Yanuar Kiram selaku Rektor Universitas Negeri Padang sekaligus Ketua Penguji yang telah membaca dan memberikan saran yang sangat berarti untuk perbaikan disertasi ini. Rekan-rekan mahasiswa S3 Manajemen angkatan 2010 yang telah banyak memberikan bantuan dan motivasi kepada penulis untuk menyelesaikan penulisan disertasi ini.
PENDAHULUAN
- Latar Belakang Masalah
- Identifikasi Masalah
- Pembatasan Masalah
- Rumusan Masalah
- Tujuan Penelitian
- Kegunaan Penelitian
Apakah kepemimpinan kepala sekolah, iklim kerjasama, komunikasi interpersonal dan disiplin kerja berpengaruh terhadap kinerja guru SMPN Pasaman Barat secara langsung dan tidak langsung. Kepemimpinan kepala sekolah, iklim kerjasama, komunikasi interpersonal dan disiplin kerja terhadap kinerja guru di SMPN Pasaman Barat.
KAJIAN PUSTAKA KAJIAN PUSTAKA
Landasan Teoritis 1. Kinerja Guru
- Kepemimpinan Kepala Sekolah
- Komunikasi Interpersonal
- Disiplin Kerja
De Bevoise dalam Idris (2007:24) menyatakan bahwa kepemimpinan pembelajaran (instructional leadership) adalah kepemimpinan kepala sekolah yang dilimpahkan kepada internal guru atau orang lain. Kepemimpinan direktur yang dimaksud dalam penelitian ini adalah cara direktur melakukan kegiatannya dalam upaya membimbing, mengarahkan, mengarahkan dan mengendalikan pikiran sejumlah orang untuk mencapai tujuan tertentu.
Penelitian yang Relevan
Hasil penelitiannya menyimpulkan bahwa terdapat hubungan langsung dan tidak langsung yang signifikan secara bersamaan dengan gaya kepemimpinan kepala sekolah, budaya organisasi, iklim organisasi, kepuasan kerja guru, dan komitmen guru terhadap kinerja guru. Sedangkan penelitian saya berjudul Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah, Iklim Kolaborasi, Komunikasi Interpersonal dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru SMPN di Kabupaten.
Kerangka Berfikir
- Pengaruh Langsung dan Tidak Langsung secara Signifikan Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Iklim Kerjasama secara Bersama
- Pengaruh Langsung dan Tidak Langsung secara Signifikan Kepemimpinan Kepala Sekolah, Iklim Kerjasama, dan Komunikasi
- Terdapat Pengaruh Langsung dan Tidak Langsung secara Signifikan Kepemimpinan Kepala Sekolah, Iklim Kerjasama, Komunikasi
Terdapat pengaruh signifikan langsung dan tidak langsung kepemimpinan kepala sekolah, iklim kolaboratif dan komunikasi interpersonal baik secara kolektif maupun individual terhadap disiplin kerja guru. Terdapat pengaruh langsung dan tidak langsung yang signifikan terhadap kepemimpinan kepala sekolah, iklim kerjasama, komunikasi interpersonal dan disiplin kerja, baik secara kolektif maupun individual berpengaruh terhadap kinerja guru.
Metode Penelitian
Wilayah penelitian
Populasi penelitian ini adalah seluruh guru SMA Negeri Pasaman Barat yang telah berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) minimal satu tahun dan masih aktif mengajar. Ada tiga tahapan dalam proses pengambilan sampel, yaitu (a) menentukan karakteristik populasi, (b) menentukan jumlah sampel, dan (c) menentukan subjek. Strata populasi yang dipertimbangkan dalam pengambilan sampel adalah (1) pendidikan bersertifikat yang terdiri dari pendidik bersertifikat dan pendidik tidak bersertifikat, (2) masa kerja mulai dari 1 sampai 10 tahun dan lebih dari 10 tahun, (3) kelompok, terdiri dari grup >.
Penentuan masa kerja ≤ 10 tahun dan kelas ≤ III c yang diambil sebagai lapisan pembeda karena umumnya di SMPN yang dimiliki guru Pasaman Barat. Hal ini dilakukan agar setiap anggota memiliki kesempatan atau peluang yang sama untuk menjadi sampel penelitian.
