Nama : Daniel Novrananta Sembiring Nim : 200906094
Mata Kuliah : Sosiologi Politik
“Larangan Mudik dan Masuknya WNA Ke Indonesia”
1. Larangan Mudik
Guna mencegah penyebaran Covid-19 di bulan puasa dan masa Lebaran, pemerintah memberlakukan larangan mudik dan pengetatan perjalanan yang harus dipatuhi oleh semua masyarakat. Aturan mudik untuk tahun 2021 ini sudah sah dikeluarkan dan mulai berlaku.
Namun, masih banyak masyarakat yang dilema tentang aturan tersebut karena sudah menjadi tradisi masyarakat untuk setiap merayakan Hari Raya Idul Fitri, masyarakat mudik ke
kampung halamannya untuk bersilahturahmi dan bertemu dengan keluarganya. Mengingat adanya pandemic Covid-19 yang penyebarannya semakin meningkat, pemerintah membuat larangan tidak boleh bermudik ke kampung halaman. Larangan mudik tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Lebaran Tahun 2021 dalam rangka untuk pencegahan penyebaran rantai Covid- 19.
Pemerintah telah menetapkan larangan mudik lebaran 2021 pada tanggal 6-17 Mei, untuk menghimbau masyarakat agar tidak melakukan mudik. Namun pada hari tanggal 11 Mei dan juga diperkirakan tanggal 12 Mei merupakan puncak arus mudik lebaran 2021, sehingga Polri telah melakukan penyekatan di jalan dengan mendirikan 381 pos untuk mencegah masyarakat yang hendak pergi ke kampung halamannya. Transportasi umum seperti bus dan kereta juga tampaknya sudah dihimbau oleh pemerintah agar tidak beroperasi terlebih dahulu melihat beberapa terminal dan juga stasiun saat ini sudah mulai ditutup.
Namun, sebagian besar masyarakat Indonesia nekat untuk mudik menggunakan
kendaraan pribadi dengan syarat membawa SKB (Surat Keterangan Bebas Covid-19). SKB menjadi salah satu syarat yang harus di patuhi oleh masyarakat yang hendak untuk berpergian ke luar kota/mudik pada lebaran 2021. Surat keterangan ini diperoleh dari hasil PCR atau Swab Antigen dalam jangka waktu 2x24 jam atau 3x24 jam, tetapi keputusan Gubernur DKI No. 569 Tahun 2021 menyatakan bahwa jangka waktu berlakunya SKB adalah paling lama 1x24 jam sebelum keberangkatan. Bagi masyarakat yang nekat mudik Lebaran, pihak kepolisian akan memberikan sanksi, seperti penahanan kendaraan, putar balik, dan denda.
terkhusus untuk mobil pribadi yang jadi travel gelap.
Seperti masyarakat yang nekat mudik di daerah Karawang, membuat Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Ahmad Dofiri menyatakan pihaknya telah menambah pasukan di titik penyekatan kendaraan menyusul viralnya video gerombolan pemudik yang mengendarai sepeda motor menerobos pos penyekatan polisi di Karawang beberapa waktu lalu. Pihak Kapolda Jawa Barat sudah menambah pengawasan di beberapa titik sekat seperti di
Karawang, Patokbeusi Subang, Patrol sampai Cirebon dan penambahan pasukan dalam 1x24 jam. Pemerintah membuat peraturan larangan mudik seperti ini karena mengingat masih adanya Covid-19, jadi kita perlu mengapresiasikan pihak yang ikut serta dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban serta semua ini dilakukan agar masyarakat terhindar dari risiko penularan Covid-19.
Menurut pendapat saya, larangan mudik yang dibuat pemerintah bertujuan penting guna memutuskan rantai penularan Covid-19 yang masih berdampak merugikan sampai sekarang.
Karena semua kegiatan-kegiatan apapun yang dilakukan oleh kalangan masyarakat merasa sangat terbatas dan masyarakat juga wajib mengikuti protokol kesehatan yang dibuat
pemerintah. Berpergian mudik memang sudah menjadi tradisi masyarakat setiap merayakan Hari Raya Idul Fitri. Masyarakat mudik ke kampung halamannya untuk bersilahturahmi dan bertemu dengan keluarganya. Namun, mengingat pandemi Covid-19 dan juga akibat yang akan terjadi jika pemudik bertemu dengan keluarga atau bertemu dengan orang-orang yang berusia lebih tua, tentunya apabila terpapar maka risikonya pun sangat tinggi daripada yang usianya masih muda.
Walaupun ada peraturan larangan mudik dan tentunya kita tidak bisa bertemu dengan keluarga di kampung halaman, itu tidak membuat putusnya hubungan silahturahmi karena kita masih bisa memanfaatkan perkembangan teknologi yang ada yaitu berkomunikasi secara virtual seperti melalui Telepon, Video call, Zoom, dan masih banyak yang lainnya. Hal ini dapat kita manfaatkan agar mengurangi risiko penularan Covid-19 yang semakin meningkat.
