• Tidak ada hasil yang ditemukan

strategi guru dalam menginternalisasi nilai-nilai

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "strategi guru dalam menginternalisasi nilai-nilai"

Copied!
100
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Untuk menyimpang dari fenomena tersebut, sebagai pendidik yang menjadi ujung tombak dalam internalisasi nilai-nilai karakter peserta didik di sekolah. Berdasarkan uraian di atas, peneliti tertarik untuk mengkaji peran sekolah secara mendalam, khususnya strategi guru dalam menginternalisasikan nilai-nilai karakter siswa kelas VII di sekolah tersebut. GURU DALAM INTERNALISASI NILAI KARAKTER PADA SISWA KELAS VII MTS BADRUSSALAM NW SEKARBELA TAHUN PELAJARAN.

Rumusan Masalah

Tujuan dan Manfaat

  • Manfaat Teoritis
  • Manfaat Praktis

GURU DALAM INTERNALISASI NILAI KARAKTER PADA SISWA KELAS VII MTS BADRUSSALAM NW SEKARBELA TAHUN PELAJARAN 2019-2020”. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan hal-hal yang positif dan bermanfaat bagi ilmu pengetahuan terkait masalah strategi guru dalam memperoleh nilai karakter pada siswa khususnya di MTS Badrussalam NW Sekarbela.

Ruang Lingkup dan Setting Penelitian

  • Ruang Lingkup Penelitian
  • Setting Penelitian

Dalam penelitian ini, penulis mengambil lokasi penelitian di MTs Badrussalam NW Sekarbela dan dilakukan berdasarkan beberapa pertimbangan, yaitu selain untuk memudahkan dalam mencari dan mengumpulkan data yang relevan dengan fokus penelitian, juga karena ingin mengetahui bagaimana strategi guru dalam memperoleh nilai-nilai karakter siswa dan siswa dalam meningkatkan kualitas pendidikan karakter yang membuat siswa antusias tertarik untuk menjadikan karakternya lebih baik lagi, alasan lainnya. Peneliti berpendapat bahwa strategi guru dalam pemerolehan nilai karakter siswa dan siswi khususnya kelas VII kurang mendapat perhatian dari peneliti lain. Objek penelitian ini, menurut peneliti sangat penting untuk pengembangan strategi guru di kota Mataram, dalam memperoleh nilai-nilai karakter siswanya.

Telaah Pustaka

Menurut Arifin Eko Saputra, mahasiswa NIM jurusan Sosiologi, dalam penelitian berjudul “Strategi Guru Membentuk Karakter Siswa dan Siswa SMP PGRI 6 Bandar Lampung”. Mengenai kesamaan penelitian sebelumnya dengan penelitian yang akan dilakukan peneliti yang mengkaji kedua strategi guru dalam menginternalisasi nilai karakter siswa dan siswi. 9 Arifin Eko Saputra, “Strategi Guru Membentuk Karakter Siswa di SMP PGRI 6 Bandar Lampung”, (Disertasi, Universitas Lampung, Bandar Lampung, 2019), hlm.

Kerangka Teori

  • Tinjauan Tentang Guru
  • Tinjaun Tentang Guru
  • Tinjauan Tentang Pendidikan Karakter

Dilihat dari pengertian tersebut, guru adalah orang yang mendidik dan mempersiapkan siswa untuk berkreasi, mengelola dan memelihara hasil ciptaannya agar tidak merugikan diri sendiri, masyarakat dan lingkungan alam. Artinya orang yang berusaha mendidik siswanya menghilangkan kebodohan atau membasmi kebodohan, dan melatih keterampilan siswa sesuai dengan bakat dan minatnya. Sebagai fasilitator, guru harus merumuskan tujuan dengan jelas, menentukan waktu tempuh, menentukan jalur yang harus diikuti, menggunakan panduan perjalanan, dan menilai kelancarannya sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan siswa.

Oleh karena itu, “dalam pendidikan moral, siswa harus dilatih untuk mengambil keputusan yang tepat dengan memperhatikan konteks pengalaman hidupnya.”20. Guru berperan melatih siswa dalam pembentukan keterampilan dasar sesuai dengan potensi yang dimiliki masing-masing siswa. Pendidikan karakter pada hakekatnya adalah usaha sadar yang dilakukan orang dewasa kepada anak atau anak yang belum dewasa dalam upaya membentuk dan mengembangkan karakter sebagai aspek penting dalam tahapan atau tahapan perkembangan individu.

Personality berasal dari bahasa inggris yaitu personality. 28 Pendidikan informal adalah pendidikan yang diberikan oleh orang tua kepada anak yang berlangsung dalam kehidupan keluarga berupa penanaman nilai, norma dan tradisi yang mempengaruhi pendidikan karakter. Dari pengertian pendidikan karakter di atas, dapat dirumuskan tujuan pendidikan karakter yaitu membentuk karakter dan mengembangkan karakter individu. Formulasi nilai-nilai yang menjadi muatan pendidikan karakter memiliki sedikit kesamaan dengan formulasi karakter dasar yang dikembangkan di negara lain, begitu pula dengan karakter dasar yang dikembangkan oleh Ari Ginanjae melalui ESQ-nya.

