• Tidak ada hasil yang ditemukan

strategi penanggulangan paham radikalisme

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "strategi penanggulangan paham radikalisme"

Copied!
93
0
0

Teks penuh

1Ahmad Asrori, Radikalisme di Indonesia: Antara Sejarah dan Antropi (Jurnal Kajian Agama dan Pemikiran Islam Volume 9 Nomor 2 Desember 2015), hal. Kelompok baru ini melakukan perjalanan ke berbagai kota untuk mewujudkan mimpinya mendirikan negara berdasarkan hukum Islam di Indonesia.

ﻦَﻣَو ْﺮ ِﺟﺎَﻬُـﻳ

Banyak ulama dan ahli di bidang hukum ketatanegaraan yang menyatakan bahwa musyawarah adalah kewajiban umat Islam dan asas-asas dasar konstitusi menggantikan asas-asas umum serta terdapat landasan baku yang ditetapkan dalam teks Al-Qur'an dan Hadits. melalui konsultasi. Islam telah menetapkan batasan yaitu tidak boleh melampaui batas yang telah ditetapkan Allah dalam Al-Quran dan ada larangan melakukan ijtihad terhadap apa yang diharamkan, kecuali terhadap sesuatu yang tidak diharamkan, sebagaimana disebutkan dalam QS.

ﻞﻴِﺒَﺳ ِﻪﱠﻠﻟا

ﻪﱠﻠﻟا ِﻪِﻟﻮُﺳَرَو

ﻩُﺮْﺟَأﻰَﻠَﻋ

ﻪﱠﻠﻟااًرﻮُﻔَﻏ

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian dan Kegunaan Penelitian

Penelitian Terdahulu

Afhandling med dengan judul “Fenomena Radikalisme Gerakan ISIS di Indonesia (Analisis Isi Berita di Media Online Sehubungan dengan Gerakan ISIS di Indonesia). 14. Afhandling med dengan judul “Kontribusi Media Melawan Radikalisme di Indonesia (Studi Kasus Edisi Laporan Harian Kompas Edisi 15 Mei 2018)."15.

Metode Penelitian

Jenis data primer adalah data dasar yang berhubungan dengan objek penelitian dan diperoleh langsung darinya. Tampilan data yang disajikan pada gambar didukung oleh data yang solid sehingga dapat dijadikan suatu kesimpulan yang kredibel.

Sistematika penulisan

Kedua, keluarga, melalui peran orang tua dalam menanamkan rasa cinta dan kasih sayang pada generasi muda serta menjadikan keluarga sebagai wadah konsultasi dan diskusi. Ketiga, komunitas: melalui peran tokoh masyarakat di tengah masyarakat untuk menciptakan ruang yang kondusif bagi terciptanya budaya damai di kalangan generasi muda.

Ciri – ciri radikalisme

Selain peran yang dilaksanakan secara kelembagaan melalui lembaga pendidikan, keluarga, dan lingkungan masyarakat, generasi muda juga dituntut untuk kebal dan dicegah dengan kuat dari pengaruh dan seruan radikalisme terorisme.22.

Faktor Yang Mempengaruhi Paham Radikalisme

Pengaturan Radikal Terorisme dalam Hukum Positif Indonesia Radikalisme adalah istilah yang jarang digunakan. Radikalisme adalah istilah yang jarang digunakan saat ini, terutama di dunia internasional. Pada tahun 2014, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengadopsi resolusi 2178 tentang langkah-langkah pencegahan penyebaran terorisme, yang isinya tidak menyebut istilah Radikal Terorisme atau Radikalisme, melainkan menggunakan istilah muda yaitu Melawan hasutan dan ekstremisme kekerasan. , aksi tersebut diberi nama Melawan kekerasan.Ekstrimisme. Indonesia dalam menyempurnakan hukum positif terkait terorisme dan pencegahan tindak pidana terorisme memilih menggunakan istilah terorisme radikal.

Ideologi radikal baru terorisme diatur dalam UU No. 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, dimana undang-undang ini merupakan hasil revisi dari UU No. 15 Tahun 2013 (UU Terorisme lama). Berbeda dengan Indonesia, Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) atau dalam bahasa Indonesia Badan Bantuan Pembangunan Internasional AS tidak menggunakan istilah terorisme radikal, melainkan menggunakan istilah Ekstremisme Kekerasan.

