• Tidak ada hasil yang ditemukan

(Studi Kasus di PT. Bank BRI Syariah Pusat)

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "(Studi Kasus di PT. Bank BRI Syariah Pusat) "

Copied!
106
0
0

Teks penuh

Skripsi berjudul: Manajemen Risiko Produk KPR BRI Syariah iB Sejahtera Dalam Meminimalkan Potensi Kerugian Bank (Studi Kasus Pada PT. Bank BRI Syariah Pusat) disusun oleh: Maulvi Ramadhani Nomor Pokok Mahasiswa. Manajemen Risiko Produk CPR Sejahtera BRI Syariah iB Untuk Meminimalkan Kerugian Bank (Studi Kasus Pada PT. Bank BRI Syariah Pusat) XII + 81 Halaman + 7 Lampiran.

Perumusan Masalah

Kegunaan Penelitian

Penelitian ini bermanfaat untuk implementasi ilmu yang penulis peroleh di bangku perkuliahan khususnya di bidang perbankan syariah. Hasil penelitian ini akan menjadi data masukan dan pedoman dalam penerapan manajemen risiko untuk produk KPR BRISyariah iB Sejahtera.

Sistematika Penulisan

Deskripsi Konseptual Fokus dan Subfokus Penelitian 1. Manajemen Risiko

Produk Kepemilikan Rumah (KPR) a. Pengertian KPR Syariah

Karena istilah kredit tidak dikenal di perbankan syariah, hipotek syariah sering diganti dengan yang lain. Akad ini merupakan akad sewa (Ijarah) atas suatu barang tidak bergerak, yaitu pembeli rumah menyewa rumah yang telah dibeli dari bank dan diakhiri dengan perpindahan kepemilikan dari bank. Tahapan skema IMBT yang dijelaskan di atas adalah sebagai berikut. a) Konsumen mengidentifikasi dan memilih rumah yang akan dibelinya.

Musyarakah adalah bentuk kerjasama antara dua pihak atau lebih untuk memiliki rumah, dengan membagi keuntungan dan kerugian sesuai dengan proporsi investasi awal pada saat akad musyarakah dilakukan. Akad Musyarakah Mutanaqisah adalah akad yang terbentuk karena adanya kerjasama antara bank dan pembeli rumah yang berbagi kepemilikan rumah yang diikuti dengan pembayaran pemilik setiap bulan dan pemindahan kepemilikan sesuai dengan bagian yang dibayarkan. Pengaturan pembiayaan akad Musyarakah Mutanaqisah berbentuk kerjasama antara bank dengan konsumen, keduanya sama-sama memiliki kepemilikan atas rumah yang diinginkan konsumen.

Dari tahapan diatas, ada dua akad akad yang perlu dibuat agar akad Musyarakah Mutanaqisah dapat berjalan. Dan secara bertahap, konsumen akan membayar sejumlah dana yang telah disepakati untuk membeli status kepemilikan rumah milik bank tersebut. Dengan demikian dapat dilihat bahwa CPR Syariah dilakukan dengan beberapa alternatif pilihan akad sesuai dengan kebutuhan nasabah antara lain Murabahah, IMBT dan Musyarakah.

Hasil Penelitian yang Relevan

Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi manajemen risiko kartu kredit tidak bertentangan dengan prinsip ekonomi syariah. Perbedaan dalam penelitian ini adalah penulis menerapkan manajemen risiko pada produk affluent mortgage untuk meminimalisir potensi kerugian bank. Penelitian Lisa Kartika Sari pada tahun 2011 berjudul Penerapan Manajemen Risiko pada Perbankan Indonesia.

Keuntungan dan manfaat dari manajemen risiko adalah dapat meningkatkan shareholder value, namun keterbatasannya adalah kontrol atas penerapan manajemen risiko relatif rendah dan sumber daya manusia belum siap. Bedanya penelitian ini fokus pada manajemen perbankan, sedangkan penelitian saya fokus pada manajemen risiko KPR yang sukses.26 3. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen risiko internet banking di Bank BNI Syariah diterapkan berdasarkan Standar Operasional Prosedur Internet Banking (SOP Internet Banking) no. SOP/TI/15/VII/2017 yang mengatur tentang pengawasan internet banking, kecukupan proses identifikasi, pengukuran dan pemantauan risiko. penggunaan internet banking dan sistem pengendalian intern atas penggunaan internet banking.

