i
Statistik Ketenagakerjaan Kota Palembang Tahun 2023
BADAN PUSAT STATISTIK KOTA PALEMBANG
VOLUME 7, 2024
https://palembangkota.bps.go.id
ii
Statistik Ketenagakerjaan Kota Palembang Tahun 2023
BADAN PUSAT STATISTIK KOTA PALEMBANG
VOLUME 7, 2024
https://palembangkota.bps.go.id
iii
Statistik Ketenagakerjaan Kota Palembang Tahun 2023
STATISTIK KETENAGAKERJAAN KOTA PALEMBANG TAHUN 2023
Nomor Publikasi : 16710.24035 Ukuran Buku : 18,2 x 25,7 cm Jumlah Halaman : viii + 48 halaman
Penyunting : Badan Pusat Statistik Kota Palembang Gambar Cover : Badan Pusat Statistik Kota Palembang Ilustrasi Cover : Canva
Diterbitkan Oleh : Badan Pusat Statistik Kota Palembang Dicetak Oleh : CV. Vika Jaya
Dilarang mengumumkan, mendistribusikan, mengomunikasikan, dan/atau menggandakan Sebagian atau seluruh isi buku ini untuk tujuan komersil tanpa izin tertulis dari Badan Pusat Statistik (UU No.28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta Pasal 34 Huruf B).
https://palembangkota.bps.go.id
iv
Statistik Ketenagakerjaan Kota Palembang Tahun 2023
TIM PENYUSUN STATISTIK KETENAGAKERJAAN KOTA PALEMBANG TAHUN 2023
Penanggung Jawab Umum :
Yudhistira Arya Noegraha, S.Si., M.Si.
Penanggung Jawab Teknis : Dino Syaputra, SE., MSi.
Penulis :
Dino Syaputra, SE., MSi.
Desain Layout :
Dino Syaputra, SE., MSi.
Desain Gambar Kulit:
Dino Syaputra, SE., MSi.
https://palembangkota.bps.go.id
v
Statistik Ketenagakerjaan Kota Palembang Tahun 2023 KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat- Nya sehingga buku publikasi “Statistik Ketenagakerjaan Kota Palembang” dapat diterbitkan sesuai rencana. Publikasi ini menyajikan gambaran umum indicator ketenagakerjaan seperti jumlah penduduk usia kerja, angkatan kerja, tingkat pengangguran, jumlah dan karakteristik penduduk yang bekerja, penganggur, dan pencari kerja di Kota Palembang Tahun 2023.
Data yang disajikan dalam publikasi ini bersumber dari hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Tahun 2023 yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun oleh Badan Pusat Statistik. Indikator ketenagakerjaan disajikan ke dalam table disertai ulasan singkat, sederhana, dan beberapa ilustrasi yang kami sajikan dalam gambar/grafik dengan harapan informasi yang tersaji dapat dengan mudah disimak/dipahami oleh semua kalangan pengguna data, baik masyarakat luas, pelajar/mahasiswa pelaku usaha maupun para pengambil kebijakan.
Kami berharap publikasi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak demi tercapainya kehidupan yang lebih baik. Kami sadari, meskipun publikasi ini telah disusun dengan sebaik-baiknya, namun mungkin masih terdapat kekurangan di dalamnya.
Olehkarena itu, kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan demi penyempurnaan publikasi di masa mendatang. Kepada semua pihak yang telah membantu terwujudnya publikasi ini, kami sampaikan terima kasih.
Palembang, Desember 2024 Kepala BPS Kota Palembang
Yudhistira Arya Noegraha
https://palembangkota.bps.go.id
vi
Statistik Ketenagakerjaan Kota Palembang Tahun 2023 DAFTAR ISI
Kata Pengantar ... v
Daftar Isi ... vi
Daftar Tabel ... vii
Daftar Gambar ... viii
Bab I. Pendahuluan ... 1
1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Keterangan yang Dikumpulkan ... 2
1.3 Konsep dan Definisi ... 2
1.4 Faktor Penentu ... 8
Bab II. Kuesioner ... 10
Bab III. Karakteristik Penduduk Usia Kerja ... 22
3.1 Penduduk Usia ... 22
3.2 Rasio Ketergantungan ... 24
3.3 Kegiatan Utama Penduduk... 25
Bab IV. Karakteristik Angkatan Kerja ... 27
4.1 Angkatan Kerja menurut Kelompok Umur ... 28
4.2 Angkatan Kerja menurut Tingkat Pendidikan ... 30
Bab V. Karakteristik Penduduk Bekerja ... 33
5.1 Penduduk Bekerja menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin ... 33
5.2 Penduduk Bekerja menurut Pendidikan Tertinggi dan Jenis Kelamin 36
5.3 Penduduk menurut Lapangan Usaha dan Status Pekerjaan Utama ... 37
Bab VI. Karakteristik Pengangguran ... 41
6.1 Pengangguran Terbuka ... 41
6.2 Pekerja Tidak Penuh, Setengah Penganggur, dan Pekerja Paruh ... 45
Bab VII. Penutup ... 48
https://palembangkota.bps.go.id
vii
Statistik Ketenagakerjaan Kota Palembang Tahun 2023 DAFTAR TABEL
Tabel 1. Komposisi Penduduk Usia 15 Tahun ke Atas Menurut Kelompok
Umur dan Jenis Kelamin di Kota Palembang Tahun 2023 ... 24 Tabel 2. Rasio Ketergantungan di Kota Palembang Tahun 2023 ... 25 Tabel 3. Penduduk Usia 15 Tahun ke Atas Menurut Kegiatan Utama dan Jenis
Kelamin di Kota Palembang Tahun 2023 ... 26 Tabel 4. Angkatan Kerja dan TPAK menurut Kegiatan Utama dan Jenis Kelamin
di Kota Palembang Tahun 2023 ... 27 Tabel 5. TPAK menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin di Kota Palembang
Tahun 2023 ... 29 Tabel 6. TPAK menurut Tingkat Pendidikan dan Jenis Kelamin di Kota
Palembang Tahun 2023 ... 31 Tabel 7. Tingkat Kesempatan Kerja (TKK) menurut Kelompok Umur dan Jenis
Kelamin di Kota Palembang Tahun 2023 ... 34 Tabel 8. Tingkat Kesempatan Kerja (TKK) menurut Jenjang Pendidikan Terakhir
yang Ditamatkan dan Jenis Kelamin di Kota Palembang Tahun 2023 ... 36 Tabel 9. Penduduk Bekerja menurut Lapangan Usaha Utama dan Jenis Kelamin
di Kota Palembang Tahun 2023 ... 38 Tabel 10. Penduduk Bekerja menurut Status dalam Pekerjaan Utama dan Jenis
Kelamin di Kota Palembang Tahun 2023 ... 39 Tabel 11. Pengangguran menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin di Kota
Palembang Tahun 2023 ... 42 Tabel 12. Pengangguran menurut Pendidikan Terakhir yang Ditamatkan dan Jenis
Kelamin di Kota Palembang Tahun 2023 ... 44 Tabel 13. Penduduk Bekerja menerut Jumlah Jam Kerja Seluruhnya dan Jenis
Kelamin di Kota Palembang Tahun 2023 ... 46 Tabel 14. Setengah Penganggur, Pekerja Paruh Waktu, dan Pekerja Tidak Penuh
menurut Kelompok Umur di Kota Palembang Tahun 2023 ... 47
https://palembangkota.bps.go.id
viii
Statistik Ketenagakerjaan Kota Palembang Tahun 2023 DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Piramida Penduduk Usia Produktif di Kota Palembang 2023 ... 23 Gambar 2. TPAK menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin di Kota
Palembang Tahun 2023 ... 30 Gambar 3. TPAK menurut Jenjang Pendidikan Terakhir dan Jenis Kelamin di
Kota Palembang Tahun 2023 ... 32 Gambar 4. TKK menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin di Kota
Palembang Tahun 2023 ... 35 Gambar 5. TKK menurut Jenjang Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan dan
Jenis Kelamin di Kota Palembang Tahun 2023 ... 37 Gambar 6. Penduduk Bekerja menurut Lapangan Usaha Utama di Kota
Palembang Tahun 2023 ... 39 Gambar 7. Penduduk Bekerja menurut Status Pekerjaan Utama di Kota
Palembang Tahun 2023 ... 40 Gambar 8. TPT menurut Jenis Kelamin di Kota Palembang Tahun 2023 ... 41 Gambar 9. TPT menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin di Kota
Palembang Tahun 2023 ... 43 Gambar 10. TPT menurut Pendidikan Terakhir yang Ditamatkan dan Jenis
Kelamin di Kota Palembang Tahun 2023 ... 45
https://palembangkota.bps.go.id
https://palembangkota.bps.go.id
Statistik Ketenagakerjaan Kota Palembang Tahun 2023 1 BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pengumpulan data tentang ketenagakerjaan merupakan salah satu kegiatan utama pada Direktorat Statistik Kependudukan dan Ketenagakerjaan, Badan Pusat Statistik. Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) yang merupakan survei khusus untuk mengumpulkan data ketenagakerjaan. Selain melalui Sakernas, pengumpulan data ketenagakerjaan juga dilaksanakan melalui kegiatan survei lainnya, seperti Sensus Penduduk (SP), Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS), dan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas).
Konsep dan definisi yang digunakan dalam pengumpulan data ketenagakerjaan oleh Badan Pusat Statistik tidak pernah berubah sejak 1976, kecuali untuk konsep pengangguran dan status pekerjaan, mulai tahun 2001 mengalami perluasan.
