• Tidak ada hasil yang ditemukan

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) KURSUS DAN PELATIHAN PEMASARAN DIGITAL (DIGITAL MARKETING) JENJANG III

N/A
N/A
Ayam panggang Banjarejo

Academic year: 2024

Membagikan "STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) KURSUS DAN PELATIHAN PEMASARAN DIGITAL (DIGITAL MARKETING) JENJANG III "

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

KURSUS DAN PELATIHAN PEMASARAN DIGITAL (DIGITAL MARKETING)

JENJANG III

Berbasis

Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia Indonesian Qualification Framework

DIREKTORAT PEMBINAAN KURSUS DAN PELATIHAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DAN

PENDIDIKAN MASYARAKAT

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2018

(2)

i

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya tim penyusun telah melewati berbagai tahapan dalam proses pembuatan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). SKL merupakan kriteria minimal tentang kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dinyatakan dalam rumusan capaian pembelajaran yang terintegrasi dalam area kompetensi. SKL ini diharapkan dapat dijadikan acuan utama pengembangan standar isi, standar proses, standar penilaian, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, dan standar pembiayaan.

Kami mengucapkan terima kasih kepada penyusun yang telah mencurahkan pikiran, waktu dan tenaganya, sehingga SKL ini dapat diselesaikan dengan baik. Kami juga mengharapkan masukan atau saran yang konstruktif dari berbagai pihak sebagai bahan pertimbangan untuk menyempurnakannya di masa mendatang.

Jakarta, Desember 2018 Direktur,

Dr. Yusuf Muhyiddin, M.Pd NIP 195901051986021001

(3)

ii KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

i ii

I. PENDAHULUAN 1

A. Latar Belakang 1

B. Tujuan Penyusunan SKL 4

C. Uraian Program D. Ruang Lingkup E. Pengertian

4 6 7

II. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN BERBASIS KKNI 10

A. Profil Lulusan 10

B. Jabatan Kerja 10

C. Capaian Pembelajaran 10

D. Standar Kompetensi Lulusan 13

E. Rekognisi Pembelajaran Lampau 19

III. PENUTUP 21

(4)

1 A. Latar Belakang

Indonesia memiliki berbagai keunggulan untuk mampu berkembang menjadi negara maju. Keanekaragaman sumber daya alam, flora dan fauna, kultur, penduduk serta letak geografis yang unik merupakan modal dasar yang kuat untuk melakukan pengembangan di berbagai sektor kehidupan yang pada saatnya dapat menciptakan daya saing yang unggul di dunia internasional. Dalam berbagai hal, kemampuan bersaing dalam sektor sumber daya manusia tidak hanya membutuhkan keunggulan dalam hal mutu akan tetapi juga memerlukan upaya-upaya pengenalan, pengakuan, serta penyetaraan kualifikasi pada bidang-bidang keilmuan dan keahlian yang relevan baik secara bilateral, regional maupun internasional.

Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) secara khusus dikembangkan untuk menjadi suatu rujukan nasional bagi upaya- upaya meningkatkan mutu dan daya saing bangsa Indonesia di sektor sumber daya manusia. Pencapaian setiap tingkat kualifikasi sumber daya manusia Indonesia berhubungan langsung dengan tingkat capaian pembelajaran baik yang dihasilkan melalui sistem pendidikan maupun sistem pelatihan kerja yang dikembangkan dan diberlakukan secara nasional. Oleh karena itu upaya peningkatan mutu dan daya saing bangsa akan sekaligus memperkuat jati diri bangsa Indonesia.

KKNI merupakan salah satu langkah untuk mewujudkan mutu dan jati diri bangsa Indonesia dalam sektor sumber daya manusia yang dikaitkan dengan program pengembangan sistem pendidikan dan pelatihan secara nasional. Setiap tingkat kualifikasi yang dicakup dalam KKNI memiliki makna dan kesetaraan dengan capaian pembelajaran yang dimiliki setiap insan pekerja Indonesia dalam menciptakan hasil karya dan kontribusi yang bermutu di bidang pekerjaannya masing-masing.

(5)

Kebutuhan Indonesia untuk memiliki KKNI sudah sangat mendesak mengingat tantangan dan persaingan global pasar tenaga kerja nasional maupun internasional yang semakin terbuka.

Pergerakan tenaga kerja dari dan ke Indonesia tidak lagi dapat dibendung dengan peraturan atau regulasi yang bersifat protektif.

Ratifikasi yang telah dilakukan Indonesia untuk berbagai konvensi regional maupun internasional, secara nyata menempatkan Indonesia sebagai sebuah negara yang semakin terbuka dan mudah dimasuki oleh kekuatan asing melalui berbagai sektor seperti sektor perekonomian, pendidikan, sektor ketenagakerjaan dan lain-lain. Oleh karena itu, persaingan global tidak lagi terjadi pada ranah internasional akan tetapi sudah nyata berada pada ranah nasional.

