• Tidak ada hasil yang ditemukan

strategi pemasaran produk tabungan pada masa pandemi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "strategi pemasaran produk tabungan pada masa pandemi"

Copied!
117
0
0

Teks penuh

(1)

STRATEGI PEMASARAN PRODUK TABUNGAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 DALAM MENINGKATKAN JUMLAH DANA PIHAK KETIGA

(DPK) PADA BPRS DINAR ASHRI KC. LOMBOK TIMUR

Oleh

JIHAD IKHUMAINI PRATAMA NIM 170502053

JURUSAN PERBANKAN SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM

MATARAM 2021

(2)

i

STRATEGI PEMASARAN PRODUK TABUNGAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 DALAM MENINGKATKAN JUMLAH DANA PIHAK KETIGA

(DPK) PADA BPRS DINAR ASHRI KC. LOMBOK TIMUR

Skripsi

Diajukan kepada Universitas Islam Negeri Mataram untuk melengkapi persyaratan mencapai gelar serjana ekonomi

Oleh :

Jihad Ikhumaini Pratama NIM 170502053

JURSAN PERBANAKAN SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MATARAM

MATARAM 2021

(3)

ii

PERSETUJUAN PEMBIMBING

Skripsi oleh: Jihad Ikhumaini Pratama, NIM: 170502053 dengan judul “Strategi Pemasaran Produk Tabungan Dinar Pada Masa Pandemi Dalam Meningkatkan Nasabah Pada BPRS Dinar Ashri Mataram” telah memenuhi syarat dan disetujui untuk diuji.

Disetujui pada tanggal : 27 april 2021

Pembimbing I Pembimbing II

Drs. Muh. Saleh Ending M.A Nuraeda. M.Si

NIP. 197111041997031001 NIP. 197209121998031001

(4)

iii

NOTA DINAS PEMBIMBING

Mataram, 27 april 2021

Hal: Ujian Skripsi

Yang Terhormat Dekan Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam Di Mataram

Assalamualikum, Wr, Wb.

Dengan hormat, setelah melakukan bimbingan, arahan, dan Koreksi, kami berpendapat bahwa skripsi saudara:

Nama Mahasiswa : Jihad Ikhumaini Pratama

NIM : 170502053

Jurusan/Prodi : Perbankan Syariah

Judul :Strategi Pemasaran Produk Tabungan Dinar Pada Masa Pandemi Covid Dalam Meningkatkan Jumlah Nasabah Pada BPRS Dinar Ashri KC.Terara.

Telah memenuhi syarat untuk diajukan dalam sidang munaqasyah skripsi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam UIN Mataram. Oleh karena itu, kami berharap agar skripsi ini dapat segera di-munaqasyah-kan.

Walassalamualikum, Wr, Wb.

Pembimping I, Pembimbing II,

Dr. Muhammad Saleh Ending, M.A Nuraeda, M.E

NIP. 197111041997031001 NIP. 197209121998031001

(5)

v

(6)

vi MOTTO

Artinya, “dan kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali laki-laki yang kami beri wahyu kepada mereka, maka bertanyalah kepada orang-orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui”. (QS. An-Nahl [16]: 43)

(7)

vii

PERSEMBAHAN

Dengan segala rasa syukur kepada allah SWT yang telah memberikan rahmat- Nya, skripsi ini penulis persembahan kepada:

1. Ayah (Damhuji) dan Ibu (Nurhidayah) ku tercinta dan tersayang yang selalu mendoakan dan mengingatkan untuk selalu semangat dalam belajar dan berjuang.

2. Adik-adikku putrid an Al, yang selalu menghibur dan menyemangati saat berada di pulau rantauan.

3. Pembimbing satu dan pembimbing dua yang selalu memberikan sumbangan ilmu tanpa rasa ragu serta motivasi.

4. Untuk sahabat-sahabatku yang selalu mendorong unutk segera menyelesaikan skripsi ini.

5. Untuk calon istriku tercinta yang sudah ku lamar (Laelatul Hasanah)

6. Untuk almamaterku tercinta yang telah mengajarkanku menjadi orang yang berilmu dan pribadi lebih baik.

(8)

viii

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji hanya bagi allah, tuhan semesta dan shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada nabi Muhammad SAW, juga kepada keluarga, sahabat, dan semua pengikutnya amin.

Penulis menyadari bahwa proses penyelesaian skripsi ini tidak akan sukses tanpa bantuan dan keterlibatan berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis memberikan ucapan terimakasih kepada pihak yang telah membantu, sebagai berikut:

1. Kedua orang tuaku tercinta, Ibunda Nurhidayah dan Ayahanda Damhuji yang telah merawat dan membesarkanku dengan ikhlas dan sepenuh hati yang selalu mendoakan, menginspirasi, dan memberikan semangat dalam bentuk moril dan materil sehingga penulis bisa berada di tahap ini

2. Dr. Muhammad Saleh Ending , M.A sebagai pembimbing I dan Nuraeda M.E, sebagai pembimbing II yang senantiasa memberikan waktu dan tenaga untuk membimbing peneliti menyelesaikan tugas akhir ini

3.

Dewi Sartika Nasution, M.Ec sebagai ketua jurusan program studi perbankan syariah dan Any Tsalatul Fitriyah S.Si., M.Si. sebagai sekretaris program studi perbankan syariah yang telah banyak membantu dalam pengerjaan skripsi

Akhirnya penulis menyadari bahwa karya tulis ini belum sempurna dan masih banyak kekurangan, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan di masa mendatang.

Mataram, 27 Mei 2021 Penulis

Jihad Ikhumaini Pratama

(9)

ix DAFTAR ISI

PERSETUJUAN PEMBIMBING... ii

NOTA DINAS PEMBIMBING ... iii

PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ... Error! Bookmark not defined. PENGESAHAN ... Error! Bookmark not defined. MOTTO ... v

PERSEMBAHAN ... vii

KATA PENGANTAR ... viii

DAFTAR TABEL... xi

DAFTAR GAMBAR ... xii

DAFTAR LAMPIRAN ... xiii

ABSTRAK ... xiv

BAB 1 PENDAHULUAN ... 1

A.Latar Belakang --- 1

B.Rumusan Masalah --- 9

C.Tujuan Dan Manfaat Penelitian --- 9

D.Ruang Lingkup dan Setting Penelitian --- 10

E.Telaah Pustaka --- 11

F.Kerangka Teori --- 17

G.Metodologi Penelitian --- 33

BAB II PAPARAN DATA DAN TEMUAN ... 41

A.Profil Perusahaan. --- 41

B. Jumlah Dana Pihak Ketiga (DPK) Produk Tabungan Pada BPRS Dinar Ashri Setiap Tahun. --- 55

C. Strategi Pemasaran Produk Tabungan Pada Pandemi Covid-19 Dalam Meningkatkan Jumlah Dana Pihak Ketiga (DPK) Pada BPRS Dinar Ashri KC.Terara --- 56

(10)

x

D. Faktor yang Mempengaruhi Peningkatan Jumlah Dana Pihak Ketiga

(DPK) Pada Produk Tabungan --- 68

BAB III PEMBAHASASAN ... 71

A. Analisis Strategi Pemasaran Produk Tabungan Pada Masa Pandemi Covid-19 Dalam Meningkatkan Jumlah Dana Pihak Ketiga (DPK) Pada BPRS Dinar Ashri KC.Terara. --- 71

B. Faktor yang Mempengaruhi Peningkatan Jumlah Dana Pihak Ketiga (DPK) Pada Produk Tabungan --- 89

BAB IV PENUTUP ... 92

A.Kesimpulan --- 92

B.Saran --- 94 DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

(11)

xi

DAFTAR TABEL

Table 1.2 Data DPK Produk Tabungan BPRS Dinar Ashri tahun 2017-2020 Tabel 2.1 Nominal Tabungan Untuk Menentukan Bagi Hasil

Tabel 2.2 Ekuivalen Rate Realisasi Bulan Juli 2019

Table 3.1 Nominal Tabungan Untuk Menentukan Bagi Hasil

(12)

xii

DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Struktur Organisasi BPRS Dinar Ashri

Gambar 2.2 Tabel Rekap NPF, Dana Pihak Ketiga Dan Pembiayaan PT.BPRS Dinar Ashri

(13)

xiii i

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Pedoman Wawancara Pada Bprs Dinar Ashri Kc.Terara Lampiran 2 Foto Penelitian

(14)

xiv ABSTRAK

Strategi Pemasaran Produk Tabungan Pada Masa Pandemi Covid-19 Dalam Meningkatkan Jumlah Dana Pihak Ketiga (DPK) Pada BPRS Dinar Ashri

Kc.Terara 0leh:

Jihad Ikhumaini Pratama NIM.170502053

Keberhasilan bank mencapai tujuan dan sasaran yang ditetapkan khususnya dalam menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sangat dipengaruhi oleh kemampuan bank memasarkan produknya, oleh sebab itu dibutuhkan strategi pemasaran yang efektif dan efisien. Begitupun dengan BPRS Dinar Ashri KC.Terara dimana dana pihak ketiga ditahun 2020 mengalami kenaikan walau dalam keadaan krisis. Hal ini mengindikasikan bahwa strategi pemasaran yang dilakukan BPRS Dinar Ashri KC.Terara sudah efektif atau pelaksanaannya optimal.

