BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN
4.4 Analisis Hasil
4.4.2 Analisis Pengaruh Risiko Pasar terhadap Profitabilitas
Salah satu risiko pasar yang diproksikan dengan variabel Posisi Devisa Neto (PDN). Berdasarkan tabel 4.9 menjelaskan bahwa hasil penelitian yang dilakukan pada periode 2012-2016, risiko pasar berpengaruh negatif dan signifikan terhadap profitabilitas. PDN menurun karena kewajiban aktiva valuta asing yang di tanggung oleh bank lebih kecil dibandingkan dengan posisi pasiva valuta asing yang dimiliki bank dan ketika nilai tukar valuta asing melemah. Hal ini menyebabkan nilai risiko pasar menurun, karena kewajiban yang harus dibayar lebih rendah dibandingkan aset yang dimiliki. Hal tersebut menunjukan bahwa
Pengaruh Risiko Kredit..., Made Noviandari, Ak.-IBS, 2017
semakin rendah risiko pasar maka meningkatkan profitabilitas bank, begitu juga sebaliknya.
Berdasarkan data yang di peroleh dari sampel penelitian ini bahwa nilai nilai maximum PDN dari sampel penelitian dimiliki oleh BPD DKI pada tahun 2012 yaitu sebesar 11,57% yang dapat mempengaruhi profitabilitasnya turun.
Begitu juga BPD Sumatera Utara memiliki nilai minimum PDN pada tahun 2012 yaitu sebesar 0,02% yang dapat dapat mempengaruhi profitabilitasnya naik.
Risiko pasar yang di kelola baik oleh bank dapat meminimalisir terjadinya risiko dan kerugian yang mungkin ditanggung oleh bank. Pada umumnya dalam mendeteksi risiko pasar bank harus memahami dan memantau tren pasar pada saat ini.
Apabila pengelolaan manajemen risiko dalam risiko pasar dalam suatu bank berjalan dengan baik, maka kemungkinan bank dapat menghadapi risiko pasar dan mengelolanya semakin tinggi dan baik. Maka akan menimbulkan kepercayaan masyarakat dan nasabah meningkat terhadap bank dalam mengelola risiko pasar.
Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh Triyantoro (2013) yang menyatakan bahwa PDN memiliki pengaruh negatif terhadap ROA.
Meskipun demikian berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Yuwono (2013) menunjukkan hasil penelitian bahwa variabel PDN berpengaruh positif tidak signifikan terhadap variabel ROA karena pada saat PDN naik kemudian nilai tukar mengalami naik sehingga pendapatan naik. Utomo (2009) PDN tidak
83
Indonesia Banking School berpengaruh signifikan terhadap variabel ROA. Hasil tersebut berbeda dengan hasil penelitian diatas.
4.4.3 Pengaruh Risiko Likuiditasterhadap Profitabilitas
Risiko likuiditas yang diproksikan dengan variabel LDR digunakan bank untuk mengukur kemampuan bank dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Menurut Attar,et.al. (2014) Risiko likuiditas adalah risiko yang disebabkan ketidakmampuan bank menyediakan dana untuk memenuhi penarikan simpanan dan permintaan kredit serta kewajiban lainnya yang telah jatuh tempo.
Risiko likuiditas dengan profitabilitas berbanding lurus. Peningkatan risiko likuiditas atas likuidnya dana akan diikuti dengan peningkatan laba bank.
Semakin besar rasio LDR ini diharapkan bahwa bank akan memperoleh penghsasilan bunga yang tinggi (Imani, 2016).
Bank Indonesia melalui peraturan No. 17/11/PBI/2015 menetapkan batas bawah LDR 78% dan batas atas 92%. Dilihat dari Lampiran 1 data LDR dari bank pembangunan daerah yang menjadi sampel dalam penelitian ini menunjukan sampel hampir semuanya berada diatas batas LDR 92% dibeberapa tahunnya seperti BPD kalimantan timur, BPD Bali, BPD DKI, BPD Jawa barat dan Banten, BPD Jawa tengah, BPD Riau dan Kep riau, BPD Sumatera Barat, BPD Sumatera Selatan dan Bangka dan BPD Sumatera Utara.
