• Tidak ada hasil yang ditemukan

Strategi Intervensi Konseling Estetik

N/A
N/A
Iman Nurjuman

Academic year: 2025

Membagikan "Strategi Intervensi Konseling Estetik"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

Strategi dan Intervensi Konseling

Guru BK

(2)

Konseling sebagai Profesi Bantuan

Profesi bantuan berbasis ilmu dan etika, membantu individu mengembangkan diri.

Tempat Ikon

(Konseling/Emosi/

Komunikasi)

(3)

Hubungan Bantuan (Konseling)

Relasi empatik, suportif, dan profesional antara konselor dan klien.

Tempat Ikon

(Konseling/Emosi/

Komunikasi)

(4)

Attending terhadap Klien

Kehadiran penuh secara verbal dan non-verbal dalam mendengarkan klien.

Tempat Ikon

(Konseling/Emosi/

Komunikasi)

(5)

Pemahaman Pola-Pola Komunikasi

Peka terhadap komunikasi verbal dan non-verbal klien.

Tempat Ikon

(Konseling/Emosi/

Komunikasi)

(6)

Pengelolaan Kegiatan Konseling

Mengelola waktu, arah sesi, dan evaluasi konseling.

Tempat Ikon

(Konseling/Emosi/

Komunikasi)

(7)

Responding terhadap Isi Kognitif

Menanggapi pikiran, keyakinan, dan persepsi klien secara reflektif.

Tempat Ikon

(Konseling/Emosi/

Komunikasi)

(8)

Responding terhadap Isi Afektif

Menanggapi perasaan dan emosi klien dengan validasi dan refleksi.

Tempat Ikon

(Konseling/Emosi/

Komunikasi)

(9)

Membedakan Pesan Kognitif dan Afektif

Menganalisis aspek pikiran vs. aspek perasaan dalam komunikasi klien.

Tempat Ikon

(Konseling/Emosi/

Komunikasi)

(10)

Konseptual (Perumusan) Masalah dan Penyusunan Tujuan

Menganalisis masalah dan menyusun tujuan konseling secara SMART.

Tempat Ikon

(Konseling/Emosi/

Komunikasi)

(11)

Penyeleksian Strategi dan Intervensi

Memilih pendekatan konseling sesuai karakteristik masalah dan klien.

Tempat Ikon

(Konseling/Emosi/

Komunikasi)

(12)

Penggunaan Intervensi-Intervensi Konseling

Teknik-teknik intervensi seperti refleksi, role play, dan CBT.

Tempat Ikon

(Konseling/Emosi/

Komunikasi)

(13)

Penerimaan dan Penggunaan Supervisi

Menerima umpan balik untuk meningkatkan profesionalisme sebagai konselor.

Tempat Ikon

(Konseling/Emosi/

Komunikasi)

Referensi

Dokumen terkait

Dalam hal ini seorang konselor dituntut untuk memiliki keterampilan dalam merangsang terjadinya komunikasi interpersonal dengan klien di kelompoknya sehingga terjadi proses

Adapun korelasinya dengan komunikasi konseling, penulis merasa bahwa qaulan ma’rufan akan sangat sesuai digunakan saat menghadapi klien yang belum sempurna akalnya,

Komunikasi interpersonal adalah interaksi yang dilakukan dari orang ke orang, bersifat 2 arah baik secara verbal maupun non verbal, dengan saling berbagi

Komunikasi adalah suatu aktivitas penyampaian informasi baik secara verbal maupun non verbal antara pemberi pesan (komunikator) dan penerima pesan (komunikan). Dalam

Proses komunikasi yang dikirimkan oleh pihak komunikan baik secara verbal maupun non verbal disesuaikan dengan tempat, dimana proses komunikasi

Dalam konseling akan diternui juga klien yang sukar menceritakan rnasalah yang dialami kepada konselor, Terapi seni member kesempatan kepada klien untuk melahirkan

Penelitian Keliat, dkk (2000) yang berjudul Pengaruh Model Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi (TAKS) terhadap Kemampuan Komunikasi Verbal dan Non Verbal pada

KESIMPULAN DAN SARAN Komunikasi non-verbal terbukti lebih efektif dibandingkan komunikasi verbal dapat dilihat dari hasil penelitian ini dimana strategi marketing lowcast yang menaruh