• Tidak ada hasil yang ditemukan

STRES KERJA (X)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "STRES KERJA (X) "

Copied!
58
0
0

Teks penuh

LatarBelakang

Oleh karena itu, perlu adanya pengendalian stres kerja agar stres dapat berada pada tingkat yang tepat untuk meningkatkan kinerja karyawan. Rendahnya pencapaian target penjualan PT Kharisma Jaya Motor Bandar Lampung disinyalir disebabkan oleh stres kerja yang terjadi. Berdasarkan uraian latar belakang maka dirumuskan masalah: Apakah stres kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan PT Kharisma Jaya Motor Bandar Lampung.

Sumbangan pemikiran kepada PT Kharisma Jaya Motor Bandar Lampung dalam mengatasi permasalahan yang muncul khususnya pada bidang stres kerja terhadap kinerja karyawan. Handoko menyatakan stres kerja merupakan suatu keadaan ketegangan yang mempengaruhi emosi, proses berpikir, dan kondisi seseorang. Paradigma Penelitian Pengaruh stres kerja terhadap kinerja karyawan pada PT Kharisma Jaya Motor Bandar Lampung.

Berdasarkan latar belakang, permasalahan dan uraian kerangka diatas maka peneliti mengajukan hipotesis sebagai berikut “Stress kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan PT Kharisma Jaya Motor Bandar Lampung”. Stres kerja diartikan sebagai keadaan ketegangan yang mempengaruhi emosi, proses berpikir dan keadaan seseorang (Handoko, 2001:201). Analisis kuantitatif dilakukan untuk mengetahui pengaruh yang terjadi antara variabel stres kerja terhadap kinerja karyawan pada PT Kharisma Jaya Motor Bandar Lampung dengan terlebih dahulu menyebarkan kuesioner.

Untuk mengetahui stres kerja karyawan Kharisma Jaya Motors, dilakukan analisis kualitatif dengan menggunakan tabel tunggal. Sedangkan karyawan yang sangat tidak setuju mengenai stres kerja tidak ada (0)..xliv sebagian besar menunjukkan bahwa stres kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan, sebanyak 14 orang atau 40% termasuk dalam kategori setuju. Ho : “Stres kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT Kharisma Jaya Motor Bandar Lampung.”.

Ha : “Stres kerja mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT Kharisma Jaya Motor Bandar Lampung.”. Dengan demikian hipotesis yang peneliti ajukan dalam penelitian ini membuktikan bahwa “Stres kerja mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan PT. Dengan demikian hipotesis yang peneliti ajukan dalam penelitian ini terbukti dan benar yaitu “Stres kerja mempunyai pengaruh pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan PT.

Tabel 1  Target  dan  Realisasi  Penjualan  PT  Kharisma  Jaya  Motor  Bandar  Lampung  Tahun 2016
Tabel 1 Target dan Realisasi Penjualan PT Kharisma Jaya Motor Bandar Lampung Tahun 2016

Identifikasi Masalah dengan permasalahan

Tujuan dan Kegunaan Penelitian

  • Tujuan Penelitian
  • Kegunaan Penelitian

Hasil penelitian ini memberikan tambahan informasi kepada para peminat dunia kerja tentang stres kerja yang berhubungan dengan kinerja karyawan, sehingga dapat dilakukan upaya untuk mengurangi beban kerja pada karyawan. Namun stres kerja yang berkepanjangan dapat menyebabkan kinerja karyawan menurun, dan hal seperti ini memerlukan tindakan tambahan yang nyata dari manajemen. Uji t digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen yaitu sekedar ingin mengetahui pengaruh stres kerja terhadap kinerja karyawan.

Dari tabel diatas, berdasarkan indikator kinerja pegawai yang terdiri dari hasil kerja efisien termasuk dalam kategori tinggi dan patut dipertahankan. Perhitungan diatas menunjukkan bahwa stres kerja mempunyai pengaruh negatif antara stres terhadap kinerja karyawan, dari persamaan Y X artinya setiap penurunan stres sebesar 1 satuan (X) maka akan meningkatkan kinerja karyawan. Berdasarkan indikator kinerja pegawai yang terdiri dari hasil kerja efisien termasuk dalam kategori teratas dan patut dipertahankan.

Sebaliknya, jika tekanan kerja memberi impak positif, bermakna setiap peningkatan tahap tekanan setiap 1 unit (X) akan mengurangkan prestasi pekerja sebanyak 0.30.