Metode penelitian yng digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Yaitu metode berfokus kepada untuk mendeskripsikan dan menganalisis suatu kejadian atau pemikiran. Teknik dan metode yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumenasi.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan strategi pemasaran yang dilakukan BPRS Dinar Ashri KC.Terara pada masa pandemi covid- 19 meliputi 6P yaitu product, price, promotion, place, people dan process. Strategi product yaitu menciptakan variasi produk dan fasilitas yang tidak dimiliki bank lain.

Strategi price yaitu dengan memberikan harga sesuai pasaran dengan rate yang tinggi serta special rate untuk deposan. Strategi promotion yaitu dengan memperbanyak data base, relasi, pendekatan persuasif serta melakukan kerjasana dengan instansi. Strategi place yaitu dengan memilih lokasi yang strategis. Strategi people yaitu dengan lebih mengutamakan karakter karyawannya dan melakukan pelatihan guna meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM). Strategi process yaitu memberikan kemudahan untuk menjadi nasabah funding cukup dengan KTP serta memberikan service lebih kepada nasabah tabungan seperti jasa jemput bola.Kelemahannya pada bukti fisik yang dapat dirasakan contok kurangnya ATM untuk melakukan penarikan tunai dan belum terseianya mobile banking.

Kata Kunci: Strategi Pemasaran, DPK, Peningkatan

(15)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Bank merupakan salah satu industri finansial yang mempunyai kontribusi esensial yang menjadi penghubung perekonomian pada sebuah negara. Di indonesia sendiri, perbankan syariah mulai berkembang dengan diterbitkannya undang-undang no. 7 tahun 1992 yang lalu di kembangkan dan direformasikan dengan undang-undang no. 10 tahun 1998 tentang perbankan syariah. Reformasi ini menjadi penggagas dari kekuasaaan finansial dari bi yang menjamin legalitas dari instusi perbankan syariah serta diberikannya cakupan ruang lingkup yang lebih kepada perbankan syariah. Sejak uu no. 21 tahun 2008 diterapkan, landasan hukum yang dimiliki oleh bank syariah semakin kokoh dan tentunya akan mendorong lebih pesat dan lebih berarti bagi perkembangan serta pertumbuhan bank syariah.1

Nusa tenggara barat menjadi salah satu barometer sistem keuangan syariah di indonesia. Berdasarkan hasil survei nasional literasi dan ingklusi keuangan tahun 2019, NTB menepati posisi 3 dan 6 dari 34 provinsi dalam hal tingkat literasi dan ingklusi/akses keuangan syariah. Indek literasi dan inklusi tumbuh dari posisi 2016 sebesar 5,1% dan 8,4% menjadi 22,05% dan 16,27% pada tahun

1 Cik Basir, Penyelesaian Sengketa Perbankan Syariah di Pengadilan Agama dan Mahkamah Syar’iyah, (Jakarta: Kencana, 2009), hlm. 32.

(16)

2019. Hal ini sejalan dengan perkembangan perbankan syariah, dimana aset pembiayaan juga tumbuh 27,87% pada posisi juni 2020 menjadi Rp14,88 t.

Pertumbuhan BUS diwilayah NTB lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan di regional bali nusantara dan nasional. Pertumbuhan tersebut didukung oleh keberadaan 1 Bank Umum Syariah milik pemerintah daerah, 11 cabang Bank Umum Syariah, dan 3 BPR syariah.2

Pertumbuhan perbankan secara umum sejalan dengan pertumbuhan BPRS diwilayah Nusa Tenggara Barat, sebanyak 3 BPRS yakni BPRS Dinar Ashri, BPRS Tulen Amanah dan BPRS Patuh Beramal.3 jika ditinjau dari sisi aset meningkat sebesar 11,74% dan lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan aset BPR/S secara nasional yang meningkat 5,56% sedangkan pada sisi kredit dan penghimpunan dana pihak ketiga meningkat sebesar 15,17% Dan 8,75% Kualitas kredit dan pembiayaan BPRS mengalami perbaikan apabila dibandingkan dengan posisi 30 juni 2019 yang menjadi sebesar 10,74%. Untuk memperkuat struktur permodalan BPRS di NTB banyak membuat serta mengadakan produk-produk baru guna menarik minat nasabah untuk menabung. Salah satu BPRS yang melakukan hal tersebut yaitu BPRS Dinar Ashri Mataram.

PT. BPRS Dinar Ashri didirikan dengan akte pendirian yang di buat dihadapan Notaris Fikry Said, SH. No. 26 tanggal 15 april 2006. Mulai beroperasi tanggal 27 juli 2006, sejak didirikan hingga saat ini kantor pusat berkedudukan di

2Siaran Pers Kantor OJK Provinsi NTB, Memasuki Pertengahan Tahun, Sistem Keuangan Di NTB Tetap Tumbuh Di Tengah Pandemi COVID-19, Kamis;27 Agustus 2020.

3http://journal.uinmataram.ac.id

(17)

Jl. Sriwijiaya no. 394 blok x-xi Mataram, Nusa Tenggara Barat. Dalam BPRS dinar ashri terdapat beberapa produk seperti; produk tabungan, produk pembiayaan, deposito serta jasa layanan lainya.4

BPRS Dinar Ashri KC. Terara merupakan lembaga keungan yang kegiatannya yaitu menghimpun dana dan menyalurkan dana kepada masyarakat dengan menggunakan akad-akad yang tidak bertentangan dengan syariah islam.

Kegiatan menghimpun dana dan menyalurkan dana merupakan kegiatan pokok perbankan, sedangkan kegiatan memberikan jasa-jasa bank merupakan pendukung dari dua kegiatan diatas. Salah satu sumber dana bank adalah Dana Pihak Ketiga (DPK) biasanya lebih dikenal dengan dana masyarakat, merupakan dana yang dihimpun oleh bank yang berasal dari masyarakat dalam arti luas meliputi masyarakat individu, maupun badan usaha. Bank menawarkan produk simpanan kepada masyarakat dalam menghimpun dananya.5 Bank menawarkan produk simpanan antara lain dalam bentuk simpanan giro, tabungan deposito dan simpanan lainnya yang diperkenankan. Sumber Dana Pihak Ketiga adalah sumber dana terpenting bagi kegiatan operasional bank dan merupakan ukuran keberhasilan bank jika membiayai operasionalnya dari sumber dana ini.6

Keberhasilan bank mencapai tujuan dan sasaran yang ditetapkan khususunya dalam menghimpun DPK sangat dipengaruhi oleh kemampuan bank

4 http:bprsdinarashri.co.id

5 Ismail, Manajemen Perbakan Dari Teori Menuju Aplikasi, cet. ke-3 (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2013), hlm. 43-44.

6 Kasmir, Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya, cet. ke-14 (Jakarta: Rajawali Press, 2014), hlm. 59.

(18)

memasarkan produknya. Pemasaran sendiri merupakan proses sosial dan menejerial yang dilakukan seseorang atau kelompok untuk memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui menciptakan, penawaran, dan pertukaran produk-produk yang bernilai dengan lainnya. Pemasaran meliputi beberapa elemen yaitu product, price, place, promotion, people, physical evidence, dan process. Banyak perusahaan yang gagal dalam mencapai tujuannya hanya karena kegagalan dalam memasarkan produknya. Oleh sebab itu dibutuhkan sebuah strategi guna mencapai keberhasilan perusahaan yang disebut dengan strategi pemasaran.

Strategi pemasaran (marketing) mempunyai peranan penting untuk mencapai tujuan perusahaan yaitu untuk dapat tetap hidup dan berkembang, melalui usaha mempertahankan dan meningkatkan tingkat keuntungan/laba perusahaan. Tujuan ini hanya dapat dicapai, apabila bagian pemasaran perusahaan melakukan strategi yang mantap untuk dapat menggunakan kesempatan atau peluang yang ada dalam pemasaran, sehingga posisi atau kedudukan perusahaan di pasar dapat dipertahankan dan sekaligus ditingkatkan. Strategi pemasaran harus dapat memberi gambaran yang jelas dan terarah tentang kegiatan yang akan dilakukan perusahaan dalam memaksimalkan setiap kesempatan atau peluang pada beberapa pasar sasaran.7

7 Sofyan Assauri, Manajemen Pemasaran Dasar, Konsep dan Strategi, cet. ke-7 (Jakarta:

Raja Grafindo Persada, 2002), hlm. 153.