Pengumpulan data ketenagakerjaan melalui Sakernas mempunyai tiga tujuan utama.Ketiga tujuan tersebut adalah untuk mengetahui karakteristik:
1. Penduduk yang bekerja;
2. Pengangguran dan setengah pengangguran;
3. Penduduk yang tercakup dalam kategori bukan angkatan kerja yaitu, mereka yang sekolah, mengurus rumah tangga, dan melakukan kegiatan lainnya, selain kegiatan pribadi.
Daftar yang digunakan untuk mengumpulkan data ketenagakerjaan perorangan adalah Daftar SAK22-AK yang disusun untuk menanyakan informasi mengenai keadaan Angkatan kerja dan bukan Angkatan kerja. Sejak Sakernas Agustus 2020, ditambahkan pertanyaan terkait dampak COVID-19 terhadap ketenagakerjaan.
Sampel terpilih untuk Sakernas Agustus 2023 di Kota Palembang berjumlah 810 rumah tangga. Tabel-tabel yang disajikan dirinci menurut jenis kelamin (laki-laki dan perempuan) dan daerah tempat tinggal (perkotaan dan perdesaan), dengan penomoran tabel yang dimulai dengan tabel total. Untuk lebih melengkapi data ketenagakerjaan, pada publikasi ini disajikan seri data pokok ketenagakerjaan dari tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 menurut jenis kegiatan, angkatan kerja, lapangan pekerjaan utama, dan rata-rata upah/gaji bersih sebulan buruh/karyawan.
Untuk melakukan kajian yang lebih dalam mengenai potensi dan tantangan ketenagakerjaan di suatu daerah, data terkait hal tersebut menjadi alat yang paling
https://palembangkota.bps.go.id
Statistik Ketenagakerjaan Kota Palembang Tahun 2023 2
penting yang diharapkan dapat dijadikan acuan dalam proses pembangunan mulai dari dasar pengambilan kebijakan, dasar monitoring dalam pengawalan pembangunan, serta dasar evaluasi terhadap capaian hasil kinerja pembangunan. Data ketenagakerjaan yang akurat dan berkesinambungan dapat menjadi tolok ukur sejauh mana kebijakan telah dapat mengembangkan potensi ketenagakerjaan di suatu daerah, indikasi masalah bidang ketenagakerjaan, serta upaya apa yang sekiranya diperlukan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut.
Publikasi ini disusun untuk menyajikan berbagai data dan ulasan bidang ketenagakerjaan dari hasil Sakernas tahun 2023. Segala informasi dalam publikasi ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh berbagai kalangan untuk berbagai kepentingan pembangunan di bidang ketenagakerjaan.
1.2 Keterangan yang Dikumpulkan
Keterangan pokok berkaitan dengan ketenagakerjaan yang dikumpulkan melalui Sakernas adalah keterangan perorangan dari setiap anggota rumah tangga yang berumur 5 tahun ke atas. Meskipun demikian, informasi yang disajikan dalam publikasi ini hanya informasi dari penduduk yang berumur 15 tahun ke atas. Informasi tersebut meliputi:
1. Keterangan identitas anggota rumah tangga seperti: nama, hubungan dengan kepala rumah tangga, jenis kelamin, umur, status perkawinan dan pendidikan tertinggi yang ditamatkan. Kegiatan selama seminggu terakhir seperti : bekerja (paling sedikit 1 jam dalam seminggu), punya pekerjaan namun sedang tidak bekerja, mencari pekerjaan/mempersiapkan usaha, sekolah, mengurus rumah tangga dan lainnya (pensiun, cacat jasmani dan lain-lain).
2. Bagi mereka yang bekerja/punya pekerjaan tetapi sementara tidak bekerja ditanyakan antara lain: jumlah hari kerja, jam kerja, lapangan pekerjaan, jenis pekerjaan, status pekerjaan, dan upah/gaji bersih selama sebulan.
3. Bagi mereka yang mencari pekerjaan/mempersiapkan usaha ditanyakan alasan utama mencari pekerjaan/ mempersiapkan usaha, upaya yang dilakukan, dan lama waktu mencari pekerjaan.
1.3 Konsep dan Definisi
Konsep dan definisi yang digunakan dalam pengumpulan data ketenagakerjaan oleh Badan Pusat Statistik adalahThe Labor Force Concept yang disarankan oleh International Labor Organization (ILO). Konsep ini membagi penduduk menjadi dua
https://palembangkota.bps.go.id
Statistik Ketenagakerjaan Kota Palembang Tahun 2023 3
kelompok, yaitu penduduk usia kerja dan penduduk bukan usia kerja. Selanjutnya, penduduk usia kerja dibedakan pula menjadi dua kelompok berdasarkan kegiatan utama yang sedang dilakukannya. Kelompok tersebut adalah Angkatan Kerja dan Bukan Angkatan Kerja.
Definisi yang berkaitan dengan penerapan konsep tersebut di Indonesia dijelaskan dalam uraian berikut:
1. Penduduk usia kerja adalah penduduk berumur 15 tahun ke atas.
2. Penduduk yang termasuk angkatan kerja adalah penduduk usia kerja (15 tahun ke atas) yang bekerja, atau punya pekerjaan namun sementara tidak bekerja dan pengangguran.
3. Penduduk yang termasuk bukan angkatan kerja adalah penduduk usia kerja (15 tahun ke atas) yang masih sekolah, mengurus rumah tangga atau melaksanakan kegiatan lainnya selain kegiatan pribadi.
4. Bekerja adalah kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh seseorang dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh pendapatan atau keuntungan, paling sedikit 1 jam (tidak terputus) dalam seminggu terakhir. Kegiatan tersebut termasuk pula kegiatan pekerja tak dibayar yang membantu dalam suatu usaha/kegiatan ekonomi.
5. Punya pekerjaan tetapi sementara tidak bekerja adalah keadaan dari seseorang yang mempunyai pekerjaan tetapi selama seminggu terakhir sementara tidak bekerja karena berbagai sebab, seperti: sakit, cuti, menunggu panen, mogok dan sebagainya. Contoh :
a. Pekerja tetap, pegawai pemerintah/swasta yang sedang tidak bekerja karena cuti, sakit,mogok, mangkir, mesin/peralatan perusahaan mengalami kerusakan, dan sebagainya.
b. Petani yang mengusahakan tanah pertanian dan sedang tidak bekerja karena alasan sakit atau menunggu pekerjaan berikutnya (menunggu panen atau musim hujan untuk menggarap sawah).
c. Pekerja profesional (mempunyai keahlian tertentu/khusus) yang sedang tidak bekerja karena sakit, menunggu pekerjaan berikutnya/pesanan dan sebagainya, seperti: dalang, tukang cukur, tukang pijat, dukun, penyanyi komersial dan sebagainya.
https://palembangkota.bps.go.id
Statistik Ketenagakerjaan Kota Palembang Tahun 2023 4 6. Pengangguran, terdiri dari:
a. Mereka yang tak punya pekerjaan dan mencari pekerjaan.
Mencari pekerjaan adalah kegiatan seseorang yang pada saat survei orang tersebut sedang mencari pekerjaan, seperti mereka:
1) Yang belum pernah bekerja dan sedang berusaha mendapatkan pekerjaan.
2) Yang sudah pernah bekerja, karena sesuatu hal berhenti atau diberhentikan dan sedang berusaha untuk mendapatkan pekerjaan.
3) Yang bekerja atau mempunyai pekerjaan, tetapi karena sesuatu hal masih berusaha untuk mendapatkan pekerjaan lain.
Usaha mencari pekerjaan ini tidak terbatas pada seminggu sebelum pencacahan, jadi mereka yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan dan yang permohonannya telah dikirim lebih dari satu minggu yang lalu tetap dianggap sebagai mencari pekerjaan asalkan seminggu terakhir masih mengharapkan pekerjaan yang dicari.Mereka yang sedang bekerja dan berusaha untuk mendapatkan pekerjaan yang lain tidak dapat disebut sebagai penganggur terbuka
b. Mereka yang tak punya pekerjaan dan mempersiapkan usaha. Mereka yang tak punya pekerjaan dan tidak mencari pekerjaan, karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan.
Mempersiapkan suatu usaha adalah suatu kegiatan yang dilakukan seseorang dalam rangka mempersiapkan suatu usaha/pekerjaan yang “baru”, yang bertujuan untuk memperoleh penghasilan/keuntungan atas risiko sendiri, baik dengan atau tanpa mempekerjakan buruh/pekerja dibayar maupun tidak dibayar.
Mempersiapkan yang dimaksud adalah apabila “tindakannya nyata”, seperti:
mengumpulkan modal atau perlengkapan/alat, mencari lokasi/tempat, mengurus surat ijin usaha dan sebagainya, telah/sedang dilakukan.
Mempersiapkan suatu usaha yang nantinya cenderung pada pekerjaan sebagai
berusaha sendiri (own account worker) atau sebagai berusaha dibantu buruh tidak tetap/buruh tak dibayar atau sebagai berusaha dibantu buruh tetap/buruh dibayar.Penjelasan:
https://palembangkota.bps.go.id
Statistik Ketenagakerjaan Kota Palembang Tahun 2023 5
Kegiatan mempersiapkan suatu usaha/pekerjaan tidak terbatas dalam jangka waktu seminggu terakhir saja, tetapi bisa dilakukan beberapa waktu yang lalu asalkan seminggu terakhir masih berusaha untuk mempersiapkan suatu kegiatan usaha.
c. Mereka yang sudah punya pekerjaan, tetapi belum mulai bekerja.
