Studi Kelayakan Pendirian Pabrik Yogurt Daun Katuk (GOKAT)
Yosafat Amitanael
Jurusan Teknik Industri, Universitas Surabaya Email : [email protected]
Abstrak
Pangsa pasar konsumen pada penelitian ini ditujukan pada ibu-ibu hamil dan menyusui, dimana ada kebiasaan para ibu yang mengkonsumsi susu formula untuk tujuan menyehatkan sang bayi. Setelah berkonsultasi dengan ibu Dr. Dra. Tjandra Pantjajani, MS. sebagai pakar yang sudah berpengalaman dalam masalah gizi, diketahui bahwa laktosa yang ada dalam kandungan susu dapat membuat ibu-ibu mengalami mual ataupun alergi dalam meminum susu tersebut. Oleh karena itu dibuatlah suatu alternatif untuk mengganti susu menjadi yogurt, dimana kandungan gizi yogurt lebih banyak daripada susu, terutama protein, kalsium (Ca), vitamin D dan serat, dikombinasikan dengan ekstrak daun katuk, dimana selain mempunyai zat gizi tinggi, juga dapat membantu kelancaran produksi ASI pada ibu-ibu. GOKAT sebagai produk baru perlu dilakukan studi kelayakan dalam pembangunan pabriknya. Dalam melakukan studi kelayakan ini ditinjau melalui 6 aspek, diantaranya aspek pasar, teknis, keuangan, manajemen, hukum dan lingkungan. Pada aspek pasar dilakukan uji validitas dan reabilitas pada tingkat kepentingan dan kepuasan responden pada harga, rasa, kemasan, manfaat, merk, bahan baku, dan halal.
Pada analisis aspek teknis, ditentukan lokasi usaha berada di Klaten, Jawa Tengah, dengan luasan tanah sebesar 1800m2. Pada aspek hukum dilakukan pendataan dokumen-dokumen yang perlu untuk dipenuhi. Pada aspek manajemen diperoleh hasil struktur organisasi yang digunakan dengan job description dan job specification masing-masing. Pada aspek lingkungan, dilakukan pendataan bahan baku, alat-alat serta cara-cara mengolah limbah GOKAT, yaitu ampas daun katuk, untuk dijadikan pupuk hijau organik, dengan perhitungan nilai didapat harga jual sebesar Rp. 1000 per kg. Pada aspek keuangan, didapat modal awal investasi sebesar Rp. 4.638.569.220. Dana untuk investasi didapat dari modal sendiri. Nilai akan kembali dalam jangka waktu 2,48 tahun. Nilai Minimum Rate of Return (MARR) yang digunakan dalam proyek ini adalah sebesar 11,63%. Melalui analisis keuangan juga diperoleh Net Present Value (NPV) sebesar Rp. 6.139.584.394 dengan nilai Interest Rate of Return (IRR) sebesar 47,91%. Karena nilai IRR > MARR dan jangka waktu pengembalian modal selama 2,48 tahun dimana lebih cepat dari masa proyeksi, maka usaha pendirian pabrik yogurt daun katuk (GOKAT) ini layak untuk direalisasikan.
Kata Kunci : gokat, studi kelayakan, yogurt, daun katuk
Abstract
Target market share in this research is aimed at expectant mothers and breastfeeding, which is their habits to consume formula to nourish the baby.
After consulting with Dr. Dra. Tjandra Pantjajani, MS. as experts who expert in nutritional problems, it is known that the content of lactose present in milk can make mothers experience nausea or an allergy to drink the milk. Therefore author make an alternative to replace the milk into yoghurt, which contains more nutrients than milk, especially protein, calcium (Ca), vitamin D and fiber, combined with cinnamon leaf extract, which in addition have high nutrients, also can help mother breastfeeding. GOKAT as new product needs to be carried out a feasibility study of factory construction. In conducting the feasibility, this study was reviewed by 6 aspects, including market, technical, financial, management, legal and environmental aspects. In the aspect of the market is to test the validity and reliability of the level of importance and satisfaction of respondents on price, taste, packaging, benefits, brand, raw materials, and kosher. In the analysis of the technical aspects, is to determined the location of the business in Klaten, Central Java, with a land area of 1800m2. On the legal aspects is to cover the data collection of documents that need to be met. On the management aspects of organizational structure obtained results are used by the job description and job specification respectively. On environmental aspects, data collection of raw materials, tools and ways of treating waste GOKAT, namely cinnamon leaf pulp, to be used as green manure organic, with the calculation of the value obtained selling price of Rp. 1000 per kg. On the financial aspect, obtained initial capital investment of Rp. 4.638.569.220. Funds for investment derived from their own capital. Value will be returned within a period of 2,48 years. Value Minimum Rate of Return (MARR) used in this project amounted to 11,63%. Through financial analysis also obtained Net Present Value (NPV) of Rp. 6.139.584.394 with an Interest Rate of Return (IRR) of 47,91%. Because the IRR> MARR and payback period of 2,48 years during which faster than the projection period, the business establishment yoghurt factory cinnamon leaf (GOKAT) is eligible to be realized.
