SOSIOLOGI PEDESAAN
KARAKTERISTIK, TIPOLOGI, DAN KEBUDAYAAN DESA PANTI, KECAMATAN PANTI, KABUPATEN JEMBER, JAWA
TIMUR
Kelompok A1 :
Raihan Putra Esanza (A41220003) Dimas Kurniyanto (A41220037) Bella Putri Aryani (A41220154) Hafianda Fajar A. (A41220185) Ahmad Wildan K. (A41220189) Ahmad Alvin A. (A41220597) Kholilah Rahmaniyah (A41220880)
PROGRAM STUDI TEKNIK PRODUKSI BENIH JURUSAN PRODUKSI PERTANIAN
POLITEKNIK NEGERI JEMBER
2024
STRUKTUR ORGANISASI PEMERINTAHAN DESA PANTI
KEPALA DESASUROSO KETUA BPDDrs SUNARYO
SEKRETARIS DESAIVAL FARISSETIAWAN
KAUR PERENCANAANBAGUS CITRA H. KAUR T U & UMUMANANG AGUS ADRI B. KAUR KEUANGANARIS SHANDY C.P.
KASI KESRAAFTORMUZAQQI KASI PEMERINTAHANSILVYATUS SOFYAH KASI PELAYANANMUJIATI
KASUN KRAJAN S ARIF HIDAYAT KASUN KRAJAN EKO SUGIH M KASUN DARUNGANSATRIAJI PASUNAN M KASUN GEBANG LANGKAP NURUL HIDAYAT KASUN GEBANGSULIMAN KASUN PRAPAHERICA OCTARINA W KASUN WONOLANGUERFAN SUGIYANTO SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA PEMERINTAH DESA PANTI
Desa Panti
Panti merupakan sebuah kecamatan di Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kecamatan ini terletak di bagian utara Kabupaten Jember.
Kecamatan ini sebagian besar wiayahnya meliputi kawasan perkebunan yang dimiliki oleh pemerintah daerah dan swasta. Kecamatan Panti memiliki tujuh (7) Desa diantara nya yaitu : Desa Glagahwero, Desa Kemuningsarilor, Desa Pakis, Desa Suci, Desa Kemiri, Desa Serut dan Desa Panti. Sebagian besar wilayahnya meliputi kawasan perkebunan yang dimiliki oleh Pemerintah Daerah maupun Swasta. Mayoritas mata 36 pencaharian penduduk Kecamatan Panti yaitu Petani, baik petani kopi maupun holtikultura. Selain itu, banyak penduduk kecamatan Panti yang berprofesi sebagai pedagang, pengerajin dan karyawan di perusahaan perkebunan maupun Staff Pemerintahan baik Pemerintahan Kecamatan maupun Pemerintahan Desa.
Salah satunya yaitu Desa Panti, sebuah Desa di Wilayah Kecamatan Panti dan merupakan bagian dari pemerintah Kabupaten Jember.
A. Sejarah
Desa ini awalnya sudah bernama Desa Panti. Hal ini disebabkan karena pada Zaman penjajahan belanda daerah ini merupakan tempat pertempuran antara rakyat pribumi dengan pasukan Belanda sehingga menimbulkan banyak korban jiwa.
Sehingga masyarakat Desa Panti pada waktu itu sepakat untuk memberi nama Desa ini dengan nama Desa Panti. Nama Desa Panti didasarkan dari kata "Papan Mati"
yang memiliki arti Tempat Mati atau Tempat Orang Meninggal Dunia. Dengan Kepala Desa Pertama yang bernama Mukiar.
Karena adanya semangat perubahan maka desa ini melaksanakan pemilihan Kepala Desa untuk tahap berikutnya. Adapun kepala desa yang pernah menjabat hingga sekarang adalah sebagai berikut: Mukiar (Sekitar Sebelum Tahun 1930an), Kertodirjo Masuhir (Sekitar sebelum Tahun 1945), P. Rupiah (sekitar tahun 1950an), Miroso (Sekitar Tahun 1960an), Sutrisno (Sekitar Tahun 1970an/Menjabat 1 Tahun), Ngatiran (Sekitar Tahun 1970 an s.d. 1983), Agus Mahdi Amin (Tahun 1983 s.d. 2007), Akhmad Taufik (Tahun 2007-2019), dan Suroso (2019 s.d.
Sekarang).