Radikalisme Dalam Berbagai Perspektif

Pemahaman tersebut mungkin tidak berlebihan dan tidak salah, karena dalam realitas empiris menunjukkan kondisi yang tidak jauh berbeda dengan pendapat atau asumsi yang disebutkan di atas. Ilmu-ilmu sosial dan humaniora yang dipisahkan secara ketat, semakin kurang mampu menjelaskan berbagai fenomena yang ada. Tidak banyak perbedaan pendapat atau anggapan di atas yang membawa persoalan radikalisme ke ranah politik karena hanya politik yang dinilai.

Mengingat sifatnya yang 'nomografis', maka pembahasan radikalisme dalam perspektif sosiologi berbeda dengan pembahasan radikalisme dalam ilmu politik, yang bertujuan hanya untuk mendeskripsikan dan menjelaskan objek yang diamati, dan tidak bertujuan untuk 'menyusun kerangka teori yang dapat dijadikan acuan.' digunakan sebagai alat atau kerangka tindakan untuk kebutuhan dan kepentingan praktis sebagaimana dipahami oleh ilmu politik.” Membahas radikalisme dari sudut pandang agama lebih kompleks dibandingkan membahas radikalisme dari sudut pandang lain.

Tujuan Paham Radikalisme

Keseluruhan substansi agama bersifat universal, sedangkan jika menyangkut bagaimana simbol, konsep, ritual, dan cita-cita yang terkandung dalam agama tersebut dipahami oleh pemeluknya, yaitu.

Cara menghadapi faham radikalisme

Penanganan Radikalisme Dengan Cara Preventif

  • Radikalisme Tidak Bisa Diredam Dengan Cara Represif

Pemerintah harus segera mengambil langkah tepat untuk mengantisipasi masuknya ISIS ke Indonesia, namun tidak dengan cara yang opresif. Yang pasti gerakan radikalisme tidak bisa diselesaikan dengan cara-cara represif seperti yang dulu dilakukan pemerintahan Orde Baru. Pemikiran yang dikembangkan oleh Hasan AL-Bashri ini sebenarnya kemudian direduksi menjadi pemikiran Ahlus sunnah waljama'ah.37.

Ahlus Sunneti Waljama'ah sebagai salah satu aliran dalam Islam, walaupun pada awal kelahirannya sangat kental nuansa politiknya, namun dalam perkembangannya wacana yang dikembangkannya juga mencakup bidang-bidang seperti aqidah, fiqh, tasawuf dan politik. .38. Dengan ideologi Ahlus Sunnah Waljamaah lahir karena alasan yang mendasar, antara lain: Pertama; Kekuasaan penjajah Belanda menghancurkan potensi Islam telah menimbulkan rasa tanggung jawab di kalangan ulama untuk menjaga kemurnian dan keluhuran ajaran Islam.

Sejarah Perkembangan NU di Provinsi Bengkulu

Pembentukan NU di wilayah Bengkulu diawali dengan terbentuknya forum persiapan pembentukan NU di wilayah Bengkulu yang diketuai oleh Djamaan Nur. Sebab ketika anggota Presidium meminta delegasi dari NU, belum ada delegasi organisasi resmi dari NU di wilayah Bengkulu.42. Orang pertama yang mempunyai keinginan besar untuk membentuk NU di Provinsi Bengkulu adalah Prof.

Didorong oleh keinginan kuat untuk bergabung dalam presidium yang sudah lebih dulu terbentuk, K.H Djamaan Nur mempertimbangkan untuk mendirikan NU di wilayah Bengkulu. Untuk itu, ia menyarankan agar Ketua NU Wilayah Sumsel membentuk wadah bernama Persiapan NU Wilayah Bengkulu.

Struktur Organisasi PWNU Provinsi Bengkulu

  • Ketua
  • Wakil Ketua

Usaha Dibidang Organisasi

Di bidang perekonomian mengupayakan pemerataan kesempatan untuk menikmati hasil pembangunan dengan mengutamakan pembangunan perekonomian kerakyatan, hal ini ditandai dengan lahirnya BMT dan badan keuangan lainnya yang terbukti membantu masyarakat.