Definisi Operasional
- Kepemimpinan kepala sekolah
- Iklim kerjasama
- Komunikasi interpersonal
- Displin kerja
- Kinerja guru
Komunikasi interpersonal dalam penelitian ini adalah komunikasi antara guru dengan guru lainnya, dengan kepala sekolah, tata usaha dan dengan siswa, yang berlangsung di lingkungan sekolah. Indikator komunikasi interpersonal adalah: (1) keterbukaan dalam menyampaikan kritik kepada orang lain, (2) keterbukaan dalam menyampaikan masalah yang dirasakannya kepada orang lain, (3) keterbukaan dalam menyampaikan keinginan kepada orang lain, (4) merasakan permasalahan orang lain, (5) ) merasakan harapan orang lain, (6). Variabel disiplin kerja diukur menurut: (1) kepatuhan guru dalam melaksanakan tugas, (2) ia berusaha menepati jadwal pelajaran, (3) ia berusaha mengajarkan semua isi yang terdapat dalam kurikulum, (4) dia menyiapkan program pengajaran. , (5) kesadaran guru terhadap kemajuan tugas pembelajaran, (6) menjelaskan materi yang belum dipahami siswa, (7) membicarakan masalah yang muncul selama pembelajaran dengan guru kelas atau kepala sekolah, ( 8) mendorong siswa.
Kinerja guru adalah kinerja guru sesuai dengan tanggung jawabnya untuk mencapai tujuan sekolah. Indikator kinerja guru adalah: (1) menyusun RPP, (2) melaksanakan RPP, (3) menilai hasil belajar, dan (4) menganalisis hasil belajar.
Instrumen Penelitian
Penyusunan item pernyataan pada instrumen sesuai kisi-kisi variabel memerlukan konsultasi dengan dosen pembimbing untuk mendapatkan item yang memenuhi validitas konstruk.
Uji Coba Instrumen
Teknik Pengumpulan Data
Analisis Data
¾ Y2 = F (X1; X2; Y1), kepemimpinan kepala sekolah, iklim kerjasama dan komunikasi interpersonal secara bersama-sama dan individual berpengaruh terhadap disiplin kerja guru. ¾ Z = F (X1; X2; Y1; Y2), kepemimpinan kepala sekolah, iklim kerjasama, komunikasi interpersonal dan disiplin kerja baik secara kolektif maupun individual berpengaruh terhadap kinerja guru. Dari hasil perhitungan dalam pengujian hipotesis dibuat persamaan struktural, serta makna dari hasil analisis jalur.
Deskripsi Data
- Kinerja Guru (Z)
- Kepemimpinan Kepala Sekolah (X 1 )
- Iklim Kerjasama (X 2 )
- Komunikasi Interpersonal (Y 1 )
- Disiplin Kerja (Y 2 )
Berdasarkan tabel di atas tingkat kinerja responden pada indikator evaluasi kinerja siswa sebesar 85,90% berada pada kategori baik tidak seperti indikator lainnya yang tingkat kinerjanya berada pada kategori sangat tinggi oleh karena itu perlu dilakukan perbaikan agar lebih baik. lebih baik. Berdasarkan distribusi data frekuensi terlihat bahwa distribusi respon terhadap variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah terdiri dari skor terendah 106 dan skor tertinggi 159, memiliki nilai rata-rata 136,62, median 140, nilai modus 143, standar deviasi 14.410 dan varians 207.647, jumlah kelas 7 dan lama kelas 8. Terlihat pada tabel bahwa 31,25% guru memiliki nilai rata-rata, 42,71% nilai di bawah rata-rata dan 26,04% pada nilai di atas harga rata-rata.
Terlihat pada tabel bahwa 23,96% guru memiliki nilai rata-rata, 51,04% di bawah nilai rata-rata dan 25,00% memiliki nilai di atas rata-rata harga. Terlihat pada tabel bahwa 19,79% guru memiliki nilai rata-rata, 41,67% di bawah nilai rata-rata dan 38,54% memiliki nilai di atas rata-rata harga.
Pengujian Persyaratan Analisis Data
- Pengujian Normalitas Sebaran Data
- Pengujian Linearitas Hubungan
- Pengujian Signifikansi Persamaan Regresi
Namun jika nilai signifikan Fhitung lebih kecil dari Ftabel pada taraf signifikansi 0,01 maka persamaan regresi dianggap sangat signifikan. Berdasarkan hasil Fhitung dapat disimpulkan bahwa persamaan regresi analisis jalur sangat signifikan, sehingga dikategorikan memenuhi syarat untuk pengujian hipotesis penelitian dengan menggunakan model analisis jalur. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa persamaan regresi untuk analisis jalur sangat signifikan sehingga memenuhi syarat untuk pengujian hipotesis penelitian dengan menggunakan model analisis jalur.
