• Tidak ada hasil yang ditemukan

SOAL SANITASI lingkungan

N/A
N/A
Ridwan haerun

Academic year: 2024

Membagikan "SOAL SANITASI lingkungan "

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

1. Kegiatan mengolah data sehingga menjadi informasi yang dapat digunakan untuk pengambilan kebijakan dan pengendalian masalah kesehatan disebut

a. Pengumpulan data b. Pengolahan data c. analisa data d. interpretasi data e. Penyajian data Pembahasan

analisis data adalah kegiatan mengolah data sehingga menjadi informasi yang dapat digunakan untuk pengambilan kebijakan dan pengendalian masalah kesehatan. Data setelah dilakukan pengolahan, selanjutnya didisajikan

Jawaban : C

2. Data disajikan sehingga dapat digunakan untuk pengambilan keputusan dalam menanggulangi (masalah kesehatan). Penyajian data dimaksudkan

a. untuk mempermudah tabulasi data b. supaya tidak ada kesalahan analisa data c. untuk mempermudah analisa data

d. untuk mempermudah pembaca dalam memahami data dan analisisnya.

e. untuk mempermudah pengolahan data Pembahasan

Data setelah dilakukan pengolahan, selanjutnya didisajikan sehingga dapat digunakan untuk pengambilan keputusan dalam menanggulangi (masalah kesehatan). Penyajian data dimaksudkan untuk mempermudah pembaca dalam memahami data dan analisisnya.

Jawaban : D

3. Pernyataan yang benar tentang pengumpulan data larva nyamuk, kecuali :

a. Larva dikoleksi menggunakan cidukan plastik standar WHO dengan kapasitas 100 cc.

b. Pencidukan dilakukan di pinggir dan di tengah habitat perkembangbiakan c. Pencidukan dilakukan secara merata.

d. Larva yang tertangkap dipelihara, diberi makan serbuk hati, e. Larva diidentifikasi spesiesnya setelah menjadi nyamuk.

Pembahasan

Larva nyamuk dikoleksi menggunakan cidukan plastik standar WHO dengan kapasitas 400 cc.

Pencidukan dilakukan di pinggir dan di tengah habitat perkembangbiakan secara merata. Larva yang tertangkap dipelihara, diberi makan serbuk hati, dan diidentifikasi spesiesnya setelah menjadi nyamuk. Jawaban : A

4. Kejadian penyakit ataupun gangguan kesehatan tidak pernah terlepas dari peran faktor lingkungan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kondisi rumah yang tidak memenuhi syarat kesehatan mempunyai hubungan terhadap kejadian penyakit. Host (manusia) yang tinggal di dalam rumah dengan kondisi tidak memiliki saluran pembuangan air limbah dan tidak memiliki sarana pembuangan sampah, kemungkinan akan terkena penyakit berbasis linkungan yaitu : a. Tb paru

b. DBD c. Malaria d. Diare e. Filariasis Pembahasan

penderita diare umumnya tinggal di dalam rumah dengan kondisi tidak memiliki saluran pembuangan air limbah dan tidak memiliki sarana pembuangan sampah jawaban : D

5. Peralatan sebagai tempat penyimpanan sampel air untuk dibawa ke laboratorium adalah a. Auger

b. ekman grab

(2)

c. surber sampler d. ayakan benthos e. Cooler boks Pembahasan :

Peralatan sebagai tempat penyimpanan sampel air untuk dibawa ke laboratorium adalah Cooler boks

Jawaban : e

6. Peralatan sebagai tempat penampungan sampel air adalah a. Botol sampel plastik

b. ekman grab c. surber sampler d. ayakan benthos e. Cooler boks Pembahasan :

Peralatan sebagai tempat penampungan sampel air untuk dibawa ke laboratorium adalah Botol sampel plastik

Jawaban : A

7. Penangkapan nyamuk malam hari dapat dilakukan dengan metode a. Fly trap

b. Refractometer

c. light trap with electrocutor d. human landing collection (HLC) e. Sticky tapes

Pembahasan

Penangkapan nyamuk malam hari dapat dilakukan dengan metode human landing collection (HLC), dari jam 18.00-06.00. Penangkapan nyamuk dilakukan pada tiga rumah, masing-masing di luar dan di dalam rumah. Waktu penangkapan nyamuk dilakukan 45 menit untuk setiap jam, minimal selama tiga malam.

Jawaban : D

8. Man Biting Rate (MBR) adalah angka gigitan nyamuk per orang per malam, dihitung dengan cara jumlah nyamuk (spesies tertentu) yang tertangkap dalam satu malam (12 jam) dibagi dengan jumlah penangkap (kolektor) dikali dengan waktu (jam) penangkapan. Parameter ini merupakan standar baku mutu kesehatan lingkungan untuk vektor ?

a. Nyamuk Anopheles sp.

b. Larva Anopheles sp.

c. Nyamuk Aedes aegypti dan/atau Aedes albopictus d. Larva Aedes aegypti dan/atau Aedes albopictus e. Nyamuk Culex sp.

Pembahasan

Man Biting Rate (MBR) adalah angka gigitan nyamuk per orang per malam, dihitung dengan cara jumlah nyamuk (spesies tertentu) yang tertangkap dalam satu malam (12 jam) dibagi dengan jumlah penangkap (kolektor) dikali dengan waktu (jam) penangkapan. Parameter ini merupakan standar baku mutu kesehatan lingkungan untuk vektor Nyamuk Anopheles sp.

Jawaban : A

9. Angka bebas jentik (ABJ) adalah persentase rumah atau bangunan yang bebas jentik, dihitung dengan cara jumlah rumah yang tidak ditemukan jentik dibagi dengan jumlah seluruh rumah yang diperiksa dikali 100%. Yang dimaksud dengan bangunan antara lain perkantoran, pabrik, rumah susun, dan tempat fasilitas umum yang dihitung berdasarkan satuan ruang bangunan/unit pengelolanya. Parameter ini merupakan standar baku mutu kesehatan lingkungan untuk vektor ? a. Nyamuk Anopheles sp.

b. Larva Anopheles sp.

(3)

c. Nyamuk Aedes aegypti dan/atau Aedes albopictus d. Larva Aedes aegypti dan/atau Aedes albopictus e. Nyamuk Culex sp.

Pembahasan

Angka bebas jentik (ABJ) adalah persentase rumah atau bangunan yang bebas jentik, dihitung dengan cara jumlah rumah yang tidak ditemukan jentik dibagi dengan jumlah seluruh rumah yang diperiksa dikali 100%. Yang dimaksud dengan bangunan antara lain perkantoran, pabrik, rumah susun, dan tempat fasilitas umum yang dihitung berdasarkan satuan ruang bangunan/unit pengelolanya. Parameter ini merupakan standar baku mutu kesehatan lingkungan untuk vektor Larva Aedes aegypti dan/atau Aedes albopictus

Jawaban : D

10. Petugas sanitarian melakukan pemantauan kepadatan vektor dengan melakukan survey. Petugas menggunakan alat fly grill. Cara melakukannya yaitu pada pagi hari setelah sinar matahari terbit, alat fly grill diletakan di tempat yang akan diukur kepadatannya. Survei vektor apa yang dilakukan petugas tersebut ?

a. Nyamuk b. Lalat c. Pinjal d. Rayap e. Kecoa Pembahasan :

Alat pengumpulan vektor lalat :

Umpan kerta lengket berbentuk lembaran (sticky tapes), Perangkap lalat (fly trap) Fly grill Jawaban : B

11. Parameter Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan untuk Vektor Nyamuk Anopheles adalah a. MBR (Man biting rate)

b. Indeks habitat

c. Angka Istirahat (Resting rate) d. ABJ (Angka Bebas Jentik) e. MHD (Man Hour Density) Pembahasan

Jawaban : A

12. Seorang petugas sanitarian melakukan pengumpulan data primer yaitu dasar habitat larva anopeles spp. Dari kasus diatas, metode pengumpulan data apa yang paling tepat dilakukan petugas tersebut agar diperoleh data yang paling valid?

a. Kuesioner b. Pengukuran

(4)

c. Wawancara d. Pengamatan e. Rekam medik Pembahasan

Dasar habitat perkembangbiakan larva Anopheles spp. diamati secara langsung apakah berupa lumpur, pasir, batu kecil, batu sedang, batu besar, semen dan lain- lain.

Jawaban : D

13. Seorang petugas sanitarian melakukan pengumpulan data primer yaitu ketinggian habitat larva anopeles spp. Dari kasus diatas, metode pengumpulan data apa yang paling tepat dilakukan petugas tersebut agar diperoleh data yang paling valid?

a. Kuesioner b. Pengukuran c. Wawancara d. Pengamatan e. Rekam medik Pembahasan

Ketinggian habitat perkembangbiakan larva Anopheles spp. diukur menggunakan alat GPS (geografical positioning system). Hasil pengukurannya dinyatakan dalam meter di atas permukaan laut. Pengukuran dilakukan dengan mengaktifkan GPS di lokasi habitat larva Anopheles spp., kemudian dicatat ketinggian lokasi tersebut.

Jawaban : B

14. Seorang sanitarian membuat data hasil pengamatan gangguan kesehatan akibat pencemaran air di Kecamatan A dalam bentuk diagram gambar (piktogram). Kegiatan apakah yang dilakukananalis tersebut ?

a. Disseminasi b. Analisadata c. Umpan balik d. Pengolahandata e. Pengumpulan data Pembahasan :

Hasil pengolahan data dapat berbentuk tabel, grafik, dan peta menurut variabel golongan umur, jenis kelamin, tempat dan waktu, atau berdasarkan faktor risiko tertentu.

Jawaban : D

15. Seorang petugas sanitarian di puskesmas melakukan pengumpulan data primer yaitu kelembaban udara di dalam rumah. Dari kasus diatas, metode pengumpulan data apa yang paling tepat dilakukan petugas tersebut agar diperoleh data yang paling valid?

a. Kuesioner b. Pengukuran c. Wawancara d. Pengamatan e. Rekam medik Pembahasan

Kelembaban udara rumah di ukur. Jawaban : B

16. Penangkapan nyamuk malam hari dilakukan oleh lima orang kolektor, dengan metode nyamuk hinggap di badan (human landing collection) selama 12 jam (jam 18.00-06.00), yang mana setiap jam menangkap 40 menit, mendapatkan 10 Anopheles sundaicus, dua Anopheles subpictus dan satu Anopheles indefinitus. Maka MBR Anopheles sundaicus sebesar?

a. 0,985 b. 1,985 c. 2,985 d. 3,985

(5)

e. 4,985 Pembahasan

Man Biting Rate (MBR) adalah angka gigitan nyamuk per orang per malam, dihitung dengan cara jumlah nyamuk (spesies tertentu) yang tertangkap dalam satu malam (12 jam) dibagi dengan jumlah penangkap (kolektor) dikali dengan waktu (jam) penangkapan.

