• Tidak ada hasil yang ditemukan

Skala Pengambilan Keputusan Menikah Dini

Dalam dokumen REMAJA PUTRI DI KABUPATEN GOWA (Halaman 72-78)

BAB III METODE PENELITIAN

D. Teknik Pengumpulan Data

1. Skala Pengambilan Keputusan Menikah Dini

Pengambilan keputusan menikah dini diungkap dengan skala pengambilan keputusan menikah dini yang disusun berdasarkan lima aspek yang dikemukakan oleh Kemdal & Montgomery. Kelima aspek tersebut yaitu (1) circumstances; (2)preferences; (3)emotion; (4)action; dan (5)beliefs.

Skala pengambilan keputusan untuk menikah dini ini menggunakan empat alternatif jawaban, yaitu STS (Sangat Tidak Sesuai), TS (Tidak Sesuai), S (Sesuai), dan SS (Sangat Sesuai). Jenis pertanyaan atau pernyataan terdiri dari dua jenis, yaitu favorabledanunfavorable. Skor aitem yang digunakan adalah 1, 2, 3, 4. Pemberian skor untuk pertanyaanfavorableuntuk jawaban STS diberi skor 1 sampai jawaban SS dengan skor 4. Sebaliknya untuk pertanyaan unfavorablejawaban STS diberi skor 4 sampai pada jawaban SS diberi skor 1.

Tabel 1.

Blue Print Skala Pengambilan Keputusan Menikah Dini Sebelum Uji Coba

Aspek Indikator No. Aitem

Jumlah Favorable Unfavorable

Circumstances

Mendapatkan pengaruh dari lingkungan

1, 30, 55, 63, 81

16, 40, 53, 70, 100 Mendapatkan 20

pengaruh dari orang lain

2, 25, 52, 75, 90

11, 39, 45, 72, 96

Preferences

Memiliki harapan dan tujuan yang ingin dicapai melalui menikah dini

3, 31, 41, 66, 82

17, 26, 60, 64, 93

20 Memiliki kepentingan

atau kebutuhan yang ingin dipenuhi

4, 24, 57, 83, 91

12, 38, 54, 88, 97

Emotions

Emosi positif yang dirasakan sebelum dan sesudah menikah dini

5, 32, 48, 67, 98

18, 27, 58, 71, 89 Emosi negatif yang 20

dirasakan sebelum dan sesudah menikah dini

6, 23, 44, 62, 85

13, 37, 42, 77, 92

Actions

Mencari informasi mengenai pernikahan dini

7, 33, 51, 76, 94

19, 28, 46, 73, 84

20 Memiliki rencana

setelah menikah dini

8, 22, 43, 74, 99

14, 36, 59, 78, 95

Beliefs

Memiliki nilai-nilai yang menjadi acuan

9, 34, 56, 68, 80

20, 29, 49, 61, 87 Konsekuensi/hasil 20

yang diperoleh dari keputusan menikah dini

10, 21, 47, 65, 79

15, 35, 50, 69, 86

Total 100

2. Skala Persepsi Pernikahan Dini

Pada penelitian ini, persepsi pernikahan dini diungkap menggunakan skala skala persepsi pernikahan dini yang disusun berdasarkan 3 faktor yang mempengaruhi persepsi yang dikemukakan oleh Walgito (2010). Adapun faktor tersebut yaitu (1) faktor fisiologis; (2) faktor psikologis; dan (3) faktor sosial- ekonomi. Skala ini menggunakan empat alternatif jawaban, yaitu STS (Sangat Tidak Sesuai), TS (Tidak Sesuai), S (Sesuai), dan SS (Sangat Sesuai). Jenis pertanyaan atau pernyataan terdiri dari dua jenis, yaitu favorable dan unfavorable. Skor aitem yang digunakan adalah 1, 2, 3, 4. Pemberian skor pernyataan favorable untuk jawaban STS diberi skor 1 sampai jawaban SS dengan skor 4. Sebaliknya pernyataan unfavorablejawaban STS diberi skor 4 sampai pada jawaban SS diberi skor 1.

Tabel 2.

Blue Print Skala Persepsi Menikah Dini Sebelum Uji Coba

Aspek Indikator No. Aitem

Jumlah Favorable Unfavorable

Fisiologis

Masalah Keturunan (Kehamilan)

11, 15, 37, 39, 52

2, 17, 21, 57, 60

20 Kebutuhan

Hubungan Seksual

13, 29, 43, 47, 61

5, 10, 26, 34, 54

Psikologis

Interaksi dengan Lawan Jenis

4, 24, 33, 45, 56

18, 40, 51, 66, 68 Kematangan 30

Emosi dan Pikiran

6, 14, 28, 46, 50

20, 35, 44, 63, 70

Penerimaan diri dan Orang Lain

3, 27, 32, 41, 62

7, 16, 38, 49, 58

Sosial Ekonomi

Kondisi atau Tingkat Keuangan Keluarga

9, 22, 23, 30, 69

19, 36, 42, 55, 65 Norma-norma dan 20

pandangan dalam Masyarakat terkait pernikahan

12, 25, 31, 48, 53

1, 8, 59, 64, 67

Total 70

E. Uji Instrumen 1. Uji Validitas

Menurut Sugiyono (2012) suatu instrumen yang dikatakan valid berarti bahwa instrumen tersebut dapat mengukur apa yang ingin diukur. Instrumen yang tidak teruji validitasnya bila digunakan untuk penelitian akan menghasilkan data yang sulit dipercaya kebenaran dan keakuratannya.

