• Tidak ada hasil yang ditemukan

STUDI KASUS PADA PT NUSA SEMBADA BANGUNINDO

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "STUDI KASUS PADA PT NUSA SEMBADA BANGUNINDO"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH TOTAL MANAGEMEN QUALITY DAN PRODUKTIVITAS TERHADAP KINERJA OPERASIONAL: STUDI KASUS PADA

PT NUSA SEMBADA BANGUNINDO

Supardi1, Nurdam Buhaerah2, Harry Yulianto3

1,2,3Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YPUP Makassar

1[email protected], 2[email protected], 3[email protected]

ABSTRACT

This research aims to determine and analyze the simultaneous effect of Integrated Quality Management and productivity improvement on operational performance at PT. Nusa Sembada Bangunindo in Makassar. The t-test results (partial test) showed the significance value was 0.000 or lower than the alpha value of 0.05, which means Ha is accepted and Ho is rejected. The variable assessment of MMT and productivity improvement have a positive and significant effect on operational performance at PT.

Nusa Sembada Bangunindo in Makassar. While the F-test results (simultaneous test) showed the significance value was 0.000 or lower than the alpha value of 0.05, which means Ha is accepted and Ho is rejected.

Keywords: Integrated Quality Management, Productivity, and Operational Performance.

PENDAHULUAN

Kondisi persaingan bisnis saat ini semakin menunjukkan peningkatan. Setiap bisnis terus melakukan perubahan di berbagai sektor. Peningkatan lainnya termasuk konsistensi pemantauan. Manajemen mutu adalah teori dan budaya organisasi yang menekankan setiap bagian dari upaya untuk menciptakan kualitas yang konsisten.

Manajemen mutu membutuhkan pemahaman tentang karakter kualitas dan komitmen manajemen untuk bekerja dengan cara yang berbeda.

Konsep dan teknik MMT selalu sama di semua jenis industri, besar maupun kecil.

Industri skala besar terutama menikmati keuntungan dari memperkenalkan MMT. Saat ini, banyak industri kecil mulai menyadari bahwa penerapan MMT juga dapat menguntungkan mereka. Persaingan pasar yang sangat ketat sekarang menuntut agar perusahaan memperhatikan kualitas barang dan jasa yang diproduksi oleh produsen. Hal ini dicapai agar kesadaran pelanggan tetap terhadap barang atau jasa yang diproduksi.

Menyadari kualitas produk perusahaan yang baik sangat tergantung pada kemampuan manajemen untuk melakukan fungsi-fungsi manajemen yang membuat rencana,

mengoordinasikan, membimbing, dan menyelesaikan masalah. Salah satu metode yang dapat digunakan manajer dalam melakukan fungsi-fungsi ini Manajemen Mutu Terpadu (MMT).

Mengingat bahwa pada masa sekarang ini, dunia usaha sangat kompetitif yang diakibatkan oleh semakin kritisnya pola pikir masyarakat yang telah mampu menilai baik atau buruknya suatu lembaga atau usaha yang ada. Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti sangat tertarik untuk melakukan penelitian dengan fokus pada masalah manajemen mutu dan produktivitas sebagai salah satu ukuran atau indikator kinerja operasional sebagaimana yang dikembangkan Brah dan Lim (2016) tersebut. Judul penelitian yang diajukan adalah pengaruh total managemen quality dan produktivitas Terhadap kinerja operasional : studi kasus pada Pt nusa sembada bangunindo.

Berdasarkan latar belakang, maka dapat dirumuskan permasalahan dalam penelitian ini, sebagai berikut: 1 Apakah penerapan Manajemen Mutu Terpadu berpengaruh terhadap kinerja operasional pada PT Nusa Sembada Bangunindo di Makassar? 2) Apakah perbaikan produktivitas berpengaruh terhadap kinerja operasional pada PT Nusa Sembada Bangunindo di Makassar? 3) Apakah

(2)

penerapan Manajemen Mutu Terpadu dan perbaikan produktivitas secara simultan berpengaruh terhadap kinerja operasional pada PT Nusa Sembada Bangunindo di Makassar?

Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh penerapan Manajemen Mutu Terpadu terhadap kinerja operasional pada PT Nusa Sembada Bangunindo di Makassar. 2) Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh perbaikan produktivitas terhadap kinerja operasional pada PT Nusa Sembada Bangunindo di Makassar. 3) Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh simultan penerapan Manajemen Mutu Terpadu dan perbaikan produktivitas terhadap kinerja operasional pada PT Nusa Sembada Bangunindo di Makassar.

