagai bukti kesediaannya untuk menjadi penilai skala yang akan digunakan dalam penelitian ini. Setelah skala dinyatakan layak digunakan, nilai setiap item yang diberikan oleh pelatih ahli dimasukkan ke dalam perhitungan yang disebut perhitungan Aiken.
Uji keterbacaan skala dilakukan untuk mengetahui apakah responden dapat memahami kalimat yang digunakan dalam skala tersebut. Oleh karena itu, orang yang bersedia melengkapi skala tersebut adalah orang yang sesuai dengan karakteristik subjek yang telah ditentukan. Untuk tes keterbacaan ini, skala diberikan kepada 5 orang yang diyakini sesuai dengan karakteristik subjek.
Hasil uji keterbacaan kemudian dimasukkan kembali ke dalam perhitungan Aiken untuk analisis nilai setiap item. Jika hasilnya > 0,5 maka item dapat dipahami dan skala yang digunakan dapat disebar ke lokasi penelitian. Sebelum skala akhir dibagikan, peneliti terlebih dahulu mengurus korespondensi pihak-pihak yang terlibat.
Setelah surat diterima dan segala pengaturan surat selesai, peneliti membagikan skala di tempat penelitian kepada subjek yang sesuai dengan karakteristik yang telah ditentukan sebelumnya.
Pelaksanaan Penelitian
- Jadwal Penelitian
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Deskripsi Data Penelitian
Analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif yang bertujuan untuk menganalisis data yang dikumpulkan dengan cara mendeskripsikan atau mendeskripsikannya tanpa bermaksud membuat kesimpulan umum atau generalisasi (Sugiyono, 2012). Untuk mengetahui tingkat pengambilan keputusan pernikahan dini dan persepsi terhadap pernikahan dini, peneliti menggunakan lima kategori yaitu negatif, cenderung negatif, netral, cenderung positif, dan positif. Pada analisis deskriptif variabel keputusan pernikahan dini diperoleh skor minimum sebesar 28,78 dan skor maksimum sebesar 59,15.
Pada tabel di atas dapat dijelaskan bahwa terdapat 20 orang (7%) yang nilainya dibawah 39,43 sehingga masuk dalam kategori “Tidak Setuju”. Pada tabel di atas dapat dijelaskan bahwa terdapat 17 orang (6%) yang nilainya dibawah 19,31 sehingga masuk dalam kategori “Negatif”.
Hasil Uji Hipotesis
Nilai t hitung yang diperoleh pada penelitian ini sebesar 2,938 sehingga hipotesis adanya pengaruh persepsi pernikahan dini terhadap pengambilan keputusan pernikahan dini pada remaja putri di kabupaten Gowa diterima.
Pembahasan
- Gambaran Deskriptif Pengambilan Keputusan Remaja Putri di
- Gambaran Deskriptif Persepsi Menikah Dini Remaja Putri di
- Pengaruh Persepsi Menikah Dini terhadap Pengambilan Keputusan
Jadi dapat diartikan bahwa sebagian remaja putri mengambil keputusan menikah dini karena mereka setuju.