7. TPT (Tingkat Pengangguran Terbuka) adalah persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja.
8. Pekerja Tidak Penuh adalah mereka yang bekerja di bawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam seminggu).Pekerja Tidak Penuh terdiri dari:
a. Setengah Penganggur adalah mereka yang bekerja di bawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam seminggu), dan masih mencari pekerjaan atau masih bersedia menerima pekerjaan (dahulu disebut setengah pengangguran terpaksa).
b. Pekerja Paruh Waktu adalah mereka yang bekerja di bawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam seminggu), tetapi tidak mencari pekerjaan atau tidak bersedia menerima pekerjaan lain (dahulu disebut setengah pengangguran sukarela).
9. Sekolah adalah kegiatan seseorang untuk bersekolah di sekolah formal, mulai dari pendidikan dasar sampai dengan pendidikan tinggi selama seminggu terakhir sebelum pencacahan. Tidak termasuk yang sedang libur sekolah.
10. Mengurus rumah tangga adalah kegiatan seseorang yang mengurus rumah tangga tanpa mendapatkan upah, misalnya: ibu- ibu rumah tangga dan anaknya yang membantu mengurus rumah tangga. Sebaliknya pembantu rumah tangga yang mendapatkan upah walaupun pekerjaannya mengurus rumah tangga dianggap bekerja.
11. Kegiatan lainnya adalah kegiatan seseorang selain disebut di atas, yakni mereka yang sudah pensiun, orang-orang yang cacat jasmani (buta, bisu dan sebagainya) yang tidak melakukan sesuatu pekerjaan seminggu terakhir.
12. Pendidikan tertinggi yang ditamatkan adalah tingkat pendidikan yang dicapai seseorang setelah mengikuti pelajaran pada kelas tertinggi suatu tingkatan sekolah dengan mendapatkan tanda tamat (ijazah).
13. Jumlah jam kerja seluruh pekerjaan adalah lamanya waktu dalam jam yang digunakan untuk bekerja dari seluruh pekerjaan, tidak termasuk jam istirahat resmi dan jam kerja yang digunakan untuk hal-hal di luar pekerjaan selama seminggu
https://palembangkota.bps.go.id
Statistik Ketenagakerjaan Kota Palembang Tahun 2023 6
terakhir. Bagi pedagang keliling, jumlah jam kerja dihitung mulai berangkat dari rumah sampai tiba kembali di rumah dikurangi waktu yang tidak merupakan jam kerja, seperti mampir ke rumah famili/kawan dan sebagainya.
14. Lapangan usaha adalah bidang kegiatan dari pekerjaan/ usaha /perusahaan /kantor tempat seseorang bekerja.
15. Jenis pekerjaan/jabatan adalah macam pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang atau ditugaskan kepada seseorang yang sedang bekerja atau yang sementara tidak bekerja.
16. Upah/gaji bersih adalah imbalan yang diterima selama sebulan oleh buruh/karyawan baik berupa uang atau barang yang dibayarkan perusahaan/kantor/majikan. Imbalan dalam bentuk barang dinilai dengan harga setempat. Upah/ gaji bersih yang dimaksud tersebut adalah setelah dikurangi dengan potongan- potongan iuran wajib, pajak penghasilan dan sebagainya.
17. Status pekerjaan adalah jenis kedudukan seseorang dalam melakukan pekerjaan di suatu unit usaha/kegiatan. Mulai tahun 2001 status pekerjaan dibedakan menjadi 7 kategori yaitu:
a. Berusaha sendiri adalah bekerja atau berusaha dengan menanggung risiko secara ekonomis, yaitu dengan tidak kembalinya ongkos produksi yang telah dikeluarkan dalam rangka usahanya tersebut, serta tidak menggunakan pekerja dibayar maupun pekerja tak dibayar, termasuk yang sifat pekerjaannya memerlukan teknologi atau keahlian khusus.
b. Berusaha dibantu buruh tidak tetap / buruh tak dibayar adalah bekerja atau berusaha atas risiko sendiri, dan menggunakan buruh/pekerja tak dibayar dan atau buruh/pekerja tidak tetap.
c. Berusaha dibantu buruh tetap/buruh dibayar adalah berusaha atas risiko sendiri dan mempekerjakan paling sedikit satu orang buruh/pekerja tetap yang dibayar.
d. Buruh/Karyawan/Pegawai adalah seseorang yang bekerja pada orang lain atau instansi/kantor/perusahaan secara tetap dengan menerima upah/gaji baik berupa uang maupun barang. Buruh yang tidak mempunyai majikan tetap, tidak digolongkan sebagai buruh/karyawan, tetapi sebagai pekerja bebas. Seseorang dianggap memiliki majikan tetap jika memiliki 1 (satu) majikan (orang/rumah tangga) yang sama dalam sebulan terakhir. Apabila majikannya instansi/lembaga, boleh lebih dari satu.
https://palembangkota.bps.go.id
Statistik Ketenagakerjaan Kota Palembang Tahun 2023 7
e. Pekerja bebas di pertanian adalah seseorang yang bekerja pada orang lain/majikan/institusi yang tidak tetap (lebih dari 1 majikan dalam sebulan terakhir) di usaha pertanian baik berupa usaha rumah tangga maupun bukan usaha rumah tangga atas dasar balas jasa dengan menerima upah atau imbalan baik berupa uang maupun barang, dan baik dengan sistem pembayaran harian maupun borongan. Usaha pertanian meliputi: pertanian tanaman pangan, perkebunan,kehutanan, peternakan, perikanan dan perburuan, termasuk juga jasa pertanian.
Majikan adalah orang atau pihak yang memberikan pekerjaan dengan pembayaran yang disepakati.
f. Pekerja bebas di nonpertanian adalah seseorang yang bekerja pada orang lain/majikan/institusi yang tidak tetap (lebih dari 1 majikan dalam sebulan terakhir), di usaha nonpertanian dengan menerima upah atau imbalan baik berupa uang maupun barang dan baik dengan sistem pembayaran harian maupun borongan. Usaha nonpertanian meliputi: usaha di sektor pertambangan, industri, listrik, gas dan air, sektor konstruksi/ bangunan, sektor perdagangan, sektor angkutan, pergudangan dan komunikasi, sektor keuangan, asuransi, usaha persewaan bangunan, tanah dan jasa perusahaan, sektor jasa kemasyarakatan, sosial dan perorangan. Huruf e dan f yang dikembangkan mulai pada publikasi 2001, pada tahun 2000 dan sebelumnya dikategorikan pada huruf d dan a (huruf e termasuk dalam d dan huruf f termasuk dalam a).
g. Pekerja keluarga/tak dibayar adalah seseorang yang bekerja membantu orang lain yang berusaha dengan tidak mendapat upah/gaji, baik berupa uang maupun barang. Pekerja tak dibayar tersebut dapat terdiri dari:
1) Anggota rumah tangga dari orang yang dibantunya,Seperti istri / anak yang membantu suaminya / ayahnya bekerja di sawah dan tidak dibayar.
Bukan anggota rumah tangga tetapi keluarga dari orang yang dibantunya, seperti famili yang membantu melayani penjualan di warung dan tidak dibayar.
2) Bukan anggota rumah tangga dan bukan keluarga dari orang yang dibantunya, seperti orang yang membantu menganyam topi pada industri rumah tangga tetangganya dan tidak dibayar.
https://palembangkota.bps.go.id
Statistik Ketenagakerjaan Kota Palembang Tahun 2023 8 1.4 Faktor Penentu
Beberapa faktor perlu dipertimbangkan oleh para pemakai data dalam menginterpretasi dan menganalisis data ketenaga- kerjaan yang tersedia. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan meliputi:
1. Tujuan Survei
Sakernas merupakan survei khusus untuk mengumpulkan data ketenagakerjaan.
Sedangkan SP maupun SUPAS bertujuan untuk mengetahui karakteristik demografi secara umum. Dengan demikian informasi yang dikumpulkan dalam SP dan SUPAS lebih banyak dan beragam, antara lain meliputi data pendidikan, migrasi, keluarga berencana dan ketenagakerjaan. Begitu pula informasi yang dikumpulkan melalui Susenas lebih beragam sifatnya, seperti data pengeluaran/konsumsi, ketenagakerjaan, kesehatan dan perumahan. Perbedaan tujuan survei ini menyebabkan kualitas data ketenagakerjaan antar berbagai survei tersebut relatif berbeda.
2. Faktor Pengali / Penimbang
Data ketenagakerjaan hasil Sakernas Agustus 2023 menggunakan penimbang proyeksi penduduk interim hasil Sensus Penduduk 2020 (SP 2020).
3. Kualitas Petugas Lapangan
Petugas lapangan Sakernas terdiri dari Pengawas dan Pencacah. Pengawas adalah pegawai organik BPS Kab/Kota atau Provinsi (diutamakan lulusan DIII ke atas). Sedangkan pencacah adalah pegawai organik BPS Kab/Kota maupun nonorganik (mitra) BPS yang ditunjuk dan berpendidikan minimal SLTA (diutamakan lulusan DIII ke atas).
