Perkembangan perbankan syariah telah memberikan dampak yang luas terhadap upaya peningkatan perekonomian bangsa dan membawa kesadaran baru terhadap adopsi dan perluasan lembaga keuangan syariah. Kini perbankan syariah telah berkembang cukup pesat dan menyebar ke banyak negara, bahkan hingga ke negara-negara Barat seperti Denmark, Inggris, dan Australia yang berlomba-lomba menjadi Pusat Keuangan Islam Dunia (Islamic Financial Hub) untuk menyediakan bank syariah dan membuka jendela syariah. memberikan pelayanan perbankan sesuai dengan prinsip hukum Islam. Pada tahun 1983, pemerintah Indonesia berencana memperkenalkan "sistem bagi hasil" di sektor kredit, sebuah konsep dari perbankan syariah.
10 Tahun 1998 yang secara tegas menjelaskan bahwa terdapat dua sistem perbankan di tanah air (dual banking system), yaitu sistem perbankan konvensional dan sistem perbankan syariah. Dengan disahkannya Undang-undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah yang diterbitkan pada tanggal 16 Juli 2008, maka perkembangan industri perbankan syariah nasional semakin mempunyai landasan hukum yang cukup dan akan mendorong pertumbuhan lebih cepat lagi. Per Juni 2015, industri perbankan syariah terdiri dari 12 bank umum syariah, 22 unit usaha syariah milik bank umum konvensional, dan 162 BPRS dengan total aset Rp.
Sebagai badan sektor jasa keuangan, OJK terus menyempurnakan visi dan strategi kebijakan pengembangan sektor keuangan syariah yang dituangkan dalam Rencana Perbankan Syariah Indonesia 2015-2019 yang disampaikan kepada Pasar Rakyat Syariah pada tahun 2014. Perbankan syariah di Indonesia mengalami peningkatan dan perkembangan yang pesat dalam tiga dekade terakhir. Ciri-ciri sistem perbankan syariah yang beroperasi dengan prinsip bagi hasil adalah sistem perbankan alternatif yang saling menguntungkan bagi masyarakat dan bank serta mengedepankan aspek kejujuran dalam bertransaksi, investasi yang beretika, mengutamakan kepentingan masyarakat. nilai-nilai koneksi. dan persaudaraan dalam produksi dan pengucilan.
Dengan menyediakan beragam produk dan layanan perbankan dengan skema keuangan yang lebih beragam, perbankan syariah telah menjadi alternatif sistem perbankan yang kredibel dan dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia tanpa terkecuali.
Citra PerUSahaan
Komponen Citra Perusahaan
- Proses Terbentuknya Citra Perusahaan
Sedangkan menurut Walters dan Paul, mereka mendefinisikan citra perusahaan sebagai persepsi subyektif konsumen terhadap keseluruhan aktivitas perusahaan. Walters mengatakan dalam jurnal yang ditulis oleh Kuang Hui-Chiu dan Chien-Lung Hsu bahwa citra perusahaan adalah persepsi emosional pelanggan ketika mereka menanggapi seluruh aktivitas perusahaan. Citra lembaga ini mencakup 2 (dua) hal penting sebagai berikut: Pertama, citra perusahaan, yaitu kesan yang tercipta dimana perusahaan dianggap sebagai bagian dari masyarakat, dan demikian pula seluruh aktivitas sosial perusahaan dianggap sebagai bagian dari masyarakat.
Kedua, citra toko, yaitu kesan konsumen terhadap citra perusahaan berdasarkan hasil penilaian pengalamannya terhadap produk dan jasa perusahaan. Selain pembagian citra perusahaan menurut Walter, menurut Kandampully dan Hu, mereka berpendapat bahwa citra perusahaan terdiri dari dua komponen utama, yaitu: Pertama, Fungsional, yaitu suatu ciri-ciri perusahaan yang nyata dan kasat mata yang dapat diukur. dan mudah untuk dinilai. Dari berbagai pendapat para ahli mengenai komponen-komponen citra perusahaan di atas, dapat disimpulkan bahwa citra perusahaan merupakan gabungan dari pengalaman pelanggan, perasaan, pemikiran dan pengetahuan mereka tentang perusahaan.
Gambaran di atas menjelaskan bahwa citra perusahaan berlangsung melalui beberapa tahapan, seperti dijelaskan di bawah ini: Pertama, pemaparan yaitu obyek mengetahui (melihat atau mendengar) tentang upaya yang dilakukan perusahaan untuk membentuk citra perusahaan. Kelima, Behavior yaitu citra perusahaan yang terbentuk akan menentukan perilaku objek sasaran dalam hubungannya dengan perusahaan. Citra perusahaan sangatlah penting, karena citra merupakan keseluruhan persepsi terhadap suatu objek yang terbentuk dari pengolahan informasi dari berbagai sumber pada suatu waktu.
Dari pernyataan-pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa citra perusahaan terbentuk dari seluruh aktivitas yang ditampilkan perusahaan dengan mengolah informasi secara utuh setiap saat. Pemahaman yang bersumber dari informasi yang tidak lengkap mengenai perusahaan akan menimbulkan citra perusahaan yang tidak sempurna. Oleh karena itu kepuasan pelanggan merupakan hal yang paling penting dan penting, karena jika pelanggan puas terhadap pelayanan atau produk maka kedudukan produk atau jasa tersebut akan baik di masyarakat.