Keywords : gokat, feasibility study, yoghurt, cinnamon leaf
PENDAHULUAN
Menurut Standar Nasional Indonesia tahun 1992, “Yoghurt adalah produk yang diperoleh dari air susu yang telah dipasteurisasi kemudian difermentasi dengan bakteri tertentu sampai diperoleh keasaman, bau dan rasa yang khas dengan tanpa penambahan bahan lain yang diizinkan”. Dengan demikian yoghurt ini merupakan minuman yang berasal dari air susu yang telah mengalami proses fermentasi dengan menggunakan jasa mikroba. Yoghurt mengandung sejumlah zat gizi yang baik untuk menunjang proses kehamilan, terutama protein, kalsium (Ca), vitamin D, dan serat. Protein membantu proses pembentukan sel-sel tubuh janin, kalsium membantu proses pembentukan tulang dan gigi, vitamin D mencegah pre-eklampsia, dan kandungan seratnya mencegah Anda dari masalah sembelit yang sering dialami ibu hamil.
Sudah sejak zaman dahulu, ada kebiasaan ibu-ibu yang baru melahirkan mengonsumsi daun katuk, Sauropus androgynus. Banyak dari mereka merasakan hasilnya. Daun katuk mengandung berbagai zat gizi: protein, lemak, karbohidrat, dan serat. Kandungan proteinnya tidak tanggung-tanggung. Jauh lebih besar dibandingkan dengan sayuran hijau lainnya. Daun katuk juga mengandung senyawa minyak esensial, saponin, flavonoid, tanin, triterpenoid, sejumlah asam amino. Masih ditambah lagi, vitamin A, B, C, dan mineral seperti kalsium, fosfor, dan zat besi. Juga mengandung tujuh senyawa aktif lainnya yang dapat merangsang penyerapan zat-zat gizi di saluran cerna, meningkatkan protein dan karbohidrat di tingkat sel yang dapat berdampak positif terhadap produksi ASI yang berkualitas.
Dari perumusan di atas, timbul ide untuk membuat GOKAT (Yoghurt daun Katuk) yang mengkombinasikan keunggulan dari Yoghurt dan daun katuk.
GOKAT (Yoghurt Daun Katuk) dapat menjadi alternatif pilihan bagi ibu menyusui yang sensitif dengan susu (yang ditandai dengan diare) karena laktosa yang terkandung pada susu biasa sudah disederhanakan dalam proses
fermentasi yoghurt, maupun bagi ibu menyusui yang kurang suka dengan rasa daun katuk.
METODE PENELITIAN
Langkah-langkah penelitian perlu dilakukan secara sistematis agar arah dan tujuan penelitian tidak menyimpang dari permasalahan yang sudah dirumuskan di awal penelitian. Dalam penelitian ini, langkah-langkah penelitian dilakukan dengan cara melakukan pengamatan awal, identifikasi masalah, studi pustaka, pengumpulan data, pengolahan dan analisis data kemudian menarik kesimpulan dan saran. Di bawah ini adalah flowchart tahapan penelitian :
Pengamatan Awal 1. Mengamati jumlah rata‐rata kelahiran per‐tahun
2. Mengamati kemudahan dalam memperoleh bahan baku dan proses pembuatan produk
Identifikasi Masalah
Munculnya peluang untuk mendirikan usaha pabrik yogurt daun katuk (GOKAT)
Penetapan Tujuan
Menganalisis kelayakan pembangunan usaha pabrik yogurt daun katuk (GOKAT) dalam investasi serta melakukan analisis sensitivitas untuk pendirian pabrik GOKAT
Studi Pustaka
Mengumpulkan literatur / teori‐teori yang berkaitan
Pengumpulan Data
Data Aspek Manajemen 1. Struktur Organisasi 2. Job Description 3. Job Spesification 4. Penentuan modal dan kepemilikan Data Aspek
Teknis 1. Lokasi Usaha 2. Mesin dan Peralatan Produksi 3. Bahan Baku 4. Proses Produksi
Data Aspek Keuangan 1. Biaya untuk pembelian lokasi usaha.
