• Tidak ada hasil yang ditemukan

STIE Indonesia Banking School

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "STIE Indonesia Banking School"

Copied!
123
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Hasil penelitian LDR yang dilakukan Utomo (2009), Oktaviantari dan Wiagustini (2013), Capriani dan Dana (2016) serta Nabillah (2016) menunjukkan bahwa variabel LDR berpengaruh positif signifikan terhadap variabel ROA. Selain itu, hasil penelitian Puspitasari (2009) dan Yuwono (2013) menunjukkan bahwa variabel PDN berpengaruh positif tidak signifikan terhadap variabel ROA.

Rumusan Masalah

Melihat hasil penelitian terdahulu di atas, terdapat hasil yang tidak konsisten (research gap), sehingga masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terhadap variabel-variabel tersebut.

Pembatasan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Sistematika Penulisan

NPL berpengaruh signifikan (-) terhadap LDR BOPO berpengaruh (-) tidak signifikan terhadap LDR LDR berpengaruh signifikan (+) terhadap ROA NPL berpengaruh (+) tidak signifikan terhadap ROA BOPO berpengaruh (-) berpengaruh signifikan pada ROA. LDR berpengaruh signifikan (+) terhadap ROA. NPL mempunyai pengaruh (+) yang dapat diabaikan terhadap ROA. BOPO berpengaruh signifikan (-) terhadap ROA.

LANDASAN TEORI

Kajian Teori

  • Teori Sinyal
  • Teori Likuiditas Bank (Commercial Loan Theory)
  • Perbankan
    • Definisi Bank
    • Jenis-Jenis Bank
  • Profitabilias
  • Risiko
  • Manajemen Risiko
  • Risiko Kredit
  • Risiko Pasar
  • Risiko Likuiditas
  • Risiko Operasional
  • Penelitian Terdahulu

Model penelitian yang digunakan adalah model analisis berganda.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa NPL berpengaruh negatif signifikan terhadap ROA, sedangkan LDR berpengaruh positif signifikan terhadap ROA. Kemudian penerapan manajemen risiko kredit dengan variabel NPL berpengaruh negatif signifikan terhadap kinerja keuangan berupa ROA dan ROE. Terakhir, penerapan manajemen risiko operasional dengan variabel BOPO berpengaruh negatif signifikan terhadap kinerja keuangan berupa ROA dan ROE.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa CAR berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap ROA, dan NIM berpengaruh positif signifikan terhadap ROA. Sedangkan risiko operasional berpengaruh negatif signifikan terhadap profitabilitas, dan risiko likuiditas berpengaruh positif signifikan terhadap profitabilitas. FBIR berpengaruh signifikan (+) terhadap ROA LDR, IPR, PDN dan FACR berpengaruh tidak signifikan (+) terhadap ROA BOPO berpengaruh signifikan (-) terhadap ROA APB, NPL, PPAP dan IRR berpengaruh tidak signifikan (-) pada ROA.

LDR mempunyai pengaruh (+) dan signifikan terhadap ROA. GCG tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA. CAR mempunyai pengaruh (+) dan tidak signifikan terhadap ROA.

Hipotesis

  • Pengaruh NPL terhadap ROA
  • Pengaruh PDN terhadap ROA
  • Pengaruh LDR terhadap ROA
  • Pengaruh BIA terhadap ROA

Indonesia Banking School Peneliti sebelumnya yang menguji pengaruh NPL terhadap ROA dilakukan oleh Abiola, dan Olausi (2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel NPL berpengaruh positif signifikan terhadap variabel ROA. Peneliti sebelumnya yang menguji pengaruh PDN terhadap ROA dilakukan oleh Yuwono (2013), hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel PDN berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap variabel ROA. Namun terdapat perbedaan pada hasil penelitian Utomo (2009), PDN tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel ROA dan Triyantoro (2013) PDN berpengaruh negatif terhadap ROA.