Lebih memperkuat pandangan para ahli di atas, Kotler mengatakan bahwa kepuasan pelanggan adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja (atau hasil). Sedangkan menurut Howard dan Sheth mengungkapkan bahwa kepuasan pelanggan adalah situasi kognitif pembeli mengenai kesetaraan atau ketidaksesuaian antara hasil yang diperoleh dibandingkan dengan pengorbanan yang dilakukan. Oliver menyatakan bahwa kepuasan pelanggan merupakan evaluasi terhadap kejutan yang melekat atau melekat dalam memperoleh suatu produk dan/atau pengalaman konsumsi.
Dari berbagai pendapat di atas dapat dijelaskan bahwa kepuasan pelanggan adalah derajat perasaan senang atau kecewa seseorang yang diperoleh dari perbandingan antara kesannya terhadap kinerja atau hasil yang dirasakannya dengan harapannya. Sedangkan kepuasan pelanggan adalah perasaan nyaman yang langsung dirasakan pelanggan ketika harapan pelanggan terhadap produk terpenuhi atau bahkan terlampaui.
Proses Terciptanya Kepuasan Pelanggan
Dari grafik di atas dapat dijelaskan bahwa pelanggan mulai berinteraksi dengan pasar ketika pelanggan mempunyai keinginan dan kebutuhan terhadap suatu barang dan jasa. Kebutuhan pelanggan mendorong produsen, yaitu perusahaan, untuk menyediakan barang dan jasa tersebut. Selain keinginan dan kebutuhan, juga terdapat ekspektasi terhadap barang dan jasa yang akan diterimanya dari produsen.
Hal ini menjadi dasar bagi produsen atau perusahaan untuk memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan terhadap barang dan jasa sehingga mencapai kepuasan pelanggan.
Faktor Utama yang Mempengaruhi Kepuasan PelangganPelanggan
Beliau meneliti persepsi nilai, persepsi kualitas dan citra perusahaan terhadap kepuasan konsumen pada PT. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh nilai yang dirasakan, kualitas yang dirasakan dan citra perusahaan terhadap kepuasan pelanggan pada PT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi nilai, persepsi kualitas dan citra perusahaan berpengaruh secara simultan dan parsial terhadap kepuasan konsumen Astra International Daihatsu Paal 2 Manado.
Persamaan penelitian Regina Yamin dengan penelitian ini adalah kajian terhadap variabel yang sama yaitu citra perusahaan sebagai variabel independen dan kepuasan konsumen sebagai variabel dependen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis pengaruh citra perusahaan dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen PO. Mereka melakukan penelitian mengenai pengaruh kualitas layanan dan citra perusahaan terhadap kepuasan nasabah pada Bank OCBC NISP di Denpasar.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan dan citra perusahaan terhadap kepuasan nasabah pada Bank OCBC NISP di Denpasar. Persamaannya dengan penelitian ini adalah menguji variabel yang sama dengan variabel independen yaitu citra perusahaan dan kepuasan pelanggan sebagai variabel dependen, namun mempunyai perbedaan yaitu objek, jumlah variabel independen yang digunakan dan lokasi penelitian. Selain peneliti diatas, Leni Nurjannah juga melakukan penelitian mengenai pengaruh kualitas pelayanan, citra perusahaan dan kepercayaan terhadap kepuasan nasabah pada Bank BPD DIY Syariah Yogyakarta.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan, citra perusahaan dan kepercayaan terhadap kepuasan nasabah Bank BPD DIY Syariah Yogyakarta. Hasil penelitian membuktikan bahwa kualitas pelayanan, citra perusahaan dan kepercayaan secara simultan dan parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen pengguna produk mudharabah. Mereka menyelidiki pengaruh kualitas layanan, citra perusahaan dan kepercayaan terhadap kepuasan nasabah Bank BRI cabang Manado.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kualitas pelayanan, citra perusahaan dan kepercayaan mempengaruhi kepuasan nasabah Bank BRI Cabang Manado. Secara parsial citra perusahaan berpengaruh tidak signifikan terhadap pelanggan, sedangkan kualitas pelayanan dan kepercayaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Pontoh dkk menguji dua variabel yang sama dalam penelitian ini, yaitu citra perusahaan sebagai variabel independen dan kepuasan pelanggan sebagai variabel dependen.
DaFtar PUStaka
Hidayat, Ahmad, Analisis Pengaruh Citra Merek, Kualitas Produk dan Harga Terhadap Kepuasan Pelanggan Serta Dampaknya Terhadap Loyalitas Pelanggan (Studi Kasus Anggota PT. Mulyaningsih, Luh Ayu dan Suasana, I gst Agung Ketut Gede, Pengaruh kualitas pelayanan dan citra perusahaan terhadap Kepuasan Konsumen pada Bank OCBC NISP di Denpasar Kawet-Kawet, Lotje en Tumbuan, Willem A., Kualitas Pelayanan, Citra Perusahaan dan Kepercayaan Pengaruhnya Terhadap Kepuasan Nasabah Bank BRI Cabang Manado.