Fokus penelitian ini adalah strategi komunikasi dalam membangun komunikasi antar budaya yang lebih efektif dan faktor apa saja yang mendukung dan menghambat proses komunikasi mahasiswa Patani kampus IAIN Jember. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi komunikasi mahasiswa Patani dalam membangun komunikasi antar budaya yang efektif serta faktor pendukung dan penghambat proses komunikasi mahasiswa Patani dengan komunitas kampus IAIN Jember. Sehingga hal ini berdampak pada proses komunikasi antara mahasiswa Patani dengan civitas kampus IAIN Jember yang kurang efektif.
Oleh karena itu peneliti akan melakukan penelitian dengan judul Strategi Komunikasi Mahasiswa Patani dalam Membangun Hubungan Antar Budaya yang Efektif di IAIN Jember. Bagaimana strategi komunikasi mahasiswa Patani dengan civitas kampus IAIN Jember dalam membangun hubungan antar budaya yang efektif? Mengetahui strategi komunikasi mahasiswa Patani dengan komunitas kampus IAIN Jember dalam membangun komunikasi antar budaya yang efektif.
Mengetahui faktor-faktor apa saja yang mendukung dan menghambat proses komunikasi antara mahasiswa Patani dengan civitas kampus IAIN Jember.
PENDAHULUAN
- Latar Belakang Masalah
- Fokus Penelitian
- Tujuan Penelitian
- Manfaat Penelitian
- Definisi Istilah
- Sistematika Pembahasan
Maka yang dimaksud dengan strategi komunikasi mahasiswa Patani untuk membangun hubungan antar budaya yang efektif di IAIN Jember adalah sesuatu yang mencakup perencanaan, kegiatan dan manajemen komunikasi yang diperlukan untuk membangun hubungan antar budaya yang efektif antara mahasiswa Patani dengan komunitas kampus IAIN Jember.
KAJIAN KEPUSTAKAAN
Penelitian Terdahulu
Persamaan dari kedua penelitian ini adalah sama-sama menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Persamaan dari kedua penelitian ini adalah sama-sama menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini membahas faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas komunikasi antarbudaya, antara lain: etnosentrisme, kompetensi komunikasi interpersonal, dan gaya komunikasi.
Fokus penelitian ini adalah bagaimana komunikasi antarbudaya terjadi dalam membangun persatuan di IAIN Jember. Persamaan kedua penelitian ini terletak pada penggunaan metode penelitian, baik yang menggunakan pendekatan kualitatif maupun jenis penelitian deskriptif.
Kajian Teori
Penelitian ini mencapai hasil akhir berupa komunikasi antarbudaya dalam membangun persatuan yang berlangsung di IAIN Jember yang efektif dan harmonis. Terdapat pendapat lain mengenai strategi komunikasi yang diambil peneliti dari laman website Pakarkomunikasi.com karena dianggap sebagai bahan perbandingan dalam penelitian ini. Jika kita ingin mencapai komunikasi yang baik dan efektif, kita harus bersikap baik kepada lawan bicara.
Jika tidak ada proses pemahaman maka komunikasi yang terjadi sangat kecil kemungkinannya menjadi komunikasi yang efektif. Maka kesadaran akan perbedaan budaya akan menjadi indikator terciptanya komunikasi yang efektif. Jadi komunikasi yang akan terjadi melibatkan komunikasi yang mengandung afektif dan ketertarikan terhadap orang lain sehingga orang lain tertarik dengan apa yang kita sampaikan.
Efektivitas komunikasi yang akan diteliti dalam penelitian ini akan menggunakan indikator-indikator yang dijelaskan oleh De Vito. Penelitian ini hanya menyebutkan beberapa tujuan komunikasi antarbudaya yang dianggap paling penting oleh peneliti. Komunikasi antarbudaya bertujuan untuk mengurangi ketidakpastian dengan mengantisipasi kesenjangan komunikasi yang mungkin terjadi.
Oleh karena itu, cara berkomunikasi yang baik ketika dua partisipan komunikasi yang berbeda budaya bertemu adalah dengan menggunakan bahasa yang sama agar komunikasi dapat efektif. Komunikasi antarbudaya bertujuan untuk kondusif terhadap lingkungan, karena terkadang perpecahan muncul karena pengaruh lingkungan. Tujuan komunikasi antarbudaya selanjutnya adalah membina hubungan baik dengan orang-orang yang berbeda latar belakang budaya.
Berbagai tujuan komunikasi yang disebutkan di atas menjadikan salah satu tujuan komunikasi antarbudaya sebagai fokus penelitian ini. Kedua fungsi tersebut diklasifikasikan sedemikian rupa sehingga memudahkan pembaca memahami fungsi komunikasi antarbudaya sehingga menjadi penting.