B. Geografis
Berdasarkan data Administrasi Pemerintahan Desa tahun 2021, Desa Panti terletak di wilayah Kecamatan Panti, dengan Luas Wilayah ± 65.555,8 m², dibatasi oleh wilayah desa-desa tetangga. Di sebelah Utara berbatasan dengan Desa Suci Kecamatan Panti Kabupaten Jember. Di sebelah Barat berbatasan dengan Desa Pakis Kecamatan Panti Kabupaten Jember. Di sisi Selatan berbatasan dengan Desa Glagahwero Kecamatan Panti Kabupaten Jember, sedangkan di sisi timur berbatasan dengan Desa Serut Kecamatan Panti Kabupaten Jember. Desa Panti terdiri dari 7 Dusun, 22 RW dan 58 RT, diantaranya Dusun Krajan Selatan, Krajan, Darungan, Gebang Lengkap, Gebang, Prapah, dan Wonolangu. Luas lahan wilayah Desa Panti adalah 6500 Ha, dengan rincian ;
Tabel Luasan Lahan Desa Panti 2024
Lahan Luasan (Ha)
Lahan Sawah ; - Sawah Irigasi
- Non Irigasi 53,06
0 Lahan Non Sawah ;
(Tegal, Tadah Hujan, Kebun, dll)
537,25 Lahan Bukan Pertanian 5909,69
Total 6500
Sumber Data : Berdasarkan Wawancara Sekretaris Desa Panti 2024.
Jarak tempuh Desa Panti ke ibu kota kecamatan adalah 0,5 km, yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 0,1 Jam. Sedangkan jarak tempuh ke ibu kota kabupaten adalah 20 km, yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 0,5 jam.
Wilayah Desa Panti terletak pada ketinggian antara 0 – 1000 meter di atas permukaan laut. Lahan di Desa Panti mempunyai tingkat kemiringan yang bervariasi. Curah hujan rata – rata sebesar 1.382 mm dengan jumlah hari hujan rata – rata 120 hari. Bulan basah 4-6 bulan, sedangkan bulan kering berkisar antara 6-7 bulan. Musim hujan dimulai pada bulan Oktober – November dan pada bulan April – Mei terjadi musim kemarau pada setiap tahunnya. Puncak curah hujan dicapai pada bulan Desember – Februari. Suhu udara rata – rata setiap hari berkisar 27 °C, suhu minimum 24 °C, dan suhu maksimum 31,°C. Komoditi pertanian masyarakat Desa Panti adalah Jagung dan Padi, sebagian juga terdapat Palawija dan Ketela.
Dusun Krajan Selatan Dusun Krajan
Dusun Darungan Dusun Gebang Langkap Dusun Gebang Dusun Prapah
Dusun Wonolangu
DESA SUCI
DESA SERUT DESA PAKIS DESA KEMUNINGSARI LOR
DESA GLAGAHWERO
C. Demografi
Jumlah penduduk Desa Panti adalah terdiri dari 3.587 KK, dengan jumlah total 10.483 jiwa, sebagaimana tertera dalam tabel berikut.
Tabel Jumlah Penduduk Berdasarkan Dusun
No Dusun Jumlah Penduduk
Laki-laki Perempuan Total
1 Krajan Selatan 626 567 1193
2 Krajan 790 873 1663
3 Darungan 1010 996 2006
4 Gebang Lengkap 592 618 1210
5 Gebang 671 752 1423
6 Prapah 785 830 1615
7 Wonolangu 676 697 1373
Jumlah 5.150 5.333 10.483
Sumber : Data Desa Tahun 2021
Tabel di atas juga tersaji dalam bentuk grafik berikut:
Berdasarkan Jenis Kelamin, Penduduk Panti terdiri dari 5.150 laki-laki dan 5.333 perempuan. Secara Keseluruhan total jumlah penduduk berjenis kelamin perempuan dengan selisih 183 jiwa.
Berdasarkan jumlah penduduk keseluruhan, jumlah terbesar didominasi oleh Dusun Darungan dengan jumlah 2006 jiwa, dan jumlah terendah berada di Dusun Wonolangu dengan 1.373 jiwa.
0 200 400 600 800 1000 1200
Laki-Laki Perempuan
Tabel Jumlah Penduduk Desa Panti berdasarkan jenis Usia dan Jenis Kelamin.