Peneliti sebelumnya yang menguji pengaruh LDR terhadap ROA dilakukan oleh Utomo (2009), Oktaviantari dan Wiagustini (2013), Capriani dan Dana (2016). Peneliti sebelumnya yang menguji pengaruh BIA terhadap ROA dilakukan oleh Nabilah (2016), hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel BIA berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA.

Kerangka Pemikiran

Variabel terikat yang diteliti dalam penelitian ini adalah profitabilitas yang diwakilkan dengan menggunakan return on assets (ROA) yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dalam jangka waktu tertentu (Putri, 2013). Pengukuran indikator eksposur risiko operasional pada penelitian ini diukur menggunakan Basic Indicators Approach (BIA). Hasil penelitian ini mendukung pendapat Utomo (2009), Oktaviantari dan Wiagustini (2013), Putri (2013), Triyantoro.

Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh Nabilah (2016) dan penelitian risiko operasional dibandingkan profitabilitas. Berdasarkan hasil analisis pada penelitian ini, variabel pertama yaitu risiko kredit berpengaruh negatif dan signifikan terhadap profitabilitas.

METODOLOGI PENELITIAN

Objek Penelitian

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dampak hubungan antara risiko kredit yang didekati dengan rasio kredit bermasalah (NPL), risiko pasar yang didekati dengan rasio posisi devisa neto (PDN), dan risiko likuiditas yang mendekati. dari rasio pinjaman terhadap simpanan (LDR) dan risiko operasional yang didekati dengan metode indikator dasar (BIA) rasio versus profitabilitas, yang didekati dengan rasio profitabilitas menggunakan ukuran Return on Assets (ROA).

Populasi dan Sampel

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa laporan keuangan bank BPD yang berasal dari laporan yang diterbitkan oleh ZJK. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh melalui laporan yang dipublikasikan di website OJK, informasi perbankan dan kinerja bank. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder, sehingga untuk mengetahui keakuratan model perlu dilakukan uji beberapa asumsi klasik yang mendasari model regresi.

Hal ini membuat Ho diterima, sehingga model regresi data panel yang sesuai digunakan dalam penelitian ini adalah model random effect. Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh Triyantoro (2013) yang menyatakan bahwa PDN berpengaruh negatif terhadap ROA.

Jenis dan Sumber dan Teknik Pengumpulan Data

  • Jenis Data
  • Sumber Data
  • Teknik Pengumpulan Data

Operasionalisasi Variabel

  • Variabel Dependen
  • Variabel Independen
  • Analisis Regresi Berganda
  • Uji Asumsi Klasik
  • Koefisien Determinasi ( 𝑅 2 )

Menurut Widarjono (2009), uji Hausman dilakukan untuk mengetahui perubahan struktural pada jenis pendekatan yang digunakan model. Teknik analisis regresi berganda merupakan teknik pengujian yang digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen (Putri, 2013). 1.Ho ditolak dan Ha diterima apabila nilai signifikansi sisa unstarved hasil uji Jarque-Bera < 2,00 atau probabilitas < 5%.

Ho diterima dan Ha ditolak apabila nilai signifikansi unstandardized residual hasil uji Jarque-Bera <2,00 atau probabilitas >5%. Uji multikolinearitas dimaksudkan untuk mengetahui apakah terdapat korelasi yang tinggi antar variabel independen dalam model yang digunakan (Putri, 2013).

Uji Hipotesis

  • Uji Determinasi
  • Uji Statistik t (Parsial)

Tujuan penelitian ini adalah bank pembangunan daerah (RDB) yang terdaftar di Bank Indonesia (BI) selama lima tahun terakhir yaitu periode 2012 sampai dengan 2016. Berdasarkan data yang diperoleh dari sampel penelitian ini, nilai PDN penelitian maksimal sampel dimiliki oleh BPD DKI pada tahun 2012 yaitu 11,57% yang dapat mempengaruhi profitabilitasnya menurun. Penelitian ini mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh Sudiyatno, dan Fatmawati (2013), Yuwono (2013), Attar et. 2014), hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel LDR mempunyai pengaruh positif tidak signifikan terhadap variabel ROA.