2. Biaya pemasangan utilitas seperti air, listrik, dan telepon.
3. Gaji tenaga kerja, tunjangan hari raya 4. Tingkat suku bunga 5. Tarif pemakaian utilitas seperti air, listrik, dan telepon.
6. Tingkat inflasi dan tingkat resiko per tahun 7. Biaya izin pendirian usaha
Data Aspek Pasar 1. Data Pesaing 2. Permintaan Pasar
Data Aspek Hukum 1. Bentuk Badan Usaha 2 Syarat Izin Pendirian Usaha
Data Aspek Lingkungan 1. Alat‐alat dan bahan yang diperlukan 2. Metode pengolahan limbah
A
Gambar 1. Flowchart Tahapan Penelitian
Aspek Keuangan 1. Mengestimasi biaya yang diperlukan 2. Perhitungan Total Project Cost 3. Penyusunan laporan keuangan (cash flow, rugi‐
laba)
4. Perhitungan NPV, IRR, dan BEP 5. Analisis sensitivitas Aspek Pasar
1. Perhitungan pasar potensial efektif dan permintaan efektif berdasarkan data yang telah dikumpulkan 2. Menganalisis manfaat produk dan analisis pesaing
Aspek Teknis 1.Pemilihan lokasi berdasarkan faktor obyektif dan subyektif 2.Perhitungan kapasitas produksi harian
3. Perhitungan pemakaian bahan baku dan bahan pendukung 4. Perhitungan jumlah mesin yang dibutuhkan 5. Perencanaan layout produksi
Aspek Hukum Mengurus ijin‐ijin
yang dibutuhkan
Aspek Manajemen Menentukan jumlah
tenaga kerja, job description, job
specification, struktur organisasi
dan gaji tenaga kerja
Aspek Lingkungan 1. Penentuan jumlah limbah organik yang dihasilkan 2. Penentuan total biaya bahan baku 3. Penentuan biaya total peralatan 4. Penentuan harga jual dari pupuk hijau organik
Menyimpulkan hasil dari analisis Apakah Usaha layak didirikan ?
A
Pengolahan dan Analisis Data
Kesimpulan dan saran
Gambar 1. Flowchart Tahapan Penelitian (lanjutan)
HASIL DAN PEMBAHASAN Aspek Pasar
Berikut adalah jumlah permintaan GOKAT yang akan diproduksi (PE) masing- masing setiap tahunnya berdasarkan dari kuesioner.