KELOMPOK UMUR
LAKI-
LAKI PEREMPUAN TOTAL
LAKI + PEREMPUAN
Jumlah Penduduk 5.150 5.333 10.483
0-7 Tahun 702 768 1.470
7-18 Tahun 1.181 1.056 2.258
18-56 Tahun 2.796 2.962 5.756
56 Tahun > 465 548 1.016
Sumber: Data Desa tahun 2021
Tabel di atas juga tersaji dalam bentuk grafik sebagai berikut:
Dari data di atas nampak bahwa penduduk usia produktif pada usia 18-56 tahun Desa Panti sekitar 5.576 atau Sekitar 53 %. Hal ini merupakan modal berharga bagi pengadaan tenaga produktif dan SDM.
0 500 1000 1500 2000 2500 3000
0-7 Tahun 7-18 Tahun 18-56 Tahun 56 Tahun >
Laki-Laki Perempuan
Tabel Jumlah Penduduk Menurut Agama Penduduk Desa Panti
NO AGAMA JUMLAH PERSENTASE
1 ISLAM 10.342 98,94 %
2 KRISTEN 133 1,02 %
3 KATOLIK 4 0,2 %
4 HINDU 4 0,2 %
5 BUDHA 0 0 %
6 KONGHUCHU 0 0 %
7 LAINNYA 0 0 %
JUMLAH 10.483 100 %
Sumber: Data Desa Tahun 2021
Tabel di atas juga tersaji dalam bentuk grafik berikut:
Berdasarkan informasi di atas, mayoritas penduduk di Desa Panti beragama Islam yaitu sebanyak 98.94% atau 10.342 jiwa.
D. Pendidikan
Dari sarana dan prasarana Pendidikan, terdapat beberapa sekolah-sekolah dimulai dari TK/ Playgroup, SD, SMP, SMA maupun Kampus yang terletak di Desa Panti. Hal tersebut sangat menunjang aspek Pendidikan Masyarakat khususnya warga Panti. Akan tetapi, tidak semua masyarakat mau ataupun mampu dalam melanjutkan Pendidikan pada jenjang lanjut.
Dari hal tersebut, didapatkan data menegenai Tingkat Pendidikan penduduk Desa Panti yang disajikan pada tabel berikut ;
0.00%
20.00%
40.00%
60.00%
80.00%
100.00%
Tabel Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan Penduduk Desa Panti
Pendidikan Yang Ditamatkan LK PR
Total
Laki+Perempuan
Jumlah Penduduk 5.150 5333 10.483
Usia 3-6 tahun yang sedang TK/Play Group 68 72 140
Usia 7-18 tahun yang tidak pernah sekolah 4 8 12
Usia 7-18 tahun yang sedang sekolah 816 812 1628
Usia 18-56 tahun tidak pernah sekolah/buta aksara 29 34 63 Usia 18-56 tahun pernah sekolah dasar tetapi tidak tamat 592 642 1234
Tamatan SD sederajat 985 976 1961
Jumlah Usia 12-56 tidak tamat SLTP 82 106 188
Jumlah usia 18-56 tahun tidak tamat SLTA 8 12 20
Tamatan SLTP sederajat 237 246 483
Usia 18-56 tahun yang tamatan SLTA sederajat 972 924 1896
Tamatan D1 12 24 36
Tamatan D2 7 16 23
Tamatan D3 24 18 42
Tamatan D4 0 0 0
Tamatan S1 154 128 282
Tamatan S2 12 6 18
Tamatan S3 4 0 4
Tamatan SLB A (Tuna Netra) 0 0 0
Tamatan SLB B (Tuna Rungu Wicara) 0 0 0
Tamatan SLB C (Tuna Grahita/Mental) 0 0 0
Tamatan SLB D (Tuna Daksa/Fisik) 0 0 0
Tamatan SLB E (Tuna Laras/Anak Nakal) 0 0 0
Tamatan SLB G (Tuna Ganda) 0 0 0
Usia 3-6 tahun yang belum masuk TK 236 221 457
Sumber: Data Desa Tahun 2021
Dari tabel di atas menunjukan bahwa mayoritas penduduk Desa Panti hanya mampu menyelesaikan sekolah di jenjang pendidikan wajib belajar sembilan tahun (SD dan SMP). Dalam hal kesediaan sumber daya manusia (SDM) yang memadahi dan mumpuni, keadaan ini merupakan tantangan tersendiri.
Rendahnya kualitas tingkat pendidikan di Desa Panti, tidak terlepas dari terbatasnya sarana dan prasarana pendidikan yang ada, di samping tentu masalah ekonomi dan pandangan hidup masyarakat. Sarana pendidikan di Desa Panti sudah tersedia di tingkat pendidikan dasar 9 tahun (SD dan SMP) dan pendidikan tingkat menengah atas (SMA).