Namun untuk BPD Kalimantan timur memiliki LDR yang paling rendah di tahun 2012 sebesar 56,78% dan tidak termasuk dalam kriteria batas bawah yang telah di tentukan oleh Bank Indonesia. Hanya BPD Jawa timur yang memiliki LDR
Pengaruh Risiko Kredit..., Made Noviandari, Ak.-IBS, 2017
normal dalam batas yang telah di tentukan oleh BI. Nilai LDR yang terlalu tinggi dah rendah mungkin dapat menjadi penyebab faktor yang mempengaruhi mengapa LDR tidak signifikan terhadap ROA.
Suatu bank memiliki LDR di batas bawah 78% maka hal tersebut mengindikasi Bank yang bersangkutan mengalami risiko likuiditas. Artinya, bank tersebut tidak mampu memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Suatu bank yang memiliki LDR di atas 92%, bank tersebut juga terindikasi risiko likuiditas.
Penelitian ini mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh Sudiyatno, dan Fatmawati (2013), Yuwono (2013), Attar et. al. (2014), menunjukkan hasil penelitian bahwa variabel LDR berpengaruh positif tidak signifikan terhadap variabel ROA. Hariefmufti (2014) LDR tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA. Meskipun demikian berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Utomo (2009), Oktaviantari, dan Wiagustini (2013), Capriani, dan Dana (2016), serta Nabillah (2016) menunjukkan hasil penelitian bahwa variabel LDR berpengaruh positif signifikan terhadap variabel ROA karena dimana ketika jumlah kredit yang disalurkan meningkat, maka pendapatan kredit tersebut akan naik sekaligus kemampuan bank dalam menghasilkan laba juga semakin meningkat. Hasil tersebut berbeda dengan hasil penelitian diatas.
4.4.4 Pengaruh Risiko Operasionalterhadap Profitabilitas
Risiko operasional yang diukur dengan metode Basic Indicator Approach berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA sebagai proksi dari profitabilitas. Risiko Operasional yang di proksikan metode Basic Indicator
85
Indonesia Banking School Approach digunakan oleh bank untuk mengukur seberapa besar kerugian bank yang dialami karena disebabkan karena adanya risiko operasional (Idroes, 2011).
Semakin besar risiko operasional suatu bank menunjukan bank belum efisien dalam mengelola kegiatan operasional dalam proses internal maupun akibat dari sumber eksternal, sehingga kesempatan untuk mendapatkan profitnya yang tinggi akan semakin kecil. Hal tersebut mengindikasi semakin tingginya nilai metode Basic Indicator Approach suatu bank akan berdampak kepada tingginya risiko operasional yang di alami oleh bank, semakin tinggi nilai metode Basic Indicator Approach maka semakin besar juga dana yang disisihkan untuk beban modal risiko operasional,maka bank untuk mendapatkan profitabilitas yang besar akan kecil, begitu juga sebaliknya jika nilai metode Basic Indicator Approach suatu bank rendah, maka kesempatan bank untuk mendapatkan profitabilitas besar akan besar kemungkinannya karena yang disisihkan untuk modal risiko operasional semakin kecil.
Berdasarkan data yang di peroleh dari sampel penelitian ini bahwa nilai nilai maximum BIA dari sampel penelitian dimiliki oleh BPD Jawa Barat dan Banten pada tahun 2016 yaitu sebesar 19,25078856 yang dapat mempengaruhi profitabilitasnya turun. Begitu juga BPD Sumatera Utara memiliki nilai minimum BIA pada tahun 2012 yaitu sebesar 17,59867012 yang dapat mempengaruhi profitabilitasnya naik.
Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh Nabilah (2016) kemudian Penelitian risiko operasional terhadap profitabilitas
Pengaruh Risiko Kredit..., Made Noviandari, Ak.-IBS, 2017
bank yang mendukung dilakukan oleh Capriani, dan Dana (2016), Oktaviantari, dan Wiagustini (2013) dan Attar, et. al. (2014)
4.5 Implikasi Manajerial
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan mengenai pengaruh risiko kredit, risiko operasional, risiko likuiditas dan risiko pasar terhadap profitabilitas Bank Pembangunan Daerah periode 2012-2016, terdapat beberapa hal yang bisa dijadikan pertimbangan untuk Bank Pembangunan Daerah atau BPD serta dapat dimanfaatkan bagi pihak-pihak yang berkepentingan lainnya.