Tabel 1. Total Permintaan Efektif per tahun untuk tiap kemasan (unit) Tahun Botol 250 ml (unit/tahun)
2014 1.686.126
2015 2.042.005
2016 2.500.600
2017 2.960.945
2018 3.423.041
Aspek Teknis
Berikut adalah hasil dari data aspek teknis:
Kapasitas produksi harian perusahaan didapatkan dari total permintaan efektif per tahun yang menjadi kapasitas produksi per tahun di bagi jumlah hari kerja. Berikut adalah rincian kapasitas produksi harian perusahaan :
Tabel 2. Kapasitas Produksi Harian (unit) Tahun Botol 250 ml (unit/hari)
2014 7.026
2015 8.508
2016 10.419
2017 12.337
2018 14.263
Berikut adalah komposisi kebutuhan bahan baku utama per 1,2 liter produk :
Tabel 3. Komposisi untuk Pembuatan 3,5 kg produk Komposisi untuk Pembuatan 1,2 liter Produk
No. Bahan Baku Jumlah
1. Susu 1 liter
2. Susu skim 100 gram (0,1 KG)
3. Gula halus 100 gram (0,1 KG)
4. Lactobacillus bulgaricus 30 ml (0,03 L)
5. Streptococcus thermopillus 30 ml (0,03 L)
6. Ekstrak daun katuk 100ml (0,1 L)
7. Perisa makanan 7 ml (0,007 L)
8. Pewarna 7 ml(0,007 L)
Kebutuhan bahan baku pendukung produk adalah sebagai berikut :
Tabel 4. Bahan Baku Pendukung
No. Bahan Baku Pendukung Jumlah
1. Kemasan botol 250ml 1 (per unit produk)
2. Kardus kemasan botol 1 (per 24 unit produk)
3. Plakban 1 (per 50 unit kardus)
Berikut adalah perhitungan kebutuhan jumlah mesin perusahaan, diantaranya adalah :
Tabel 5. Jumlah Kebutuhan Mesin Produksi Nama Mesin Kebutuhan /
tahun 1/T
(unit / mesin) D
(jam / tahun) E N(unit) Pompa Air Wasser PC-
500 EA
1
Stainless Steel Refrigeration Cabinet Freezer
17
Tandon Penguin TB- 500
1
Mesin Pembuat Yoghurt 855.760 0,0033 1.920 0,85 0.03 ≈ 1 Mesin Filling ke botol
SGZ-25 3.423.041
0,0200 1.920 0,85 0.70 ≈ 1 Mesin Penutup Botol
JGS 980 3.423.041
0,0500 1.920 0,85 1.75 ≈ 2 Mesin Pembuat tanggal
kadaluarsa HP 241 3.423.041 0,0167
1.920 0,85 0.58 ≈ 1
Kebutuhan jumlah karyawan produksi sebanyak 22 pekerja dengan rincian sebagai berikut :
Tabel 6. Jumlah Karyawan Produksi Jumlah Karyawan Produksi
No. Nama Mesin Jumlah
1. Stainless Steel Refrigeration Cabinet Freezer 17
2. Mesin Pembuat Yoghurt 1
3. Mesin Filling ke botol SGZ-25 1
4. Mesin Penutup Botol JGS 980 2
5. Mesin Pembuat tanggal kadaluarsa HP 241 1
Total 22
Luas pabrik yang dibutuhkan adalah 832,41 m2 dengan rincian sebagai berikut :
Tabel 7. Kebutuhan Luas Pabrik Kebutuhan Luas Pabrik
No. Lokasi Luas (m2)
Pabrik
1. Gudang Bahan Baku 92,67
2. Lantai Produksi 128,33
3. Gudang Barang Jadi 247,41
Kantor
1. Ruang Kantor 297,00
2. Fasilitas Umum 67,00
Total 832,41
Lokasi pabrik berada di Klaten, Jawa Tengah
Layout pabrik adalah sebagai berikut :
Gambar 2. Layout Pabrik
Desain kemasan nata de cassava adalah sebagai berikut :
Gambar 3. Desain Logo Yogurt Daun Katuk (GOKAT)
Aspek Keuangan
Perhitungan Total Project Cost adalah sebagai berikut :
Tabel 8. Total Project Cost Total Project Cost
Keterangan Biaya
Fixed Investment Cost
Biaya pembelian Gedung 3.010.000.000
Biaya pembelian mesin, perlengkapan kantor dan peralatan produksi 679.640.000
Total Fixed Investment Cost 3.689.640.000
Tabel 8. Total Project Cost (lanjutan)
Keterangan Biaya
Biaya overhead (1 bulan)
Biaya utilitas 19.976.940
Biaya perawatan 2.708.333
Biaya perlengkapan penunjang operasional 3.178.333
THR 174.250.000
Biaya PBB 555.653
Biaya depresiasi 34.535.217
Total biaya overhead minus biaya depresiasi 200.669.260