(19)

Pentingnya strategi pemasaran (marketing) bagi perbankan khususnya dalam menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) mengingat saat ini persaingan antar lembaga-lembaga keuangan semakin ketat untuk menarik minat masyarakat agar menggunakan produk yang dimiliki, menyebabkan bank berlomba-lomba merencanakan strategi marketing yang efektif dan efisien. Efektifitas yang dimaksud ialah pemilihan strategi pemasaran yang tepat dan sesuai dengan pasar yang dilayani oleh bank sehingga sasaran yang ditetapkan dapat tercapai sedangkan efesiensi yang dimaksud adalah strategi pemasaran yang dilakukan dengan perhitungan dan penimbangan yang tepat sehingga tidak ada pemborosan biaya baik itu dalam operasional maupun dalam biaya promosi maupun iklan.

Namun seringkali penerapan dari strategi marketing tersebut tidak sesuai dengan harapan.

Ada banyak faktor yang menjadi penghambat dalam pelaksanaan strategi marketing baik itu faktor internal seperti market budget, pemilihan waktu pemasaran yang kurang tepat, Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki bank kurang kompeten, promosi yang kurang efektif, kualitas produk yang tidak sesuai harapan nasabah dan lain sebagainya maupun faktor eksternal seperti persaingan bisnis, perkembangan teknologi, kebijakan politik dan ekonomi pemerintah serta bencana alam seperti banjir, lonsor tsunami, bahkan bencana non alam yang menyebabkan bank tidak mampu mengoptimalkan strategi marketing yang dimilikinya.

(20)

Salah satu bencana non alam yang sedang dialami oleh Indonesia yaitu Virus Corona adalah virus yang menyerang pada sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut dengan COVID-19. Secara umum ada 3 gejala yang bisa menandakan seseorang terinfeksi virus corona. Yaitu: demam, batuk dan sesak nafas, virus ini telah menyebar dan cepat masuk kebeberapa Negara, termasuk saat ini Negara Indonesia. Pertama kali penyakit ini diintdentifikasi pada desember 2019 di wuhan, dan sejak itu penyebarannya secara global mengakibatkan pandemi covid-19.8

Virus corona sendiri memberikan dampak yang cukup luas terhadap kegiatan yang dilakukan masyarakat, salah satunya adalah dampak dalam kegiatan perekonomian dalam lembaga keuangan perbankan baik dalam bank konvensional dan bank syariah. Kegiatan perekonomianadalah segala aktivitas yang dilakukan oleh manusia dalam upaya yang dilakukan untuk mencapai tujuan dan suatu tingkat kesejahteraan dalam hidup.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Putri Raudatul Isnaini dengan judul

“Dampak Covid-19 Terhadap Lembaga Keuangan Syariah (Perbankan Syariah)”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak dari pandemic covid-19 terhadap beberapa sektor, salah satunya sektor ekonomi. Beberapa dampaknya yakni:

pertumbuhan ekonomi bisa minus, penurunan dalam sektor eksport dan import, sektor UMKM, nilai tukar rupiah anjlok. Sedangkan untuk perbankan syariah

8www.satgascovid-19.ac.id

(21)

antara lain: penyaluran kredit yang macet, penurunan kualitasa aset, dan pengetatan margin keuntungan.9

Berdasarkan survey yang peneliti lakukan di BPRS Dinar Ashri KC.

Terara, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang menggunakan produk tabungan tabungan yang berhasil dihimpun selama tiga tahun terakhir tidak mengalami penurunan, bahkan cenderung naik walau tidak terlalu signifikan. Berikut adalah data yang diperoleh berdasarkan wawancara dengan bapak Kaspun selaku SPI BPRS Dinar Ashri KC.Terara.10

Table 1.2

Data DPK Produk Tabungan

BPRS Dinar Ashri KC.Terara Per Desember 2020

Berdasarkan table 1.1 dapat diketahui bahwa pada tahun 2018, DPK yang dihimpun oleh BPRS Dinar Ashri KC.Terara sebesar Rp.102 miliar. Pada tahun ini BPRS Dinar Ashri KC.Terara berhasil mencapai target menghimpun DPK yang ditetapkan yaitu sebesar 100 miliar.

9Putri Raudatul Isnaini, “Dampak Covid-19 Terhadap Lembaga Keuangan Syariah (Perbankan Syariah)”, (Universitas Islam Negeri Bandar Lampung, Lampung), 2020. Hlm. 2-3

10Kaspun, dokumentasi, 25 februari 2021

(22)

Pada tahun 2019, DPK yang dihimpun oleh BPRS Dinar Ashri KC.Terara sebesar 127,1 miliar. Pada tahun ini terjadi kenaikan dalam penghimpunan DPK sebesar 20% dari tahun 2017, dengan terus meningkatkan pencapaian target. Pada tahun 2020 DPK yang dihimpun oleh BPRS Dinar Ashri KC.Terara sebesar 127,6 miliar. Peningkatan DPK sebesar 5%, tahun ini bukan hanya terjadi kenaikan DPK saja, namun target DPK yang ditetapkan pun Terlampaui.

Dapat dilihat dari data jumlah DPK nasabah diatas, bahwa produk tabungan pada BPRS Dinar Ashri KC.Terara memiliki peminat menabung yang relative tinggi dari tahun ke tahun, meski beberapa kendala yang terjadi pada satu tahun terakhir yakni pandemi covid-19, jumlah nasabah yang menabung makin besar dapat dilihat dari jumlah DPK Tabungan dari tahun ke tahun yang cenderung naik. Oleh karena itu, dirasa dalam produk Tabungan ini perlu adanya pembenahan secara menyeluruh, melihat produk ini dapat mempertahankan konsistensi dan peminat walau dimasa pandemi covid-19 ini, dengan persaing produk funding lainnya, baik dari segi pelayanan maupun kenyamanan.

Berdasarkan penjelasan diatas, alasan utama penulis tertarik untuk mengambil judul “Strategi Pemasaran Produk Tabungan Dinar Pada Masa Pandemi Covid-19 Dalam Meningkatkan Jumlah Dana Pihak Ketiga (DPK) Pada BPRS Dinar Ashri KC. Terara”.

(23)

B. Rumusan Masalah

Dari uraian latar belakang diatas, penelitian merumuskan masalah yaitu;

1. Bagaimana strategi pemasaran produk tabungan pada masa pandemi covid-19 dalam meningkatkan jumlah dana pihak ketiga pada BPRS Dinar Ashri KC.

Terara” ?

2. Bagiamana faktor-faktor yang mempengaruhi total dana pihak ketiga pada BPRS Dinar Ashri KC. Terara ?

C. Tujuan Dan Manfaat Penelitian

1. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui “Bagaimana strategi pemasaran dimasa pandemi covid-19 yang digunakan oleh BPRS Dinar Ashri KC. Terara dalam meningkatkan jumlah dana pihak ketiga.

2. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan mempunyai manfaat dalam pendidikan baik secara langsung maupun tidak langsung. Adapun mafaat penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Manfaat Teoritis

Sebagai referensi pada penelitian selanjutnya yang berhubungan dengan strategi marketing produk tabungan dalam menambah jumlah dana pihak ketiga pada BPRS Dinar Ashri KC. Terara.

(24)

2. Manfaat Praktis

Secara praktis penelitian ini dapat bermanfaat sebagai berikut:

a. Bagi Penulis

Dapat menambah wawasan dan pengalaman langsung tentang cara Pemasaran Produk Tabungan BPRS Dinar Ashri KC. Terara.

b. Bagi Lembaga/Instantsi

Sebagai bahan pertimbangan penyusunan strategi untuk menentukan metode dan media pemasaran yang tepat untuk memasarkan produk tabungan pada BPRS Dinar Ashri KC. Terara.

D. Ruang Lingkup dan Setting Penelitian

Ruang lingkup dan seting penelitian adalah batasasn-batasan yang dibuat oleh peneliti dalam mendapatkan informasi dan data-data dari objek yang akan diteliti karena dalam melaksanakan penelitian ini disadari bahwa masih banyak keterbatasan baik itu ilmu pengetahuan, waktu, tempat terlebih ditambah dengan keadaan di masa pandemi seperti saat ini. Oleh sebab itu, perlu adanya pembatasan yang diberikan terhadap ruang lingkup penelitian yakni berfokus kepada “Strategi pemasaran produk tabungan pada masa pandemi dalam meningkatkan jumlah Dana Pihak Ketiga (DPK) pada BPRS Dinar Ashri KC.

Terara”. Adapun lokasi peneliti gunakan dalam mendapatkan informasi dan data adalah BPRS Dinar Ashri KC. Terara.

