BABBY HASMAYNI, S.PSI, M.SI
Sosiologi Politik
Pengertian Sosiologi
Istilah sosiologi pertama kali dicetuskan oleh seorang filsuf asal Perancis bernama Auguste Comte dalam bukunya Cours de la Philosovie Positive. Orang yang dikenal dengan bapak sosilogi tersebut menyebut sosiologi
adalah ilmu pengetahuan tentang masyarakat.
Kata sosiologi berasal dari bahasa Latin yaitu 'socius' yang berarti teman atau kawan dan 'logos' yang berarti ilmu pengetahuan. Sebuah
pengetahuan dikatakan sebagai ilmu apabila mengembangkan suatu kerangka pengetahuan yang tersusun dan teruji yang didasarkan pada
penelitian yang ilmiah.
Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari jaringan hubungan antara manusia dalam bermasyarakat. Sedangkan secara luas sosiologi
merupakan ilmu pengetahuan tentang masyarakat dimana sosiologi mempelajari masyarakat sebagai kompleks kekuatan, hubugan, jaraingan
iteraksi, serta sebagai kompleks lembaga/penata.
Pengertian Politik
Secara etimologis, politik berasal dari kata yunani yaitu polis yang berarti kota atau negara kota. Kemudian arti itu berkembang menjadi polites yang berarti
warga negara, politeia yang berarti semua yang berhubungan dengan negara, politika yang berarti pemerintahan negara dan politikos yang berarti
kewarganegaraan.
Aristoteles dapat dianggap sebagai orang pertama yang memperkenalkan katapolitik melalui pengamatannya tentang manusia ia sebut zoon politikon.
Dengan istilah itu ia ingin menjelaskan bahwa hakikat kehidupan sosial adalah politik dan interaksi antara dua orang atau lebih sudah pasti akan melibatkan
hubungan politik.
Menurut Aristoteles, politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama. Pada umumnya apa yang disebut politik itu berkaitan dengan bermacam-macam kegiatan dalam suatu sistem politik atau negara, yang menyangkut proses penentuan dan pelaksanaan tujuan-tujuan.
Apa Itu Sosiologi Politik?
Sosiologi politik adalah cabang ilmu sosiologi yang memperhatikan sebab dan akibat sosial dari distribusi kekuatan di dalam masyarakat, dan dengan konflik-
konflik sosial dan politik yang berakibat pada perubahan terhadap alokasi kekuatan tersebut.
Sementara ilmu politik terutama berurusan dengan mesin pemerintahan, mekanisme administrasi publik, dan bidang politik formal pada pemilihan umum, opini publik, dan perilaku politik. Analisis sosiologi terhadap gejala politik lebih menitikberatkan pada hubungan antara politik, struktur sosial, ideology, dan budaya (Gordon Marshall, 1998). Sosiologi politik adalah upaya untuk memahami dan campur tangan ke dalam hubungan yang selalu berubah
antara sosial dan politik. Intinya, ketidakmungkinan dalam sosiologi politik membuat sosiologi politik itu penting.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sosiologi politik adalah ilmu tentang kekuasaan, pemerintahan, otoritas, komando di dalam semua masyarakat manusia, tidak hanya di dalam masyarakat nasional. Pengertian
tersebut pada dasarnya membedakan antara pemerintah dengan yang
diperintah. Di dalam suatu kelompok manusia terdapat orang yang memerintah dan orang yang mematuhinya, terdapat mereka yang membuat keputusan dan orang-orang yang menaati keputusan tersebut. Dapat dikatakan bahwa ilmu ini adalah gabungan antara ilmu sosial dan politik yang berfokus pada hubungan antara masyarakat dan pemerintah, dimana pemerintah lebih berperan untuk
mengatur masyarakat melalui lembaga kepemerintahannya.
Ciri-Ciri Sosiologi Politik
Empiris, yaitu didasarkan pada observasi dan akal sehat yang hasilnya tidak bersifat spekulasi (menduga-duga).
Teoritis, yaitu selalu berusaha menyusun abstraksi dari hasil observasi yang konkrit dilapangan, dan abstraksi tersebut merupakan kerangka dari unsur-unsur yang tersusun secara logis dan bertujuan menjalankan
hubungan sebab akibat sehingga menjadi teori.
Komulatif, yaitu disusun atas dasar teori-teori yang sudah ada, kemudian diperbaiki, diperluas sehingga memperkuat teori-teori yang lama.
