• Tidak ada hasil yang ditemukan

(Studi Kasus di Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "(Studi Kasus di Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia"

Copied!
109
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Bursa Efek Indonesia yang merupakan penggabungan Bursa Efek Surabaya dengan Bursa Efek Jakarta secara resmi meluncurkan Pasar Modal Syariah pada tanggal 14 Maret 2003 bersamaan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Bapepam-LK dengan Badan Dewan Syariah. -Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). 3. Selain itu, Bursa Efek Jakarta (BEJ) bersama PT Dana Reksa Investment Management (DIM) meluncurkan Jakarta Islamic Index (JII) yang meliputi 30 jenis saham dari emiten yang kegiatan usahanya memenuhi ketentuan hukum Syariah. Setiap perusahaan atau emiten yang ingin masuk dalam indeks JII harus memenuhi syarat-syarat tertentu, antara lain sebagai berikut:

Bursa Efek Indonesia sebagai badan yang mengatur kegiatan investasi saham di Indonesia secara berkala menerbitkan daftar saham dengan kapitalisasi pasar teraktif. Jika melihat data di atas, 14 saham JII masuk dalam Daftar 30 saham berkapitalisasi terbesar, artinya setengah dari daftar saham tersebut merupakan saham JII. Peluang tersebut dapat ditangkap dengan membangun portofolio pada pasar saham Indonesia khususnya pada Jakarta Islamic Index, maka dilakukan penelitian dengan judul “Analisis Portofolio Saham Syariah Pada Jakarta Islamic Index di Bursa Efek Indonesia selama Oktober 2017 – September 2018 (Single Pendekatan Indeks)" diusulkan. .

Rumusan Masalah

Dilihat dari beberapa fakta di atas, menunjukkan bahwa iklim investasi di Indonesia positif dan terus berkembang. Berapa proporsi dana pada masing-masing saham syariah terpilih saat berinvestasi di pasar saham Indonesia dengan menggunakan model indeks tunggal periode Oktober 2017 – September 2018.

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Sebagai sarana pengembangan ilmu pengetahuan di bidang Investasi dan Manajemen Portofolio, khususnya yang berkaitan dengan saham-saham yang terdaftar di Jakarta Islamic Index. Sebagai bahan referensi bagi (calon) investor yang akan berinvestasi di Bursa Efek Indonesia khususnya pada saham-saham yang terdaftar di Jakarta Islamic Index dan sebagai bahan referensi bagi mahasiswa yang ingin meneliti Manajemen Investasi dan Portofolio. Manfaat dari segi akademik adalah hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan referensi untuk penelitian selanjutnya.

Definisi Operasional

Saham syariah merupakan bukti kepemilikan suatu perseroan yang memenuhi kriteria yang diatur dalam Pasal 3, dan tidak termasuk saham dengan hak khusus. 40/DSN-MUI/X/2003 tentang Pasar Modal dan Pedoman Umum Penerapan Prinsip Syariah di Bidang Pasar Modal.7. Jakarta Islamic Index (JII) merupakan indeks terbaru yang dikembangkan BEJ bekerja sama dengan Danareksa Investment Management untuk menjawab kebutuhan informasi terkait investasi syariah.

Jakarta Islamic Index (JII) adalah bagian dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang diluncurkan pada 3 Juli 2000 dan menggunakan 1 Januari 1995 sebagai basis tanggal (dengan nilai 100). perusahaan efek yang menjadi anggota Bursa Efek. Model ini dapat digunakan untuk menyederhanakan perhitungan dalam model Markowitz dengan menentukan parameter masukan yang diperlukan dalam perhitungan model Markowitz.

TINJAUAN PUSTAKA

Telaah Pustaka

Persamaan penelitian terdahulu dengan penelitian sekarang adalah sama-sama menganalisis portofolio optimal dengan satu model indeks dengan objek penelitian yang sama yaitu indeks JII, dan perbedaannya terletak pada tahun penelitian. Kedua, dalam penelitian yang dilakukan oleh Suroto dengan judul Analisis Portofolio Optimal Berdasarkan Studi Empiris Model Indeks Tunggal pada Saham LQ 45 di Bursa Efek Indonesia periode Agustus 2012 – Juli 2015. Kesamaan penelitian terdahulu dengan penelitian saat ini adalah bahwa keduanya menganalisis portofolio optimal menggunakan model indeks tunggal, dan perbedaannya terletak pada tahun survei dan subjek survei.