(25)

E. Telaah Pustaka

Telaah pustaka merupakan penelusuran terhadap studi atau karya terdahulu, sebagai pedoman untuk penelitian lanjutan untuk mendapatkan data yang lebih valid dan menghindari duplikasi serta refetisi untuk menjamin keaslian dan legalitas penelitian.

Pada telaah pustaka ini peneliti mencoba mengangkat beberapa penelitian terdahulu yang berkaitan dengan judul peneliti, yaitu :

1. Eka Yunarti, “Strategi Pemasaran Produk Dalam Meningkatkan Market Share Pada BPRS Metro Madani”.11

Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif kualitatif. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis kualitatif ,karena data yang didapat berupa uraian atau keterangan-keterangan yang didapat dari kegiatan wawancara. sumber data penelitian ini adalah sumber data primer dan sumber data sekunder dengan teknik wawancara dan dokumentasi yang bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pemasaran produk dalam meningkatkan market share pada BPRS Metro Madani. Dengan cara berfikir induktif berangkat dari data-data khusus dan fakta empiris dilapangan disusun, diolah, dikaji kemudian ditarik

11Eka Yuniarti, “Strategi Pemasaran Produk Dalam Meningkatkan Market Share Pada BPRS Metro Madani”, (IAIN Metro; Lampung), 2018

(26)

maknanya dalam bentuk pernyataan atau kesimpulan yang bersifat umum.

Data tersebut diperoleh dari, Customer service dan marketing pembiayaan BPRS Metro Madani.

Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa strategi pemasaran produk yang diterapkan BPRS Metro Madani dalam meningkatkan market share yaitu diimplementasikan dengan menggunakan analisa marketing mix/bauran pemasaran yang terdiri dari 7p produk, price, promotion, place, people, physical evidence, process. Berdasarkan hasil penelitian ini yang diperoleh tentang strategi marketing pemasaran produk dalam meningkatkan market share pada BPRS Metro Madani sudah baik hanya saja kurang optimal pada bagian promosi mengguakan website seharusnya ditingkatkan lagi supaya mempermudah mengakses data BPRS Metro Madani. Hal ini ditunjukkan dengan naik turunnya jumlah nasabah yang menggunakan produk BPRS Metro Madani, baik berupa produk tabungan, desposito dan pembiayaan.

Persamaan dengan penelitian saat ini yaitu terletak pada strategi pemasaran yang dilakukan BPRS. Sedangkan letak perbedaaan dengan penelitian sebelumnya yaitu pada lokasi penelitian dan pada focus permasalah yaitu pada peningkatan jumlah nasabah.

(27)

2. Maulida Zulfa Rahmannisa. “Strategi Pemasaran Dalam Meningkatkan Jumlah Nasabah Produk Tabungan Ib Tasya Haji Baitullah Di BPRS Suryah Cabang Kudus”.12

Metode penelitian yang penulis gunakan dalam penulisan Tugas Akhir ini yaitu dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Selain itu metode pengumpulan data yang digunakan oleh penulis berupa wawancara, observasi dengan pihak BPRS Suriyah Cabang Kudus serta dokumentasi yang berkaitan dalam penelitian ini dan analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif.

Hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa strategi pemasaran dalam meningkatkan jumlah nasabah produk tabungan iB Tasya Haji Baitullah di BPRS Suryah cabang Kudus sebagai berikut menggunakan bauran pemasaran atau marketing mi yang terdiri dari 4p, yaitu produk, harga, tempat, promosi dan stp (segmentation, targeting, positioning). Kendala yang dihadapi BPRS Suriyah cabang Kudus yaitu promosi yang dilakukan kurang maksimal dan adanya masyarakat yang kurang mengenal BPRS sehingga menyebabkan masyarakat kurang tertarik menabung di BPRS.

Persamaan dengan penelitian saat ini yaitu pada objek penelitian mengenai strategi pemasaran, dan menggunakan jenis penelitian kualiatif. Sedangkan

12 Maulinda Zulfa Rahmannisa, “Strategi Pemasaran Dalam Meningkatkan Jumlah Nasabah Produk Tabungan Ib Tasya Haji Baitullah Di Bprs Suryah Cabang Kudus”, (UIN Walisongo;

Semarang), 2018.

(28)

perbedaan dengan penelitian saat ini terletak pada lokasi penelitian yakni BPRS Dinar Ashri KC. Lombok Timur.

3. Rinjani Suci Rahmawati, “Upaya Peningkatan Jumlah Nasabah Melalui Strategi Pemasaran Produk Tabungan Pendidikan Di BPRS Metro Madani KC. Kalirejo”.13

Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif kualitatif. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis kualitatif ,karena data yang didapat berupa uraian atau keterangan-keterangan yang didapat dari kegiatan wawancara. sumber data penelitian ini adalah sumber data primer dan sumber data sekunder dengan teknik wawancara dan dakumentasi yang bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pemasaran produk dalam meningkatkan jumlah nasabah. Dengan cara data tersebut diperoleh dari, Customer service dan marketing pembiayaan BPRS Metro Madani.hasil ini yaitu upaya yang dilakukan marketing funding adalah melakukan promosi dan memberikan penjelasan yang harus dipenuhi oleh calon nasabah yang akan membuka rekening tabungan, serta meyakinkan nasabah bahwa BPRS Metro Madani KC. Kalirejo telah terdaftar pada LPS, dan memberikan kemudahan kepada para nasabah terkait dengan transaksi yaitu dengan cara jemput bola.

13 Rinjani Suci Irawati, Upaya Peningkatan Jumlah Nasabah Melalui Strategi Pemasaran Produk Tabungan Pendidikan Di BPRS Metro Madani KC. Kalirejo”, Metro;

Institut Agama Islam (IAIN), 2019

(29)

Persamaan dengan penelitian saat ini yaitu pada fokus pembahasan mengenai upaya peningkatan nasabah, selain itu pada metode penelitian kualitatif. letak perbedaaan yaitu pada lingkup penelitian yang diteli, serta pada lokasi penelitian.

4. Rani Liana Ardiyanti, “Analisis Strategi Marketing Dalam Pencapaian Target Menghimpun Dana Pihak Ketiga Di Bri Syariah Kcp Bandar Jaya”.14

Hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan strategi pemasaran yang dilakukan BRI Syariah KCP Bandar Jaya meliputi 7P yaitu product, price, promotion, place, people, process dan physical evidence.

Strategi product yaitu menciptakan variasi produk dan fasilitas yang tidak dimiliki bank lain seperti Tabungan Impian. Strategi price yaitu dengan memberikan harga sesuai pasaran dengan rate yang tinggi serta special rate untuk deposan dengan dana tertentu. Strategi promotion yaitu dengan memperbanyak data base, referral, pendekatan persuasif serta melakukan grebek pasar. Strategi place yaitu dengan memilih lokasi yang strategis.

Strategi people yaitu dengan lebih mengutamakan karakter karyawannya dan melakukan pelatihan guna meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM).

Strategi process yaitu memberikan kemudahan untuk menjadi nasabah funding cukup dengan KTP serta strategi physical evidence yaitu memberikan

14 Rani Liana Ardiyanti, “Analisis Strategi Marketing Dalam Pencapaian Target Menghimpun Dana Pihak Ketiga Di Bri Syariah Kcp Bandar Jaya, (Institut Agama Islam Negeri Metro, 2019), hlm. 15

(30)

pelayanan sebaik mungkin dengan menyediakan mushola bagi nasabah yang ingin beribadah.

Persamaan dengan penelitian ini adalah pada tehnik pengumpulan data yakni wawancara semistruktural, focus pembahasan yakni pada peningkatan jumlah nasabah. Sedang perbedaaan yaitu pada produk yang diteliti produk pada tabungan, serta lokasi penelitian yakni lombok timur.

5. Ersa Intan Rahayu, ”Strategi Pemasaran Dalam Meninglatkan Jumlah Nasabah Tabungan Tasbih Haji Pada Bank Sumsel Babel Syariah Cabang Pembantu Uin Raden Fatah Palembang”.15

Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research), adapun data penulis dilakukan dengan metode wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Data yang dikumpulkan tersebut bersumber dari data primer yaitu hasil wawancara dan dokumentasi sedangkan sumber data sekunder yaitu SOP mengenai sistem promosi, struktur organisasi, serta deskripsi dari pembagian tugas.

Hasil penelitian ini yaitu Bank Sumsel Babel Syariah telah melakukan kegiatan promosi melalui segala saluran media khususnya untuk Produk Tabungan Tasbih Haji. Hal tersebut telah membuktikan berdasarkan data yang telah disajikan dan termasuk seluruh aspek yang terdapat dalam strategi pasar

15 Ersa Intan Rahayu, ”Strategi Pemasaran Dalam Meninglatkan Jumlah Nasabah Tabungan Tasbih Haji Pada Bank Sumsel Babel Syariah Cabang Pembantu Uin Raden Fatah Palembang”, (Universitas Muhamadiyah Palembang;palembang), 2019. Hlm. 15

(31)

baur pemasaran. Dalam promosi baik itu dari segi iklan, promosi, penjualan, pemasaran langsung maupun penjualan pribadi, para responden sebagai nasabah lebih banyak terekspos dengan produk Tabungan Tasbih Haji, promosi melalui reputasi bank sumsel babel syariah yang memiliki jaringan luas, cabang dimana-mana, dan mudah dijangkau.