Upaya implementasi pendidikan karakter harus dilakukan dengan pendekatan holistik, yaitu mengintegrasikan pengembangan karakter ke dalam setiap aspek kehidupan sekolah. Pendidikan karakter sangat penting, yaitu untuk mengembangkan kecerdasan moral (build moral intelligence) atau mengembangkan kemampuan moral anak. Media televisi sebenarnya memiliki kelebihan dalam membantu tugas guru dan orang tua untuk menanamkan pendidikan karakter pada anak secara berkesinambungan.

Tabel 1.2 Karakteristik Dasar Pendidikan Karakter  KARAKTER DASAR
Tabel 1.2 Karakteristik Dasar Pendidikan Karakter KARAKTER DASAR

Metode Penelitian

  • Lokasi Penelitian
  • Jenis Penelitian
  • Pendekatan Penelitian
  • Kehadiran Peneliti
  • Sumber dan Jenis Data
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Analisis Data
  • Validitas Data

Berdasarkan hal tersebut, ada empat hal pokok yang perlu diperhatikan yaitu metode ilmiah, data, tujuan dan kegunaan berupa deskripsi dalam pengungkapan permasalahan yang ada. Menggunakan metode observasi agar dapat mengamati dan mencatat data yang diperoleh berdasarkan atau pengamatan di MTs Badrussalam NW Sekarbela. Data yang telah disusun menjadi model dan dikategorikan, data tersebut dapat diolah dengan menggunakan model analisis data Milles dan Hubberman yaitu: 48.

Dengan begitu, kami tidak memfilter data yang ada dari konteks asal/perolehan data tersebut. Verifikasi dapat sesingkat tinjauan yang melintas di benak analis saat ia menulis, tinjauan catatan lapangan, atau dapat menyeluruh dan melelahkan seperti tinjauan sejawat dan pertukaran untuk mengembangkan "kesepakatan intersubjektif", atau upaya ekstensif. untuk menempatkan salinan temuan di kumpulan data lain. Partisipasi peneliti membuat data yang dikumpulkan lebih percaya diri, dalam hal ini peneliti akan fokus pada pembelajaran tentang budaya, menguji kepalsuan informasi yang dimasukkan oleh kabupaten itu sendiri atau oleh responden.

Partisipasi ini sangat diperlukan dalam proses validasi data dan penyempurnaan data yang diperoleh peneliti. Kemudian peneliti akan menelaahnya secara detail sampai titik tertentu agar data yang dibutuhkan benar-benar valid. Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang menggunakan sesuatu di luar data itu untuk keperluan pemeriksaan atau sebagai pembanding terhadap data tersebut.

Triangulasi teori data ini tidak dapat dikendalikan dengan satu teori yang membutuhkan banyak teori dimana teori tersebut akan mendukung penanganan data yang telah dikumpulkan oleh peneliti.

PAPARAN DATA DAN TEMUAN

Deskripsi Penelitian

  • Temuan Umum Penelitian
  • Temuan Khusus Peneliti

Para guru di MTs Badrussalam NW Sekarbela mendukung semua kegiatan positif yang dilakukan oleh siswanya, baik itu dukungan berupa materi, saran atau ide, dll. Jumlah siswa MTs Badrussalam NW Sekarbela tahun pelajaran 2019 yang terdaftar adalah 78 siswa. MTs Badrussalam NW Sekarbela memiliki 4 ruang kelas yaitu 1 ruang untuk kelas VII, 1 ruang untuk kelas VIII, dan 2 ruang untuk kelas IX.

Oleh karena itu, MTs Badrussalam NW Sekarbela Mataram menyediakan sarana prasarana berupa ruang perpustakaan yang akan sangat membantu siswa dalam mencari referensi yang dibutuhkan atau sekedar hobi membaca. MTs Badrussalam NW Sekarbela Mataram memiliki 3 toilet, di ruang direktur 1, di ruang TU 1, dan di samping kelas IX A 1 melalui koridor antara ruang perpustakaan dan kelas IX A. Garasi MTs Badrussalam NW Sekarbela Mataram berada di sebelah perpustakaan, jodohnya tidak terlalu lebar, hanya muat beberapa motor saja.

Tempat wudhu' merupakan kebutuhan yang harus ada di setiap madrasah dan MTs Badrussalam NW Sekarbela Mataram disediakan. Internalisasi nilai-nilai kejujuran, kedisiplinan dan kerja keras pada siswa MTs Badrussalam NW Sekarbela khususnya Kelas VII. Hasil wawancara peneliti dengan salah satu guru agama di MTs Badrussalam NW Sekolah Sekarbela yaitu Imam Firma, S.Pd.