Ketiga, dalam penelitian yang dilakukan oleh Rosiana Akbriani berjudul Analisis Desain Portofolio Saham Optimal Menggunakan Model Indeks Tunggal Studi Empiris Pada Saham Yang Masuk Jakarta Islamic Index (JII) Di Bursa Efek Indonesia Periode Desember 2012 - November 2014. Kesimpulan Penelitian, dilakukan oleh Rosiana Akbriani, menyatakan bahwa selama periode pengamatan yaitu pada periode Desember 2012 – November 2014 dihasilkan 5 saham yang memenuhi kriteria untuk menciptakan portofolio optimal dengan porsi aset yang layak untuk diinvestasikan yaitu saham UNVR (Unilever Indonesia Tbk). 41,77%, KLBF (Kalbe Farma Tbk) 47,52%, PGAS (Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk) 9,69%. 12Suroto, “Analisis Portofolio Optimal Menggunakan Model Indeks Tunggal (Studi Empiris Pada Saham LQ 45 Di Bursa Efek Indonesia Periode Agustus 2012-Juli 2015),” Economics and Media Management, Vol.

Kerangka Teori

  • Portofolio
  • Saham Syariah
  • Bursa Efek Indonesia (BEI)

Untuk membentuk portofolio yang efisien, perlu dibuat beberapa asumsi tentang perilaku investor sehubungan dengan keputusan investasi. Jika seorang investor memiliki beberapa pilihan portofolio yang efisien, maka akan dipilih portofolio yang paling optimal. Sharpe, Alexander, dan Bailey mengatakan bahwa kunci mengapa investor hanya perlu melihat portofolio terletak pada teorema kuantitas efisien, yang menyatakan: Investor akan memilih portofolio optimal dari berbagai portofolio yang 1) menawarkan pengembalian yang diharapkan maksimum untuk tingkat yang berbeda risiko , 2 ) Menawarkan risiko minimal untuk pengembalian yang diharapkan berbeda.

Portofolio yang efisien adalah portofolio yang, dengan risiko tertentu, memberikan pengembalian yang diharapkan tertinggi atau risiko terendah. Portofolio yang efisien dapat ditentukan dengan memilih tingkat pengembalian yang diharapkan dan kemudian meminimalkan risiko, atau dengan memilih tingkat risiko tertentu dan kemudian memaksimalkan pengembalian yang diharapkan. Untuk menentukan portofolio optimal dengan model ini terlebih dahulu harus ditentukan portofolio efisien, semua portofolio optimal adalah portofolio efisien.

Kerangka Berpikir

METODOLOGI PENELITIAN

  • Jenis dan Pendekatan Penelitian
  • Teknik Pengumpulan Data
    • Observasi
    • Wawancara
    • Dokumentasi
    • Studi Pustaka
  • Populasi dan Sampel
    • Populasi
    • Sampel
  • Jenis dan Sumber Data
    • Jenis Data
    • Sumber Data
  • Teknik Analisis Data

Saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) memiliki nilai floating 793.2060 dan saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) memiliki nilai floating 238.1385. Saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) memiliki nilai variabel bantu sebesar 31,92697 dan saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) memiliki nilai variabel bantu sebesar 40,10364.

Tabel 1.2  Sampel Penelitian
Tabel 1.2 Sampel Penelitian

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Gambaran Umum

  • Sejarah dan Milestone Bursa Efek Indonesia
  • Struktur Organisasi
  • Visi Misi

Pasar modal atau bursa saham sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda tepatnya tahun 1912 di Batavia. Pasar modal pada masa itu didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda untuk kepentingan pemerintah kolonial atau VOC. Walaupun pasar modal telah ada sejak tahun 1912, namun perkembangan dan pertumbuhan pasar modal tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan, bahkan selama beberapa periode kegiatan pasar modal sempat mengalami kekosongan.

Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor seperti Perang Dunia I dan II, peralihan kekuasaan dari pemerintah kolonial kepada pemerintah Republik Indonesia, dan berbagai kondisi yang membuat operasi bursa tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya. Pemerintah Republik Indonesia mengaktifkan kembali pasar modal pada tahun 1977 dan beberapa tahun kemudian pasar modal mengalami pertumbuhan sesuai dengan berbagai insentif dan peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Tujuan didirikannya Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia adalah untuk memfasilitasi penyebaran informasi melalui sosialisasi dan edukasi mengenai pasar modal secara luas di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dengan dibukanya kantor perwakilan Bursa Efek Indonesia di Mataram, saat ini terdapat 28 kantor perwakilan publik atau GO Information Center di seluruh Indonesia. Pendirian Kantor Perwakilan Indonesia Bursa Efek Mataram diharapkan dapat meningkatkan jumlah investor, serta mendorong pelaku usaha di daerah setempat untuk menggunakan pasar modal sebagai sarana pembiayaan jangka panjang. Kantor ini merupakan kantor perwakilan ke-28 Bursa Efek Indonesia di Mataram yang diresmikan pada 7 Desember 2017.