26 Lisa Kartika Sari, “Penerapan Manajemen Risiko Pada Perbankan Indonesia”, Skripsi Minor Program Studi Perbankan (Surabaya: Universitas Negeri Surabaya, 2011). Perbedaannya adalah penelitian ini berfokus pada manajemen risiko untuk internet banking, sedangkan penelitian saya berfokus pada manajemen risiko untuk affluent mortgage. Internet Banking di Bank BNI Syariah Pusat “Prodi Skripsi Minor Perbankan Syariah (Jakarta: Universitas Muhammadiyah Jakarta, 2018).

Tujuan Penelitian

Tempat dan Waktu Penelitian

Latar Penelitian

Metode dan Prosedur Penelitian

Tahun ini, para peneliti mengurangi semua informasi yang diperoleh pada tahap pertama untuk fokus pada masalah tertentu. Pada tahap ini peneliti menguraikan fokus yang telah ditetapkan secara lebih rinci kemudian melakukan analisis mendalam terhadap fokus masalah.

Data dan Sumber Data

Teknik dan Prosedur Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Observasi merupakan teknik pengumpulan data dimana peneliti mengamati secara langsung subjek penelitian agar dapat mengamati secara dekat penelitian yang sedang dilakukan.31 Dalam hal ini peneliti melakukan observasi langsung pada PT.

Teknik Analisis Data

Validitas Data

Visi dan Misi PT. Bank BRI Syariah

BRI Syariah telah memiliki visi, misi dan nilai-nilai budaya kerja sebagai landasan untuk menciptakan budaya unggul. 37 Bank BRI Syariah Diakses dari https://www.Brisyariah.Co.Id/Tentang_KamiHistory, tanggal 3 Maret 2019.

Nilai-Nilai Budaya Kerja

Produk-produk PT. Bank BRI Syariah

Produk tabungan dari BRI Syariah untuk nasabah perorangan yang menginginkan kemudahan transaksi keuangan sehari-hari. Produk simpanan berjangka dari BRI Syariah untuk nasabah perorangan yang dirancang untuk mewujudkan impian nasabah (kurban, pendidikan, liburan, belanja) secara terencana dengan mekanisme auto debet setor bulanan rutin. a) Mendapatkan pass book dan sertifikat asuransi b) GRATIS asuransi hingga Rp. 750 juta. Merupakan simpanan investasi dana nasabah pada BRI Syariah dengan menggunakan akad Mudharabah Mutlaqah yang penarikannya dapat dilakukan sesuai kesepakatan dengan menggunakan cek, giro, alat pembayaran lainnya, atau dengan cara pemindahbukuan.

Kredit BRI Syariah merupakan pembiayaan pemilik rumah bagi perorangan untuk memenuhi sebagian atau seluruh kebutuhan rumah dengan menggunakan prinsip jual beli (Murabahah)/sewa (Ijahrah), dimana pembayaran dilakukan secara angsuran dengan jumlah angsuran yang telah ditentukan dan dibayarkan setiap bulan. Produk Pembiayaan KKB BRI Syariah iB menggunakan prinsip jual beli (murabahah) dengan akad Murabahah mobil Wakalah. Akad murabahah adalah akad transaksi jual beli mobil sebesar harga beli mobil ditambah margin yang disepakati para pihak, dimana Bank BRI Syariah menginformasikan terlebih dahulu harga beli kepada pembeli.

Setiap Muslim merindukan Baitullah, penuhi kerinduanmu pada Baitullah dengan menunaikan Umrah, Pembiayaan Umrah BRI Syariah iB hadir untuk membantumu menyempurnakan niat beribadah dan menunaikan ibadah haji ke Baitullah. Layanan yang dapat dibiayai oleh KMJ BRI Syariah: .. g) Paket layanan pendidikan. h) Paket layanan medis. i) paket layanan wisata muslim. j) Paket layanan lainnya yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah. Skema pembiayaan mikro BRISyariah menggunakan akad Murabahah (jual beli), dengan tujuan pembiayaan modal kerja, investasi dan konsumsi (maksimal 50% dari target produksi klien).