Hasil wawancara peneliti dengan guru di sekolah MTs Badrussalam NW Sekarbela yaitu Ibu Herniawati, S.Pd.

Tabel 2.1. Daftar Nama Guru-guru MTs Badrussalam NW Sekarbela
Tabel 2.1. Daftar Nama Guru-guru MTs Badrussalam NW Sekarbela

PEMBAHASAN

Analisis Karakter-Karakter Siswa Kelas VII Di MTS

  • Karakter-Karakter siswa
  • Startegi Guru Dalam Menginternalisasi nilai Karakter

Strategi guru dalam menginternalisasikan nilai-nilai karakter pada siswa kelas VII khususnya karakter kejujuran, disiplin dan kerja keras melalui pendidikan dapat dilakukan dengan cara mengintegrasikan dan pembelajaran. Dan ini dilakukan secara terus menerus setiap hari terutama membaca Al Quran sebelum proses pembelajaran berlangsung, agar guru dan siswa terbiasa dan lebih peka terhadap kegiatan yang memiliki nilai-nilai Islami. Jadi jelas apa yang dikatakan Thomas Lickona bahwa guru harus menjadi pengasuh dan pembimbing, terutama dalam menginternalisasi nilai-nilai karakter, baik melalui proses pembelajaran maupun hal-hal yang berbau kebaikan moral.

Jadi sangat jelas yang kita ketahui ketika guru terus menginternalisasikan nilai-nilai karakter, misalnya karakter kejujuran. Sehingga menurut peneliti juga bahwa proses pendidikan karakter atau internalisasi nilai-nilai karakter khususnya pada siswa kelas VII juga dapat menggunakan model pembelajaran berbasis interaksi sosial (model interaksi) dan transaksi. Ketiga, melalui pembelajaran harus telah menerapkan pembelajaran pendidikan karakter yang meliputi rencana dan perangkat pembelajaran yang memuat nilai-nilai karakter, pelaksanaan yang menggunakan metode yang dapat menginternalisasi atau menanamkan nilai-nilai karakter, serta evaluasi dan tindak lanjut yang memuat nilai-nilai berbasis karakter, sehingga dapat melengkapi gerak pimpinan sekolah atau guru untuk menginternalisasikan nilai-nilai karakter tersebut, terutama yang diteliti oleh peneliti yaitu karakter kejujuran, disiplin dan sifat kerja keras.

Oleh karena itu tidak hanya dalam kegiatan sosial atau rutinitas sehari-hari untuk menginternalisasikan nilai-nilai karakter, tetapi juga melalui proses pembelajaran, baik itu pelajaran agama atau pembelajaran kewarganegaraan (PKN). Dalam penerapan nilai-nilai karakter khususnya karakter jujur, disiplin dan kerja keras yang diterapkan oleh guru terhadap siswa kelas VII MTs Badrussalam NW Sekarbela sudah baik, namun perlu terobosan lagi, juga perlu evaluasi ulang strategi agar untuk menginternalisasikan nilai-nilai karakter yang baik kepada siswa, agar kedepannya lebih baik dan lebih baik lagi. Strategi guru dalam menginternalisasi nilai-nilai karakter khususnya karakter kejujuran, disiplin dan karakter kerja keras pada siswa khususnya siswa kelas VII MTs Badrusslam NW Sekarbela cukup baik memadukan pemikiran para guru dalam memberikan nilai-nilai pendidikan karakter dan penyejuk lingkungan. yang mendukung pendidikan karakter.

Kepala sekolah hendaknya terus memantau kinerja gurunya dalam menanamkan nilai-nilai karakter pada siswa dan hendaknya lebih banyak membuat program-program yang lebih baik bagi siswa.

PENUTUP

Kesimpulan

Karakter siswa di MTS Badrussalam NW Sekarbela sangat beragam, khususnya di kelas VII ini. Hal ini menjadi tantangan bagi pendidik untuk tetap konsisten dan mampu menjaga anak atau peserta didik agar tetap memiliki karakter yang baik dan benar serta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dan terakhir, melalui integrasi yang diprogramkan oleh kepala sekolah dan guru sebagai pramuka, pembelajaran tahfiz al-Qu'an 2 minggu sekali, pembelajaran atau latihan pidato yang dijadwalkan setiap jumat pagi yang ditugaskan oleh guru untuk siswa khususnya kelas VII. siswa.

Saran

Gambar

Tabel 1.2 Karakteristik Dasar Pendidikan Karakter  KARAKTER DASAR
Tabel 1.3 Skema Penanaman Nilai Budi Pekerti Di Sekolah
Tabel 2.1. Daftar Nama Guru-guru MTs Badrussalam NW Sekarbela
Tabel 2.2. Daftar Jumlah Siswa-siswi MTs Badrussalam NW Sekarbela  Tahun 2019
+3

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, Strategi pembelajaran PPKN dalam menanamkan nilai karakter pada peserta didik adalah dengan mengidentifikasi perubahan