Bagaimana gambaran perkembangan keterampilan sosial anak autis di Sekolah Alam Mahira Bengkulu (SAB) dan Pendidikan Luar Biasa Mutiara Bunda-Pendidikan Layanan Khusus (PK-PLK). Untuk mengetahui gambaran perkembangan keterampilan sosial anak autis di Sekolah Alam Mahira Bengkulu (SAB) dan Pendidikan Luar Biasa Mutiara Bunda-Pendidikan Layanan Khusus (PK-PLK).
PENDAHULUAN
- Rumusan Masalah
- Batasan Masalah
- Tujuan Penelitian
- Kegunaan Penelitian
- Kajian Terhadap Penelitian Terdahulu
- Sistematika Penulisan
Bedanya penelitian ini melakukan studi banding pengembangan keterampilan sosial pada anak berkebutuhan khusus di sekolah berbasis alam inklusif dan sekolah luar biasa dan anak yang diteliti yaitu anak autis, sedangkan peneliti sebelumnya hanya fokus pada sekolah luar biasa dan sekolah khusus. anak yang dibelajarkan, yaitu mereka yang mengalami keterbelakangan mental.
KAJIAN TEORI
Pengertian Tentang Pengembangan
Pengertian Keterampilan Sosial
Faktor yang Mempengaruhi Keterampilan Sosial
Autisme
- Pengertian Autis
- Karakteristik Autisme
- Klasifikasi Autisme
- Intervensi Terhadap Autisme
METODE PENELITIAN
Penjelasan Judul
PK-PLK (Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus) Pendidikan khusus-pendidikan layanan khusus adalah pendidikan khusus untuk anak yang memiliki kebutuhan khusus. PK-PLK ini bertujuan untuk membantu anak-anak yang memiliki kelainan fisik maupun psikis, agar mampu mengembangkan potensi yang ada pada dirinya, sehingga dapat diterima oleh masyarakat luas dan dapat bersaing baik dalam bidang pendidikan maupun keterampilan lainnya.
Waktu dan Tempat Penelitian
Jenis Data dan Sumber Data
Data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung oleh pihak lain atau perantara lainnya. Data sekunder penelitian ini diambil dari anak autis yang bersekolah di sekolah Mahira Alam Bengkulu, dan PK-PLK Mutiara Bunda kota Bengkulu.
Informan Peneliti
Berdasarkan kriteria di atas, informan utama dari penelitian ini adalah guru pendamping dan wali kelas yang memiliki anak autis. Selain itu, terdapat informan pendukung dari 1 (satu) kepala sekolah SAB Mahira dan 1 (satu) perwakilan siswa di sekolah Mutiara Bunda. Dan . diambil dari anak autis di SAB Mahira dan PK-PLK Mutiara Bunda dengan kriteria sebagai berikut: 36.
Pebri Lala Sari, S, Pd, lahir di Kepahiang pada tanggal 5 Februari 1993, dengan pendidikan tamatan sebagai guru PAUD. Vitri Sugiarti, S.Pd lahir di Bengkulu tanggal 4 Februari 1997, memiliki pendidikan sebagai guru bahasa inggris, mulai mengajar tahun 2019 sebagai guru hingga sekarang. Vera Cahya Wardani S.Pd lahir pada tanggal 27 Januari 1987, beliau adalah seorang wakil presiden siswa dan guru sekaligus terapis di Sekolah Mutiara Bunda dari tahun 2007 sampai sekarang.
Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini peneliti melakukan wawancara dengan 6 informan utama yaitu 3 guru pendamping dan 1 wali kelas di sekolah Alam Mahira, dan 3 guru kelas di sekolah Mutiara Bunda, kemudian ada informan tambahan seperti kepala sekolah dan perwakilan siswa. Oleh karena itu, observasi adalah kemampuan seseorang untuk menggunakan pengamatannya melalui kerja panca indera dan dibantu oleh panca indera lainnya. Metode observasi adalah metode pengumpulan data yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian melalui observasi dan penginderaan.
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode observasi tidak terstruktur yaitu observasi dilakukan tanpa menggunakan pedoman observasi. Pada penelitian ini fokus utama observasi yang dilakukan peneliti adalah observasi cara guru mengembangkan keterampilan sosial anak, interaksi sosial anak selama di sekolah, kegiatan yang dilakukan guru dan anak untuk membantu anak mengembangkan keterampilan sosialnya, dan mengamati perbedaan perkembangan sosial antara sekolah Alam Mahira dan sekolah Mutiara Bunda. Dalam penelitian ini peneliti melakukan dokumentasi berupa foto-foto saat wawancara dan observasi lapangan, kemudian menulis dokumen dan data terkait profil dan sejarah sekolah Alam Mahira dan Mutiara Bunda.