TINJAUAN LITERATUR

Menurut Malthis dan Jackson (2016) menyatakan adalah proses manajemen komprehensif yang berfokus pada perbaikan yang terus menerus dari aktifitas organisasi untuk menajamkan kualitas dan jasa yang ditawarkan.

Manajemen Mutu Terpadu (MMT) adalah suatu cara meningkatkan perfomansi scara terus menerus (continuous performance improvement) pada setiap level operasi atau proses, dalam setiap area fungsional dari suatu organisasi, dengan menggunakan semua sumber daya manusia dan modal yang tersedia.

Menurut Nasution (2016) manfaat MMT dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu dapat memperbaiki posisi persaingan dan meningkatkan keluaran bebas dari kerusakan seperti tampak pada gambar berikut:

Berikut ini adalah manfaat-manfaat umum sebuah Manajemen Mutu Terpadu yang efektif menurut (Faure, 2014) ; 1) pelanggan- pelanggan yang puas dan setia karena barang dan jasa selalu diproduksi sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan mereka. 2) biaya-biaya operasional yang berkurang sebagai akibat pemborosan dihilangkan dan efisiensi ditingkatkan sebagai suatu hasil dari penghapusan ketidak sesuaian. 3) daya saing dan profitabilitas diperbaiki karena biaya- biaya kegiatan operasional berkurang. 4)

semangat pegawai ditingkatkan karena mereka bekerja dengan efisien”.

Menurut Tjiptono dan Diana (2013) bahwa dalam implementasi manajemen mutu terpadu, tidak satupun rumus, kiat ataupun cara tertentu yang universal dan dapat menghasilkan kesuksesan dalam segala kondisi dan untuk semua organisasi”.

Perusahaan yang sedang berkembang harus menyesuaikan ide dan tekniknya sesuai dengan kekuatan dan kelemahan organisasi, budaya organisasi dan situasi kerja.

Manajemen mutu terpadu melibatkan proses terstruktur

Sehubungan dengan rumusan masalah dan kajian teoritis, maka rumusan hipotesis penelitian ini adalah:

H1: Penerapan Manajemen Mutu Terpadu berpengaruh terhadap kinerja operasional pada PT Nusa Sembada Bangunindo di Makassar, H2: Perbaikan produktivitas berpengaruh terhadap kinerja operasional pada PT Nusa Sembada Bangunindo di Makassar.

H3: Penerapan Manajemen Mutu Terpadu dan perbaikan produktivitas berpengaruh secara simultan terhadap kinerja operasional pada PT Nusa Sembada Bangunindo di Makassar.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk menjelaskan dan menganalisis data dan informasi secara kuantitatif dengan menggunakan skor nilai dari jawaban responden.

Penelitian ini dilakukan pada PT Nusa Sembada Bangunindo di Makassar beralamat di Jalan Veteran Selatan No.21 Makassar.

Adapun waktu penelitian ini selama 2 (dua bulan), yaitu dari bulan September sampai November 2019. Data penelitian ini data kuantitatif, yaitu data yang berupa angka- angka yang diperoleh dari sumber data sekunder, baik berupa dokumen, laporan- laporan ilmiah, atau terbitan berkala yang relevan dengan permasalahan yang dibahas (Sugiyono, 2014).

Jenis data yang digunakan dalam enelitian ini: 1) Data primer adalah jenis data yang diperoleh langsung dengan metode kuesioner, dan wawancara langsung dengan karyawan serta pimpinan PT Nusa Sembada Bangunindo di Makassar; 2) Data sekunder adalah data yang diperoleh dari berbagai

(3)

sumber, baik dari dalam perusahaan maupun dari luar perusahaan (Sugiyono, 2014). Data sekunder berupa data-data laporan yang dibuat oleh PT Nusa Sembada Bangunindo di Makassar, serta berbagai jenis laporan dan data sekunder lainnya.

Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data sebagai berikut: 1) Kuesioner merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab ( Yulianto, 2016). 2) Dokumentasi, yaitu berupa data-data yang diperoleh secara tertulis dari perusahaan yang sudah diolah sebelumnya, seperti dokumen-dokumen karakteristik responden, dan lainnya.