Persamaan dengan penelitian saat ini adalah pada sifat penelitian yang bersifat deskriptif serta sumber data sekunder yang berasal dari buku.

Sedangkan perbedaan terletak pada objek penelitian yaitu pada bank sumsel babel, tehnik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara secara langsung, serta lokasi penelitian yang berbeda.

F. Kerangka Teori

1. Pengertian Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran pada dasarnya adalah rencana yang menyeluruh, terpadu dan menyatu dibidang pemasaran, yang memberikan panduan tentang kegiatan yang akan dijalankan untuk dapat tercapainya tujuan pemasaran suatu perusahaan.16

Dengan kata lain strategi pemasaran adalah serangkaian tujuan dan sasaran, kebijakan dan aturan yang memeberi arah kepada usaha-usaha pemasaran perusahaan dari waktu ke waktu, ada masing-masing tinkat dan acuan serta alokasinya, terutama sebagai tanggapan perusahaan dalam

16Sofjan Assauri, Manajemen Pemasaran, (PT Raja Grafindo Praja;Jakarta), 2007

(32)

mengahadapi lingkungan dan keadaan persaingan yang selalu berubah. Oleh karena itu, penentu strategi pemasaran harus didasarkan atas analisis lingkungan dan internal perusahaan melalui analissi keunggulan dan kelemahan perusahaan, serta analisis kesempatan dan ancaman yang dihadapi perusahaan dari lingkungannya. Disamping itu strategi pemasaran yang telah ditetapkan dan dijalankan, harus dinilai kembali, apakah masih sesuai dengan keadaan/kondisi pada saat ini.hasil penilaian evaluasi ini digunakan sebagai dasar untuk menentukan apakah strategi yang sedang dijalankan perlu diubah, sekaligus digunakan sebagai landasan untuk menyusun atau menentukan strategi yang akan dijalankan pada masa yang akan datang.

2. Tujuan Strategi Pemasaran

Setiap perbankan/perusahaan tentunya mempunyai tujuan yaitu untuk dapat selalu hidup dan berkembang, tujuan tersebut dapat dicapai apabila terdapat usaha yang dilakukan perbankan/perusahaan dalam dalam mempertahankan dan meningkatkan penjualannya, melalui usaha mencari dan mempertahankan nasabah, serta usaha menguasai pasar. Tujuan ini dapat terealisasikan apabila pemasaran perusahaan melakukan strategi yang bagus agar dapat menggunakan kesempatan kesempatan atau peluang yang ada dalam pemasaran. Sehingga posisi atau kedudukan perusaan dipasar dapat dipertahankan dan sekaligus ditingkatkan.

Strategi pemasaran mempunyai peranan yang sangat penting untuk keberhasilan usaha perusahaan umumnya dan dibidang pemasaran khususnya.

(33)

Disamping itu strategi pemsaran yang ditetapkan harus ditinjau dan dikembangkan sesuai dengan perkembangan pasar dan lingkungan pasar tersebut.

Jadi, inti dari tujuan perusahan bank syariah adalah untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan nasabah melalui beragam produk dan pelayanan yang diberikan sehingga nasabah akan merasa puas dan diharapkan dapat menarik nasabah lainnnya.

3. Konsep Pemasaran

Konsep pemasaran menyatakan bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar serta memberikan kepuasan yang diharapkan secara lebih efektif dan efisien dibandingkan para pesaing.

Dalam pemasaran terdapat empat konsep yang merupakan dasar pelaksana kegiatan pemasaran suatu organisasi yaitu: konsep produksi, konsep produk, konsep penjualan, dan konsep pemasaran.

a. Konsep Produksi

Konsep ini menyatakan bahwa konsumen akan menyukai produk yang tersedia dan selaras dengan kemampuan mereka dan oleh karenanya manajemen harus berkonsentrasi pada peningkatan efisiensi produksi dan efisiensi distribusi. Konsep ini menekankan pada volume produksi atau distribusi yang seluas-luasnya dengan harga ditekan serendah mungkin.

(34)

b. Konsep Produk

Konsep produk berpegang teguh bahwa konsumen akan menyenangi produk yang menawarkan mutu dan kinerja yang paling baik serta yang memiliki keistimewaan. Oleh karena itu, perusahaan harus mencurahkan upaya terus-menerus dalam perbaikan produk. Secra umum konsep produk menekankan kepada kualitas, penempilan dan ciri-ciri yang terbaik.

c. Konsep Penjualan

Konsep penjualan tidak akan membeli cukup banyak produk, kecuali perusahaan menjalankan suatu usaha promosi dan penjualan yang kokoh.

Sehingga perusahaan harus menjalankan usaha-usaha promosi dan penjualan dalam rangka mempengaruhi konsumen.

d. Konsep Pemasaran.

Konsep pemasaran menatakan bahwa kunci untuk mencapai sasaran organisasi tergantung pada penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran. Kemudia kunci yang kedua adalah pemberian kepuasan seperti yang diinginkan oleh konsumen secara lebih efektif dari yang dilakukan pesaing.17

17Kasmir, Pemasaran Bank, (Prana Media; Jakarta), 2004. Hlm 54

(35)

4. Segmentasi Pasar

Segmentasi pasar adalah membagi pasar menjadi kelompok pembeli yang dibedakan menurut kebutuhan, karakteristik, atau tingkah laku, yang mungkin membutuhkan produk yang berbeda.18

Adapun tujuan diterapkannya segmentasi pasar antara lain sebagai berikut:

a. Untuk melayani konsumen secara lebih baik dan memperbaiki posisi kompetitif perusahaan terhadap pesaing.

b. Meningkatkan penjualan, meninkatkan pangsa pasar, melakukan komunikasi dan promosi yang lebih baik, serta memperkat citra.

Suatu pemasaran yang berhasil pasti membutuhkan segmentasi pasar tanpa adanya segmentasi pasar tidak akan dapat bertahan dalam jangka waktu panjang.

5. Bauran Pemasaran

Bauran pemasaran (marketing mix) merupakan seperangkat alat yang terdiri dari unsur-unsur bauran pemasaran yang saling berkaitan dengan satu dan yang lainnya dan saling mempengaruhi serta berfungsi sebagai strategi jangka panjang dan jangka pendek dalam kegiatan pemsaran. Dengan menggunakan strategi marketing mix maka kegiatan pemasaran dalam suatu

18Lupiyoadi dan hamdani, Manajemen Pemasaran Jasa, (Salemba Empat: Jakarta), 2006. 98

(36)

organisasi akan berlangsung efektif serta tujuan organisasi dapat dicapai dengan sukses. Unsur-unsur bauran pemasaran terdiri dari :19

a. Product (produk)

Produk adalah suatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian untuk dibeli, untuk digunakan atau dikonsumsi yang dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan.

Produk yang dihasilkan oleh dunia usaha pada umumnya berbentuk dua macam, yaitu produk yang berwujud dan produk yang tidak berwujud. Masing-masing produk memiliki karakteristik atau ciri tertentu. Produk yang tidak berwujud berupa barang yang dapat dilihat atau dirasakan secara langsung sebelum dibeli, sedangkan produk yang tidak berwujud berupa jasa dimana tidak dapat dilihat atau dirasakan sebelum dibeli. Dalam hal dunia perbankan dimana produk yang dihasilkan berbentuk jasa atau produk yang tidak berwujud. Dan jasa yang ditawarkan dalam bentuk beraneka ragam, sesuai dengan aturan dari masing-masing bank tersebut. Semakin engkap produk yang ditawarkan nantinya. Bagi bank yang berdasarkan prinsip syariah, maka harga adalah bagi hasil. 20

19 Ibd, hlm. 123

20 Philip kotler, Manajemen Pemasaran Analisis, Perencanaan, Implementasi dan Kontrol, (PT. Prehalindo; Jakarta), 1997, hlm. 64

(37)

b. Price (harga)

Penentuan harga merupakan salah satu aspek tepenting dalam kegiatan pemasaran.21 Harga menjadi sangat penting untuk diperhatikan, mengingat harga sangat menentukan keputusan nasabah untuk membeli atau tidak produk dan jasa perbankan serta mempengaruhi citra produk. Salah dalam menentukan harga akan berakibat fatal terhadap produk yang ditawarkan nantinya. Bagi bank yang berdasarkan prinsip syariah, maka harga adalah bagi hasil. Dalam penentuan harga dipengaruhi oleh beberapa factor pemosisian jasa, sasaran perusahaan, tingkat persaingan, elastisitaas permintaan serta kondisi ekonomi secara umum.

a. Place (Tempat)

Penentuan tempat suatu cabang bank merupakan salah satu kebijakan sangat penting. Bank yang terletak pada kondisi yang strategis sangat memudahkan nasabah dalam berurusan dengan bank.