17. Pengamatan dilakukan terhadap 100 rumah dan bangunan, 6 rumah di antaranya positif jentik Aedes spp. Maka ABJ sebesar

a. 91%

b. 92%

c. 93%

d. 94%

e. 95%

Pembahasan :

Angka bebas jentik (ABJ) adalah persentase rumah atau bangunan yang bebas jentik, dihitung dengan cara jumlah rumah yang tidak ditemukan jentik dibagi dengan jumlah seluruh rumah yang diperiksa dikali 100%.

Diketahui:

Jumlah seluruh rumah yang diperiksa 100 rumah.

Jumlah rumah yang potifif jentik 6 Aedes spp., artinya yang negatif jentik 94 rumah.

ABJ =94/100 x100% = 94%

Jawaban : D

18. Pengamatan lalat pada rumah makan. Flygrill diletakkan di salah satu titik yang berada di dapur.

Pada 30 detik pertama, kedua, hingga kesepuluh didapatkan data sebagai berikut: 2, 2, 4, 3, 2, 0, 1,1, 2, 1. Indeks populasi lalat sebesar

a. 2,8 b. 2,7 c. 2,6 d. 2,5 e. 2,4 Pembahasan

Indeks populasi lalat adalah angka rata-rata populasi lalat pada suatu lokasi yang diukur dengan menggunakan flygrill. Dihitung dengan cara melakukan pengamatan selama 30 detik dan pengulangan sebanyak 10 kali pada setiap titik pengamatan. Dari 10 kali pengamatan diambil 5 (lima) nilai tertinggi, lalu kelima nilai tersebut dirata-ratakan. Pengukuran indeks populasi lalat dapat menggunakan lebih dari satu flygrill.

Lima angka tertinggi adalah 4, 3, 2, 2, 2. Rata ratanya = 4+3+2+2+2/5 = 13/5 = 2,6 Jawaban : C 19. Penyajian data yang menggambarkan kejadian tuli pendengaran di Pabrik A selama 10 tahun

berturut turut yaitu tahun 2010-2020. Penyajian data ini sebaiknya menggunakan a. Diagram garis (line)

b. Diagram batang (bar) c. Diagram lingkaran (pie) d. Piktogram

e. Histogram Pembahasan

Diagram garis (line) : Penyajian data yang menggambarkan kejadian yang terus menerus Jawaban : A

20. Penyajian data yang menggambarkan penyakit A 10%, penyakit B 50% dan penyakit C 40% di kecamatan A tahun 2020. Penyajian data ini sebaiknya menggunakan

a. Diagram peta (map) b. Diagram pencar (scater) c. Diagram lingkaran (pie)

(6)

d. Piktogram e. Histogram Pembahasan

Diagram lingkaran (pie) : Penyajian data yang menggambarkan proporsi (persenan) Jawaban : C

Penyajian data yang merupakan gabungan diagram batang dan garis. Penyajian data ini adalah a. Diagram peta (map)

b. Diagram pencar (scater) c. Diagram lingkaran (pie) d. Piktogram

e. Histogram Pembahasan

Histogram merupakan gabungan diagram batang dan garis.

Jawaban : E

21. Seorang sanitarian melakukan penangkapan tikus. Didapatkan 30 tikus, setelah dilakukan penyisiran didapatkan 15 pinjal Xenopsylla cheopis dan 20 pinjal jenis lainnya. Berapakah Indeks pinjal Xenopsylla cheopis ?

a. 0,1 b. 0,2 c. 0,3 d. 0,4 e. 0,5

Pembahasan Diketahui:

Jumlah pinjal Xenopsylla cheopis yang didapatkan sebanyak 15 pinjal

Jumlah tikus yang diperiksa sebanyak 30 ekor Indeks pinjal Xenopsylla cheopis = 15 / 30=0,5 Jawaban : E

22. Seorang sanitarian melakukan penangkapan tikus. Didapatkan 20 tikus, setelah dilakukan penyisiran didapatkan 8 pinjal Xenopsylla cheopis dan 7 pinjal jenis lainnya. Berapakah Indeks pinjal umum?

a. 0,15 b. 0,25 c. 0,50 d. 0,75 e. 0,90 Pembahasan

Indeks pinjal umum dihitung sebagai berikut : Diketahui:

Jumlah seluruh pinjal yang didapatkan sebanyak 15 pinjal

Jumlah tikus yang diperiksa sebanyak 20 ekor Indeks pinjal umum = 15 / 20= 0,75

23. Seorang sanitarian melakukan pengamatan lalat pada rumah makan “murah meriah”. Flygrill diletakkan di salah satu titik yang berada di dapur. Pada 30 detik pertama, kedua, hingga kesepuluh didapatkan data sebagai berikut: 2, 3, 3, 3, 2, 0, 1,1, 2, 4. Bepakah indeks populasi lalat ?

a. 1 b. 2 c. 3 d. 4 e. 5

Pembahasan :

Lima angka tertinggi adalah 4, 3, 3, 3, 2 dirataratakan = 15/5 = 3 sehingga mendapatkan indeks populasi lalat sebesar 3 Jawaban : C

(7)

24. Seorang sanitarian melakukan penangkapan kecoa menggunakan 6 buah perangkap sticky trap pada malam hari, empat buah dipasang di dapur dan masing masing satu buah dipasang di dua kamar mandi. Hasilnya mendapatkan 4 ekor kecoa. Berapakah indeks populasi kecoa ?

a. 0,33 b. 0,66 c. 0,99 d. 1,5 e. 2 Diketahui:

Jumlah kecoa yang didapat sebanyak 4 ekor.

Jumlah perangkap sebanyak 6 buah. Indeks populasi kecoa = 4/ 6 = 0,66 Jawaban : B

25. Succes trap perangkap tikus adalah 20%. Jika pemasangan perangkap tikus yang dilakukan selama 10 hari mendapatkan 5 tikus. Berapakah alat perangkap tikus yang dipasang ?

a. 50 b. 100 c. 20 d. 25 e. 10 Pembahasan Diketahui:

Succes trap perangkap tikus = 20%.

Jumlah tikus yang didapatkan 5 ekor.

Succes trap = jumlah tikus yang didapatkan / jumlah perangkap tikus � 100% 20 % = 5 / jumlah perangkap tikus � 100%

20 = 5 / jumlah perangkap tikus � 100 20 = 500 / jumlah perangkap tikus jumlah perangkap tikus = 500 / 20 = 50 / 2 = 25 Jawaban : D

26. Indeks habitat keong Oncomelania hupensis lindoensis (keong penular Schistosomiasis/demam keong) adalah 0,20. Jika survei dilakukan pada 500 meter persegi. Berapakah keong yang didapatkan ?

a. 150 b. 250 c. 300 d. 100 e. 50

Pembahasan Diketahui:

Indeks habitat = 0,20

Luas habitat = 500 meter persegi.

Indeks habitat = Jumlah keong yang didapatkan / Luas habitat 0,20 = Jumlah keong yang didapatkan / 500

Jumlah keong yang didapatkan = 0,20 � 500 Jumlah keong yang didapatkan = 2 � 50 Jumlah keong yang didapatkan = 100

27. Seorang sanitarian sedang melakukan pemeriksaan jentik di Desa A, jumlah rumah ada 120 KK, jumlah penduduk ada 300 jiwa, jumlah container yang diperiksa ada 150 dan yang positif jentik ada 15 container. Berapakah container indeks di desa tersebut?

a. 0,1 b. 0,2 c. 0,3 d. 0,4 e. 0,5 Pembahasan

Container indeks = jumlah container (+) jentik / jumlah seluruh container yang diperiksa.

(8)

Container indeks = 15/150 = 0,1 Jawaban : A

28. Sejumlah petugas sanitarian, sebanyak 4 orang, melakukan penangkapan nyamuk malam hari, dengan metode nyamuk hinggap di badan (human landing collection) selama 12 jam (jam 18.00- 06.00), yang mana setiap jam menangkap 30 menit, mendapatkan 8 Anopheles sundaicus, satu Anopheles subpictus dan satu Anopheles indefinitus. Maka MBR Anopheles sundaicus sebesar a. 1

b. 2 c. 3 d. 4 e. 5

Pembahasan

Man Biting Rate (MBR) adalah angka gigitan nyamuk per orang per malam, dihitung dengan cara jumlah nyamuk (spesies tertentu) yang tertangkap dalam satu malam (12 jam) dibagi dengan jumlah penangkap (kolektor) dikali dengan waktu (jam) penangkapan.

Diketahui:

Jumlah nyamuk Anopheles sundaicus yang didapatkan sebanyak 8 Jumlah penangkap sebanyak 4 orang

Waktu penangkapan dalam satu jam selama 30 menit, sehingga dalam satu malam (12 jam) sebanyak 6 jam (6/12).

29. Angka bebas jentik (ABJ) di Desa A yang diperiksa seorang petugas sanitarian sebesar 94%.

Pengamatan dilakukan terhadap 50 rumah. Berapa rumah yang positif jentik Aedes spp. ? a. 1

b. 2 c. 3 d. 4 e. 5

Pembahasan :

Angka bebas jentik (ABJ) adalah persentase rumah atau bangunan yang bebas jentik, dihitung dengan cara jumlah rumah yang tidak ditemukan jentik dibagi dengan jumlah seluruh rumah yang diperiksa dikali 100%.

Diketahui:

Angka bebas jentik (ABJ) = 94%

Jumlah seluruh rumah yang diperiksa 50 rumah.

94% = jumlah rumah yang tidak ditemukan jentik 6 % = jumlah rumah yang ditemukan jentik

= 6 x 50/100

= 3 (jumlah rumah yang positif jentik) Jawaban : C

30. Seorang sanitarian membuat data hasil pengamatan gangguan kesehatan akibat pencemaran udara di PT X dalam bentuk grafik garis (line). Kegiatan apakah yang dilakukan sanitarian tersebut?

a. Disseminasi b. analisa data c. Umpan balik d. Pengolahan data e. Pengumpulan data Pembahasan:

Hasil pengolahan data dapat berbentuk tabel, grafik, dan peta menurut variabel golongan umur, jenis kelamin, tempat dan waktu, atau berdasarkan faktor risiko tertentu.