Di Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Mataram, terdapat beberapa perusahaan sekuritas yang akan melayani publik, yakni Phintraco Sekuritas, Phillip Sekuritas, Kresna Sekuritas, dan IndoPremier Sekuritas. Manajer Bursa Efek Indonesia: Maribella Syawiluna Kepala Phillip Securities: Lalu Pandrio Akbar Kepala Kresna Securities: Ginda Hisar Manurung Kepala IndoPremier Securities: Slamet Riyadi.

Hasil Penelitian

  • Harga Saham
  • Indeks Harga Saham Gabungan
  • BI 7-Day Repo Rate

Data BI 7-day repo rate adalah bulanan kemudian dirata-ratakan dengan membaginya dengan jumlah hari dalam periode penelitian (51 minggu).

Pembahasan

  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
  • Portofolio Optimal
  • Proporsi

Interpretasi

Berdasarkan analisis dengan menggunakan metode Single Index Model untuk saham-saham yang termasuk dalam Jakarta Islamic Index (JII) di Bursa Efek Indonesia periode Oktober 2017 – September 2018 dan pembahasannya, dapat diambil kesimpulan masing-masing. Model indeks tunggal ini dapat digunakan sebagai alat perhitungan oleh investor atau calon investor untuk mendapatkan portofolio yang optimal. Bagi investor yang lebih menyukai capital gain dalam berinvestasi, sebaiknya memilih empat saham portofolio optimal dengan proporsinya masing-masing, yaitu PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) 25,08%, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) 26,09%, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) 21,65%, dan PT Adaro Energy Tbk (ADRO) 27,19%.

Bagi kalangan akademisi, penelitian ini dapat menjadi referensi ilmiah untuk pengembangan Manajemen Keuangan mengenai analisis portofolio optimal dengan menggunakan model Indeks Tunggal. Guruh Sugiharto, ―Analisis Portofolio Optimal Saham Syariah pada Jakarta Islamic Index di Bursa Efek Indonesia Periode Oktober 2010 – September 2011 (Pendekatan Indeks Tunggal), (Tesis, Fakultas Ekonomi, Universitas Mataram, Mataram, 2012. Harris Darmawan , “Mengenal Bursa Efek Indonesia/BEI dan Sejarahnya” dalam https://www.finansialku.com/mengenal-History-bursa-efek-indonesia-idx Diakses 9 Januari 2019 pukul 21.15 WIB.

Mahmud Yunus, ―Analisis pembentukan portofolio saham optimal dengan menggunakan model indeks tunggal di pasar saham Indonesia untuk pengambilan keputusan investasi (studi kasus indeks Jakarta Islamic di pasar saham Indonesia periode Desember 2011 – Mei 2015), (Tesis , Fakultas Ekonomi, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, 2016. Rosiana Akbriani, “Analisis pembentukan portofolio saham yang optimal dengan menggunakan model indeks tunggal (studi empiris pada saham-saham yang termasuk dalam Jakarta Islamic Index (JII) di Bursa Efek Indonesia periode Desember 2012 - November 2014"), (Skripsi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta, 2015. Analisis portofolio optimal dengan model indeks tunggal (studi empiris pada saham-saham LQ 45 di Bursa Efek Indonesia selama Agustus 2012-Juli 2015). ) ”, Jil.

16 Juni 1989 Bursa Efek Surabaya (BES) diresmikan dan dioperasikan oleh sebuah perseroan terbatas swasta, yaitu Bursa Efek Surabaya. Desember 1988 Pemerintah mengeluarkan Paket 88 Desember (PAKDES 88) yang memudahkan perusahaan untuk go public dan beberapa kebijakan positif lainnya bagi pertumbuhan pasar modal. Pengaktifan kembali pasar modal juga ditandai dengan flotasi PT Semen Cibinong sebagai emiten pertama.

30 November 2007 Penggabungan Bursa Efek Surabaya (BES) menjadi Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan berubah nama menjadi Bursa Efek Indonesia (BEI).

PENUTUP

Kesimpulan

Saran

Model ini juga cocok untuk investor moderat, yaitu investor yang belum terlalu mahir berinvestasi pada saham berisiko tinggi. Dari perhitungan model indeks tunggal ini terlihat bahwa saham PTBA memiliki return dan resiko yang tinggi diantara saham-saham lainnya. Dari hasil perhitungan, PTBA bukan merupakan saham preferen yang masuk dalam portofolio optimal, atau justru bukan saham yang paling dihindari sehingga tidak masuk dalam portofolio optimal, namun menempati urutan ke-3 dalam perhitungan C* (cut-off). . titik).

Bagi emiten (perusahaan), hasil survei ini dapat digunakan untuk mengevaluasi kinerja perusahaan selama periode penelitian yaitu Oktober 2017 – September 2018.

Gambar

Tabel 1.2  Sampel Penelitian
Gambar 1.1  Kerangka Berpikir
Tabel 1.2  Sampel Penelitian

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti pada perusahaan sektor barang konsumen non-primer yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2021 yang