Pengujian validitas dalam penelitian ini dengan menggunakan uji validitas isi dan validitas faktorial.

Menurut Azwar (2014) validitas isi merupakan validitas yang diestimasi lewat pengujian terhadap isi tes atau lewat professional judgement. Relevansi aitem dengan tujuan alat ukur skala tidak dapat berdasarkan penilaian dari peneliti sendiri, tapi juga memerlukan kesepakatan penilaian dari beberapa penilai yang kompeten (expert judgement). Sehingga pada penelitian ini, peneliti meminta bantuan dari dosen pembimbing untuk memberikan penilaian apakah aitem yang terdapat dalam skala yang akan digunakan sudah sesuai dengan aspek yang akan diteliti.

Menurut Azwar (2012) Pada umumnya dalam pengembangan dan penyusunan skala-skala psikologi, digunakan harga koefisien minimal 0,30.

Maka dengan demikian, pernyataan yang memiliki korelasi dengan skor skala kurang dari 0,30 dapat disisihkan dan pernyataan yang memenuhi syarat memiliki korelasi 0,30 ke atas. Semakin tinggi koefisian, maka semakin baik pula validitasnya. Aiken telah merumuskan formula Aiken’s V untuk menghitung content-validity coefficient yang didasarkan pada hasil penilaian panel ahli terhadap suatu aitem mengenai sejauh mana aitem tersebut mewakili konstrak yang diukur. Penilaian dilakukan dengan cara memberikan angka antara 1 (sangat tidak mewakili atau buruk) sampai dengan 5 (sangat mewakili atau sangat baik).

Pengujian validitas faktorial melalui prosedur statistiska yang disebut analisis faktor. Analisis faktor merupakan kumpulan prosedur matematik yang kompleks guna menganalisis saling hubungan di antara variabel-variabel dan menjelaskan saling hubungan tersebut dalam bentuk kelompok variabel yang terbatas yang disebut faktor (Azwar, 2012). Analisis faktor ini dilakukan dengan menggunakan bantuan lisrel 8.70.

Uji validitas dengan menggunakan bantuan program Lisrel 8.70 memiliki ketentuan valid jika Factor Loading bernilai positif dan nilai T-Value > 1,96.

Skala pengambilan keputusan untuk menikah dini disusun oleh peneliti berjumlah 100 aitem pernyataan. Berdasarkan uji validitas skala dengan menggunakan Lisrel 8.70 diperoleh 43 aitem yang dianggap valid dan 57 aitem yang dianggap gugur atau tidak valid.

Rincian distribusi aitem-aitem valid yang telah diujicobakan dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 3.

Blue Print Skala Pengambilan Keputusan Menikah Dini Setelah Uji Coba

Aspek Indikator No. Aitem

Jumlah Favorable Unfavorable

Circumstances

Mendapatkan pengaruh dari lingkungan

1, 30, 55, 63, 81 Mendapatkan 10

pengaruh dari orang lain

2, 25, 52, 75, 90

Preferences

Memiliki harapan dan tujuan yang ingin dicapai melalui menikah dini

3, 31, 41,

66, 82 64

10 Memiliki kepentingan

atau kebutuhan yang ingin dipenuhi

4, 24, 83 38

Emotions

Emosi positif yang dirasakan sebelum dan sesudah menikah dini

5, 32, 67,

98 58, 89

Emosi negatif yang 8 dirasakan sebelum dan sesudah menikah dini

23 42

Actions

Mencari informasi mengenai pernikahan dini

7, 33, 51,

76 6

Memiliki rencana

setelah menikah dini 22, 43

Beliefs

Memiliki nilai-nilai yang menjadi acuan

9, 34, 56,

68, 80 49, 61 Konsekuensi/hasil 9

yang diperoleh dari keputusan menikah dini

21 35

Total 43 Sedangkan untuk skala persepsi menikah dini yang disusun oleh peneliti berjumlah 70 aitem pernyataan. Berdasarkan uji validitas skala dengan

menggunakan Lisrel 8.70 diperoleh 25 aitem yang valid dan 45 aitem yang dianggap gugur atau tidak valid dengan ketentuan validFactor Loadingbernilai positif dan nilai T-Value > 1,96.

Tabel 4.

Blue Print Skala Persepsi Menikah Dini Setelah Uji Coba

Aspek Indikator FavorableNo. AitemUnfavorable Jumlah

Fisiologis

Masalah Keturunan

(Kehamilan) 2, 17, 21,

Kebutuhan 7

Hubungan Seksual 5, 10, 26, 34

Psikologis

Interaksi dengan

Lawan Jenis 4, 24, 45, 56 Kematangan 10

Emosi dan Pikiran 6, Penerimaan diri

dan Orang Lain

3, 27, 32, 41, 62

Sosial Ekonomi

Kondisi atau Tingkat Keuangan Keluarga

69 19, 36, 42,

65

8 Norma-norma dan

pandangan dalam Masyarakat terkait pernikahan

59, 64, 67

Total 25

Dalam dokumen REMAJA PUTRI DI KABUPATEN GOWA (Halaman 72-78)