Hasil analisa penelitian ini menunjukan bahwa tiga dari empat variabel independen berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas yang diukur Return On Asset (ROA) dan satu variabel tidak memiliki tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap profitabilitas. Variabel yang memiliki pengaruh signifikan yaitu risiko kredit, risio pasar dan risiko operasional, sedangkat variabel yang tidak memiliki pengaruh signifikan adalah risiko likuiditas.
Berdasarkan hasil analisa dalam penelitian ini variabel pertama yaitu risiko kredit yang berpengaruh negatif dan signifikan terhadap profitabilitas. Hal tersebut menjelaskan bahwa tinggi rendahnya profitabilitas yang akan di hasilkan oleh BPD dapat dilihat dari besarnya risiko kredit yang dialami BPD melalui nilai NPL. Semakin tinggi nilai NPL yang dimiliki BPD maka kredit bermasalah yang di hadapi akan semakin besar, sehingga akan berdampak pada rendahnya ROA yang di hasilkan. Dengan demikian, BPD diharapkan untuk dapat selalu menjaga
87
Indonesia Banking School nilai risiko kreditnya sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia No. 15/2/PBI/2013, bahwa rasio NPL yang sehat adalah sebesar 5%.
Upaya yang dapat dilakukan bank untuk mencegah terjadinya kredit bermasalah yang dialami oleh BPD menerapkan dan memperketat analisis pemberian kredit 5C yaitu Character, Capacity, Capital, Condition of economic dan Collateral. Selain itu penyelamatan kredit bermasalah pun dapat dilakukan menggunakan pendekatan 3R yaitu Rescheduling (penjadwalan ulang), Reconditioning (persyaratan ulang) dan Restructuring (penataan ulang). Sehingga penjelasan tersebut NPL merupakan proksi dari risiko kredit dapat dijadikan salah satu parameter pengukuran profitabilitas Bank pembangunan Daerah melalui nilai ROA.
Variabel risiko likuiditas dalam penelitian ini memiliki hubungan positif dan tidak signifikan, sehingga hal tersebut mengindikasikan bahwa risiko likuiditas tidak dapat dijadikan salah satu parameter pengukuran profitabilitas bank. Apabila semakin tinggi nilai risiko likuiditas maka semakin tinggi pula profitabilitas.
Nilai LDR yang dimiliki BPD harus dijaga pada batas ideal LDR sebesar 78%-92% sesuai dengan yang telah di tetapkan oleh Bank Indonesia melalui PBI No. 17/11/PBI/2015, BPD harus melakukan kegiatan manajemen risiko yang baik dan berkelanjutan kemudian BPD juga harus menjaga semaksimal mungkin nilai LDR yang dimilikinya yaitu agar diantara batas ideal.
Variabel risiko pasar dalam penelitian ini berpengaruh negatif dan signifikan terhadap profitabilitas. PDN digunakan untuk mengendalikan valuta
Pengaruh Risiko Kredit..., Made Noviandari, Ak.-IBS, 2017
asing, dapat dilihat dari indikator risiko kurs mata uang dan nilai tukar. PDN menunjukan potensi aktiva valas dan pasiva atau kewajiban valas yang dimiliki suatu bank terhdap modal itu sendiri. Hal tersebut menjelaskan bahwa tinggi rendahnya profitabilitas yang akan di hasilkan oleh BPD dapat dilihat dari besarnya risiko pasar yang dialami BPD melalui nilai PDN. Semakin tinggi nilai PDN yang dimiliki BPD maka risiko pasar yang di hadapi akan semakin besar, sehingga akan berdampak pada rendahnya ROA yang di hasilkan.
BPD diharapkan untuk dapat memanage risiko pasar dengan cara mengindentifikasi terlebih dahulu, dengan memahami dan memantau tren pasar saat ini yang sesuai dengan kebutuhan nasabah dan masyarakat luas. Tidak hanya itu, BPD juga dapat memproyeksi risiko pasar yang dimilikinya dengan memperhatikan kejadian masa lampau yang dapat mempengaruhi profitabilitas BPD.