Penentuan lokasi bank tidak dapat dilakukan secara sembarangan, tetapi harus mempertimbangkan beberapa factor. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan dan penentuan lokasi suatu bank adalah dengan pertimbangan sebagai berikut: dekat dengan kawasan industry, dekat dengan perkantoran, dekat dengan pasar, dekat dengan perumaha n atau masyarakat, serta mempertimbangkan jumlah pesain disana.

21 Ibd, hlm. 65

(38)

b. Promotion (promosi)

Promosi merupakan sarana yang paling ampuh untuk menarik dan mempertahankan nasabahnya. Salah satu tujuan promosi bank adalah menginformasikan segala jenis produk yang ditawarkan dan berusaha menarik calon nasabah yang baru.22 Secara umum dalam melakukan promosi dikelompokkkan menjadi 4 kegiatan utama, yaitu :

2. Periklanan (adverising)

Iklan adalah salah satu promosi yang digunakan oleh bak guna menginformasikan, segala sesuatu produk yang dihasilkan oleh bank. Informasi yang diberikan merupakan manfaat produk, harga produk serta keuntungan-keuntungan produk dibandingkan pesaing.

Tujuan promise lewat iklan adalah berusaha untuk menarik, dan mempengaruhi calon nasabahnya. Promosi yang dilakuka dalam bentuk tayangan atau gambar kata-kata yang tertuang dalam spanduk, brosur, baliho, koran, majalah, televise dan radio.

3. Promosi Penjualan (sales promotion)

Tujuan promosi penjualan adalah untuk meningkatkan penjualan atau untuk meningkatkan jumlah nasabah. Promosi penjualan dilakukan utntuk menarik nasabah untuk segera membelisetiap produk atau jasa yang ditawarkan.

22 Philip kotler, Manajemen Pemasaran Analisis, Perencanaan, Implementasi dan Kontrol, (PT. Prehalindo; Jakarta), 1997, hlm.68

(39)

Promosi penjualan dapat dilakuka melaui pemberian diskon/potongan harga atau hadiah pada waktu tertentu terhadap barang-barang tertentu pula.

4. Publisitas (publicity)

Publisitas merupakan kegiatan promosi untuk memancing nasabah melalui kegiatan seperti pameran, bakti sosial serta kegiatan hylainnya.23 Kegiatan publisitas dapat meningkatkan pamor bank dimata nasabahnya. Kegiatan publisitas dapat dilakukan melalui ikut pameran, kegiatan amal, ikut bakti sosial serta sponsorship kegiatan. Tujuan agar nasabh mengenal lebih dekat dan melalui kegiatan tersebut nasabh akan selalu ingat bank tersebut sehingga diharapkan akan menarik lebih banyak nasabah.

5. Penjuala Pribadi (personal selling)

Kegiatan promosi dalam bentuk percakapan dengan satu calon nasabah atau lebih yang ditunjukkan untuk menciptakan penjualan. Dalam personal selling terjadi interaksi langsung, saling bertemu muka anatra nasabah dan pihak bank. Komunikasi yang dilakukan kedua belah pihak bersifat individual atau dua arah sehingga pihak bank langsung dapat memperoleh informasi

23Zainal Abidin Umar, “Strategi Bauran Pemasaran Dalam Meningkatkan Volume Penjualan Ikan Tuna Olahan Pada PT Betel Citra Seyan Gorontalo”, (Gorontalo: Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo), Vol. 9, No 1/2012, h. 8-9

(40)

mengenai kelemahan produk dan keluhan nasabah yang disampaikan secara langsung oleh nasabh kepada pihak bank.

e. People (orang)

Orang yang dimaksud sebagai bauran pemasaran adalah dari orang yang berhubungan langsung dengan bisnis. Peneliti menyeluruh penting untuk mengetahui apakah ada cukup banyak orang di pasar sasaran yang diminati untuk jenis produk dan layanan tertentu.

Karyawan perusahaan penting dalam pemasaran karena merekalah yang akan memberikan layanan ini. Penting untuk memperkerjakan dan melatih orang yang tepat untuk memberikan layanan terbaik kepada konsumen, apakah mereka menjalankan meja pendukung, layanan pelanggan, pemograman dan lain-lain.

Ketika sebuah bisnis telah menamukan orang-orang yang benar percaya akan produk atau layanan yang diciptakan oleh bisnis tertentu, kemungkinan besar karyawan akan melakukan yang terbaik semampu mereka. Selain itu, mereka akan lebih terbuka terhadap umpan balik yang jujur terhadap bisnis dan masukan pemikiran dan hasrat mareka sendiri yang dapat meningkatkan dan mengembangkan bisnis. Ini adalah rahasia, keunggulan, kompetitif internal yang dimiliki bisnis dapat melebihi pesaing yang secara intern dapat mempengaruhi posisi bisnis di pasar.

(41)

f. Process (proses)

Sistem dan proses oraganisasi mempengaruhi pelaksanaan pelayanan. Jadi, perusahaan harus memastikan bahwa perusahaan memiliki proses yang sudah disesuaikan dengan baik untuk meminimalkan biaya. Bisa jadi keseluruhan sistem pembayaran, sistem distribusi dan prosedur dan langkah sistematis lainya untuk memastikan bisnis untuk meminimalisir biaya dan memaksimalkan keuntungan.24 g. Phyiccal Evidence (bukti fisik)

Bauran pemasaran bukti fisik di industry jasa, harus ada bukti fisik bahwa layanan tersebut disampaikan. Selain itu, bukti fidik juga berkaitan dengan bagaimana bisnis dan produk itu dirasakan di pasar.

Ini adalah bukti fisik kehadiran dan pendirian bisnis. Konsep ini adalah branding, misalnya : kita memikirkan KFC, saat memikirkan olahraga, nama Nike dan Adidas muncul dalam pemikiran. Kita segera tahu persis apa kehadiran mereka dipasar, karena pada umumnya pemimpin pasar dan telah menemukan bukti fisik serta bukti psikologis dalam pemasaran mereka.

Perusahaan-perusahaan tersebut telah memanipulasi persepsi konsumen mereka dengan baik sampai pada titik dimana mereka muncul terlebih

24 Tengku Firli Musfar, Maanajemen Pemasaran Bauran Pemasaran Sebagai Materi Pokok Dalam Manajemen Pemasaran, (Media Sain Indonesia: Bandung), 2020. Hlm. 19-21

(42)

dahulu sejalan ketika seorang diminta untuk secara luas memberi nama merek di ceruk atau industry mereka.

c.

Penghimpunan Dana Pihak Ketiga

Dana pihak ketiga (simpanan) berdasarkan UU Perbankan No. 10 tahun 1998 adalah dana yang dipercayakan oleh masyarakat kepada bank berdasarkan perjanjian penyimpanan dana dalam bentuk giro, deposito, sertifikat deposito, tabungan, dan bentuk lainnya.

Menurut Ismail, Dana Pihak Ketiga (DPK) biasanya lebih dikenal dengan dana masyarakat, merupakan dana yang dihimpun oleh bank yang berasal dari masyarakat dalam arti luas, meliputi masyarakat individu, maupun badan usaha.25

Jadi, dapat disimpulkan bahwa Dana Pihak Ketiga (DPK) adalah dana yang dihimpun bank dari masyarakat luas baik itu masyarakat individu, maupun badan usaha dalam bentuk giro, deposito, sertifikat deposito, tabungan, dan bentuk lainnya.