E. Keadaan Sosial dan Ekonomi
Secara umum mata pencaharian warga masyarakat Desa Panti dapat teridentifikasi ke dalam beberapa sektor yaitu pertanian, industri dan lain- lain. Berikut ini adalah tabel jumlah penduduk berdasarkan mata pencaharian.
Sumber : Data Desa 2023
Proporsi Tenaga Kerja Tenaga Kerja (Manpower) adalah seluruh penduduk dalam usia kerja (15-64 tahun) yang potensial dapat memproduksi barang dan jasa.
Perhitungan proporsi tenaga kerja dilakukan dengan membandingkan antara jumlah penduduk usia 15-64 tahun dengan jumlah penduduk keseluruhan. Dari tabel diatas, dapat dilihat bahwa penduduk Desa Panti mayoritas bekerja di bidang pertanian,
Uraian LAKI – LAKI PEREMPUAN
Total Laki+Perempuan
Petani 242 Orang 205 Orang 447 Orang
Buruh tani 584 Orang 591 Orang 1175 Orang
TKI perempuan/TKW Orang 38 Orang 38 Orang
TKI laki-laki 32 Orang Orang 32 Orang
Pegawai negeri sipil 62 Orang 68 Orang 130 Orang
pengrajin industri rumah tangga 6 Orang 14 Orang 20 Orang
Pedagang keliling 23 Orang 12 Orang 35 Orang
Peternak 21 Orang Orang 21 Orang
Montir 16 Orang Orang 16 Orang
Pembantu rumah tangga 11 Orang Orang 11 Orang
TNI 3 Orang Orang 3 Orang
POLRI 8 Orang Orang 8 Orang
Pensiunan PNS/TNI/POLRI 51 Orang 58 Orang 109 Orang
Pengusaha kecil menengah 81 Orang 135 Orang 216 Orang
Jasa pengobatan alternative 1 Orang Orang 1 Orang
Karyawan perusahaan swasta 415 Orang 472 Orang 887 Orang
Makelar/broker/mediator 71 Orang Orang 71 Orang
Sopir 14 Orang Orang 14 Orang
Tukang becak 7 Orang Orang 7 Orang
Tukang cukur 6 Orang Orang 6 Orang
Tukang batu/kayu 114 Orang Orang 114 Orang
Jumlah jenis mata pencaharian
pokok 1754 Orang 1808 Orang 3350 Orang
(Buruh Tani sebanyak 1175 orang, dan Petani sebanyak 447 orang), selanjutnya disusul Karyawan perusahaan swasta sebanyak 887 orang.
Tingkat kemiskinan di Desa Panti termasuk tinggi. Dari jumlah 3.587 KK di atas, sejumlah 1.200 KK tercatat sebagai Pra Sejahtera; 1.114 KK tercatat Keluarga Sejahtera I; 1.043 KK tercatat Keluarga Sejahtera II; 215 KK tercatat Keluarga Sejahtera III; 15 KK sebagai sejahtera III plus. Jika KK golongan Pra-sejahtera dan KK golongan I digolongkan sebagai KK golongan miskin, maka lebih 60 % KK Desa Panti adalah keluarga miskin.
F. Budaya
Sistem kebudayaan desa merupakan sebuah sistem sosial yang berbasis pada nilai-nilai budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi di masyarakat desa.
Sistem ini meliputi segala bentuk kegiatan sosial, keagamaan, dan juga ekonomi yang dijalankan oleh masyarakat desa dalam kehidupan sehari-hari. Kebudayaan desa dapat dilihat dari berbagai aspek, mulai dari seni budaya, adat istiadat,tradisi, bahasa, hingga sistem organisasi kelembagaan yang dijalankan oleh masyarakat desa.
Masyarakat Desa Panti, masih tergolong dalam masyarakat yang melestarikan adat dan budaya dari turun temurun, pada bidang pertanian contohnya, masyarakat Desa Panti masih melakukan tradisi wiwit panen Padi, disebut “Nyonteng”
(syukuran hendak panen padi), dilakukan oleh petani dengan membawa sebuah persembahan, dalam bahasa Madura “ajeruk”, yaitu seperti persembahan kecil berisi, ayam satu ekor, jenang, beras/nasi + lauk, telur, bunga, dan uang. Hal ini merupakan symbol ucap rasa syukur dan terima kasih atas hasil panen yang melimpah, dan permohonan hasil panen yang lebih baik untuk musim panen berikutnya.