Gambar  1.  Paradigma  Penelitian  Pengaruh  stres  kerja  terhadap  kinerja  karyawan  Pada PT Kharisma Jaya Motor Bandar Lampung
Gambar 1. Paradigma Penelitian Pengaruh stres kerja terhadap kinerja karyawan Pada PT Kharisma Jaya Motor Bandar Lampung

Landasan Teori

Stres Kerja

  • Pengertian Stres Kerja
  • Sumber Stres Kerja
  • Gejala-gejala individu
  • Konsekuensi Stres Kerja
  • Pengendalian Stres

Stres merupakan keadaan internal yang dapat disebabkan oleh tuntutan fisik (tubuh), lingkungan dan situasi sosial yang berpotensi merugikan dan tidak dapat dikendalikan. Stres yang berhubungan dengan pekerjaan akan menimbulkan ketidakpuasan kerja yang disertai dengan penurunan kinerja karyawan, namun stres juga mempunyai nilai positif. Stres di tempat kerja Robbins adalah keadaan dinamis di mana seseorang dihadapkan pada peluang, kendala, atau tuntutan yang berkaitan dengan apa yang sebenarnya dia inginkan, atau hasil yang dipermasalahkan sebagai sesuatu yang tidak pasti dan penting.

Menurut T.Hana Handoko, stres adalah suatu keadaan ketegangan yang mempengaruhi emosi, proses berpikir dan keadaan seseorang. Stres hasibuan merupakan suatu keadaan ketegangan yang mempengaruhi emosi, proses berpikir dan keadaan yang timbul akibat kepuasan kerja yang tidak disadari dari pekerjaan seseorang. Robbins dalam Ali Akbar, ada tiga sumber utama yang dapat menimbulkan stres, yakni.

Kurangnya dukungan sosial dari rekan kerja dan hubungan interpersonal yang buruk dapat menimbulkan stres yang cukup besar, terutama bagi karyawan yang mempunyai kebutuhan sosial yang tinggi. Ciri-ciri pribadi keturunan pada setiap individu yang dapat menimbulkan stres merupakan sifat alamiah orang tersebut. Untuk itu, gejala stres yang terjadi pada setiap pekerjaan harus disesuaikan dengan baik secara pribadi.

Hal ini sesuai dengan yang ditegaskan oleh T.Hani Handoko bahwa faktor penyebab stres ada dua, yaitu permasalahan di lingkungan kerja pekerja dan permasalahan di tempat tinggal pekerja. Stres yang dihadapi karyawan dikaitkan dengan penurunan kinerja, kinerja yang lebih baik, peningkatan ketidakhadiran, dan kecenderungan terjadinya kecelakaan. Robbins berpendapat dalam Ali Akbar bahwa dampak stres kerja secara umum dapat dibagi menjadi tiga kategori, yaitu.

Gejala stres yang berhubungan dengan perilaku antara lain perubahan kebiasaan makan, peningkatan konsumsi rokok dan alkohol, bicara cepat, kecemasan dan gangguan tidur (Stephen P. Robbins, 2003:800). Namun dari sudut pandang organisasi, stres kerja dapat bersifat fungsional dan mendorong karyawan untuk mencapai kinerja yang lebih tinggi. Hal ini menciptakan komunikasi ke atas kepada manajemen dan juga memungkinkan mentor untuk menafsirkan hubungan manajemen dan menjelaskan sudut pandang kepada karyawan.

Kinerja

  • Pengertian Kinerja
  • Manfaat Penilaian Kinerja

Observasi, dalam metode ini peneliti melakukan observasi atau pengamatan langsung terhadap lokasi perusahaan. Kegiatan observasi dalam penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh stres kerja terhadap kinerja karyawan. Analisis kualitatif merupakan analisis yang menggambarkan secara rinci, dengan interpretasi data yang diperoleh melalui pendekatan hash, dalam hal ini untuk menyederhanakan data dalam bentuk yang lebih mudah dibaca terkait stres kerja dan kinerja karyawan. Dari hasil skor item stres kerja yang diperoleh dari responden penelitian, dapat diklasifikasikan menurut interval yang diberikan di bawah ini, yaitu.

