A. SRATEGI GERAKAN LITERASI NUMERASI di KELUARGA
Literasi numerasi di keluarga adalah salah satu upaya dalam menciptakan dan mengembangkan sumber daya manusia yang unggul di masa depan. Dalam hal ini peran orang tua sangat dibutuhkan untuk membimbing anak mereka dalam mempelajari dan menunjang kemampuan literasi dan numerasi. Tujuan dari adanya literasi dan numerasi di keluarga adalah untuk melengkapi setiap anggota keluarga dengan pengenalan keterampilan dan bahasa dalam kehidupan sehari-hari, dan juga untuk menerapkan keterampilan numerasi alam kehidupan sehari-hari. Adapun strategi utama dalam gerakan Literasi Numerasi di keluarga yaitu :
1. Membentuk pembiasaan yang dilakukan secara konsisten atau tetap dalam keluarga.
2. Adanya penguatan penerapan kecakapan numerasi pada keterampilan orang dewasa seperti orang tua, asisten rumah tangga dan lain-lain.
3. Adanya sumber – sumber pendukung dalam menunjang pembiasaan kecakapan maupun dalam keterampilan numerasi.1
B. STRATEGI GERAKAN LITERASI NUMERASI di SEKOLAH
Strategi Gerakan Literasi Numerasi di sekolah memiliki strategi utama yaitu berupa Literasi Numerasi Lintas Kurikulum (Numeracy Across Curriculum). Adanya Pendekatan pada strategi utama tersebut untuk memberikan dukungan alam mengembangkan Literasi Numerasi secara menyeluruh dan konsisten di sekolah. Semua penidik perlu memfasilitasi proses Lireasi Numerasi peserta didik di sekolah, karena peserta didik belum dapat mengimplementasikan wawasan dan pengetahuan matematika dalam kehidupan sehari-hari.2
Keterampilan Literasi Numerasi di sekolah diterapkan pada mata pelajaran matematika secara eksplisit (berterus terang) dan dalam berbagai macam situasi peserta didik akan di beri kesempatan untuk menggunakan matematika dalam kehidupan sehari-hari mereka. Guna meningkatkan keterampilan kecakapan lietrasi numerasi pada peserta didik, dilakukan penguatan kecakapan dengan cara melatih kemampuan peserta didik secara terus menerus. Strategi penguatan tersebut dapat dilakukan pada kegiatan pembelajaran matematika atau non matematika.3 Selain melalui strategi kurikulum tersebut, literasi numerasi dapat di wujudkan dalam lingkungan sekolah oleh staf nonguru seperti membuat anggaran secara rutin untuk kegiatan sekolah, dari kegiatan tersebut peserta didik juga mendapatkan kesempatan dalam mempraktikkan keterampilan Literasi Numerasi. Adapun strategi lain dari Literasi Numerasi di sekolah, yaitu :
1 Kemendikbud, Materi Pendukung Literasi Numerasi, (Jakarta:Tim GLN Kemendikbud 2017), hlm 15 2 Wahyuni Teresia, Asesmen Nasional 2021, ( Medan:Guepedia, 2021), hlm 45
3 Kondios Meidarlin Pasaribu, GERAKAN LITERASI DAN NUMERASI PADA PESERTA DIDIK DI DESA PEKPAHAN, KECAMATAN ONANRUNGGU KABUPATEN SAMOSIR, Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Maju UDA , Vol 4 No.1, 2023, hlm 5
1. Penguatan Kapasitas Fasilitator a. Pelatihan guru matematika
Pelatihan guru matematika ini dilakukan untuk melatih bagaimana guru ketika memilih membuat dan memodifikasi permasalah sehari-hari yang dapat digunakan dalam pembelajaran di kelas dan untuk penilaian (assessment of learning). Selain untuk menerapkan metode pembelajaran berbasis masalah, pelatihan tersebut juga digunakan guru dalam menerapkan metode pembelajaran berbasis proyek yang melibatkan permasalahan yang mucul dalam kehidupan sehari-hari.
b. Pelatihan guru nonmatematika
Pelatihan guru nonmatematika di lakukan untuk memperluas penyajian informasi pembelajaran di dalam mata pelajaran yang di ampu setiap guru, seperti menggunakan data yang ditampilkan dalam table, bagan atau grafik.
Selain itu jika guru sudah terlatih dalam memperluas penyajian informasi pembelajarannya, maka peserta didik dengan mudah akan memahami konsep dan keterampilan matematika di dalam bidang studi lain dan peserta didik dapat mempraktikkan konsep keterampilan matematika di luar jam pembelajaran berlangsung.