Berdasarkan data yang diperoleh dari sampel penelitian ini, nilai BIA tertinggi dari sampel penelitian yang dimiliki oleh BPD Jawa Barat dan Banten pada tahun 2016 merupakan nilai yang dapat berdampak pada penurunan profitabilitasnya. Hasil analisis eksploratif ini menunjukkan bahwa tiga dari empat variabel independen berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas yang diukur dengan return on assets (ROA), dan satu variabel tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas.

ANALISA DAN PEMBAHASAN

Gambaran Umum Objek Penelitian

Dari seluruh bank pembangunan daerah yang menjadi populasi penelitian ini, kemudian diseleksi kembali berdasarkan kriteria yang telah ditentukan (purposive sampling) sehingga akhirnya sampel objek terpilih dijadikan model penelitian, sehingga banyaknya observasi yang dilakukan. dalam penelitian ini 10 bank pembangunan daerah.

Analisis dan Pembahasan Hasil penelitian

  • Analisis Statistik Deskriptif
  • Analisis Regresi Data Panel
  • Pengujian Asumsi Klasik
  • Koefisien Determinasi

Skewness pada variabel ini sebesar 0.430441 yang berarti skewness positif menunjukkan sebaran data mempunyai ekor yang panjang ke arah kanan. Nilai standar deviasi variabel ini sebesar 0,022942 atau sebesar 2,2942%, hal ini menunjukkan bahwa nilai standar deviasi lebih kecil dari nilai mean yang menunjukkan bahwa data pada variabel ini terdistribusi dengan baik. Skewness pada variabel ini sebesar 0.884862 yang berarti skewness positif menunjukkan sebaran data mempunyai ekor yang panjang ke arah kanan, sedangkan nilai Kurtosis sebesar 3.576423, karena lebih dari 3 (tiga), maka sebaran datanya bersifat leptokurtik dibandingkan normalnya. data terdistribusi.

Skewness pada variabel ini sebesar 2.439115 yang berarti skewness positif menunjukkan sebaran data mempunyai ekor yang panjang di sebelah kanan, sedangkan nilai Kurtosis sebesar 9.029064, karena lebih dari 3 (tiga), maka sebaran datanya leptokurtik dibandingkan dengan data berdistribusi normal. Nilai standar deviasi variabel ini sebesar 0,465250. Hal ini menunjukkan bahwa nilai standar deviasi lebih kecil dari nilai mean, hal ini menunjukkan bahwa variabel BIA menunjukkan tingkat pergerakan yang kecil atau relatif stabil.

Uji Hipotesis

  • Uji t (Parsial)
    • Hipotesis 1
    • Hipotesis 2
    • Hipotesis 3
    • Hipotesis 4

Berdasarkan hasil regresi tabel perbandingan 4.9 di atas, ditentukan nilai probabilitas PDN sebesar 0,0180 atau lebih kecil dari nilai signifikansi 5%, dan koefisien regresi nilai variabel PDN menunjukkan nilai sebesar -0,068723. Hal ini menunjukkan bahwa PDN berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA yang berarti dapat dikatakan Ha2 diterima. Indonesia Banking School Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa variabel LDR mempunyai pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap ROA. Dinyatakan juga bahwa Ha3.

Berdasarkan hasil regresi persamaan Tabel 4.9 di atas diperoleh nilai probabilitas BIA sebesar 0,0197 atau lebih kecil dari nilai signifikansi 5%, dan koefisien regresi nilai variabel BIA menunjukkan nilai -0,004067 . Hal ini menunjukkan bahwa BIA berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA sehingga dapat dikatakan Ha4 diterima.