2. Masuknya WNA Ke Indonesia
Informasi terkait masuknya puluhan warga negara asing (WNA) ke Indonesia menjadi perhatian publik. Karena selain terjadi di tengah larangan ketat mudik lebaran, kedatangan WNA tersebut juga bersamaan dengan terjadinya lonjakan kasus Covid-19 di India, Malaysia dan sejumlah negara lainnya. Masuknya WNA asal China ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta menjadi perbincangan yang menimbulkan kontroversi.. Banyak yang tidak terima dengan hal tersebut, sementara masyarakat dipaksa mengikuti kebijakan larangan mudik. Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, Jhoni Ginting
menjelaskan bahwa kedatangan WNA sudah memenuhi aturan keimigrasian dan aturan perjalanan internasional pada masa pandemi Covid-19 di Indonesia.
Menurut pendapatnya juga penanganan setiap WNA yang datang ke Indonesia telah mengikuti aturan Satuan Tugas Penanganan Covid-19. Petugas Imigrasi tidak akan memberikan izin masuk jika para WNA tidak lulus pemeriksaan kesehatan oleh petugas.
Pemeriksaan kesehatan dilakukan petugas dari Kantor Kesehatan Pelabuhan Kementerian Kesehatan (KKP Kemenkes) sesuai dengan kedatangan bagi pelaku perjalanan internasional.
Setelah pemeriksaan kesehatan, petugas imigrasi juga akan memeriksa seluruh dokumen perjalanan dan dokumen keimigrasian setiap WNA yang akan masuk ke Indonesia. Saat ini juga masih berlaku aturan pelarangan masuk bagi WNA selama masa pandemi Covid-19 karena melunjaknya kasus Covid-19 di berbagai Negara. Kedatangan para WNA ke Indonesia ini hanya diizinkan untuk tujuan esensial seperti bekerja di proyek strategis nasional dan objek vital, penyatuan keluarga, bantuan medis, serta kru alat angkut.
Dalam situasi melunjaknya Covid-19 di berbagai Negara, membuat pemerintah akan menambah larangan masuk bagi warga negara asing (WNA) dari sejumlah negara yang memiliki kasus Covid-19 tinggi. Seperti warga negara India atau warga negara lain yang memiliki riwayat perjalanan dalam kurun waktu 14 hari terakhir mendatangi India, maka tak akan diberi jatah visa berkunjung atau menetap ke Indonesia.
Menurut pendapat Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi mengatakan pemerintah mulai mempertimbangkan izin masuk warga negara dari luar negeri termasuk negara tetangga. Hal ini bisa dilihat berdasarkan kondisi Negara tersebut terkait penyebaran Covid-19. Apabila Negara tersebut mengalami peningkatan dalam penyebaran Covid-19, sudah pasti pemerintah akan menutup akses masuk dari negara tersebut.
Contoh saat ini yaitu, Pakistan mulai ikut mengalami kenaikan kasus Covid-19 akibat lonjakan kasus di India. Oleh sebab itu, jika ada lonjakan kasus Covid-19 dari Negara lain, Hal ini membuat Indonesia harus menutup akses masuk WNA dari negara tersebut agar penyebaran Covid-19 bisa berkurang dan pastinya tidak menambah kasus Covid-19 karena disebabkan WNA masuk ke Indonesia.
Menurut pendapat saya mengenai hal ini yaitu pemerintah telah mengeluarkan kebijakan larangan mudik yang dimana bertujuan penting guna memutuskan rantai penularan Covid-19.
Yang dimana seharusnya juga pemerintah melakukan kebijakan untuk melarang WNA yang masuk ke Indonesia karena dapat menambah penularan Covid-19 ini. Hal itu juga tentu menimbulkan rasa ketidakadilan di tengah masyarakat yang dimana merasa tidak cocok dengan keputusan ini. Menurut saya, kebijakan pemerintah ini pasti memiliki alasan tersendiri karena pemerintah pun sudah membatasi pergerakan WNA melalui Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor 26 Tahun 2020 tentang Visa dan Izin Tinggal dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru. Selain itu, para WNA yang tiba di Indonesia itu bukan untuk liburan, melainkan untuk bekerja dan sudah memenuhi aturan keimigrasian dan Penanganan setiap WNA yang datang ke Indonesia telah mengikuti aturan Satuan Tugas Penanganan Covid-19. Jadi, Keputusan Pemerintah yang dibuat seperti larangan mudik itu sangat baik dibuat karena dilihat dari situasi sekarang, penularan Covid-19 semakin meningkat dan WNA masuk ke Indonesia juga harus ada batasan dan larangan masuk untuk saat ini guna
mengurangi penularan Covid-19.
Sumber Referensi
https://nasional.tempo.co/read/1461871/pemerintah-akui-kebijakan-larangan-mudik-belum- sempurna-tetapi
https://www.jpnn.com/tag/larangan-mudik
https://www.cnbcindonesia.com/news/20210406124345-4-235605/kapan-larangan-mudik- 2021-berlaku-tanggal-ini-mulai-dilarang
https://www.liputan6.com/tag/wna-dilarang-masuk-indonesia
https://nasional.kontan.co.id/news/saat-pandemi-ini-5-kriteria-warga-negara-asing-yang-bisa- masuk-ke-indonesia
https://news.detik.com/berita/d-5563266/160-wna-asal-china-tiba-di-bandara-soekarno-hatta- hari-ini