2. Peningakatan Jumlah dan Ragam Sumber Belajar Bermutu
a. Menyediakan buku-buku yag berkaitan dengan numerasi, baik fiksi nonfiksi maupun referensi.
b. Program Satu Guru Satu Buku program ini dikhusukan bagi guru matematika untuk menulis buku-buku yang behubugan dengan numerasi.
3. Perluasan Akses terhadap Sumber Belajar dan Cakupan Peserta Belajar
a. Memanfaatkan lingkungan sekolah untuk mengembangkan sarana penunjang sebagai media pembelajaran Numerasi
b. PUSTEKKOM, sebagai penyediaan informasi dan sumber belajara melalui daring tentang literasi numerasi.
4. Peningkatan Pelibatan Publik
a. Mengundang pihak publik dengan melakukan Sharing session untuk berbagi cara dalam mengaplikasikan matematika di dalam profesi dan kehidupan sehari-hari.
b. Mengadakan kegiatan Bulanan Literasi numerasi di sekolah dengan cara sebagai berikut:
Mengundang dan melibatkan orang tua untuk melakukan kegiatan literasi numerasi bersama peserta didik di rumah dengan menggunakan alat peraga atau permainan numerasi.
Menunjukkan hasil karya proyek peserta didik (hasil ari Project-Based Learning) yang menjadikan numerasi sebagai salah satu unsurnya.
Menampilkan buku-buku yang behubungan dengan Literasi Numerasi.
5. Penguatan Tata Kelola
a. Alokasi dana untuk kegaiatan penguatan pelaku peningkatan jumlah dan ragam sumber belajar penyediaan saran penunjang dan kegiatan-kegiatan literasi numerasi.
b. Pembentukan Tim Literasi Sekolah yang terdiri dari kepala sekolah, pengawas,, guru an wakil orang tua peserta didik untuk memantau berjalannya kegiatan-kegiatannya.
c. Kebijakan sekolah yang dibuat untuk menyatakan pentingnya an pengertianliterasi numeraasi di sekolah serta keterlibatan semua guru an staf daam menjalankan literasi numerasi tersebut.
d. Membangun relasi kerja sama yang kuat antara orang tua dan guru untuk terlibat dalam litersi numerasi.
e. Memfasilitasi ruang di lingkungan sekolah untuk menampilkan sesuatu yang berkaitan dengan literasi numerasi seperti madding,dll.4
C. Strategi Gerakan Literasi Numerasi di Masyarakat 1. Penguatan Kapasitas Fasilitator
a. Menyebarkan materi Literasi Numerasi yang berisi tentang manfaat pentingnya lierasi numerasi dalam kehidupan sehari-hari alternative kegaiatan numerasi yang relevan dengan kegiatan masyarakat yang berprofesi dari kalanagan tertentu dalam bentuk infografis, videografis, pamflet, dan tayangan iklan pada media massa. Penyebaran materi ini dapat dilakukan oleh pemerintah, perguruan tinggi, LSM atau pelaku unia uasa dan industry (DUDI).
b. Menyediakan modul-modul pelatihan dana penyuluhan berbasis numerasi untuk berbagaia kalangan profesi dan elemen masyarakat seperti pelatihan pemantauan dan pencatatan tumbuh kembang anak. modul tersebut dibuat oleh pemerintah, komunitas profesi yang relevan, perguruan tinggi.
c. Menyelenggarakan pelatihan penulis, kelompok kerja guru dan pegiat literasi untuk menciptakan bahan bacaan berbasis numerasi. Pelatihan ini dapat diselenggarakan oleh komunitas penulis, perguruan tinggi atau penerbit buku.
d. Menyelenggarakan pelatihan oleh komunitas penulis, penerbit, atau perguruan tinggi untuk pegiat literasi yang bergiat dalam PKBM an TBM dalam membuat bahan bacaan bermuatan nuemrasi dan menciptakan kegiatan yang berbasis numerasi untuk anggota masyarakat.
e. Mengadakana pelatihan untuk staf perpustakaan desa oleh lembaga pemerintah, pelaku bisnis, an perguruan tinggi, untuk menciptakan kegiatan yang berbasis numerasi yang relevan dan sesuai kebutuhan masyarakat desa.
4 Kemendikbud, Materi Pendukung Literasi Numerasi, Tim GLN Kemendikbud , Jakarta, 2017, hlm 10
f. Pelatihan staf kantor pemerintahaan (kantor kelurahan dan kecamatan, kantor pelayanan kesehatan, dll) untuk dapat menyajikan informasi public menggunakan data numeric secara menarik dan efektif.
g. Mengadakan pelatihan anggota masyarakat yang mengikuti perkumpulan, seperti kelompok arisan, posyandu, kelompok buruh, dll, dengan materi berbasis numerasi yang sesuai kebutuhan mereka.