Jawaban: D

31. Seorang sanitarian melakukan uji statistik untuk mengetahui hubungan pemberian abate terhadap kejadian DBD menggunakan SPSS versi 22,0. Diperoleh p value=0,00 < 0.05, sehingga dapat

(9)

diambil kesimpulan adanya hubungan pemberian abate terhadap kejadian DBD Dari kasus diatas, kegiatan apa yang dilakukan sanitarian tersebut?

a. Disseminasi b. Analisis data c. Umpan balik d. Pengolahan data e. Pengumpulan data Pembahasan

Untuk mempermudah melakukan analisis statistik secara analitik dapat menggunakan alat bantu statistik. Hasil analisis akan memberikan arah dalam menentukan besaran masalah, kecenderungan suatu keadaan, sebab akibat suatu kejadian, dan penarikan kesimpulan.

Jawaban : B

32. Data disajikan sehingga dapat digunakan untuk pengambilan keputusan dalam menanggulangi masalah akibat pencemaran air. Penyajian data dimaksudkan?

a. untuk mempermudah tabulasi data b. supaya tidak ada kesalahan analisa data c. untuk mempermudah analisa data

d. untuk mempermudah pembaca dalam memahami data dan analisisnya.

e. untuk mempermudah pengolahan data Pembahasan

Data setelah dilakukan pengolahan, selanjutnya disajikan sehingga dapat digunakan untuk pengambilan keputusan dalam menanggulangi (masalah kesehatan). Penyajian data dimaksudkan untuk mempermudah pembaca dalam memahami data dan analisisnya.

Jawaban : D

33. Pernyataan berikut benar tentang Analisis data secara analitik, kecuali : a. merupakan bentuk analisis menggunakan uji hipotesis

b. menggunakan beberapa uji statistik baik korelasi maupun regresi.

c. Pada analisis lanjut uji hipotesis dengan dua variabel atau lebih dari dua variabel pengamatan.

d. Contohnya analisis korelasi dan regresi data cuaca dengan data kepadatan nyamuk

e. Mendeskripsikan data berdasarkan jumlah atau distribusi frekuensinya. Contohnya Kepadatan Nyamuk Per Orang Per Jam

Pembahasan

Analisis analitik lanjut merupakan bentuk analisis menggunakan uji hipotesis, menggunakan beberapa uji statistik baik korelasi maupun regresi. Pada analisis lanjut uji hipotesis dengan dua variabel atau lebih dari dua variabel pengamatan. Contohnya analisis korelasi dan regresi data cuaca dengan data kepadatan nyamuk, serta analisis korelasi dan regresi data kepadatan nyamuk dan kasus malaria.

Jawaban : E

34. Seorang sanitarian di Dinas Kesehatan Kota A akan mengumpulkan data kesehatan lingkungan, yang termasuk pengumpulan data sekunder adalah

a. Hasil pengukuran pH air sungai

b. laporan bulanan 10 penyakit tular vektor terbanyak di puskesmas A c. Hasil wawancara dengan tokoh masyarakat mengenai perilaku 3 M d. hasil diskusi kelompok terarah mengenai KLB filariasis

e. hasil observasi cuci tangan pakai sabun Pembahasan

Data sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber yang sudah ada seperti profil kesehatan, laporan tahunan program pemberantasan penyakit menular, laporan bulanan 10 penyakit tular vektor di puskesmas.

Jawaban : B

35. Jentik nyamuk berikut memiliki ciri-ciri umum :

(10)

Mempunyai tabung udara (siphon)

Siphon mempunyai perbandingan lebar dengan panjang kira-kira dua berbanding tiga Siphon memiliki satu pasang rambut duri (tuft)

Mempunyai sisik berbentuk sisir (comb scale) Jentik nyamuk apakah seperti kasus diatas : a. Nyamuk Aedes aegypti

b. Nyamuk Mansonia c. Nyamuk Anopheles spp d. Nyamuk Culiseta e. Nyamuk Culex sp Pembahasan :

Ciri-ciri umum genus jentik nyamuk penular penyakit dan jentik predator

Anopheles : Tidak mempunyai tabung udara (siphon), abdomen 2-7 memiliki bulu kipas

Aedes : Mempunyai tabung udara (siphon), Siphon mempunyai perbandingan lebar dengan panjang kira-kira dua berbanding tiga, Siphon memiliki satu pasang rambut duri (tuft) dan Mempunyai sisik berbentuk sisir (comb scale)

Mansonia : Mempunyai siphon yang bergerigi seperti gergaji

Culex : Mempunyai siphon dengan perbandingan lebar dan panjang nyata kira-kira 1: 6., Mempunyai tuft pada siphon> 1 pasang dan Terdapat acus pada pangkal siphon

Jawaban : A

36. Identifikasi perilaku Vektor dan Binatang Pembawa Penyakit meliputi perilaku menghisap darah/mencari makan dan perilaku istirahat. Perilaku menghisap darah manusia disebut juga a. antrophofilik

b. zoofilik

c. antrophozoofilik d. endofilik

e. eksofilik Pembahasan :

Identifikasi perilaku Vektor dan Binatang Pembawa Penyakit meliputi perilaku menghisap darah/mencari makan dan perilaku istirahat. Perilaku menghisap darah dikelompokkan menjadi menghisap darah manusia (antrophofilik), menghisap darah hewan (zoofilik), serta menghisap darah manusia dan hewan (antrophozoofilik). Perilaku istirahat dikelompokkan menjadi istirahat di dalam rumah (endofilik) dan istirahat di luar rumah (eksofilik).

Jawaban : A

37. Identifikasi perilaku Vektor dan Binatang Pembawa Penyakit meliputi perilaku menghisap darah/mencari makan dan perilaku istirahat. Perilaku istirahat di dalam rumah disebut juga a. antrophofilik

b. zoofilik

c. antrophozoofilik d. endofilik

e. eksofilik Pembahasan :

Identifikasi perilaku Vektor dan Binatang Pembawa Penyakit meliputi perilaku menghisap darah/mencari makan dan perilaku istirahat. Perilaku menghisap darah dikelompokkan menjadi menghisap darah manusia (antrophofilik), menghisap darah hewan (zoofilik), serta menghisap darah manusia dan hewan (antrophozoofilik). Perilaku istirahat dikelompokkan menjadi istirahat di dalam rumah (endofilik) dan istirahat di luar rumah (eksofilik).

Jawaban: D

38. Jentik nyamuk berikut memiliki ciri-ciri umum: Tidak mempunyai tabung udara (siphon) dan abdomen 2-7 memiliki bulu kipas. Jentik nyamuk apakah seperti kasus diatas

a. Nyamuk Aedes aegypti b. Nyamuk Mansonia

(11)

c. Nyamuk Anopheles spp d. Nyamuk Culiseta e. Nyamuk Culex sp Pembahasan :

Jentik nyamuk Nyamuk Anopheles spp : Jentik nyamuk berikut memiliki ciri-ciri umum : Tidak mempunyai tabung udara (siphon) dan abdomen 2-7 memiliki bulu kipas

Jawaban : C

39. Penyelidikan vektor dan serangga pengganggu merupakan kegiatan yang bersifat insidentil atau sewaktu untuk mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan vektor dan serangga pengganggu.

Dibawah ini merupakan langkah-langkah persiapan kegiatan survei, kecuali

a. Penentuan daerah lokasi survai diprioritaskan pada daerah endemis tinggi (prioritas epidemiologi), daerah transmigrasi, dan daerah pariwisata.

b. Mempersiapkan bahan dan peralatan yang dibutuhkan.

c. Menetapkan jumlah tenaga yang akan melakukan survai.

d. Menghubungi pimpinan wilayah/camat/lurah dan masyarakat yang rumahnya akan digunakan untuk survai.

e. Survai dilakukan dua kali/tahun/lokasi menjelang puncak kepadatan vektor.

Pembahasan

langkah-langkah persiapan kegiatan survei

Penentuan daerah lokasi survai diprioritaskan pada daerah endemis tinggi (prioritas epidemiologi), daerah transmigrasi, dan daerah pariwisata.

Mempersiapkan bahan dan peralatan yang dibutuhkan.

Menetapkan jumlah tenaga yang akan melakukan survai.

Menghubungi pimpinan wilayah/camat/lurah dan masyarakat yang rumahnya akan digunakan untuk survai.

Jawaban : E

40. Spray sheet digunakan untuk

a. Merupakan peralatan utama untuk menangkap nyamuk yang sedang hinggap atau sedang mengisap darah.

b. Merupakan peralatan untuk menangkap nyamuk yang sedang hinggap didalam rumah

c. Merupakan peralatan untuk menangkap nyamuk yang sedang hinggap istirahat disemak- semak luar rumah.

d. Berupa jaring untuk menangkap serangga atau nyamuk yang sedang terbang maupun yang sedang hinggap.

e. Digunakan untuk penangkapan nyamuk umpan orang di tempat yang banyak nyamuk dan banyak penderita penyakit yang ditularkan oleh nyamuk.

Pembahasan

Spray sheet digunakan untuk menangkap nyamuk yang sedang hinggap didalam rumah Jawaban: B

41. Window trap adalah

a. Suatu alat yang berupa container terbuat dari bahan kaleng, plastik, gelas ataupun bambu yang diisi air, diletakkan pada tempat-tempat tertentu. Digunakan untuk mendetesi adanya nyamuk Aedes dan juga untuk pemberantasan larvanya.

b. Perangkap nyamuk dengan menggunakan lampu. Digunakan untuk menjebak nyamuk yang tertarik pada lampu/ cahaya.

c. perangkap nyamuk berupa kotak ukuran 18 x 12 x 12 inchi, dibuat dengan rangka kayu atau kawat dan dindingnya kain kelambu dan didalamnya diberi kerucut (seperti bubu) sehingga nyamuk bisa masuk dan sulit keluar.

d. alat perangkap nyamuk dengan menggunakkan biang es sebagai umpan, yang diletakkan diatas volved.

e. alat perangkap nyamuk dengan menggunakkan hewan sebagai umpan serangga/ nyamuk

(12)

yang dikurung didalam kelambu.