Working Capital (1 bulan)
Biaya bahan baku 446.778.961
Biaya tenaga kerja 174.250.000
Biaya promosi 85.052.500
Biaya overhead minus biaya depresiasi 200.669.260
Total working capital (1 bulan) 906.750.720
Venture Initiation Cost
Desain Kemasan 300.000
Pasang Baru Listrik 7.240.000
Perijinan Usaha 28.675.000
Pemasangan telepon 613.500
Sertifikasi 5.350.000
Total Venture Initiation Cost 42.178.500
Total Project Cost 4.638.569.220
Perhitungan HPP adalah sebagai berikut :
Tabel 9. Perhitungan HPP Perhitungan HPP
Keterangan 2014 2015 2016 2017 2018
Fixed Cost Biaya perlengkapan
penunjang operasional 38.140.000 41.051.989 44.186.308 47.559.933 51.191.134 Biaya depresiasi 414.422.600 414.422.600 414.422.600 414.422.600 414.422.600
Biaya amortisasi 8.435.700 8.435.700 8.435.700 8.435.700 8.435.700
Biaya perawatan 32.500.000 34.981.375 37.652.203 40.526.949 43.621.181 Biaya tenaga kerja 2.265.250.000 2.438.201.838 2.624.358.548 2.824.728.323 3.040.396.330 Biaya utilitas 239.723.276 258.026.148 277.726.445 298.930.859 321.754.230 Total fixed cost 2.998.471.576 3.195.119.650 3.406.781.804 3.634.604.363 3.879.821.175
Variabel Cost
Biaya bahan baku 5.361.347.528 6.858.972.482 8.399.362.792 9.945.634.631 11.497.787.998 Total variable cost 5.361.347.528 6.858.972.482 8.399.362.792 9.945.634.631 11.497.787.998 Total HPP cost 8.359.819.104 10.054.092.132 11.806.144.596 13.580.238.994 15.377.609.173 Kapasitas produksi (ml) 421.531.680 510.501.360 625.149.840 740.236.320 855.760.320
HPP per 250 ml 4.958,00 4.923,64 4.721,33 4.586,45 4.492,38
Perhitungan BEP adalah sebagai berikut :
Tabel 10. Perhitungan BEP Perhitungan BEP
Keterangan 2014 2015 2016 2017 2018
BEP 8.564.506.526 8.962.419.013 8.895.807.681 8.921.185.970 9.022.767.850 BEP terhadap
pendapatan 84,66 67,96 51,18 40,27 32,73
Laporan Rugi Laba adalah sebagai berikut :
Tabel 11. Laporan Rugi Laba Laporan Rugi Laba
Keterangan 2014 2015 2016 2017 2018
Pendapatan 10.116.756.000 13.187.472.491 17.382.110.543 22.153.489.118 27.566.232.323 HPP 8.359.819.104 10.054.092.132 11.806.144.596 13.580.238.994 15.377.609.173 Laba Kotor 1.756.936.896 3.133.380.359 5.575.965.947 8.573.250.124 12.188.623.150 Biaya operasi
Biaya promosi 1.020.630.000 1.098.555.101 1.182.429.782 1.272.708.296 1.369.879.575
Biaya PBB 6.667.840 7.275.932 7.974.483 8.777.063 9.699.271
Total biaya operasi 1.027.297.840 1.105.831.033 1.190.404.265 1.281.485.359 1.379.578.846 Laba operasi 729.639.056 2.027.549.326 4.385.561.682 7.291.764.764 10.809.044.304 Pajak
penghasilan(25%) 182.409.764 506.887.332 1.096.390.420 1.822.941.191 2.702.261.076 Laba bersih 547.229.292 1.520.661.995 3.289.171.261 5.468.823.573 8.106.783.228 Laba ditahan 547.229.292 2.067.891.287 5.357.062.549 10.825.886.122 18.932.669.350
Laporan Arus Kas adalah sebagai berikut :
Tabel 12. Laporan Arus Kas Laporan Arus Kas
Keterangan Pra Operasi 2014 2015 2016 2017 2018
Inflow Modal sendiri 4.638.569.220
Pendapatan
10.116.756.000 13.187.472.491 17.382.110.543 22.153.489.118 27.566.232.323 Total inflow
4.638.569.220 10.116.756.000 13.187.472.491 17.382.110.543 22.153.489.118 27.566.232.323 Outflow
Fixed investment
3.689.640.000 Venture
initiation 42.178.500 HPP-depresiasi-
amortisasi 7.936.960.804 9.631.233.832 11.383.286.296 13.157.380.694 14.954.750.873 Biaya operasi
1.027.297.840 1.105.831.033 1.190.404.265 1.281.485.359 1.379.578.846 Pajak