Struktur Organisasi PT. Bank BRIsyariah Gambar 1

Temuan Penelitian

KPR Sejahtera adalah produk pembiayaan pemilikan rumah berbasis syariah yang diterbitkan oleh Bank BRISyariah untuk pembiayaan rumah perawatan berbasis lahan dan kondominium bertingkat dengan dukungan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dalam rangka kepemilikan rumah sejahtera yang dibeli dari pengembang yang telah bermitra dengan BRIS. KPR Sejahtera Syariah Tapak adalah pembiayaan berdasarkan prinsip syariah dengan dukungan FLPP yang diterbitkan oleh Bank BRISyariah kepada MBR untuk memiliki Rumah Sejahtera Tapak (mansion) yang dibeli dari developer. 2) Perda Syariah KPR Sejahtera. Menurut Pak Fery, Kepala Departemen Manajemen Risiko, proses pembiayaan produk KPR Sejahtera di Bank BRI Syariah adalah sebagai berikut:41 1) Penyampaian pembiayaan oleh calon nasabah kepada unit bisnis.

41 Ferry Ardiansyah, RMD Kantor Pusat Bank BRI Syariah, Personal Interview, Jakarta Selatan, 19 Maret 2020. . terakhir) .. i) Copy rekening gaji calon klien 1 bulan terakhir (apabila pembayaran gaji pelamar melalui transfer bank). j) Surat Pemesanan Rumah (SPR) k) Surat Pernyataan dari klien l) Surat Pernyataan tidak memiliki Rumah m) Surat Pernyataan Pemohon CPR Sejahtera. Untuk dokumen yang telah diotentikasi, dicap sesuai dengan aslinya dan diparaf oleh AO dan MM/Pincapem/Pinca. Biaya dibayar penuh oleh nasabah pada saat realisasi pembiayaan dan tidak berasal dari dana pembiayaan Bank BRISyariah.

Biaya yang timbul sehubungan dengan jasa notaris dan prabayar 1 (satu) kali Bank BRISyariah dapat meminta notaris/PPAT untuk menetapkan tarif khusus yang lebih rendah pada saat membuat Surat Kuasa Memasang Hak Tanggungan (SKMHT) dan/atau Akta Retribusi Hak Tanggungan (APHT) untuk nasabah KPR Sejahtera.

Pembahasan Temuan Penelitian

Identifikasi risiko adalah proses mengidentifikasi seluruh risiko yang ada pada setiap aktivitas, jenis dan transaksi keuangan yang dilakukan oleh Bank BRISyariah. Pengukuran Risiko Kantor Pusat Bank BRI Syariah dilakukan sesuai dengan Peraturan BI no. 13/23/PBI/2011 tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah dengan Metode Scoring. 44 Ferry Ardiansyah, RMD Kantor Pusat Bank BRI Syariah, wawancara pribadi, Jakarta Selatan, 19 Maret 2020. informasi pribadi, pekerjaan dan asuransi) yang diberikan nasabah dan riwayat pembiayaan nasabah (berdasarkan laporan verifikasi BI).

Pemantauan risiko dilakukan dengan mempertimbangkan perubahan aktivitas keuangan yang dilakukan, berdasarkan data yang ada dan akurat yang telah terkumpul, kemudian bank BRISyariah menetapkan risiko tersebut berdasarkan levelnya yang terdiri dari low (rendah), medium (moderat), dan high (tinggi). Dengan kata lain BRI Syariah tidak akan dapat menentukan tindakan yang perlu dilakukan untuk melaksanakan risiko tersebut. Hanya saja, perbandingan dan analisis antara risiko yang akan terjadi dengan tingkat ambang batas risiko yang diterima BRISyariah dilakukan dengan baik.

Jika bank BRISyariah tidak mengetahui posisinya terhadap risiko yang muncul, maka tindakan yang dilakukan untuk mengatasi risiko tersebut akan bersifat reaktif, meskipun tindakan proaktif akan jauh lebih menguntungkan. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dijelaskan di atas, peneliti menyimpulkan bahwa risiko yang timbul pada produk KPR Sejahtera kantor pusat Bank BRI Syariah memiliki risiko yang lebih dominan yaitu risiko pembiayaan atau risiko kredit. Untuk mengantisipasi risiko yang timbul pada produk KPR Sejahtera BRISyariah iB, BRI Syariah telah mengimplementasikan aplikasi untuk mengantisipasi risiko yang timbul khususnya risiko kredit atau pembiayaan.