Dalam sistem perbankan kegiatan penghimpunan dana dari masyarakat dilakukan melalui mekanisme giro (demand deposit), tabungan (saving deposit) dan deposito (time deposit). Tujuan utama masyarakat menyimpan uang di bank adalah keamanan atas uang, investasi dengan harapan memperoleh keuntungan, serta memudahkan transaksi pembayaran. Adapun

25 Ismail, Manajemen Perbankan Dari Teori Menuju Aplikasi, cet.ke-3 (Jakarta:Kencana Prenada Media Group, 2013), hlm.43.

(43)

produk-produk penghimpun dana bank syariah adalah Giro (UU Perbankan No.10 Tahun 1998), Tabungan (UU Perbankan No. 10 Tahun 1998), Deposito (UU No. Tahun 1998).26

d. Produk Tabungan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS)

Berdasarkan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 37/Seojk.03/2015 Tentang Produk Dan Aktivitas Bank Pembiayaan Rakyat Syariah. Sehubungan Dengan Telah Diterbitkannya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 24/POJK.03/2015. Tentang Produk Dan Aktivitas Bank Syariah Dan Unit Usaha Syariah (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5771) perlu diatur ketentuan pelaksanaan mengenai produk dan aktivitas bank pembiayaan rakyat syariah dalam surat edaran otoritas jasa keuangan sebagai berikut:

Pasal 2 ayat 1: produk dan atau aktivitas bprs. Penerbitan produk dan atau pelaksanaan aktivitas bprs dikelompokkan sebagai berikut:27

a. Penghimpunan dana

Kegiatan penghimpunan dana meliputi:

1) Simpanan (tabungan);

2) Investasi (tabungan,deposito):

3) Pinjaman/pembiayaan yang diterima; dan

26 Hermansyah, Hukum Perbankan Nasional Indonesia, cet. ke-8 (Jakarta: Kencana Prenadamedia Group, 2014), hlm.48.

27 www.ojk.go.id

(44)

4) Kegiatan penghimpunan dana lainnya yang lazim dilakukan oleh bprs sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan dan prinsip syariah.

Dalam melaksanakan usaha bprs wajib menerapkan prinsip syariah dan prinsip kehati-hatian serta harus mengikuti regulasi yang sudah ditetapkan oleh ojk. Pada pelaksanaannya bprs akan menciptakan produknya sendiri dengan mengikuti ketentuan syariah, produk bprs sendiri bermacam-macam produk yang ditawarkan bprs semua tergantung dari kebutuhan, kondisi sosial, masyarakat, serta kemampuan lembaga.

e. Factor-Faktor Yang Mempengaruhi Peningkatan Jumlah Dana Pihak Ketiga (DPK).

a. Pemasaran dan Promosi

Produk yang sudah direncanakan dengan baik sayang apabila tidak dikenalkan oleh masyarakat luas. Upaya untuk memperkenalkan produk itu kepada konsumen merupakan awal dari kegiatan pemasaran. Promosi merupakan bagian dari pemasaran dan juga promosi merupakan cara untuk memberitahu kepada masayrakat.

Secara definisi promosi adalah kegiatan ditunjukkan untuk memperoleh konsumen agar mereka dapat menjadi kenal akan produk

(45)

yang ditawarkan oleh perusahaan kepada mereka dan kemudia mereka menajadi senang selalu membeli produk tersebut.28

Promosi adalah sasran paling ampuh dalam menarik dan mempertahankan nasabah. Ada beberapa factor yang harus diperhatikan dalam promosi: identifikasi audients target, tentukan tujuan promosi, kembangkan pesan yang disampaikan, pilih bauran promosi (baik personal maupun non personal).

b. Pelayanan terhadap nasabah

Pelayanan adalah setiap tindakan atau kegiatan yang ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lain, yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan apapun. Produksinya dapat dikaitkan atau tidak dikaitkan pada satu produk fisik. Pelayanan merupakan prilaku produsen dalam rangka memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen demi tercapainya kepuasan pada konsumen itu sendiri. Kejadian itu bisa terjadi sebelum dan sesudah transaksi, pada umumnya pelayanan yang bertaraf tinggi akan menghasilkan kepuasan yang tinggi serta pembelian ulang yang lebih sering.

c. Loyalitas nasabah

Loyalitas konsumen merupakan komitmen pelanggan terhadap suatu merek, took atau pemasok berdasarkan sifatnya yang sangat positif dan pembelian jangka panjang. Dari pengertian ini dapat diartikan bahwa

28 Gitosudarno, Manajemen Pemassaran, (BPFEyogyakarta; Yogyakarta), 1997. Hlm 87

(46)

kesetiaan terhadap merek diperoleh karena adanya kombinasi dari kepuasan dan keluhan. Sedangkan kepuasan pelanggan tersebut hadir dari seberapa besar kinerja perusahaan untuk menimbulkan kepuasan tersebut dengan meminimalkan keluhan sehingga diperoleh pembelian jangka panjang yang dilakukan konsumen.29

d. Persaingan antara bank syariah

Persaingan adalah suatu proses sosial, dimana beberapa orang atau kelompok berusaha mencapai tujuan yang sama dengan cara yang lebih cepat dan mutu yang lebih tinggi.

Ciri khas persaingan adalah adanya tujuan yang sama yang hendak dicapai. Penilaian yang berbeda didasarkan pada cara dan hendak dicapai.

Penilaian yang berbeda didasarkan pada cara dan derajat mutu persaingan.

Persaingan yang dikejar bukan pribadi peserta persaingan, melainkan nilai yang ditentukan.

Mengamati realita perkembangan bank syariah diindonesia hingga saat ini, maka peningkatan daya saing bank syariah merupakan hal yang sangat mendesak untuk dilaksanakn. Dalam hal ini, kekuatan daya saing sangat menentukan bagi keberhasilan atau kegagalan sebuah perusahaan dalam suatu industry tertentu.alih-alih mendukung pembangunan ekonomi bangsa, jika terus beroperasi dengan daya saing yang rendah maka eksistensi bank semakin ketat.

29 Tjiptono, Strategi Pemasaran, (ANDI; Yogyakarta), 2000. Hlm 86

(47)

G. Metodologi Penelitian

1. Jenis Dan Pendekatan Penelitian

Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitin kalitatif. Penelitian kualitatif merupakan suatu penelitian yang berpola investigasi dimana data dan pernyataan diperoleh dari hasil interaksi langsung antara peneliti, objek yang diteliti dan orang-orang yang ada di tempat penelitian.30

Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif adalah suatu penelitian yang berusaha mendeskripsikan fenomena atau peristiwa secara sistematis sesuai dengan apa adanya. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya prilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain., secara holisitik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata- kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dengan memanfaatkan berbagai metode alami.31 Penelitian ini menggambarkan mengenai strategi marketing dalam meningkatkan jumlah dan pihak ketiga pada BRS Dinar Ashri KC.Terara.

2. Waktu Dan Rencana Kegiatan Penelitian

Tempat penelitian adalah suatu tempat atau wilayah dimana penelitian tersebut akan dilakukan, dalam hal ini peneliti akan melakukan penelitian di

30 Sugiono, Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, R&D, (Bandung: CV Alvabeta, 2013), hlm.3

31 Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung : PT. Remaja Rosdakarya, 2009), hlm. 6

(48)

BPRS Dinar Ashri KC. Terara Lombok Timur. Untuk waktu itu sedniri peneliti melakukan penelitian selama 1 ½ bulan.

3. Sumber Data a. Sumber Data

1) Data Primer

Data primer adalah data yang didapat langsung dari sumber data/

objek penelitian dengan menggunakan alat pengambilan data langsung pada objek sebagai sumber informasi yang relevan. Sumber data ini berupa hasil observasi dan hasil wawancara dari karyawan BPRS Dinar Ashri KC.Lombok Timur.

2) Data sekunder

Data sekunder merupakan data yang langsung dikumpulkan oleh peneliti sebagai penunjang dari sumber data primer/pertama. Data sekunder pada penelitian ini adalah buku, jurnal, skripsi, dan berbagai macam jenis media lainnya yang dapat memberikan informasi dan data yang akan peneliti teliti.

4. Instrumen Penelitian

Terdapat dua hal yang mempengaruhi kualitas hasil penelitian, yaitu kualitas instrument penelitian dan kualitas pengumpulan data. Dalam penelitian kalitatif yang menjadi instrument atau alat penelitian adalah peneliti itu sendiri, oleh karena itu peneliti sebagai instrument juga harus “divalidasi”

seberapa jauh peneliti kualitatif siap melakukan peneliti sebagai instrument

(49)

meliputi validitas terhadap pemahaman metode peneliti kualitatif, penguasaan wawasasn terhadap bidang yang diteliti, kesiapan peneliti untuk memasuki objek penelitian, baik secara akademik maupun logistiknya.32 oleh karena itu dalam penelitian kualitatif, peneliti merupakan instrument kunci.33 Selain intrumen kunci terdapat juga instrument pendukung seperti alat yang digunakan untuk memperkuat data yang didapat, juga sebagai pelengkap dari informasai yang kurang rinci dkumpulkan oleh instrument kunci. Dalam hal ini instrument pendukung antara lain adalah alat-alat yang digunakan dalam mengumpulkan data seperti alat perekam, catatan kecil, pedoman wawancara dan jawaban narasumber.