Hasil analisis selanjutnya adalah persamaan regresi pengaruh variabel komunikasi interpersonal (Y1) terhadap variabel kinerja guru (Z), sehingga nilai Fhitung sebesar 259,745. Hasil analisis selanjutnya adalah persamaan regresi pengaruh variabel disiplin kerja (Y2) terhadap kinerja guru (Y), sehingga diperoleh nilai Fhitung.
Pengujian Hipotesis
- Pengajuan Model Konseptual
- Model Analisis Jalur
- Mengoperasikan Model Analisis dengan Komputer
- Menguji Signifikansi Pengaruh
- Mengisi Koefisien Jalur ke dalam Model
- Merangkum Pengaruh Langsung dan Tidak Langsung
Berdasarkan taraf signifikansi 0,01 dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh langsung kepemimpinan kepala sekolah (X1) terhadap disiplin kerja (Y2). 4) Selanjutnya pada saat menganalisis pengaruh iklim kerjasama (X2) terhadap disiplin kerja (Y2) diperoleh nilai t = 2,884 sedangkan ttabel pada α =. Berdasarkan tingkat signifikansi 0,01 dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh langsung komunikasi interpersonal (Y1) terhadap disiplin kerja (Y2). 6) Dari analisis pengaruh kepemimpinan kepala sekolah (X1) terhadap kinerja guru (Z), diperoleh nilai t = 4,374 sedangkan ttabel pada α =. Temuan ini menolak penerimaan Ho dan Ha bahwa kepemimpinan kepala sekolah dan iklim kolaboratif baik secara kolektif maupun individual mempengaruhi komunikasi interpersonal.
Temuan ini menolak penerimaan Ho dan Ha yaitu kepemimpinan kepala sekolah, iklim kolaboratif dan komunikasi interpersonal baik secara kolektif maupun individual berpengaruh terhadap disiplin kerja guru. Temuan ini menolak penerimaan Ho dan Ha yaitu kepemimpinan kepala sekolah, iklim kolaboratif, komunikasi interpersonal, dan disiplin kerja baik secara kolektif maupun individual berpengaruh terhadap kinerja guru.
Pembahasan
Kedua, secara keseluruhan tingkat pencapaian responden pengurus utama (X1) di SMPN se-Kabupaten Pasaman Barat cukup baik sebesar 79,96%. Ketiga, tingkat pencapaian suasana gotong royong responden (X2) di SMPN se-Kabupaten Pasaman Barat memiliki skor baik sebesar 84,72%. Keempat, secara umum tingkat pencapaian komunikasi interpersonal responden (Y1) di SMPN wilayah Pasaman Barat adalah baik.
Kelima, secara keseluruhan tingkat pencapaian disiplin kerja responden (Y2) di SMPN wilayah Pasaman Barat sangat baik sebesar 90,51%. Ketiga, kepemimpinan kepala sekolah, suasana kerja sama, komunikasi interpersonal, dan disiplin kerja baik secara bersama-sama maupun sendiri-sendiri secara langsung dan tidak langsung berpengaruh terhadap kinerja guru dengan pengaruh besar sebesar 90,6%.
Keterbatasan Penelitian
Kedua, ada kemungkinan tanggapan responden terhadap pernyataan tersebut tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya yang dialami atau dirasakan, sehingga data yang dikumpulkan bisa jadi tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Ketiga, mungkin ada bias dalam tanggapan responden terhadap tanggapan nyata, karena fakta bahwa pengumpulan data oleh responden tidak berada di lingkungan yang tepat. Keempat, diyakini masih banyak faktor lain yang berkontribusi terhadap kinerja guru, hal ini belum ditemukan karena penelitian hanya terbatas pada variabel-variabel yang telah ditentukan sebelum penelitian.
Kesimpulan
Artinya semakin baik status kepemimpinan kepala sekolah, iklim kerjasama, komunikasi interpersonal dan disiplin kerja maka akan semakin baik kinerja guru, sebaliknya semakin rendah kepemimpinan kepala sekolah, iklim kerjasama, komunikasi interpersonal dan disiplin kerja. maka semakin rendah kinerja guru tersebut. .
Implikasi Penelitian
Iklim kerja yang kondusif dan baik akan menghasilkan komunikasi interpersonal yang baik, terutama antara sesama guru dan kepala sekolah serta atasan. Klien adalah karyawan yang bertanggung jawab untuk mendorong guru dan karyawan di lingkungan kerjanya untuk menciptakan iklim kerja yang kondusif. Meningkatkan kinerja guru melalui kepemimpinan kepala sekolah, iklim kolaboratif, komunikasi interpersonal, dan disiplin kerja guru.