Pembahasan

Window trap adalah alat perangkap nyamuk dengan menggunakkan biang es sebagai umpan, yang diletakkan diatas volved.

Jawaban: D

42. Suatu alat yang berupa container terbuat dari bahan kaleng, plastik, gelas ataupun bambu yang diisi air, diletakkan pada tempat-tempat tertentu. Disebut juga

a. Ovitrap

b. Emergence trap c. Bio assay test kit d. Susceptibility test e. Sweeper Aspirator Pembahasan

Ovitrap adalah Suatu alat yang berupa container terbuat dari bahan kaleng, plastik, gelas ataupun bambu yang diisi air, diletakkan pada tempat-tempat tertentu

Jawaban : A

43. Aspirator digunakan untuk

a. Merupakan peralatan utama untuk menangkap nyamuk yang sedang hinggap atau sedang mengisap darah.

b. Merupakan peralatan untuk menangkap nyamuk yang sedang hinggap didalam rumah

c. Merupakan peralatan untuk menangkap nyamuk yang sedang hinggap istirahat disemak- semak luar rumah.

d. Berupa jaring untuk menangkap serangga atau nyamuk yang sedang terbang maupun yang sedang hinggap.

e. Digunakan untuk penangkapan nyamuk umpan orang di tempat yang banyak nyamuk dan banyak penderita penyakit yang ditularkan oleh nyamuk.

Pembahasan:

Aspirator Merupakan peralatan utama untuk menangkap nyamuk yang sedang hinggap atau sedang mengisap darah.

Jawaban : A

44. Animal bait net trap adalah

a. Suatu alat yang berupa container terbuat dari bahan kaleng, plastik, gelas ataupun bambu yang diisi air, diletakkan pada tempat-tempat tertentu. Digunakan untuk mendetesi adanya nyamuk Aedes dan juga untuk pemberantasan larvanya.

b. Perangkap nyamuk dengan menggunakan lampu. Digunakan untuk menjebak nyamuk yang tertarik pada lampu/ cahaya.

c. perangkap nyamuk berupa kotak ukuran 18 x 12 x 12 inchi, dibuat dengan rangka kayu atau kawat dan dindingnya kain kelambu dan didalamnya diberi kerucut (seperti bubu) sehingga nyamuk bisa masuk dan sulit keluar.

d. alat perangkap nyamuk dengan menggunakkan biang es sebagai umpan, yang diletakkan diatas volved.

e. alat perangkap nyamuk dengan menggunakkan hewan sebagai umpan serangga/ nyamuk yang dikurung didalam kelambu.

Pembahasan :

Animal bait net trap adalah alat perangkap nyamuk dengan menggunakkan hewan sebagai umpan serangga/ nyamuk yang dikurung didalam kelambu.

Jawaban : E

45. Perangkap nyamuk seperti window trap, hanya pemasangannya tidak pada jendela tetapi pada genangan-genangan air tertentu, untuk menangkap nyamuk- nyamuk yang baru menetas dari kepompong. Disebut juga

a. Ovitrap

(13)

b. Emergence trap c. Bio assay test kit d. Susceptibility test e. Sweeper Aspirator Pembahasan

Emergence trap adalah Perangkap nyamuk seperti window trap, hanya pemasangannya tidak pada jendela tetapi pada genangan-genangan air tertentu, untuk menangkap nyamuk-nyamuk yang baru menetas dari kepompong.

Jawaban : B

46. Penangkapan nyamuk malam hari dapat dilakukan dengan metode a. Fly trap

b. Refractometer

c. light trap with electrocutor d. human landing collection (HLC) e. Sticky tapes

Pembahasan:

Penangkapan nyamuk malam hari dapat dilakukan dengan metode human landing collection (HLC), dari jam 18.00-06.00. Penangkapan nyamuk dilakukan pada tiga rumah, masing-masing di luar dan di dalam rumah. Waktu penangkapan nyamuk dilakukan 45 menit untuk setiap jam, minimal selama tiga malam.

Jawaban : D

47. Suatu alat untuk pengukur persentase kelembaban udara (% R.H.). Alat ini adalah a. Minimum-maximum thermometer.

b. Termometer Air c. Sling hygrometer d. Salinity Sphectrometer e. p.H. Indikator.

Pembahasan

Sling hygrometer suatu alat untuk pengukur persentase kelembaban udara (% R.H.).

Jawaban : C

48. Alat yang biasa dipergunakan untuk mengukur kecepatan angin a. Anemometer

b. Altimeter c. Dipper

d. Lensatic Compas e. p.H. Indikator Pembahasan

Anemometer adalah alat yang biasa dipergunakan untuk mengukur kecepatan angin Jawaban : A

49. Hasil pengukuran Bakteri E. coli yang dilakukan di Sungai Jeneberang Kab. Gowa menunjukan bahwa kandungan bakteri E. coli terendah adalah < 10 CFU/100 mL dan yang tertinggi 5000 CFU/100 mL. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023 Tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2014 Tentang Kesehatan Lingkungan, semua hasil pengukuran sudah tidak memenuhi syarat parameter E. coli yaitu sebesar ...

a. 0 CFU/100 mL b. 1 CFU/100 mL c. 2 CFU/100 mL d. 3 CFU/100 mL e. 4 CFU/100 mL Pembahasan :

(14)

Berdasarkan PERMENKES RI No. 32 Tahun 2017 tentang standar baku mutu kesehatan lingkungan dan persyaratan kesehatan air untuk keperluan higiene sanitasi, semua hasil pengukuran sudah tidak memenuhi syarat parameter E. coli (0 CFU/100 mL).

Jawaban: A

50. Agent kimia adalah zat-zat kimia yang berada di lingkungan yang dapat memberikan efek baik menguntungkan maupun merugikan kepada manusia. Beberapa agent kimia berpengaruh pada sistem tubuh manusia (sistem pernafasan, kulit, selaput lendir dan sistemik). Agent kimia ini dapat menyebabkan pusing, disorientasi, sangguan system syaraf pusat, jantung, pingsan (250 ppm) dan dapat meninggal (750 ppm). Agent kimia yang dimaksud kasus diatas adalah

a. Karbon Monoksida (CO) b. Sulfur Dioxida (SO2) c. Nitrogen Oxida (NO) d. Hidrokarbon (CH2O) e. Air Raksa (Hg) Pembahasan Pembahasan

Jawaban : A

51. Kode warna kantong plastik untuk limbah infeksius adalah a. Merah

b. Kuning c. Ungu d. Coklat e. Hijau Pembahasan

Wadah limbah infkesius berwarna kuning Jawaban : B

52. Kode warna kantong plastik untuk limbah sitotoksik adalah a. Merah

b. Kuning c. Ungu d. Coklat e. Hijau Pembahasan

Wadah limbah sitotoksik berwarna ungu Jawaban : C

53. Kode warna kantong plastik untuk limbah produk farmasi kedaluarsa adalah a. Merah

b. Kuning c. Ungu d. Coklat e. Hijau Pembahasan

(15)

Wadah limbah produk farmasi kedaluarsa berwarna coklat Jawaban : D

54. Karakteristik kimia air ini menyatakan banyaknya oksigen yang dibutuhkan oleh mikroorgasnisme untuk menguraikan bahan-bahan organik (zat pencerna) yang terdapat di dalam air buangan secara biologi.

a. pH b. BOD c. COD d. DO

e. Kesadahan Pembahasan

Pembatasan pH dilakukan karena akan mempengaruhi rasa, korosifitas air dan efisiensi klorinasi.

Beberapa senyawa asam dan basa lebih toksid dalam bentuk molekuler, dimana disosiasi senyawa-senyawa tersebut dipengaruhi oleh pH.

DO adalah jumlah oksigen terlarut dalam air yang berasal dari fotosintesa dan absorbsi atmosfer/udara. Semakin banyak jumlah DO maka kualitas air semakin baik. Satuan DO biasanya dinyatakan dalam persentase saturasi.

BOD adalah banyaknya oksigen yang dibutuhkan oleh mikroorgasnisme untuk menguraikan bahan-bahan organik (zat pencerna) yang terdapat di dalam air buangan secara biologi.BOD dan COD adalah banyaknya oksigen yang dibutuhkan untuk mengoksidasi bahan- bahan organik secara kimia.

Kesadahan air yang tinggi akan mempengaruhi efektifitas pemakaian sabun, namun sebaliknya dapat memberikan rasa yang segar.

Jawaban : B

55. Jenis polutan berikut berasal dari pabrik, mesin-mesin yang menggunakan bahan bakar fosil (batubara, minyak bumi), juga dari mobil, kapal, pesawat terbang, dan pembakaran kayu.

Meningkatnya kadar polutan ini di udara akan mengakibatkan efek rumah kaca. Polutan tersebut adalah

a. Khloro Fluoro Karbon (CFC), b. SO dan SO2

c. Karbon Dioksida (CO2), d. Timbal (Pb),

e. Hidrokarbon (HC), Pembahasan :

Karbon Dioksida (CO2):Karbon dioksida berasal dari pabrik, mesin-mesin yang menggunakan bahan bakar fosil ( batubara,minyak bumi ), juga dari mobil, kapal, pesawat terbang, dan pembakaran kayu. Meningkatnya kadar CO2 di udara jika tidak segera diubah menjadi oksigen akan mengakibatkan efek rumah kaca.

Khloro Fluoro Karbon (CFC) :Gas CFC digunakan sebagai gas pengembang karena tidak bereaksi, tidak berbau, dan tidak berasa. CFC banyak digunakan untuk mengembangkan busa (busa kursi), untuk AC (Freon), pendingin pada lemari es, dan hairspray. CFC akan menyebabkan lubang ozon di atmosfer.

SO dan SO2 :Gas belerang oksida (SO,SO2) di udara dihasilkan oleh pembakaran fosil (minyak, batubara). Gas tersebut dapat bereaksi dengan gas nitrogen oksida dan air hujan, yang menyebabkan air hujan menjadi asam, yang disebut hujan asam.yang asam mengakibatkan tumbuhan dan hewan-hewan tanah mati, produksi pertanian merosot, besi dan logam mudah berkarat, bangunanbangunan kuno, seperti candi menjadi cepat aus dan rusak, demikian pula bangunan gedung dan jembatan.

Timbal (Pb) :Logam berat yang digunakan manusia untuk meningkatkan pembakaran pada kendaraan bermotor. Hasil pembakaran tersebut menghasilkan timbal oksida yang berbentuk debu atau partikulat yang dapat terhirup oleh manusia

(16)

Hidrokarbon (HC) :Uap bensin yang tidak terbakar. Dihasilkan dari pembakaran bahan bakar yang tidak sempurna.