4. Perencanaan Kuesioner
Cara menyusun pertanyaan mengenai ketenagakerjaan dalam kuesioner dapat berpengaruh terhadap hasil survei maupun sensus. Ini meliputi bentuk kalimat/pertanyaan yang tertulis, urutan dan alur pertanyaan, pemilihan kata-kata yang tepat dalam pertanyaan, dan banyaknya pertanyaan maupun jenis keterangan yang ditanyakan. Dalam Sakernas, telah diusahakan bentuknya ringkas/sederhana, mudah dimengerti serta pertanyaan pokoknya tidak berubah- ubah.
https://palembangkota.bps.go.id
Statistik Ketenagakerjaan Kota Palembang Tahun 2023 9 5. Waktu Pelaksanaan/Pencacahan
Waktu pelaksanaan lapangan antara Sakernas, Susenas, SP, dan SUPAS berbeda. Hal tersebut dapat menyebabkan perbedaan hasil yang diperoleh karena pengaruh musimannya.
https://palembangkota.bps.go.id
https://palembangkota.bps.go.id
Statistik Ketenagakerjaan Kota Palembang Tahun 2023 10
https://palembangkota.bps.go.id
Statistik Ketenagakerjaan Kota Palembang Tahun 2023 11
https://palembangkota.bps.go.id
Statistik Ketenagakerjaan Kota Palembang Tahun 2023 12
https://palembangkota.bps.go.id
Statistik Ketenagakerjaan Kota Palembang Tahun 2023 13
https://palembangkota.bps.go.id
Statistik Ketenagakerjaan Kota Palembang Tahun 2023 14
https://palembangkota.bps.go.id
Statistik Ketenagakerjaan Kota Palembang Tahun 2023 15
https://palembangkota.bps.go.id
Statistik Ketenagakerjaan Kota Palembang Tahun 2023 16
https://palembangkota.bps.go.id
Statistik Ketenagakerjaan Kota Palembang Tahun 2023 17
https://palembangkota.bps.go.id
Statistik Ketenagakerjaan Kota Palembang Tahun 2023 18
https://palembangkota.bps.go.id
Statistik Ketenagakerjaan Kota Palembang Tahun 2023 19
https://palembangkota.bps.go.id
Statistik Ketenagakerjaan Kota Palembang Tahun 2023 20
https://palembangkota.bps.go.id
Statistik Ketenagakerjaan Kota Palembang Tahun 2023 21
https://palembangkota.bps.go.id
https://palembangkota.bps.go.id
Statistik Ketenagakerjaan Kota Palembang Tahun 2023 22 BAB III
KARAKTERISTIK PENDUDUK USIA KERJA
Berdasarkan UU No. 13 Tahun2003 tentang Ketenagakerjaan, tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan/atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat.
Berdasarkan The Labor Force Concept yang disarankan oleh International Labor Organization (ILO) yang digunakan dalam pengumpulan data ketenagakerjaan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), seseorang dikatakan telah memasuki kategori penduduk usia kerja ketika telah berumur 15 tahun. Oleh karena itu, analisis ketenagakerjaan yang selanjutnya akan digunakan dalam publikasi ini adalah analisis ketenagakerjaan dari penduduk yang berusia 15 tahun keatas. Menurut pengertian diatas, dapat diartikan bahwa setiap penduduk dalam kategori usia kerja dan siap melakukan pekerjaan disebut sebagai tenaga kerja. Akan tetapi, tidak semua penduduk usia kerja masuk sebagai Angkatan kerja. Sebagian dari penduduk usia kerja masuk sebagai bukan Angkatan kerja, yaitu diantaranya mereka yang masih aktif bersekolah, mengurus rumah tangga, atau lainnya seperti tidak mampu lagi melakukan pekerjaan dan sebagainya.
Pada tahun 2023, terdapat sejumlah 1.267.288 jiwa penduduk berusia 15 tahun keatas di Kota Palembang berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS), dari jumlah tersebut sebanyak 630.230 orang atau 49,73 persen diantaranya merupakan penduduk laki-laki dan 50,27 persen sisanya merupakan penduduk perempuan yakni sejumlah 637.028 jiwa. Jumlah penduduk usia kerja di seluruh Provinsi Sumatera Selatan mencapai 6.487.761 orang pada tahun 2023. Artinya, sekitar 19,53 persen tenaga kerja di Provinsi Sumatera Selatan berada di Kota Palembang. Dengan ini, kondisi ketenagakerjaan di Kota Palembang dapat memengaruhi kondisi ketenagakerjaan di Provinsi Sumatera Selatan.
3.1 Penduduk Usia Kerja Produktif
Pembagian penduduk usia kerja menurut kelompok umur menghasilkan informasi tentang penduduk usia produktif. Penduduk pada kelompok 15 – 64 tahun dikatakan sebagai penduduk usia produktif, dalam arti pada rentang usia tersebut sebagian besar penduduk telah mampu terlibat aktif dalam kegiatan yang menghasilkan secara ekonomi.
Sedangkan penduduk usia 0-14 tahun 65 tahun ke atas dikatakan sebagai penduduk usia non produktif, yang lebih banyak bergerak dalam kegiatan lain yang tidak bernilai ekonomi.
https://palembangkota.bps.go.id
Statistik Ketenagakerjaan Kota Palembang Tahun 2023 23
Sumber : Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) Tahun 2023
Gambar 1. Piramida Penduduk Usia Produktif di Kota Palembang 2023
Bentuk piramida yang tergambarkan di atas membentuk piramida penduduk muda (expansive) dan mulai beralih ke bentuk piramida penduduk stasioner (granat). Hal ini terjadi karena jumlah penduduk antar kelompok umur mulai terlihat mempunyai penampang yang hamper seimbangatau samabesar.Peralihan bentuk piramida penduduk ini menggambarkan kondisi Kesehatan masyarakat yang mulai membaik dan juga peralihan umur penduduk ke dalam usia produktif. Seperti diprediksi bahwasanya Indonesia akan mempunyai banyak penduduk usia produktif pada tahun 2030 atau yang lebih dikenal dengan bonus demografi.
15 - 19 20 -24 25 - 29 30 - 34 35 - 39 40 - 44 45 - 49 50 - 54 55 -59 60 - 64 65+
Perempuan Laki-laki
https://palembangkota.bps.go.id
Statistik Ketenagakerjaan Kota Palembang Tahun 2023 24
Tabel 1. Komposisi Penduduk Usia15 Tahun ke Atas Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin di Kota Palembang
Kelompok Umur
Laki-laki Perempuan Total
Jumlah % Jumlah % Jumlah %
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
15 - 19 62.857 9,97 59.524 9,34 122.381 9,66 20 -24 65.993 10,47 63.498 9,97 129.491 10,22 25 - 29 70.868 11,24 68.173 10,70 139.041 10,97 30 - 34 70.116 11,13 67.173 10,54 137.289 10,83 35 - 39 67.476 10,71 65.516 10,28 132.992 10,49 40 - 44 62.698 9,95 61.055 9,58 123.753 9,77 45 - 49 55.126 8,75 55.577 8,72 110.703 8,74 50 - 54 48.248 7,66 51.300 8,05 99.548 7,86 55 -59 40.682 6,46 44.343 6,96 85.025 6,71 60 - 64 32.942 5,23 36.727 5,77 69.669 5,50 65+ 53.224 8,45 64.172 10,07 117.396 9,26 Total 630.230 100 637.058 100 1.267.288 100
Sumber : Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) Tahun 2023
Tabel di atas menunjukkan komposisi penduduk menurut kelompok umur dan jenis kelamin. Terlihat bahwa penduduk Kota Palembang tergolong ke dalam kelompok penduduk pertengahan dengan persentase terbesar ada pada kelompok umur 25 – 29 tahun yaitu sebesar 13,52 persen. Jika dilihat dari rasio jenis kelamin, diketahui bahwa rasio jenis kelamin penduduk usia produktif adalah sebesar 98,92 yang artinya ada 99 orang penduduk laki-laki untuk setiap 100 orang penduduk perempuan usia produktif.
Hal tersebut menunjukkan bahwa perempuan sedikit lebih banyak dibandingkan laki-laki yang berusia produktif serta lebih banyak Perempuan yang masuk ke dalam Angkatan kerja,
3.2 Rasio Ketergantungan
Selain jenis kelamin, struktur umur juga memengaruhi kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Struktur umur memengaruhi rasio ketergantungan di dalam suatu masyarakat. Semakin banyak tanggungan ekonomi dalam suatu rumah tangga, maka akan semakin kecil juga share pendapatan per kapita di dalam rumah tangga tersebut.
https://palembangkota.bps.go.id
Statistik Ketenagakerjaan Kota Palembang Tahun 2023 25
Perubahan struktur demografi (umur dan jenis kelamin) akan berpengaruh terhadap rasio ketergantungan.
Rasio Ketergantungan (Dependency Ratio) adalah perbandingan antara jumlah penduduk umur 0-14 tahun, ditambah dengan jumlah penduduk 65 tahun ke atas (keduanya disebut dengan bukan angkatan kerja) dibandingkan dengan jumlah penduduk usia 15-64 tahun (angkatan kerja). Rasio ketergantungan (dependency ratio) dapat digunakan sebagai indikator yang secara kasar dapat menunjukkan keadaan ekonomi suatu negara apakah tergolong negara maju atau negara yang sedang berkembang. Dependency ratio merupakan salah satu indikator demografi yang penting.
Semakin tinggi persentase dependency ratio menunjukkan semakin tinggi beban yang harus ditanggung penduduk usia produktif untuk membiayai hidup penduduk yang belum produktif dan tidak produktif lagi. Sedangkan persentase dependency ratio yang semakin rendah menunjukkan semakin rendah beban yang ditanggung penduduk yang produktif untuk membiayai penduduk yang belum produktif dan tidak produktif lagi.