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT Nusa Sembada Bangunindo di Makassar yang berjumlah 60 orang. Teknik sampling adalah teknik pengambilan sampel. Teknik sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel yang menjadikan semua anggota populasi sebagai sampel. Karena jumlah populasi kecil atau kurang dari 100 orang, maka seluruh populasi dijadikan sebagai sampel (sampel 100%) (Sugiyono, 2014).

Penelitian ini menggunakan dua jenis variabel, yaitu variabel independen atau variabel yang mempengaruhi (independent), yang terdiri dari dua variabel, yaitu penerapan Manajemen Mutu Terpadu (X1) dan perbaikan produktivitas (X2), serta satu variabel dependen atau variabel yang dipengaruhi, yaitu kinerja operasional (Y).

Dalam pengukuran jawaban responden, pengisian kuesioner diukur dengan menggunakan skala Likert, dengan tingkatan sebagai berikut :

1. Jawaban Sangat Setuju diberi bobot 5 2. Jawaban Setuju diberi bobot 4 3. Jawaban Ragu-ragu diberi bobot 3 4. Jawaban Tidak Setuju diberi bobot 2 5. Jawaban Sangat Tidak Setuju diberi bobot 1.

Tekni analisis data penelitian ini mengunakan : 1) Uji Validitas,Hasil penelitian disebut valid ketika ada persamaan antara data yang dikumpulkan dan data aktual. Uji validitas memiliki arti sampai sejauh mana suatu alat ukur akurat dan berhasil dalam menjalankan fungsi pengukurannya. Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur

(Sugiyono, 2014). Uji validitas dilakukan untuk menguji apakah butir-butir pertanyaan dapat mengkonfirmasi sebuah faktor atau konstruk atau variabel. Oleh karena itulah digunakan program SPSS untuk melakukan pengujian tersebut. 2) Uji Reliabilitas, Selain valid, maka instrumen penelitian juga harus reliable (dapat diandalkan). Penelitian reliable bila terdapat kesamaan data pada waktu yang berbeda. Test-retest adalah instrumen penelitian yang telah dievaluasi kereabilitasnya dengan memeriksa perangkat pada responden berkali-kali. Jadi instrumennya sama dalam situasi ini, respondennya sama tetapi waktunya berbeda.

Reliabilitas harus dihitung dengan koefisien korelasi antara percobaan pertama dan kedua.

Jika koefisien korelasi positif dan signifikan maka instrumen diindikasikan reliable. Hasil penelitian disebut reliable apabila nilai alpha cronbach (ɑ) > 0,5 (Azwar, 2016). 3) Regresi Linear, Metode uji regresi berganda yaitu mempersentasekan semua efek dari variabel independen secara bersamaan pada nilai variabel dependen dan efek dari variabel independen bersama-sama pada nilai variabel dependen, digunakan untuk mengevaluasi pengaruh variabel independen. Uji statistik koefisien regresi digunakan untuk menentukan apakah ada pengaruh yang signifikan antara variabel independen terhadap variabel dependen. Model regresi liniernya adalah : Y = b0 + b1X1 + b2X2 +ei

Dimana :

Y = Kinerja operasional

X1 = Penerapan manajemen mutu terpadu (MMT)

X2 = Perbaikan produktivitas b0 = konstanta

b = koefisien regresi yang akan dicari nilainya.

ei = faktor kesalahan

Seluruh data diolah dengan menggunakan Program SPSS (Statistical Product for Service Solution) versi 25. Untuk mengetahui apakah ada hubungan antara variabel dependen dan variabel independen pada saat yang sama, hasil uji koefisien korelasi berganda dapat dilihat, sedangkan tingkat efeknya dapat dilihat sebagai hasil uji determinasi R2. koefisien. Sementara signifikan atau tidak pengaruh tersebut dapat dilihat dari hasil Uji – F serta tingkat probabilitas dengan tingkat kepercayaan 95%

atau α = 0,05. Jika Uji – F > F – tabel dan

(4)

probabilitas < α 0,05 maka ada pengaruh, sehingga hipotesis nol (HO) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima, selanjutnya, jika Uji – F < F - tabel dan probabilitas > α 0,05 maka tidak ada pengaruh maka hipotesis nol (Ho) diterima dan hipotesis alternatif (Ha) ditolak. Di samping itu juga dapat dilakukan uji – t (uji – student) yaitu untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel bebas secara parsial terhadap variabel tidak bebasnya dengan tingkat kepercayaan 95% atau α = 0,05. Jika Uji – t > t – tabel dan probabilitas <

α 0,05 maka ada pengaruh sehingga hipotesis nol (HO) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Selanjutnya jika uji = t< t = tabel probabilitas > α 0,05 maka tidak ada pengaruh, Sehingga hipotesis nol (Ho) diterima dan hipotesis (Ha) ditolak.