Variabel risiko operasional dalam penelitian ini berpengaruh negatif dan signifikan terhadap profitabilitas. Tingginya nilai metode Basic Indicator Approach akan berdampak kepada risiko operasional yang dihadapi oleh BPD dan menggambarkan tingkat kerugian yang akan di hadapi oleh BPD, sehingga akan menyebabkan menurunnya nilai profitabilitas yang di hasilkan oleh bank tersebut.
Begitu juga sebaliknya profitabilitas atas total aset yang dimiliki BPD akan meningkat apabila metode Basic Indicator Approach rendah.
BPD diharapkan untuk dapat memanage risiko operasional dengan cara memiliki nilai metode Basic Indicator Approach yang rendah, dikarenakan rendahnya nilai metode Basic Indicator Approach dapat disebabkan karena nilai
89
Indonesia Banking School beban modal operasional yang ditanggung oleh BPD rendah, sehingga bank akan semakin efisien dalam mengelola dana yang dimilikinya. Tingginya risiko operasional yang dimiliki BPD dapat disebabkan oleh nilai metode Basic Indicator Approach yang tinggi. Dengan demikian besarnya risiko operasional dapat mempengharuhi profitabilitas BPD. Sehingga risiko operasional yang dihadapi oleh Bank Pembangunan Daerah dapat diminimalisir dengan menekan biaya operasional yang dikeluarkan BPD.
Pengaruh Risiko Kredit..., Made Noviandari, Ak.-IBS, 2017
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan analisis, dan pembahasan yang telah dilakukan pada bab sebelumnya, maka hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Risiko kredit bank yang diproksikan dengan Non Performing Loan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap profitabilitas yang diproksikan dengan rasio Return on Asset. Hal ini menunjukan apabila NPL yang dimiliki BPD meningkat, maka profitabilitas bank yang dihasilkan akan menurun, begitupun sebaliknya dengan asumsi variabel lain bersifat konstan.
2. Risiko pasar bank yang diproksikan dengan Posisi Devisa Neto berpengaruh negatif dan signifikan terhadap profitabilitas yang diproksikan dengan rasio Return on Asset. Hal ini menunjukan apabila PDN yang dimiliki BPD meningkat, maka profitabilitas bank yang dihasilkan akan menurun, begitupun sebaliknya dengan asumsi variabel lain bersifat konstan.
3. Risiko likuiditas bank yang diproksikan dengan rasio Loan to Deposit Ratio bank memiliki pengaruh yang bersifat tidak signifikan, dan berhubungan positif terhadap profitabilitas yang diproksikan dengan rasio Return on Asse.
Hubungan positif menunjukkan bahwa apabila rasio LDR meningkat, maka
91
Indonesia Banking School profitabilitas bank yang dihasilkan akan meningkat, begitupun sebaliknya dengan asumsi variabel lain bersifat konstan.
4. Risiko operasional bank yang diproksikan dengan metode Basic Indicator Approach berpengaruh negatif dan signifikan terhadap profitabilitas bank yang diproksikan dengan rasio Return on Asset . Hal ini menunjukan apabila BIA yang dimiliki BPD menurun, maka profitabilitas bank yang dihasilkan akan meningkat, begitupun sebaliknya dengan asumsi variabel lain bersifat konstan.
5.2 Keterbatasan dan Saran
Beberapa saran yang dapat diberikan berdasarkan hasil penelitian ini, sebagai berikut:
1. Bagi Bank Pembangunan Derah yang menjadi sampel pada penelitian ini agar dapat memperhatikan nilai metode Basic Indicator Approach dan Non Performing Loan yang merupakan proksi dari variabel risiko operasional dan risiko kredit bank selama satu periode ke periode berikutnya sebagai acuan dalam menentukan kebijakan manajemen bank karena variabel terssebut telah terbukti memiliki pengaruh profitabilitas secara signifikan.
2. Periode pengamatan dalam penelitian ini hanya dari tahun 2012-2016, sehingga dalam penelitian selanjutnya diharapkan menggunakan periode waktu yang lebih lama, sehingga dapat mengamati perilaku variabel dalam jangka waktu yang lebih lama.
