STRATEGI BELAJAR ANAK BERPRESTASI DARI KELUARGA ORANG TUA YANG BERCERAI DI KOTO PANJANG KENAGARIAN
TIGO JANGKO KECAMATAN LINTAU BUO KABUPATEN TANAH DATAR
JURNAL
YEYES NITA 10070191
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SOSIOLOGI
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN STKIP PGRI SUMBAR
PADANG 2014
Children Learning Achievement Strategies From The Divorced Parent Families In Koto Panjang subdistrict Kenegarian Tigo Jangko Lintau Buo KabupatenTanah Datar
Yeyes Nita1 Drs Wahyu Promono, M. Si2. Elvawati, M.Si3 Program Studi Pendidikan Sosiologi
STKIP PGRI Sumatera Barat ABSTRACT
Thesis Koran on learning strategies achieving children from families of parents who divorced in Koto Panjang subdistrict Kenegarian Tigo Jangko Lintau Buo Tanah Datar. but not for children achieving children from divorced families were found in Koto Panjang author means that they can still get the achievement even though in the condition of her parents divorced this study aims to describe the learning strategies achieving children in Koto Panjang subdistrict Lintau Buo Tanah Datar. The approach used in this study is a qualitative approach, The results of this study showed that children performed a variety of strategies for achieving the learning process such as 1) Borrow books, among others: the senior brother, borrow books at the library, borrow books to different school friends, borrow a book for teachers, 2) Repeating the lessons at home 3) Looking for lesson materials from the internet 4) Form a study group.
Keywords : Strategies Children Learning Divorced Parent
PENDAHULUAN
Keluarga juga merupakan suatu kelompok yang terdiri dari dua orang atau lebih yang terikat oleh ikatan darah, perkawinan, atau adopsi serta tinggal secara bersama(Suhendi, 2001:41-42).
MenurutAhmadi,1991:245,mengun gkapkan ada tiga tugas keluarga yaitu:
1. Mengurus keperluan materi anak Merupakan tugas pertama setiap orang tua harus memberi makan, tempat perlindungan dan pakaian kepada anak- anaknya, anak sepenuhnya masih tergantung pada orang tua karena anak belum mampu mencukupi kebutuhanya sendiri.
2. Menciptakan suatu “Home” bagi anak-anaknya
Home berarti bahwa di dalam keluarga itu, anak-anak dapat berkembang dengan subur, merasakan kemesraan, kasih sayang, keramah tamahan, merasa aman, terlindung dan lain-lain, dirumah anak- anak merasa tentram tidak pernah kesepian dan selalu gembira.
3. Tugas pendidikan
Tugas mendidik merupakan tugas yang terpenting dari orang tua terhadap anak- anaknya, pendidikan bertujuan untuk mengajar dan melatih anak-anaknya sehingga mereka dapat memenuhi tugas mereka terhadap Tuhan sesama manusia dan sekeliling mereka.
Oleh sebab itu keluarga sangat membantu pendidikan formal anak disekolah, karena setiap anak membutuhkan dukungan dari keluarga yang utuh sehingga anak dapat berkembang dengan baik, tapi sebaliknya, jika suatu keluarga tidak utuh maka mempunyai pengaruh terhadap perkembangan hasil belajar anak, misalnya ketidakutuhan dalam keluarga yang di sebabkan oleh perceraian dapat menghambat fungsi keluarga salah satunya adalah dalam pelaksanaan hasil belajar anak. Tetapi di koto panjang kecamatan lintau buo kabupaten tanah datar, hasil belajar tidak berpengaruh oleh fungsi keluarga yang tidak berjalan, disebabkan oleh perceraian hal ini dapat terlihat pada Tabel 1. 1 di bawah ini:
No Nama Jorong di
Koto Panjang Kenagarian Tigo Jangko
Jumlah Keluarga Bercerai
Jumlah Keluarga Bercerai Mempunyai Anak Berprestasi 1
2 3
Jorong
Gunung Seribu Jorong
Abdurran Jorong Cendrawasih
6 10
4
4 7 2
Jumlah 20 13
Berangkat dari pertayaan diatas tujuan peneliti ini adalah untuk:
Mendeskripsikan strategi belajar anak
berprestasi dari keluarga yang bercerai di Koto Panjang Kenagarian Tigo Jangko Kecamatan Lintau Buo Kabupaten Tanah Datar.