Upaya yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi tantangan globalisasi pada sektor ketenagakerjaan adalah meningkatkan ketahanan sistem pendidikan dan pelatihan secara nasional dengan berbagai cara antara lain:

1. Meningkatkan mutu pendidikan dan pelatihan;

2. Mengembangkan sistem kesetaraan kualifikasi antara capaian pembelajaran yang diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan, pengalaman kerja maupun pengalaman mandiri dengan kriteria kompetensi yang dipersyaratkan oleh suatu jenis bidang dan tingkat pekerjaan;

3. Meningkatkan kerjasama dan pengakuan timbal balik yang saling menguntungkan antara institusi penghasil dengan pengguna tenaga kerja;

4. Meningkatkan pengakuan dan kesetaraan kualifikasi ketenagakerjaan Indonesia dengan negara-negara lain di dunia baik terhadap capaian pembelajaran yang ditetapkan oleh institusi pendidikan dan pelatihan maupun terhadap kriteria kompetensi yang dipersyaratkan untuk suatu bidang dan tingkat pekerjaan tertentu.

(6)

Secara mendasar langkah-langkah pengembangan tersebut mencakup permasalahan yang bersifat multi aspek dan keberhasilannya sangat tergantung dari sinergi dan peran proaktif dari berbagai pihak yang terkait dengan peningkatan mutu sumber daya manusia nasional termasuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Tenaga Kerja, asosiasi profesi, asosiasi industri, institusi pendidikan dan pelatihan, serta masyarakat luas.

Secara umum, kondisi awal yang dibutuhkan untuk dapat melaksanakan suatu program penyetaraan kualifikasi ketenagakerjaan tersebut tampak belum cukup kondusif dalam beberapa hal seperti misalnya belum meratanya kesadaran mutu di kalangan institusi penghasil tenaga kerja, belum tumbuhnya kesadaran tentang pentingnya kesetaraan kualifikasi antara capaian pembelajaran yang dihasilkan oleh penghasil tenaga kerja dengan deskripsi keilmuan, keahlian dan keterampilan yang dibutuhkan di bidang kerja atau profesi termasuk terbatasnya pemahaman mengenai dinamika tantangan sektor tenaga kerja di tingkat dunia. Oleh karena itu, perlu segera diwujudkan upaya-upaya untuk mencapai keselarasan mutu dan penjenjangan kualifikasi lulusan dari institusi pendidikan formal dan non formal, dengan deskripsi kompetensi kerja yang diharapkan oleh pengguna lulusan.

Di jalur pendidikan nonformal, pada Agustus 2018 tercatat 16.962 lembaga kursus dan pelatihan yang menyelenggarakan pendidikan nonformal dalam bentuk beragam jenis kursus dan pelatihan (sumber: referensi.data.kemdikbud.go.id) di bawah pembinaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Salah satu infrastruktur yang penting dalam mencapai keselarasan mutu dan penjenjangan kualifikasi antara lulusan dari institusi penyelenggara kursus dan pelatihan dengan deskripsi kompetensi kerja yang diharapkan oleh pengguna lulusan adalah dokumen Standar Kompetensi Lulusan disingkat SKL, sebagaimana dinyatakan pada Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang

(7)

Standar Nasional Pendidikan dalam hal penyusunan suatu SKL dan Permendikbud Nomor 131 Tahun 2014 tentang Standar Kompetensi Lulusan Kursus dan Pelatihan.

Penerbitan Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia, mendorong perumusan SKL kursus dan pelatihan sesuai jenjang III KKNI untuk mengakomodasi perubahan kebutuhan kompetensi kerja dari pengguna lulusan di dunia kerja dan dunia industri.

B. Tujuan Penyusunan SKL

SKL kursus dan pelatihan disusun untuk digunakan sebagai pedoman dalam menentukan kompetensi lulusan peserta didik pada lembaga kursus dan pelatihan serta bagi yang belajar mandiri dan sebagai acuan dalam menyusun, merevisi, atau memutakhirkan kurikulum, baik pada aspek perencanaan maupun implementasinya.

C. Uraian Program

Program kursus dan pelatihan Pemasaran Digital (Digital Marketing) merupakan program kursus dan pelatihan untuk menghasilkan seorang pemasar digital. Program kursus dan pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta didik agar memiliki penguasaan pengetahuan operasional, kemampuan kerja, serta memiliki hak dan tanggung jawab dalam bidang pemasaran digital.

1. Nama Program

“Kursus dan Pelatihan Pemasaran Digital (Digital Marketing) Jenjang III KKNI.”

2. Tujuan a. Umum

Secara umum program kursus dan pelatihan Pemasaran Digital (Digital Marketing) bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan serangkaian kerja, penguasaan pengetahuan operasional, serta memiliki hak dan tanggung jawab dalam bidang pemasaran digital.