METODE PENELITIAN
- Pendekatan dan Jenis Penelitian
- Lokasi Penelitian
- Subyek Penelitian
- Keabsahan Data
- Tahap-tahap Penelitian
Strategi komunikasi mahasiswa Patani dalam membangun hubungan antar budaya yang efektif diperoleh dan disajikan sebagai berikut. Kurangnya pemahaman bahasa Indonesia dan hafalan kosakata menjadi faktor kunci kesulitan interaksi siswa Patani. Hal ini dikarenakan setiap strategi komunikasi yang dijelaskan tidak berjalan baik ketika dipraktikkan oleh mahasiswa IAIN Patani Jember.
Namun, tidak ada jaminan mahasiswa Patani IAIN Jember mampu menciptakan komunikasi yang efektif setelah menguasai bahasa Indonesia. Faktor penghambat siswa Patani dalam berkomunikasi 1) Siswa Patani menggunakan bahasa Indonesia sebagai alatnya. komunikasi yang buruk. Jika mahasiswa Patani mendaftar di IAIN Jember angkatan 2014, mereka tetap mendapat pelatihan bahasa Indonesia dua bulan sebelum hari perkuliahan aktif.
Sehingga siswa Patani mengalami kendala dalam memahami makna pesan jika bahasa yang digunakan tetap bahasa Indonesia. Selain itu, lingkungan belajar mahasiswa Patani yaitu di IAIN Jember juga mendukung sehingga mereka terpacu untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia. Strategi komunikasi mahasiswa Patani dengan komunitas kampus IAIN Jember untuk membangun hubungan antar budaya yang efektif.
Faktor pendukung dan penghambat proses komunikasi mahasiswa Patani dapat menunjukkan keefektifan komunikasi yang mereka lakukan. Mahasiswa Patani harus mampu menyesuaikan isi pesan yang ingin disampaikan kepada mahasiswa lokal di IAIN Jember. Strategi komunikasi mahasiswa Patani dengan komunitas kampus IAIN Jember dalam membangun hubungan antar budaya yang efektif.
PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
Gambaran Obyek Penelitian
Sasaran penelitian ini adalah mahasiswa Patani yang kuliah di kampus IAIN Jember. Mahasiswa Patani diketahui baru pertama kali masuk IAIN Jember pada angkatan 2012. Hingga saat ini, jumlah mahasiswa Patani menurut direktori anggota Himpunan Mahasiswa Patani Indonesia (HMPI) berjumlah 183 orang, tersebar di lima fakultas IAIN Jember. Sebelum memulai studinya, khusus bagi mahasiswa Patani angkatan 2014, mereka terlebih dahulu akan mendapatkan pelatihan bahasa Indonesia selama dua bulan.
Namun pada tahun 2015, setiap mahasiswa baru IAIN Jember diwajibkan mengikuti Ma'had IAIN Jember, termasuk mahasiswa Patani. Jadi pada tahun 2015 hingga 2018, siswa Patani akan ditempatkan langsung di Ma'had dan tidak diwajibkan memberikan pelatihan bahasa Indonesia. Selama proses studi di IAIN Jember, mahasiswa Patani yang memulai studi pada tahun ajaran 2015 hingga 2018 akan tinggal kurang lebih di Ma'had.
Setelah keluar dari Ma'had, santri Patani akan tinggal di rumah sementara dengan membayar uang sewa atau tinggal di rumah kos sampai santri Patani menyelesaikan studinya. Agar masa studi mahasiswa Patani dapat berjalan dengan baik maka mereka harus mampu bersosialisasi dan beradaptasi dengan baik di lingkungan IAIN Jember. Maka mahasiswa Patani mendirikan himpunan mahasiswa yaitu HMPI sebagai wadah bagi mahasiswa Patani untuk menyusun strategi dan berkomunikasi secara efektif di lingkungan IAIN Jember.
Oleh karena itu, pada kesempatan ini kami akan membahas data dan analisis terkait strategi komunikasi dan efektivitas mahasiswa Patani dengan civitas kampus di lingkungan IAIN Jember.
Penyajian Data dan Analisis
Namun berbeda dengan pendapat Hilmiyah Mani yang menjelaskan tujuan komunikasi mahasiswa Patani ketika ingin berkomunikasi dengan mahasiswa lokal di IAIN Jember. Penelusuran maksud pesan mahasiswa Patani ini pada akhirnya tetap pada kalimat “wajib menggunakan bahasa Indonesia” dan “jangan malu berbicara dengan mahasiswa selain mahasiswa Patani”. Bahasa Indonesia yang dikuasai setiap individu mahasiswa IAIN Patani Jember tidak selalu sama atau sebanding dengan bahasa Indonesia sesama mahasiswa atau mahasiswa lokal.
