• Tidak ada hasil yang ditemukan

SOP Mobilisasi Unit di Area Tambang

N/A
N/A
Indra cahyono

Academic year: 2024

Membagikan "SOP Mobilisasi Unit di Area Tambang"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Lingkungan, dan Kemasyarakatan (K3LK)

MOBILISASI UNIT DI AREA TAMBANG

DIBUAT OLEH : SUPERVISOR

DIPERIKSA OLEH TRIYONO

NO. SOP : 14/PLANT/SBK/2022 EFEKTIF TANGGAL :

Juni 2022

JUMLAH HALAMAN 3 ( Tiga )

REVISI KE:

01 (Satu)

1. TUJUAN

Memberikan penjelasan tentang tata cara melakukan mobilisasi unit diareal tambang berikut cara kerja dan langkah – langkah yang dilakukan serta mengurangi tingkat bahaya, resiko kecelakaan pada manusia,alat dan lingkungan.

2. CAKUPAN

SOP ini berlaku untuk seluruh proyek

PT. ANJAS ANITA JAYA.

3. REFERENSI Tidak ada.

4. DEFINISI

- Jelas.

5. PROSEDUR

5.1 Periksa dan pakai.

Bisa mengakibatkan terbentur, jatuh dan tergores maka harus mengacu Safety Golden Rule dan Keselamatan Kerja Perusahaan, gunakan APD untuk mengurangi resiko cedera.

APD (Helm, sepatu, kacamata,

ear plug

, dan rompi reflektif) harus diperiksa dan dalam keadaan baik serta di pakai saat bekerja.

Hanya orang yang telah mendapat training dan mempuyai izin untuk mengoperasikan yang boleh mengoperasikan unit di areal tambang

5.2 Siapkan sarana pengawal.

Untuk menghindarkan tabrakan, kerusakan, mogoknya kendaraan pengawal maka hal-hal berikut ini harus dilakukan :

- Pastikan bahwa operator A2B dan Driver sarana pengawalan sudah mendapat pelatihan dan memiliki KIMPER (Kartu Ijin Mengemudikan Perusahaan)

- Lakukan P2H dengan baik dan benar pada kendaraan pengawal.

- Pastikan lampu rotari dan lampu besar berfungsi dengan baik.

- Siapkan bendera yang akan digunakan selama dalam pengawalan mobilisasi.

SOP Standart Operational Procedure Mobilisasi Unit di Area Tambang

Hal 1 dari 3

(2)

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Lingkungan, dan Kemasyarakatan (K3LK)

Yakinkan bahwa jalur yang akan dilalui bebas dari hambatan seperti jembatan, kabel listrik dan lain-lain.

5.3 Menaikkan/menurunkan unit.

Jika menggunakan bantuan

trailer

dalam mobilisasi. Agar unit tidak terguling dan terbalik maka:

- Parkirlah

trailer

di tempat yang aman dan datar, atau tempat yang telah disediakan.

-

Trailer

harus dalam posisi tidak bergerak, dengan memasang rem tangan dan mengganjal roda depan dan belakang.

- Harus ada satu orang yang memberi aba-aba kepada operator unit yang akan naik ke atas trailer dengan aman.

- Setelah unit di atas, lakukan pengamanan dengan mengikat dan mengganjal unit dan dalam posisi stabil.

Jika tidak memakai

trailer

, alat berat berjalan sendiri maka perhatikan hal-hal sebagai berikut:

- Diskusikan dengan pihak

plant

, untuk menentukan seberapa jauh unit tersebut berjalan dan harus berhenti.

- Untuk alat berat selain beroda (

crawler

) untuk mobilisasi harus memperhatikan jalan yang dilewati khususnya jalan yang beraspal atau bersemen.

Jika ingin melewati jalan tersebut harus diberi alas yang berupa karet ban atau kayu sehingga sepatu dari

track

tidak merusak/memecahkan semen atau aspal.

5.4 Pengawalan.

Untuk menghindari tabrakan, dan kemacetan lalu lintas maka perlu diperhatikan hal-hal berikut:

- Kendaraan pengawal harus berada di bagian depan dari trailer dengan jarak aman sekitar 200 meter.

- Kendaraan pengawal diisi 2 (dua) orang yang mana satu bertugas sebagai sopir dan memperhatikan laju kendaraan/trailer yang dibelakangnya dan yang satu lagi akan mengibar-ngibarkan bendera sehingga kendaraan di depannya tahu akan kehadiran

trailer.

- Selama dalam pengawalan dilarang menghidupkan radio/kaset dan menutup habis kaca jendela.

- Pengawal harus menyakinkan pemakai jalan dari arah depan akan ada kendaraan berbadan lebar dan menepikan atau memberhentikan kendaraan jika perlu.

- Kendaraan pengawal harus mengontrol jarak aman melalui kaca spion terutama di daerah tikungan, menurun atau tanjakan.

- Pada jalan persimpangan, pengawal harus mengamanan dengan memberi aba- aba untuk memberi kesempatan kepada unit mobilisasi untuk lewat.

SOP Standart Operational Procedure Mobilisasi Unit di Area Tambang

Hal 2 dari 3

(3)

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Lingkungan, dan Kemasyarakatan (K3LK)

Baik pengawal maupun trailer harus mematuhi rambu-rambu yang ada kecuali ada pengecualian.