Pengaruh Risiko Kredit..., Made Noviandari, Ak.-IBS, 2017
3. Bagi penelitian selanjutnya, agar dapat mengembangkan penelitian serupa dengan menggunakan variabel-variabel tambahan yang menggambarkan ukuran risiko reputasi, risiko hukum, risiko strategik dan risiko kepatuhan bank. Sehingga penelitian selanjutnya dapat menilai risiko yang dihadapi bank dari berbagai aspek.
93
Indonesia Banking School DAFTAR PUSTAKA
Abiola, I., & Olausi, A. S. (2014).The Impact Of Credit Risk Management On The Commercial Banks Performance In Nigeria.International Journal of Management and Sustainability, 3(5), 295–306.
Arifin, Zaenal, (2005). Teori Keuangan dan Pasar Modal, Ekonisia, Yogyakarta.
Attar, D., Islahuddin, & Shabri, M. (2014). Pengaruh Penerapan Manajemen Risiko Terhadap Kinerja Keuangan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Akuntansi, 3(1), 10–20.
Bank Indonesia. (2001). Surat EdaranBank Indonesia. Nomor: 3/30/DPNP/2001 Tanggal 14 Desember 2001.
Bank Indonesia. (2009). Peraturan Bank Indonesia. Nomor: 11/25/PBI/2009 Tentang Perubahan Atas Peraturan Bank Indonesia Nomor: 5/8/PBI/2003 Tentang Penerapan Manajemen Resiko Bagi Bank Umum.
Bank Indonesia, (2011). Peraturan Bank Indonesia No. 5/8/PBI/2003 tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Umum.
Bank Indonesia. (2011). Surat Edaran Bank Indonesia. Nomor: 13/24/DPNP/2011 Tanggal 25 Oktober 2011.
Bank Indonesia. (2013). Peraturan Bank Indonesia. Nomor: 15/15/PBI/2015 Tentang Perubahan PBI Nomor 15/15/PBI/2013 Tentang Giro Wajib Minimum Bank Umum Pada Bank Indonesia Dalam Rupiah Dan Valuta Asing Bagi Bank Umum Konvensional.
Banker Association For Risk Management. (2012). Memahami Bisnis Bank, Modul Uji Kompetisi Profesi Bankir Bidang Manajemen Risiko. Jakarta.
Belkaoui, Ahmed (2006). Accounting Theory. Teori Akuntasi. Edisi Kelima.
Jakarta : SalembaEmpat.
Dayu,puteri qoniah. (2015). Pengaruh Tingkat Kecukupan Modal, Likuiditas, Risiko Pasar dan Risiko Kredit Terhadap Kinerja Keuangan Pada Bank Konvensional, 10.
Dendawijaya, L. (2009). Manajemen Perbankan. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Dewi, P. K., & Abdurrakhman, M. (2015). Analisis Pengaruh CAR,NPL,LDR DAN NIM Terhadap Profitabilitas perbankan ( Studi Kasus Pada Bank Umum Yang Tercatat Pada BEI Tahun 2008-2012 ), 3(1), 17–30.
Pengaruh Risiko Kredit..., Made Noviandari, Ak.-IBS, 2017
Garniwa, M. (2013). Pengaruh Suku Bunga Kredit Dan Risiko Kredit Terhadap Profitabilitas (Studi kasus Pada Bank Yang Terdaftar Di Bursa Efek Tahun 2012-2013), 1–18.
Gizaw, M., Kebede, M., & Selvaraj, S. (2015).The impact of credit risk on profitability performance of commercial banks in Ethiopia, 9(2), 59–66.
Godfrey, J., Hodgson, A., Tarca, A., Hamilton, J., & Holmes, S. (2010).
Accounting Theory (7th ed.).
Gujarati, D., & Porter, D. (2010). Essentials of econometrics (4th ed.).
Hariemufti, Y., Titik, F., Si, M., Mahardika, D. P. K., & Si, M. (2014). Analisis Pengaruh Risiko Kredit, Risiko Likuiditas Dan Permodalan Terhadap Profitabilias Perbankan (Studi Perusahaan Bank Umum Yang Terdaftar Di BEI Tahun 2010-2014), 7.