Nonetis, yaitu pembahasan suatu masalah tidak mempersoalkan baik atau buruk masalah tersebut, tetapi lebih bertujuan untuk menjelaskan masalah tersebut secara mendalam.
Asal Mula Perkembangan Sosiologi Politik
Teori-teori yang dicetuskan oleh pemikir-pemikir terkemuka berpengaruh besar terhadap studi-studi politik. Maka tidak mengherankan muncul studi- studi yang dapat digolongkan dalam bidang “sosiologi politik” asal mula sosiologi politik sebagai bidang suatu studi sulit ditetapkan secara pasti.
Namun hal ini bisa ditelusuri dari karya-karya sosiologi atau ilmuan politik mengenai tema-tema sosiologi politik. Dua tokoh besar yang bisa dianggap sebagai “bapak pendiri” sosiologi politik karena karyanya yang sangat
berpengaruh terhadap perkembangan sosiologi politik, baik dalam hal teori atau konsep dan metodologi ialah Karl Marx dan Max Weber.
Sumbangan Mark, yang digolongkan dalam tiga bidang, yaitu teori umum, teori khusus, dan teori metodologi. Teori umum berbicara tentang
determinisme ekonomi dan dialektika materialisme. Teori khusus berbicara tentang perjuangan kelas dan alienasi. Sumbangan metodologisnya tampak dari upaya untuk mengembangkan sosialisme ilmiah.
Menurut Weber, faktor-faktor non ekonomis, dan ide-ide merupakan faktor sosiologis yang penting. Begitu juga status sosial dan posisi individual
dalam struktur kekuasaan menentukan strata masyarakat. Politik adalah sarana perjuangan untuk bersama-sama melaksanakan politik, atau
perjuangan untuk mempengaruhi pendistribusian kekuasaan, baik di antara negara-negara maupun diantara kelompok-kelompok di dalam suatu
negara. Ada tipe legitimasi yaitu tradisional, karisnatik, legal-rasional.
Menurut Weber sosiologi harus bebas nilai. Sumbangan metodelogis yang diterapkan nya pada sosiologi adalah pemahaman yang disebut Verstehen.
Keterkaitan Sosiologi & Politik
Banyak aspek yang dipelajari dalam ilmu sosiologi dimana berkait dengan kehidupan sosial, hubungan antar sesama, kekeluargaan, kasta, rumpun, bangsa, agama dan asosiasi kebudayaan, ekonomi dan organisasi politik. Pada
dasarnya ilmu sosiologi sangat berkaitan erat dengan ilmu politik karena perlu dipahami mengenai ruang lingkup penelaahan masing-masing ilmu. Misal: ilmu
sosiologi mempelajari proses-proses yang terjadi di antara masyarakat.
Sedangkan ilmu politik berhubungan dengan pembentukan kekuasaan dan alokasi kekuatan.
Dari situ bisa didapat gambaran bahwa kedua ilmu tersebut saling berkait.
Karena pelaku Politik merupakan bagian dari masyarakat yang juga harus memiliki rasa sosial, maka disinilah keterkaitan Sosiologi dan Politik. Pada
intinya, pelaku politik adalah manusia yang merupakan bagian dari masyarakat, sedangkan Ilmu Sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari
tentang hampir keseluruhan dari aspek-aspek yang ada dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karnanya keterkaitan antara Sosiologi dan Politik itu sangat erat dan saling menimbulkan ketergantungan antara satu dengan yang
lainnya.
Titik Pandang Sosiologi Politik
Sosiologi Politik sebagai studi tentang negara
Di sini kata “politik” dipakai dalam konotasinya yang biasa, yaitu yang berhubungan dengan negara. Kata “negara “ mengacu pada kategori khusus dari kelompok-kelompok manusia atau masyarakat. Terdapat dua arti negara yang patut diperhatikan. Pertama, negara bangsa (nation- state), yang mengacu pada masyarakat nasional. Yang dimaksud adalah komunitas yang muncul pada akhir abad pertengahan, yang dewasa ini kuat terorganisir sekaligus paling utuh berintegrasi. Kedua, negara
pemerintah (government-state), yang mengacu pada penguasa dan pemimpin dari masyarakat nasional tersebut.
Sosiologi Politik sebagai studi tentang kekuasaan
Menurut pengertian yang lebih modern, sosiologi politik adalah ilmu tentang kekuasaan, pemerintahan, otoritas, komando, di dalam semua masyarakat manusia, tidak hanya di dalam masyarakat nasional. Konsep ini pada
dasarnya, memfokuskan pada perbedaaan antara pemerintah dan yang diperintah. Dalam setiap kelompok manusia, mulai dari yang terkecil hingga yang terbesar, terdapat orang yang memerintah dan mereka yang
mematuhinya.
Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Sosiologi Politik
Keluarga
Aspek-aspek kehidupan keluarga yang secara langsung maupun tidak
langsung dapat mempengaruhi partisipasi Politik seorang anak, diantaranya karena :
a. Tingkat daya tarik keluarga bagi seorang anak
b. Tingkat kesamaan pilihan (preferensi) Politik orang tua c. Tingkat keutuhan (cohesiveness) keluarga
d. Tingkat minat orang tua terhadap Politik e. Proses sosialisasi Politik keluarga
Agama dan Ekonomi
Selain keluarga faktor yang mempengaruhi perilaku Politik individu adalah agama yang dianutnya. Dalam kenyataan pendidikan anak dalam keluarga antara lain mengajarkan tentang otoritas, yaitu otoritas orang tua. Otoritas ini merupakan perpaduan antara otoritas politik dan agama. Sementara organisasi keagamaan diluar rumah pada kenyataannya juga
mensosialisasikan ajaran yang mengandung pendidikan politik.
Stratifikasi serta Sistem Nilai dan Kepercayaan
Perbedaan kelas sosial dalam suatu masyarakat akan berpengaruh pada perbedaan keyakinan dan pola perilaku individu diberbagai bidang
kehidupan, termasuk kehidupan politik. Perbedaan kelas akan tercermin pada praktik sosialisasi, aktivitas budaya, dan pengalaman sosialnya.
Tingkat partisipasi individu dalan voting dilukiskan dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, pendapatan, ras, jenis kelamin, situasi, dan status individu
tersebut.
Dampak Sosiologi Politik
Sosiologi politik membawa dampak pada lahirnya dimensi-dimensi baru dalam konsep pembangunan. Menurut Webster (1984), terdapat lima dimensi yang perlu untuk diungkap, antara lain :
a. Posisi negara miskin dalam hubungan sosial dan ekonominya dengan negara-negara lain.
b. Ciri khas atau karakter dari suatu masyarakat yang mempengaruhi pembangunan.
c. Hubungan antara proses budaya dan ekonomi yang mempengaruhi pembangunan.
d. Aspek sejarah dalam proses pembangunan atau perubahan sosial yang terjadi.
e. Penerapan berbagai teori perubahan sosial yang mempengaruhi kebijakan pembangunan nasional pada negara-negara berkembang.
Konsepsi Sosiologi Politik
Sosialisasi Politik
adalah proses oleh pengaruh mana seorang individu bisa mengenali sistem politik, yang kemudian menentukan sifat persepsi-persepsinya mengenai politik serta reaksi-reaksinya terhadap gejala-gejala politik. Mencakup
pemeriksaan mengenai lingkungan kultur, lingkungan politik dan lingkungan sosial dari Masyarakat individu yang bersangkutan. Mempelajari sikap-sikap politik serta penilainnya terhadap politik. Maka sosialisasi politik merupakan mata rantai paling penting antara sistem-sistem sosial dengan sistem-
sistem politik.
Partai Politik
adalah keterlibatan individu sampai pada bermacam-macam tingkatan didalam sistem politik. Aktivitas politik bisa bergerak dari ketidakterlibatan sampai dengan aktivitas jabatannya. Karena partisipasi politik berbeda-beda dalam Masyarakat, maka penting untuk kita pelajari konsep-konsep
mengenai APATHI Politik dan alienasi serta peran mereka dalam ketidakterlibatan mereka dan keterlibatan mereka yang terbatas.
Perekrutan Politik
adalah proses dengan mana individu-individu menjamin atau mendaftarkan diri untuk menduduki suatu jabatan. Perekrutan merupakan proses dua arah dan sifatnya bisa formal maupun informal. Dikatakan formal apabila para individu direkrut dengan terbuka melalui cara institusional berupa seleksi ataupun pemilihan. Sedangkan dikatakan informal apabila para individu direkrut secara Prive (sendirian)tanpa melalui atau sedikit sekali melalui cara institusional
Komunikasi Politik
Sebagian sistem politik kepada bagian lainnya dan diantara sistem-sistem sosial dengan sistem-sistem politik. Komunikasi politik memainkan peranan penting dalam sistem politik komunikasi politik menentukan elemen dinamis dan menjadi bagain menentukan dari sosialisasi politik partisipasi politik dan pengrekrutan politik.