Definisi operasional dimaksudkan untuk menyatukan persepsi dan menghindari pandangan yang bias tentang beberapa konsep dalam penelitian, yaitu: 1) Manajemen Mutu Terpadu (MMT) atau Total quality management (TQM) ialah menggabungkan semua peran perusahaan dengan pendekatan holistik berdasarkan pada kualitas, kolaborasi, profitabilitas dan pemahaman dan konsep kepuasan pelanggan. 2) Produktivitas adalah persepsi pegawai atas dasar keberhasilan pekerjaan mereka, pelaksanaan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan kriteria kompetensi mereka yang ditunjukkan dalam bentuk pencapaian dan tujuan yang ditetapkan,dengan mempertimbangkan

keterampilan (perencanaan, pelaksanaan) dari hasil tugas (efisiensi dan evaluasi), dan dalam tindakan (bagaimana berkomunikasi dan mendorong). 3) Kinerja operasional merupakan indikator yang diukur yang mencakup unsur kegiatan yang dianggap paling berpengaruh dalam mendukung kinerja organisasi sejalan dengan visi dan misi perusahaan.

HASIL DAN PEMBAHASAN

PT Nusasembada Bangunindo didirikan berdasarkan akte No. 147 tanggal 15 Juni 1994 yang dibuat dihadapan meistariany Habie, SH selaku notaries di Makassar. PT Nusasembada Bangunindo dikenal sebagai perusahaan yang bergerak dibidang pembangunan dan pengelola perumahan. Karakteristik responden yang mencerminkan deskripsi identitas

responden sesuai dengan sampel penelitian yang ditentukan. Salah satu tujuan dengan ringkasan karakteristik responden adalah untuk memberikan gambar yang merupakan sampel dalam penelitian ini.

Tabel 1. Deskripsi Karakteristik Responden Menurut Umur

Tingkat Umur (Tahun)

F (%)

20 – 30 24 40

31 – 40 18 30

41 – 50 15 25

> 50 3 5

Total 60 100

Sumber: Data Primer diolah (2019) Hasil data yang dikumpulkan pada karakteristik responden berdasarkan usia responden menunjukkan jumlah responden tertinggi berusia antara 20-30 tahun, yaitu setara dengan 40% yang berumur antara 31 – 40 tahun yakni sebesar 30%, yang berumur antara 41 – 50 tahun yakni sebesar 25%, sedangkan yang berumur di atas 50 tahun sebesar 5%.

Tabel 2. Deskripsi Karakteristik Responden Menurut Jenis Kelamin

Jenis Kelamin

Frekuensi (%)

Laki-laki 36 60

Perempuan 24 40

Total 60 100

Sumber: Data Primer diolah (2019) Hasil data yang dianalisis mengenai karakteristik berbasis jenis kelamin responden pada tabel di atas menunjukkan bahwa jumlah terbesar responden adalah responden pria, yaitu 60%. Sementara ada 40 persen wanita.

Tabel 3. Deskripsi Karakteristik Menurut Tingkat Pendidikan

Tingkat Pendidikan

Frekuensi (%)

SLTA/sederajat 8 13

Diploma 10 17

Sarjana 30 50

Pascasarjana 12 20

Total 60 100

Sumber: Data Primer diolah (2019) Hasil data dianalisis pada karakteristik responden berdasarkan tingkat pendidikan mereka dalam tabel di atas menunjukkan bahwa jumlah responden terbesar adalah mereka yang memiliki tingkat pendidikan S1 sebesar 50%. Jadi, dapat dikatakan bahwa rata-

(5)

rata karyawan PT Nusa Sembada Bangunindo di Makassar adalah S1.