Jadi ketika mahasiswa Patani mau berkomunikasi dengan mahasiswa lokal, terhambat..kalau saya tidak tahu apa yang dibicarakan, saya tanya apa maksudnya. Pernyataan di atas menghentikan pembicaraan lebih lanjut setelah para mahasiswa Patani gagal memahami pesan yang disampaikan. Dengan demikian, hambatan mahasiswa Patani dalam mempelajari bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi selama kuliah di IAIN Jember juga dipengaruhi oleh asal daerahnya di Patani yang bahasa sehari-harinya tidak menggunakan bahasa Melayu.
Bahasa Indonesia juga tergantung dari kepribadian siswa Patani itu sendiri, misalnya Sakinah... berbeda dengan mereka yang berasal dari daerah yang biasa berbahasa Thailand, seperti Sakinah. Pembekalan bahasa Indonesia ini tentu mempunyai keterbatasan karena setiap angkatan mahasiswa Patani yang mendaftar menjadi mahasiswa IAIN Jember tidak selalu mendapat pembekalan bahasa Indonesia. Selanjutnya pada angkatan 2015 hingga 2018, mahasiswa Patani tidak lagi mendapat pelatihan bahasa Indonesia, melainkan harus ditempatkan di Ma'had IAIN Jember selama satu tahun.
Namun pada saat menggunakan bahasa tersebut dalam proses komunikasi, siswa Patani mempunyai kendala berupa kurang baiknya pengucapan kosa kata bahasa Indonesia. Pelajar Patani yang menggunakan bahasa Melayu sebagai bahasa sehari-hari mengaku bahwa pengucapan antara bahasa Melayu dan bahasa Indonesia sangat berbeda. Namun kendala bahasa yang tidak mereka pahami di kelas akan menyulitkan mahasiswa Patani selama proses studi di IAIN Jember.
Pembahasan Temuan
PENUTUP
Kesimpulan
Media komunikasi yang digunakan mahasiswa Patani adalah komunikasi verbal atau tatap muka. Sehingga bisa menjadi penyemangat bagi... Siswa Patani untuk berbicara bahasa Indonesia saat berada di kelas dan saat proses pembelajaran.
Saran-saran
Terdapat kelas persiapan yang fokus pada pembelajaran berinteraksi menggunakan bahasa Indonesia, mengadakan perkemahan bahasa Indonesia dan pengajaran khusus untuk mahasiswa asing khususnya mahasiswa Patani di kampus IAIN Jember. Pengaruh sikap etnosentris, kompetensi komunikasi interpersonal dan gaya komunikasi terhadap efektivitas komunikasi etnis Tionghoa dengan etnis Jawa di Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember. Apakah Anda mengalami kesulitan memahami bahasa Indonesia saat pertama kali mengajar bahasa Indonesia, seperti menghafal kosa kata, menambahkan imbuhan, menyusun kalimat? Bagaimana cara Anda berkomunikasi dengan masyarakat kampus sebelum Anda memahami bahasa Indonesia? seperti membeli makanan, petunjuk arah.
Pernahkah Anda kesulitan memahami materi dosen saat perkuliahan? bagian dari penggunaan bahasa Indo oleh siswa Patani). Namun bagaimana jika lawan bicaranya tidak mengerti maksud Anda. kesulitan siswa Patani dalam menerima pesan). Benarkah Anda Malu Saat Pertama Kali Kuliah di IAIN? tanggapannya mengenai keyakinan dan nilai-nilai yang dianut oleh siswa Patani).
Apakah ada temanmu yang masih tertutup? padahal Pak Ashari disuruh bersosialisasi dan ngobrol. Strategi komunikasi mahasiswa Patani dengan komunitas kampus IAIN Jember untuk membangun komunikasi antar budaya yang efektif. Bagaimana jika lawan bicaranya tidak terlalu tertarik dengan percakapan Anda? efektivitas komunikasi antar budaya siswa Patani).
Pernahkah Anda berpikir ketika ingin berkomunikasi, pikirkan siapa lawan bicara Anda, atau Anda memilih lawan bicara tanpa ada diskriminasi? Bagaimana Anda memandang budaya Indonesia dibandingkan dengan budaya Patani ketika berkomunikasi? Mengenai strategi komunikasi teman-teman HMPI selama di Indonesia, strategi apa yang dilakukan Bapak sebagai dosen pembimbing mahasiswa Patani?