Teknik Keabsahan Data
Untuk itu dalam penelitian ini peneliti menggunakan uji reliabilitas 40 Atau pun dengan teknik pemeriksaan yang dilakukan oleh Moleong 41 Jadi, pengujian kecermatan, validitas dan kebenaran data yang dikumpulkan dan dianalisis sejak awal penelitian akan menentukan keasliannya. dan akurasi hasil penelitian sesuai dengan masalah dan fokus penelitian dengan menggunakan metode sebagai berikut; Peneliti harus yakin bahwa meskipun data yang dikumpulkan tidak konklusif, tidak dapat dipercaya, peneliti harus memperpanjang masa tinggalnya di lapangan dan terus mengumpulkan data seperlunya selama peninjauan, investigasi, dan analisis data yang telah dikumpulkan. Pada saat melakukan penelitian di sekolah Alam Mahira dan Mutiara Bunda, ketika proses penelitian telah selesai, namun pada saat menyusun hasil penelitian, data yang terkumpul tidak lengkap dan hilang, maka peneliti memperpanjang waktu proses penelitian untuk melengkapi data yang diperlukan untuk penyempurnaan. hasil yang didapat. , sampai dengan hasil atau Data yang diterima benar-benar lengkap.
Apabila informasi yang ditemukan sama untuk hari-hari berikutnya, peneliti menguji keabsahan data untuk mendapatkan data yang lebih akurat. Observasi bukan merupakan teknik pengumpulan data yang hanya mengandalkan kemampuan panca indera, tetapi juga menggunakan seluruh panca indera, termasuk pendengaran, perasaan, dan insting peneliti. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan beberapa referensi untuk mengkoreksi hasil penelitian yang telah dilakukan, melalui referensi buku atau orang lain yang diperoleh selama penelitian, juga menggunakan rekaman selama proses wawancara dan catatan catatan kecil selama di lapangan.
Teknik Analisis Data
Analisis deskripsi aspek perkembangan keterampilan sosial anak autis di sekolah Alam Mahira dan sekolah Mutiara Bunda. Bedanya di sekolah Alam Mahira ada guru pendamping khusus untuk anak berkebutuhan khusus (Bayangan) Tidak ada materi khusus untuk pengembangan keterampilan sosial di kedua sekolah tersebut, tapi di sekolah Alam Mahira untuk anak-anak.
Untuk sekolah Alam Mahira, anak berkebutuhan khusus juga dilibatkan dalam semua kegiatan yang dilakukan tanpa ada perbedaan antar anak, karena bergabung dengan anak normal. Mengajak anak-anak untuk bertukar pikiran, pengalaman dan bercerita tentang apa yang terjadi di Sekolah Alam Mahira dan Sekolah Mutiara Bunda. Pedoman observasi dan dokumentasi skripsi studi banding Pembinaan keterampilan sosial anak autis di Sekolah Alam Mahira dan PK-PLK Mutiara Bunda Bengkulu.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Sekolah Alam Bengkulu Mahira
Sekolah Alam Mahira tidak hanya menerima siswa dari anak normal tetapi juga menerima anak berkebutuhan khusus lainnya. Sekolah Alam Mahira Bengkulu (SAB) merupakan satu-satunya sekolah Islam di Bengkulu yang mengadopsi konsep sekolah alam, sekaligus sekolah alam pertama di Provinsi Bengkulu. Model pendidikan Sekolah Alam Mahira Bengkulu mengintegrasikan pendidikan agama dan pendidikan umum, antara sekolah, keluarga dan alam dengan mengoptimalkan aspek kognitif, afektif dan psikomotorik anak dengan harapan siswa menjadi manusia yang cerdas, berpikiran terbuka, kreatif dan mandiri.