Tabel 4. Deskripsi Karakteristik Menurut Lama bekerja

Lama Bekerja (Tahun)

Frekuensi Persentase (%)

1 – 2 12 20

3 – 4 14 23

5 – 6 24 40

> 6 10 17

Total 60 100

Sumber: Data Primer diolah (2019) Hasil data yang dianalisis berdasarkan karakteristik responden menurut lama bekerja pada tabel di atas menunjukkan bahwa jumlah responden terbesar adalah 80 persen responden yang melayani selama lebih dari 3 tahun. Jadi rata-rata karyawan PT Nusa Sembada Bangunindo di Makassar telah bekerja lebih dari 3 tahun.

Untuk mendeskripsikan tanggapan responden terhadap indikator dan juga perhitungan skor variabel yang telah ditentukan menjadi tiga yaitu penerapan MMT (X1), produktivitas (X2), kinerja operasional (Y) dapat dilihat seperti berikut ini : Indikator – indikator dari variabel ini terbagi atas 9 (sembilan), dimana hasilnya dapat kita lihat berikut : Uji validitas dilakukan untuk menilai tingkat validitas kuesioner sebagai instrumen.

Validitas instrumen ditentukan oleh korelasi antara skor setiap item pernyataan dan skor total. Uji validitas dilakukan dengan bantuan SPSS versi 25 menggunakan Pearson Brand Moment. Jumlah sampel (n) 60 dan α = 5 persen diperoleh dalam analisis ini rtabel

sebesar 0,2145. Nilai rtabel ini selanjutnya digunakan untuk kriteria validitas item-item kuesioner. apa bila rhitung > rtabel maka butir instrument dapat dikatakan valid. Hasil pengujian dapat dilihat pada tabel berikut:

Berdasarkan tabel 4. Diatas menunjukkan bahwa hasil pengujian terhadap variabel penerapan MMT (x1) dan Produktivitas (x2) terhadap Kinerja operasional (Y) menunjukkan valid, hal ini dilihat dari tingkat rhitung > tingkat rtabel sehingga dapat dikatakan semua variabel penelitian dikatakan valid, dan penelitian ini dapat dilanjutkan.

Uji realiabilitas dilakukan untuk menentukan apakah variabel yang merupakan kombinasi dari pernyataan yang ada dinyatakan dapat diandalkan. Pengujian

reliabilitas instrumen menggunakan teknik Cronbach Alpha 0.60.

Dari hasil uji reliabilitas dalam Cronbach's Alpha untuk variabel implementasi MMT sebesar 0,742, Cronbach's Alpha untuk 0,602 untuk variabel peningkatan produktivitas dan Cronbach's Alpha untuk 0,711 untuk variabel kinerja operasional, dapat disimpulkan bahwa semua item pernyataan yang digunakan dalam studi telah dinyatakan andal.

Sebagaimana telah diungkapkan di depan bahwa dalam penelitian ini variabel yang digunakan terdiri dari 2 variabel independen, yakni (1) Penerapan MMT (X1), (2) produktivitas (X2), serta 1 variabel dependen, yakni kinerja operasional (Y).

Indikator-indikator yang dipergunakan untuk mengukur adanya pengaruh faktor tersebut menunjukkan kuatnya hubungan antara variabel dependen (kinerjaoperasional) dengan variabel independen (penerapan MMT dan perbaikan produktivitas). Tetapi seberapa besar hubungan dan arah hubungan kedua variabel tersebut, belum diketahui. Untuk mengetahui adanya pengaruh penerapan MMT dan perbaikan produktivitas terhadap kinerjaoperasional pada PT Nusa Sembada Bangunindo di Makassar memerlukan analisis lebih lanjut. Analisis regresi linier berganda dipergunakan untuk menjawab persoalan tersebut. Model regresi linier berganda yang digunakan adalah:

Y = b0 + b1 X1 + b2 X2 + e Dimana :

Y = Kinerja operasional X1 = Penerapan MMT X2 = Perbaikan produktivitas b0 = konstanta

b1, b2, = koefisien regresi e = standar error.

Karena menurut pertimbangan, semua data diproses menggunakan SPSS 25.0 untuk perangkat lunak aplikasi komputer Windows sambil melakukan perhitungan analisis regresi.