2. Peningkatan Jumlah dan Ragam Sumber Belajar Bermutu
a. Membuat desain ruang public atau fasilitas umum bertema unsur numerasi, seperti penggunaan angka secara menarik.
b. Menngkatkan penggunaan data-data numerik dalam iklan komersial untuk memperkuat informasi tentang fakta tertentu, seperti data statsitik tentang perkembangan penderita penyakit tertentu.
c. Meningkatkan penjabaran informasi public dalam data numerik, seperti pemanfaatan papan statistic informasi kelurahan, kecamatan, perpustakaan desa, instasi pemerintahan lainnya, guna untuk menibgkatkan pemhaman numerasi di masyarakat.
3. Perluasan Akses terhadap Sumber Belajar Bermutu daan Cakupan Peserta Didik.
a. Meningkatkan jumlah wisata atau wahana yang bertemakan mateatika dan sains b. Memasukkan muatan numerasi dalam kegiatan masyarakat sekitar, seperti lomba
dalam memperingati kemerekaan Indonesia.
c. Meningkatkan akses masyarakat dengan pusat sumber belajar, seperti perpustakaan desa. Dimana pusat sumber belajar ini dibentuk untuk berisikap aktif dan tegas dalam mengambil tindakan, terutama dalam menekatkan bahan bacaan yang bermuatan numerasi kepada masyarakat, seperti musyawarah desa, dan menggelar bahan bacaan di car free day.
d. Menyediakan bahan bacaan pada ruang public, seperti I pudkesmas, klinik, kantor kelurahan, dll.
e. Mensosialisasikan sumber-sumber belajar daring tentang numerasi sebagai inspirasi kegiatan berbasis numerasi,
4. Peningkatan Perlibatan Publik
a. Melibatkan pelaku dunia usaha dan inustri (DUDI) untuk meningkatkan jumlah sumber belajar bermuatan numerasi. Misalnya meminta CSR perusahaan untuk mendukung pembuatan fasilitas umum dan fasilitas sosial bertema numerasi.
b. Meningkatkan pastisipasi pelaku DUI untuk mendukung pembangunan, pengembangan, dan pemeliharaan taman, fasilitas umum atau sosial, serta museum sains yang memasukkan elemen numerik dan sarana untuk meningkatkan kecakapan numersi public.
c. Melibatkan perguruan tinggi dalam program-program penelitian dan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan jumlah sarana dan fasilitas pendukung bermuatan numerasi dan untuk mengembangkan kesadarak kecakapan numerasi di masyarakat.
d. Merencanakan kegiatan numerasi yang relevan dan sesuai kebutuhan mereka dengan melibatkan anggota masyarakat, seperti memahami informasi yang terkait engan harga bahan pokok.
e. Membudidayakan sosialisasi informasi engan menggunakan data numerik, seperti nama jalan beserta nomor bangunan untuk informasi alamat tertentu.
f. Menyajikan data numerik dalam kegiatan public, seperti pemnau acara menyajikan iformasi yang berkaitan dengan numerasi dan menggunakan data numerik paa sebut kejaian.
g. Membuat materi edukasi di media cetak, layar kaca, dalam bentuk program televise anak, remja, ewasa yang bermuatan numerasi, dengan melibatkan pelaku bisnis.
h. Serta melibatkan pelaku bisnis dalam kegiatan penyuluhan public yang bermuatan numerasi, seperti poster, infografis, videografis tentang strategi jual beli engan efektif dan cara menakar obat sebelum dikonsumsi, dll.
5. Penguatan Tata Kelola
a. Membentuk anggaran dana desa secara khusus da nana ampingan masyarakat untuk mengembangkan materi, bahan bacaan, dan kegiatan masyarakat yang berbasis muatan numerasi.
b. Menguatkan jaringan dan kerja sama antarunsur pusat belejar dalam masyarakat, seperti peprustakaan daerah, tokoh msyarakaat, lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan lembaga masyarakat lainnya.
c. Meningkatkan kapasitas pegiat literasi dan staf pemerintahan alam mengelola dana dan perencanaan kegiatan literasi secara efektif.
d. Meningkatkan peran anggota masyarakat dalam proses perencanaan dan pengawasan penggunaan dan desa untuk kegiatan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.5
DAFTAR PUSTAKA
5 Wahyuni Teresia, Asesmen Nasional 2021, Guepedia, Medan, 2021, hlm 56.
Kemendikbud. (2017). Materi Pendukung Literasi Numerasi . Jakarta : TIM GLN Kemendikbud.
Pasaribu, K. M., & dkk. (2023). GERAKAN LITERASI DAN NUMERASI PADA PESERTA DIDIK DI DESA PAKPAHAN, KECAMATAN ONANRUNGGU KABUPATEN SAMOSIR. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MAJU UDA.
Teresia, W. (2021). ASESMEN NASIONAL 2021. Medan: Guepedia.