Sekolah Alam Bengkulu (SAB) Mahira mengacu pada kurikulum sekolah alam yang khas, yang didasarkan pada tiga aspek kurikulum, yaitu Kurikulum Moral,44 Kurikulum Filsafat Ilmu,45 dan Kurikulum Kepemimpinan.46 SAB Mahira juga mengacu pada kompetensi- Kurikulum berbasis Pendidikan Nasional sebagai pelengkap. SD Alam Mahira merupakan salah satu sekolah yang menyelenggarakan pendidikan inklusi yaitu sekolah yang menerima anak berkebutuhan khusus. Sejalan dengan arah dan tujuan Sekolah Alam Mahira Bengkulu (SAB) yang ingin membentuk dan mengembangkan sumber daya manusia yang utuh, sasaran kompetensi siswa diarahkan pada tiga aspek kurikulum yang ada, yaitu.
Sekolah PK-PLK Mutiara Bunda
Jadi PK-PLK adalah lembaga pendidikan yang khusus membantu atau mendidik anak yang memiliki keterbatasan yang berkaitan dengan kemampuan atau kondisi sosialnya sendiri, agar dapat bersekolah dan menimba ilmu seperti anak normal lainnya. Awalnya, Sekolah Mutiara Bunda didirikan pada tahun 2007. Awalnya berlokasi di Hybrid dan hanya berupa ruko biasa. Selang beberapa waktu, siswa yang bersekolah di sekolah ini semakin banyak, juga atas permintaan orang tua, sehingga dua tahun kemudian Yayasan Sekolah Mutiara Bunda didirikan di Jl. Gunung Bungkuk Tanah Patah Kota Bengkulu Tahun 2009.
Namun bagi masyarakat Bengkulu sendiri namanya tetap PK-PLK Mutiara Bunda, dengan alasan menggunakan nama PK-PLK karena bahasanya lebih halus dan alasannya orang tua malu dengan orang awam jika anaknya masuk SLB . . Sarana dan Prasarana Sekolah Mutiara Bunda PK-PLK cukup memadai dan lengkap untuk melaksanakan proses belajar mengajar serta proses terapi. Untuk data umum siswa Mutiara Bunda yang terdiri dari siswa sekolah dasar hingga menengah yang terdiri dari 100 siswa.
Hasil Penelitian
NF memiliki empati yang kuat, di kelas ini alhamdulillah anak lain tidak dibully, jika NF melihat temannya menangis dia akan menghapus air matanya seperti ini. Untuk itu, anak-anak di sini dilatih untuk aktif dalam segala hal, baik itu berbagi ide dan pengalaman atau sejenisnya, dan ini juga menjadi kebiasaan guru di kelas. Anak berkebutuhan khusus disini memiliki guru yang berbeda-beda, karena mereka tidak bisa sendiri seperti anak normal lainnya, maka mereka ditugaskan guru khusus yang mendampingi mereka agar dapat mengikuti pelajaran dengan baik.
Intinya dalam mendidik anak-anak ini kita harus sabar, jangan cepat bosan karena mereka berbeda dengan anak normal. Kebanyakan anak mulai, lalu bercerita, kalau kami diam mereka tidak bicara. Anak autis memiliki karakter yang berbeda, IQ yang berbeda dan biasanya lebih pintar dari anak tunagrahita.
Guru memiliki tugas ganda yaitu menangani anak-anak dalam satu kelas yang memiliki keistimewaan berbeda. Sehingga guru memiliki tugas ganda untuk menangani anak yang memiliki keistimewaan berbeda dalam satu kelas.
Pembahasan Hasil Penelitian
PENUTUP
Saran
Bagi Sekolah Alam Mahira, sebaiknya guru yang menangani anak autis atau anak berkebutuhan lain memiliki pengalaman dalam membantu anak memfasilitasi interaksi guru dan membantu anak mengembangkan potensinya. Dan guru yang baru pertama kali menangani anak berkebutuhan khusus sebaiknya diorientasikan atau dilatih terlebih dahulu sebelum menjadi pendamping anak agar memiliki pengetahuan untuk menangani anak berkebutuhan khusus. Untuk Sekolah PK-PLK Mutiara Bunda, sebaiknya jumlah guru diperbanyak agar anak-anak bisa fokus melatih kembali dalam segala hal.
Untuk penelitian selanjutnya diharapkan hasil penelitian ini dapat dikaji lebih mendalam dan mempunyai warna atau persoalan yang berbeda dengan apa yang peneliti lakukan sekarang dalam hal perbandingan keterampilan sosial. Dimana saran dari peneliti saat ini untuk peneliti selanjutnya untuk menyelidiki perkembangan keterampilan atau kecakapan hidup pada anak autis atau anak berkebutuhan khusus lainnya.