penghasilan 182.409.764 506.887.332 1.096.390.420 1.822.941.191 2.702.261.076 Total outflow
3.731.818.500 9.146.668.408 11.243.952.196 13.670.080.982 16.261.807.245 19.036.590.795 Net inflow
906.750.720 970.087.592 1.943.520.295 3.712.029.561 5.891.681.873 8.529.641.528 Kas awal
0 906.750.720 1.876.838.313 3.820.358.608 7.532.388.169 13.424.070.042 Kas akhir
906.750.720 1.876.838.313 3.820.358.608 7.532.388.169 13.424.070.042 21.953.711.570
Perhitungan Neraca adalah sebagai berikut :
Tabel 13. Neraca Neraca Keteranga
n 2012 2013 2014 2015 2016
Aktiva Kas
1.241.988.55 5
3.238.788.63 2
6.809.481.13 0
12.189.667.84 5
19.631.584.00 6 Fixed
Investment 2.622.730.00
0 2.622.730.00
0 2.622.730.00
0 2.622.730.000 2.622.730.000 (Akumulas
i
Depresiasi
) 146.553.000 293.106.000 439.659.000 586.212.000 732.765.000 Venture
Initiation 40.378.500 40.378.500 40.378.500 40.378.500 40.378.500 (Akumulas
i
Amortisasi
) 8.075.700 16.151.400 24.227.100 32.302.800 40.378.500 Total
Aktiva 3.750.468.35
5 5.592.639.73
2 9.008.703.53
0 14.234.261.54
5 21.521.549.00 6 Passiva
Modal
sendiri 3.166.701.90
8 3.166.701.90
8 3.166.701.90
8 3.166.701.908 3.166.701.908 Laba
ditahan 583.766.447 2.425.937.82
3 5.842.001.62
2 11.067.559.63
6 18.354.847.09 7 Total
Passiva
3.750.468.35 5
5.592.639.73 2
9.008.703.53 0
14.234.261.54 5
21.521.549.00 6
Dari perhitungan menggunakan MARR 11,63%, didapatkan NPV Rp. 6.139.584.394, DPP 2,48 tahun, dan IRR 47,91%
Dari perhitungan analisis sensitivitas, nilai penurunan pendapatan tidak boleh melebihi 19,06% dan kenaikan biaya bahan baku tidak boleh melebihi 38,55% agar pabrik GOKAT ini layak untuk dijalankan.
Perhitungan rasio keuangan adalah sebagai berikut :
Tabel 14.Perhitungan Rasio Keuangan Perhitungan Rasio Keuangan
Rasio 2014 2015 2016 2017 2018
Aktivitas FATO 3,09 4,61 7,11 10,90 17,04
TATO 1,95 1,97 1,74 1,43 1,17
Profitabilitas GPM 0,17 0,24 0,32 0,39 0,44
OPM 0,07 0,15 0,25 0,33 0,39
NPM 0,05 0,12 0,19 0,25 0,29
ROA 0,11 0,23 0,33 0,35 0,34
ROE 0,12 0,33 0,71 1,18 1,75
Aspek Hukum
Pabrik GOKAT telah mencari beberapa data yang perlu dilengkapi antara lain NPWP, Surat Keterangan Domisili, SITU, Izin Prinsip, SIUI, SIUP, TDP, TDI, BPPOM, Sertifikasi Halal, dan beberapa dokumen seperti yang telah diuraikan pada bab IV, maka aspek hukum usaha ini layak dan memiliki kekuatan hukum serta diakui secara legal.
Aspek Manajemen
Modal yang dipakai merupakan modal sendiri yang diperoleh dari pemilik.
Besarnya modal yang dibutuhkan adalah sebesar total project cost dari perhitungan aspek keuangan.
Tenaga kerja langsung yang dibutuhkan pada bagian produksi disesuaikan dengan kebutuhan mesin.
Aspek Lingkungan
Penentuan jumlah limbah GOKAT yang dihasilkan per 20 liter susu :
Tabel 15. Jumlah Limbah GOKAT per tahun
Keterangan Tahun
2014 2015 2016 2017 2018
Limbah ampas daun katuk yang dihasilkan per 20 liter susu (kg)
231.842,35 280.775,74 343.832,45 407.129,92 470.668,15
Penentuan total biaya bahan baku per pemakaian 20 liter susu adalah :
Tabel 16. Bahan Baku Pembuatan Pupuk Hijau Organik per Pemakaian 20 liter Susu Bahan Baku Pembuatan Pupuk Hijau Organik per Pemakaian 20 liter Susu
No Nama Bahan Jumlah Harga
1. Dedak halus atau bekatul 10 kg Rp. 2.300 / kg
2. Gula pasir 250 gram Rp. 9.500 / kg
3. Cairan EM4 250 ml Rp. 17.500 / lt
Tenaga kerja yang dibutuhkan dalam pengolahan limbah berjumlah 2 orang.