Strategi Penanggulangan Radikalisme Menurut Pandangan Nahdlatul Ulama

Wajar jika kelompok radikal selalu menganggap pemahaman dan cara berpikirnya sendiri benar, sedangkan pemahaman dan pandangan orang lain dianggap salah. Kaum radikal selalu membenarkan cara-cara kekerasan dan intimidasi dalam mengoreksi orang lain dalam mempertahankan dan mengembangkan ideologinya.Kelompok agama yang radikal mempunyai pandangan hidup yang berbeda dengan yang lain.Mereka selalu melihat fenomena sosial yang terjadi berdasarkan sudut pandangnya. Ciri-ciri kelompok radikal agresif adalah rekonstruksi musuh yang seringkali tidak jelas, hal ini terjadi karena orang-orang yang tidak sependapat dengan mereka dikonstruksikan sebagai musuh, sehingga dalam hal ini saudara sebangsa dan sebangsa seringkali diperlakukan sebagai musuh karena berbeda keyakinan, prinsip, pendapat. dan latar belakang.

Radikalisme mempunyai makna yang ekstrim sehingga harus dipahami dan diarahkan pada makna yang moderat.Radikalisme ditandai dengan adanya pengakuan bahwa yang satu paling benar (Ananiyah) dan orang lain dianggap salah lalu anti Barat. Nahdlatul Ulama Provinsi Bengkulu mengantisipasi tindakan preventif terhadap warga Nahdiyin itu sendiri dan warga Nahdliyin melalui organisasi NU dalam rangka mengembangkan Islam yang sejati.

Strategi Penanggulangan Paham Radikalisme Menurut Perspektif Fiqh SiyasahSiyasah

Dalam hal ini ada fiqh siyasah syar’iyyah yang diartikan sebagai pengendalian masalah-masalah umum bagi pemerintahan Islam, yang menjamin terciptanya kemaslahatan dan terhindar dari kerugian bagi masyarakat Islam serta tidak bertentangan dengan ketentuan syariat Islam. prinsip-prinsip umumnya. Sikap fanatik yaitu sikap dimana selalu merasa baik dan menganggap orang lain salah. C. Sikap eksekutif, yaitu membedakan diri dengan kebiasaan orang kebanyakan. Orang yang paham radikalisme mempunyai karakter yang sangat tertutup; kewibawaan ilmunya diatribusikan dan diperoleh oleh tokoh-tokoh tertentu yang menurut orang lain tidak dimilikinya.

Tujuan dari radikalisme adalah untuk mewujudkan perubahan yang dilakukan sampai ke akar-akarnya dengan menggunakan kekerasan dan menantang struktur masyarakat yang ada. Namun dalam kehidupan kita sehari-hari sering kita jumpai kekerasan yang dilakukan oleh seseorang yang menganut suatu agama, baik terhadap agamanya sendiri maupun terhadap orang lain yang menganut agama lain, tindakan radikalisme yang pada akhirnya menimbulkan terorisme.52 Hal tersebut banyak dijelaskan dengan gamblang dalam Al-Qur'an yaitu sebagai berikut: berikut:.

ﺎَﱠﳕِإ ُءاَﺰَﺟ

Agama mengajarkan manusia untuk damai dan saling bertentangan, saling menghormati, membangun sikap tidak bertentangan baik dalam satu agama maupun antar pemeluk agama di luar agama yang dianutnya.

ﻪﱠﻠﻟا ُﻪَﻟﻮُﺳَرَو

ﰲ ِضْرَ ْﻷا

اﻮُﻠﱠـﺘَﻘُـﻳ ْوَأ

اﻮُﺒﱠﻠَﺼُﻳ ْوَأ

ﻦِﻣ ِضْرَ ْﻷا

ﻢﻴِﻈَﻋ

ءاَﺰَﺟَو ٍﺔَﺌﱢﻴَﺳ

ﺔَﺌﱢﻴَﺳﺎَﻬُﻠْـﺜِﻣ

ﻰَﻠَﻋ ِﻪﱠﻠﻟا

ﻪﱠﻧِإ َﻻ

ﱵﱠﻟاﻲِﻐْﺒَـﺗ

ءﻲِﻔَﺗ َٰﱃِإ

ﺮْﻣَأ ِﻪﱠﻠﻟا

ﻪﱠﻠﻟا ﱡﺐُِﳛ

ﲔِﻄ ِﺴْﻘُﻤْﻟا

Nilai-nilai Islam yang diterima bersumber dari Timur Tengah apa adanya tanpa mempertimbangkan perkembangan sosial dan politik ketika Al-Quran dan Hadits hadir di bumi ini dengan realitas lokasi saat ini. Karena fokusnya lebih pada teks Al-Qur'an dan hadis, maka pensucian ini dilakukan dengan sangat hati-hati untuk mengakomodasi semua non-kebudayaan. Oleh karena itu, perlawanan terhadap radikalisme merupakan suatu kegiatan untuk menolaknya dengan berbagai cara atau mencegah bahaya radikalisme agar tidak semakin meluas dan muncul.

