• Tidak ada hasil yang ditemukan

STRUKTUR MODAL - Bina Darma e-Journal

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "STRUKTUR MODAL - Bina Darma e-Journal"

Copied!
37
0
0

Teks penuh

(1)(2) . . Struktur modal yang optimal suatu perusahaan adalah kombinasi dari utang dan ekuitas yang memaksimumkan harga saham perusahaan Pada saat tertentu, manajemen perusahaan menetapkan struktur modal yang ditargetkan, yang mungkin merupakan struktur yang optimal, tapi target tersebut dapat berubah dari waktu ke waktu. (3) . Sejumlah faktor yang mempengaruhi struktur modal suatu perusahaan meliputi: • risiko bisnis • pengaruh perpajakan (tax position) • kebutuhan akan fleksibilitas keuangan. • konservatisme atau agresivitas manajerial. (4) . . Risiko bisnis adalah ketidakpastian mengenai proyeksi pengembalian atas aktiva di masa mendatang Apabila hal-hal lain tetap sama, makin rendah risiko bisnis perusahaan, makin tinggi rasio utang. (5) . Suatu perusahaan mempunyai risiko bisnis yang kecil bila: • permintaan akan produknya stabil • harga masukan dan produknya relatif konstan • harga produknya dapat segera disesuaikan. dengan kenaikan biaya • sebagian besar biayanya bersifat variabel sehingga akan menurun jika produksi dan penjualannya menurun. (6) . . Leverage keuangan menunjukkan sampai seberapa banyak sekuritas berpendapatan tetap (utang dan saham preferen) digunakan dalam struktur modal perusahaan Risiko keuangan adalah risiko tambahan yang ditanggung pemegang saham sebagai akibat dari leverage keuangan. (7) Distribusi Probabilitas ROE, Dengan dan Tanpa Leverage. (8) Distribusi Probabilitas EPS, Dengan Leverage Berbeda. (9)  Equity. Financing (1) (dlm jt Rp). EBIT 7.500 12.500 Bunga 0 0 Laba Sebelum pajak 7.500 12.500 Pajak 40% 3.000 5.000 EAT 4.500 7.500 Saham Beredar 5 juta lb 5 juta lb Laba/shm 900 1.500 Persentase perub EBIT 66,67% Persentase perub EPS 66,67%. (10)  Debt. Financing (2)(dlm jtan Rp). EBIT 7.500 Bunga 10% 3.000 Laba Sebelum pajak 4.500 Pajak 40% 1.800 EAT 2.700 Saham Beredar 3,5 jt lb Laba/shm 771 Persentase perub EBIT Persentase perub EPS. 12.500 3.000 9.500 3.800 5.700 3,5 jt lb 1.629 66,67% 111,28%. (11) . Formula=. (EBIT – Id)(1 – t) – P (EBIT – Ie)(1 – t) - P ----------------------- = -----------------------Nd Ne (EBIT – 3 M)(1 – 40%) – 0 (EBIT – 0)(1 – 40%) - 0 ------------------------------- = ---------------------------3.500.000 5.000.000 5.000.000 (60% EBIT – 1,8M) = 3.500.000 (60% EBIT) 3.000.000 EBIT – 9000 T= 2.100.000 EBIT 900.000 EBIT = 9.000 T  EBIT = 10 M. (12)  Dalam. teori struktur modal ada 2 hal yang disoroti, yaitu:  Ko = biaya modal keseluruhan  Po = harga saham sekarang Ada 4 pendekatan: 1. Net Operating Income (NOI) 2. Net Income (NI) 3. Traditional approach 4. Modigliani – Miller (MM). (13)  1. Tidak. ada pajak (nanti dpt dihilangkan)  2. Perubahan Rasio hutang dan ekuitas dilakukan secara langsung  3. Laba operasional per tahun bersifat konstan  pertumbuhan nol  4. Laba dibagikan semua kepada pemegang saham  EPS = DPS  5. Hutang bersifat permanen. (14) D D  Ks = --- = --Vs Po D or E Vs = Po = -------ks C Vd = --kd C Kd = --Vd. (15) Vd Vs  WACC = kd (----------) + Ks (----------) (ko) Vd + Vs Vd + Vs Laba Operasi  WACC (ko)= ------------------------Nilai pasar Perusahaan. (16)  Pendekatan. ini menganalisis pengaruh perubahan hutang thdp nilai pasar saham (Po) dan tk kapitalisasi ekuitas (ks).  Jika leverage meningkat  po meningkat dan ks jg meningkat  Contoh:  PT X mempunyai hutang Rp. 10 jt dgn tk bunga per th 10%, laba operasi bersih per th Rp. 10 jt, jika diketahui ko = 15 % maka hitunglah nilai pasar saham (Po) dan tk kapitalisasi ekuitas (ks) dr PT X. (17)  Jawab:. Laba operasi Rp. 10 jt Tk kapitalisasi persh (ko) 0,15 Nilai total (Shm + Hutang) Rp. 66,67 jt Nilai pasar hutang Rp. 10 jt Nilai pasar saham Rp. 56,67 jt D or E 10 jt – 1 jt ks = -------- = ------------- = 15,88% Po 56,67 jt E = Laba op – b. bunga. (18)  Perubahan. jumlah hutang  Misal PT X meningkatkan hutangnya dr Rp 10 jt menjadi Rp. 30 jt, hitunglah: - Nilai pasar saham - Tk kapitalisasi ekuitas Jawab: (buktikan) Nilai pasar saham = 36,67 jt Ks = 19,09%. (19)  Pendekatan. ini menganalisis pengaruh perubahan hutang thd nilai total persh dan tk kapitalisasi perusahaan.  Jika leverage meningkat  nilai total persh meningkat dan ko akan turun.  Contoh: Seperti contoh di atas (NOI) tetapi yg diketahui adl ks (bukan ko) = 18%, Hitunglah nilai total persh dan ko. (20)  Jawab:. Laba operasi Rp. 10 jt Beban bunga Rp. 1 jt Laba yg tersedia unt PSB Rp. 9 jt Tk kapitalisasi shm (ks) 0,18 Nilai pasar saham Rp. 50 jt Nilai pasar hutang Rp. 10 jt Nilai pasar keseluruhan Rp. 60 jt Laba op 10 jt ko = ---------- = ------- = 16,67% Nilai ttl 60 jt. (21)  Jika. jumlah hutang meningkat  Contoh = NOI  Jawab : (Buktikan) Nilai total persh = Rp. 68,89 jt Ko = 14, 52%. (22)  Pendekatan. ini menjelaskan bahwa perusahaan dapat menaikkan nilai totalnya melalui penggunaan leverage yang bijaksana.  