(8)

b. Khusus

Secara khusus program kursus dan pelatihan pemasaran digital ini bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dalam bidang:

1) Pemasaran digital (digital marketing) melalui kanal media sosial, mesin pencari, pasar niaga elektronik (market place) secara gratis maupun berbayar;

2) Pembuatan toko digital;

3) Pembuatan konten pemasaran digital.

3. Manfaat

Program kursus dan pelatihan pemasaran digital ini bermanfaat bagi:

a. Peserta: memiliki kemampuan kerja dan penguasaan pengetahuan dalam pemasaran digital;

b. Lembaga pengguna lulusan pendidikan pemasaran digital:

mendapatkan operator bidang pemasaran digital yang kompeten siap beradaptasi dengan pekerjaannya;

c. Lembaga penyelenggara kursus dan pelatihan pemasaran digital; dapat menghasilkan lulusan kursus dan pelatihan yang kompeten sesuai dengan standar.

4. Kualifikasi Peserta

Minimal pendidikan SMA/Sederajat, memiliki kemampuan desain grafis, desain web, internet serta media sosial.

5. Metode Kursus dan Pelatihan

Pelaksanaan program kursus dan pelatihan ini mengacu kepada metode pelatihan berbasis kompetensi, yang memprasyaratkan peserta kursus dan pelatihan untuk menyelesaikan semua tahapan kursus dan pelatihan yang sudah ditawarkan.

Metode pembelajaran yang digunakan meliputi:

a. Ceramah: instruktur memberikan materi konsep dan teori pembuatan konten pemasaran dan pemasaran produk secara daring dalam bentuk tatap muka;

(9)

b. Presentasi audio visual: instruktur memberikan contoh konten pemasaran dan pemasaran produk secara daring dengan menggunakan perangkat audio visual;

c. Praktik: peserta kursus mengembangkan konten pemasaran dan tampilan produk di dalam laboratorium komputer maupun gawai;

d. Demonstrasi/simulasi: Peserta kursus memperlihatkan hasil dari pembuatan konten pemasaran dan laman penawarannya;

e. Studi Kasus Pemasaran Digital: Peserta kursus membuat konten pemasaran dan bagaimana cara memasarkannya secara digital.

6. Uji Kompetensi

Uji kompetensi dilaksanakan pada akhir setiap program kursus dan pelatihan dilaksanakan. Pelaksanaan uji kompetensi terdiri dari dua jenis tes, yaitu tes teori dan praktik. Tes teori bertujuan untuk mengukur penguasaan pengetahuan peserta kursus dan tes praktik dilakukan untuk mengukur keterampilan (skill) dalam lingkup kompetensi kerja yang ditetapkan. Kelulusan peserta kursus dan pelatihan didasarkan kepada uji kompetensi yang dilakukan oleh Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) bidang TIK yang independen dan diakui oleh pemerintah atau lembaga kursus dan pelatihan yang terakreditasi.

7. Sertifikat Kelulusan

Sertifikat kelulusan diberikan kepada peserta kursus dan pelatihan pemasaran digital yang telah dinyatakan lulus dalam uji kompetensi.

D. Ruang Lingkup

Pemasar digital yang telah memenuhi SKL Pemasaran Digital (Digital Marketing) Jenjang III KKNI akan mampu melakukan serangkaian kerja, dengan dukungan perangkat bantu dan melakukan pemasaran sesuai target pasarnya. Ruang lingkup kompetensi yang

(10)

dimiliki mencakup: (a) Mampu mendapatkan data digital untuk meningkatkan penjualan; (b) Penggunaan media sosial dan pasar niaga elektronik (marketplace); (c) Mempersiapkan laman penawaran yang bisa menarik target pasar; dan (d) Menerapkan teknik pembuatan konten pemasaran yang menarik.

E. Pengertian

Dalam pedoman ini, yang dimaksud dengan:

1. Pemasaran digital adalah pemasaran dalam jaringan, terhubung melalui jejaring internet menggunakan komputer dan peralatan teknologi informasi lain yang sesuai;

2. Laman penawaran (landing page) adalah halaman untuk menampilkan produk yang ditawarkan, tempat pengunjung dapat melihat berbagai penawaran melalui jaringan internet;

3. Feasible adalah dapat diwujudkan dengan jalan yang realistis;

4. Pemasar digital adalah pemasar yang menguasai berbagai kanal pemasaran khusus jaringan internet;

5. Produk adalah berbentuk barang atau jasa;

6. Riset pasar adalah riset tentang kebutuhan di pasar terhadap suatu produk dan jasa;

7. Target pasar adalah sasaran konsumen yang diinginkan;

8. Pasar Niaga Elektronik (Marketplace) adalah pasar elektronik yang melakukan kegiatan menjual dan membeli suatu barang ataupun jasa yang meliputi 3 Aspek :

a. Business to Business (B2B), yaitu aktifitas transaksi bisnis secara elektronik antara pelaku bisnis dengan pelaku bisnis lainnya

b. Business to Consumer (B2C), yaitu aktifitas transaksi bisnis eceran secara elektronik antara pelaku bisnis dengan pembeli individual

c. Consumer to Consumer (C2C), yaitu aktifitas transaksi Pasar Niaga Elektronik (E-commerce) yang dalam hal ini konsumen