TINJAUAN PUSTAKA
Teori pilihan rasional ini dikemukakan oleh James S, Coleman (Ritzer, 2003:391). Orientasi pilihan rasional coleman jelas di dalam ide dasarnya bahwa : orang-orang bertindak secara sengaja kearah suatu tujuan, dengan tujuan itu (dan dengan tindakan-tindakan itu) dibentuk oleh nilai-nilai atau pilihan- pilihan”, tetapi kemudian coleman melanjutkan berargumen bahwa untuk sebagian besar maksud teoritas, dia akan membutuhkan suatu konseptualisasi yang sesama mengenai aktor rasional yang berasal dari ekonomi, konseptualisasi yang melihat para aktor memilih tindakan- tindakan yang akan memaksimalkan manfaat, atau pemuasan kebutuhan- kebutuhan dan keinginan-keinginan mereka (Ritzer, 2003:394).
Strategi Belajar Anak
Kata strategi berasal dari bahasa yunani “Strategia” yang diartikan sebagai
“The art of the general” atau seni seorang panglima yang biasanya digunakan dalam perperangan dalam pengertian umum (Hamdani, 2011:18). Secara umum Strategi dapat diartikan sebagai suatu
upaya yang dilakukan oleh seseorang atau organisasi untuk sampai pada tujuan.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, strategi adalah rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran yang khusus (yang diinginkan). Strategi adalah suatu prosedur yang digunakan untuk memberikan suasana yang konduktif (Hamdani, 2011:18). Strategi dapat diartikan sebagai daya upaya dalam menciptakan suatu sistem lingkungan yang memungkinkan terjadinya proses mengajar agar tujuan yang telah dirumuskan dapat tercapai dan berhasil guna (Sabri, 2005:1).
Ada Lima macam strategi kognitif yang dikelompokkan oleh Weinsterin dan Mayer yang meliputi (Wilis, 2011:122- 123).
1. Strategi menghafal.
Menurut strategi ini para siswa melakukan latihan mereka sendiri tentang materi yang dipelajari dalam bentuk yang paling sederhana, latihan itu berupa mengulangi nama-nama dalam suatu urutan.
2. Strategi Elaborasi.
Dalam menggunakan teknik elaborasi, siswa mengasosialisasikan hal-hal yang akan di pelajari dengan bahan-bahan lain yang tersedia.
3. Strategi Pengaturan.
Menyusun materi yang akan di pelajari ke dalam suatu kerangka yang teratur
merupakan teknik dasar strategi ini, sekumpulan kata yang akan
Di ingat, diatur oleh siswa menjadi kategori-kategori yang bermakna, hubungan antara fakta-fakta menjadi tabel- tabel memungkinkan, penggunaan peraturan penyusunan ruang untuk menghafal materi pelajaran.
4. Strategi Metakognitif
Strategi Metakognitif meliputi kemampuan siswa untuk menentukan tujuan belajar, memperkirakan keberhasilan pencapaian tujuan itu, dan memilih alternatif-alternatif untuk mencapai tujuan itu.
5. Strategi afektif.
Teknik ini digunakan para siswa untuk memusatkan, mempertahankan, perhatian untuk mengendalikan kemarahan dan menggunakan waktu secara efektif.
METODELOGI PENELITIAN
Penelitian ini dilakukan selama tiga bulan yang mulai dari tanggal 15 Maret 2014 sampai dengan 29 Mai 2014.
Penelitian ini dilaksanakan di Koto Panjang Kenagarian Tigo Jangko Kecamatan Lintau Buo Kabupaten Tanah Datar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tulisan atau lisan dari orang- orang dan prilaku yang dapat diamati, penelitian ini bertipe deskriptif yang menggambarkan berbagai kondisi dan
sesuatu hal seperti apa adanya. Jenis data yang digunakan yaitu data primer dan data skunder. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, observasi, dan studi dokumentasi.