Hasibuan, M. (2007). Dasar-Dasar Perbankan. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Idroes, F. N. & Sugiarto (2006). Manajemen risiko perbankan “pemahaman pendekatan 3 pilar kesepakatan basel II terkait aplikasi regulasi dan pelaksanannya” (1nd ed.).
Idroes, F. N. (2011). Manajemen risiko perbankan “pemahaman pendekatan 3 pilar kesepakatan basel II terkait aplikasi regulasi dan pelaksanannya” (2nd ed.).
Ikatan Bankir Indonesia Dan Banker Association For Risk Management (2016).
Supervisi Manajemen Risiko Bank.
Ikatan Bankir Indonesia Dan Banker Association For Risk Management (2016).
Strategi Manajemen Risiko
Imani, Aulia. (2016). Analisis Pengaruh Permodalan, Risiko Kredit, dan Risiko Likuiditas Terhadap Profitabilitas Bank Dengan Kategori Buku 3 Periode 2011-2015, 2015(20121111063).
Kasmir. (2007). Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: Rajawali Pers.
Margaretha, F., & Zai, P. (2013). Faktor-Faktor Yang mempengaruhi Kinerja Keuangan Perbankan Indonesia. Bisnis Dan Akuntansi, 15(2), 133–141.
Nabilah. (2016). Pengaruh manajemen risiko, Good Corporate Governance, Dan Permodalan Terhadap Profitabilitas Bank Pembangunan Daerah Periode 2011-2015, 2015(20121112034), 1–18.
Nugraheni, Fitri dan Hapsoro, Dody.2007, “Pengaruh Rasio Keuangan CAMEL,
95
Indonesia Banking School Perusahaan Perbankan Di Bursa Efek Jakarta”. Wahana, Vol. 10, No. 2, Hal:
63-80, Agustus 2007.
Oktaviantari, L. P. E., & Wiagustini, N. L. P. (2012). Pengaruh Tingat Risiko Perbankan Terhadap Profitablilitas BPR Di Kabupaten Badung. Universitas Udayana, 1617–1633.
Otoritas Jasa Keuangan, (2016). Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.
18/POJK.03/2016 tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Umum.
Otoritas Jasa Keuangan, (26 Mei 2015). Siaran Pers No. 43/DKNS/OJK/05/2015.
Presiden Joko Widodo Resmikan Program Transformasi BPD Menuju Bank Kompetitif, Kuat dan Kontributif bagi Pembangunan Daerah.
Otoritas Jasa Keuangan, (2016). Konfrensi Pers OJK tutp Tahun 2016.
Puspitasari, D. (2009). Analisis Pengaruh CAR, NPL, PDN, NIM, BOPO, LDR dan Suku Bunga SBI Terhadap ROA (Studi pada Bank Devisa di Indonesia Periode 2003 – 2007). Semarang: Pogram Pascasarjana Universitas Diponegoro.
Puspitasari, F. E. (2008). Pengaruh LDR, IPR, CR, APB, NPL, AU, BOPO, FACR, IRR dan PDN Terhadap ROA pada Bank Swasta Nasional Go Public.
Surabaya: Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi PERBANAS Surabaya.
Putri, F. S. (2013). Pengaruh Risiko Kredit Dan Tingkat Kecukupan Modal Terhadap Tingkat Profitabilitas Pada Perusahaan Perbanakan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 1–27.
Romadloni, R. R., & Herizon. (2015). Pengaruh likuiditas, kualitas aset, sensitivitas pasar , dan efisiensi terhadap Return On Asset ( ROA ) pada bank devisa yang go public. Business and Banking, 5, 131–148.
Sudiyatno, B., & Fatmawati, A. (2013). Pengaruh Risiko Kredit Dan Efisiensi Operasional Terhadap Kinerja Bank ( Studi Empirik pada Bank yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia ). Organisasi Dan Manajemen, 9, 73–86.
Sudiyatno, B., & Suroso, J. (2010). Analisis Pengaruh Dana Pihak Ketiga, BOPO, CAR, Dan LDR Terhadap Kinerja Keuangan Pada Sektor Perbankan Yang Go Public Di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dinamika Keuangan Dan Perbankan, 2, 125–137.