6. DISTRIBUSI

Prosedur ini harus didistribusikan kepada:

- Project Manager

- Safety manager

- Mine Superintendent

- Plant Superintendent

- Engineering Superintendent

- Safety Officer

- Mine Supervisor

- Mine Foreman

- All Employee

Pengesahan

Kepala Teknik Tambang ( KTT )

Tanda tangan: _________________________ Tanggal: _____________

Nama : Kaharuddin MT

Jabatan : KTT PT. ANJAS ANITA JAYA

SOP Standart Operational Procedure Mobilisasi Unit di Area Tambang

Hal 3 dari 3

Referensi

Dokumen terkait

“Pemeriksaan Cemaran Mikroorganisme Udara di Beberapa Area Filling Room Line II dengan Menggunakan Alat Mas 100 NT di PT Coca-Cola Amatil Indonesia Unit Medan” yang diajukan

Objek penelitian ini yaitu lingkungan kerja area utilities unit PLTD dan Boiler .Permasalahan yang terjadi pada perusahaan ini salah satunya adalah tentang

Dalam pelakasanaanya PT XYZ melibatkan banyak tenaga fisik dan juga alat berat. Hal ini membuat PT XYZ menjadi sebuah industri yang memiliki banyak sumber bahaya. Berdasarkan data historis tahun 2019-2021, telah terjadi sebanyak 15 kecelakaan kerja, yang terdiri dari 12 kasus di bagian produksi, 1 kasus di bagian office, 1 kasus di bagian finishing, dan 1 kasus di bagian konstruksi. Terlihat bahwa walaupun sudah diterapkannya K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) masih ada sumber bahaya yang bisa menyebebkan kecelekaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis sumber bahaya yang ada dengan metode HAZOP (Hazard and Operability) agar risiko yang ada, dapat dikendalikan dengan usulan perbaikan yang diberikan. Hasil yang didapatkan dalam penelitian kali ini adalah, ditemukannya 27 kemungkinan bahaya, yang dikelompokkan menjadi 14 sumber bahaya berdasarkan kegiatan kerja, alat dan mesin yang ada. 14 sumber bahaya yang ditemukan terdiri dari 7 sumber bahaya tingkat tinggi, 4 sumber bahaya tingkat sedang, dan 3 sumber bahaya tingkat rendah. Tingkat sumber bahaya tersebut di dapatkan dari level likelihood, dan level severity yang dikombinasikan menjadi risk score yang nantinya ditentukan tingkat risikonya pada risk matrix diagram. Setelah diketahui sumber bahaya dan tingkat risikonya, maka masing-masing sumber bahaya di analisis bagian, penyimpangan, penyebab, konsekuensi, dan tindakannya. Setelah dilakukan analisis maka didapatkan pengendalian risiko berupa usulan perbaikan dengan cara, penggantian lampu pada bagian pengelasan, penambahan tempat duduk pada mesin CNC Z3000, penempatan posisi fan yang strategis, memperbaharui working instruction yang sudah rusak, perapihan area kerja, edukasi terkait K3, dan melengkapi pekerja dengan Alat Pelindung

Keamanan, Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) adalah bidang yang penting dalam manajemen perusahaan yang bertujuan untuk melindungi dan memastikan kesejahteraan karyawan serta menjaga kelestarian lingkungan tempat kerja. Konsep K3L mencakup serangkaian praktik dan kebijakan yang dirancang untuk mencegah kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja, serta kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas perusahaan. Keamanan: Fokus pada upaya perlindungan terhadap karyawan dari potensi bahaya fisik dan kejahatan di tempat kerja. Ini meliputi penerapan sistem keamanan, pelatihan untuk tindakan darurat, penggunaan peralatan pelindung diri, dan penegakan aturan keselamatan di tempat kerja. Kesehatan: Berkaitan dengan upaya menjaga kesehatan fisik dan mental karyawan. Ini meliputi pencegahan penyakit akibat kerja, akses terhadap layanan kesehatan, program kesehatan dan kesejahteraan, serta promosi gaya hidup sehat. Keselamatan Kerja: Berfokus pada identifikasi, penilaian, dan pengendalian risiko di tempat kerja untuk mencegah terjadinya kecelakaan dan cedera. Ini termasuk pembangunan budaya keselamatan, pelatihan keselamatan, audit keselamatan, dan penerapan prosedur kerja yang aman. Lingkungan: Melibatkan upaya untuk menjaga kelestarian lingkungan tempat kerja dan mencegah polusi serta kerusakan lingkungan. Ini termasuk pengelolaan limbah, konservasi sumber daya alam, penggunaan energi yang efisien, dan kepatuhan terhadap peraturan lingkungan. Dengan menerapkan praktik K3L yang baik, perusahaan dapat meningkatkan produktivitas, mengurangi biaya akibat cedera dan penyakit, serta membangun citra perusahaan yang bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan. Selain itu, pemenuhan kriteria K3L juga seringkali menjadi persyaratan hukum dan regulasi yang harus dipatuhi oleh perusahaan untuk menjaga keberlanjutan operasional