5. Metode pengumpulan data

Adapun metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut :

a. Observasi

Pengamatan atau observasi merupakan kegiatan yang dilakukan mahluk cerdas, untuk memperoses atau objek dengan maksud untuk merasakan dan kemudian memahami pengetahuan dari sebuah fenomena berdasarkan pengetahuan dan ide-ide yang sudah diketahui terlebih

32Elvinaro Ardianto, Metodologi Penelitian (Bandung : Simbiosa Rekatama Media, 2010), hlm. 64

33 Tabrani ZA, Metodologi Penelitian Kualitatif & Grounded Theory, (Kopelma Darussalam;

Banda Aceh), 2015. Hlm.117

(50)

dahulu, untuk mendapat informasi yang diperlukan untuk melanjutkan dengan investigasi.34

Penelitian ini menggunakan observasi non partisipatisipan karena peneliti dalam mendapatkan data tidak terlibat secara langsung dan hanya melakukan pengamatan dari jauh maupun dekat mendapat gambaran tentang objek yang diteliti. Metode ini dipilih untuk memudahkan peneliti dalam melakukan pengamatan secara langsung ke objek penelitian tanpa harus ikut campur dalam segala kegiatan objek yang diteliti.

b. Wawancara

Metode pertama yang peneliti gunakan dalam mengumpulkan data di lapangan adalah dengan wawancara. Devito mengatakan bahwa

“wawancara adalah bentuk khusus komunikasi antarpribadi.35

i. Wawancara Terstruktur (Structured Interview) Wawancara terstruktur digunakan sebagai teknik pengumpulan data, tatkala peneliti atau pengumpul data telah mengetahui dengan pasti tentang informasi yang akan diperoleh. Oleh karena itu dalam melakukan wawancara, pengumpul data telah menyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis yang alternatif jawabannya telah disiapkan. Dengan wawancara terstruktur ini setiap responden diberi pertanyaan yang sama, dan pengumpul data mencatatnya.

34 Consevelo G Sevila, Pengantar Metode Penelitian, Tery Alirumuddin Tuwu (Jakarta : Universitas Indonesia 1993) hlm. 198

35Joseph A Devito, Komunikasi Antar Manusia (Jakarta : Profesional Books 1997), hlm. 281

(51)

ii. Wawancara Semiterstruktur (Semistructure Interview) Jenis wawancara ini sudah termasuk dalam kategori in-depth interview, karena dalam pelaksanaannya lebih bebas tatkala dibandingkan dengan wawancara terstruktur.

iii. cara ini adalah untuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka, dengan cara pihak yang diajak wawancara diminta pendapat dan ide- idenya.

iv. Wawancara Tidak Terstruktur (Unstructured Interview) Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara yang bebas dengan cara peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya. Pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan ditanyakan.36

Adapun jenis wawancara yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara semi terstrukture interview karena dalam penelitian ini peneliti mengaharapkan jawaban yang lebih atas strategi pemasaran yang dilakukan oleh BPRS Dinar Ashri KC.Terara dalam mempertahankan jumlah pendapatan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada masa pandemi covid-19.

36 Irawan Soehartono, Metode Penelitian Sosial (Bandung : PT Remaja Rosdakarya),1997,hlm.70

(52)

c. Dokumentasi

Dokumentasi menggambarkan kondisi lapangan yang digunakan untuk menambah kejelasan penelitian. Dokumentasi ini dapat berupa sumber tertulis, gambar, film, karya monumental yang nantinya dapat berfungsi sebagai informasi pelengkap.37

6. Teknik analisa data

Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistem data yang didapat baik itu dari hasil wawancara mengelompokkan data sesuai kategori, menjabarkannya dan melakukan penyusunan dan memilih mana yang penting untuk dipelajari agar dapat membuat kesimpulan dengan mudah.38

a. Reduksi data

Data dapat diartikan merangkum. Semakin lama penelitian berada dilapangan maka jumlah data yang diperoleh akan semakin banyak dan semakin kompleks. Oleh karena itu, reduksi data perlu dilakukan agar data tidak tertumpuk sehingga tidak mempersulit analisis selanjutnya.

b. Display data (penyajian data)

Langkah selanjutnya adalah penyajian data. Penyajian yang dimaksud disini yaitu data hasil reduksi tersusun dalam pola hubungan sehingga semakin

37ibd, h.71

38 Sumardi Suryabrata, Metodologi Penelitian, (Jakarta: Rajawali, 1987) hlm. 456

(53)

mudah dipahami. Penyajian dapat berupa uraian, bagan, hubungan antara kategori dan sejenisnya.39

c. Penarikan kesimpulan

Penarikan kesimpulan merupakan hasil penelitian yang menjawab fokus penelitian berdasarkan hasil analisis data. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan bisa berubah jika tidak ditemukan bukti kuat.

Kesimpulan akan disajikan dalam bentuk deskriptif yang berpedoman pada kajian penelitian.40

7. Validitas data a. Triangulasi

Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain. Di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai perbandingan terhadap data itu.41 seperti ; membandingkan data observasi dengan data hasil wawancara, membandingkan hasil wawancara dengan dokumentasi, membandingkan persepsi orang dengan pendapat dan pandangan orang lain.

b. Kecukupan referensi

39 Ibd,hlm.485

40 Ibd,hlm.488

41Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian... hlm. 330

(54)

Kecukupan referensi dalam penelitian ini dilakukan dengan cara menghimpun sebanyak mungkin sumber data melalui berbagai media seperti buku perpustakaan, laporan penelitian, skripsi, jurnal, artikel, serta karya ilmiah, yang dapat digunakan untuk menjelaskan data/informasi penelitian.

c. Ketekunan pengamatan

Ketekunan pengamatan ditunjukkan memperoleh keabsahan data yang relevan, maka dari itu peneliti harus meningkatkan ketekunan di lapangan.42

42Ibd,hlm.350

(55)

41 BAB II

PAPARAN DATA DAN TEMUAN

A. Profil Perusahaan.

PT. BPRS Dinar Ashri didirikan dengan akte pendidikan yang dibuat dihadapan Notaris Fikry Said, SH No.26 tanggal 15 april 2006. Dengan modal dasar saat ini sebesar Rp. 25.000.000.000 (dua puluh lima milyar rupiah) dan telah disetor sebesar Rp. 14.750.000.000 (empat belas milyar tujuh ratus lima puluh juta rupiah). Mulai beroperasi tanggal 27 juli 2006, sejak didirikan hingga saat ini kantor pusat berkedudukan di Jl. Sriwijaya No. 394 Blok X-XI Mataram, Nusa Tenggara Barat. Memiliki kantor cabang di pulau Lombok dan Sumbawa, yaitu:43

a. Kantor Cabang Aikmel b. Kantor Cabang Keruak c. Kantor Terara

d. Kantor Cabang Sumbawa e. Kantor Cabang Bima

5 layanan kantor kas yaitu:

a. Kantor kas Kebon Roek b. Kantor kas Tanjung

43https://www.bprsdinarashri.co.id

Gambar

Table 1.2   Data DPK Produk Tabungan BPRS Dinar Ashri tahun 2017-2020  Tabel 2.1   Nominal Tabungan Untuk Menentukan Bagi Hasil
Gambar 2.2  Tabel Rekap NPF, Dana Pihak Ketiga Dan Pembiayaan PT.BPRS  Dinar Ashri
Tabel  2.2  merupakan  prospek  keuntungan  bagi  hasil  yang  sudah  diberikan  oleh  BPRS  Dinar  Ashri  KC.Terara  dalam  beberapa  tahun  belakangan ini
FOTO PENELITIAN

Referensi

Dokumen terkait

1. Mengetahui strategi pemasaran produk Tabungan iB Siaga PT. Bank Syariah Bukopin Cabang Surakarta. Mengetahui kendala dalam memasarkan Tabungan iB Siaga yang

Strategi bauran pemasaran yang bisa dilakukan oleh Morfee Coffee dalam menanggapi penerapan PSBB dan perubahan perilaku konsumen yang berubah-ubah selama pandemi

Hasil dari penelitian ini adalah bahwa strategi pemasaran yang digunakan oleh BPRS Bina Amanah Satria Purwokerto dalam memasarkan tabungan BASIRAH adalah

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pemasaran Galdas Café dalam meningkatkan penjualan di masa pandemi Covid-19 ialah menggunakan strategi pemasaran

KESIMPULAN DAN SARAN Kegiatan meningkatkan kemampuan pembukuan serta pemasaran sebagai peningkatan kinerja UMKM di masa pandemi Covid-19 pada UMKM Hapshop_Bali berhasil

Jurnal Manajemen Terapan dan Keuangan (Mankeu) Vol. 2.) Jaringan media sosial, Bank BPR di Kota Jambi saat ini pada masa Pandemi Covid-19 melakukan strategi pemasaran produknya

Dari pengangkatan judul TA “STRATEGI PEMASARAN PRODUK TABUNGAN INVESTA BATARA iB PADA BANK TABUNGAN NEGARA SYARIAH CABANG SEMARANG” maka dapat dirumuskan permasalahan

Data DPK Tabungan Bank Sumut KCP Syariah Simpang Kayu Besar 2021 Dapat dilihat dari data di atas produk tabungan yang sangat berpengaruh dalam menghimpun DPK yaitu tabungan Marhamah,