Jawaban : C

56. Merupakan salah satu bahan toksik yang sangat berbahaya jika terhirup oleh manusia.Gas ini tidak hanya dihasilkan oleh kendaran bermotor saja tetapi juga dihasilkan dari asap rokok, asap pabrik, alat pemanas. Jika terhirup oleh manusia maka molekul tersebut akan masuk kedalam saluran pernapasan terus masuk ke dalam paru-paru dan kemudian akan menempel pada haemoglobin darah. Agent kimia tersebut adalah?

a. Karbon Monoksida (CO) b. Sulfur Dioxida (SO2) c. Nitrogen Oxida (NO) d. Hidrokarbon (CH2O) e. Air Raksa (Hg) Pembahasan :

Gas CO Merupakan salah satu bahan toksik yang sangat berbahaya jika terhirup oleh manusia.Gas ini tidak hanya dihasilkan oleh kendaran bermotor saja tetapi juga dihasilkan dari asap rokok, asap pabrik, alat pemanas. Jika terhirup oleh manusia maka molekul tersebut akan masuk kedalam saluran pernapasan terus masuk ke dalam paru-paru dan kemudian akan menempel pada haemoglobin darah.

Jawaban : A

57. Tragedi Minamata merupakan pencemaran logam berat yang terjadi di Teluk Minamata, Prefektur Kumamoto, Jepang, kisaran tahun 1932, setelah industri batu baterai PT Chisso membuang limbah B3 ke teluk tersebut dalam jumlah sangat besar mencapai 200 hingga 600 ton Hg. Dampak buruk mulai terlihat di 1949, ratusan orang meninggal karena kelumpuhan syaraf setelah mengkonsumsi ikan yang tercemar logam berat tersebut di Teluk Minamata.

Agent kimia yang dimaksud kasus diatas adalah a. Karbon Monoksida (CO)

b. Sulfur Dioxida (SO2) c. Nitrogen Oxida (NO) d. Hidrokarbon (CH2O) e. Air Raksa (Hg) Pembahasan :

Pada bulan Juli 1959, tim studi penyakit Minamata Fakultas Kedokteran Universitas Kumamoto melaporkan bahwa mereka telah mencapai kesimpulan yakni substansi penyakit Minamata adalah komponen merkuri, kemungkinan besar adalah methylmercury. Zat methylmercury yang terkandung pada air di teluk Minamata merupakan limbah dari industri plastik Chisso yang beroperasi di kota Minamata, Jepang. Zat ini berasal dari zat yang berbahaya, methylmercury JAWABAN :E

58. Bahan pengawet berikut dapat menimbulkan risiko kesehatan seperti iritasi, alergi, kemerahan,mata berair, mual, muntah, rasa terbakar, sakit perut dan pusing dan dalam jangkawaktu yang lama mengakibatkan gangguan pada pencernaan, hati, ginjal, pankreas,system saraf pusat dan menyebabkan kanker. Bahan tersebut adalah

a. formalin b. boraks c. asam benzoat

d. natrium dan kalium nitrit e. kalium dan natrium sulfit Pembahasan

a. Formalin, dapat menimbulkan risiko kesehatan seperti iritasi, alergi, kemerahan,mata berair, mual, muntah, rasa terbakar, sakit perut dan pusing dan dalam jangkawaktu yang lama mengakibatkan gangguan pada pencernaan, hati, ginjal, pankreas,system saraf pusat dan

(17)

menyebabkan kanker.

b. Boraks, dapat mengakibatkan gangguan pada sistem saraf, ginjal, hati, dan kulit,gejala pendarahan di lambung dan gangguan stimulasi saraf pusat, dan terjadinyakomplikasi pada otak dan hati dan menyebabkan kematian.

c. Asam benzoat dan natrium benzoate, jika dosisnya berlebihan dapat menimbulkanreaksi alergi dan penyakit saraf.

d. Natrium dan kalium nitrit, jika dosisnya berlebihan dapat menyebabkan efekseperti kegagalan reproduksi, perubahan sel darah, tumor pada saluran pernapasan,dan bisa menimbulkan efek toksik pada manusia di jaringan lemak.

e. Kalium dan natrium sulfit, jika dosisnya berlebihan dapat mengganggu saluranpernapasan pada manusia, mengganggu pencernaan, mengganggu metabolismvitamin A dan B dan metabolisme kalsium

59. Urutan Prosedur Pemeriksaan Keberadaan bakteri E. Coli dengan Metode MPN

1. Encerkan sampel makanan tiga tingkat dan disetiap pemindahan selalu didekatkan dengan api dan ditutup dengan kapas

2. Setelah itu masukan tabung durham yang sudah diisi Mac Konkey ke dalam tiap-tiap tabung dengan posisi terbalik dan tanpa ada gelembung udara

3. Tutup semua tabung dengan kapas dan lewatkan diatas api tap-tiap langkah 4. Inkubasi selama 2x24 jam

5. Lakukan pengamatan

6. Sterilkan alat-alat yang akan digunakan dalam autoclave 7. Sampel makanan ditimbang dengan berat 10 gr.

8. Sampel makanan dihaluskan Urutan yang benar adalah a. 67812345

b. 45678123 c. 12367845 d. 67845123 e. 45123678 Pembahasan

Prosedur Pemeriksaan Metode MPN

1. Sterilkan alat-alat yang akan digunakan dalam autoclave 2. Sampel makanan ditimbang dengan berat 10 gr.

3. Sampel makanan dihaluskan

4. Encerkan sampel makanan tiga tingkat dan disetiap pemindahan selalu didekatkan dengan api dan ditutup dengan kapas

5. Setelah itu masukan tabung durham yang sudah diisi Mac Konkey ke dalam tiap-tiap tabung dengan posisi terbalik dan tanpa ada gelembung udara

6. Tutup semua tabung dengan kapas dan lewatkan diatas api tap-tiap langkah 7. Inkubasi selama 2x24 jam

8. Lakukan pengamatan Jawaban : A

60. Ada banyak jenis bakteri yang berpotensi mencemari makanan.Bakteri berperan mencemari makanan yang berasal dari pengolahan, adanya perubahan mikroba awal yang merupakan akibat dari cara pengolahan bahan pangan seperti pemanasan, pendinginan, radiasi dan juga adanya penambahan bahan pengawet. Bakteri ini biasanya terdapat dalam makanan-makanan kaleng, karena spora-spora yang tidak mati dalam proses pasteurisasi. Dalam keadaan tertutup dengan pernafasan anaerob dari bakteri ini dan suhu yang menguntungkan, maka spora-spora tersebut dapat tumbuh menjadi bakteri serta menghasilkan toksin.Bakteri tersebut adalah

(18)

a. Bakteri Clostridium Botulinum, Clostridium Welchii dan Perfringens b. Pseudomonas Cocovenenans

c. Neurospora Sitophila d. Aspergillus Flavus e. Clostridia Anaerob Pembahasan

Bakteri Pencemar makanan

a. Bakteri Clostridium Botulinum, Clostridium Welchii dan Perfringens. Bakteri ini biasanya terdapat dalam makanan-makanan kaleng, karena spora-spora yang tidak mati dalam proses pasteurisasi. Dalam keadaan tertutup dengan pernafasan anaerob dari bakteri ini dan suhu yang menguntungkan, maka spora- spora tersebut dapat tumbuh menjadi bakteri serta menghasilkan toksin.

b. Pseudomonas Cocovenenans. Pseudomonas Cocovenenans terdapat pada tempe bongkrek, yaitu makanan khas di Jawa tengah yang terbuat dari ampas kelapa.

c. Neurospora Sitophila. Bakteri ini terdapat pada oncom yang dalam pembuatannya menggunakan ragi berupa jamur Monilia Sitophila yaitu salah satu spesies jamur tak sempurna.

d. Aspergillus Flavus. Bakteri ini terdapat pada udang dalam kondisi tertentu yang menyebabkan bakteri ini berkembang dan menghasilkan racun Aflatoksin yang berbahaya sekali jika sampai termakan.

e. Clostridia Anaerob. Bakteri ini berkembang dalam produksi pengalengan daging di mana pemanasan yang dilakukan tidak cukup.

f. Clostridium Aerofoeticum dan C. Welchii. Ciri dari pencemaran makanan oleh bakteri ini adalah adanya bau busuk pada makanan tersebut.

JAWABAN : A

61. Bahan tambahan makanan ini biasa digunakan untuk mematri logam, pembuatan gelas dan enamel, anti jamur kayu, pembasmi kecoa, antiseptik, obat untuk kulit dalam bentuk salep, pembuatan deterjen, sabun, cat, desinfektan, pestisida, keramik, dan industri tekstil. Penyalahgunaan nya pada makanan biasanya diperuntukkan sebagai pengeras, pengenyal, dan pengawet. Bila tertelan senyawa ini dapat menyebabkan efek negatif pada susunan syaraf pusat, ginjal dan hati. Ginjal merupakan organ yang paling besar mengalami kerusakan dibandingkan dengan organ lain. Selain itu dapat menimbulakan gejala-gejala yang tertunda meliputi badan terasa tidak nyaman (malaise), mual, nyeri hebat pada perut bagian atas (epigastrik), pendarahan saluran pencernaan (gastroenteritis) disertai muntah darah, diare, lemah, mengantuk, demam, dan rasa sakit kepala. Pemakaian dalam jangka panjang akan menyebabkan kulit kering, bercak-bercak merah pada kulit, dan gangguan saluran pencernaan. bersifat karsinogenik (menyebabkan kanker), dapat mengganggu sistem reproduksi, menyebabkan gangguan hormonal dan bila terakumulasi dapat menyebabkan gangguan sistem kekebalan tubuh. Bahan tambahan makanan berbahaya tersebut adalah?

a. Boraks

b. Dietilpirokarbonat c. dulsin

d. formalin e. Kalium bromat Pembahasan

Asam borat (boraks) biasa digunakan untuk mematri logam, pembuatan gelas dan enamel, anti jamur kayu, pembasmi kecoa, antiseptik, obat untuk kulit dalam bentuk salep, pembuatan deterjen, sabun, cat, desinfektan, pestisida, keramik, dan industri tekstil. Penyalahgunaan boraks pada makanan biasanya diperuntukkan sebagai pengeras, pengenyal, dan pengawet. Beberapa contoh makanan yang mengandung boraks antara lain bakso, mi basah, kerupuk, dan pangsit.