(11)

menjual secara langsung pada konsumen lain, atau dapat juga dikatakan sebagai transaksi jual-beli antar konsumen

9. Domain adalah nama unik yang diberikan untuk mengidentifikasi alamat (IP address) server komputer seperti web server atau email server di internet;

10. Hosting adalah penyewaan tempat untuk menampung data-data yang diperlukan oleh sebuah website dan sehingga dapat diakses lewat internet;

11. Profil lulusan adalah gambaran kemampuan yang dimiliki oleh lulusan dibidang keterampilan dan jenjang tertentu sesuai kualifikasi KKNI;

12. Jabatan kerja adalah gambaran jabatan kerja yang dapat diraih oleh lulusan pada bidang keterampilan dan jenjang tertentu sesuai kualifikasi KKNI;

13. Capaian pembelajaran adalah kemampuan yang diperoleh melalui pembelajaran dan internalisasi pengetahuan, sikap, keterampilan, kompetensi, dan akumulasi pengalaman kerja;

14. Deskripsi umum KKNI adalah deskripsi menyatakan kemampuan, karakter, kepribadian, sikap dalam berkarya, etika, moral dari setiap manusia Indonesia pada setiap jenjang kualifikasi sebagaimana dinyatakan pada Lampiran Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012;

15. Deskripsi kualifikasi KKNI adalah deskripsi yang menyatakan ilmu pengetahuan, pengetahuan praktis, pengetahuan, afeksi dan kompetensi yang dicapai seseorang sesuai dengan jenjang kualifikasi I sampai IX sebagaimana dinyatakan pada Lampiran Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012;

16. Deskripsi capaian pembelajaran khusus adalah deskripsi capaian minimum dari setiap program kursus tertentu yang mencakup deskripsi umum dan selaras dengan Deskripsi Kualifikasi KKNI;

17. Sikap dan tata nilai adalah kecenderungan psikologis, sebagai hasil dari penghayatan seseorang terhadap nilai dan norma,

(12)

kehidupan yang tumbuh dari proses pendidikan, pengalaman kerja, serta lingkungan keluarga dan masyarakat;

18. Pengetahuan adalah penguasaan dan pemahaman tentang konsep, fakta, informasi, teori, dan metodologi pada bidang keilmuan, keahlian dan pekerjaan tertentu oleh seseorang;

19. Keterampilan adalah kemampuan psikomotorik dan kemampuan menggunakan metode, bahan, dan instrumen, yang diperoleh melalui pendidikan, pelatihan, dan pengalaman kerja;

20. Kompetensi adalah akumulasi kemampuan seseorang dalam melaksanakan suatu pekerjaan secara mandiri, bertanggung jawab dan terukur melalui suatu asesmen yang baik;

21. Hak dan tanggung jawab adalah konsekuensi dari dikuasainya pengetahuan dan kemampuan kerja dalam melaksanakan kewajiban kerja secara sadar akan hasil dan resikonya dan oleh karenanya mendapatkan hak sesuai dengan kualifikasinya;

22. Standar Kompetensi Lulusan Jenjang III KKNI adalah kemampuan minimum yang dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan yang meliputi pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja dalam menyelesaikan suatu pekerjaan sesuai dengan unjuk kerja yang dipersyaratkan dan diturunkan dari capaian pembelajaran khusus pada jenjang III KKNI yang sesuai;

23. Elemen kompetensi adalah bagian yang menyusun satu kompetensi secara utuh dalam bentuk uraian pengetahuan, kemampuan kerja, tanggung jawab dan hak, maupun sikap berperilaku;

24. Indikator kelulusan adalah unsur yang menjadi tolok ukur keberhasilan yang menyatakan seseorang kompeten atau tidak.

(13)

10 A. Profil Lulusan

Lulusan program kursus dan pelatihan Pemasaran Digital (Digital Marketing) jenjang III KKNI ini memiliki kemampuan melaksanakan serangkaian tugas, penguasaan konsep umum, pengetahuan dan ketrampilan operasional lengkap, serta memiliki hak dan tanggung jawab dalam bidang:

1. Pemasaran digital melalui kanal media sosial, pasar niaga elektronik dan mesin pencari;

2. Pembuatan toko digital (digital store);

3. Pembuatan konten pemasaran digital.

B. Jabatan Kerja

Jabatan kerja yang dapat ditempati dan dilakukan oleh lulusan kursus dan pelatihan pemasaran digital ini adalah sebagai pemasar digital (digital marketer), pengiklan (advertiser) setara dengan Jenjang III KKNI dalam Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).