Analisis Hasil

  • Analisis Pengaruh Risiko Kredit terhadap Profitabilitas
  • Analisis Pengaruh Risiko Pasar terhadap Profitabilitas
  • Analisis Pengaruh Risiko Likuiditas terhadap Profitabilitas
  • Analisis Pengaruh Risiko Operasional terhadap Profitabilitas

Namun berdasarkan temuan penelitian yang dilakukan oleh Abiola dan Olausi (2014), temuan penelitian menunjukkan bahwa variabel NPL berpengaruh positif signifikan terhadap variabel ROA karena berdasarkan sampel bank di Nigeria, bank umum tidak mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap variabel ROA. kebijakan kelembagaan yang efektif dalam menangani manajemen risiko kredit. Kemudian hasil penelitian Capriani dan Dana (2016) menunjukkan bahwa variabel NPL berpengaruh positif tidak signifikan terhadap variabel ROA karena risiko kredit yang dialami BPR Denpasar relatif kecil. Berdasarkan tabel 4.9 dijelaskan bahwa hasil penelitian yang dilakukan pada periode risiko pasar berpengaruh negatif dan signifikan terhadap profitabilitas.

Namun berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Yuwono (2013), hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel PDN berpengaruh positif tidak signifikan terhadap variabel ROA karena ketika PDN meningkat maka nilai tukar meningkat sehingga pendapatan meningkat. Namun berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Utomo (2009), Oktaviantari dan Wiagustini (2013), Capriani dan Dana (2016) dan Nabillah (2016), hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel LDR berpengaruh positif signifikan terhadap ROA. variabel, karena bila jumlah kredit yang disalurkan meningkat maka pendapatan kredit akan meningkat begitu pula dengan kemampuan bank dalam menghasilkan keuntungan.

Implikasi Manajerial

Risiko kredit suatu bank yang digantikan oleh kredit macet berpengaruh negatif dan signifikan terhadap profitabilitas yang digantikan oleh rasio return on assets. Risiko pasar suatu bank seperti yang diproksi dengan posisi devisa neto berpengaruh negatif dan signifikan terhadap profitabilitas, seperti yang diproksi dengan rasio return on assets. Indonesia Banking School maka profitabilitas yang dihasilkan bank akan meningkat begitu pula sebaliknya dengan asumsi variabel lain tetap.

Risiko operasional bank yang dinyatakan dengan metode indikator dasar berpengaruh negatif dan signifikan terhadap profitabilitas bank yang dinyatakan dengan indikator return on assets. Pengaruh Suku Bunga Kredit dan Risiko Kredit terhadap Profitabilitas (Studi Kasus Bank Listed.

PENUTUP

Kesimpulan

Hal ini menunjukkan jika NPL BPD meningkat maka profitabilitas bank yang dihasilkan akan menurun dan sebaliknya dengan asumsi variabel lain tetap. Hal ini menunjukkan bahwa jika PDN yang dimiliki BPD meningkat maka profitabilitas bank yang dihasilkan akan menurun dan sebaliknya dengan asumsi variabel lain konstan. Risiko likuiditas bank yang diproksikan dengan loan to deposit ratio bank tidak berpengaruh signifikan dan berhubungan positif terhadap profitabilitas yang tercermin dari tingkat pengembalian.

Hal ini menunjukkan bahwa dengan menurunnya BIA BPD maka profitabilitas yang dihasilkan bank akan meningkat, begitu pula sebaliknya dengan asumsi variabel lain tetap.

Keterbatasan dan Saran

Pengaruh tingkat kecukupan modal, likuiditas, risiko pasar dan risiko kredit terhadap kinerja keuangan pada bank konvensional, 10. Analisis pengaruh CAR, NPL, LDR DAN NIM terhadap profitabilitas bank (studi kasus pada bank umum yang terdaftar di BEI. Pengaruh likuiditas, kualitas aset, sensitivitas pasar dan efisiensi Return On Assets (ROA) pada bank devisa yang go public.

Pengaruh Risiko Kredit dan Efisiensi Operasional Terhadap Kinerja Bank (Studi Empiris Pada Bank Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Pengaruh Rasio LDR, IPR, NPL, PPAP, BOPO, IRR, PDN dan FACR Terhadap Return On Asset (ROA) Pada Bank Bank komersial swasta nasional go public, 1–20.

Referensi

Dokumen terkait