Tabel 2. Rasio Ketergantungan di Kota Palembang Tahun 2023
Rasio Ketergantungan 2023
(1) (2)
Rasio Ketergantungan anak-anak 38,46
Rasio Ketergantungan manula 10,14
Rasio Ketergantungan Total 48,60
Sumber: Proyeksi Penduduk Kab/Kota Tahun 2020 – 2035 (Berdasarkan Hasil SP2020)
Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa rasio ketergantungan di Kota Palembang sebesar 48,60 artinya dari setiap 100 orang penduduk usia produktif, mempunyai tanggungan sebanyak 48 – 49 orang yang belum produktif (anak-anak) dan dianggap tidak produktif lagi (manula). Rasio ketergantungan anak – anak lebih besar jika dibandingkan rasio ketergantungan manula, artinya tanggungan penduduk usia produktif lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan anak – anaknya.
3.3 Kegiatan Utama Penduduk
Penduduk usia kerja dapat dijabarkan menurut kegiatan utamanya menjadi penduduk yang bekerja, pengangguran, sekolah, mengurus rumah tangga dan lainnya.
Lebih lanjut penduduk yang bekerja dan pengangguran dikategorikan sebagai angkatan
https://palembangkota.bps.go.id
Statistik Ketenagakerjaan Kota Palembang Tahun 2023 26
kerja, sedangkan penduduk dengan kegiatan utama selain kedua kategori tersebut, dikatakan sebagai bukan angkatan kerja.
Tabel 3. Penduduk Usia 15 Tahun ke Atas Menurut Kegiatan Utama dan Jenis Kelamin di Kota Palembang Tahun 2023
Kegiatan Utama Jenis Kelamin Total Persentase
Laki-Laki Perempuan
(1) (2) (3) (4) (5)
Angkatan Kerja 517.612 337.894 855.506 67,51
Bekerja 479.045 312.360 791.405 92,51
Pengangguran 38.567 25.534 64.101 7,49
Bukan Angkatan Kerja 112.618 299.164 411.782 32,49
Sekolah 44.253 51.329 95.582 23,21
Mengurus Rumah Tangga 28.900 226.185 255.085 61,95
Lainnya 39.465 21.650 61.115 14,84
Penduduk Usia Produktif 630.230 637.058 1.267.288 100,00 Sumber : Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) Tahun 2023
Angkatan kerja di Kota Palembang Tahun 2023 mencapai 67,51 persen dari seluruh penduduk usia kerja, yaitu sebanyak 855.506 orang. Dari seluruh angkatan kerja di Kota Palembang, 791.045 orang (92,51 persen) bekerja dan 64.101 orang (7,49 persen) pengangguran. Sementara itu, sebanyak 411.782 jiwa (32,49 persen) adalah penduduk 15 tahun ke atas yang tidak termasuk angkatan kerja (bersekolah, mengurus rumah tangga dan melakukan kegiatan lainnya), masing- masing dengan persentase 23,21 persen, 61,95 persen dan 14,84 persen.
Bila dibagi berdasarkan jenis kelamin, pola persebaran penduduk perempuan per jenis kegiatan utama tidak jauh berbeda dengan pola keseluruhan populasi, yaitu Sebagian besar bekerja dan mengurus rumah tangga. Di populasi penduduk laki-laki, kegiatan utama sebagian besar penduduk setelah bekerja adalah bersekolah.
Sementara itu perbandingan persentase penduduk perjenis kegiatan utama antara penduduk laki-laki dan perempuan masih cukup berimbang, kecuali untuk kegiatan bekerja yang lebih didominasi oleh laki-laki yaitu sebesar 60,50 persen berbanding 39,50 persen penduduk perempuan. Selain itu kegiatan yang juga cukup timpang komposisinya adalah kegiatan mengurus rumah tangga yang didominasi perempuan yaitu 88,67 persen, sedangkan laki-laki hanya sebesar 11,33 persen.
https://palembangkota.bps.go.id
https://palembangkota.bps.go.id
Statistik Ketenagakerjaan Kota Palembang Tahun 2023 27 BAB IV
KARAKTERISTIK ANGKATAN KERJA
Jumlah angkatan kerja Kota Palembang pada tahun 2023 sebanyak 855.506 orang yang terdiri dari 517.612 orang laki-laki dan sebanyak 337.894 orang perempuan.
Seperti yang ditunjukkan pada tabel di bawah, penduduk perempuan yang bekerja lebih sedikit daripada penduduk laki- laki bekerja, yaitu 312.360 (39,47 persen) perempuan dibandingkan 479.045 (60,53 persen) laki-laki. Dilihat dari persentase penganggur, penduduk laki-laki lebih banyak daripada perempuan dengan perbandingan 60,17 persen laki-laki berbanding 39,83 persen pengganggur perempuan. Angka pengangguran yang mencapai 7,49 persen dari total angkatan kerja mengindikasikan keterlibatan penduduk dalam dunia kerja belum optimal. Oleh karena itu diperlukan kebijakan untuk memperluas kesempatan kerja agar penduduk sebagai salah satu komponen faktor produksi yang potensial lebih berdaya guna dalam kegiatan ekonomi.
Tabel 4. Angkatan Kerja dan TPAK menurut Kegiatan Utama dan Jenis Kelamin di Kota Palembang Tahun 2023
Kegiatan Utama Jenis Kelamin Total
Laki-Laki Perempuan
(1) (2) (3) (4)
Angkatan Kerja 517.612 337.894 855.506
% 60,50 39,50 100
Bekerja 479.045 312.360 791.405
% 60,53 39,47 100
Pengangguran 38.567 25.534 64.101
% 60,17 39,83 100
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja 82,13 53,04 67,51 Sumber : Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) Tahun 2023
Proporsi angkatan kerja terhadap penduduk usia kerja menghasilkan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK). Indikator ini menggambarkan penduduk yang terlibat secara aktif dalam kegiatan ekonomi. Pada tahun 2023, TPAK Kota Palembang tercatat sebesar 67,51 persen. Angka tersebut berarti, dari 100 orang penduduk usia kerja sekitar 67 – 68 orang diantaranya merupakan angkatan kerja, atau sekitar 67 persen dari penduduk usia kerja aktif secara ekonomi. Jika ditinjau menurut jenis kelamin, TPAK perempuan jauh lebih rendah dibandingkan laki-laki yaitu 53,04 persen berbanding 82,13
https://palembangkota.bps.go.id
Statistik Ketenagakerjaan Kota Palembang Tahun 2023 28
persen. Angkatan kerja dan tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) menurut jenis kelamin dapat dilihat pada tabel di atas.
4.1 Angkatan Kerja Menurut Kelompok Umur
Salah satu faktor yang menentukan tinggi rendahnya tingkat partisipasi angkatan kerja adalah faktor umur dan pendidikan.Untuk memberikan gambaran lebih jauh tentang TPAK, berikut ditampilkan tabel- tabel TPAK berdasarkan kelompok umur, tingkat pendidikan dan jenis kelamin di Kota Palembang.
Selaras dengan hipotesis tentang siklus kehidupan (life cycle) dalam ketenagakerjaan, manusia pada usia muda dan usia lanjut adalah kurang produktif.
Sehingga jika digambarkan dalam bentuk grafik, TPAK menurut kelompok umur akan memperlihatkan pola U terbalik. TPAK rendah pada usia sekolah (15-19 tahun) yaitu 32,30 persen, kemudian naik sejalan dengan bertambahnya umur dan kembali turun sehingga mencapai titik terendah pada kelompok 65 tahun ke atas yaitu sebesar 36,11 persen. Laki-laki lebih banyak yang berpartisipasi aktif di Angkatan kerja dibandingkan perempuan, padahal jika dilihat pada komposisi penduduk usia produktif sebelumnya diketahui lebih banyak penduduk perempuan dibandingkan laki-laki. Salah satu faktornya adalah budaya patriarki di Indonesia, dimana penduduk laki-laki berperan aktif sebagai kepala keluarga dan tulang punggung. Jika kita perhatikan dari komposisi umur, mulai dari usia 25 tahun ke atas sampai dengan usia 50 – 59 tahun, penduduk laki-laki hamper semuanya berpartisipasi aktif sebagai Angkatan kerja ditunjukkan dengan nilai TPAK di atas 90 persen, bahkan mencapai 100 persen di kelompok umur 35 – 39 tahun. Angkatan kerja dan TPAK menurut kelompok umur dan jenis kelamin dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
https://palembangkota.bps.go.id
Statistik Ketenagakerjaan Kota Palembang Tahun 2023 29
Tabel 5. TPAK menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin di Kota Palembang Tahun 2023
Kelompok Umur AK Laki-laki AK Perempuan AK Total Jumlah TPAK Jumlah TPAK Jumlah TPAK
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
15 - 19 21.726 34,56 17.677 29,70 39.403 32,20 20 - 24 53.439 80,98 40.211 63,33 93.650 72,32 25 - 29 69.327 97,83 46.363 68,01 115.690 83,21 30 - 34 66.879 95,38 34.986 52,08 101.865 74,20 35 - 39 67.260 99,68 35.910 54,81 103.170 77,58 40 - 44 61.137 97,51 33.086 54,19 94.223 76,14 45 - 49 52.605 95,43 36.097 64,95 88.702 80,13 50 - 54 41.526 86,07 35.027 68,28 76.553 76,90 55 - 59 35.386 86,98 26.186 59,05 61.572 72,42 60 - 64 20.776 63,07 17.513 47,68 38.289 54,96 65+ 27.551 51,76 14.838 23,12 42.389 36,11 Total 517.612 82,13 337.894 53,04 855.506 67,51 Sumber : Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) Tahun 2023
Puncak TPAK Kota Palembang tahun 2023 terdapat pada rentang usia 25 – 29 tahun sebesar 83,21 persen. Dengan kata lain, penduduk pada kelompok umur 25 – 29 tahun lah yang paling aktif secara ekonomi. Pada semua kelompok umur, TPAK laki-laki lebih besar daripada perempuan. TPAK laki-laki sangat tinggi pada kisaran usia 25 – 29 tahun dengan puncak pada kelompok umur 35 – 39 tahun yaitu mencapai 99,68 persen.