C. Capaian Pembelajaran 1. Deskripsi Umum KKNI

Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012, bahwa capaian minimum yang wajib dimiliki dan dihayati oleh setiap lulusan kursus dan pelatihan adalah sesuai dengan ideologi Negara dan budaya Bangsa Indonesia, maka implementasi sistem pendidikan nasional dan sistem pelatihan kerja yang dilakukan di Indonesia pada setiap jenjang kualifikasi pada KKNI mencakup proses yang membangun karakter dan kepribadian manusia Indonesia sebagai berikut:

a. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;

b. Memiliki moral, etika dan kepribadian yang baik di dalam menyelesaikan tugasnya;

(14)

c. Berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air serta mendukung perdamaian dunia.

d. Mampu bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial dan kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat dan lingkungannya.

e. Menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, kepercayaan, dan agama serta pendapat/temuan original orang lain.

f. Menjunjung tinggi penegakan hukum serta memiliki semangat untuk mendahulukan kepentingan bangsa serta masyarakat luas.

2. Deskripsi Kualifikasi sesuai dengan Jenjang III KKNI.

a. Mampu melaksanakan serangkaian tugas spesifik, dengan menerjemahkan informasi dan menggunakan alat, berdasarkan sejumlah pilihan prosedur kerja, serta mampu menunjukkan kinerja dengan mutu dan kuantitas yang terukur, yang sebagian merupakan hasil kerja sendiri dengan pengawasan tidak langsung;

b. Memiliki pengetahuan operasional yang lengkap, prinsip-prinsip serta konsep umum yang terkait dengan fakta bidang keahlian tertentu, sehingga mampu menyelesaikan berbagai masalah yang lazim dengan metode yang sesuai;

c. Mampu bekerja sama dan melakukan komunikasi dalam lingkup kerjanya;

d. Bertanggung jawab pada pekerjaan sendiri dan dapat diberi tanggung jawab atas kuantitas dan mutu hasil kerja orang lain.

3. Deskripsi Capaian Pembelajaran Khusus

PARAMETER DESKRIPSI CAPAIAN PEMBELAJARAN KHUSUS BIDANG PEMASARAN DIGITAL

SESUAI KKNI JENJANG III SIKAP DAN

TATA NILAI Membangun dan membentuk karakter dan kepribadian manusia Indonesia yang:

1. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;

2. Memiliki moral, etika dan kepribadian yang baik di dalam menyelesaikan tugasnya;

(15)

PARAMETER DESKRIPSI CAPAIAN PEMBELAJARAN KHUSUS BIDANG PEMASARAN DIGITAL

SESUAI KKNI JENJANG III

3. Berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air serta mendukung perdamaian dunia;

4. Mampu bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial dan kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat dan lingkungannya;

5. Menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, kepercayaan, dan agama serta pendapat/temuan original orang lain;

6. Menjunjung tinggi penegakan hukum serta memiliki semangat untuk mendahulukan kepentingan bangsa serta masyarakat luas.

KEMAMPUAN DI BIDANG KERJA

Mampu melaksanakan serangkaian tugas pemasaran digital, dengan menerjemahkan informasi dan menggunakan media internet, berdasarkan sejumlah pilihan kanal pemasaran, serta mampu menunjukkan kinerja dengan mutu dan kuantitas yang terukur, yang sebagian merupakan hasil kerja sendiri dengan pengawasan tidak langsung, meliputi kemampuan:

1. Memilih metode pemasaran digital yang tepat untuk produk yang telah ditentukan sebagai tindak lanjut berdasarkan hasil yang didapat dari data digital;

2. Membuat laman penawaran tentang informasi produk;

3. Membuat konten pemasaran digital pada kanal pemasaran terpilih.

PENGETAHUAN YANG

DIKUASAI

Memiliki pengetahuan operasional yang lengkap tetang pemasaran digital, prinsip-prinsip serta konsep umum yang terkait dengan fakta bidang keahlian, sehingga mampu menyelesaikan berbagai masalah yang lazim dengan metode yang sesuai, yang mencakup:

1. Prosedur operasional pemasaran digital melalui kanal gratis maupun berbayar;

2. Prinsip-prinsip serta konsep umum tentang teknologi digital untuk bisnis dan pemasaran, pemasaran digital serta komunikasi visual.

HAK DAN

TANGGUNG JAWAB

Mampu bekerja sama dan melakukan komunikasi dalam lingkup pemasaran digital serta bertanggung jawab pada pekerjaan sendiri dan dapat diberi tanggung jawab atas kuantitas dan mutu hasil kerja orang lain.

(16)

D. Standar Kompetensi Lulusan NO UNIT

KOMPETENSI ELEMEN

KOMPETENSI INDIKATOR KELULUSAN SIKAP DAN TATA NILAI

1. Mengaktualisas i karakter dan kepribadian manusia Indonesia.

1.1. Bertakwa

kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Mampu menjalankan aktifitas pemasaran digital sesuai peraturan perundang- undangan yang berlaku dalam bidang informasi dan transaksi elektronik

1.2. Memiliki moral, etika dan kepribadian yang baik di dalam

menyelesaikan tugasnya.