Boraks beracun terhadap semua sel. Bila tertelan senyawa ini dapat menyebabkan efek negatif pada susunan syaraf pusat, ginjal dan hati. Ginjal merupakan organ yang paling besar mengalami kerusakan dibandingkan dengan organ lain. Selain itu dapat menimbulakan gejala- gejala yang

(19)

tertunda meliputi badan terasa tidak nyaman (malaise), mual, nyeri hebat pada perut bagian atas (epigastrik), pendarahan saluran pencernaan (gastroenteritis) disertai muntah darah, diare, lemah, mengantuk, demam, dan rasa sakit kepala. Pemakaian boraks dalam jangka panjang akan menyebabkan kulit kering, bercak- bercak merah pada kulit, dan gangguan saluran pencernaan.

Boraks juga bersifat karsinogenik (menyebabkan kanker), dapat mengganggu sistem reproduksi, menyebabkan gangguan hormonal dan bila terakumulasi dapat menyebabkan gangguan sistem kekebalan tubuh.

Jawaban : A

62. Bahan tambahan makanan ini merupakan larutan tak berwarna dan berbau tajam. digunakan sebagai pembunuh kuman sehingga dimanfaatkan untuk pembersih lantai dan pakaian, pembasmi serangga, bahan pembuatan pupuk dan parfum, pengawet produk kosmetika, dan pengawet mayat. Beberapa contoh produk pangan yang sering mengandung formalin antara lain ikan segar, ayam potong, mi basah dan tahu. Dampak pada kesehatan manusia, dapat bersifat Akut (efek pada kesehatan manusia langsung terlihat seperti iritasi, alergi, kemerahan, mata berair, mual, muntah, rasa terbakar, sakit perut dan pusing) dan Kronik (efek pada kesehatan manusia terlihat setelah terkena dalam jangka waktu yang lama dan berulang seperti iritasi, mata berair, gangguan pencernaan, hati, ginjal, pankreas, sistem saraf pusat, menstruasi dan pada hewan percobaan dan manusia diduga bersifat karsinogenik).

Bahan tambahan makanan berbahaya tersebut adalah a. Boraks

b. Dietilpirokarbonat c. dulsin

d. formalin e. Kalium bromat Pembahasan

a. Formalin merupakan larutan tak berwarna dan berbau tajam. Formalin digunakan sebagai pembunuh kuman sehingga dimanfaatkan untuk pembersih lantai dan pakaian, pembasmi serangga, bahan pembuatan pupuk dan parfum, pengawet produk kosmetika, dan pengawet mayat. Beberapa contoh produk pangan yang sering mengandung formalin antara lain ikan segar, ayam potong, mi basah dan tahu. Dampak formalin pada kesehatan manusia, dapat bersifat :

b. Akut : efek pada kesehatan manusia langsung terlihat seperti iritasi, alergi, kemerahan, mata berair, mual, muntah, rasa terbakar, sakit perut dan pusing

c. Kronik : efek pada kesehatan manusia terlihat setelah terkena dalam jangka waktu yang lama dan berulang seperti iritasi, mata berair, gangguan pencernaan, hati, ginjal, pankreas, sistem saraf pusat, menstruasi dan pada hewan percobaan dan manusia diduga bersifat karsinogenik.

Jawaban : D

63. Bahan tambahan makanan ini merupakan zat warna coklat sampai hitam, dapat menyebabkan reaksi alergi dan intoleransi terutama pada orang yang intoleran terhadap aspirin selain itu dapat memperburuk gejala asma.

Bahan tambahan makanan berbahaya tersebut adalah a. Auramine

b. Black 7984

c. Zat warna Butter Yellow d. Zat warna Chrysoidine

e. Zat warna Chocolate Brown FB Pembahasan

Black 7984 merupakan zat warna coklat sampai hitam, dapat menyebabkan reaksi alergi dan intoleransi terutama pada orang yang intoleran terhadap aspirin selain itu dapat memperburuk gejala asma.

Jawaban : B

(20)

64. Bahan tambahan makanan ini biasa digunakan pada industri tekstil, cat, kertas dan kulit binatang, indikator reaksi netralisasi (asam-basa). Metanil yellow dapat menyebabkan mual, muntah, sakit perut, diare, panas, rasa tidak enak dan tekanan darah. Jangka panjang dapat menyebabkan kanker kandung kemih. Bahan tambahan makanan berbahaya tersebut adalah?

a. Zat warna CI Basic Red 9 b. Zat warna Oil Orange SS c. Zat warna Ponceau SX d. Zat warna Rhodamin B e. Zat warna Metanil Yellow Pembahasan

Zat warna Metanil Yellow biasa digunakan pada industri tekstil, cat, kertas dan kulit binatang, indikator reaksi netralisasi (asam-basa). Metanil yellow dapat menyebabkan mual, muntah, sakit perut, diare, panas, rasa tidak enak dan tekanan darah. Jangka panjang dapat menyebabkan kanker kandung kemih.

Jawaban : E

67. Air bersih yaitu air yang aman (sehat) dan baik untuk diminum, tidak berwarna, tidak berbau, dengan rasa yang segar. Sedangkan berdasarkan Permenkes No. 2 Tahun 2023 Tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2014 Tentang Kesehatan Lingkungan, bahwa air bersih adalah air yang dipergunakan untuk keperluan sehari-hari dan kualitasnya memenuhi persyaratan kesehatan air bersih sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan dapat diminum apabila dimasak. Air dapat dikatakan sebagai air bersih apabila memenuhi syarat.

Salah satunya adalah kekeruhan (turbidity), yang termasuk syarat ...

a. Syarat fisik b. Syarat kimia c. Syarat biologis d. Syarat radioaktif e. Syarat bahan padatan Pembahasan

Air dapat dikatakan sebagai air bersih apabila memenuhi 4 syarat yaitu syarat fisik, kimia, biologis dan radioaktif yaitu:

a. Syarat fisik. Syarat fisik kualitas air bersih ditentukan oleh faktor-faktor kekeruhan (turbidity), warna, bau, rasa dan kejernihan air.

b. Syarat kimia. Syarat kimia kualitas air bersih yaitu tidak terdapat bahan kimia tertentu seperti arsen(As), besi (Fe), fluorida (F), chlorida (C), kadar merkuri (Hg), dan lain-lain.

c. Syarat Biologis. Syarat biologis kualitas air bersih ditentukan dengan adanya mikroorganisme patogen maupun non patogen seperti bakteri, virus, protozoa. Mikroorganisme coli digunakan sebagai indikator untuk mengetahui air telah terkontaminasi oleh bahan buangan organik.

d. Syarat Radioaktif. Syarat radioaktif kualitas air bersih yaitu tidak terdapat bahan buangan di dalam air yang memberikan emisi sinar radioaktif. Apabila terdapat radioaktifitas dalam suatu air maka akan membahayakan bagi kesehatan manusia maupun hewan yang meminum air tersebut.

Jawaban : A

65. Pemanis sintesis berikut dengan kadar 200 mg per ml dalam medium biakan sel leukosit danmonolayer manusia (in vitro) dapat mengakibatkan kromosom sel-sel pecah. Di Inggris Penggunaan siklamat untuk makanan dan minuman sudah dilarang, demikian pula di beberapa negara Eropa dan Amerika Serikat.

a. Aspartame b. Siklamat c. Sakarin d. Xyllotil e. MSG

(21)

Pembahasan :

a. Aspartame, mengakibatkan penyakit fenil ketonuria, memicu sakit kepala, pusingpusing,dapat mengubah fungsi otak dan perilaku.

b. Siklamat, mempengaruhi hasil metabolismenya karena bersifat karsinogenik.Siklamat, dengan kadar 200 mg per ml dalam medium biakan sel leukosit danmonolayer manusia (in vitro) dapat mengakibatkan kromosom sel-sel pecah. DiInggris penggunaan siklamat untuk makanan dan minuman sudah dilarang,demikian pula di beberapa negara Eropa dan Amerika Serikat.

c. Sakarin, yang nama kimia sebenarnya adalah natrium sakarin atau kalium sakarinpenggunaan yang berlebihan dapat memicu terjadinya tumor kandung kemih, danmenimbulkan rasa pahit getir.

d. Xyllotil, mengakibatkan timbulnya kanker karena bersifat karsinogenik(merangsang kanker).

Jawaban : B

66. Air merupakan bagian dari lingkungan yang tidak dapat terpisahkan dari kehidupan manusia.Dalam penggunaannya, air dapat menjadi penyebab terjadinya penyakit. Air sebagai Penyebar Mikroba Patogen disebut juga

a. Water Borne Disease

b. Water Related Insecta Vector c. Water Washed Disease d. Water Based Disease e. Water caused disease Pembahasan :

Air sebagai penyebab terjadinya penyakit dibagi ke dalam 4 (empat) cara yaitu:

a. Air Sebagai Penyebar Mikroba Patogen (Water Borne Disease) : Penyakit disebarkan secara langsung oleh air dan hanya dapat menyebar apabila mikroba penyebab terjadinya penyakit masuk ke dalam sumber air yang digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari- hari.Jenis mikroba yang ada di dalam air yaitu virus, bakteri, protozoa dan metazoa.Penyakit yang disebabkan karena mikroba patogen ini seperti cholera, thypus abdominalis, hepatitis A, poliomyelitis, dysentry.Keluhan yang dapat muncul seperti mencret dan kotoran berlendir.

b. Air Sebagai Sarang Vektor Penyakit (Water Related Insecta Vector) :Air dapat berperan sebagai sarang insekta yang menyebarkan penyakit pada masyarakat. Insekta sedemikian disebut sebagai vektor penyakit. Vektor penyakit yang sedemikian dapat mengandung penyebab penyakit. Penyebab penyakit dalam tubuh vektor dapat berubah bentuk, berupa fase pertumbuhan ataupun bertambah banyak atau tidak mengalami perubahan apa-apa. Penyakit yang dapat muncul seperti filariasis, demam berdarah, dan malaria.

c. Kurangnya Penyediaan Air Bersih (Water Washed Disease) :Kurang tersedianya air bersih untuk menjaga kebersihan diri, dapat menimbulkan berbagai penyakit kulit dan mata.Hal ini terjadai karena bakteri yang ada pada kulit dan mata

(22)

d. mempunyai kesempatan untuk berkembang.Keluhan yang dapat muncul seperti kulit merah, gatal-gatal dan mata merah, gatal dan berair.

e. Air Sebagai Sarang Hospes Sementara (Water Based Disease) :Penyakit ini memiliki host perantara yang hidup di dalam air. Penyakit yang dapat muncul adalah schistosomiasis dan dracontiasis.