Harga jual pupuk hijau organic adalah :
Tabel 17. Harga Jual Pupuk Hijau Organik Perhitungan HPP
Keterangan 2014 2015 2016 2017 2018
Fixed Cost Biaya depresiasi peralatan
300.000 300.000 300.000 300.000 300.000
Biaya tenaga kerja 66.000.000 71.039.000 76.462.835 82.300.772 88.584.435 Total fixed cost 66.300.000 71.339.000 76.772.835 82.600.772 88.884.435
Variabel Cost
Biaya bahan baku 54.580.845 56.882.430 76.932.010 91.095.200 105.310.365 Total variable cost 54.580.845 56.882.430 76.932.010 91.095.200 105.310.365 Total HPP cost 120.880.845 128.221.430 153.704.845 173.695.972 194.194.800 Jumlah pupuk hijau
organik (kg)
231.842,35 280.775,74 343.832,45 407.129,92 470.668,15
HPP per kg 522 457 448 427 413
Harga jual / kg 1000 1000 1000 1000 1000
KESIMPULAN DAN SARAN
Berikut adalah kesimpulan yang didapat dari keenam aspek tersebut :
Aspek Pasar
Dengan tren jumlah penduduk Surabaya yang cenderung meningkat setiap tahunnya, dapat dikatakan bahwa konsumsi produk yoghurt masyarakat tiap tahunnya akan meningkat pula. Dan ada kemungkinan bahwa produk GOKAT dapat diterima dengan baik Hal ini menyatakan bahwa pasar potensial produk
GOKAT akan semakin bertambah tiap tahunnya, sehingga permintaan masyarakat terhadap GOKAT perusahaan ini juga akan meningkat setiap tahunnya.
Permintaan terbanyak berdasarkan data yang terkumpul adalah kemasan botol 250ml yaitu sebesar 74,2%, sedangkan total permintaan efektif per tahun kemasan botol 250ml adalah :
1. P(2014) = 1.686.126 unit 2. P(2015) = 2.042.005 unit 3. P(2016) = 2.500.600 unit 4. P(2017) = 2.960.945 unit 5. P(2018) = 3.423.041 unit
Aspek Teknis
Target pasar yang dituju adalah penduduk Surabaya yang menyusui, sedangkan diferensiasi yang ditawarkan perusahaan ini kepada para pelanggan adalah ekstrak daun katuk yang terkandung di dalam produk GOKAT. Kegiatan promosi yang dilakukan akan menggunakan berbagai media seperti: brosur, radio, koran, logo, dll. Setelah dilakukan perhitungan didapat faktor kritikal, subyektif dan obyektif serta diperolehnya lokasi Klaten sebagai lokasi yang dipilih dengan nilai LPM = 1,67 sebagai nilai tertinggi.
Aspek Manajemen
Ditinjau dari aspek manajemen, pabrik GOKAT ini menggunakan struktur organisasi yang sederhana sehingga bisa lebih mudah menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi. Perusahaan merekrut jumlah tenaga kerja secukupnya (seminimal mungkin) agar dapat menekan biaya gaji karyawan yang harus dibayarkan perusahaan sehingga harga jual dapat ditekan serendah mungkin.
Jam kerja operasional produksi dan kantor mulai hari Senin sampai Jumat dimulai pukul 08.00 – 16.00, sedangkan hari Sabtu dan Minggu libur.