Sementara TPAK perempuan mencapai puncak pada kelompok umur 50 – 54 tahun sebesar 68,28 persen. TPAK laki-laki hampir dua kali lipat dari TPAK perempuan yang dapat dilihat pada gambar berikut ini.
https://palembangkota.bps.go.id
Statistik Ketenagakerjaan Kota Palembang Tahun 2023 30
Sumber : Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) Tahun 2023
Gambar 2. TPAK menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin di Kota Palembang Tahun 2023
4.2 Angkatan Kerja Menurut Tingkat Pendidikan
Undang-undang SISDIKNAS No. 20 tahun 2003, menyebutkan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensipotensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (Undang-undang No.20 Tahun 2003 : 3). Pengertian diatas mengindikasikan betapa peranan pendidikan sangat besar dalam mewujudkan manusia yang utuh dan mandiri serta menjadi manusia yang mulia dan bermanfaat bagi lingkungannya.
Salah satu faktor yang menentukan tinggi rendahnya tingkat partisipasi angkatan kerja adalah faktor pendidikan. Tingkat pendidikan sangat berpengaruh terhadap partisipasi seseorang dalam perekonomian. Artinya semakin tinggi Pendidikan yang ditamatkan semakin tinggi motivasinya terjun ke pasar kerja untuk mengaplikasikan ilmu dan keterampilan yang dimilikinya. Dalam menganalisis kecenderungan seseorang untuk terjun ke dalam dunia kerja berdasarkan Pendidikan, maka akan disajikan tabel Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) menurut jenjang Pendidikan terakhir yang ditamatkan.
0,00 20,00 40,00 60,00 80,00 100,00 120,00
15 - 19 20 -24 25 - 29 30 - 34 35 - 39 40 - 44 45 - 49 50 - 54 55 -59 60 - 64 65+
AK Laki-laki AK Perempuan AK Total
https://palembangkota.bps.go.id
Statistik Ketenagakerjaan Kota Palembang Tahun 2023 31
Tabel 6. TPAK menurut Tingkat Pendidikan dan Jenis Kelamin di Kota Palembang Tahun 2023
Pendidikan Laki-laki Perempuan Total
Jumlah TPAK Jumlah TPAK Jumlah TPAK
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
Tidak/belum tamat SD 39.295 76,97 29.644 50,24 68.939 62,80 SD/MI/SDLB/Paket A 70.675 88,44 40.008 46,40 110.683 66,68 SMP/MTs/SMPLB/Paket B 58.248 67,30 34.707 33,44 92.955 49,36 SMA/MA/SMLB/Paket C 144.580 83,12 86.025 50,17 230.605 66,74
SMK / MAK 60.316 84,62 34.898 69,69 95.214 78,32
Diploma I/II/III 18.068 88,21 14.019 54,54 32.087 68,86 Diploma IV 3.040 100,00 1.070 100,00 4.110 100,00
S1 70.042 88,58 58.011 73,11 128.053 80,78
S2 13.673 81,77 13.290 87,92 26.963 84,69
S3 1.108 100,00 688 100,00 1.796 100,00
Total 479.045 82,13 312.360 53,04 791.405 67,51 Sumber : Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) Tahun 2023
Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa TPAK tertinggi bagi penduduk laki-laki yaitu di jenjang Pendidikan Diploma IV dan S3, seperti halnya perempuan. Hal ini menunjukkan bahwa laki-laki cenderung mulai bekerja sebelum menamatkan Pendidikan tertinggi, sementara perempuan mulai aktif dalam kegiatan ekonomi setelah menyelesaikan jenjang Pendidikan SMK/MAK dan perkuliahan (Diploma I/II/III/IV dan Universitas). Secara umum, TPAK Angkatan kerja laki-laki jauh lebih tinggi dibandingkan perempuan di semua jenjang Pendidikan. Menunjukkan bahwa tingginya Pendidikan perempuan belum tentu mendorong mereka masuk ke dunia pekerjaan, kebanyakan memilih untuk merelakan pekerjaan dan mengurus rumah tangga.
https://palembangkota.bps.go.id
Statistik Ketenagakerjaan Kota Palembang Tahun 2023 32
Sumber : Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) Tahun 2023
Gambar 3. TPAK menurut Jenjang Pendidikan Terakhir dan Jenis Kelamin di Kota Palembang Tahun 2023
Berdasarkan gambar di atas terlihat bahwa TPAK laki-laki dan perempuan mempunyai pola yang hampir sama antara laki-laki dan perempuan. TPAK laki-laki jauh lebih tinggi dibandingkan TPAK perempuan.
0,00 20,00 40,00 60,00 80,00 100,00 120,00
Laki-laki Perempuan Total
https://palembangkota.bps.go.id
https://palembangkota.bps.go.id
Statistik Ketenagakerjaan Kota Palembang Tahun 2023 33 BAB V
KARAKTERISTIK PENDUDUK BEKERJA
Bekerja adalah kegiatan melakukan pekerjaan dengan maksud memperoleh/
membantu mendapatkan penghasilan atau keuntungan paling sedikit selama satu jam dalam seminggu yang lalu. Bekerja selama satu jam tersebut harus dilakukan berturut- turut dan tidak terputus. Penghasilan atau keuntungan mencakup upah/gaji/pendapatan termasuk semua tunjangan dan bonus bagi pekerja/karyawan/pegawai dan hasil usaha berupa sewa, bunga atau keuntungan, baik berupa uang atau barang bagi pengusaha.
Persentase penduduk yang bekerja terhadap angkatan kerja disebut Tingkat Kesempatan Kerja (TKK) yang menggambarkan peluang seorang calon pekerja untuk meggantikan posisi yang tersedia saat ini. Pada Agustus 2023 TKK penduduk Kota Palembang adalah sebesar 92,51 persen. Hal ini berarti pada setiap 100 orang angkatan kerja ada 92 – 93 orang penduduk yang bekerja atau dengan kata lain, peluang calon pekerja untuk menggantikan posisi yang tersedia pada Agustus 2023 sebesar 92,50 persen.
5.1 Penduduk Bekerja menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin
Jika ditinjau dari kelompok umur dan jenis kelamin, dapat dilihat bahwa TKK meningkat seiring dengan bertambahnya umur. Dibedakan menurut jenis kelamin, secara umum TKK perempuan tidak jauh berbeda dibandingkan dengan TKK laki-laki yaitu sebesar 92,44 persen berbanding 92,55 persen. Penduduk perempuan yang memiliki TKK paling rendah adalah penduduk pada kelompok umur 15-19 tahun yaitu sebesar 73,09 persen dan pada laki-laki juga kelompok umur 15-19 merupakan kelompok umur dengan TKK paling rendah yaitu 59,99 persen. Ternyata, meskipun TPAK laki-laki jauh lebih tinggi dibandingkan perempuan, tetapi TKK perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Artinya Wanita mempunyai peluang yang sama untuk terjun ke dalam dunia kerja, mendukung kesetaraan gender dalam ketenagakerjaan.
https://palembangkota.bps.go.id
Statistik Ketenagakerjaan Kota Palembang Tahun 2023 34
Tabel 7. Tingkat Kesempatan Kerja (TKK) menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin di Kota Palembang Tahun 2023
Kelompok Umur Laki-laki Perempuan Total
Jumlah TKK Jumlah TKK Jumlah TKK
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
15 - 19 13.033 59,99 12.920 73,09 25.953 65,87 20 -24 45.591 85,31 30.992 77,07 76.583 81,78 25 - 29 59.702 86,12 40.914 88,25 100.616 86,97 30 - 34 63.058 94,29 32.906 94,05 95.964 94,21 35 - 39 66.442 98,78 35.221 98,08 101.663 98,54 40 - 44 59.509 97,34 33.086 100,00 92.595 98,27 45 - 49 50.364 95,74 35.379 98,01 85.743 96,66 50 - 54 40.705 98,02 33.915 96,83 74.620 97,47 55 -59 33.824 95,59 25.092 95,82 58.916 95,69 60 - 64 19.266 92,73 17.097 97,62 36.363 94,97 65+ 27.551 100,00 14.838 100,00 42.389 100,00 Total 479.045 92,55 312.360 92,44 791.405 92,51 Sumber : Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) Tahun 2023
Penduduk usia 15-19 tahun di Indonesia kebanyakan masih mengikuti jenjang persekolahan di tingkat menengah atas atau pendidikan tinggi, hal tersebut juga menjadi penyebab TKK pada usia tersebut jauh lebih rendah karena harus bersaing dengan penduduk yang lebih berpengalaman. Batas usia minimal untuk kategori pekerja yang berbahaya atau berisiko ialah 18 tahun menurut Pasal 68 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003. Hal ini sesuai dengan undang- undang yang memberikan larangan bagi pengusaha atau perusahaan yang melibatkan anak-anak untuk mengerjakan pekerjaan yang buruk.
Lantas, seperti apa pekerjaan buruk yang dimaksud? Pekerjaan yang buruk, seperti perbudakan serta pekerjaan yang menawarkan atau mengeksploitasi anak untuk melakukan pelacuran, pertunjukan pornografi, dan yang lainnya. Selain itu, berbagai jenis pekerjaan yang erat kaitannya dengan judi, menyediakan serta melibatkan anak dalam jual beli narkoba, minuman keras, dan sejumlah zat adiktif lain juga dilarang.