Sekaran, U., & Bougie, R. (2013). Research Methods for Business: A Skill- Building Approach (6th ed.).
Situmorang, & Helmi, S. (2010). Analisis Data untuk Riset Manajemen dan Bisnis (1st ed.).
Pengaruh Risiko Kredit..., Made Noviandari, Ak.-IBS, 2017
Sugiyono. (2012). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D (1st ed.).
Susilowati, Y., & Turyanto, T. (2011). Reaksi Signal Rasio Profitabilitas Dan Solvabilitas Terhadap Return Saham Perusahaan. Dinamika Keuangan Dan Perbankan, 3 No. 1, 17–37.
Thalib, D. (2016). Intermediasi, struktur modal, efisiensi, permodalan dan risiko terhadap profitabilitas bank, 20(1), 116–126.
Triyantoro, H. (2013). Pengaruh Rasio LDR,IPR,NPL,PPAP,BOPO,IRR,PDN Dan FACR terhadap Return On Asset (ROA) Pada Bank Umum Swasta Nasional Go Public, 1–20.
Taswan. (2008). Akuntansi Perbankan : Transaksi dalam Valuta Rupiah.
Taswan. (2010). Manajemen Perbankan : Konsep, Teknik dan Aplikasi (2nd ed.).
Utomo, B. S. (2009). Analisis Pengaruh CAR, NPL, PDN, NIM, BOPO, LDR Dan Suku Bunga SBI Terhadap ROA, 1983(Pakjun 83), 978–979.
Undang - Undang Republik Indonesia Pasal 29 ayat 2 Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan
Wayan, N., & Capriani, W. (2016). Pengaruh Risiko Kredit Risiko Operasional Dan Risiko Likuiditas Terhadap Profitablilitas BPR Di Kota Denpasar, 5(3), 1486–1512.
Wibowo, E. S., & Syaichu, M. (2013). Analisis pengaruh suku bunga, inflasi, car, bopo, npf terhadap profitabilitas bank syariah. Journal Of Management, 2, 1–
10.
Widowati, S. A., & Suryono, B. (2015). Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Profitabilitas Perbankan Di Indonesia, 4(6), 1–15.
Widarjono, A. (2009). Ekonometrika : pengantar dan aplikasinya.
Winarno, W. W. (2011). Analisis Ekonometrika dan Statistika dengan EViews (4th ed.).
Wantera, Ni Luh K. P. S. Madri dan Mertha, I Made. 2015. “Pengaruh Penerapan Corporate Governance, Dana Pihak Ketiga, CAR dan NPL Terhadap Profitabilitas Bank”. E-Jurnal Akuntansi. Bali: Universitas Udayana. Vol. 12, No. 2 Tahun 2015, Hal. 154-171.
Yuwono, B. A. (2013). Pengaruh LDR, IPR, APB, NPL,PPAP, IRR, PDN, BOPO, FBIR DAN FACR Terhadap Retirn On Asset (ROA) Pada Bank Umum Swasta Nasional Go Public, 1–21.
97
Indonesia Banking School Yeye Susilowati. 2006. Konsekuensi Signal Subtitusi dan Komplemen Dalam Keputusan Keputusan Pendanaan. Disertasi. Program Doktor Ilmu Ekonomi.
Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.