Deskripsi hasil empiris diperoleh dari perhitungan menggunakan Model Regresi Lengkap sebagai berikut:

(6)

Tabel 6. Hasil Uji Reliabiltas Variabel Cronbach's

Alpha

Keterangan Penerapan

MMT (x1)

0,742 Reliabel Produktivitas

(x2)

0,602 Reliabel Kinerja

Operasional (Y)

0,711 Reliabel

Sumber: data primer diolah (2019) Tabel 7. Output Korelasi Berganda dengan

Program SPSS 25.0 for Windows Correlations

Y x1 x2

Pearson Correlation

Y 1.000 .501 .861 x1 .501 1.000 .358 x2 .861 .358 1.000 Sig. (1-tailed) Y . .000 .000

x1 .000 . .002 x2 .000 .002 .

N Y 60 60 60

x1 60 60 60 x2 60 60 60 Sumber: data primer diolah (2019)

Hubungan yang signifikan ada di semua elemen dari korelasi keluaran (correlation) dalam Lampiran, yaitu variabel penerapan MMT (x1), perbaikan produktivitas (x2), yang dimasukkan sebagai variabel independen (predictors) terhadap kinerja operasional (Y) pada PT Nusa Sembada Bangunindo di Makassar.

Berdasarkan data pada Tabel 7 tersebut, Hubungan yang signifikan ada di semua elemen dari korelasi keluaran (correlation) dalam Lampiran, yaitu variabel .

Tabel 8. Output Regresi Linear Berganda dengan Program SPSS 25.0 for Windows

Coefficientsa

Model UC SC t Sig.

B Std.

Error Beta 1 (Cons

tant)

.350 .375 .931 .356 x1 .245 .073 .221 3.343 .001 x2 .823 .070 .781 11.82

8

.000 a. Dependent Variable: Y

Sumber: data primer diolah (2019).

Berdasarkan hasil olah data komputer tersebut, diperoleh hasil persamaan regresi linier berganda sebagai berikut:

Y = 0,350 + 0,245 X1 + 0,823X2 Persamaan regresi linier di atas dapat diartikan sebagai berikut: a) Nilai Koefisien X1, positif menunjukkan bahwa jika level implementasi MMT meningkat, kinerja operasi di Kantor PT Nusa Sembada Bangunindo di Makassar juga akan meningkat sejalan dengan peningkatan level implementasi MMT (ada pengaruh 0,245 unit). Dengan kata lain, semakin tinggi tingkat implementasi MMT, kinerja operasional juga akan meningkat (arah pengaruh positif), dengan kata lain bahwa faktor peningkatan produktivitas dalam keadaan konstan. b) Nilai positif dari koefisien X2 menunjukkan efek (0,823 unit) antara tingkat dalam arah yang sama perbaikan prouktivitas dengan kinerja operasional. Hal ini bermakna jika perbaikan produktivitas lebih lanjut dapat meningkatkan efisiensi operasi, asalkan MMT diimplementasikan dalam keadaan konstan sebagai pertimbangan lebih lanjut.

Dari persamaan regresi linier di atas, terlihat bahwa koefisien regresi pada variabel independen menunjukkan angka positif, artinya variabel independen, yaitu MMT (X1), peningkatan produktivitas (X2), memiliki dampak positif secara langsung pada variabel independen , yaitu keluaran operasional di kantor PT Nusa Sembada Bangunindo di Makassar.

Uji-t di lakukan untuk mengetahui pengaruh variabel secara mandiri atau satu- satu tanpa adanya variabel lain. Untuk mengevaluasi pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen dilakukan uji – t (t – student), Dengan tingkat kepercayaan 95 persen atau α

= 0,05. Jika t-hitung > t-tabel dan probabilitas < α 0,05 maka ada pengaruh sehingga hipotesis nol (HO) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Selanjutnya jika t-hitung < t-tabel

probabilitas > α 0,05 maka tidak ada pengaruh, Sehingga hipotesis nol (Ho) diterima dan hipotesis (Ha) ditolak.

Berdasarkan hasil dalam Tabel 8.

sebelumnya diperoleh nilai t-hitung sebagai berikut:

(7)

Tabel 9. Coefficientsa

Model UC SC T Sig.

B Std.