1.3. Berperan

sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air serta

mendukung perdamaian dunia.

1.4. Bekerja sama dan memiliki kepekaan yang tinggi terhadap masyarakat dan lingkungannya.

1.5. Menghargai keanekaraga- man budaya, pandangan, kepercayaan, dan agama serta pendapat/

temuan original orang lain.

1.6. Menjunjung tinggi penegakan hukum serta memiliki

semangat untuk mendahulukan kepentingan bangsa serta masyarakat

(17)

NO UNIT

KOMPETENSI ELEMEN

KOMPETENSI INDIKATOR KELULUSAN luas.

KEMAMPUAN DI BIDANG KERJA 2. Memilih metode

pemasaran digital yang tepat untuk produk yang telah

ditentukan sebagai tindak lanjut

berdasarkan hasil yang didapat dari data digital.

2.1. Mengidentifikasi dan

menerjemahkan perintah kerja dari

penyelia/klien/

pemberi tugas.

2.1.1. Ketepatan

mengidentifikasi dan menerjemahkan

perintah kerja sesuai dengan permintaan klien.

2.1.2. Ketepatan

menerapkan metode pemasaran digital sesuai perintah kerja.

2.2. Mendapatkan dan mengidentifikasi data digital.

2.2.1. Kelengkapan

memperoleh data digital berupa kecenderungan

penjualan dalam kurun waktu harian, bulanan dan tahunan berdasarkan mesin pencari.

2.2.2. Ketepatan

mengidentifikasi data digital berdasarkan kecenderungan

penjualan dalam kurun waktu harian, bulanan dan tahunan berdasarkan mesin pencari.

2.2.3. Ketepatan

mengidentifikasi calon pembeli yang didapat dari media sosial.

2.2.4. Kelengkapan

memperoleh data digital berupa minat calon pembeli,

perilaku dan

demografi.

2.2.5. Ketepatan memilih data dari media sosial berdasarkan minat,

perilaku dan

demografi calon pembeli.

(18)

NO UNIT

KOMPETENSI ELEMEN

KOMPETENSI INDIKATOR KELULUSAN 2.3. Memasarkan

produk melalui media sosial serta pasar niaga elektronik

(marketplace).

2.3.1. Kelengkapan melakukan

pemasaran digital menggunakan

minimal dua media sosial secara gratis sesuai standar prosedur yang berlaku.

2.3.2. Ketepatan melakukan pemasaran digital minimal satu media sosial secara berbayar sesuai standar prosedur yang berlaku.

2.3.3. Kelengkapan

melakukan penjualan melalui pasar niaga elektronik

(marketplace) sesuai standar prosedur yang berlaku.

2.3.4. Ketepatan melakukan pemasaran digital minimal satu pasar niaga elektronik (marketplace) secara berbayar sesuai standar prosedur yang berlaku.

2.4. Memasarkan produk melalui kanal mesin pencari.

2.4.1. Kelengkapan

pembuatan akun kanal mesin pencari sesuai standar prosedur yang berlaku.

2.4.2. Ketepatan pengaturan pilihan kata kunci melalui kanal mesin pencari berbayar sesuai target pemasaran.

3. Mampu membuat laman

3.1. Mempersiapkan tempat laman pemasaran

3.1.1. Ketepatan memilih pusat data (domain, hosting) gratis

(19)

NO UNIT

KOMPETENSI ELEMEN

KOMPETENSI INDIKATOR KELULUSAN penawaran

informasi produk.

digital (landing page)

maupun berbayar sesuai standar operasional baku penyedia jasa.

3.1.2. Ketepatan instalasi laman pemasaran digital sesuai standar prosedur penyedia layanan pusat data baik gratis maupun berbayar.

3.2. Membuat laman pemasaran

digital (landing page) daftar produk

menggunakan media

pemasaran digital terpilih.

3.2.1. Ketepatan membuat halaman deskripsi produk berupa teks dan ilustrasi produk.

3.2.2. Kelengkapan menampilkan

informasi produk yang dijual minimal berisi informasi harga dan jumlah ketersediaan.

3.3. Menampilkan halaman prosedur pemesanan, pengiriman serta pembayaran menggunakan media

pemasaran digital terpilih.

3.3.1. Ketepatan menampilkan

halaman pemesanan sesuai standar baku yang telah ditetapkan klien.

3.3.2. Ketepatan menampilkan

halaman prosedur pengiriman minimal menggunakan 2 metode.

3.3.3. Ketepatan menampilkan

halaman prosedur pembayaran minimal menggunakan 2 metode.

3.4. Meningkatkan lalu lintas pengunjung melalui optimasi halaman

pemasaran.