Jawaban : A

67. Semua air buangan yang biodegradable dapat diolah secara biologi.Sebagai pengolahan sekunder, pengolahan secara biologi dipandang sebagai pengolahan yang paling murah dan efisien.Dalam beberapa dasawarsa telah berkembang berbagai metode pengolahan biologi dengan segala modifikasinya.Pada dasarnya, reaktor pengolahan secara biologi dapat dibedakan atas dua jenis, yaitu (1).Reaktor pertumbuhan tersuspensi (suspended growth reaktor) dan (2). Reaktor pertumbuhan lekat (attached growth reaktor). Yang termasuk dalam jenis pertama adalah

a. Oxidation ditch b. Trickling filter c. Cakram biologi d. Filter terendam e. Reaktor fludisasi 1. Pembahasan

Pada dasarnya, reaktor pengolahan secara biologi dapat dibedakan atas dua jenis, yaitu:

Reaktor pertumbuhan tersuspensi (suspended growth reaktor) : a. Proses lumpur aktif konvensional

b. oxidation ditch c. kontak-stabilisasi d. Kolam oksidasi e. lagoon

Reaktor pertumbuhan lekat (attached growth reaktor) : a. Trickling filter

b. Cakram biologi c. Filter terendam d. Reaktor fludisasi Jawaban : A

68. Jenis sampah yang terdiri dari sisa-sisa potongan hewan atau sayuran dari hasil pengolahan yang sebagian besar terdiri dari zat-zat yang mudah membusuk, lembab, dan mengandung sejumlah air bebas. Karakteristik sampah tersebut adalah

a. Rubbish

b. Houshold Refuse c. Garbage

d. Demolition Wastes e. Sewage Solid Pembahasan

Karakteristik Sampah

a. Garbage yaitu jenis sampah yang terdiri dari sisa-sisa potongan hewan atau sayuran dari hasil pengolahan yang sebagian besar terdiri dari zat-zat yang mudah membusuk, lembab, dan mengandung sejumlah air bebas.

b. Rubbish terdiri dari sampah yang dapat terbakar atau yang tidak dapat terbakar yang berasal dari rumah-rumah, pusat-pusat perdagangan, kantor-kantor, tapi yang tidak termasuk garbage.

c. Ashes (Abu) yaitu sisa-sisa pembakaran dari zat-zat yang mudah terbakar baik dirumah, dikantor, industri.

d. Street Sweeping (sampah jalanan) berasal dari pembersihan jalan dan trotoar baik dengan

(23)

tenaga manusia maupun dengan tenaga mesin yang terdiri dari kertas- kertas, daun-daunan.

e. Dead Animal (bangkai binatang) yaitu bangkai-bangkai yang mati karena alam, penyakit atau kecelakaan.

f. Houshold Refuse yaitu sampah yang terdiri dari rubbish, garbage, ashes, yang berasal dari perumahan.

g. Abandonded Vehicles (bangkai kendaraan) yaitu bangkai-bangkai mobil, truk, kereta api.

h. Sampah Industri terdiri dari sampah padat yang berasal dari industri-industri, pengolahan hasil bumi.

i. Demolition Wastes yaitu sampah yang berasal dari pembongkaran gedung.

j. Construction Wastes yaitu sampah yang berasal dari sisa pembangunan, perbaikan dan pembaharuan gedung-gedung.

k. Sewage Solid terdiri dari benda-benda kasar yang umumnya zat organik hasil saringan pada pintu masuk suatu pusat pengelolahan air buangan.

l. Sampah khusus yaitu sampah yang memerlukan penanganan khusus misalnya kaleng-kaleng cat, zat radiokatif

Jawaban : C

69. Pembuangan sampah pada penimbunan darat termasuk menguburnya untuk membuang sampah, metode ini adalah metode paling populer di dunia.Penimbunan ini biasanya dilakukan di tanah yang tidak terpakai, lubang bekas pertambangan, atau lubang-lubang dalam. Sebuah lahan penimbunan darat yang dirancang dan dikelola dengan baik akan menjadi tempat penimbunan sampah yang higienis dan murah. Metode pengelolaan sampah ini adalah

a. Vermi Compost b. Biogas

c. Open Dumping d. Controlled Landfill e. Sanitary Landfill Pembahasan

Metode Pengelolaan sampah

a. Vermi Compost : Vermi Compost atau Kompos Cacing adalah pupuk yang berasal dari kotoran cacing (vermics).

b. Biogas merupakan gas yang dihasilkan oleh aktivitas anaerobik atau fermentasi dari bahan- bahan organik termasuk di antaranya; kotoran manusia dan hewan, limbah domestik (rumah tangga), sampah biodegradable atau setiap limbah organik yangbiodegradable dalam kondisi anaerobik.

c. Open Dumping :Pembuangan sampah pada penimbunan darat termasuk menguburnya untuk membuang sampah, metode ini adalah metode paling populer di dunia. Penimbunan ini biasanya dilakukan di tanah yang tidak terpakai, lubang bekas pertambangan, atau lubang- lubang dalam.

d. Controlled Landfill :Controlled landfill adalah tempat pembuangan sampah yang dalam pemilihan lokasi maupun pengoperasiannya sudah mulai memperhatikan sayarat teknis (SNI) mengenai tempat pembuangan akhir sampah.

e. Sanitary Landfill adalah sistem pengolahan sampah yang mengembangkan lahan cekungan dengan syarat tertentu meliputi jenis porositas tanah.

f. Insenerator :Insinerasi atau pembakaran sampah adalah teknologi pengolahan sampah yang melibatkan pembakaran bahan organik.

Jawaban : C

70. Tujuan utama pengolahan air limbah ialah untuk mengurai kandungan bahan pencemar di dalam air terutama senyawa organik, padatan tersuspensi, mikroba patogen, dan senyawa organik yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme yang terdapat di alam.Tahap pengolahan ini melibatkan proses fisik yang bertujuan untuk menghilangkan padatan tersuspensi dan minyak dalam aliran air limbah. Beberapa proses pengolahan yang berlangsung pada tahap ini ialah screen and grit removal, equalization and storage, serta oil separation.

(24)

Pengolahan limbah cair tersebut pada tahap a. Pengolahan Awal (Pretreatment)

b. Pengolahan Tahap Pertama (Primary Treatment) c. Pengolahan Tahap Kedua (SecondaryTreatment) d. Pengolahan Tahap Ketiga (TertiaryTreatment) e. Pengolahan Lumpur (SludgeTreatment) Pembahasan :

Pengolahan air limbah tersebut dapat dibagi menjadi 5 (lima) tahap:

a. Pengolahan Awal (Pretreatment)

Tahap pengolahan ini melibatkan proses fisik yang bertujuan untuk menghilangkan padatan tersuspensi dan minyak dalam aliran air limbah. Beberapa proses pengolahan yang berlangsung pada tahap ini ialah screen and grit removal, equalization and storage, serta oil separation.

b. Pengolahan Tahap Pertama (Primary Treatment)

Pada dasarnya, pengolahan tahap pertama ini masih memiliki tujuan yang sama dengan pengolahan awal. Letak perbedaannya ialah pada proses yang berlangsung. Proses yang terjadi pada pengolahan tahap pertama ialah neutralization, chemical addition and coagulation, flotation,sedimentation, dan filtration.

c. Pengolahan Tahap Kedua (Secondary Treatment)

Pengolahan tahap kedua dirancang untuk menghilangkan zat-zat terlarut dari air limbah yang tidak dapat dihilangkan dengan proses fisik biasa. Peralatan pengolahan yang umum digunakan pada pengolahan tahap ini ialah activated sludge, anaerobic lagoon, tricking filter, aerated lagoon,stabilization basin, rotating biological contactor, serta anaerobic contactor and filter.

d. Pengolahan Tahap Ketiga (Tertiary Treatment)

Proses-proses yang terlibat dalam pengolahan air limbah tahap ketiga ialah coagulation and sedimentation, filtration, carbon adsorption, ion exchange, membrane separation, serta thickening gravity or flotation.

e. Pengolahan Lumpur (Sludge Treatment)

Lumpur yang terbentuk sebagai hasil keempat tahap pengolahan sebelumnya kemudian diolah kembali melalui proses digestion or wet combustion, pressure filtration, vacuum filtration,centrifugation, lagooning or drying bed, incineration, atau landfill.

Jawaban : A

71. Pada tahapan ini proses pengolahan ialah coagulation and sedimentation (pengentalan dan pengendapan), filtration (penyaringan), carbon adsorption (penyerapan dengan penggunaan karbon aktif atau arang batok kelapa), ion exchange(pergantian ion), membrane separation (pemisahan membran), serta thickening gravity orflotation (pengentalan dan pengapungan).

Pengolahan limbah cair tersebut pada tahap a. Pengolahan Awal (Pretreatment)

b. Pengolahan Tahap Pertama (Primary Treatment) c. Pengolahan Tahap Kedua (SecondaryTreatment) d. Pengolahan Tahap Ketiga (TertiaryTreatment) e. Pengolahan Lumpur (Sludge Treatment) Pembahasan :

Pengolahan air limbah tersebut dapat dibagi menjadi 5 (lima) tahap:

a. Pengolahan Awal (Pretreatment)

Tahap pengolahan ini melibatkan proses fisik yang bertujuan untuk menghilangkan padatan tersuspensi dan minyak dalam aliran air limbah. Beberapa proses pengolahan yang berlangsung pada tahap ini ialah screen and grit removal, equalization and storage, serta oil separation.