Error Beta

1 (Cont) .350 .375 .931 .356 x1 .245 .073 .221 3.343 .001 x2 .823 .070 .781 11.828 .000 a. Dependent Variable: Y

Sumber: data primer diolah (2019) Berdasarkan hasil dalam tabel di atas, menunjukkan bahwa secara parsial atau secara mandiri, variabel penerapan MMT berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja operasional demikian juga dengan variabel perbaikan produktivitas berpengaruh secara parsial positif dan signifikan terhadap kinerja operasional. Hal ini bisa dilihat dari nilai koefisien regresi yang bertanda positif, serta nilai signifikansi (Sig.) yang jauh lebih besar dari kriteria yaitu 0,05 atau 5%. Dengan demikian, maka hasil uji tersebut sekaligus menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan sebelumnya dapat dibuktikan atau diterima. 2) Uji-F di lakukan untuk mengetahui pengaruh serentak antara variabel yang diteliti. Hasil uji-F diperlihatkan dalam tabel berikut:

Hasil uji ANOVA atau F-test dan analisis regresi memperlihatkan sebagai berikut:

Tabel 9. Hasil Uji-F (Uji Siultan) dengan Program SPSS 25.0 for Windows ANOVAa

Model SS df Mean Square

F Sig.

1 Regre ssion

3.784 2 1.892 102.883 .000b Resid

ual

1.048 7 .018 Total 4.833 59

a. Dependent Variable: Y b. Predictors: (Constant), x2, x1 Sumber: data primer diolah (2019)

Dari hasil ini, orang dapat melihat pentingnya hasil Uji – F (F-hitung) serta tingkat probabilitas dengan tingkat kepercayaan 95 persen atau α = 0,05. Jika F-hitung > F-tabel dan probabilitas < α 0,05 maka ada pengaruh, sehingga hipotesis nol (HO) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima, selanjutnya, jika F-hitung < F-tabel dan probabilitas > α 0,05 maka tidak ada pengaruh maka hipotesis nol (Ho) diterima dan hipotesis alternatif (Ha) ditolak.

Berdasarkan hasil uji F dalam Tabel 9 di atas, dapat dikatakan bahwa Ho ditolak, karena F-hitung = 102,883 > F-tabel = 2,57 pada taraf kepercayaan 95 persen atau α = 0,05, atau dengan melihat nilai Signifikansi (Sig.) = 0,000 (dalam perhitungan komputer memperlihatkan angka 1013E-085). Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan variabel penerapan MMT, perbaikan produktivitas, secara bersama-sama (simultan) terhadap kinerja operasional pada Kantor PT Nusa Sembada Bangunindo di Makassar.

Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan di atas, menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan sebelumnya dapat diterima.

Untuk mengetahui apakah ada hubungan antara variabel independen dan variabel dependen pada saat yang sama, hasil uji koefisien korelasi berganda dapat dilihat uji koefisien korelasi multiple R, sedangkan tingkat efeknya dapat dilihat sebagai hasil uji determinasi R2. koefisien.

Besarnya variasi perubahan variabel bebas secara bersama-sama (simultan) terhadap variabel terikat dapat dilihat dari besarnya koefisien determinasi (R2) atau R square sebesar 0,783 (78,3 persen). Hal ini berarti 78,3 persen variasi kinerja operasional pada PT Nusa Sembada Bangunindo di Makassar dapat dijelaskan oleh kedua variabel independen tersebut (penerapan MMT dan perbaikan produktivitas), sedangkan sisanya sebesar 21,7 persen (100 persen – 78,3 persen) merupakan pengaruh dari faktor lain di luar faktor yang diteliti.

Dari hasil regresi di atas maka kita bisa melihat beberapa hubungan antara variabel dependen dan independen.

Variabel penerapan MMT (Manajemen Mutu Terpadu) atau Total Quality Management (TQM) pada PT Nusa Sembada Bangunindo di Makassar berpengaruh signifikan terhadap kinerja operasional dimana variabel penerapan MMT merupakan variabel yang memiliki tingkat pengaruh yang relatif tinggi. Hal ini bisa dilihat dari nilai koefisien regresi yang cukup besar dan nilai koefisien korelasi yang kuat. Hal ini menunjukkan bahwa Variabel penerapan MMT pada Kantor PT Nusa Sembada Bangunindo di Makassar merupakan aspek yang cukup penting untuk diterapkan oleh pihak manajemen, karena memberikan pengaruh yang cukup signifikan.