3.4.1. Ketepatan pengaturan pilihan kata kunci melalui kanal mesin pencari gratis sesuai target pemasaran.

(20)

NO UNIT

KOMPETENSI ELEMEN

KOMPETENSI INDIKATOR KELULUSAN 4. Membuat

konten pemasaran digital pada kanal

pemasaran terpilih.

4.1. Membuat konten pemasaran

digital pada kanal

pemasaran terpilih.

4.1.1. Ketepatan

menciptakan konten pemasaran digital berupa deskripsi tertulis sesuai standar yang telah ditetapkan masing-masing kanal media terpilih.

4.1.2. Ketepatan

menciptakan konten pemasaran digital berupa gambar diam/foto sesuai standar yang telah ditetapkan masing- masing kanal media terpilih.

PENGETAHUAN YANG DIKUASAI 5. Menguasai

pengetahuan operasional yang lengkap tentang

pemasaran digital, prinsip- prinsip serta konsep umum yang terkait dengan fakta bidang

keahlian, sehingga mampu

menyelesaikan berbagai

masalah yang lazim dengan metode yang sesuai.

5.1. Memahami

metode dan prosedur

operasional pemasaran digital.

5.1.1 Ketepatan menjelaskan

karakteristik hosting dan domain minimal satu studi kasus.

5.1.2 Ketepatan

menjelaskan metode pemasaran digital yaitu penggunaan toko digital, media sosial, market place dan mesin pencari.

5.1.3 Ketepatan

menjelaskan masing- masing fungsi pengaturan kanal berbayar maupun gratis dengan tepat sesuai ketentuan masing masing kanal.

5.1.4 Ketepatan

menjelaskan urutan prosedur pemasaran digital minimal satu studi kasus.

5.1.5 Ketepatan menjelaskan

kebutuhan domain

(21)

NO UNIT

KOMPETENSI ELEMEN

KOMPETENSI INDIKATOR KELULUSAN dan hosting sesuai kebutuhan pemasaran digital.

5.2. Memahami

konsep umum teknologi digital untuk bisnis dan pemasaran.

5.2.1. Ketepatan menjelaskan

karakteristik toko digital, media sosial, marketplace dan mesin pencari.

5.2.2. Ketepatan

mengidentifikasi jenis- jenis teknologi digital/pemasaran dan berbagai karakteristik, fungsi, keunggulan serta kelemahan masing- masing.

5.3. Mengetahuai prinsip-prinsip serta konsep umum

pemasaran digital.

5.3.1. Ketepatan menjelaskan

spesifikasi, fungsi,

dan prosedur

penggunaan, produk yang dijual (product knowledge);

5.3.2. Kelengkapan

menyebutkan minimal 2 contoh strategi bisnis digital dengan tepat;

5.3.3. Ketepatan

mengidentifikasi

minimal 2 kompetitor yang ada di dalam bisnis;

5.3.4. Ketepatan

menyebutkan minimal 2 elemen dari perilaku pengunjung dunia digital;

5.3.5. Ketepatan

membandingkan

pemasaran di mesin pencari dan media sosial minimal masing masing 2 parameter;

(22)

NO UNIT

KOMPETENSI ELEMEN

KOMPETENSI INDIKATOR KELULUSAN 5.3.6. Menjelaskan faktor-

faktor yang

mempengaruhi lalu lintas halaman pengunjung;

5.4. Mengetahuai prinsip-prinsip serta konsep umum

penulisan konten.

5.4.1. Menjelaskan prinsip desain visual (keseimbangan, irama, penekanan, kesatuan, dan kontras) dengan tepat;

5.4.2. Menjelaskan fungsi keyword, hashtag dengan tepat;

HAK DAN TANGGUNG JAWAB 6. Mampu bekerja

sama dan melakukan komunikasi dalam lingkup pemasaran digital serta bertanggung jawab pada pekerjaan

sendiri dan dapat diberi tanggung

jawab atas kuantitas dan mutu hasil kerja orang lain.

6.1. Bekerja sesuai prosedur operasi standar tempat bekerja.

6.1.1. Menaati peraturan yang berlaku;

6.1.2. Ketepatan membuat laporan kerja sesuai prosedur operasi standar yang berlaku.

6.2. Bekerja secara profesional dan penuh dedikasi.

6.2.1. Kejujuran membuat surat lamaran kerja sesuai kemampuan yang dimiliki.

6.2.2. Ketepatan menyelesaikan

pekerjaan sesuai batas waktu yang diberikan.

6.2.3. Menjaga dan merawat fasilitas alat kerja tetap bersih dan terpelihara.

E. Rekognisi Pembelajaran Lampau

Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) adalah proses penilaian dan pengakuan jenjang III KKNI, atas capaian pembelajaran seseorang yang diperoleh selama hidupnya, baik melalui program pendidikan formal, informal, non-formal maupun secara otodidak.

RPL dapat dikembangkan pada sektor pendidikan, sektor ketenagakerjaan (kenaikan pangkat, jenjang karir) atau pemberian

(23)

penghargaan dan pengakuan oleh masyarakat terhadap seseorang yang telah menunjukkan bukti-bukti unggul dalam keahlian atau kompetensi tertentu.