Apabila leverage meningkat, investor jg meningkatkan tk kapitalisasi ekuitasnya.  Contoh: PT A mempunyai 100% ekuitas,setiap th memperoleh laba Rp. 10 jt. Jika ks yg diharapkan investor 18%, hitunglah tingkat kapitalisasi keseluruhan (ko). (23)  Jawab:. Laba operasi Beban bunga Laba yg tersedia unt PSB Tk kapitalisasi shm (ks) Nilai pasar saham Nilai pasar hutang Nilai pasar keseluruhan Laba op 10 jt ko = ---------- = ------- = 18% Nilai ttl 55,56 jt. Rp. 10 jt Rp. 10 jt 0,18 Rp. 55,56 jt Rp. 55,56 jt. (24)  Seandainya. PT A merubah struktur modalnya, yaitu mengganti sebagian ekuitas dengan hutang, dimana kd yang disyaratkan kreditor sebesar 15% per th, untuk itu PT A tiap th harus membayar beban bunga Rp 4 jt. Karena menggunakan hutang maka PT A lebih berisiko, untuk itu investor mensyaratkan ks juga meningkat, misal menjadi 20 %. Jika laba operasi tidak berubah, berapa tk kapitalisasi perusahaan keseluruhan (Ko)?. (25)  Jawab:  Nilai. total perusahaan = Rp. 56,67 jt  Ko = 17,7% (buktikan). (26)  Teori. MM sama dengan pendekatan NOI  MM menyebutkan nilai perusahaan tidak tergantung atau dipengaruhi struktur modal  Contoh:  Ada 2 perusahaan yg identik (yaitu PT A dan B) tp A tidak memp hutang sedang B memp hutang obligasi Rp. 30 jt bunga 12% per th. Kedua persh tsb memp EBIT Rp 10 jt dan tk kapitalisasi saham (ks) 15%. Berapa nilai persh A dan B dan berapa biaya modal keseluruhan?. (27)  Jawab:. EBIT B. Bunga Laba unt PSB Tk kapitalisasi shm/ks Nilai saham prsh Nilai hutang Nilai persh total Ko. A 10 jt 10 jt 0,15 66,67jt 66,67jt 0,15. B 10 jt 3,6 jt 6,4 jt 0,15 42.67jt 30 jt 72,67jt 0,1376. (28)  Misal, anda. memp 10% shm B, anda dpt memperoleh keuntungan lebih besar dgn risiko yg sama, dengan cara:  - menjual 10% saham B  - meminjam sebesar 10% dr total utang B dengan bunga 12%  - membeli 10% saham A Jawab: Menjual 10% shm B = 4.267.000 Pinjam 10% dr htg B = 3.000.000 Total dana tersedia = 7.267.000. (29)  Total dana yg tersedia 7.267.000  Membeli 10% saham A 6.667.000  Kelebihan dana 600.000  Jika investasi pd B  pendptn yg diterima. 15% x 4.267.000 = 640.000.  Jika. =. investasi pd A  pendptn yg diterima = 15% x 6.667.000 = 1.000.000  Byr bunga 12% x 3 jt = 360.000  Pndpt bersih dr A = 640.000  Pndpt bunga 12% x 600.000 = 72.000  Total pendpt = 712.000. (30) . MM menunjukkan bahwa utang bermanfaat karena bunga dapat dikurangkan dalam menghitung pajak, tetapi utang juga menimbulkan biaya yang berhubungan dengan kebangkrutan yang aktual dan potensial. (31)  Misal. ada 2 pershn X dan Y sama2 memp EBIT Rp.20 jt, X tdk memp hutang sedangkan Y memp hutang Rp. 50 jt dng bunga 12%. Biaya modal shm = 16% tarip pajak 40%  Berapa nilai persh total dan biaya modalnya (Ko). (32) EBIT (1-t) EBIT (1-t) V(U) = ----------  ks (U) = ----------ks(U) V(U) EBIT (1-t) t.kd.D V(L) = ------------ + -------ks (U) kd EBIT (1-t) = ------------ + TD ks (U) V(L) = V (U) + TD. (33)  Jawab:. EBIT B. Bunga 12%x50jt EBT Pajak 40% Laba unt PSB Laba unt PSB & Krdtor V (U) = V PT X V (L) = V PT Y. X 20 jt 20 jt 8 jt 12 jt 12 jt. Y 20 jt 6 jt 14 jt 5,6 jt 8,4 jt 14,4jt. (34) . . Teori alternatif (atau, yang lebih tepat, pelengkap) untuk struktur modal berhubungan dengan isyarat yang diberikan kepada investor melalui keputusan suatu perusahaan untuk menggunakan utang atau saham dalam memperoleh modal baru. (35) . . Penggunaan saham merupakan isyarat negatif, sedangkan penggunaan utang merupakan isyarat positif atau paling tidak merupakan isyarat yang netral Akibatnya, perusahaan berusaha menghindari penerbitan saham dengan mempertahankan suatu kapasitas cadangan untuk meminjam, dan ini berarti menggunakan lebih sedikit utang pada saat-saat "normal" daripada yang disarankan oleh teori trade-off MM. (36) . . Seorang pemilik perusahaan dapat memanfaatkan penggunaan sejumlah besar utang untuk membatasi manajer Rasio utang yang tinggi menimbulkan ancaman kebangkrutan, yang memerlukan biaya tetapi juga yang memaksa manajer untuk lebih hati-hati dan mengurangi pemborosan uang pemegang saham. (37) . . Meskipun secara teoritis kita dapat menentukan struktur modal yang optimal, dalam praktiknya kita tidak dapat mengestimasi struktur tersebut dengan persis Dengan demikian, para eksekutif keuangan umumnya menyatakan struktur modal yang optimal dalam suatu kisaran-misalnya, 40 sampai 50 persen utang-bukan dengan suatu angka yang tepat seperti 45 persen. (38)