Bagi guru diperlukan upaya peningkatan kedisiplinan terutama ke arah kesadaran guru dalam pelaksanaan tugas, sehingga kinerja guru meningkat yaitu dengan meningkatkan dan mengembangkan diri dalam rangka pencapaian tugas dengan tanggung jawab yang diberikan kepada kepala sekolah terhadap guru . kemudian diberikan reward dan punishment yang dilaksanakan oleh kepala sekolah dalam upaya meningkatkan kedisiplinan guru. Bahwa kepala sekolah di bawahan utama atau seluruh warga sekolah selalu memberikan masukan dan mendorong guru untuk meningkatkan perhatiannya terhadap Komunikasi Interpersonal dan Disiplin Kerja dalam meningkatkan Kinerja Guru di semua perangkat sekolah.
KEPUSTAKAAN
Kontribusi Keterlibatan Guru dan Pengawasan Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru Madrasah Aliyah Negeri Kota Bukittinggi”, Disertasi Pascasarjana UNP. Jurnal Penelitian Pidato, Bahasa dan Pendengaran; Juni halaman 542; Keperawatan ProQuest & Sumber Kesehatan Sekutu. Pengaruh Umpan Balik Kinerja Pengawas terhadap Peningkatan Perilaku Komunikasi Positif Guru Prasekolah dengan Siswa yang Memiliki Gangguan Emosional dan Perilaku”.
Hubungan antara gaya kepemimpinan kepala sekolah, budaya organisasi, iklim organisasi, kepuasan kerja guru dan komitmen guru terhadap kinerja guru SMA Negeri di Kabupaten Buton dan Kota Bau-Bau. Dampak intensitas dan iklim konflik terhadap kinerja pegawai di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol Padang.
INSTRUMEN PENELITIAN
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH Cara kepala sekolah membagi tugas
IKLIM KERJASAMA Sikap saling terbuka
KOMUNIKASI INTERPERSONAL Keterbukaan mengirim dan menerima pesan
DISIPLIN KERJA Ketaatan Guru
KINERJA GURU
ANALISIS KESAHIHAN DAN KEHANDALAN
Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah
Variabel Iklim Kerjasama
Variabel Komunikasi Interpersonal
Variabel Disilpin Kerja
Variabel Kinerja Guru
Komunikasi
Latar Belakang
Tujuan Ujicoba Instrumen
Instrumen Penelitian
Langkah-langkah Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen a. Pengujian Validitas Butir
Untuk menentukan apakah setiap item yang dianalisis diterima atau tidak, diperlukan kriteria analisis, baik kriteria validitas maupun uji reliabilitas. Pernyataan dikatakan valid jika koefisien korelasi product moment (rxy) atau rhitung lebih besar dari rtabel, sesuai dengan tingkat signifikansi yang telah ditentukan, derajat kebebasan yang digunakan (dk) adalah n.
HASIL UJICOBA INSTRUMEN MOTIVASI BELAJAR A. Instrumen Ujicoba
Hasil analisis Uji Instrumen
Berdasarkan rumus Alpha Cronbach perhitungan reliabilitas instrumen kepemimpinan kepala sekolah diperoleh koefisien reliabilitas sebesar 0,912, dan koefisien reliabilitas berdasarkan kriteria Guilford ini dikategorikan sangat tinggi. Berdasarkan rumus Alpha Cronbach perhitungan reliabilitas instrumen iklim kolaboratif diperoleh koefisien reliabilitas sebesar 0,925, dan koefisien reliabilitas berdasarkan kriteria Guilford ini termasuk kategori sangat tinggi. Berdasarkan rumus Alpha Cronbach, pada saat menghitung reliabilitas instrumen komunikasi interpersonal diperoleh koefisien reliabilitas sebesar 0,907, dan koefisien reliabilitas berdasarkan kriteria Guilford ini dikategorikan sangat tinggi.
Berdasarkan rumus Alpha Cronbach, perhitungan reliabilitas instrumen Disiplin Kerja menghasilkan koefisien reliabilitas sebesar 0,917 dan koefisien reliabilitas berdasarkan kriteria Guilford ini termasuk kategori sangat tinggi. Berdasarkan rumus Alpha Cronbach perhitungan koefisien reliabilitas Instrumen Kompetensi Kepribadian menghasilkan koefisien reliabilitas sebesar 0,954 dan dikategorikan sangat tinggi berdasarkan kriteria Guilford.
DATA PENELITIAN
DESKRIPSI DATA PENELITIAN