Saran

  • Bagaimana prosedur dan syarat ketentuan dalam pengajuan Produk KPR Sejahtera BRISyariah iB?
  • Bagaimana mekanisme pembayaran nasabah dalam menggunakan Produk KPR Sejahtera BRISyariah iB?
  • Adakah pembiayaan bermasalah pada Produk KPR Sejahtera BRISyariah iB di PT Bank BRI Syariah Pusat?
  • Faktor-Faktor penyebab terjadinya pembiayaan bermasalah pada Produk KPR Sejahtera BRISyariah Ib?
  • Bagaimana cara dalam mengidentifikasi risiko KPR Sejahtera BRISyariah iB?
  • Apa saja risiko yang mungkin/telah terjadi dalam Produk KPR Sejahtera BRISyariah iB? dan bagaimana cara mengatasinya?
  • Apa saja tugas dan kewenangan Divisi Manajemen Risiko dalam melakukan manajemen risiko Produk KPR Sejahtera BRISyariah iB?
  • Bagaimana sistem pengendalian dalam manajemen risiko Produk KPR Sejahtera BRISyariah iB?
  • Siapa yang menjalankan pengawasan dalam manajemen risiko Produk KPR Sejahtera BRISyariah iB dan bagaimana cara kerjanya?
  • Langkah-langkah apa saja yang digunakan untuk meminimalisir risiko yang terjadi dalam penggunaan Produk KPR Sejahtera

Bank BRI Syariah "KPR BRISyariah iB Sejahtera", [online]. https://www.brisyariah.co.id/id-id/personal/kprsejahterah, [25. Nopember 2019]. Apakah ada pembiayaan bermasalah pada Produk KPR BRISyariah iB Sejahtera di PT Bank BRI Syariah Pusat? Apa saja risiko yang dapat/telah muncul pada produk KPR Sejahtera BRISyariah iB? dan bagaimana solusinya?.

Apa tugas dan wewenang Divisi Manajemen Risiko dalam melakukan manajemen risiko Produk KPR BRISyariah iB Sejahtera? Apakah ada pembiayaan bermasalah untuk produk KPR BRISyariah iB sejahtera di PT Bank BRI Syariah Pusat. Risiko yang muncul pada produk KPR Sejahtera Kantor Pusat Bank BRI Syariah adalah risiko yang lebih dominan yaitu risiko keuangan atau risiko kredit.

Apa tugas dan wewenang bagian manajemen risiko dalam pengelolaan risiko produk KPR BRISyariah iB Sejahtera. Siapa dan bagaimana mengendalikan manajemen risiko Produk KPR BRISyariah iB Sejahtera. Langkah apa yang dilakukan untuk mengurangi resiko yang timbul dari penggunaan produk CPR Sejahter?

Referensi

Dokumen terkait

Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris dengan jenis penelitian deskriptif.Sumber data terdiri dari data primer yaitu hasil dari wawancara dan data

Hasil wawancara dengan bapak Sofyan selaku General Affairsdi BRI Syariah Kantor Cabang Malang pada 28/07/2017 mengungkapkan: “Faktor pendukung efektivitas pelatihan antara lain

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa risiko kredit pembiayaan adalah jenis risiko yang dihadapi oleh BRI Syariah, Risiko ini terjadi disebabkan akibat kegagalan dari pihak

diberikan oleh karyawan yang telah melakukan pelanggaran diatas misalnya, akan mendapat hukuman berupa teguran dari pimpinan, dengan hal ini BRI Syariah Cabang Semarang

Pembiayaan Mudharabah tersebut verifikasinya bisa ke mikro, bisa modal kerja bisa investasi,tapi kedepannya bisa jadi pembiayaan mudharabah ini bisa BRI Syariah

Tujuan artikel yaitu untuk mengetahui gambaran pendapatan ijarah pada PT Bank BRI Syariah, mengetahui profitabilitas (Return On Asset) pada PT Bank BRI Syariah, dan

7 tertarik untuk meneliti tentang Pengaruh Literasi Perbankan Syariah Terhadap Eksistensi Bank BRI Syariah yang memilih studi kasus Masyarakat Desa Arjawinangun, Kabupaten Cirebon,

Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari data primer, dan data sekunder yang diperoleh dari hasil wawancara dengan para usaha ternak sapi yang berada di Desa Jenggik, dan