Referensi

Dokumen terkait

Penentuan keputusan pendanaan bagi perusahaan yang berhubungan dengan penentuan terhadap struktur modal, manajer tetap berhati-hati karena keputusan ini dapat

TEORI STRUKTUR MODAL DAN KONSEP

untuk struktur modal berhubungan dengan igyarat yang diberikan kepada investor melalui keputusan suatu perusahaan untuk menggunakan utang atau saham dalam memperoleh modal

Perusahaan menggunakan 3 alternatif struktur modal, jika ukuran struktur modal ini menggunakan debt ratio, maka rasio- rasio yang terkait adalah 0%, 30%,

Pengaruh struktur modal terhadap rentabilitas modal sendiri pada berbagai penggunaan modal asing, secara teori dapat dikatakan bahwa semakin tinggi kemampuan perusahaan untuk

Mengapa Bisnis Internasional Berbeda LINGKUNGAN DOMESTIK LINGKUNGAN LUAR NEGERI LINGKUNGAN INTERNASIONAL 05 Bisnis Internasional berhubungan dengan kekuatan -kekuatan dari tiga jenis

Organisasi Kemasyarakatan Setiap Negara atau masyarakat memiliki suatu struktur atau organisasi yang pengaturan hubungan–hubungannya yang terpola, yang mendefinisikan dan mengatur

KONSEP PASAR MODAL EFISIEN  Dalam konteks keuangan, konsep pasar yang efisien lebih ditekankan pada aspek informasi, artinya pasar yang efisien adalah pasar dimana harga semua