Pengaruh Risiko Kredit..., Made Noviandari, Ak.-IBS, 2017
LAMPIRAN 1 DATA PENELITIAN
No Nama BPD Tahun ROA NPL PDN LDR BIA
BPD Kalimantan Timur 2012 0,025 0,0745 0,0012 0,5678 18,4104 BPD Kalimantan Timur 2013 0,0278 0,0674 0,0186 0,9077 18,50049 BPD Kalimantan Timur 2014 0,026 0,1036 0,0185 0,7854 18,51353 BPD Kalimantan Timur 2015 0,0156 0,1035 0,0876 1,0354 18,52369 BPD Kalimantan Timur 2016 0,0299 0,0846 0,0354 1,0117 18,37109
BPD Bali 2012 0,0428 0,0045 0,009 0,806 17,68093
BPD Bali 2013 0,0397 0,0033 0,0065 0,8787 17,88809
BPD Bali 2014 0,0392 0,0035 0,0021 0,9641 18,08247
BPD Bali 2015 0,0333 0,0196 0,0023 0,9732 18,25394
BPD Bali 2016 0,0376 0,0147 0,0039 1,0275 18,40393
BPD DKI 2012 0,0187 0,032 0,1157 0,735 17,65116
BPD DKI 2013 0,0315 0,0238 0,0855 0,952 17,8821
BPD DKI 2014 0,021 0,0438 0,0116 0,9257 18,18245
BPD DKI 2015 0,0089 0,0796 0,0101 0,9114 18,35329
BPD DKI 2016 0,0299 0,0535 0,0105 0,8741 18,2999
BPD Jawa Barat & Banten 2012 0,0246 0,0207 0,0123 0,7409 18,94993 BPD Jawa Barat & Banten 2013 0,0261 0,0283 0,0194 0,9647 19,05676 BPD Jawa Barat & Banten 2014 0,0194 0,0415 0,0194 0,9318 19,16428 BPD Jawa Barat & Banten 2015 0,0204 0,0291 0,0047 0,8813 19,1648 BPD Jawa Barat & Banten 2016 0,0222 0,0169 0,0058 0,867 19,25079
BPD Jawa Tengah 2012 0,0273 0,008 0,0004 0,8262 18,26564
BPD Jawa Tengah 2013 0,0301 0,0072 0,0046 0,8696 18,34553
BPD Jawa Tengah 2014 0,0284 0,0093 0,0059 0,8857 18,56578
BPD Jawa Tengah 2015 0,026 0,0126 0,009 0,9054 18,741
BPD Jawa Tengah 2016 0,026 0,0145 0,0115 0,9505 18,88094
BPD Riau & Kep Riau 2012 0,0295 0,0195 0,0083 0,6649 17,9348 BPD Riau & Kep Riau 2013 0,03 0,0281 0,0208 0,876 18,03175 BPD Riau & Kep Riau 2014 0,0337 0,0279 0,0421 0,7772 18,13942 BPD Riau & Kep Riau 2015 0,0169 0,0412 0,0315 1,1261 18,31149 BPD Riau & Kep Riau 2016 0,0275 0,0416 0,0349 1,2519 18,29064 BPD Sumatera Barat 2012 0,0265 0,0269 0,0109 1,0035 17,59867 BPD Sumatera Barat 2013 0,0264 0,0229 0,0076 0,9913 17,76551 BPD Sumatera Barat 2014 0,0194 0,0252 0,004 0,9834 17,84309 BPD Sumatera Barat 2015 0,0228 0,0274 0,0044 0,9924 17,84904 BPD Sumatera Barat 2016 0,0219 0,0307 0,0014 0,9802 17,89904 BPD Sumatera Selatan & Bangka 2012 0,019 0,0682 0,0293 0,7598 17,62296 BPD Sumatera Selatan & Bangka 2013 0,0176 0,0901 0,0255 0,94 17,71478 BPD Sumatera Selatan & Bangka 2014 0,0213 0,071 0,0441 0,8597 17,66301 BPD Sumatera Selatan & Bangka 2015 0,0218 0,0438 0,0206 0,9543 17,65596 BPD Sumatera Selatan & Bangka 2016 0,0223 0,0617 0,0157 0,8892 17,72902 BPD Sumatera Utara 2012 0,0299 0,0281 0,0004 1,019 18,19208 BPD Sumatera Utara 2013 0,0337 0,0383 0,0009 1,0731 18,28486
BPD Sumatera Utara 2014 0,026 0,0547 0,0005 0,9589 18,3805
BPD Sumatera Utara 2015 0,0231 0,05 0,0002 0,9408 18,39984
BPD Sumatera Utara 2016 0,0274 0,047 0,0002 0,9389 18,3981
BPD Jawa Timur 2012 0,0334 0,0295 0,0128 0,8355 18,55827
BPD Jawa Timur 2013 0,0382 0,0344 0,0121 0,8498 18,41471
BPD Jawa Timur 2014 0,0352 0,0331 0,0194 0,8654 18,3979
BPD Jawa Timur 2015 0,0267 0,0429 0,0194 0,8292 18,79447
7
8
9
10 1
2
3
4
5
6