HASIL PENELITIAN
Strategi Belajar Anak Berprestasi Dari Keluarga Bercerai.
1. Meminjam Buku
Anak yang berprestasi dari keluarga yang bercerai melakukan tindakan untuk meningkatkan prestasinya dalam belajar dengan cara yaitu dengan meminjam buku seperti meminjam buku kepada kakak senior, meminjam buku k di perpustakaan sekolah, meminjam buku kepada teman yang beda sekolah dan meminjam buku kepada guru mata pelajaran.
2. Mengulang Kembali Pelajaran Di Rumah
Siswa-siswi yang berprestasi ini selain belajar di sekolah ia juga mengulang kembali pelajaran yang diberikan guru dirumah. Belajar di sekolah dengan di rumah itu sangat berbeda dimana kalau mereka belajar di rumah, biasanya mereka bisa menentukan kapan mau belajar, belajar di rumah lebih banyak waktu dari pada di sekolah semangkin banyaknya waktu yang diluangkan untuk belajar semangkin banyak pula ilmu yang didapatkan dan pengetahuan juga bertambah. Begitu juga yang dialami oleh
siswa-siswi yang berprestasi dari keluarga yang bercerai, pada umumnya mereka mengulang kembali pelajaran yang diberikan oleh guru di sekolah yaitu pukul 15.00-17.00 WIB dan siap sholat magrib 19.30-22.00 WIB bahkan lebih. Ada juga yang belajar 01.00-02.00 WIB setelah sholat tahajud dan Kemudian belajar dilanjutkan kembali selesai sholat subuh mulai pukul 5.10-5.45 WIB.
3. Mencari Bahan Pelajaran Dari Internet Internet memberikan kemudahan bagi siswa-siswi dalam mencari tugas di sekolah, selain itu juga menambah pengetahuan mereka internet bisa dianggap suatu perantara bagi siswa-siswi dalam menemukan berbagai hal bagi untuk tugas di sekolah maupun untuk menambah wawasan lainnya, seperti mencari tugas, mencari makalah dan soal-soal dari internet dan membahas soal-soal tersebut.
4. Membentuk Kelompok Belajar.
Anak yang berprestasi selalu memberi motivasi dan membantu setiap pelajaran yang tidak dimengerti oleh teman- temannya selain itu mereka juga membentuk kelompok belajar baik di sekolah maupun di rumah. Anak berprestasi juga berupaya terhadap teman yang tidak berprestasi dalam proses belajar di sekolah dengan cara membantu teman yang tidak mengerti pelajaran yang diberikan oleh guru.
KESIMPULAN
Strategi belajar anak berprestasi dari keluarga orang tua yang bercerai, antara lain:
1. Meminjam buku yaitu:
a. meminjam buku kepada kakak senior.
b. meminjam buku di perpustakaan.
c. meminjam buku kepada teman yang beda sekolah.
d. meminjam buku kepada guru.
2. Mengulang kembali pelajaran di rumah.
3. Mencari bahan pelajran dari internet.
4. Membentuk kelompok belajar.
DAFTAR PUSTAKA
Hamdani, M,A. 2011. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Mengajar.
Ritzer, George dan Goodman, Douglas J.
2003. Teori Sosiologi Modern.
Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Sabri, Ahmad. 2005. Strategi Belajar Mengajar dan Micro Teaching.
Jakarta: Quantum Teaching
Suhendi, Hendi dan Rahmadani, Wahyu.
2001. Pengantar Studi Sosiologi Keluarga. CV: Pustaka Setia.
Wilis, Ratna Dahar. 2011. Terori-teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta:
Erlangga.
Skripsi:
Sari, Nopita.2013.Strategi Belajar Anak Berprestasi dari Keluarga Miskin di SMA N 3 Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan. Jurusan Sosiologi STKIP PGRI Sumatera Barat