(8)

PENUTUP

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan sebelumnya, dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Variabel penerapan MMT (Manajemen Mutu Terpadu atau Total Quality Management (TQM) berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap promosi kinerja operasional pada Kantor PT Nusa Sembada Bangunindo di Makassar. Hasil uji-t (uji parsial) menunjukkan nilai signifikansi adalah 0,000 atau jauh dibawah nilai alpha 0,05, yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak. 2) Variabel perbaikan produktivitas berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap promosi kinerja operasional pada Kantor PT Nusa Sembada Bangunindo di Makassar. Hasil uji-t (uji parsial) menunjukkan nilai signifikansi adalah 0,000 atau jauh dibawah nilai alpha 0,05, yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak.

3) Variabel penilaian penerapan MMT dan perbaikan produktivitas berpengaruh positif dan signifikan secara simultan terhadap kinerja operasional pada Kantor PT Nusa Sembada Bangunindo di Makassar. Hasil uji-F (uji simultan) menunjukkan nilai signifikansi adalah 0,000 atau jauh dibawah nilai alpha 0,05, yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak.

Sehubungan dengan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, maka disarankan sebagai berikut: 1) Hasil penelitian yang dilakukan kirannya dapat menjadi masukan bagi manajemen pimpinan Kantor PT Nusa Sembada Bangunindo di Makassar untuk mengimplementasikan dengan konsisten penerapan MMT dengan melakukan pengawasan dan evaluasi dalam pekerjaan. 2)

Perusahaan perlu melakukan

pelatihan kepada karyawannya, guna meningkatkan kinerja dan produktivitas.

DAFTAR PUSTAKA

Anwar, M. (2014), Evaluasi Kinerja SDM.

Bandung: PT Refika Aditama.

Aswar. (2016). Metode Penelitian.

Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Brah, S., & Lim, H. (2016). The effects of technology and TQM on the performance of logistics companies. International Journal of Physical Distribution &

Logistics Management. 36 (3): 192-209.

Ettlie. (2013). Management Operational.

Jakarta : Ghalia Indonesia

Munro, F.L. & Malcolm. (2014).

Implementing total quality Management.

Jakarta: PT Elex media komputindo

Gaspersz, V. (2017). Total Quality Management. Jakarta: PT Gramedia.

Pustaka Utama.

Hansen, D.R., & Mowen, M.M. (2016).

Akuntansi Manajerial. Edisi kedua. Jakarta:

Salemba Empat.

Ibrahim, B. (2015). TQM (Total Quality Management): Panduan Menghadapi Persaingan Global. Jakarta: Djambatan Ishakawa, K. (2012). Pengendalian Mutu

Terpadu, penerbit PT. Jakarta: PT. Remaja Rosdakarya

Leong. (2015). Quality Management.

Yogyakarta.

Mahsun, (2014). Pengukuran Kinerja.

Bandung: Alfabeta.

Mangkuprawira. (2017). Manejemen Sumber Daya Manusia Strategi. edisi kedua, cetakan ketiga. Bogor: Ghalia Indonesia Marbun., & Heryanto. (2013). Pengendalian

Mutu terpadu. Jakarta: PT Pustaka Binaman Presindo

Mathis, R.L., & Jackson, J.H. (2014). Human Resource Management (Manajemen Sumber Daya Manusia). Edisi kesepuluh.

Jakarta: Salemba Empat

Nasution, M.N. (2016). Manajemen Mutu Terpadu. Jakarta: Ghalia Indonesia . Poerwadarminta, W.J.S. (2014). Kamus Umum

Bahasa Indonesia. Cetakan ke-6. Jakarta:

Balai Pustaka.

Purwanto, A.T. (2015). TQM dan TQEM.

Safri, M. (2012). Manajemen Suber Daya Manusia Strategic. Jakarta: Penerbit Ghalia Indonesia

Siagian, S.P. (2016). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara Sinungan, M. (2012). Produktivitas, Apa dan

Bagaimana. Jakarta: Bina Aksara

Slack. (2016). Performance Management.

Jakarta: Ghalia Indonesia

Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Bisnis.

Bandung: Alfabeta.

Terry, G.R., & Rue, L.W. (2014). Dasar-dasar Manejemen, PenerjemahG.A Ticoalu.

Jakarta: PT. Bumi Aksara

Tjiptono, F. (2013). Manajemen Jasa, Yogyakarta.

Yulianto, H. (2016). Statistik I .Yogyakarta:

Lembaga Ladang Kata

Zuhdan. (2015). Total Quality Management.

Bandung: Alfabeta.

Referensi

Dokumen terkait

PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut: 1 Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan model Direct Instruction DI pada materi