Berbagai pekerjaan tersebut tentu saja akan membahayakan kesehatan dan keselamatan moral sang anak.
Dalam konteks lain, peraturan mencatat adanya batas usia minimal bagi pekerja dalam kategori pekerjaan berisiko atau berbahaya. Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 1999 tentang Pengesahan ILO Convention No. 182
https://palembangkota.bps.go.id
Statistik Ketenagakerjaan Kota Palembang Tahun 2023 35
Concerning The Prohibition and Immediate Action for The Elimination of The Worst Forms of Child Labor, batas usia minimum untuk kategori pekerjaan ini adalah 18 tahun.
Ini membatasi pengusaha atau perusahaan untuk melibatkan anak-anak dalam pekerjaan yang berbahaya atau berisiko tinggi. Pekerjaan buruk dalam konteks ini mencakup berbagai situasi yang dapat merugikan anak, seperti perbudakan, eksploitasi dalam hal prostitusi atau pertunjukan pornografi, serta pekerjaan lain yang merugikan moral dan kesejahteraan anak. Pekerjaan yang erat kaitannya dengan judi, atau yang memfasilitasi penjualan atau penggunaan narkoba dan zat adiktif lainnya juga termasuk dalam kategori ini.
Sejalan dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, pekerja di bawah 18 tahun tidak diperbolehkan untuk mengoperasikan peralatan berbahaya atau mesin, termasuk namun tidak terbatas pada mesin pemotong, mesin jahit, lift, dan mesin rajut. Anak-anak juga dilarang untuk mengangkat beban berat, dengan batas maksimum 12 kg bagi anak laki-laki dan 10 kg bagi anak perempuan. Larangan ini juga meluas ke pekerjaan yang terpapar debu, kimia berbahaya, suhu ekstrem, kebisingan tingkat tinggi, dan lingkungan kerja berbahaya lainnya. Terlebih lagi, berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, anak-anak dilarang untuk melakukan pekerjaan di bawah tanah, seperti pekerjaan konstruksi. Pekerja yang berusia dibawah 18 tahun juga dilarang untuk bekerja lembur pada pukul 11 malam hingga 7 pagi.
Sumber : Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) Tahun 2023
Gambar 4. TKK menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin di Kota Palembang Tahun 2023
55,00 60,00 65,00 70,00 75,00 80,00 85,00 90,00 95,00 100,00
15 - 19 20 -24 25 - 29 30 - 34 35 - 39 40 - 44 45 - 49 50 - 54 55 -59 60 - 64 65+
Laki-laki Perempuan Total
https://palembangkota.bps.go.id
Statistik Ketenagakerjaan Kota Palembang Tahun 2023 36
Berdasarkan grafik di atas terihat bahwa TKK laki-laki dan Perempuan mempunyai pola yang hampir sama, akan tetapi TKK perempuan sedikit lebih besar dibandingkan laki-laki. TKK mulai menanjak di kelompok umur 30 – 34 tahun dan terus menanjak di kelompok umur yang lebih tua.
5.2 Penduduk Bekerja menurut Pendidikan Tertinggi dan Jenis Kelamin
Menurut tingkat pendidikan yang ditamatkan, TKK laki-laki maupun TKK perempuan menunjukkan pola yang sama tinggi, pada kelompok penduduk berpendidikan rendah (tidak atau belum tamat SD), dan kemudian menurun pada tingkat- tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Hal ini disebabkan pasar kerja untuk tenaga kerja tidak terdidik (informal) lebih tersedia dibandingkan dengan tenaga kerja terdidik (formal).
Seperti terlihat pada tabel di bawah, TKK tertinggi adalah tenaga kerja dengan status tidak atau belum tamat SD, kemudian diikuti dengan yang memiliki ijazah SD/MI/Paket A yaitu masing-masing 96,63 persen untuk tidak atau belum tamat SD dan 95,21 persen untuk tamat SD sederajat. Untuk pekerja yang menamatkan tingkat pendidikan Diploma IV diperoleh TKK sebesar 85,64 persen, artinya dari 100 angkatan kerja yang berpendidikan Diploma I/II/III/Akademi terdapat 85-86 orang berpendidikan Diploma IV yang ini merupakan TKK terendah di Kota Palembang dan untuk yang berijazah S2 dan S3 memiliki TKK sebesar 100 persen.
Tabel 8. Tingkat Kesempatan Kerja (TKK) menurut Jenjang Pendidikan Terakhir yang Ditamatkan dan Jenis Kelamin di Kota Palembang Tahun 2023 Kelompok Umur Laki-laki Perempuan Total
Jumlah TKK Jumlah TKK Jumlah TKK
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
Tidak/belum tamat SD 39.295 95,67 29.644 97,94 68.939 96,63 SD/MI/SDLB/Paket A 70.675 94,99 40.008 95,58 110.683 95,21 SMP/MTs/SMPLB/Paket B 58.248 92,65 34.707 98,64 92.955 94,80 SMA/MA/SMLB/Paket C 144.580 89,82 86.025 89,57 230.605 89,73
SMK / MAK 60.316 89,99 34.898 86,42 95.214 88,65
Diploma I/II/III 18.068 98,26 14.019 91,22 32.087 95,05
Diploma IV 3.040 100,00 1.070 60,83 4.110 85,64
S1 70.042 93,30 58.011 92,00 128.053 92,71
S2 13.673 100,00 13.290 100,00 26.963 100,00
S3 1.108 100,00 688 100,00 1.796 100,00
Total 479.045 92,55 312.360 92,44 791.405 92,51 Sumber : Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) Tahun 2023
https://palembangkota.bps.go.id
Statistik Ketenagakerjaan Kota Palembang Tahun 2023 37
Secara umum TKK untuk semua jenjang pendidikan mempunyai nilai yang hampir sama tinggi. Selain itu, jika ditinjau dari jenis kelamin antara laki-laki dan perempuan di semua jenjang pendidikan memiliki karakteristik yang hampir sama. Menariknya, TKK untuk penduduk dengan jenjang pendidikan Diploma IV mempunyai nilai terkecil yaitu sebesar 85,64 persen dibandingkan jenjang pendidikan lainnya. Sementara itu, untuk penduduk yang S2 dan S3 justru mempunyai TKK 100 persen. Hanya saja memang untuk jenis pekerjaannya berbeda antar jenjang pendidikannya, dimana penduduk dengan tingkat pendidikan yang lebih rendah cenderung lebih banyak bekerja di sektor informal.
Sumber : Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) Tahun 2023
Gambar 5. TKK menurut Jenjang Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan dan Jenis Kelamin di Kota Palembang Tahun 2023
Dari grafik diatas terlihat bahwa TKK penduduk antar jenjang pendidikan yang berbeda mempunyai nilai yang hampir sama tinggi. Hal tersebut menunjukkan keragaman pekerjaan penduduknya. Selain itu, menunjukkan bahwa apapun jenjang pendidikan yang ditamatkan mempunyai peluang yang hampir sama besar untuk mendapatkan pekerjaan.
5.3 Penduduk Bekerja menurut Lapangan Usaha dan Status Pekerjaan Utama Pada Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) lapangan usaha utama yang didiseminasikan untuk level Kabupaten/Kota terbagi ke dalam 3 (tiga) kategori, yaitu pertanian, industri, dan jasa. Pertanian yang dimaksud mencakup kegiatan perikanan,
55,00 60,00 65,00 70,00 75,00 80,00 85,00 90,00 95,00 100,00
Laki-laki Perempuan Total
https://palembangkota.bps.go.id
Statistik Ketenagakerjaan Kota Palembang Tahun 2023 38
peternakan, perkebunan, dan sejenisnya. Industri yang dimaksud adalah industri manufaktur atau pengolahan. Sementara itu, jasa yang dimaksud mencakup penyediaan akomodasi, makan, minum; perdagangan dan reparasi kendaraan bermotor;
pengangkutan dan pergudangan, dll.
Tabel 9. Penduduk Bekerja menurut Lapangan Usaha Utama dan Jenis Kelamin di Kota Palembang Tahun 2023
Lapangan Usaha Utama Jenis Kelamin
Total Laki-laki Perempuan
(1) (2) (3) (4)
Pertanian 16.826 7.038 23.864
% 3,51 2,25 3,02
Industri 139.117 40.838 179.955
% 29,04 13,07 22,74
Jasa 323.102 264.484 587.586
% 67,45 84,67 74,25
Total 479.045 312.360 791.405
Sumber : Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) Tahun 2023
Dari tabel di atas, terlihat bahwa lapangan usaha utama penduduk yang bekerja di Kota Palembang didominasi oleh Sektor Jasa, meliputi penyediaan akomodasi /makan/minum, perdagangan dan reparasi kendaraan bermotor, pengangkutan dan pergudangan, serta aktivitas jasa lainnya. Untuk penduduk laki-laki dan perempuan mempunyai kecenderungan yang hampir sama, hanya saja bagi penduduk laki-laki lebih banyak yang bekerja di sektor pertanian dan industri dibandingkan penduduk perempuan. Sedangkan, penduduk perempuan lebih banyak yang bekerja di sektor jasa dibandingkan dengan penduduk laki-laki
https://palembangkota.bps.go.id
Statistik Ketenagakerjaan Kota Palembang Tahun 2023 39
Sumber : Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) Tahun 2023
Gambar 6. Penduduk Bekerja menurut Lapangan Usaha Utama di Kota Palembang Tahun 2023 (Persentase)
Untuk melihat seseorang bekerja di sektor formal atau informal, salah satunya dapat dilihat dari status pekerjaan utama nya. Seseorang dikatakan bekerja di sektor informal jika dia berstatus berusaha sendiri, pekerja bebas atau pekerja tidak dibayar.