(25)

b. Pengolahan Tahap Pertama (Primary Treatment)

Pada dasarnya, pengolahan tahap pertama ini masih memiliki tujuan yang sama dengan pengolahan awal. Letak perbedaannya ialah pada proses yang berlangsung. Proses yang terjadi pada pengolahan tahap pertama ialah neutralization, chemical addition and coagulation, flotation,sedimentation, dan filtration.

c. Pengolahan Tahap Kedua (Secondary Treatment)

Pengolahan tahap kedua dirancang untuk menghilangkan zat-zat terlarut dari air limbah yang tidak dapat dihilangkan dengan proses fisik biasa. Peralatan pengolahan yang umum digunakan pada pengolahan tahap ini ialah activated sludge, anaerobic lagoon, tricking filter, aerated lagoon,stabilization basin, rotating biological contactor, serta anaerobic contactor and filter.

d. Pengolahan Tahap Ketiga (Tertiary Treatment)

Proses-proses yang terlibat dalam pengolahan air limbah tahap ketiga ialah coagulation and sedimentation, filtration, carbon adsorption, ion exchange, membrane separation, serta thickening gravity or flotation.

e. Pengolahan Lumpur (Sludge Treatment)

Lumpur yang terbentuk sebagai hasil keempat tahap pengolahan sebelumnya kemudian diolah kembali melalui proses digestion or wet combustion, pressure filtration, vacuum filtration,centrifugation

Jawaban : D

72. Waterborne Disease merupakan penyakit yang ditularkan langsung melalui air, dimana air tersebut mengandung kuman patogen dan terminum oleh manusia sehingga dapat menimbulkan penyakit. Waterborne disease diakibatkan oleh mikroorganisme berupa bakteri, parasit, dan virus. Entamoeba histolytica dapat mengakibatkan penyakit

a. Diare b. Tifus c. Kolera

d. Disentri amuba e. Disentri basiler Pembahasan

a. E.coli adalah penyebab diare Salmonella typhi adalah penyebab tifus b. Vibrio Cholerae adalah penyebab kolera

c. Entamoeba histolytica adalah penyebab Disentri amuba d. Shigella adalah penyebab Disentri basiler

Jawaban : B

73. Jenis polutan berikut digunakan sebagai gas pengembang karena tidak bereaksi, tidak berbau, dan tidak berasa. Banyak digunakan untuk mengembangkan busa (busa kursi), untuk AC (Freon), pendingin pada lemari es, dan hairspray. dapat menyebabkan lubang ozon di atmosfer. Polutan tersebut adalah

a. Karbon Dioksida (CO2), b. Khloro Fluoro Karbon (CFC) , c. SO dan SO2

d. Timbal (Pb), e. Hidrokarbon (HC), Pembahasan :

Khloro Fluoro Karbon (CFC) : Gas CFC digunakan sebagai gas pengembang karena tidak bereaksi, tidak berbau, dan tidak berasa. CFC banyak digunakan untuk mengembangkan busa (busa kursi), untuk AC (Freon), pendingin pada lemari es, dan hairspray. CFC akan menyebabkan lubang ozon di atmosfer.

Jawaban : B

(26)

74. Jenis polutan berikut dihasilkan oleh pembakaran fosil (minyak, batubara). Gas tersebut dapat bereaksi dengan gas nitrogen oksida dan air hujan, yang menyebabkan air hujan menjadi asam, yang disebut hujan asam. Dapat mengakibatkan tumbuhan dan hewan-hewan tanah mati, produksi pertanian merosot, besi dan logam mudah berkarat, bangunan bangunan kuno, seperti candi menjadi cepat aus dan rusak, demikian pula bangunan gedung dan jembatan. Polutan tersebut adalah

a. Karbon Dioksida (CO2), b. Khloro Fluoro Karbon (CFC) , c. SO dan SO2

d. Timbal (Pb), e. Hidrokarbon (HC), Pembahasan :

SO dan SO2 : Gas belerang oksida (SO,SO2) di udara dihasilkan oleh pembakaran fosil (minyak, batubara). Gas tersebut dapat bereaksi dengan gas nitrogen oksida dan air hujan, yang menyebabkan air hujan menjadi asam, yang disebut hujan asam.yang asam mengakibatkan tumbuhan dan hewan-hewan tanah mati, produksi pertanian merosot, besi dan logam mudah berkarat, bangunanbangunan kuno, seperti candi menjadi cepat aus dan rusak, demikian pula bangunan gedung dan jembatan.

Jawaban : C

75. Jenis polutan berikut merupakan Logam berat yang digunakan manusia untuk meningkatkan pembakaran pada kendaraan bermotor. Hasil pembakaran tersebut menghasilkan timbal oksida yang berbentuk debu atau partikulat yang dapat terhirup oleh manusia. Polutan tersebut adalah a. Karbon Dioksida (CO2),

b. Khloro Fluoro Karbon (CFC) , c. SO dan SO2

d. Timbal (Pb), e. Hidrokarbon (HC), Pembahasan :

Timbal (Pb) : Logam berat yang digunakan manusia untuk meningkatkan pembakaran pada kendaraan bermotor. Hasil pembakaran tersebut menghasilkan timbal oksida yang berbentuk debu atau partikulat yang dapat terhirup oleh manusia

Jawaban : C

76. Parameter kualitas air ini menyatakan nilai oksigen yang dibutuhkan oleh bakteri dan mikoorganisme pada saat mereka mengurai bahan organik dalam kondisi aerob (membutuhkan oksigen) pada suhu tertentu. Nilai yang tinggi menunjukkan bahwa bakteri membutuhkan banyak oksigen. Metode analisis yang digunakan untuk Parameter kualitas air ini adalah

a. Metoda tabung/ Most Probable Number (MPN) b. Metode electrometric

c. Metode titration

d. Metode electrometric dengan digital instrumental e. Metode reaksi Diazotasi – Spectrofotometri Pembahasan

BOD adalah nilai oksigen yang dibutuhkan oleh bakteri dan mikoorganisme pada saat mereka mengurai bahan organik dalam kondisi aerob (membutuhkan oksigen) pada suhu tertentu. Nilai BOD yang tinggi menunjukkan bahwa bakteri membutuhkan banyak oksigen

Metode analisis BOD adalah Metode electrometric dengan digital instrumental Jawaban : D

77. Parameter kualitas air ini menyatakan banyaknya oksigen yang dibutuhkan untuk mengoksidasi bahan-bahan organik secara kimia. Metode analisis yang digunakan untuk Parameter kualitas air ini adalah

a. Metoda tabung/ Most Probable Number (MPN)

(27)

b. Metode electrometric

(28)

c. Metode titration

d. Metode electrometric dengan digital instrumental e. Metode reaksi Diazotasi – Spectrofotometri Pembahasan

COD (Chemical Oxygent Demand) adalah banyaknya oksigen yang dibutuhkan untuk mengoksidasi bahan-bahan organik secara kimia.

Metode analisis COD adalah Metode titration Jawaban : C

78. Parameter kualitas air ini merupakan hasil penguraian atau pembusukan protein tanaman atau kotoran hewan. Metode analisis yang digunakan untuk Parameter kualitas air ini adalah

a. Metoda tabung/ Most Probable Number (MPN) b. Metode electrometric

c. Metode titration

d. Metode electrometric dengan digital instrumental e. Metode reaksi Diazotasi – Spectrofotometri Pembahasan

Amonia merupakan hasil penguraian atau pembusukan protein tanaman atau kotoran hewan.

Sebelum dibuang, amonia harus dirombak menjadi nitrit dan nitrat yang akan terbuang pada saat proses aerasi atau penguapan. Metode analisis Amonia adalah Metode reaksi Diazotasi – Spectrofotometri

Jawaban : E

79. Gas ini merupakan salah satu bahan toksik yang sangat berbahaya jika terhirup oleh manusia. Jika terhirup oleh manusia maka molekul tersebut akan masuk kedalam saluran pernapasan terus masuk ke dalam paru-paru dan kemudian akan menempel pada haemoglobin darah. Bahan kimia tersebut adalah?

a. Karbon Monoksida (CO) b. Sulfur Dioxida (SO2) c. Nitrogen Oxida (NO) d. Hidrokarbon (CH2O) e. Air Raksa (Hg) Pembahasan:

Gas CO merupakan salah satu bahan toksik yang sangat berbahaya jika terhirup oleh manusia.Gas ini tidak hanya dihasilkan oleh kendaran bermotor saja tetapi juga dihasilkan dari asap rokok, asap pabrik, alat pemanas. Jika terhirup oleh manusia maka molekul tersebut akan masuk kedalam saluran pernapasan terus masuk ke dalam paru-paru dan kemudian akan menempel pada haemoglobin darah.

Jawaban : A

80. Menurut WHO diperkirakan lebih dari 40% dari seluruh kanker dapat dicegah. Cara pencegahan umum kanker adalah mengurangi paparan terhadap bahan karsinogen. Bahan tersebut tidak dijumpai pada

a. Rokok dan asap rokok b. Boraks

c. Formalin d. Alkohol e. Sakarin Pembahasan

Bahan karsinogen adalah bahan pemicu kanker. Bahan tersebut dijumpai pada Rokok dan asap rokok, Boraks, Formalin dan Sakarin

Jawaban : D.

(29)

Parameter air limbah ini merupakan residu dari padatan total yang tertahan oleh saringan dengan ukuran partikel maksimal 2µm atau lebih besar dari ukuran partikel koloid. Untuk menghilangkan dapat dilakukan dengan cara menyaring. Parameter tersebutadalah

Total Suspended Solid BOD

COD

Amoniak (NH3) Total coliform Pembahasan :

Total suspended solid atau padatan tersuspensi total (TSS) adalah residu dari padatan total yang tertahan oleh saringan dengan ukuran partikel maksimal 2μm atau lebih besar dari ukuran partikel koloid. Yang termasuk TSS adalah lumpur, tanah liat, logam oksida, sulfida, ganggang, bakteri dan jamur.

BOD adalah nilai oksigen yang dibutuhkan oleh bakteri dan mikoorganisme pada saat mereka mengurai bahan organik dalam kondisi aerob (membutuhkan oksigen) pada suhu tertentu. Nilai BOD yang tinggi menunjukkan bahwa bakteri membutuhkan banyak oksigen

COD adalah jumlah oksigen yang dibutuhkan dalam proses oksidasi kimiawi bahan organik oleh oksidan kuat, seperti misalnya kalium dikromat, amonia dan nitrit. COD sering digunakan sebagai ukuran polutan dalam air limbah.

(30)

Amonia merupakan hasil penguraian atau pembusukan protein tanaman atau kotoran hewan.

Sebelum dibuang, amonia harus dirombak menjadi nitrit dan nitrat yang akan terbuang pada saat proses aerasi atau penguapan.

Total coliform diketehui sebagai indikator organisme, karena bakteri ini dapat ditemukan di semua lingkungan. Be

Referensi

Dokumen terkait