Aspek Keuangan
Aspek keuangan adalah aspek yang menentukan kelayakan usaha ini dari sisi keuangan. Dari beberapa indikator yang dihasilkan didapati beberapa hasil, yaitu nilai NPV sebesar Rp. 6.139.584.394, tingkat pengembalian (IRR) sebesar 47,91% dan lamanya pengembalian 2,48 tahun. Harga jual yang ditetapkan untuk adalah Rp.6.000 untuk kemasan botol 250 ml. Besarnya modal untuk usaha ini adalah sebesar Rp. 4.638.569.220, dimana sumber pendanaannya seluruhnya berasal dari modal sendiri. Nilai NPV yang positif, discounted payback period yang tidak melebihi horison perencanaan, dan nilai IRR yang lebih besar dari nilai MARR (11,63%) menunjukkan bahwa pabrik GOKAT ini layak didirikan dan menguntungkan dari segi aspek keuangan.
Aspek Hukum
Hal-hal yang harus dilakukan dalam pendirian pabrik ini adalah memenuhi syarat-syarat dalam mendirikan Perseroan Terbatas (PT) serta melengkapi dokumen-dokumen yang terkait dalam mendirikan Perseroan Terbatas tersebut, meliputi NPWP, surat keterangan domisili, SITU, ijin prinsip, SIUI, SIUP, TDP, TDI, BP POM dan sertifikasi halal.
Aspek Lingkungan
Limbah yang dihasilkan dari proses pembuatan GOKAT, yaitu ampas dari daun katuk, akan diubah menjadi pupuk hijau organik sehingga meminimalisasi pencemaran terhadap lingkungan. Dari analisa dan perhitungan aspek lingkungan, didapat harga jual untuk pupuk hijau organik per-tahunnya sebesar Rp. 1000.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat diberikan saran – saran yaitu saran bagi calon investor dan saran bagi penelitian selanjutnya.
1. Saran bagi calon investor
Modal awal yang harus dikeluarkan sangat besar, yaitu lebih dari 1 miliar rupiah. Investor yang hendak berinvestasi pada bisnis ini diharapkan memahami dan mampu menanggung resiko yang dihadapi bisnis ini.
2. Saran bagi penelititan selanjutnya
Memperbanyak referensi mengenai pembuatan yoghurt daun katuk, saat ini peneliti hanya menggunakan 7 macam buku referensi dan hanya melakukan konsultasi singkat dengan dosen pembimbing dari Fakultas Teknobiologi Universitas Surabaya mengenai cara pembuatan yoghurt yang benar. Setidaknya penelitian berikutnya menggunakan 10 macam buku referensi dan mengalokasikann waktu khusus untuk melakukan praktek pembuatan yoghurt dengan ahlinya.
Mengadakan kerja sama dengan mahasiswa teknik pangan untuk menentukan komposisi makanan yang sehat dan aman, serta dapat menentukan standar – standar yang diperlukan dalam melakukan sebuah proses produksi pangan.
Saran untuk dilakukannya penelitian kandungan gizi produk, agar dapat dicantumkan pada label produk, untuk memberi informasi kandungan gizi produk kepada konsumen.
DAFTAR PUSTAKA BPS Kota Surabaya
Husnan, S & Muhammad, S. 2000, Studi kelayakan proyek, 4th edn,UPP-AMP YKPN,Yogyakarta.
Lianto, B. & Denny Aryo. 2005. Buku Ajar Perencanaan Industri. Jurusan Teknik Industri. Universitas Surabaya.
Pujawan, I Nyoman. 2008. Ekonomi Teknik. P.T. Guna Widya. Jakarta.
Rita, M, Vincent, K & Paleva, R. 2009, Panduan praktis mendirikan badan usaha, Forum Sahabat, Jakarta.
Umar, Husein. 2003. Studi Kelayakan Bisnis. P.T. Gramedia Pustaka Tama,Jakarta
Wignjosoebroto, S. 2003, Tata letak pabrik dan pemindahan bahan, 3rd edn, Guna Widya, Jakarta.
Lovelock, Christoper H & Lauren K Wright. 1999. Principles of service marketing and management. Prentice Hall Inc. New Jersey
Eka, Anthonie, “Manfaat Yoghurt Untuk Kesehatan”, (http://www.en.wikipedia.com/food/yoghurt)
“Healthy Articles”, (http://www.smallcrab.com/kesehatan/408-manfaat-dan- efek-samping-daun-katuk)
Primadyastuti, Nastiti, “Berapa Lama Kita Menyusui Bayi Kita ?”, (http://www.vemale.com/kesehatan/28034-berapa-lama-kita-bisa-
menyusui-bayi-kita.html)