Selain dari status pekerjaan tersebut maka dianggap bekerja di sektor formal.
Tabel 10. Penduduk Bekerja menurut Status dalam Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin di Kota Palembang Tahun 2023
Status Pekerjaan Utama Jenis Kelamin Total Persentase Laki-laki Perempuan
(1) (2) (3) (4) (5)
Berusaha Sendiri 106.983 63.953 170.936 21,60
Berusaha dibantu pekerja tidak
tetap/pekerja keluarga/tidak dibayar 33.248 30.830 64.078 8,10 Berusaha dibantu pekerja tetap dan
dibayar 18.717 5.605 24.322 3,07
Buruh/karyawan/pegawai 253.989 162.993 416.982 52,69
Pekerja Bebas 41.941 6.811 48.752 6,16
Pekerja keluarga/tidak dibayar 24.167 42.168 66.335 8,38 Total 479.045 312.360 791.405 100,00 Sumber : Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) Tahun 2023
3,02
22,74
74,25
Pertanian Industri Jasa
https://palembangkota.bps.go.id
Statistik Ketenagakerjaan Kota Palembang Tahun 2023 40
Dilihat berdasarkan status dalam pekerjaan utama, pekerja dengan status buruh/karyawan/pegawai memiliki persentasi status pekerjaan yang tinggi dibandingkan dengan status pekerjaan lainnya yaitu sebesar 52,69 persen. Sedangkan berusaha sendiri, berusaha dibantu buruh tidak tetap/buruh tidak dibayar dan pekerja keluarga/tak dibayar yaitu berturut- turut sebesar 21,60 persen, 8,10 persen dan 8,38 persen, sedang porsi terkecil adalah berusaha dibantu buruh tetap/butuh dibayar meliputi 3,07 persen dan pekerja bebas sebesar 6,16 persen dari seluruh penduduk bekerja.
Mengingat pekerja laki-laki jauh lebih banyak daripada perempuan, maka pola persebaran pekerja menurut status pekerjaan secara umum memiliki status pekerja yang berbeda dengan perempuan, dimana pola pesebaran status pekerjaan pada perempuan yang mencolok yaitu pada status pekerjaan berusaha sendiri, buruh/karyawan/pegawai, pekerja bebas dan pekerja keluarga/tak dibayar. Perbedaan pola persebaran pekerja yang paling mencolok tampak pada status pekerjaan penduduk perempuan sebagai pekerja keluarga/tak dibayar yang mencapai 13,50 persen dari seluruh pekerja, berbanding 5,04 persen pada pekerja laki-laki.
Sumber : Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) Tahun 2023
Gambar 7. Penduduk Bekerja menurut Status Pekerjaan Utama di Kota Palembang Tahun 2023
22%
8%
3%
53%
6% 8%
Berusaha Sendiri
Berusaha dibantu pekerja tidak tetap/pekerja keluarga/tidak dibayar
Berusaha dibantu pekerja tetap dan dibayar
Buruh/karyawan/pegawai
Pekerja Bebas
Pekerja keluarga/tidak dibayar
https://palembangkota.bps.go.id
https://palembangkota.bps.go.id
Statistik Ketenagakerjaan Kota Palembang Tahun 2023 41 BAB VI
KARAKTERISTIK PENGANGGURAN
Secara umum, pengertian pengangguran adalah orang yang tidak mempunyai pekerjaan. Pengertian lainnya, pengangguran adalah sebutan untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari 2 hari selama seminggu, atau sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak.
Indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat pengangguran adalah Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur tenaga kerja yang tidak terserap oleh pasar kerja dan menggambarkan kurang termanfaatkannya pasokan tenaga kerja.TPT hasil Sakernas Agustus 2023 sebesar 7,49 persen. Hal ini berarti dari 100 orang angkatan kerja, terdapat sekitar delapan orang penganggur. Pada Agustus 2023, TPT mengalami penurunan sebesar 0,71 persen poin dibandingkan Agustus 2022.
Sumber : Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) Tahun 2023
Gambar 8. TPT menurut Jenis Kelamin di Kota Palembang Tahun 2023
6.1 Pengangguran Terbuka
Pengangguran dalam kajian ini didefinisikan sebagai penduduk yang sedang mencari kerja atau mempersiapkan usaha, dan penduduk yang tidak sedang mencari kerja atau tidak mempersiapkan usaha karena sudah putus asa untuk mendapatkan pekerjaan atau sudah diterima bekerja tetapi belum mulai bekerja. Secara sederhana analisis tentang pengangguran didekati dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)
10,37
9,14
7,45 9,74
6,76
7,56 10,11
8,2 7,49
0 2 4 6 8 10 12
2021 2022 2023
Laki-laki Perempuan Total
https://palembangkota.bps.go.id
Statistik Ketenagakerjaan Kota Palembang Tahun 2023 42
yaitu perbandingan jumlah orang yang menganggur terhadap total angkatan kerja, dan Tingkat Setengah Pengangguran (TSP).
Jumlah pengangguran Kota Palembang tahun 2023 sebanyak 64.101 orang yang terdiri dari 38.567 orang laki-laki dan 25.534 orang perempuan. TPT secara keseluruhan sebesar 7,49 persen yang berarti dari 100 penduduk yang termasuk angkatan kerja, terdapat sekitar 7 – 8 orang pengangguran. Dibedakan menurut jenis kelamin, TPT laki- laki sedikit lebih rendah daripada perempuan yaitu sebesar 7,45 persen dan TPT perempuan adalah sebesar 7,56 persen, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel di bawah ini.
Tabel 11. Pengangguran menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin di Kota Palembang Tahun 2023
Kelompok Umur Laki-laki Perempuan Total Jumlah TPT Jumlah TPT Jumlah TPT
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
15 - 19 8.693 40,01 4.757 26,91 13.450 34,13
20 -24 7.848 14,69 9.219 22,93 17.067 18,22
25 - 29 9.625 13,88 5.449 11,75 15.074 13,03
30 - 34 3.821 5,71 2.080 5,95 5.901 5,79
35 - 39 818 1,22 689 1,92 1.507 1,46
40 - 44 1.628 2,66 0 0,00 1.628 1,73
45 - 49 2.241 4,26 718 1,99 2.959 3,34
50 - 54 821 1,98 1.112 3,17 1.933 2,53
55 -59 1.562 4,41 1.094 4,18 2.656 4,31
60 - 64 1.510 7,27 416 2,38 1.926 5,03
65+ 0 0,00 0 0,00 0 0,00
Total 38.567 7,45 25.534 7,56 64.101 7,49 Sumber : Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) Tahun 2023
https://palembangkota.bps.go.id
Statistik Ketenagakerjaan Kota Palembang Tahun 2023 43
Sumber : Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) Tahun 2023
Gambar 9. TPT menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin di Kota Palembang Tahun 2023
Dirinci menurut kelompok umur, TPT tinggi pada penduduk usia muda, yaitu pada usia awal-awal penduduk mulai mencari pekerjaan setelah mereka menyelesaikan pendidikannya. Pada penduduk laki-laki dan perempuan TPT tertinggi terdapat pada kelompok umur 15-19 tahun, TPT tertinggi Kota Palembang sebesar 34,13 persen, angka ini berarti dari 100 orang angkatan kerja yang berusia 15-19 tahun rata-rata terdapat 34-35 orang pengangguran.
Dihubungkan dengan tingkat pendidikan, pada di bawah ini terlihat bahwa TPT rendah pada penduduk tidak/belum tamat sekolah sedangkan TPT tertinggi pada penduduk yang berpendidikan Diploma IV yaitu 14,36 persen dari seluruh penganggur.
Disusul oleh lulusan Sekolah Menengah Kejuruan Sebesar 11,35 persen dan SMA/Sederajat sebesar 10,27 persen. Padahal jenjang pendidikan tersebut sudah dipersiapkan untuk terjun ke dunia pekerjaan, terutama lulusan kejuruan dan diploma.
Penduduk Penganggur dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan dan Jenis Kelamin Kota Palembang Tahun 2023 dapat dilihat pada Tabel dibawah ini.
0,00 5,00 10,00 15,00 20,00 25,00 30,00 35,00 40,00 45,00
15 - 19 20 -24 25 - 29 30 - 34 35 - 39 40 - 44 45 - 49 50 - 54 55 -59 60 - 64 65+
Laki-laki TPT (3) Perempuan TPT (5) Total TPT (7)
https://palembangkota.bps.go.id
Statistik Ketenagakerjaan Kota Palembang Tahun 2023 44
Tabel 12. Pengangguran menurut Pendidikan Terakhir yang Ditamatkan dan Jenis Kelamin di Kota Palembang Tahun 2023
Pendidikan Laki-laki Perempuan Total
Jumlah TPT Jumlah TPT Jumlah TPT
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
Tidak/belum tamat SD 1.779 4,33 623 2,06 2.402 3,37 SD/MI/SDLB/Paket A 3.724 5,01 1.848 4,42 5.572 4,79 SMP/MTs/SMPLB/Paket B 4.619 7,35 480 1,36 5.099 5,20 SMA/MA/SMLB/Paket C 16.382 10,18 10.020 10,43 26.402 10,27
SMK / MAK 6.711 10,01 5.482 13,58 12.193 11,35
Diploma I/II/III 320 1,74 1.350 8,78 1.670 4,95
Diploma IV 0 0,00 689 39,17 689 14,36
S1 5.032 6,70 5.042 8,00 10.074 7,29
S2 0 0,00 0 0,00 0 0,00