Kinerja karyawan tidak setuju (TS) dengan interval 27 – 30 - Kinerja karyawan sangat tidak setuju (STS) dengan interval. Secara keseluruhan, sebanyak 17 orang atau 48,57% yang menyatakan kinerja pegawai dipengaruhi oleh stres kerja termasuk dalam kategori netral/sedang. xlvii variabel kinerja pegawai mempunyai sepuluh indikator yang diukur yaitu: 1) kualitas hasil kerja yang terbaik, 2) kemampuan kerja, 3) sikap dan etos kerja, 4) kesopanan dalam bekerja, 5) hasil kerja yang efisien, 6) kerja dengan tenggat waktu, 7) wewenang dan tanggung jawab, 8) disiplin, 9) inisiatif kerja, 10) sumber daya pendukung. Skor Ekspektasi dan Skor Aktual Indikator Kinerja Pegawai (Y) No Indikator Kinerja Skor Aktual Skor Ekspektasi Kategori.

Aspek-aspek Kinerja

Metodologi Penelitian

Variabel Penelitian

Variabel terikat adalah variabel yang muncul atau berubah karena dipengaruhi atau ditentukan oleh variabel lain.

Operasional Variabel

Jenis dan Sumber Data

Populasi Penelitian

Penelitian lapangan dilakukan dengan melakukan penelitian langsung pada PT Kharisma Jaya Motor Bandar Lampung dengan menggunakan metode.

Tabel 2  Tabel skore Stres Kerja (X)
Tabel 2 Tabel skore Stres Kerja (X)

Metode Penelitian

Metode Analisis

Pembahasan

Kinerja Karyawan

Analisis Kuantitatif

  • Analisis Regiesi Linier Sederhana
  • Pengujian Hipotesis

Artinya stres mempengaruhi kinerja sebesar 10,89%, dan sisanya sebesar 89,11% dipengaruhi oleh faktor lain yang belum diteliti. Dari pernyataan responden diatas sesuai dengan indikator penelitian penyebab stres yang terdiri dari pengawasan yang buruk, frustasi, ketidakhadiran, lingkungan kerja yang nyaman dan masalah pribadi termasuk dalam kategori tinggi. Sedangkan sisanya indikator beban kerja berlebih, tekanan atau tekanan waktu, semangat kerja menurun, meninggalkan pekerjaan, ambiguitas peran dan masalah keluarga masuk dalam kategori stres kerja karyawan yang cukup tinggi.

Sedangkan indikator lain yang masuk dalam kategori kualitas kerja terbaik, kemampuan bekerja, sikap dan etika kerja, sopan santun dalam bekerja, bekerja tepat waktu, wewenang dan tanggung jawab, disiplin, inisiatif dalam bekerja, fasilitas pendukung, masuk dalam kategori cukup tinggi. kategori. dan perlu ditingkatkan.. Berdasarkan pengujian yang dilakukan dengan menggunakan uji t diperoleh nilai thitung sebesar 5,358 sedangkan nilai ttabel sebesar 1,645. Dari kesimpulan yang peneliti peroleh berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, maka beberapa hal berikut dapat disarankan sebagai solusinya.

Untuk mengurangi atau meminimalisir beban kerja berlebihan pada karyawan, sebaiknya pengelola usaha mengurangi beban kerja karyawan sesuai dengan kemampuan dan keahliannya. Hal ini dapat disarankan dengan melakukan pembagian tugas secara adil dan merata sesuai dengan kompetensi pegawai. Manajer hendaknya dapat memperbaiki atau memperbaiki pengawasan yang kurang baik dengan menetapkan aturan-aturan yang berlaku di dalamnya.

Untuk mengurangi rasa frustasi yang dialami pegawai dan tingginya turnover pegawai, hendaknya pimpinan dapat menyediakan sarana dan prasarana seperti sarana olah raga serta meningkatkan hubungan kemanusiaan antar rekan kerja maupun antara pegawai dengan pimpinan melalui berbagai acara keluarga seperti outboon. Untuk mengurangi tingginya pergantian staf, pihak manajemen telah menguji peraturan kepegawaian dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, seperti peraturan pengupahan.

Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan

Saran

Gambar

Tabel 1  Target  dan  Realisasi  Penjualan  PT  Kharisma  Jaya  Motor  Bandar  Lampung  Tahun 2016
Gambar  1.  Paradigma  Penelitian  Pengaruh  stres  kerja  terhadap  kinerja  karyawan  Pada PT Kharisma Jaya Motor Bandar Lampung
Tabel 2  Tabel skore Stres Kerja (X)
Tabel 3. Skore Harapan Dan Skore Real Indikator Stres Kerja (X)
+2

Referensi

Dokumen terkait

Hasil ini berarti bahwa disiplin kerja secara tidak langsung melalui kepuasan kerja sebagai variabel intervening berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan PT.