Strategi memerangi radikalisasi yang pertama adalah dengan berupaya menanamkan nilai-nilai nasionalis dan nilai-nilai nir-kekerasan. Strategi ini dilaksanakan melalui pendidikan, baik formal maupun non-formal, dan menyasar masyarakat umum melalui pelibatan tokoh agama, tokoh pendidikan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan pemangku kepentingan dalam menjamin nilai-nilai kebangsaan.

ﺎَﻳﺎَﻬﱡـﻳَأ

Pembentukan FKTP merupakan salah satu upaya BNPT pencegahan terorisme di seluruh Indonesia dengan tujuan menggalang dukungan masyarakat dan pemerintah daerah dalam upaya pencegahan terorisme berdasarkan penetapan nilai-nilai kearifan lokal di masing-masing daerah.

صﺎَﺼِﻘْﻟا ِﰲ

ء ْﻲَﺷ ٌعﺎَﺒﱢـﺗﺎَﻓ

ﻒﻴِﻔَْﲣ ْﻦِﻣ

ىَﺪَﺘْﻋا َﺪْﻌَـﺑ

Berdasarkan Al-Quran, setidaknya ada tiga hukuman bagi pelaku pembunuhan, yaitu: Hukuman pokok bagi pembunuhan yang disengaja adalah qisash karena pembunuhan ini menyebabkan kematian. Jika tidak mampu, gantilah dengan puasa dua bulan berturut-turut sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah dalam Q.S An-Nisa ayat 92:.

ﺎَﻣَو َنﺎَﻛ

ﻞَﺘَـﻗﺎًﻨِﻣْﺆُﻣ

ﺔَﻤﱠﻠَﺴُﻣ َٰﱃِإ

ﻪِﻠْﻫَأ ﱠﻻِإ

نﺎَﻛ ْﻦِﻣ

قﺎَﺜﻴِﻣ ٌﺔَﻳِﺪَﻓ

ﻦِﻣ ِﻪﱠﻠﻟا

نﺎَﻛَو ۗ◌

ﻪﱠﻠﻟاﺎًﻤﻴِﻠَﻋ

Strategi Penanggulangan Paham Radikalisme Dengan Memakai Cara PrepentifPrepentif

Pemberdayaan peran Fungsional Penyuluh Agama/Non Penyuluh Keagamaan, Muballigh, Dosen dan KUA Kabupaten dalam upaya pencegahan radikalisme. Menjalin hubungan koordinasi dengan lembaga/organisasi keagamaan Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu, dalam upaya penanggulangan radikalisme. Pembinaan agama bagi siswa di sekolah oleh guru pendidikan agama untuk mencegah masuknya paham radikalisme.

Mengatasi radikalisme dengan melakukan edukasi kepada masyarakat, pemberian konselor, bimbingan masyarakat di sekolah, keluarga, pesantren, majelis taqlim, serta berbagai program seperti dialog, seminar dan pelatihan. Deradikalisasi melalui konseling, misalnya pada mantan narapidana teroris.

Saran

Purwanto Nendi, fiqh siyasah analisis strategi pencegahan radikalisme di provinsi lampung, fakultas syariah, uin raden intan lampung. Sahri, Radikalisme Islam di Perguruan Tinggi Sebuah Perspektif Politik Islam AL-Daulah: Jurnal Hukum dan Perundang-undangan Islam, Volume 6, Edisi 1 Tahun 2016,. Asrori Ahmad, Radikalisme di Indonesia: Antara Sejarah dan Antropi, Jurnal Kajian Agama dan Pemikiran Islam Volume 9 Nomor 2 Desember 2015.

Altifani, Sosialisasi Penanggulangan Radikalisme di Kalangan Mahasiswa Jurnal Pengabdian Masyarakat Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Jilid 1 No. 1 Tahun 2021. Asrori Ahmad, 2015, Radikalisme di Indonesia: Antara Sejarah dan Antropisitas, Kalam: Jurnal Kajian Agama dan Pemikiran Islam, Vol.9, No.2, Desember 2015.

Referensi

Dokumen terkait

Jadi terhadap pelajar kita berharap kepada guru seluruh guru emang terutama guru agama tetap memotivasi siswa kita untuk tidak terjebak pada paham radikalisme itu kalau memang yang