RPL diharapkan dapat memperluas akses dan kesempatan serta mempercepat waktu bagi masyarakat luas dalam meningkatkan kemampuan maupun keahliannya melalui program kursus dan pelatihan.

Institusi atau lembaga penyelenggara RPL harus menerapkan prinsip-prinsip:

1. Transparansi. Informasi tentang proses penyelenggaraan dan persyaratan untuk mengikuti RPL harus dapat diakses oleh pengguna (individu yang membutuhkan) maupun masyarakat umum.

2. Akuntabilitas institusi atau lembaga penyelenggara RPL harus terakreditasi oleh badan akreditasi yang diakui, memiliki mandat yang sah dari institusi atau badan yang relevan dan berwenang untuk hal tersebut.

3. Penyelenggaraan RPL harus mengutamakan mutu lulusan berkualitas.

4. Perbaikan berkelanjutan setiap institusi atau lembaga penyelenggara RPL harus melakukan evaluasi secara berkelanjutan untuk menjamin pencapaian mutu lulusan sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Terkait dengan kursus dan pelatihan pemasaran digital, maka pembelajaran lampau yang dapat diakui sebagai bagian dari capaian pembelajaran khusus adalah: pengalaman melakukan aktivitas pemasaran digital, belajar mandiri mengenai pemasaran digital, dan/atau mengikuti jenjang kursus dan pelatihan pemasaran digital resmi yang diakui oleh pemerintah.

(24)

21

Program kursus dan pelatihan telah mulai berkembang sejak lama di berbagai negara maju, sehingga banyak jenis kursus dan pelatihan yang dikembangkan di Indonesia mungkin telah pula berkembang dengan baik di negara-negara lain. Oleh karena itu arah pengembangan lembaga kursus dan pelatihan di Indonesia pada waktu yang akan datang harus menuju ke arah internasionalisasi, sehingga dapat dicapai kesetaraan baik capaian pembelajaran, standar kompetensi atau mutu lulusan.

Kecenderungan pergerakan pekerja antar negara akan semakin pada masa mendatang sebagai implikasi dari globalisasi. Oleh karena itu lembaga kursus dan pelatihan di Indonesia akan menjadi salah satu penyedia tenaga kerja terampil yang potensial baik untuk Indonesia sendiri maupun negara-negara lain yang membutuhkan. Hal ini menuntut kesadaran yang tinggi akan penjaminan mutu berkelanjutan, baik dalam lingkungan internal lembaga penyelenggara maupun secara eksternal melalui badan-badan akreditasi dan sertifikasi. Keunggulan dalam memenangkan persaingan antara lulusan lembaga kursus dan pelatihan nasional dengan lembaga kursus dan pelatihan internasional harus menjadi salah satu fokus pengembangan di masa yang akan datang.

Terkait dengan kursus dan pelatihan pemasaran digital ini, maka arah pengembangan spesifik yang akan dilakukan adalah lebih menekankan pada output lulusan yang sesuai dengan perkembangan dan tuntutan dunia industri mengenai pemasaran digital masa depan. Antara perkembangan dunia dengan kurikulum lembaga kursus dan pelatihan pemasaran digital harus sejalan dan mutakhir.

(25)

DIREKTORAT PEMBINAAN KURSUS DAN PELATIHAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DAN

PENDIDIKAN MASYARAKAT

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2018

Referensi

Dokumen terkait

Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2013 bahwa capaian minimum yang wajib dimiliki dan dihayati oleh setiap lulusan kursus dan pelatihan adalah sesuai dengan ideologi

Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2013 bahwa capaian minimum yang wajib dimiliki dan dihayati oleh setiap lulusan kursus dan pelatihan adalah sesuai dengan ideologi

Lulusan program kursus dan pelatihan Pemasaran Digital (Digital Marketing) jenjang III KKNI ini memiliki kemampuan melaksanakan serangkaian tugas, penguasaan konsep

Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2013 bahwa capaian minimum yang wajib dimiliki dan dihayati oleh setiap lulusan kursus dan pelatihan adalah sesuai dengan ideologi

Deskripsi umum KKNI sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 8 tahun 2012 yang minimum wajib dimiliki dan dihayati oleh setiap lulusan kursus dan pelatihan yaitu

Deskripsi umum KKNI sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 8 tahun 2012, setiap lulusan kursus dan pelatihan minimum wajib memiliki dan menghayati ideologi Negara dan budaya

Lulusan kursus dan pelatihan spa sesuai KKNI level 3 mampu mengaplikasikan teori ke dalam pelaksanaan perawatan Terapi Air (Hydrotherapy) terbatas pada Underwater Massage;

Deskripsi umum KKNI sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 8 tahun 2012 yang minimum wajib dimiliki dan dihayati oleh setiap lulusan kursus dan pelatihan adalah: Sesuai dengan